Anda di halaman 1dari 36

Alat ukur gas

rumah kaca
DABARNIWAS T.T (25.12.1118F)
NUR RATNA SARI (25.12.1119F)
CITRA DEWI (25.12.1120F)
Kromatografi Gas
Kromatografi merupakan teknik memisahkan
komponen-komponen dari suatu campuran atau
sampel bahan.
Secara umum peralatan kromatografi gas terdiri
atas :
injection system, oven, control system, column,
detector, dan data acquistion system.
KROMATOGRAFI GAS
Kromatografi Gas Model Shimadzu 8A
Kromatografi Gas Model Shimadzu
14A
Green House Gas (GHG) Varian 450
Portable Micro Gas Chromatography CP
4900

Kromatografi Gas Model
Shimadzu 8A

Kromatografi Gas Model Shimadzu 8A digunakan sebagai
GC system untuk menganalisis gas metana (CH
4
),
menggunakan Flame Ionization Detector (FID) & memiliki
kolom berupa Capillary Column yg terbuat dari Stainless
Steel dgn ukuran 6 m x 2 mm berisi Hayecep N.
Gas pembawa yg digunakan adalah N
2
(Nitrogen) UHP, H
2

(Hidrogen) UHP & udara (compressor).
GC model Shimadzu 8A dilengkapi dengan dua unit
detektor FID, masing-masing detektor digunakan untuk
analisis gas CH
4
secara otomatis & manual.

Kromatografi Gas Model
Shimadzu 8A


Kromatografi Gas Model
Shimadzu 8A

Alat pelengkap :
12 unit boks dg ukuran 1x1x1 m yg terbuat dari fleksi glass
2 unit komputer yang digunakan untuk mengaktifkan sistem
data logger dan untuk menginterpretasikan data hasil analisis
Data logger yang berfungsi untuk mengatur menutup dan
membuka boks serta mengatur masuknya contoh gas
Sampling valve untuk mengatur masuknya contoh gas
kedalam GC
Pompa hisap (hanya digunakan saat analisis secara otomatis)
untuk mengalirkan contoh gas dari boks kedalam GC

Kromatografi Gas Model
Shimadzu 8A

CBM (Communication Bus Module) sebagai penghubung
antara GC dengan komputer penginterpretasi data hasil
analisa dengan menggunakan sopftware/GC solution
Gas N
2
sebagai carrier gas, H
2
dan O
2
berfungsi untuk
menyalakan detektor
Gas standar CH
4
yang diketahui konsentrasinya
Kompressor yang berfungsi untuk suplai udara tekan
untuk pembakaran yang dibutuhkan GC dan sebagai
suplai udara tekan untuk membuka dan menutup boks

Kromatografi Gas Model
Shimadzu 8A


Kromatografi Gas Model
Shimadzu 8A


Kromatografi Gas Model
Shimadzu 8A

Kromatografi Gas Model
Shimadzu 14A
Kromatografi Gas Model Shimadzu 14A dilengkapi 3
detektor yaitu :
Flame ionization Detector (FID) untuk analisis gas CH
4

Electron Capture Detector (ECD) untuk analisis gas
N
2
O
Thermal Conductivity Detector (TCD) untuk analisis
CO
2

serta dilengkapi dengan tiga kolom (capillary column)
yg terbuat dari Stainless Steel.
Kromatografi Gas Model
Shimadzu 14A
Kromatografi Gas Model
Shimadzu 14A

Green House Gas (GHG)
Varian 450

Green House Gas (GHG) Varian 450 dilengkapi dengan tiga jenis
detektor yaitu :
Flame Ionization Detector (FID) untuk analisis gas CH
4
Electron Capture Detector (ECD) untuk analisis gas N
2
O
Thermal Conductivity Detektor (TCD) untuk analisis CO
2
.
GHG dilengkapi Varian PAL Autosampler yg berfungsi untuk Auto
Injection, sehingga analisis bisa dilakukan secara manual maupun
otomatis.
Carrier gas yg digunakan adalah Ar (Argon) UHP, He (Helium) UHP,
H
2
UHP, N
2
UHP & udara tekan.


Green House Gas (GHG)
Varian 450


Green House Gas (GHG)
Varian 450


Green House Gas (GHG)
Varian 450


Portable Micro Gas
Chromatography CP 4900

Portable Micro Gas Chromatography CP 4900 merupakan
mobile GC yg dilengkapi baterai rechanger & tabung gas (
untuk carrier gas sampai dengan 12.000 Kpa)
Detector yg digunakan adalah Thermal conductivity
detector (TCD).
GC tersebut bisa dibawa ke lapangan dan digunakan
langsung dilapangan.
Analisis dapat dilakukan secara langsung maupun melalui
cara diinjeksikan.
Alat ini dapat digunakan untuk analisis gas CO
2
dan CH
4
.
Carrier gas yg digunakan adalah He UHP atau N
2
UHP.

Portable Micro Gas
Chromatography CP 4900

JENIS DETEKTOR
Detektor adalah bagian terpenting dari
kromatografi yg merupakan suatu sensor
elektronik dan berfungsi mengubah sinyal gas
pembawa serta komponen-komponen
didalamnya menjadi sinyal elektronik.
JENIS DETEKTOR
Flame
ionization
detector
(FID) untuk
analisis gas
CH
4

Electron
capture
detector
(ECD) untuk
analisis gas
N
2
0
Thermal
conductivity
detector
(TCD) untuk
analisis CO
2

Flame ionization detector (FID)
untuk analisis gas CH
4


FID terdiri dari hidrogen atau air flame dan collector
plate
sampel yg keluar dari column dilewatkan ke flame
yg akan menguraikan molekul organik &
menghasilkan ion-ion.
Ion-ion tersebut dihimpun pada biased electrode
(collector plate) dan menghasilkan sinyal elektrik.
Sinyal elektrik tersebut akan diinterpretasikan ke
dlm bentuk peak.

Electron capture detector (ECD)
untuk analisis gas N20

ECD menggunakan radioaktif beta emitter
(elektron) untuk mengionisasi sebagian gas (carrier
gas) dan menghasilkan arus antara biased pair of
electron
ketika molekul organik yg mengandung
electronegative functional groups seperti halogen,
fosfor dan nitrogen melewati detektor, mereka
akan menangkap sebagian elektron sehingga
mengurangi arus yg diukur antara elektroda.
ECD sangat sensitif terhadap senyawa
organologam, nitril atau senyawa nitrogen serta
golongan halogen.

Thermal conductivity detector
(TCD) untuk analisis CO
2


TCD terdiri dari electrically-heated wire atau
thermistor.
Temperatur sensing element bergantung pada
thermal conductivity dari gas yg mengalir
disekitarnya.
Perubahan thermal conductivity seperti ketika
adanya molekul organik dlm sampel yg dibawa
carrier gas, menyebabkan kenaikan temperatur
pada sensing element yg diukur sebagai perubahan
resistansi
INFRARED GAS ANALYZER (IrGA)
INFRARED GAS ANALYZER (IrGA) adalah alat
untuk mengukur gas rumah kaca dengan
menggunakan sensor cahaya infra merah.
Prinsip kerja alat ini dengan menentukan
penyerapan sumber cahaya yg dipancarkan infra
merah melalui sampel udara tertentu.
INFRARED GAS ANALYZER (IrGA)
PEHITUNGAN FLUKS GRK
Menghitung konsentrasi GRK
Konsentrasi gas dari contoh gas yang diambil
dari lapang dihitung dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut :


Ket:
K1 = konsentrasi gas standar
A1 = area pembacaan dari peak pada komputer untuk gas standar
Kx = konsentrasi gas CO
2
/CH
4
/N
2
O (ppm/ppb)
Ax = Area pembacaan dari contoh gas CO
2
/CH
4
/N
2
O yang diukur
konsentrasinya


Menghitung konsentrasi GRK
Berdasarkan persamaan (1),konsentrasi
contoh gas (Kx) dapat dicari melalui
persamaan:

Menghitung konsentrasi GRK
Contoh perhitungan konsentrasi gas CO
2
, misalnya satu
contoh gas udara dianalisa gas CO
2
nya, dengan hasil
sebagai berikut:
K1=600 ppm
A1=38,02
Kx =konsentrasi gas CO
2
(ppm)
Ax = 58,8

Menghitung konsentrasi GRK
Maka besarnya konsentrasi gas CO
2
dari sampel
tersebut adalah:

Menghitung Fluks GRK
Fluks GRK dihitung menggunakan rumus dari khalil et al. (1991)
sebagai berikut:


Keterangan:
F: Fluks gas CO
2
/CH
4
/N
2
O (mg/m2/menit)
dc/dt: perbedaan konsentrasi CO
2
/CH
4
/N
2
O per satuan waktu (ppm/menit)
Vch: volume boks (m
3
)
Ach: luas boks (m
2
)
mW: berat molekul CO
2
/CH
4
/N
2
O (g)
mV : volume molekul CO
2
/CH
4
/N
2
O (22,41 L)
T: suhu rata-rata selama pengambilan contoh gas (
o
C)

Menghitung Fluks GRK
Contoh perhitungan fluks CO
2

Misal area contoh gas CO
2
pada interval 3,6,9,12,15,18,21
dan 24 menit
Menghitung Fluks GRK
Maka perhitungan fluks adalah sbb:
dc/dt: perbedaan konsentrasi CO
2
per waktu (ppm/menit)
yg merupakan gradient dari regresi linear (a) diperoleh dari
persamaan Y=ax+b berdasarkan regeresi antara interval
waktu dengan area sampel



Menghitung Fluks GRK

Vch= 40x 15x30 cm
Ach = 40x15 cm
mW = 44,00995 g
mV = 22,41 L
T = 31
o
C


Jadi fluks CO
2

= (0,6616 x 15,78816781) x (30x10-2) x 1,96398 x 0,898093
= 5,523061239 mg/m
2
/menit