Anda di halaman 1dari 16

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak ratusan tahun yang lalu, nenek moyang bangsa kita telah terkenal pandai
meracik jamu dan obat-obatan tradisional. Beragam jenis tumbuhan, akar-akaran, dan bahan-
bahan alamiah lainnya diracik sebagai ramuan jamu untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Ramuan-ramuan itu digunakan pula untuk menjaga kondisi badan agar tetap sehat, mencegah
penyakit, dan sebagian untuk mempercantik diri. Kemahiran meracik bahan-bahan itu
diwariskan oleh nenek moyang kita secara turun temurun, dari satu generasi ke generasi
berikutnya, hingga ke zaman kita sekarang.
Di berbagai daerah di tanah air, kita menemukan berbagai kitab yang berisi tata cara
pengobatan dan jenis-jenis obat tradisional. Di Bali, misalnya, ditemukan kitab usadha tuwa,
usadha putih, usadha tuju, dan usadha seri yang berisi berbagai jenis obat tradisional. Dalam
cerita rakyat seperti cerita Sudamala, dikisahkan bagaimana Sudamala berhasil
menyembuhkan mata pendeta Tambapetra yang buta. Demikian pula relief cerita
Mahakarmmawibhangga pada kaki Candi Borobudur, menggambarkan seorang anak kecil
yang sakit dan sedang diobati dua orang tabib. Salah satu relief lainnya, juga memperlihatkan
kegiatan seorang tabib sedang meracik obat. Demikian pula dalam tradisi Melayu, ditemukan
naskah-naskah yang menyajikan resep obat-obatan. Naskah-naskah itu, antara lain memuat
berbagai jamusawan, jamu sorong, jamu untuk ibu hamil dan melahirkan, obat sakit
mata,obat sakit pinggang, hingga obat penambah nafsu makan. Peralihan dari zaman Hindu-
Budha ke zaman Islam, telah memperkaya khazanah tradisi pengobatan dalam masyarakat
kita. Berbagai buku kedokteran Islam yang ditulis dalam bahasa Arab dan Persia, telah
diterjemahkan baik ke dalam bahasa Jawa maupun bahasa Melayu.Semua ini berlangsung
tanpa terputus, sampai bangsa kita mengenal ilmu kedokteran dari Eropa pada zaman
penjajahan.
Di tengah-tengah serbuan obat-obatan modern, jamu dan ramuan tradisional tetap
menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat kita. Tidak hanya masyarakat di pedesaan,
masyarakat di perkotaan pun mulai mengkonsumsi obat-obatan tradisional ini. Diberbagai
pelosok tanah air, dengan mudah kita menjumpai para penjual jamu gendong berkeliling
menjajakan jamu sebagai minuman sehat dan menyegarkan. Demikian pula, kios-kios jamu
tersebar merata di seluruh penjuru tanah air. Jamu dan obat-obatan tradisional, telah menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kita.
Keragaman obat-obatan tradisional di tanah air, telah memperkaya khasanah ilmu
pengetahuan, dan kesehatan bangsa kita. Negara kita menjadi salah satu pusat tanaman obat
di dunia. Ribuan jenis tumbuhan tropis, tumbuh subur di seluruh pelosok negeri. Belum
semua jenis tanaman itu kita ketahui manfaat dan khasiatnya. Kita hanya berkeyakinan
bahwa Tuhan menciptakan semua jenis tumbuhan itu, pastilah tidak sia-sia. Semua itu pasti
ada manfaatnya. Olehkarena itu, perlu dilakukan konservasi sumber daya alam, agar jangan
ada jenis tanaman yang punah. Kebakaran hutan bukan saja memusnahkan satwa dan fauna,
tetapi juga menimbulkan polusi dan meningkatkan suhu pemanasan global.
Jamu dan obat tradisional, sampai saat ini belum dikembangkan secara optimal.
Produksi jamu dan obat-obatan tradisional lebih banyak diproduksi oleh homeindustry.
Hanya sebagian kecil jamu dan obat-obatan tradisional yang diproduksi secara masal melalui
industri jamu dan obat tradisional di pabrik-pabrik. Untuk meningkatkan kualitas, mutu, dan
produk jamu serta obat-obatan yang dihasilkan oleh masyarakat kita, diperlukan kerjasama
seluruh pihak yang terkait.Kerjasama itu dimaksudkan agar jamu dan obat tradisional yang
dihasilkan dapat bersaing, baik di pasar regional maupun global. Beredarnya jamu dan obat-
obatan yang tidak terdaftar di Badan Pengawasan Obatdan Makanan, akan merugikan
konsumen. Di samping itu, secara ekonomi, beredarnya obat-obatan seperti itu justru akan
merusak citra obat tradisional. Citra yang rusak akhirnya akan memukul produksi dan
pemasaran obat-obatan tradisional, di dalam maupun di luar negeri. Pemerintah, terus
berupaya melakukan pengawasan demi meningkatkan keamanan, mutu, dan manfaat obat
tradisional. Hal ini dilakukan agar masyarakat terlindung dari obat tradisional yang dapat
menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Melalui penelitian dan pengembangan yang cermat dan teliti, jamu dan obat-obatan
tradisional dapat diarahkan untuk menjadi obat yang dapat diterima dalam pelayanan
kesehatan formal. Memang harus kita akui, bahwa para dokter dan apoteker, hingga saat ini
masih belum dapat menerima jamu sebagai obat yang dapat mereka rekomendasikan kepada
para pasiennya. Akibatnya, pemasaran produk jamu tidak dapat menggunakan tenaga detailer
seperti pada obat modern.
Akhir-akhir ini, tampak adanya trend hidup sehat pada masyarakat untuk
menggunakan produk yang berasal dari alam. Oleh karena itu, jamu dan obat-obatan
tradisional perlu didorong untuk menjadi salah satu pilihan pengobatan. Jamudan obat-obatan
tradisional harus didorong pula untuk menjadi komoditi unggulan yang dapat memberikan
sumbangan positif bagi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan itu juga
memberikan peluang kesempatan kerja, dan mengurangi kemiskinan.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah TOGA itu?
2. Bagaimana kriteria tanaman yang masuk dalam TOGA?
3. Fungsi dari TOGA?

C. Tujuan
Sehubungan dengan banyaknya obat-obatan kimia yang beredar dimasyarakat yang
tidak luput dari efek samping, maka dengan adanya paper ini kami berharap agar para
pembaca bisa mengganti kebiasaan meminum obat-obatan kimia dengan tanaman yang ada di
alam yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita yang mana dijamin lebih aman dan tidak
memiliki efek samping.













II. PEMBAHASAN
Tanaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan
yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah,
baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan
tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan
obat-obatan Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada
masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat
untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan
herbal sekalipun dilakukan secara individual.

Setiap keluarga dapat membudidayakan
tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip
kemandirian dalam pengobatan keluarga. Jenis tanaman yang harus dibudidayakan untuk
tanaman obat keluarga adalah jenis-jenis tanaman yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Jenis tanaman disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman obat.
2. Jenis tanaman yang lazim digunakan sebagai obat didaerah pemukiman.
3. Jenis tanaman yang dapat tumbuh dan hidup dengan baik di daerah pemukiman.
4. Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain misalnya: buah-buahan
dan bumbu masak
5. Jenis tanaman yang hampir punah
6. Jenis tanaman yang masih liar
7. Jenis tanaman obat yang disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman adalah
tanaman yang sudah lazim di tanam di pekarangan rumah atau tumbuh di daerah
pemukiman.
Fungsi dari TOGA sendiripun sangat banyak diantaranya : 1. Upaya preventif
(pencegahan) 2. Upaya promotif (meningkatkan derajat kesehatan) 3. Upaya kuratif
(penyembuhan penyakit). Selain tiga hal tersebut dapat berfungsi juga sebagai :
Sarana untuk memperbaiki status gizi masyarakat, sebab banyak tanaman obat yang
dikenal sebagai tanaman penghasil buah-buahan atau sayur-sayuran misalnya lobak,
seledri, pepaya dan lain-lain.
Sarana untuk pelestarian alam
Apabila pembuatan tanaman obat alam tidak diikuti dengan upaya-upaya
pembudidayaannya kembali, maka sumber bahan obat alam itu terutama tumbuh-
tumbuhan akan mengalami kepunahan.
3. Sarana penyebaran gerakan penghijauan.
Untuk menghijaukan bukit-bukit yang saat ini mengalami penggundulan, dapat
dianjurkan penyebarluasan penanaman tanaman obat yang berbentuk pohon-pahon
misalnya pohon asam, pohon kedaung, pohon trengguli dan lain-lain.
4. Sarana untuk pemerataan pendapatan
Toga disamping berfungsi sebagai sarana untuk menyediakan bahan obat bagi
keluarga dapat pula berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi keluarga tersebut.
5. Sarana keindahan
Dengan adanya Toga dan bila ditata dengan baik maka hal ini akan menghasilkan
keindahan bagi orang/masyarakat yang ada di sekitarnya. Untuk menghasilkan
keindahan diperlukan perawatan terhadap tanaman yang ditanam terutama yang
ditanam di pekarangan rumah.
Berikut ini adalah contoh tanaman obat beserta manfaatnya:
DAUN
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Daun dewa (Gynura Segetum) Mengobati muntah darah dan payudara bengkak
2. Seledri Mengobati tekanan darah tinggi
3. Belimbing Mengobati tekanan darah tinggi
4. Kelor Mengobati panas dalam dan demam
5. Daun bayam duri Mengobati kurang darah
6. Kangkung Mengobati insomnia
7. Saga (Abrus precatorius) Mengobati batuk dan sariawan
8. Pacar cina (Aglaiae ordorota Lour) Mengobati penyakit gonorrhoe (penyakit kelamin)
9. Landep (Barleriae prionitis L.) Mengobati rematik
10. Miana (Coleus atropurpureus Bentham) Mengobati wasir
11. Pepaya (Carica papaya L.) Mengobati demam dan disentri
12.
Jintan (Trachyspermum
roxburghianum syn. Carum roxburghianum)
Mengobati batuk, mules, dan sariawan
13. Pegagan (Cantella asiatica Urban)
Mengobati sariawan dan bersifat astringensia (mampu
membasmi bakteri)
14. Blustru (Luffa cylindrice Roem) Bersifat diuretik (peluruh air seni)
15. Kemuning (Murrayae paniculata Jack) Mengobati penyakit gonorrhoe
16. Murbei (Morus indica Rumph) Bersifat diuretik
17. Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) Bersifat diuretik
18. Sirih (Chavica betle L.)
Mengobati batuk, antiseptika (membunuh mikroorganisme
berbahaya), dan obat kumur
19. Randu (Ceiba pentandra Gaerth) Sebagai obat mencret dan kumur
20. Salam (Eugenia polyantha Wight) Bersifat astringensia
21. Jambu biji (Psidium guajava L.) Mengobati mencret
22. Sukun (Arthocarpus communis)
Mengobati ginjal, jantung, liver, sakit gigi,pencernaan,
menurunkan kolesterol, asam urat
[rujukan?]


BATANG
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1.
Kayu manis (Cinnamomum
burmanii)
Mengobati penyakit batuk dan sesak napas,
nyeri lambung, perut kembung, diare,rematik, dan
menghangatkan lambung
2.
Dadap ayam (Erythrina
varigata
Linn.Var.orientalis)
Mengobati asma
3.
Pulasari (Alyxia stellata
Roem)
Obat perut kembung
4.
Brotawali (Tonospora
rumphii Boerl)
Mengobati demam, sakit kuning, obat cacingan, kudis, dan
diabetes
5. Kemukus (Piper cubeba L.) Obat radang selaput lendir saluran kemih
6.
Jeruk nipis (Citrus
aurantifolia)
Sebagai antiseptik, sehingga dapat dipakai sebagai obat
kumur
7.
Delima (Punice granatum
L.)
Sebagai anti cacing pita (obat antelmentika)



BUAH
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
Mengobati penyakit demam, batuk
kronis, kurang darah, menghentikan
kebiasaanmerokok, menghilangkan bau badan,
menyegarkan tubuh, dan memperlancar buang
air kecil
2. Cabai merah (Capsicum annuum L.)
Obat gosok untuk penyakit rematik dan masuk
angin
3. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi)
Mengobati penyakit batuk, melegakan napas,
dan mencairkan dahak
4. Mengkudu (Morinda citrifolia)
Mengobati penyakit radang usus, susah buang
air kecil, batuk, amandel, difetri, lever,sariawan,
tekanan darah tinggi, dan sembelit
5. Kemukus (Piper cubeba L.) Obat radang selaput lendir saluran kemih
6.
Kapulaga (Elettaria cardamomum
Maton) dan ketumbar (Coriandrum
sativum L.)
Obat antikembung

BIJI
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Kecubung (Datura metel) Mengobati penyakit asma, bisul, dan anus turun
2.
Kapur barus (Dryobalanops
aromatica Gaertn.)
Mengobati gangguan pencernaan
3. Pinang (Areca catecha L.)
Tepung biji pinang berkhasiat sebagai obat antelmentika,
terutama terhadap cacing pita
4.
Kedawung (Parkia
biglobosa Bentham)
Sebagai bahan obat sakit perut, mulas, diare, dan
bersifat astringensia
5. Pala (Myristica)
Mengatasi perut kembung, sebagai stimulansia setempat
terhadap saluran pencernaan, bahan obat pembius,
menyebabkan rasa kantuk, dan memperlambat pernapasan
6.
Jamblang (Eugenia cumini
Merr)
Sebagai bahan obat untuk menyembuhkan penyakit
kencing manis (diabetes)

AKAR
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Pepaya (Carica papaya L.) Obat cacing
2. Aren (Arenga pinnata Merril) Obat diuretik
3.
Pule pandak (Rauwolfia
serpentina Benth)
Obat antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik,
seperti tekanan darah tinggi




UMBI / RIMPANG
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1.
Bangle (Zingiber purpureum
Roxb.)
Mengobati sakit kepala, susah buang air besar, nyeri pada
perut, sakit kuning, perut kembung, dan melangsingkan
tubuh
2.
Jahe (Zingiber officinale
Rosc.)
Menghangatkan badan, mengobati sakit pinggang, asma,
muntah, dan nyeri otot
3.
Kencur (Kaempferia galanga
L.)
Mengobati sakit kepala, obat batuk, melancarkan
keringat, dan mengeluarkan dahak
4.
Kunyit (Curcuma domestica
Val.)
Mengobati diare, masuk angin, hepatitis, dan kejang-
kejang
5.
Lempuyang (Zingiber
zerumbet)
Obat pelangsing, penambah nafsu makan, disentri, dan
diare
6.
Lengkuas (Languas galanga
L.Stunzt)
Mengobati panu, serta bersifat antifungi dan anti bakteri
7.
Temu giring (Curcuma
heynaena Val.)
Obat anti cacing, sakit perut, dan melangsingkan tubuh
8.
Temulawak (Curcuma
xanthorrhiza Roxb.)
Mengatasi sembelit, memperbanyak ASI, dan
memperkuat sekresi empedu
9.
Temu hitam (Curcuma
aeroginosa Roxb.)
obat anti cacing, mencegah kelesuan, dan memperlancar
peredaran darah
10.
Alang-alang (Imperata
cylindrica Beav.)
Obat untuk memperlancar air seni (diuretik


















III. PENUTUP
A. Kesimpulan

Akhir-akhir ini pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga(TOGA) semakin meningkat
ditengah serbuat obat modern yang banyak. Selain berkhasiat Tanaman obat keluarga
(TOGA) juga tidak menimbulkan efek samping seperti obat modern lainnya.
Meningkatnya penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ini karena beraberapa
factor yabg diantaranya adalah :
1. Pada umumnya, harga obatobatan buatan pabrik yang sangat mahal,
sehingga masyarakat mencari alternatif pengobatan yang lebih murah.
2. Efek samping yang ditimbulkan oleh obat tradisional sangat kecil dibandingkan
dengan obat buatan pabrik.
3. Kandungan unsur kimia yang terkandung di dalam obat tradisional sebenarnya
menjadi dasar pengobatan kedokteran modern. Artinya, pembuatan obatobatan
pabrik menggunakan rumus kimia yang telah disentetis dari kandungan bahan alami
ramuan tradisional.
B. Saran
Sebisa mungkin kalu kita sakit sebaiknya mengobatinya dengan menggunakan obat
yang telah disediakan alam. Karena selain berkhasiat juga tidak ada efek sampingnya dan
juga harganya terjangkau. Kita juga jangan terlalu sering menggunakan obat kimia, karena
efek samping yang ditimbulkan dapat membahayakan organ tubuh kita.






IV. LAMPIRAN


Pohon akar pinang

Buah delima

Buah pinang

Temulawak

Daun sirih

Kayu Manis

Buah mengkudu

Daun pepeya







DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2011). Pengertian Tanaman Obat Keluarga
http://wikipedia.org/wiki/Tanaman_obat_keluarga (diakses tanggal 22 november 2012)
Anonim ( 2010) TOGA. http://www.slideshare.net/ignoramus/tanaman-obat (diakses tgl 22
november 2012)
Anonym. (2012) Kriteria Tanaman Obat http://www.ubb.ac.id/menulengkaptoga. (diakses
tanggal 22 november2012)
Anonim.(2010) Contoh penulisan Paper. http://id.shvoong.com/exact-sciences/earth-
sciences/2013278-makalah-tujuan-dan-rumusan-maslah/(diakses tanggal 22 november 2012)
Anonim. (2012) Tanaman Obat. http://www.tanamanobat.com/Toga (diakses tanggal 23
november 2012)