Anda di halaman 1dari 7

IndonesiaMenujuEraKemandirianSains

(*)
Oleh:AliYunusRohedi
JurusanFisika,FakultasMatematikaDanIlmuPengetahuanALam
InstitutTeknologiSepuluhNopember(ITS)
Jl.AriefRahmanHakim,Surabaya60111
Email:rohedi@physics.its.ac.id

Gambar1.PengenalanAngkaPiIndonesia
[1]
[JTV,2011]

LangkahPenayangmenuliskan6112640680/1945713959pecahanpendekatannilai
(hasilbagikelilinglingkaranterhadapdiameternya),yangpadasukupenyebutnyaterteraangka
1945 tahun kemerdekaan RI itu, penulis tampilkan di awal pendahuluan artikel ini, semata
mata untuk memotivasi Anak Bangsa Indonesia akan pentingnya upaya perolehan nilai
tersebutsebagaiSumberIlmuPengetahuan.Deklarasi sebagaiSumberIlmuPengetahuanini
(*)DisampaikanPadaSeminarAplikasiTeknologiPembelajaranFisika,JurusanFisikaKependidikan,
UniversitasLambungMangkurat.9April2011.

sinergi dengan upaya Pemerintah dalam menggalakkan Inovasi Nasional yang gencar
dislogankan belakangan ini melalui media massa cetakelektronik dan Internet. Penulis
menangkap pesan pencanangan Inovasi Nasional oleh Presiden RI DR. H. Bambang Susilo
Yudoyono saat memberikan kuliah umum di ITS dengan didampingi Mendiknas Prof
MuhammadNuh,DEApadapenghujungtahunlalu(tepatnyapada14Desember2010)sebagai
Pernyataan Tulus Pemerintah yang mendambakan Kemandirian Sains dan Teknologi di
Indonesia, guna mewujudkan Amanah the founding fathers untuk mencerdaskan Anak
Bangsa Indonesia. Penulis dapat memahami harapan tulus Pemerintah itu mengingat
tanggungjawabnya yang demikian besar sebagai Pengendali Pendidikan Nasional di era
teknologi canggih ini. Sudah barang tentu pencanangan inovasi nasional itu tidak akan
berdampak bilamana para Akademisi tidak meresponnya dengan berkomitmen menuangkan
kreativitassebagaiwujuddharmabaktinyaterhadapBangsadanNegaraIndonesia.
Secara khusus gugahan berinovasi skala nasional ini penulis tujukan kepada semua
Fisikawan yang bersimposium Aplikasi Teknologi Pembelajaran Fisika di Jurusan Pendidikan
Fisika Universitas Lambung Mangkurat ini, untuk bergegas meninggalkan paradigma
memandang perolehan formula sebagai persoalan matematika belaka. Penulis menyadari
bahwa pemakaian 22/7 karena alasan angka penting dan kepraktisan pemakaiannya tidak
serta merta dapat ditinggalkan. Namun dalam kerangka membangun Kemandirian Sains,
pemakaian nilai yang eksak demikian amat penting, apalagi tetapan terlibat pada hampir
semuacabangsainsterutamaFisika.
SalahsatucontohpentingnyaFisikawanmemandangpersoalanpemakaiannilai yang
eksak penulis fokuskan pada konstanta kelistrikan
0
4
1

, yang secara empiris nilainya


ditemukanolehCoulombsebesar .Biladicermati,lambang
2 2 9
10 9

C Nm
0
yangmenyatakan
besaran permitivitas ruang hampa itu mestinya bernilai tetap, tetapi fakta dalam perhitungan
kita, nilainya sangat tergantung pada nilai yang digunakan. Pemakaian 22/7 dari
Archimedes (diperkenalkan sejak 2,5 milinium yang lalu) dan 355/113 dari Zu Gongzi asal
China (diperkenalkan sejak abad ke 4 setelah Masehi) yang berturutturut memiliki ketelitian
(*)DisampaikanPadaSeminarAplikasiTeknologiPembelajaranFisika,JurusanFisikaKependidikan,
UniversitasLambungMangkurat.9April2011.

dua dan enam angka di belakang koma tersebut tentu memberikan nilai
0


yang berbeda.
Berikutpenulistampilkanverifikasiperhitungannya:
9
0
10 9
4
1
=

9
0
10 36
1

=

12 -
9
0
10 838... 8383838383 8383838383 8.83838383
10 22 36
7
7
22

=
Archimedes

12 -
9
0
10 546... 7996870109 2081377151 8.84194053
10 355 36
113
113
355

=
ZuGongzi

12 -
9
0
10 9995 2741620763 2_97154994 8.84194128
10 521030 36
165849
165849
521030

( ) ( )
( )
12 -
9 1
1
0
0 1 73... 3824312984 2883074209 8.84194128
10 1 tan 144
1
1 tan 4
=

= =

exact

PerbedaannilaipermitivitasinisudahbarangtentubertentangandenganhukumFisika.
JikaFisikawanmempertahankanparadigmakebergantunganperhitungannilai
0
terhadapnilai
sebagaimana berkembang selama ini, itu artinya Fisikawan telah menggugurkan hukum
kelistrikanyangdibangunnyasendiri,karenatelahmenafikankeberadaanruanghampa.

(*)DisampaikanPadaSeminarAplikasiTeknologiPembelajaranFisika,JurusanFisikaKependidikan,
UniversitasLambungMangkurat.9April2011.

Sebagai Fisikawan, penulis telah lebih awal meninggalkan paradigma tersebut dan
berinspirasi mendapatkan cara menghitung dan
0
secara simultan. Keyakinan akan
hadirnya cara baru untuk menghitung
0
tersebut muncul setelah penulis berhasil
mengeluarkannilaieksak darikesamaanluasanlingkaranberjejarisatusatuandenganluasan
persegi bersisi . Metode perhitungan cara baru tersebut diluar bahasan materi yang
penulispresentasikanpadaseminarini,tetapisebagaigambaran,nilaieksak tersebutpenulis
peroleh dari ratarata batas atas dan batas bawah. Jika Archimedes memberikan rentang
nilai padakisaran
7
22
71
223
,makarentangnilaieksak yangpenulistemukanadalah
118 8043301868 1867651901 3.20521395 445 1209565797 5311934575 3.07797135

sehingganilai yangeksakadalah

= 795 4626433832 3589793238 3.14159265


,

yang ternyata tepat sama dengan nilai yang dihitung dari formula eksak 4arctan(1) yang
berkembang selama ini. Secara khusus pada presentasi seminar ini penulis perkenalkan angka
pecahan pendekatan 521030/165849 yang tepat hingga 10 angka di belakang koma yang
penulisperolehmelaluipenerapanprinsippertukaranenergi.
Penulis meyakini bahwa kelak perolehan nilai eksak yang selanjutnya penulis
istilahkan dengan angka Eksak Pi itu akan sangat berdampak luas hingga ke sektor Industri.
Dengansumberdayaalamyangmelimpahruah,tentupatutdisayangkankalauIndonesiatidak
menguasai Teknologi Pengelohannya secara utuh, mengingat SDM Anak Bangsa Indonesia
sebenarnyasangatunggul.KeunggulanSDMtersebutsecarakasatmataterpotretdariberbagai
gelar Jawara yang disabet di setiap event Olimpiade Sains Internasional. Sudah bukan berita
yang mengejutkan lagi manakala Pelajar Indonesia menyabet medali emas Olimpiade Fisika,
Matematika, dan Bidang Sains lainnya. Bahkan belakangan gelar jawara Rekayasa pun satu
persatuberhasildiraiholehmahasiswamahasiswiPerguruanTinggiTeknikIndonesia.BagiPara
Akademisi (Guru dan Dosen), capaian Prestasi Gemilang yang ditorehkan anak didiknya itu
(*)DisampaikanPadaSeminarAplikasiTeknologiPembelajaranFisika,JurusanFisikaKependidikan,
UniversitasLambungMangkurat.9April2011.

(*)DisampaikanPadaSeminarAplikasiTeknologiPembelajaranFisika,JurusanFisikaKependidikan,
UniversitasLambungMangkurat.9April2011.

harus disikapi sebagai Pelecut untuk menuangkan pemikiran brilliantnya ke dalam segala
aktivitasilmiah,baikdalambentukPengembanganMetodePembelajaranSainsmaupundalam
Kegiatan Risetnya. Terlebih lagi belakangan ini Pemerintah melalui Departemen Pendidikan
Nasional telah meningkatkan alokasi dana riset dan kegiatan ilmiah lainnya. Penulis berharap
para Fisikawan yang bersimposium Aplikasi Teknologi Pembelajaran Fisika di Jurusan
Pendidikan Fisika Universitas Lambung Mangkurat ini berkomitmen membangun strata
Kemandirian Sains Nasional. Fakta bahwa hampir seluruh materi Sains yang diajarkan ke
seluruh peserta didik di Tanah Air, mulai dari Sekolah Tingkat Dasar hingga Perguruan Tinggi
berasal dari mancanegara, harus dipandang sebagai penyemangat utama untuk tidak terus
tertinggal dari para akademisi asal negeri sainssains itu. Apalagi berbagai sarana
pengembangan personal dan institusi telah difasilitasi oleh Negara melalui ketersediaan Dana
Riset dan peningkatan kesejahteraan Guru dan Dosen. Walaupun demikian, kontribusi dalam
mewujudkanstrataKemandirianSainsNasionaltersebuttetapdijalurdisiplinkeilmuanmasing
masing akademisi, dengan senantiasa menjunjung tinggi asas kemanfaatan kegiatan ilmiahnya
untuk masyarakat luas. Kemandirian Sains Nasional ini tidak saja berdampak positif bagi para
akademisi, tetapi dapat membangkitkan kepercayaan diri para Stackholder dari kalangan
Industri dalam menggunakan produk riset kalangan akademisi dan Lembaga Riset negeri
sendiri. Bilamana link and match dunia kampus dan Industri benarbenar tersinergi, dapat
dipastikanIndonesiaakanberubahmenjadipengeksporprodukyanghandal.
Sejarahtelahmencatatbahwateknologiyangmengantarmanusiapadakehidupanyang
lebih nyaman itu merupakan implementasi langsung dari produk sains. Para Fisikawan tidak
lupa akan konstribusi besar Hukum Newton dalam menstimulus Revolusi Industri di Eropa,
serta mempioneri berkembangnya Sains Modern. Berbagai Teori Fisika segera bermunculan,
dan salah satu yang paling dahsyat dampaknya terhadap kemajuan peradaban adalah Teori
Gelombang Elektromagnetik dari Maxwell. Berkat cetusan Teori Gelombang Elektromagnetik
itu, dari tangan ajaib Mark Planck lahirlah Hukum Radiasi Benda Hitam
[2]
yang tidak saja
melahirkan teori Atom dan Foton berikut sifat dualnya, juga menghadirkan Pembangkit
Gelombang Mikro dan Laser yang dikenal sebagai benih kunci dari Teknologi Canggih yang
berkembanghinggasaatini.
Konstribusi besar Fisikawan mancanegara tersebut tidak terlepas dari kemumpunian
penguasaannya terhadap model matematika yang menjadi perangkat utama dalam
mengembangkan sains yang digagasnya, terutama Persamaan Diferensial. Penulis mencermati
bahwa ada dua bentuk persamaan diferensial dasar yang menjadi primadona dalam
pengembangansainsdanteknologi,yaitu

( ) 1
n
bv mg
dt
dv
m =

dan

( )
( )
( ) ( ) ( ) 2 0
1
2
2
= +

+ z x p x r
dx
dz
dx
dp
x p
x q
dx
z d

Persamaan diferensial pertama yang berbentuk persamaan diferensial derajad 1 nonlinear itu
bersesuaian dengan representasi general dari Hukum ke II Newton, sedangkan bentuk yang
kedua adalah persamaan diferensial derajad 2 linier tipe Riccati
[3]
. Walaupun peranannya
sangat besar, namun kedua persamaan diferensial tersebut hingga kini belum berhasil
terpecahkan secara eksak untuk semua kasus. Penulis memandang upaya mendapatkan solusi
eksakkeduapersamaandiferensialtersebutsebagailahanyangtepatuntukmeresponGerakan
Inovasi Nasional yang diserukan Presiden RI. Jauhjauh hari sebelum gerakan inovasi nasional
tersebut dicanangkan, penulis telah mengembangkan metode alternatif pemecah persamaan
diferensial yang dinamakan Teknik Modulasi Stabil yang kemudian dipopulerkan dengan
sebutan SMT kependekan dari Stable Modulation Technique
[4,5,6,7]
. Pengembangan SMT
tersebut penulis gagas dengan menerapkan prinsip modulasi gelombang ke dalam perangkat
modulator sistem komunikasi. Pada acara Seminar Aplikasi Teknologi Pembelajaran Fisika ini
penulisakanmendemonstrasikanpemakaianSMTsertamemaparkanbeberapakelemahannya
sebagai latar landasan bilamana ada diantara Fisikawan peserta semina ini yang tertarik untuk
menyempurnakannya.Secarakhususpenulisakanmenyajikanpenurunanformula eksakyang
berbentuk
[8],[9]
(*)DisampaikanPadaSeminarAplikasiTeknologiPembelajaranFisika,JurusanFisikaKependidikan,
UniversitasLambungMangkurat.9April2011.

( ) 3 , , 1 sin sin 2
0
2
0
1
0
1
x A
A
x
A
x


menggunakan Prinsip Fisika dengan mengaplikasikan solusi eksak kedua persaman diferensial
tersebut.
DaftarPustaka:
1. Dokumen JTV 19 Pebruari 2011, Dialog Temuan Angka Eksak Pi oleh Drs.Ali Yunus
Rohedi,MT,DosenFisikaFMIPAITS.
2. [10]Mandell,F.,StatisticalPhysics,Chapter10,pp:251263,JohnWiley&SonsLtd,
1971.
3. Harper,C,IntroductiontoMathematicalPhysics,Chapter5,pp:7280
4. Rohedi,A.Y,AnalyticalSolutionOfTheRicattiDifferentialEquationForHigh
FrequencyDerivedByUsingTheStableModulationTechnique,Supportedon
ICMNSPosterEdition,FacultyofNaturalSciences,ITB,Bandung,2006.
5. [3]Rohedi,A.Y,ApplyingModulationSchemeforSolvingBernoulliDifferential
Equation,JournalofAppliedPhysics,Vol.3,No.1,pp.16,DepartmentofPhysics,ITS,
2007.
6. Rohedi,A.Y,IntroducingBernoulliIntegralforSolvingSomePhysicalProblems,
ProceedingofSymposiumofPhysicsanditsapplications,pages,A616,
DepartmentofPhysics,ITS,Surabaya,2007.
7. Rohedi,A.Y,IntroducingStableModulationTechniqueforSolvinganInhomogeneous
BernoulliDifferentialEquationProc.ofthe2ndInternationalConf.onOpticsandLaser
ApplicationsICOLA07,September57,Yogyakarta,Indonesia
8. Posting artikel The New Pi Exact Formula pada website Personal Drs.Ali Yunus Rohedi,MT
dialamathttp://www.its.ac.id.
9. Posting artikel Angka Pi Number, Soal Ujian Komputasi pada website Personal Drs.Ali Yunus
Rohedi,MTdialamathttp://www.its.ac.id.


(*)DisampaikanPadaSeminarAplikasiTeknologiPembelajaranFisika,JurusanFisikaKependidikan,
UniversitasLambungMangkurat.9April2011.