Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia memang menpunyai ruh dalam arti nyawa. Namun pada faktanya,
dalam diri manusia tidak ada dua unsur pembentuk yang menarik manusia kepada dua
kecenderungan yang berbeda, yakni unsur jasad menarik kearah pemenuhan kepentingan
duniawi dan unsur jiwa/roh yang menarik kepada pemenuhan kepentingan ukhrowi
(moral dan ritual). Kenyataannya, semua perbuatan manusia dipengaruhi oleh dorongan
kebutuhankebutuhan fisik (alhajatul !udlwiyah) dan naluriah (alghoro"i#). Kebutuhan
fisik contohnya adalah kebutuhan untuk makan, minum, buang hajat dan tidur$
sedangkan kebutuhan naluri contohnya adalah naluri untuk melestarikan jenis manusia
(ghori#atun nau"), naluri untuk mempertahankan diri (ghori#atul ba%o"), dan kebutuhan
untuk mensucikan dan mengagungkan d#at yang lebih agung dan sempurna (ghori#atut
tadayyun).
&elain itu, masyarakat kita yang mayoritas Muslim ini ternyata gemar juga
berhubungan dengan dunia supranatural. 'lasannya, (slam beriman kepada hal yang
ghaib. &ebuah dalih untuk melakukan pembenaran atas perlaku menyimpang atau sesat
yang mereka lakukan selama ini. )ukan tak sedikit para pejabat kita yang memiliki
*pegangan* berupa keris, atau bendabenda lainnya, dan manteramantera yang dijadikan
jimat. Katanya, untuk *melindungi diri* dan *membawa keberuntungan.* +entu saja
(slam tak membenarkan perbuatan syirik semacam ini, dan perilaku berbau klenik ini
bukanlah bagian dari kehidupan spiritualitas sebagaimana yang dimaksudkan dalam
(slam.
&piritualitas adalah tauhid, dan tingkat pencapaian spiritual yang berhasil
dicapai oleh setiap manusia tak lain adalah tingkat kesadarannya akan tauhid ini. Kita
tahu bahwa ,rinsip Keesaan (al+auhid) terdapat dalam inti pesan (slam dan menentukan
spiritualitas (slam dalam seluruh dimensi dan dalam berbagai bentuknya yang beragam.
-alam pengertian duniawi, spiritualitas (slam tak lain adalah realisasi tauhid. Kajian dan
tela"ahnya tak lain adalah meneliti pengaruh yang mendalam dari tauhid pada kehidupan,
tindakantindakan, dan pemikiran dari segmen umat manusia yang membentuk
masyarakat (slam atau ummah. .adi, semua tindakan yang menyekutukan 'llah swt dan
tak sesuai dengan sunnah /asulullah saw, walau dibungkus dengan kemasan syariah,
pasti bukanlah bagian dari pemahaman spiritualitas atau apapun namanya.
(slam mempertahankan spiritualitasnya sebagai "agama milik +uhan." (ni
mensyaratkan kaum Muslim untuk selalu aktif menjaga ibadahnya, tidak hanya
menjalankan rutinitas, dengan jalan mengisi ritual mereka dengan kehidupan batin
melalui proses spiritualisasi, sehingga mereka tak terpaku pada perbuatan lahiriah
semata, tetapi harus dapat mencapai keseimbangan antara tindakan dan pemikiran,
bekerja dan berdoa.
1.2 Rumusan Masalah
0.1.0 )agaimana muhammadiyah memperkenalkan prinsip utama pemahaman agama
islam2
0.1.1 'pa saja masalahmasalah islam dalam pandangan muhammadiyah2
0.1.3 )agaimana bentuk dan praktik tasawuf dalam Muhammadiyah2
1.3 Tujuan
0.3.0 Mengetahui bagaimana muhammadiyah memperkenalkan prinsip utama
pemahaman agama islam.
0.3.1 Mengetahui masalahmasalah islam dalam pandangan muhammadiyah.
0.3.3 Mengetahui bentuk dan praktik tasawuf dalam Muhammadiyah.
BAB II
PEMBAHAAN
2.1 Muhamma!"#ah Mem$erkenalkan Pr"ns"$ Utama Pemahaman Agama Islam.
Muhammadiyah memperkenalkan dua prinsip utama pemahaman (agama) (slam4
'jaran agama (slam yang otentik (sesungguhnya) adalah apa yang terkandung
di dalam al5uran dan as&unnah dan bersifat absolut. 6leh karena itu, semua orang
(slam harus memahaminya. 7asil pemahaman terhadap al5uran dan as&unnah yang
kemudian disusun dan dirumuskan menjadi kitab ajaranajaran agama ((slam) bersifat
relatif.
-ari kedua prinsip utama tersebut, pendapatpendapat Muhammadiyah tentang
apa yang disebut doktrin agama yang dirujuk dari al5uran dan as&unnah selalu (dapat)
berubahubah selaras dengan kebutuhan dan tuntutan perubahan #aman. 7al ini bukan
berarti Muhammadiyah tidak bersikap isti%amah dalam beragama, tetapi justeru
memahami arti pentingnya ijtihad dalam menyusun dan merumuskan kembali
pemahaman agama ((slam) sebagaimana yang diisyaratkan oleh al5uran dan as&unnah.
-ipahami oleh Muhammadiyah bahwa al5uran dan as&unnah bersifat tetap, sedang
interpretasinya bisa berubahubah. (tulah konsekuensi keberagamaan umat (slam yang
memahami arti uni8ersalitas kebenaran ajaran agama yang tidak akan pernah usang
dimakan #aman dan selalu selaras untuk diterapkan di mana pun, kapan pun dan oleh
siapa pun.
2.2 Masalah%masalah Islam !alam Pan!angan Muhamma!"#ah
; ,ertama, mengenai masalah agama, Muhammadiyah merumuskan4
1!br0ken!! 'gama yakni 'gama (slam yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w.
ialah apa yang diturunkan 'llah di dalam al5uran dan yang terdapat dalam as
&unnah yang shahih, berupa perintahperintah dan laranganlarangan serta petunjuk
untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat.
2!br0ken!! 'gama adalah apa yang disyari"atkan 'llah dengan perantaraan nabi
nabiNya, berupa perintahperintah dan laranganlarangan serta petunjukpetunjuk
untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat.
; Kedua, mengenai masalah dunia, Muhammadiyah merumuskan4
9ang dimaksud :urusan dunia* dalam sabda /asulullah s.a.w.4 :kamu lebih mengerti
urusan duniamu* ialah segala perkara yang tidak menjadi tugas diutusnya para Nabi
(yaitu perkaraperkara/ pekerjaanpekerjaan/urusanurusan yang diserahkan
sepenuhnya kepada kebijaksanaan manusia).
; Ketiga, mengenai masalah ibadah, Muhammadiyah merumuskan4
(badah ialah berta%arrub (mendekatkan diri) kepada 'llah dengan jalan menaati
segala perintahperintahNya, menjauhi laranganlaranganNya dan mengamalkan
segala yang dii#inkan 'llah.
(badah itu ada yang umum dan ada yang khusus4
1!br0ken!! 9ang umum ialah segala amalan yang dii#inkan 'llah
2!br0ken!! 9ang khusus ialah apa yang telah ditetapkan 'llah akan perincian
perinciannya, tingkah dan caracaranya yang tertentu.
; Keempat, dalam masalah sabilullah, Muhammadiyah merumuskan4
&abilullah ialah jalan yang menyampaikan kepada keridhaan 'llah, berupa segala
amalan yang dii#inkan oleh 'llah untuk memuliakan kalimat (agama)Nya dan
melaksanakan hukumhukumNya.
; Kelima, dalam masalah %iyas , Muhammadiyah merumuskan4
1!br0ken!! &etelah persoalan %iyas dibicarakan dalam waktu tiga kali sidang,
dengan mengadakan tiga kali pemandangan umum dan satu kali +anyajawab
antara kedua belak pihak
2!br0ken!! &etelah mengikuti dengan teliti akan jalannya pembicaraan dan alasan
alasan yang dikemukakan oleh kedua belah pihak dan dengan menginsyafi bahwa
tiaptiap keputusan yang diambil olehnya itu hanya sekadar mentarjihkan di antara
pendapat yang ada, tidak berati menyalahkan pendapat yang lain.
3.3 Bentuk !an Prakt"k Tasa&u' !alam Muhamma!"#ah
,ersoalan spiritualitas (slam dalam Muhammadiyah, yang secara umum la#im dikenal
dengan istilah tasawuf.
-ari hasil penelitian yang dilakukan oleh Kho#in, -rs, M.&i bahwa dalam
gerakan Muhammadiyah terdapat elemenelemen tasawuf, yang bentuknya adalah seperti
spiritualitas (slam pada umumnya sesuai tuntunan al5ur;an dan al&unnah. )entuk dan
praktiknya, misalnya anjuran untuk bermuhasabah, pengendalian hawa nafsu dengan
menjalankan ibadah ritual. )entuk lainnya adalah memandang kematian sebagai bahaya
besar. ,ersepsi tentang kematian ini mendorong orangorang Muhammadiyah untuk
melakukan amal dan kerja secara produktif dan bukan melakukan ibadah atau menyepi
untuk berhidmat dengan +uhan. (tulah agaknya yang dapat disebut sebagai tasawuf
Muhammadiyah, atau ajaran spiritualitas (slam sesuai tuntunan al5ur;an dan al&unnah.
+asawuf Muhammadiyah adalah tasawuf akhlakitransformatif, atau tasawuf aktual
BAB III
PENUTUP
3.1 (es"m$ulan
&piritualitas adalah tauhid, dan tingkat pencapaian spiritual yang berhasil
dicapai oleh setiap manusia tak lain adalah tingkat kesadarannya akan tauhid ini. 'jaran
agama (slam yang otentik (sesungguhnya) adalah apa yang terkandung di dalam al
5uran dan as&unnah dan bersifat absolut.
Masalahmasalah (slam dalam ,andangan Muhammadiyah, diantaranya4
1!br0ken!! Mengenai masalah agama
2!br0ken!! Mengenai masalah dunia
3!br0ken!! Mengenai masalah ibadah
4!br0ken!! Mengenai masalah sabilullah
5!br0ken!! Mengenai masalah %iyas
)entuk dan ,raktik +asawuf dalam Muhammadiyah, sebagai berikut4
-alam Muhammadiyah terdapat elemenelemen tasawuf, yang bentuknya adalah seperti
spiritualitas (slam pada umumnya sesuai tuntunan al5ur;an dan al&unnah. )entuk dan
praktiknya, misalnya anjuran untuk bermuhasabah, pengendalian hawa nafsu dengan
menjalankan ibadah ritual. )entuk lainnya adalah memandang kematian sebagai bahaya
besar.
http4//www.spiritualsharing.net/read/detail/13</spiritualismeislam4antaramistisisme
danklenik
http4//alfau#i.blogspot.com/1==>/01/islamdalampandanganmuhammadiyah.html
http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptumm-gdl-res-2001-
khozin2c-112-muhammadi!