P. 1
Sportainment 03 April

Sportainment 03 April

4.33

|Views: 109|Likes:
Dipublikasikan oleh mrdeteksi

More info:

Published by: mrdeteksi on Apr 03, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2012

pdf

text

original

Jawa Pos

.

Kamis 3 April 2008

www.JawaPos.tk

21

RONNY TANUWIJAYA ABBEY CLANCY

Tetap Indah dengan Fast Food
MODEL profesional mengonsumsi fast food? Itu tak ubahnya seperti berharap Elvis Presley hidup lagi! Dengan kata lain, suatu hal yang mustahil. Sebab, seorang model dituntut selalu tampil langsing. Fast food alias makanan cepat saji adalah antitesis dari langsing. Tumpukan lemaknya bisa dengan cepat membuat siapa saja yang menyantapnya menjadi gembrot. Tapi, ternyata, tak semua model separanoid itu kepada fast food. Ada juga yang enteng-enteng saja mengonsumsi makanan cepat saji, bahkan secara teratur. Salah satunya adalah Abbey Clancy. Pacar striker Liverpool Peter Crouch itu menyatakan sangat menggemari makanan cepat saji. Kebiasaan tersebut ternyata tak berpengaruh pada tubuhnya. Artinya, keindahan tubuh perempuan Inggris penyuka cheeseburger itu tetap terjaga. Pertanyaannya tentu, kok bisa? Perempuan berusia 22 tahun tersebut juga mengaku tak tahu persisnya. Namun, dia memperkirakan, kesibukan hariannya membuat lemak tak betah berlama-lama bersemayam dalam tubuhnya. ”Dengan menjalani kesibukan yang sangat padat, saya seperti berolahraga secara rutin,” kata perempuan yang juga pernah tampil di sebuah reality show itu seperti dikutip Daily Mail. Bukti terbaru keindahan tubuh perempuan yang dikabarkan akan segera dipinang Crouch tersebut bisa dilihat saat dia berpose seksi untuk iklan deodoran pria merek Lynx. Dari foto-foto seperti yang dipampang Daily Mail, terlihat sekali bahwa fast food memang sama sekali tak berpengaruh kepada Clancy. Sebenarnya, karir modeling Clancy bisa kian melejit seandainya dia menerima tawaran dari sejumlah agensi di Amerika Serikat. Namun, karena kecintaannya kepada Crouch, dia menolak semua tawaran tersebut. ”Saya tak akan tahan tinggal di Amerika. Sebab, saya pasti akan sangat merindukan Crouch,” ujarnya beberapa waktu lalu. Duh, enaknya dirindukan wanita bertubuh seindah Clancy... (zul/ttg)

Beri Semangat ke Rusdy
SUKSES berbisnis, bahkan mulai meniti karir di dunia musik, tak lantas membuat Ronny Tanuwijaya lupa pada kecintaan lamanya, sepak bola. Mantan manajer Persijatim Jakarta Timur dan Timnas Futsal Indonesia itu tetap menunjukkan kepedulian tinggi kepada olahraga yang turut membesarkan namanya tersebut. Salah satu bentuk kepedulian itu sudah ditunjukkannya saat dia merayakan ulang tahun ke51 di Hailai, Ancol, Senin (24/ 3) lalu. Ronny saat itu melelang empat album rekamannya yang baru kepada undangan yang datang. Akhirnya, terkumpul uang Rp 60 juta. Uang tersebut kemudian dibagi dua. Masing-masing disumbangkan kepada legenda sepak bola nasional Ronny Pattinasarani dan pemusik senior Ponce F. Pondaag. Dua tokoh itu saat ini sama-sama sedang sakit. Ronny sakit kanker pankreas dan liver, sedangkan Pance kena stroke. ”Saya besar dari sepak bola dan lahir di lapangan hijau. Banyak di antara teman-teman lama yang kini sedang butuh uluran tangan. Saya pun pasti tak akan berpaling dari mereka,” tutur Ronny ketika ditemui di Surabaya kemarin (2/4). Menurut Ronny, acara di Ancol itu sengaja dia gelar karena dia sadar tak mungkin bisa sendirian mengulurkan bantuan. ”Terus terang, kalau hanya saya yang berjuang sendiri, tidak akan mampu. Semoga makin banyak insan sepak bola yang mau ikut menyokong misi saya ini,” kata pria kelahiran 24 Maret 1957 yang juga bertindak sebagai penasihat Badan Narkotika Nasional (BNN) itu. Tujuan utama kedatangan Ronny ke Surabaya sebenarnya adalah mempromosikan album. Tapi, senyampang di Kota Pahlawan, hari ini (3/4) dia akan mengunjungi mantan pelatih Persebaya dan Timnas Indonesia Rusdy Bahalwan. Pria yang tetap terlihat segar pada usia setengah abad lebih itu juga berencana nyekar ke makam Jacob Sihasale, mantan bintang Green Force dan skuad Merah Putih. ”Untuk Rusdy, semoga kehadiran saya nanti akan memberikan semangat untuk kembali sehat,” ujarnya. Rusdy, pelatih yang sukses mengantarkan Green Force ke podium juara Liga Indonesia III, dua tahun terakhir memang dipaksa beristirahat total di rumah akibat penyakit gangguan gerak dan keseimbangan. Penyakit pria yang dipercaya PSSI menangani Timnas Indonesia ke Piala Tiger 1998 di Vietnam itu bahkan kian memburuk setahun terakhir. Praktis, Rusdy harus banyak bergantung pada orang lain untuk beraktivitas. (zul/ttg)

THE SUN

KLAIM SEPIHAK: Dimitar Berbatov (kanan) ketika menghadiri pesta Natal Tottenham Hotspur pada Desember 2007. Seorang model Bulgaria mengaku pernah menjalin cinta dengan Berbatov dua tahun lalu.

DIMITAR BERBATOV

Klaim Selingkuh dari Bulgaria
LAGI, aroma perselingkuhan menyeruak dari lapangan hijau di Inggris. Belum reda kehebohan akibat beredarnya video berisi adegan intim antara pelatih Derby County Paul Jewell dengan WIL-nya, muncul kabar miring lain tentang Dimitar Berbatov. Minggu (30/3), model Playboy berkebangsaan Bulgaria Daniela Arnaut mengklaim pernah menjalin cinta lewat ”pintu belakang” dengan striker Tottenham Hotspur itu. Hubungan tersebut terajut dua tahun lalu di Sofia, ibu kota Bulgaria. Ketika itu, Berbatov masih berstatus kekasih model terkenal Bulgaria lainnya, Elena Sthlianov. Sedangkan Arnaut juga sudah bertunangan dengan seorang penyanyi pop tenar di negeri Eropa Timur tersebut, Krum. ”Karena itu, kami berhati-hati betul agar hubungan kami jangan sampai bocor. Kami menjalin kemesraan diam-diam. Kebanyakan kami bertemu di rumah Berbatov,” ujar Arnaut kepada The Sun. Arnaut mengaku sangat mencintai pemain yang kini dikabarkan berharga sekitar 27 juta pounds (sekitar Rp 513 miliar) tersebut. ”Dia memperlakukan saya dengan lembut dan penuh kasih. Benar-benar seorang pria sejati,” kata model cantik nan seksi itu. ”Hubungan kami benar-benar unik saat itu,” lanjutnya. Namun, hubungan yang diklaim Arnaut sangat berkesan tersebut akhirnya berakhir juga. Menurut Arnaut, itu terjadi karena dia meminta Berbatov meninggalkan Sthlianov demi dia. ”Sejak itu dia pergi tanpa pernah lagi menghubungi saya. Saya benar-benar kecewa ketika itu,” ujarnya. Benarkah klaim Arnaut tersebut? Sayang, The Sun gagal mendapatkan konfirmasi dari mantan pemain Bayer Leverkusen itu. Pria 27 tahun tersebut selama ini memang tergolong tertutup untuk urusan pribadi. Dia juga bukan tipe penikmat kehidupan malam. Ketika rekan-rekan setimnya di Spurs –julukan Tottenham Hotspur– merayakan kesuksesan karena menjuarai Carling Cup Februari lalu di sebuah tempat hiburan malam, misalnya, Berba –sapaan akrab Berbatov– tak terlihat. Pesta itu kemudian diwarnai insiden ribut-ribut antarpara pemain Spurs yang teler berat dengan petugas keamanan tempat hiburan malam tersebut. (uan/ttg)

MENAWAN: Gaya Abbey Clancy di sesi pemotretan untuk iklan sebuah deodoran pria. Meski doyan mengonsumsi makanan cepat saji, Clancy mengaku tubuhnya tetap prima.
DAILY MAIL

MARIA SHARAPOVA

Impikan Olimpiade, Impikan Senam
APA ukuran kehebatan seorang petenis profesional? Tentu saja, seberapa banyak gelar Grand Slam yang dapat dikumpulkannya. Karena itu, petenis Amerika Serikat (AS) Andy Roddick, misalnya, lebih memilih absen dari Olimpiade Beijing Agustus mendatang agar bisa berkonsentrasi ke AS Terbuka –salah satu di antara empat turnamen Grand Slam dalam setahun––yang–dilangsungkan sebulan kemudian. Namun, tak semua petenis bersikap seperti Roddick. Maria Sharapova, contohnya. Bagi dara jelita asal Rusia tersebut, membela nama negara di olimpiade tak kalah membanggakan dengan merebut titel Australia, Prancis, Wimbledon, atau AS Terbuka. Karena itu, kontras dengan Roddick yang dulu pernah dikabarkan menjalin kedekatan dengannya, Sharapova justru tak sabar menunggu datangnya olimpiade. ”Olimpiade hanya datang sekali dalam empat tahun. Sebaliknya, Grand Slam dilaksanakan empat kali dalam setahun. Dari situ saja, bisa dilihat betapa sangat prestisiusnya olimpiade,” ujarnya seperti dilansir AFP. ”Saya bahkan sudah memimpikan ikut olimpiade sejak masih gadis kecil,” ujarnya. Yang membuat petenis kelahiran Siberia itu kian antusias menyambut even empat tahunan tersebut adalah peluangnya merebut emas cukup terbuka. Sebab, penampilannya belakangan meroket lagi. Awal tahun ini, dia sukses mengoleksi gelar Australia Terbuka meski belakangan dia dihambat deraan cedera. Bagi pemegang tiga gelar Grand Slam tersebut, pertandingan di olimpiade sangat berbeda dengan turnamen WTA Tour yang biasa dia ikuti. ”Di turnamen yang menjadi agenda WTA, saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan. Kalau di olimpiade, saya benar-benar tidak punya ide harus mulai dari mana,” beber dara kelahiran 19 April 1987 itu. Maklum, pesta olahraga terakbar di dunia di Beijing nanti merupakan keikutsertaannya yang pertama di olimpiade. ”Saya paling tak sabar menantikan upacara pembukaan. Bakal banyak atlet dari seluruh dunia berparade. Saya membayangkan bahwa saya bergabung dengan sesama atlet dari Rusia, siap membela nama bangsa,” ujarnya bersemangat. Selain olimpiade, Sharapova tak sabar ingin menjajal olahraga lain, terutama senam. ”Ketika masih kecil, saya sangat ingin jadi atlet senam ritmik. Rasanya seperti bidadari,” jelasnya. Di negerinya, senam ritmik dan skating merupakan bentuk seni. Dia ingat saat dirinya bermain rollerblade sembari menggunakan pita di garasi rumah. ”Saya sering tertawa sendiri jika mengingat hal itu,” katanya. (na/ttg)

ZULHAM/JAWA POS

PEDULI: Ronny Tanuwijaya di jumpa pers di Surabaya kemarin.

YOUBEL SONDAKH

M.DINARSA KURNIAWAN/JAWA POS

MAKIN TENANG: Bejo Sugiantoro meniup lilin ulang tahunnya yang ke-31 di mes Persebaya Surabaya kemarin.

”BEJO” SUGIANTORO

Enjoy Bersama 1.000 Komik
PENGGEMAR komik memang melintasi beragam kategorisasi. Maksudnya, karya seni berupa cerita yang terbentuk dengan deretan gambar itu bisa dicintai siapa saja. Tak terkecuali, pebasket macam Youbel Sondakh. Pemain Satria Muda itu mengaku sudah gandrung dengan komik sejak di bangku sekolah menengah atas (SMA). Tapi, dia makin tekun membaca dan mengoleksi komik ketika masuk jenjang kuliah. ”Saya mulai intens dengan komik pada 2001. Jenis komik yang saya sukai adalah yang dari Jepang (manga). Saya suka saja dengan gambar yang disajikan dan cerita yang ditampilkan,” kata Youbel. Pebasket yang berposisi sebagai small forward itu mengatakan, ada satu judul komik yang menjadi idolanya. Tentunya, komik yang menawarkan cerita yang tidak jauh dengan dunia olahraga. ”Judulnya Slam Dunk. Saya suka dengan komik itu karena dekat dengan dunia yang saya geluti,” tuturnya. Pria kelahiran Manado tersebut menjelaskan bahwa membaca komik tidak membuatnya makin stres. Sebaliknya, dia malah bisa enjoy menjalani rutinitas latihan. ”Ini adalah salah satu cara melepas penat. Di sela-sela pertandingan atau latihan, saya se-

Ultah, Berharap Lepas Ban Kapten
KEMARIN sore, ada kemeriahan di lantai dua mes Persebaya. Diiringi lagu ”Selamat Ulang Tahun,” segenap elemen Green Force –julukan Persebaya–yang baru selesai berlatih berkumpul untuk merayakan ulang tahun ke-31 Sugiantoro atau yang akrab disapa Bejo. Di tengah lingkaran pemain dan manajemen, tampak kue tart dengan angka 31 menancap di atasnya. Sejenak kemudian, pemain yang lahir di Sidoarjo pada 2 April 1977 itu meniup lilin ulang tahunnya. ”Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga,” seru kawan-kawan Bejo dan juga manajer Indah Kurnia serta asistennya, Saleh Hanifah, setelah Bejo meniup lilin. Mantan bek Timnas Indonesia tersebut mengaku terkejut dengan perayaan yang diterimanya. Sehari sebelumnya, rekan setim Bejo, Lucky Wahyu, juga merayakan ulang tahun yang ke-18. Seperti Bejo, ultah Lucky juga ”dipestakan.” ”Saya tidak mengira teman-teman akan melakukan ini,” terang Bejo yang masih mengenakan kostum latihan itu. Lantas, apa obsesi Bejo di sepak bola pada usia yang sudah tak tergolong muda itu? Ternyata, pemain yang sudah dua kali merasakan menjadi juara Liga Indonesia bersama Persebaya tersebut masih memiliki ambisi yang menyala. Dia ingin membawa Green Force kembali berjaya di orbital sepak bola nasional. ”Semoga perjalanan Persebaya (di musim ini) lancar, tidak ada gejolak. Kalau bisa, kami ke Superliga,” tutur suami dari Rachmawati itu. Ayah tiga anak tersebut juga memiliki harapan pribadi. ”Semoga Allah memberi saya tambahan kebaikan dalam kehidupan ini,” harapnya. Pemain binaan Indonesia Muda (IM) itu mengaku mengalami perubahan dalam dirinya di usianya saat ini. Dia merasa, saat ini dirinya adalah pribadi yang lebih tenang dan cenderung menjauhi konflik. Oya, ada satu lagi keinginan Bejo yang dia harapkan bisa terwujud. Yakni, melepas ban kapten Persebaya yang selama ini selalu melingkar di lengan kirinya. Alasannya, untuk regenerasi. ”Sekarang adalah waktunya pemain muda memegang tanggung jawab sebagai kapten Persebaya. Harus ada regenerasi,” tuturnya. ”Tapi, kalau pelatih masih menginginkan saya menjadi kapten, sebagai pemain ya akan saya laksanakan.” (nar/ttg)

JELITA: Maria Sharapova berpose untuk sebuah pemotretan akhir tahun lalu. Sharapova tak sabar ingin segera tampil membela Rusia di Olimpiade 2008 di Beijing.

AKHMAD EFFENDI/JAWA POS

HOBI: Youbel Sondakh mulai gandrung dengan komik ketika di bangku SMA.

lalu menyempatkan untuk membaca komik. Langsung deh capek-capek hilang,” terang atlet yang juga penghuni pelatnas tersebut. Dia mengatakan bisa rutin membeli komik sampai tiga buah dalam sepekan. Karena itu, koleksinya berjibun. Kalau ditotal, mungkin sudah mencapai 1.000. Namun, dia mengatakan belum punya komunitas penggemar komik. ”Saya masih nikmati sendiri. Karena kesibukan di basket, saya belum sempat untuk berkumpul dengan pencinta-pencinta komik lainnya di tanah air,” terang pria berusia 23 tahun itu. (pen/ttg)

www.JawaPos.tk

CELEBRITY PICTURES.COM

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->