Anda di halaman 1dari 11

QUESTIONS AND ANSWERS

1. Q: Apa yang dimaksud dengan kulit sehat?


A:
Kalau disuruh milih pengen kulit putih atau kulit sehat buat kaum hawa nih, pasti bingung.
Dilain sisi pengen putih, di lain waktu juga pengen kulit yang sehat dan terawat. Karena media
telah mengkontruksi bahwa cewek cantik itu berkulit putih. Okay, putih boleh tapi harus sehat
dan terawat dong! Setuju?

Kulit sehat itu kayak gimana sih? Kadang kita kabur membedakan antara kulit putih dan kulit
sehat, belum tentu kulit kita yang hitam atau sawo matang itu nggak sehat. Itu karena pigmen
saja, ya kan kita tahu ras manusia di dunia itu berbeda-beda, dan orang Indonesia termasuk
ras Mongoloid, kulitnya nggak putih kayak orang Barat, tapi kuning langsat atau sawo matang.

Kulit sehat adalah kulit yang cerah, berkilat, lembab, lentur, dan tanpa noda. Indikasinya apa
dong? Nah, kalo kita cubit tuh kulit, ia akan kembali seperti semula alias lentur. Bedakan kalo
kulit kita kering dan kalo kena gores, pasti ada bekas goresan putihnya, tapi kalau kulit sehat
itu kulit keliatan lembab dan nggak keliatan kusam dan kering. Ini terlepas dari warna kulit
orang tersebut lho ya, apakah dia berkulit putih dari lahir atau berkulit kuning langsat or sawo
matang. Jadi tekstur kulit merupaan cermin kesehatan diri, ya kawan iluminance!

Menurut Prof. Dr dr SPKK (Konsultan) Retno Widowati Soebaryo (dikutip dari Kompas.com)
untuk apa menginginkan kulit putih jika tidak sehat? Justru kulit orang Indonesia yang putih
kekuningan atau kuning kecoklatan menandakan kulit yang banyak pigmentasi. Pigmen yang
didalamnya mengandung melanin yang memberikan perlindungan dari sinar matahari.

Tau nggak, banyak banget orang Eropa atau orang barat pengin punya kulit kayak orang
Indonesia, yang notabene kita-kita ini remaja putri Indonesia. Mereka rela berjemur di bawah
terik sinar matahari biar bisa dapet kulit kayak kita, kulit eksotis nan sehat ini. Tapi karena
mereka punya pigmen yang kurang, dengan berjemur ditakutkan bisa menyebabkan kanker.
Sedangkan kita? kita yang sudah dianugerahi kulit yang sehat dan indah ini, malah pengen
putih, bahkan rela memakai alat pemutih buatan yang efeknya bisa membahayakan kesehatan
kita.

Mungkin banyak orang bertanya, Apakah kulit cantik itu harus putih ya? Trus bedanya kulit
yang sehat sama kulit putih gimana sih?

Kulit cantik itu adalah kulit yang sehat. Di mana kulit terjaga kondisi kelembabannya. 70%
tubuh manusia adalah air, memang banyak kelihatannya, namun siklus air di dalam tubuh kita
berjalan cepat. Ketika kita beraktivitas, kandungan air di dalam tubuh akan cenderung
berkurang. Untuk itu kamu harus minum minimal 8 gelas setiap harinya. Dan ternyata itu tidak
cukup, karena kulit, rambut, dan beberapa bagian tubuh lain masih merasa kekurangan air.
Ketika kandungan air semakin kurang akan muncul beberapa dampak pada kulit kamu,
misalnya kulit menjadi kering, kusam, dan kasar.

2. Q: Bagaimana cara perawatan kulit sehat?
A:
Kurangi stress. Terus menerus tegang dan cemas berakibat buruk untuk kulit wajah. Stres dapat
meninggalkan radikal-radikal bebas yang sangat berbahaya, penyebab utama penuaan dini dan
memperburuk beberapa kondisi kulit seperti jerawat, ruam, eksim, dan psioriasis. Ketegangan
emosional dapat menyebabkan dahi menjadi berkerut, bibir selalu cemberut atau ketegangan umum
di wajah. Kontraksi otot yang terus menerus seperti ini akhirnya menyebabkan garis-garis dan kerut
permanen. Lakukan langkah-langkah peredaan stres dengan melakukan meditasi, jalan kaki, tertawa,
latihan pernapasan dalam, dll.

Tidur cukup. Kurang tidur membuat otot-otot menjadi lelah, akibatnya kulit menjadi kendur. Lelah
juga membuat tekanan darah dan denyut jantung menjadi turun sehingga aliran darah ke wajah
berkurang, menjadikan kulit tampak pucat. Untuk mencegah hal ini, tidurlah yang cukup!

Olahraga secara teratur. Dengan berolah raga, dapat meningkatkan sirkulasi dan membantu
mengeluarkan racun sehingga lebih banyak nutrisi yang dibawa ke kulit dan lebih banyak sampah
yang terbuang. Olahraga yang lebih berat yang dapat membuat tubuh berkeringat, dapat
membersihkan pori sehingga kulit menjadi tampak sehat berkilau. Ketika secara fisik kamu sehat,
kamu akan merefleksikan dalam kulit yang sehat pula.

Berhenti merokok. Merokok membuat sel-sel kulit tidak mendapatkan oksigen dan nutrien yang
adekuat dan memperpanjang waktu penyembuhan luka. Dan pada para perokok yang melakukan
kebiasaan merokok selama bertahun-tahun akan muncul garis-garis halus disekitar mulut yang
tampak kentara. Untuk mencegahnya, berhentilah merokok!

Konsumsi makanan sehat. Kamu mungkin tidak menyadari bahwa kulit terdiri dari protein. Sehingga
penting untuk kamu makan makanan cukup protein untuk membantu kulit kamu memperbaiki
kerusakan kulit secara teratur. Kamu dianjurkan untuk makan ikan beberapa kali seminggu begitu
juga buah-buahan dan sayuran yang mengandung phytochemical dan antioksidan yang dapat
menetralisir kerusakan sel kulit. Cobalan makan sayuran seperti bayam dan brokoli dan buah-buahan
seperti jeruk. Hindari gula dan segala sesuatu yang dengan cepat diubah menjadi gula seperti roti,
pasta, nasi, dan kentang karena makanan tinggi karbohidrat dapat menyebabkan kadar gula darah
naik dan mendorong tubuh mengeluarkan insulin yang menyebabkan inflamasi dan masalah-masalah
kulit.

Cegah kerusakan sinar matahari. Yang paling penting dari semua perawatan kulit adalah
menghindari sinar matahari. Terlalu banyak terkena sinar matahari dapat merusak kolagen kulit yaitu
jaringan pendukung yang membuat kulit menjadi kencang, menjadi kendur dan berkerut. Untuk
mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari, oleskan sunscreen setiap hari.

Perawatan rutin. Lakukan perawatan rutin seperti scrubing untuk menghilangkan sel kulit mati
penyebab kusam dna noda hitam. Scrubing ini dapat kamu lakukan 2-3 kali seminggu menggunakan
bahan alami gula + lemon atau bisa juga membeli langsung produk scrubing di toko kosmetik.
Setelah itu gunakan masker sesuai jenis kulit kamu seperti bila berminyak dapat menggunakan jeruk
lemon, kering menggunakan alpukat atau normal menggunakan madu.

Konsumsi vitamin. Vitamin E terkenal baik untuk kulit karena akan meningkatkan regenerasi kulit
sehingga kulit segar, halus, dan awet muda. Selain itu akan melawan radikal bebas yang dapat
menyebabkan penuaan dini. Dikonsumsi bersama vitamin C akan membuat hasilnya lebih baik.

3. Q: Bagaimana penggunaan make-up untuk kulit sensitif?

A: Kulit sensitif tentunya membutuhkan perhatian khusus. Salah memilih produk akibatnya kulit
iritasi, timbul jerawat, atau gangguan kulit lainnya. Berbagai tulisan di label botol make-up pun
bermunculan. Mulai dari hypoallergenic, fragrance-free, sampai istilah non-comedogenic. Mana yang
tepat untuk kulit sensitif?

Fragrance-free & Unscented
Beberapa produk untuk kulit sensitif juga sering memajang label fragrance-free alias bebas
wewangian. Sedangkan produk unscented berarti tanpa aroma. Nah berhati-hati membedakan
keduanya. Bebas wewangian berarti tidak mengandung pewangi buatan, sedangkan tanpa aroma
bisa jadi menggunakan bahan-bahan yang menghilangkan aroma dari parfum atau wewangian. Jadi
bebas aroma belum tentu bebas parfum atau wewangian.

Mengapa ini penting? Beberapa kulit memiliki reaksi alergi terhadap pewangi buatan yang
terkandung dalam produk kecantikan. Tidak hanya make-up, produk seperti shampo, sabun, dan
pelembab juga kerap mengandung parfum atau wewangian tambahan.

Pewangi buatan memiliki reaksi yang berbeda pada setiap orang. Alergi, seperti gatal, kemerahan
pada kulit, atau gangguan alergi lain merupakan reaksi alergi umum terhadap pewangi buatan.
Pewangi buatan bahkan disebut sebagai lima besar penyebab alergi di dunia. Selain memiliki efek
buruk terhadap kulit yang sensitif, pada orang tertentu, pewangi buatan juga bisa berisiko
menganggu sistem otak dan syaraf. Pusing atau sesak napas merupakan salah satu gejala yang timbul
akibat zat tersebut.

Non-comedogenic

Terutama untuk kulit yang rentan muncul komedo, produk ini perlu diperhatikan. Produk berlabel ini
berarti, telah diuji coba pada kulit berminyak yang lebih rentan komedo. Komedo seringkali
muncul akibat pori-pori kulit tersumbat karena pemakaian make-up. Umumnya hal ini lebih sering
terjadi pada kulit berminyak.

Produk ini diklaim berisiko rendah menyebabkan komedo, baik komedo yang tampak hitam di wajah
(blackhead) atau komedo tertutup yang umumnya berwarna putih (whitehead). Namun efek produk
berlabel tersebut pada masing-masing kulit tentu berbeda. Untuk kulit yang sangat berminyak
Andamasih bisa mengalami timbulnya komedo akibat pemakaian make-up yang berlabel non-
comedogenic. Jika kulit Anda tergolong sangat berminyak, sebaiknya uji coba dulu produk tersebut
pada kulit Anda sebelum memutuskan untuk membeli.

Hypoallergenic

Untuk yang sering memiliki gejala alergi seperti gatal, kemerahan, rasa panas pada kulit, atau reaksi
alergi lainnya, label ini perlu diperhatikan. Sebuah produk akan diberi label hypoallergenic jika sudah
melewati tes untuk berbagai jenis alergi kulit. Masing-masing bahan yang digunakan diujicoba untuk
melihat reaksi alergi. Bahan yang terbaik digunakan untuk mengurangi reaksi alergi pada kulit.

Walaupun sulit untuk mencegah semua jenis alergi pada kulit, tapi mayoritas keluhan alergi umum
sudah dicoba pada produk ini. Tidak ada produk yang benar-benar menjamin tidak akan ada reaksi
alergi, tapi paling tidak pemilik kulit sensitif bisa memilih produk berlabel ini untuk mengurangi risiko
gangguan pada kulit.

Oil-free & Mineral Oil

Produk yang tertulis oil-free atau bebas minyak memiliki kandungan minyak atau lanolin yang sangat
sedikit atau tidak ada sama sekali. Untuk kulit berminyak yang rentan jerawat, penggunaan produk
jenis ini bisa mengurangi risiko timbulnya jerawat akibat pemakaian make-up yang berminyak.
Namun untuk kulit kering, produk tanpa label bebas minyak justru bisa membantu melembabkan
kulit.

Mineral oil yang sering tertulis dalam kandungan make-up merupakan minyak ringan yang berbahan
dasar petroleum. Umumnya sering digunakan pada produk pelembab bibir. Penggunaan berlebihan
pada produk yang mengandung mineral oil dapat menganggu kelembaban alami tubuh dan kurang
baik untuk kulit sensitif.

Tidak ada efek yang sama pada satu kosmetik ke orang yang berbeda. Sebelum memutuskan untuk
menggunakan suatu produk untuk jangka panjang sebaiknya lakukan percobaan kecil terlebih
dahulu. Kunjungi gerai make-up pilihan Anda dan paparkan sedikit produk tersebut pada tangan
Anda. Tunggu 24 jam untuk mengetahui reaksinya. Jika terdapat reaksi iritasi atau gangguan kulit,
sebaiknya konsultasikan pada dokter kulit produk yang baik untuk Anda.

4. Q: Bagaimana cara memilih make-up yang tepat untuk kulit?
A:
1. Beberapa problem kulit wajah seperti iritasi disebabkan oleh penggunaan moisturizer yang
tidak sesuai dengan jenis kulit. Karena itu, jika Anda memiliki:
- kulit berminyak, gunakan lotion tanpa kandungan minyak atau oil free
- kulit kering, gunakan krim yang bertekstur padat dengan kandungan yang kaya akan
moisturizer
- kulit sensitif, pilih produk tanpa kandungan wewangian (fragrance free).

2. Pilih pelembab yang sesuai dengan jenis kulit. Sebaiknya Anda mencoba produk terlebih
dahulu. Hindari area kulit wajah, sapukan produk sedikit di sisi leher agar dapat ditutupi
dengan rambut jika mengalami reaksi. Apabila telah melewati tes selama 3 hari, berarti
Anda dapat melanjutkan produk tersebut. Apabila produk memiliki kandungan yang
mudah menyebabkan iritasi seperti retinol atau alpha hydroxy acids tetap menggunakan
pembersih dasar tanpa antioksidan dan tidak menyebabkan pengelupasan.

3. Pilih tabir surya yang berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultra violet.
Sayangnya, menurut para ahli wanita sangat jarang menggunakan tabir surya yang cukup
sehingga kondisi kulit lebih cepat berkerut dan rawan terkena kanker kulit. Untuk itu,
gunakan SPF 30 setiap pagi sehabis mandi. Sementara jika banyak beraktivitas di luar
ruangan, gunakan SPF 45.

4. Untuk perawatan kulit di malam hari, gunakan lotion yang memiliki
kandungan retinol. Apabila kulit menjadi kemerahan, baurkan pelembab terlebih dahulu
dan aplikasikan saat kulit dalam keadaan kering.

5. Bila Anda membutuhkan serum, pilih formula hyaluronic acid (HA). Untuk mengurangi
garis halus dan menjaga kulit tetap kencang, retinol menjadi kandungan yang ampuh.
Sedangkan Untuk menyamarkan bintik hitam, coba serum dengan kandungan kedelai
(soy).

6. Pori-pori besar muncul disebabkan karena tersumbatnya kulit mati serta minyak. Cara
yang paling cepat untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan pembersih yang
mengandung 5 dan 1 persensalicylic acid

7. Jika kulit wajah Anda berminyak, gunakan beberapa produk berikut:
- Pelembab dengan SPF. SPF menjadi kunci karena sinar matahari dapat menstimulasi
produksi minyak.
- Foundation bubuk untuk membantu menyempurnakan riasan. Bila Anda terbiasa
menggunakan liquid foundation, taburkan sedikit bedak pada permukaan kulit.
- Kertas minyak. Gunakan kertas dari plastik yang dapat menyerap minyakdan dapat
digunakan tanpa merusak riasan.

8. Pastikan Anda memilih concealer yang mudah membaur. Pilih warna yang sesuai dengan
kulit wajah Anda. Karena warna yang lebih terang akan mengundang perhatian di sekitar
mata.
9. Bintik-bintik hitam relatif muncul seiring bertambahnya usia. Untuk menyamarkannya
jika:
- kondisi masalah ringan: gunakan krim dengan kandungan retinol yang tinggi.
- kondisi masalah serius: konsultasikan dengan dokter ahli kulit untuk mendapatkan krim
yang tepat.

5. Q: Kulit laki-laki memang diciptakan berbeda dari kulit perempuan dari awalnya. Meskipun
lebih dari 70% pasien yang datang ke klinik perawatan kulit adalah perempuan, bukan berarti
kulit laki-laki tidak bermasalah. Baik perempuan maupun laki-laki dapat mengalami problem
kulit, meskipun masalah yang dihadapi mungkin berbeda. Perlukah laki-laki merawat
kulitnya? Apakah diperlukan perawatan khusus bagi laki-laki? Problem kulit apakah yang
sering muncul pada laki-laki? Bolehkah laki-laki menggunakan perawatan wajah yang sama
dengan perempuan?

A:
Kulit sehat, segar dan bersih akan meningkatkan rasa percaya diri, terutama bagi mereka yang
berhubungan dengan banyak orang. Efek positif ini tidak terbatas hanya bagi perempuan saja.
Sehingga sangat wajar bila seorang laki-laki juga rajin merawat kulit secara teratur. Kulit sehat
memang merupakan dambaan setiap orang, tak tergantung gender.
Penampilan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh kesehatan kulit wajah, tetapi juga oleh
kesehatan rambut dan kulit kepala. Problem kulit yang terkait erat dengan penampilan ini
secara umum dapat muncul akibat perubahan hormonal, pengaruh penuaan (skin aging) dan
pengaruh lingkungan terutama pajanan ultraviolet dari sinar matahari. Semua problem ini dapat
mengenai siapa saja, tanpa memandang gender. Perubahan hormonal lebih nyata setelah akil
balik. Peristiwa menua adalah kejadian yang tak terhindarkan oleh siapapun.
KULIT PEREMPUAN VERSUS KULIT LAKI-LAKI
Secara kasat mata, perbedaan yang paling mudah terlihat adalah kadar minyak. Akibat pengaruh
hormon testosteron yang lebih tinggi, maka produksi sebum/minyak pada laki-laki lebih tinggi
dari perempuan. Tidak heran kulit muka dan kulit kepala laki-laki biasanya tampak lebih
berminyak, sehingga lebih rentan terhadap terjadinya jerawat dan ketombe. Setelah berusia di
atas 50 tahun, keaktifan kelenjar minyak ini mulai berkurang, maka kondisi minyak pada kulit
kedua gender hampir mirip.
Perbedaan kedua, kulit laki-laki lebih tebal dari kulit perempuan. Hal ini merugikan perempuan.
Dengan kulit yang tipis, kulit perempuan lebih menderita akibat pajanan sinar UV. Penelitian di
Jerman tahun 2006 mempertegas hal ini, kulit wanita lebih cepat menua dan kehilangan
jaringan kolagen, sehingga lebih cepat tampak menua. Untuk menghindari penuaan, maka kaum
perempuan cepat mencari solusi dengan mendatangi klinik perawatan kulit dan menggunakan
berbagai produk antiaging. Memang kulit pria lebih lambat menua, bukan berarti tidak bisa
menua, sehingga tetap memerlukan perawatan kulit.
Faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap kulit. Meskipun kulit perempuan lebih rentan
terhadap kerusakan, namun jumlah pajanan sinar matahari pada laki-laki biasanya lebih banyak,
mungkin akibat pekerjaan ataupun aktifitas outdoor yang lebih banyak, sehingga secara
kumulatif, problem kulit yang muncul akibat sinar matahari lebih sering ditemukan pada laki-
laki. Contoh kelainan ini adalah kutil tua dan tumor jinak lainnya. Ditambah lagi kaum laki-laki
lebih sering merokok serta lebih jarang menggunakan tabr surya untuk melindungi kulitnya.
PROBLEM KULIT YANG SERING PADA LAKI-LAKI
Jerawat
Hormon testosteron berpengaruh terhadap produksi minyak. Kadarnya yang tinggi pada laki-laki
menyebabkan muka lebih berminyak dan lebih rentan terhadap jerawat. Jerawat pada laki-laki
biasanya lebih parah, lebih meradang dan besar-besar. Hal ini diperberat dengan kebiasaan
sejumlah laki-laki yang hampir tak pernah menggunakan sabun untuk membersIhkan wajah.
Ketombe
Tingginya produksi minyak pada kulit laki-laki juga mengakibatkan laki-laki lebih rentan terhadap
ketombe. Salah satu yang berperan adalah populasi jamur Malassezia spp. yang semakin
bertambah dengan tingginya kadar minyak, sehingga memicu peradangan dan akhirnya timbul
ketombe.
Kebotakan
Merupakan salah satu problem laki-laki yang dianggap paling serius. Sebagian besar pasien di
klinik rambut biasanya adalah laki-laki. Kebotakan pada laki-laki bisa diawali dengan ketombe,
maupun akibat pengaruh hormonal, sehingga muncul kelainan male pattern
baldness (kebotakan dengan pola khusus pada laki-laki). Kelainan ini ditandai dnegan semakin
tipis dan berkurangnya rambut di bagian tengah, serta mundurnya garis rambut di dahi.
Tumor jinak kulit
Biasanya lebih disebabkan oleh pajanan matahari yang berlebihan, tanpa perlindungan yang
memadai. Bentuk yang sering ditemukan terutama adalah keratosis seboroik, disebut juga kutil
tua, sering ditemukan di wajah dengan warna coklat kehitaman.


PERAWATAN KULIT LAKI-LAKI
Seperti yang telah diungkapkan, karena kulit laki-laki juga sering bermasalah, maka sebaiknya
laki-laki juga mulai melakukan perawatan kulit wajah dan kulit kepala sejak dini. Perawatan kulit
dengan teratur akan menyebabkan kulit sehat, bersih dan tampak lebih cerah. Walaupun
sebagian laki-laki masih menganggap kulit yang terlalu putih, terlalu bersih, terlalu cerah, akan
mengurangi kemachoan mereka, namun sebenarnya perawatan kulit yang teratur lebih banyak
manfaatnya, asalkan tidak dilakukan secara berlebihan.

Belakangan ini amat banyak produk perawatan wajah mengandung sunscreen, ditandai dengan
pencantuman kadar SPF (sun protecting factor) dalam label. Seringkali pasien sudah merasa aman
bila menggunakan produk bertabir surya. Apakah manfaat sunscreen? Bagaimanakah cara aplikasi
yang benar? Semoga tulisan berikut bermanfaat menambah wawasan kita.
_________________________________________________________________

Berbagai gelombang elektromagnetik terkandung dalam cahaya matahari, yang terutama adalah radiasi
ultraviolet (UVR) dan infra merah. UVR terbagi menjadi 3, yaitu UVA, UVB dan UVC. Radiasi UVA (95%)
dan UVB (5%) mencapai permukaan bumi, sedangkan UVC diserap sempurna oleh lapisan ozon.

Bahaya UVR sudah lama diketahui para ahli. Berbagai kelainan kulit dapat dipicu oleh pajanan UVR.
Kelainan kulit dapat terjadi segera (akut), misalnya sunburn (kemerahan terbakar matahari) dan
tanning. Dapat pula terjadi perlahan (kronik), misalnya kanker kulit dan photoaging. Sinar matahari
bertanggungjawab pada 80% proses penuaan wajah karena faktor luar (ekstrinsik).

Photoaging adalah proses penuaan yang terjadi akibat sinar matahari, berbeda dengan chronological
aging (berdasarkan umur/intrinsik). Kulit yang mengalami photoaging menjadi kering, kasar, berkeriput
kasar, pigmen bertambah dan tidak merata serta gambaran pembuluh darah berkelok-kelok. Tidak
mengherankan bila orang yang sering terpajan UVR berlebihan tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

Salah satu cara menghindari efek buruk sinar matahari adalah menggunakan sunscreen. Sunscreen atau
tabir surya merupakan bahan yang menapis sinar matahari sehingga mengurangi jumlah UVR yang
sampai ke permukaan kulit, yang diharapkan mengurangi dampak buruk UVR.

Beberapa jenis sunscreen yang tersedia adalah:
Chemical sunscreen: PABA, cinnamate, avobenzone, dll. Umumnya (tidak semua) hanya menapis UVA
atau UVB saja. Sering menimbulkan alergi dan iritasi.
Physical sunscreen: TiO2 dan ZnO. Banyak digunakan akhir-akhir ini, menghalangi UVA dan UVB. Jarang
menimbulkan alergi dan iritasi.

Efek kerja sunscreen dipengaruhi oleh kadar SPF (menyatakan lama kerja sunscreen), pengulangan
aplikasi dan jumlah/ketebalan sunscreen yang diaplikasikan (penelitian manfaat sunscreen
menggunakan 2mg/cm2 kulit).

Jangan pernah lupa, tidak ada satu jenis sunscreenpun yang memberikan perlindungan 100%. Jadi
walaupun anda sudah menggunakan sunscreen, bukan berarti bebas bermandikan sinar matahari
(sunbathing). Kurangnya pengertian akan masalah ini sering menyebabkan pengguna sunscreen sudah
merasa aman sehingg kurang melindungi diri terhadap UVR lagi.

Cara terbaik adalah gunakan sunscreen secara benar dan tetap jauhi sinar matahari bila
memungkinkan. Bila tidak, photoaging akan terus mengintai anda.

Yang harus diingat:

Sunscreen tidak mengurangi efek photoaging yang sudah timbul
Pilihlah sunscreen dengan perlindungan luas (UVA dan UVB)
Pakailah sunscreen 20-30 menit sebelum terkena sinar matahari
Gunakan sunscreen dalam jumlah cukup dan aplikasi ulang bila perlu (sesuai kadar SPF)
Jangan memakai sunscreen sebagai trend sesaat saja. Gunakan secara teratur dengan
konsisten agar bermanfaat
Gunakan juga pelindung lain bila perlu misalnya topi lebar, kacamata gelap (sunglasses)
maupun pakaian tertutup
Bagi yang cenderung berjerawat, pilihlah sunscreen berbahan dasar gel yang kurang
komedogenik
Sumber:
1.Arndt KA, Bowers KE. Manual of Dermatologic Therapeutics, 6th edition. Philadelphia: Lippincott
Williams & Wilkins, 2002.
2.Baumann L. Cosmetic Dermatology Principles and Practice. New York: McGraw Hill Companies, 2002.
3.Walker SL, Hawk JLM, Young AR. Acute and chronic effects of ultraviolet radiation on the skin. In:
Fitzpatricks Dermatology in general Medicine, 6th edition. New York: Mc Graw Hill Companies, 2003.