Anda di halaman 1dari 5

Cara Memperbaiki Power Supply Unit (PSU)

Komputer
http://gado2komputer.blogspot.com/2012/03/cara-memperbaiki-power-supply-unit-psu.html
Untuk melanjutkan artikel saya mengetai tes kerusakkan pada power supply unit (PSU), maka
kali ini saya akan membahas Cara Memperbaiki Power Supply Unit (PSU). Apakah anda
mempunyai power supply unit (PSU) komputer yang sudah tidak bisa hidup/rusak.
Jika anda mempunyai power supply unit yang rusak dan anda mempunyai waktu senggang,
cobalah anda memberanikan diri untuk memperbaiki power supply tersebut.

PSU komputer adalah power supply dengan sistem switching. Pada power supply switching,
kebanyakan yang rusak adalah komponen yang berada pada bagian primer.

Peralatan yang digunakan, yaitu :
1. Obeng Plus (+)
2. Solder
3. Timah
4. Penyedot timah
5. Avometer / Multimeter
6. Komponen-komponen yang diperlukan / komponen yang rusak pada power
supply

Kalau sudah siap, langsung saja buka tutup casing Power supply unit
dengan menggunakan obeng plus (+), kemudian lepaskan papan
rangkaian (PCB) dari casingnya. Setelah papan rangkainan (PCB)
dilepaskan dari casing, coba anda lihat semua komponen yang ada di
papan rangkainan power supply.

Beberapa komponen yang perlu diselidiki, yaitu :

Langkah pertama Cek Sekring (Fuse)
Sekering (fuse) adalah alat pemutus rangkaian, karena dengan adanya
pemakainan arus yang berlebihan. terjadinya arus yang berlebihan dalam
suatu rangkaian, bisa disebankan karena faktor kenaikan beban atau
adanya hubungan singkat. Sekring (Fuse) disebut sebagai alat pengaman,
karena digunakan untuk melindungi perangkat dan manusia dari bahaya
yang ditimbulkan oleh kerusakan listrik.


Coba anda cek sekering dengan multimeter, jika sekring putus silakan ganti sekring dengan
sekring baru yang sama nilainya dengan sekring yang lama. Setelah diganti sekring lama
dengan yang baru dan nilainya sama dengan yang lama, maka coba anda hubungkan PSU ke
listrik PLN. Jika sekring putus lagi, berarti transistor regulatornya jebol/short/rusak. Lepaskan
steker dari stop kontak anda.

Langkah kedua Cek Dioda
Dioda adalah komponen aktif bersaluran dua (diode termionik mungkin
memiliki saluran ketiga sebagai pemanas). Dioda mempunyai dua
elektrode aktif dimana isyarat listrik dapat mengalir, dan kebanyakan diode
digunakan karena karakteristik satu arah yang dimilikinya. Dioda varikap
(VARIable CAPacitor/kondensator variabel) digunakan sebagai
kondensator terkendali tegangan. Fungsi paling umum dari diode adalah
untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah (disebut
kondisi panjar maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (disebut
kondisi panjar mundur). Karenanya diode dapat dianggap sebagai versi
elektronik dari katup pada transmisi cairan.


Cek dioda dengan cara melepaskan dioda dengan menggunakan solder
dan kemudian cek dengan multimeter. Dioda yang masih bagus yakni
hanya mengalirkan arus listrik pada satu arah saja, ukur dioda bolak balik,
jika tembus silakan ganti dengan dioda yang sama dengan ukurannya.

Langkah ketiga Cek Kapasitor (Elco)
Kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi menyimpan
muatan listrik. Kapasitor polar memiliki dua kutub yang berbeda pada
kakinya (-/+), sehingga dalam pemasangannya tidak boleh terbalik.
Kapasitor polar biasa disebut juga dengan nama elco, satuan yang
digunakan untuk mengetahui nilai kapasitas sebuah elco adalah uF(mikro
Farad). Tiap elco memiliki tegangan kerja yang berbeda-beda, biasanya
batas maksimal tegangan yang diperbolehkan untuk sebuah elco tertulis
pada bodynya. Tegangan kerja pada elco dinyatakan dalam volt. Apabila
sebuah elco memiliki nilai 10uF/25volt, itu artinya elco tersebut bernilai 10
mikro Farad dan memiliki batas maksimum tegangan 25 volt.


Elco ini bentuk fisiknya seperti tabung, apabila terdapat kerusakan
(melembung) pada kepala elko maka dipastikan 80 % sudah rusak atau
sudah rusak parah. Ganti elko tersebut dengan kapasitas yang sama. Jika
tidak ditemukan kerusakkan fisik maka kita dapat mengeceknya dengan
cara melepaskan elco dengan menggunakan solder dari papan rangkaian
dan gunakan multimeter untuk mengukur kapasitas elco tersebut. Apabila
kapasitasnya kurang atau melebihi kapasitas toleransi lebih baik kita
menggantinya. Hati-hati dalam memasang, jangan sampai terbalik antara
positif (+) dan negatif (-).

Langkah keempat Cek Transistor regulator
Transistor merupakan komponen elektronik yang cara kerjanya bisa di
analogikan sebagai resistor pada Collector dan Emiiternya, yang nilainya,
tergantung pada seberapa arus kecil yang melewati Base ke Emitter untuk
transistor jenis NPN dan dari Emitter ke Base untuk transistor jenis PNP.
Dengan prinsip ini, maka transistor bisa digunakan sebagai penguat, yaitu
dengan memberikan arus berubah kecil antara Base dan Emitternya (atau
sebaliknya untuk PNP) yang akan menghasilkan nilai resistor yang
berubah secara besar, sehingga bisa memperkuat arus maupun tegangan.
Fungsinya sebagai penguat ini yang dikembangkan menjadi rangkaian
osilator, rangkaian regulator dan sebagainya.


Transistor ini dipasang pada aluminium dan transistor ini terletak dekat
dengan komponen elco besar. Untuk mengecek transistor yakni dengan
cara melepaskan transistor dari papan rangkaian (PCB) dengan
menggunakan solder, cek komponen transistor dengan multimeter. Jika
kaki emitor dan kolektor tersambung, berarti transistor tersebut
jebol/putus/rusak. Silakan ganti transistornya dengan yang baru dan harus
sama kapasitasnya dengan yang lama.
Jika transistor regulator jebol/rusak, periksa juga komponen yang berada di
dekat transistor regulator tersebut. Karena biasanya komponen yang
berada di jalur transistor regulator akan ikut jebol/putus/nilainya
berubah.Komponen yang mempengaruhi itu adalah dioda dan resistor.Jika
ada yang jebol/putus/nilainya berubah, silakan ganti dengan komponen
yang masih bagus.

Langkah kelima Cek IC B0813
IC (Integrated Circuit) adalah komponen semikonduktor ekuivalensi dari
ratusan atau ribuan komponen lain. tetapi IC mempunyai komponen
terpisah, rangkaian dibentuk pada sekeping kecil silikon. Dengan cara ini
rangkaian yang sangat sulit dapat dibuat pada ruangan yang sangat kecil.


Jika anda sudah yakin power supply unit anda sudah baik, silakan
hubungkan ke stop kontak. Ukur tegangan pada kabel warna ungu
terhadap Ground (kabel warna hitam), ukur dengan menggunakan
avometer, jika ada tegangan 5 volt yang terbaca pada multimeter, berarti
sudah ada titik terang power supply anda anda akan hidup lagi.

Hubungkan kabel yang berwarna hitam ke kabel yang berwarna hijau.
Hubungkan dengan menggunakan kabel jumper/konektor yang anda punya
(sudah di bahas di artikel Tes Kerusakan Power Supply Unit). Jika PSU
anda berjalan normal, sudah tentu kipas power supply langsung berputar.
Dan jika kipas power supply berputar, maka semua tegangan di setiap
kabel dipastikan sudah ada. Dan untuk memastikannya maka kita ukur
tegangan pada konektor dengan menggunakan multimeter.
Hubungkan kabel multimeter yg warna hitam ke salah satu kabel warna
hitam dari PSU, kemudian hubungkan kabel warna merah multimeter ke
setiap kabel yang berwarna selain warna hitam, hijau, dan abu-abu. Cek
apakah disetiap warna kabel tersebut sudah sama nilainya sesuai dengan
keterangan yang ada di casing penutup power supply tersebut.

Demikian yang semua yang saya ketahui untuk memperbaiki Power Supply
Unit (PSU). Silahkan anda mencoba, semoga berhasil.