Anda di halaman 1dari 5

CANONICAL CORELATION ANALYSIS

Analisis korelasi kanonik pada dasarnya merupakan salah satu metode analisis
variabel/peubah ganda yang ditujukan untuk mengetahui keterkaitan antara dua
kelompok peubah. Besarnya keterkaitan ini diukur dengan nilai korelasi antara dua
kelompok tersebut. Kalau ternyata korelasi dua kelompok ini nyata serta secara teoritis
ada hubungan fungsional antara keduanya, maka melalui analisis regresi multivariate
dapat dirumuskan model yang menghubungkan keduanya. Dalam hal ini satu kelompok
sebagai peubah prediktor (misalnya parameter !"# dan/atau Dipole $ode% dan lainnya
sebagai peubah respon (misalnya curah hujan%. Dari sini dapat dilakukan prediksi satu
kelompok peubah berdasar peubah pada kelompok lainnya.
&ntuk merumuskan analisis korelasi kanonik, misalkan ada dua kelompok peubah '
Kelompok ( ' ada m peubah, yaitu x), x*, +, xm (misalnya "#(, A",- !ino ., /, ../%
Kelompok (( ' ada p peubah, yaitu y), y*, +, yp (misalnya curah hujan pada beberapa
lokasi%
0ika terdapat sejumlah n data pengamatan, maka matriks data adalah sebagai berikut '

= =
+
np n n nm n n
p m
p m
p m nx
y y y x x x
y y y x x x
y y y x x x
Y X Z
... ...
. . . . . .
. . . . . .
... ...
... ...
% (
* ) * )
* ** *) * ** *)
) )* )) ) )* ))
% (

Keterkaitan dua kelompok tersebut di1akili oleh korelasi antara satu peubah baru di
kelompok (, misal & (disebut peubah kanonik% dengan peubah baru di kelompok ((, misal
2. Dalam hal ini & merupakan kombinasi linear peubah3peubah x. "edangkan 2 adalah
kombinasi linear peubah3peubah y.
[ ] x a
x
x
x
a a a U
T
m
m
=

=
.
...
*
)
* )
dan
[ ] y b
y
y
y
a b b Z
T
p
p
=

=
.
...
*
)
* )
#leh karena itu yang diinginkan adalah mencari vektor koefisien a dan b, sedemikian
sehingga sehingga korelasi keduanya & dengan 2 maksimum. !ilai korelasi inilah yang
menunjukkan keeratan antara peubah3peubah kelompok ( dengan peubah3peubah
kelompok ((. Dalam hal ini & dan 2 adalah peubah baru sebagai representasi masing3
4)
masing kelompok, dan disebut peubah kanonik. ,ermasalahan berikutnya adalah mencari
koefisien dalam kombinasi linear tersebut.
0ika matriks koragam (covariance matrix% dari kelompok ( adalah "44 dan kelompok ((
adalah "yy, maka korelasi antara & dengan 2 adalah '
b S b a S a
b S a
y b x a Corr Z U Corr
yy
T
xx
T
xy
T
T T
%( (
% , ( % , ( = =

,ermasalahan di sini adalah memaksimumkan nilai korelasi tersebut, yaitu a
T
Sxyb,
dengan kendala bah1a a
T
Sxxa dan b
T
Syyb adalah satu (ini dimaksudkan untuk
mempermudah perhitungan tanpa merubah makna%.
,ermasalahan ini pemaksimum ini dapat dirumuskan sebagai '
$emaksimumkan ' a
T
Sxyb
Dengan kendala ' a
T
Sxxa 5 b
T
Syyb 5 )
$elalui ,engganda -agrange, maka fungsi yang dimaksimumkan adalah '
f(a,b)= a
T
Sxyb - ( a
T
Sxxa 1) - (b
T
Syyb 1)
$elalui manipulasi matematika, diperoleh dua persamaan kanonik berikut '
( ) 6
) )
=

b I S S S S
xy xx yx yy

dan
( ) 6
) )
=

a I S S S S
yx yy xy xx

(ni berarti bah1a akar dari akar ciri matriks xy xx yx yy
S S S S
) )
atau matriks yx yy xy xx
S S S S
) )
merupakan korelasi dari dua kelompok tersebut (disebut korelasi kanonik%. 7ektor ciri
yang bersesuaian dengan akar ciri tersebut ada dua, yaitu vektor ciri a dari matriks
yx yy xy xx
S S S S
) )
dan vektor ciri b dari matriks xy xx yx yy
S S S S
) )
. Kedua vektor ciri tersebut
sebagai vektor koefisien (disebut koefisien kanonik atau sering disebut sebagai canonical
1eight% dari peubah kanonik. Dalam hal ini, kita cukup mencari salah satu saja. 8al ini
dikarenakan antara keduanya terdapat hubungan '

b S S
a
xy xx
)
=
Analisis berikutnya adalah melakukan uji signifikansi terhadap nilai korelasi
antara kedua kelompok ini. ,engujian dimulai kalau kita hanya mengambil satu peubah
kanonik saja, yaitu yang pertama. Kalau hasil pengujian menunjukan bah1a korelasi
adalah nyata, maka dilanjutkan kalau mengambil dua peubah kanonik, dan begitu
seterusnya, sampai dengan pengujian tidak nyata. "tatistik yang dipakai untuk pengujian
adalah '

+ =
=
+ + =
% , min(
) 9
*
% ) (
ln %: ) (
*
)
% ) ;(
p m
M j
j
p m n

< disebut -ambda =ilk


Dalam hal ini '
$>56 untuk menguji korelasi kanonik pertama
$>5) untuk menguji korelasi kanonik kedua
Dst.
"tatistik tersebut dibandingkan dengan nilai tabel ?
*
pada derajat bebas (m3$>%4(p3$>%.
Karena satuan peubah3peubah yang digunakan dalam penelitian ini berbeda, maka
digunakan matriks korelasi, @ (yaitu Rxx, Rxy, Ryx, maupun Ryy%.
&ntuk keperluan interpretasi dalam analisis korelasi kanonik, dikenal beberapa
besaran, yaitu '
a. Aanonical -oading
Aanonical loading merefleksikan derajat suatu peubah direpresentasikan oleh peubah
kanonik. Aanonical loading dihitung dengan rumus '
j
xx
j
Ux
a R r = dan
j
yy
j
Zy
b R r =
j
Ux
r merupakan canonical loading peubah asli 4 dengan peubah kanonik & ke j.
j
Zy
r
merupakan canonical loading peubah asli y dengan peubah kanonik 2 ke j.
b. ,roportion of 4plained 7ariance
Besaran berikutnya adalah
*
% ( y j
R
yaitu suatu besaran yang merepresentasikan
proporsi variance di dalam ruang y yang diterangkan oleh peubah kanonik ke j.
"edangkan proporsi variance di dalam ruang 4 yang diterangkan oleh peubah kanonik ke
j adalah
*
% ( x j
R
. Kedua besaran tersebut dirumuskan sebagai '
p
r r
R
Zy
T
Zy
y j
* *
*
% (
% (
=
m
r r
R
Ux
T
Ux
x j
* *
*
% (
% (
=
c. Aross3-oading
Aross3loading menyatakan hubungan antara peubah asli disatu kelompok dengan
peubah kanonik di kelompok lain. !ilai cross3loading diperoleh dengan mengalikan
koefisien korelasi dengan canonical loading3nya.
Aross3loading yi dengan peubah kanonik predictor ke j adalah '
(korelasi kanonik ke j%B(canonical loading peubah yi dengan 2j%
Aross3loading 4i dengan peubah kanonik respon ke j adalah '
(korelasi kanonik ke j%B(canonical loading peubah 4i dengan &j%
Catatan:
Karena satuan antara peubah prediktor dan peubah respon berbeda, maka digunakan
matriks korelasi dalam perhitungan AAA.
,rogram yang harus dibuat di $atlab adalah untuk menghitung parameter peubah
prediktor (C% dan peubah respon (D% sebagai berikut'
). Korelasi antara.C dan C
*. Korelasi antara C dan D
.. Korelasi antara D dan C
/. Korelasi antara D dan D
E. Korelasi kanonik (output diberi tanda B atau BB sesuai dengan hasil uji
signifikansi%
F. Bobot a
G. Bobot b
H. -oading prediktor
I. ,roporsi prediktor
)6. -oading respon
)). ,roporsi respon
)*. Aross loading predictor
).. Aross loading respon
)/. &ji statistik' nilai -ambda =ilks, Ahi3"Juare
)E. Ahi3"Juare tabel )K DL (m3i%4(p3i%
)F. Ahi3"Juare tabel EK DL (m3i%4(p3i%
)G. !ilai korelasi yang lulus uji chi3sJuare )K
)H. !ilai korelasi yang lulus uji chi3sJuare EK