Anda di halaman 1dari 68

Laporan Kasus Portofolio

Oleh:
dr. Meiustia Rahayu

Preeklampsia Berat dengan
HELLP Syndrome
Preeklampsia dan Eklampsia
KOMPLIKASI
KEHAMILAN
sebab
langsung
TOKSEMIA
GRAVIDARUM
(GESTOSIS)
SINDROMA
vasospasme, resistensi
vaskular, penurunan
perfusi organ
TANDA: hipertensi,
proteinuria, edema
LAPORAN
KASUS
Definisi
Preklampsia
Sindroma klinik dalam kehamilan viabel (usia kehamilan >20
minggu dan / atau berat janin 500 gram) yang ditandai dengan
hipertensi, proteinuria, dan edema.
Pada penyakit trofoblas, dapat timbul sebelum kehamilan
viabel.




Kelainan akut pada wanita hamil, dalam persalinan, atau nifas
yang merupakan perjalanan lanjutan dari preeklampsia,
ditandai dengan timbulnya kejang atau koma.
Eklampsia
Epidemiologi
Insiden Rate
4-5 : 10.000 kelahiran hidup (negara maju)
6-10 kasus per 10.000 kelahiran hidup
(negara berkembang)
75% antepartum, 25% postpartum
95% kasus antepartum pada trimester 3
primigravida > multigravida
(terutama primigravida muda)



Mortality Rate
AKI 0-4% akibat perdarahan intraserebral dan edema paru
AKB 10-28% prematuritas, pertumbuhan janin terhambat, dan
solusio plasenta

Epidemiologi
primigravida,
nullipara, usia
ekstrim
hiperplasento
sis (gemelli,
janin besar)
molla
hidatidosa,
hidrops fetalis
diabetes
mellitus
riwayat
peeklampsia
sebelumnya
riwayat keluarga
preeklamsia /
eklampsia
diet rendah
kalsium,
obesitas
aktivitas fisik
selama hamil
meningkat
hipertensi,
penyakit ginjal
trombofilia,
lupus, RA
Faktor risiko hipertensi preeklampsia dan eklampsia:
Etiologi - Patofisiologi
Kehamilan normal
Invasi trofoblas
ke desidua
pelebaran diameter a. spiralis 4-6 x
suplai darah 10.000 x
Etiologi - Patofisiologi
Preeklampsia
defisiensi
plasentasi
A. SPIRALIS SEGMEN
MIOMETRIUM
40% a. spiralis
kehamilan normal
diselubungi otot-
otot polos
hiperplasia tunika
media dan
trombosis
Insufisiensi & iskemik
ureteroplasentar
resistensi perifer
Etiologi - Patofisiologi

Iskemik uteroplasentar
Massa plasenta , perfusi
Kadar 1--25-(OH)
2
dan HPL
Absorpsi Ca2+ sal.cerna , ekskresi
PTH , kalsitonin
Absorpsi Ca
2+
dari tulang
Ca
2+
intrasel , kontraksi vaskular
Spasme
pembuluh
darah
Peningkatan
tekanan
darah
-------------------------------------------------------------Teori iskemik ureteroplasentar
Etiologi - Patofisiologi

Sintesis prostaglandin , pemecahan
Kepekaan vaskular thd Angiotensin II
Penyempitan vaskular, hambatan aliran darah
Hipertensi arterial, gangguan aliran darah
vasavorum, hipoksia dan rusak endotel
Pelepasan Endothelin-1 (vasokonstriktor kuat)
Kebocoran endotel.
Tertimbunnya trombosit & fibrinogen ke subendotel
------------------------Teori vasospasme dan respons vasopresor yang meningkat
Penyakit
vaskular ibu
Trofoblas
berlebihan
Gangguan plasentasi
Faktor genetik
Imunologik inflamasi
Zat perusak:
Sitokin
Peroksidase lemak
Penurunan perfusi
Uteroplasenta
Zat vasoaktif:
Prostaglandin
Nitrat oksidase
endotelin
trombositopenia
proteinuria
hemokonsentrasi
Edema
AKTIVASI
KOAGULASI
KEBOCORAN KAPILER
AKTIVASI ENDOTEL
VASOSPASME
Hipertensi
Oligouria
Kejang
Iskemia hepar
Solusio
plasenta
Patofisiologi Preeklampsia
Perubahan pada Preeklampsia
Kehamilan normal: progesteron atau kadar /
respon vasokonstriktor (angiotensin II, adrenalin,
noradrenalin) vasodilator dan prostanoid
(PGE2, PGI2) penurunan tonus otot polos
vasodilatasi perifer TD turun. Trimester 3, TD
kembali normal
Preeklamspsia: ritme diurnal terbalik, TD tinggi
pada malam hari
Perubahan
kardio-
vaskular
Rata-rata volum plasma menurun 500 ml pada
preeklampsia dibandingkan hamil normal
Regulasi
volum darah
GD & asam laktat meningkat
Konvulsi: asam organik dioksidasi dgn Na+ basa
Keseimbangan
air dan
elektrolit
Aliran darah di organ-organ
Penurunan suplai oksigen 20% hipertensi serebral
kejang dan perdarahan otak
Arus darah efektif 20% (750 ml/mnt 600 cc/mnt),
LFG (170 cc/mnt 120 cc/mnt). Kasus berat: oligouria
Kebocoran protein ringan-sedang di glomerulus
sindrom nefrotik, nekrosis tubular dan kortikal (sedikit
kasus)
Iskemik ureteroplasenta produksi renin
ureteroplasenta vasokonstriksi vaskular & kepekaan
vaskular thd vasokonstriktor (angiotensin, aldosteron)
Aliran darah di organ-organ
Edema paru (sebab utama kematian pada
preeklampsia) dekompensasi cordis
Peningkatan enzim-enzim hepar (berhubungan
dengan beratnya preeklampsia)
Edema dan spasme pembuluh darah mata.
Perubahan peredaran darah korteks serebri atau
retina skotoma, diplopia, ambliopia
Manifestasi Klinik
Tekanan Darah
TD 140 / 90 mmHg (diastolik lebih dipercaya)
TD naik 30 / 15 mmHg dari nilai normal perlu diobservasi
Minimal 2 kali pengukuran selang 6 jam saat istirahat



Edema
Kenaikan berat badan 1 kg / minggu atau 3 kg / bulan
Pembengkakan kaki, jari tangan, wajah
Jika berat edema di kelopak mata (edema nondependen)
Proteinuria
Protein dalam urin > 0,3 g/l dalam 24 jam atau dipstick +1
Minimal 2 kali pengambilan urin kateter / midstream selang 6 jam

Manifestasi Klinik
Nyeri Kepala
Nyeri pada daerah frontalis dan oksipitalis, jarang pd kasus ringan
Tidak sembuh dengan analgetik biasa
Mendahului kejang pertama pada eklampsia



Nyeri Epigastrium
Nyeri epigastrium atau kuadran kanan atas, mendahului kejang
Disebabkan peregangan kapsul Glisson di hepar akibat edema
atau perdarahan
Gangguan penglihatan
Pandangan kabur, skotoma, kebutaan parsial / total
Sebab: vasospasme, iskemia, perdarahan / ptekie korteks oksipital

Klasifikasi Working Group of the NHBPEP (2000)
PREEKLAMPSIA
RINGAN
Tekanan darah
>140 / 90 mmHg
pada kehamilan
> 20 minggu
Proteinuria
kuantitatif (Esbach)
0,3 g/L atau
dipstick +1 (0,3-
0,45 g/L)
Preeklampsia Berat
TD >160 / 110 mmHg pada kehamilan > 20 minggu
Proteinuria kuantitatif > 5 g/l atau dipstick +3 atau +4
Oligouria (produksi urin 500 ml / 24 jam)
Kenaikan kadar kreatinin plasma.
Gangguan visus dan serebral: nyeri kepala, skotoma,
pandangan kabur.
Nyeri epigastrium atau kuadran kanan atas menetap
Edema paru dan sianosis
Hemolisis mikroangiopati (peningkatan LDH)
Klasifikasi Working Group of the NHBPEP (2000)
Preeklampsia Berat
Trombositopenia berat < 100.000 / mm
3
atau DIC
Gangguan fungsi hepar:
peningkatan kadar enzim hepar (SGOT / SGPT)
peningkatan kadar alanin dan aspartat
ikterus
Pertumbuhan janin intrauterin yang terhambat (IUFGR)
Adanya sakit kepala hebat atau gangguan serebral,
gangguan penglihatan
HELLP Syndrom (H = Hemolysis, E = Elevated, L = Liver
enzyme, LP = Low Platelet Counts)
Klasifikasi Working Group of the NHBPEP (2000)
Klasifikasi Preeklampsia Berat
PEB Nonimpending
Eklampsia
nyeri kepala,
mata kabur
mual dan muntah
nyeri epigastrium
PEB impending
Eklampsia
Klasifikasi Working Group of the NHBPEP (2000)
Eklampsia
1. Aura (30 detik)
Mata terbuka tanpa melihat
Kelopak mata & tangan bergetar
Kepala terputar ke kanan / kiri
2. Tonik (30 detik)
Otot kaku, wajah kaku
Tangan genggam, kaki bengkok
Pernafasan berhenti, sianosis
Lidah tergigit
3. Klonik (1-2 menit)
Kontraksi semua otot berulang,
tempo cepat
4. Koma
nyeri kepala di
daerah frontal
gg. penglihatan
mual hebat
nyeri epigastrium
hiperefleksia
kejang dan
penurunan kesadaran
(sampai koma)
Klasifikasi Working Group of the NHBPEP (2000)
Pemeriksaan Fisik
peningkatan BB > 0,5 kg
per minggu atau
peningkatan BB tiba-tiba
dalam 1-2 hari.
tekanan darah
tinggi fundus uteri
edema pada muka yang memberat
atau edema anasarka
Pemeriksaan Kesejahteraan Janin
Hipertensi Gestasional
NST NORMAL
HR 110-160 x/i
variabel interbeat 5-25 x/i
2x akselerasi per 20 mnt
tanpa deselerasi
NST NONREAKTIF
akselerasi < 2x dlm
20 mnt
selama > 40 dtk
Pemeriksaan perkiraan pertumbuhan janin dan volum ketuban
Jika normal, periksa ulang bila ada perubahan pd ibu
Non-stress Test (NST)
Jika nonreaktif dan TD normal, NST ulang bila ada perubahan
pada ibu
Non-stress Test
Akselerasi: kenaikan 15 x/i pada kehamilan >32 mgu atau 10 x/i pada
kehamilan 32 mgu lebih tinggi dari baseline, sedikitnya
selama 15 detik
Pemeriksaan Kesejahteraan Janin
Preeklampsia Ringan
Pemeriksaan perkiraan pertumbuhan janin dan volum ketuban
Jika normal, periksa ulang tiap 3 minggu
Non-stress Test (NST)
Jika nonreaktif dan TD meningkat, ulangi NST tiap minggu
Ulangi NST segera bila ada perburukan ibu hamil
USG: EFW < 10
th
percentile atau AFI 5 cm, NST ulang minimal
tiap 2 minggu
Preeklampsia Berat
NST setiap hari
Amniotic Fluid Index
Estimated Fetus Weight
USG
Diagnosis Banding
PREEKLAMPSIA BERAT
Hipertensi kronis
Penyakit ginjal primer
Kehamilan dengan sindrom nefrotik
Kehamilan dengan decompensasio cordis
Trombotik angiopati
Kelainan konsumtif fibrinogen: kehamilan
dengan acute fatty liver, hipovolemia
berat atau perdarahan berat, sepsis.
Kelainan jaringan ikat
(SLE)
EKLAMPSIA
Epilepsi
Kejang karena obat
anastesia
Koma karena sebab
lain: perdarahan
otak, meningitis,
ensefalitis
Percegahan Terjadinya Preeklampsia
. Depkes RI, 2011
Nonmedical
1. Restriksi garam
2. Suplementasi diet
3. Tirah baring
Antihipertensi, diuretik
Kalsium 1500-2000 mg/hari
Zink 200 mg/hari
Magnesium 365 mg/hari
Antitrombolitik: Aspirin
<100 mg/hr, Dipyridamole
vit C, vit E, -carotene,
CoQ
10
, N-acetylcysteine,
asam alfa lipoik.
Penatalaksanaan Preeklampsia

Mencegah terjadinya eklampsia
Anak harus lahir dengan kemungkinan
hidup besar
Persalinan harus dengan trauma yang
sedikit-sedikitnya
Mencegah hipertensi yang menetap
Penatalaksanaan PER: Ambulatoar
Penatalaksanaan PER: Hospitalisasi
Indikasi Rawat
Hipertensi dan/atau proteinuria menetap selama > 2 minggu
Hasil tes laboratorium abnormal
1 gejala atau tanda preeklampsia berat
Monitoring
Pengukuran TD per 4 jam, kecuali ibu tidur
Pengamatan edema pada muka dan abdomen
Penimbangan BB pada waktu masuk RS dan setiap hari
Pengamatan gejala preeklampsia dengan impending
eklampsia: nyeri kepala frontal atau oksipital, gangguan
visus, nyeri kuadran kanan atas perut, atau nyeri epigastrium
Penatalaksanaan PER: Hospitalisasi
Laboratorium
Proteinuria dipstick (masuk RS) dan minimal 2 hari setelahnya
Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu
Tes fungsi hepar 2 kali seminggu
Tes fungsi ginjal: Cr serum, asam urat, dan BUN
Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (non-kateter tetap)
Pemeriksaan Kesejahteraan Janin
Pengamatan gerakan janin setiap hari
NST 2 kali seminggu
Profil biofisik janin, bila NST nonreaktif
Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu
Ultrasound Doppler arteri umbilikalis dan arteri uterina
Penatalaksanaan PER: Hospitalisasi
Pengelolaan Obstetrik
Bila penderita tidak inpartu
Umur kehamilan < 37 minggu
Bila tidak memburuk, kehamilan dipertahankan sampai aterm
Umur kehamilan 37 minggu
Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus
Bila serviks matang pada TP, pertimbangkan induksi persalinan

Bila penderita sudah inpartu
Ikuti persalinan dengan Grafik Friedman atau Partograf WHO
Konsultasi
Bagian penyakit mata
Bagian penyakit jantung
Penatalaksanaan PEB
Medikamentosa
Rawat RS, tirah baring miring ke kiri secara intermiten
Infus Ringer Laktat atau Ringer Dekstrose 5%
Oksigen dengan nasal kanul 4-6 L /menit
Diet seimbang, hindari protein dan kalori yang berlebih
Pemberian anti kejang MgSO
4
Loading dose:
4 g (10 cc) MgSO
4
40% dalam 250 cc infus RL, guyur
Maintenance dose:
8 g (10 cc) MgSO
4
40% dalam 500 cc infus RL, 18 gtt/i
Syarat pemberian MgSO
4
.7H
2
O
1. Refleks patella normal
2. Frekuensi nafas > 16 x/menit, tidak ada tanda-tanda gawat nafas
3. Produksi urine dalam 4 jam sebelumnya > 100 cc; 0,5 cc/kg BB/jam
4. Siapkan antidotum: Ca Glukonas 10% 1 gram dalam 10 cc NS IV dalam 3 mnt
Pemberian MgSO
4
.7H
2
O dihentikan apabila:
1. Tidak ada tanda-tanda preeklampsia berat, selambatnya dalam waktu 24
jam. Bila sesudah 24 jam tidak ada perbaikan maka keadaan ini harus
dianggap sebagai kegagalan pengobatan dan harus segera diterminasi.
2. Ada tanda-tanda intoksikasi
3. Setelah 8-24 jam pascapersalinan.
Refrakter terhadap MgSO
4
. 7H
2
O, dapat diberikan salah satu regimen:
1. 100 mg sodium thiopental IV
2. 10 mg diazepam IV
3. 250 mg sodium amobarbital IV
4. phenytoin : dosis awal 1000 mg IV; 16,7 mg/menit/1 jam 500 g oral
setelah 10 jam dosis awal dalam 14 jam
Penatalaksanaan PEB
Medikamentosa
Antihipertensi TD 180/110 mmHg atau MAP 126 mmHg
Nifedipine 10-20 mg oral, diulangi setelah 30 menit,
maksimum 120 mg dalam 24 jam
Nicardipine-HCl 10 mg dalam 100 atau 250 cc NaCl 0,9%
atau RL diberikan secara IV selama 5 menit.
Gagal dalam 1 jam diulang dosis 12,5 mg selama 5 menit
Gagal dalam 1 jam diulangi dosis 15 mg selama 5 menit


Diuretikum atas indikasi: edema paru, gagal jantung kongestif,
atau edema anasarka
25% TDS <160/105 atau MAP <125 mmHg
Penatalaksanaan PEB: Konservatif
Tujuan:
Mempertahankan kehamilan, sehingga mencapai umur kehamilan
yang memenuhi syarat janin dapat dilahirkan
Meningkatkan kesejahteraan bayi baru lahir tanpa mempengaruhi
keselamatan ibu

Indikasi: Kehamilan 37 minggu tanpa disertai tanda dan gejala
impending eklampsia

Terapi Medikamentosa:
Terapi medikamentosa seperti di atas
Bila penderita sudah kembali menjadi preeklampsia ringan, maka
masih dirawat 2-3 hari lagi, baru diizinkan pulang
Pemberian glukokortikoid diberikan pada umur kehamilan 32-34
minggu selama 48 jam.
Penatalaksanaan PEB: Konservatif
Perawatan di Rumah Sakit
Pemeriksaan dan monitoring tiap hari: nyeri kepala,
penglihatan kabur, nyeri perut kanan atas, nyeri epigastrium,
kenaikan berat badan dengan cepat.
Menimbang BB waktu masuk Rumah Sakit dan diikuti tiap hari.
Mengukur proteinuria ketika masuk rumah sakit dan diulangi
tiap 2 hari.
Pengukuran tekanan darah sesuai standar yang telah
ditentukan
Pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan USG : ukuran biometrik janin dan volum air
ketuban
Penatalaksanaan PEB: Konservatif
Penderita boleh dipulangkan:
Bila telah bebas dari gejala-gejala
PEB, masih tetap dirawat 3 hari lagi
baru diizinkan pulang
INPARTU
Ikuti
persalinan
Utamakan
per vaginam
Kecuali
indikasi SC
TIDAK
INPARTU
Pertahankan kehamilan
sampai aterm
Rencana
Persalinan
Penatalaksanaan PEB: Aktif
Gagal terapi
medikamentosa:
TD naik persisten
Tanda & gejala
impending
eklampsia
Ganguan fungsi
hepar / ginjal,
HELLP syndrome
Curiga solusio
plasenta
Timbul onset
partus, KPD,
pendarahan
Kehamilan
37 minggu
IUGR
(pemeriksaan
USG)
NST nonreaktif,
profil biofisik
abnormal
Oligohidramnion
Trombositopenia
progresif menjurus
HELLP syndrome
Indikasi Terminasi Kehamilan
Cara Persalinan: sedapat mungkin diarahkan per vaginam
Bila penderita belum inpartu, induksi persalinan (skor Bishop 8)
kala II dalam waktu 24 jam gagal
Stillbestrol 10 mg
D5%
Syntosinon 5 u
Pasien
Kencing
Enema
Tidak respon
Respon (+)
Pembukaan tidak lengkap
Botol II
Syntosinon 5 u
Tidak lengkap
Sectio caesarea
Ketuban (+) Ketuban (-)
Istirahat
Kondisi baik
Urgensi
melahirkan
PEB/eklampsia
Pembukaan
lengkap
Persalinan
per vaginam
Skor Bishop 0 1 2 3
Pembukaan (dilatation) 0 1-2 3-4 5-6
Pendataran (effacement) 0-30% 40-50% 60-70% 80%
Penurunan kepala janin (station) -3 -2 -1 +1, +2
Konsistensi (consistency) keras sedang lunak amat lunak
Posisi ostium uteri (position) posterior tengah anterior anterior
Cara Pemakaian:
Tambahkan 1 angka untuk:
preeklampsia
setiap normal partus
Kurangi 1 angka untuk:
post date
nullipara
ketuban negatif / lama
Bila Skor Total
Kemungkinan
Berhasil Gagal
0-4 50-60% 40-50%
5-9 90% 10%
10-13 100% 0%
Penatalaksanaan PEB: Aktif
Cara Persalinan:
Indikasi seksio sesarea:
Tidak ada indikasi untuk persalinan per vaginam
Induksi persalinan gagal
Terjadi gawat janin
Bila umur kehamilan < 33 minggu
Bila penderita sudah inpartu
Perjalanan persalinan diikuti dengan grafik Friedman
Memperpendek kala II
SC dilakukan bila terdapat kegawatan ibu dan gawat janin
Primigravida direkomendasikan pembedahan cesar
Anestesia: regional anestesia, epidural anestesia
Penatalaksanaan Eklampsia
Komplikasi Preeklampsia / Eklampsia
Sistem saraf pusat
Perdarahan intrakranial
Trombosis vena sentral
Hipertensi ensefalopati
Edema serebri
Edema retina
Macular atau retina detachment
Kebutaan korteks retina
Kardiopulmoner
Edema paru: kardiogenik /nonkardiogenik
Penumonia aspirasi
Depresi atau gagal pernafasan
Gagal jantung
Iskemia miokardium

Gastrointestinal-hepatik
Subkapsular hematoma hepar
Ruptur kapsul hepar
Nekrosis hati, akibat vasospasmus
arteriol umum
Lain-lain
Asites
HELLP syndrome Lidah tergigit, trauma dan
fraktur karena jatuh akibat kejang.
Kematian ibu
Hematologik
DIC
Trombositopenia
Hipofibrinogenemia hemolisis
Penyakit janin
IUGR
Solutio plasenta
IUFD
Kematian neonatal
Prematuritas, dismaturitas
Cerebral palsy
Ginjal
Gagal ginjal akut
Nekrosis tubular akut

1. Gejala & tanda tidak khas
2. Gejala dan tanda preeklampsia
Kenaikan LDH, AST, dan
bilirubin indirek
Penurunan haptoglobin
Apusan darah tepi :
fragmentasi eritrosit
Kenaikan urobilinogen
dalam urin
Tanda hemolisis
intravaskular
Kenaikan ALT, AST,
LDH
Trombositopenia
Trombosit
150.000/ml
Tanda kerusakan /
disfungsi sel hepatosit
hepar
HELLP syndrome
(Hemolysis, Elevated of Liver Enzymes, Low Platelet Count)
Pertimbangkan semua wanita hamil dengan keluhan nyeri pada kuadran atas abdomen!
Klasifikasi HELLP Syndrome
Mississippi
Serum LDH 600.000 IU/l
AST dan / atau ALT 40 IU/l

Klas I : Thrombosit 50.000/ml
Klas II : Thrombosit > 50.000/ml
sampai 100.000/ml
Klas III : Thrombosit > 100.000/ml
sampai 150.000/ml
Komplit
Trombosit < 100.000 / l
LDH 600 IU / L
SGOT 70 IU / L

Inkomplit
satu atau dua dari ciri di
atas
1 2
Tennessee
Penanganan HELLP syndrome
Medikamentosa
Sesuai terapi preeklampsia -
eklampsia
Sikap
Pengelolaan obstetrik

Dexamethasone rescue
Antepartum: 2 x 10 mg IV
Jika trombosit < 100.000/cc atau
trombosit 100.000 150.000/cc
dengan: eklampsia, hipertensi
berat, nyeri epigastrium, atau
gejala fulminant
Postpartum: 2 x 10 mg IV (2 kali)
2 x 10 mg IV (2 kali) stop
Pemeriksaan Laboratorium
Trombosit dan LDH per 12 jam
Bila trombosit < 50.000/ml atau
adanya tanda koagulopati
konsumtif, maka harus diperiksa:
waktu prothrombin
waktu tromboplastin partial
fibrinogen.

Dapat dipertimbangkan
Tranfusi trombosit bila trombosit < 50.000/cc
Antioksidan.

Prognosis Preeklampsia - Eklampsia
Koma yang lama
Nadi > 120 kali per menit
Suhu > 40 C
TD sistolik > 200 mmHg
Kejang > 10 kali
Proteinuria > 10 gr/dl
Tidak terdapat edema
Kriteria Eden

Prognosis BURUK bila
memenuhi salah satu
kriteria:
Laporan Kasus
Wanita, 36 th, datang ke Poli Obgyn RSUD Sol-Sel dengan:

Keluhan Utama:
Bengkak dan sembab pada kedua kaki sejak 4 hari yg lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang:
Bengkak dan sembab pada kedua kaki disadari pasien
sejak 4 hari yang lalu. Awalnya hanya di kedua
punggung kaki, kemudian sampai ke tungkai atas dan
punggung tangan, makin lama makin sembab.
Penambahan BB 8 kg dalam 1 bulan terakhir. Pasien
makan 2-3 kali sehari porsi biasa: nasi, lauk, dan sayur.
Mual (-), muntah (-), nyeri kepala (-), nyeri ulu hati (-).
Pandangan kabur (-), pandangan mendadak gelap (-).
Buang air kecil warna kuning pekat, frekuensi > 4 kali /
hari, volum cukup, nyeri BAK (-).

Anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang:
Nyeri pinggang menjalar ke ari-ari tidak ada.
Keluar lendir bercampur darah tidak ada.
Keluar air-air yang banyak dari kemaluan tidak ada.
Keluar darah dari kemaluan tidak ada.
Tidak haid sejak 8,5 bulan yang lalu.
HPHT: 20-12-2013.
Taksiran partus: 27-9-2013
Gerakan anak dirasakan sejak 4 bulan yang lalu.
Riwayat hamil muda: mual muntah hebat tidak ada,
perdarahan tidak ada.
Riwayat hamil tua: mual muntah hebat tidak ada, perdarahan
tidak ada.
Anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang:
Antenatal care: kontrol kehamilan
ke Puskesmas Muara Labuh pada
usia kehamilan 2, 4, 5, dan 6 bulan,
diperiksa TD normal (120/80
mmHg), mendapatkan obat
penambah darah, vitamin, kalsium
dan rutin diminum tiap hari.
Kontrol ke Poliklinik Kebidanan
RSUD Kabupaten Solok Selatan
tanggal 2-9-2014, letak janin
sungsang, diberikan obat Lactafar
1 x1 tab dan Cavida 1 x 1 tab.
Riwayat menstruasi:
menarche usia 14 th, siklus
teratur per 28 hari, lama 3-5
hari, banyak 2-3 kali ganti
duk per hari, nyeri haid (-).
Anamnesis
Riwayat penyakit dahulu: tidak pernah menderita penyakit jantung,
paru, hari, ginjal, DM, hipertensi, dan alergi obat.
Riwayat penyakit keluarga: tidak ada anggota keluarga yang
menderita penyakit keturunan, menular, dan kejiwaan. Riwayat
hipertensi atau kejang dalam kehamilan pada keluarga disangkal.
Riwayat pernikahan: 1 kali tahun 2006
Riwayat kehamilan / abortus / persalinan: 4 / 0 / 3
1. 2007 / / 2600 gram / cukup bulan / spontan / bidan / hidup
2. 2009 / / 2900 gram / cukup bulan / spontan / bidan / hidup
3. 2011 / / 2400 gram / cukup bulan / spontan / bidan / hidup
4. Sekarang
Riwayat kontrasepsi: suntik 1 x 3 bulan, tahun 2011-2013.
Riwayat imunisasi: tidak ada.
Riwayat kebiasaan: pasien tidak pernah merokok, minum alkohol,
atau menggunakan narkoba.
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis:
Keadaan Umum : Sedang
Kesadaran : Komposmentis kooperatif
Tekanan Darah : 190/110 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Nafas : 20 x/menit
Suhu : 37
o
C
BB saat ini : 108 kg
BB sebelum hamil : 70 kg
TB : 160 cm
Indeks Massa Tubuh : 27,34 kg/m
2

Kesan status gizi: obesitas
Status Generalis
Mata : Konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor
2 mm = 2 mm, refleks cahaya +/+ normal
Mulut : Mukosa mulut dan bibir basah
Thoraks
Paru : Inspeksi : simetris dalam keadaan statis dan dinamis
Palpasi : fremitus kiri = kanan
Perkusi : sonor di kedua lapangan paru
Auskultasi : vesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Jantung : Inspeksi : iktus tidak terlihat
Palpasi : iktus teraba 2 jari medial LMCS RIC V
Perkusi : batas jantung kiri 2 jari medial LMCS RIC V,
batas jantung kanan LSD, batas atas RIC II
Auskultasi : bunyi jantung murni, irama teratur, HR 88 x/i,
gallop (-)
Status Generalis
Abdomen : status obstetrikus
Genitalia : status obstetrikus
Ekstremitas : edema pada kedua kaki, tungkai bawah dan atas,
serta kedua tangan, akral hangat, refilling kapiler
< 2 detik, sianosis (-)
motorik : 5 5 5 5 5 5 eutonus eutrofi
5 5 5 5 5 5
sensorik : eksteroseptif dan proprioseptif baik
reflek fisiologis ++ ++
++ ++
refleks patologis - -
- -
Status Obstetrikus
Abdomen
Inspeksi : tampak membuncit sesuai usia kehamilan aterm, linea
mediana hiperpigmentasi (+), striae gravidarum (+),
sikatrik (-)
Palpasi : Leopold I : fundus uteri teraba 3 jari di bawah
prosesus xyfoideus, teraba massa bulat,
keras, melenting
Leopold II : teraba tahanan terbesar di kiri, bagian-
bagian kecil di kanan
Leopold III : teraba massa bulat, lunak, noduler
Leopold IV : konvergen
TFU : 30 cm TBJ : (30-13) x 155 gram = 2635 gram
HIS : tidak ada
Perkusi : timpani
Auskultasi : DJJ 135-147 x/menit

Status Obstetrikus
Genitalia
Inspeksi : vulva / uretra : tenang, perdarahan per vaginam (-)
VT : 1 jari longgar, portio tebal 1,5 cm, posterior, sedang,
ketuban sulit dinilai
UPD : promontorium sulit dinilai
linea inominata sulit dinilai
dinding samping panggul lurus
os. sacrum cekung
spina ischiadika tidak menonjol
os. coxigis mudah digerakkan
arcus pubis > 90
UPL : DIT dapat dilalui satu tinju dewasa (> 10,5 cm)
Kesan UPD dan UPL: ukuran panggul luas
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Hb : 8,8 g/dl
Leukosit : 14.600/mm
3

Trombosit : 147.000/mm
3
(konfirmasi SDT)
CT : 3 detik
BT : 2 detik
GDS : 76 mg/dl
Protein urin : +3 (duplo)
Kesan : anemia, leukositosis,
trombositopenia, proteinuria
Analisis Kasus
Wanita, 36 th
- G
4
P
3
A
0
H
3
gravid aterm 37-38 minggu dengan preeklampsia berat
- Janin hidup tunggal intrauterin presentasi bokong
Edema
tungkai 4 hari
BB naik 8 kg /
1 bln.BB hamil
naik 38 kg
TD 190/100.
TD normal
diukur 2 bln yll
Pemeriksaan
Leopold: letak
sungsang
Proteinuria
dipstick +3
(1-3 g/L)
Hb 8,8 g/dl
WBC 14.600/cc
Trom 147.000/cc
Gejala
impending
eklampsia (-)
Faktor risiko:
obesitas (IMT
27,34 kg/m
2
)
Gejala & tanda
edema paru /
gagal jantung (-)
IUFD (-)
- gerak anak (+)
- DJJ 135-147 x/i)
IUGR (-)
- EFW > persentil 10
- oligohidramnion (-)
Penatalaksanaan
Sikap
Rawat Bangsal Obgyn
O2 binasal 1-2 L /menit kapan perlu
Diet MB RG II
Tirah baring miring ke kiri intermiten


Medikamentosa
Regimen MgSO
4

- Dosis inisial: drip
4 g (10 cc) MgSO
4

40% dalam 250 cc
RL, guyur.
- Lanjutkan dosis
maintenance: drip
8 g (10 cc) MgSO
4

40% dalam 500 cc
RL, 18 tetes/mnt
Nifedipine 3 x 10 mg
p.o.
Metildopa 3 x 250 mg
p.o.
Periksa tanda vital dan DJJ per 4 jam
Pantau urine output per 24 jam
Pantau gejala:
- nyeri kepala frontal / oksipital
- penglihatan kabu
- nyeri perut epigastrium atau kanan atas
- edema anasarka
- perdarahan per vaginam
- klinis edema paru / gagal jantung
Cek laboratorium Hb, trombosit, proteinuria /24 jam
Transfusi PRC 250 cc, 2 kantong
Cek Hb 6 jam post transfusi
Rencana SC 6 jam post inisiasi regimen MgSO
4

(keluarga blm bersedia) 11 September 2014 pagi

Follow Up:
Rabu, 10 September 2014
S / - Sembab bertambah sampai lengan bawah dan sembab minimal pada kelopak
bawah mata.
- Nyeri kepala belakang (+), tidak menetap. Tidur pasien terganggu dengan
bunyi cardiotocography.
- Nyeri ulu hati (-), mual muntah (-), sesak nafas (-), perdarahan per vaginam (-).
O/ KU kesadaran TD Nadi Nafas Suhu
sedang cmc 180/110 mmHg 86x/i 20x/i 36,9C
Mata : edema minimal palpebra inferior ODS, konjungtiva anemis, sklera
tidak ikterik
Toraks : pulmo : vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-
cor : bunyi jantung murni, irama reguler, bising (-)
Abdomen : fundus uteri teraba 3 jari bawah prosesus xyfoideus, pungung di
kiri, presentasi bokong, HIS (-), DJJ 145-152 x/menit
Ekstremitas: pitting edema (+/+) pada kedua kaki, tungkai bawah dan atas,
serta kedua tangan dan lengan bawah, sianosis (-), ikterik (-),
refleks patella normal.
Urine output : 2.000 cc / 108 kg / 20 jam = 0,93 cc/kgBB/jam
Follow Up:
Laboratorium
Hb : 7,9 g/dl SGOT : 97 u/l (duplo)
Leukosit : 12.000/mm
3
SGPT : 27 u/l (duplo)
Trombosit : 89.000/mm
3
Total protein: 5,9 g/dl
GDS : 86 mg/dl Albumin : 3,9 mg/dl
Ureum : 21 mg/dl Globulin : 2,0 mg/d
Kreatinin : 0,6 mg/dl Proteinuria : +3 dipstick
Kesan : anemia sedang, leukositosis, trombositopenia, peningkatan enzim hepar,
proteinuria

WD/ - G
4
P
3
A
0
H
3
gravid aterm 37-38 minggu dengan PEB+ anemia sedang
- Janin hidup tunggal intrauterin presentasi bokong

Th/ - Sikap: lanjut
- Periksa tanda-tanda vital dan DJJ per 2 jam
- Transfusi PRC 250 cc, 1 kantong pre-op SC, 1 kantong post-op SC.
- Cek Hb 6 jam post transfusi.
- Konsul Sp.PD
- Medikamentosa: Regimen MgSO
4
dosis maintenance 18 tetes/menit.
Nifedipine 3 x 10 mg p.o. Metildopa 3 x 250 mg p.o.
Hasil konsul Sp.PD:
S / - Riwayat hipertensi sebelumnya disangkal.
- Riwayat DM, asma, sakit jantung, sakit kuning disangkal.
- Riwayat alergi makanan dan obat-obatan disangkal.
O/ KU kesadaran TD Nadi Nafas
sedang cmc 160/100 mmHg 82x/i 20x/i
Mata : konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik
Toraks : pulmo : bronkovesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-
cor : BJ I dan II murni, gallop (-)
Abdomen : status obstetrikus
Labor : Hb 7,9 g/dl
Leukosit 12.000 /mm
3


Kesan : Pro op a/i PEB + anemia ringan

Kesimpulan : - Risiko pulmonologi ringan
- Risiko kardiologi ringan
- Faal hemostasis dan kondisi metabolik baik

Saran : Kelola nyeri post operasi
Follow Up:
Rabu, 10 September 2014
S / - Sembab pada kedua kaki, tungkai bawah dan atas, kedua punggung tangan.
- Sembab kelopak bawah mata (-), nyeri kepala (-), perdarahan spontan (-).
- Nyeri ulu hati (-), mual muntah (-), sesak nafas (-), perdarahan per vaginam (-).
- Sudah ditransfusi darah 1 kantong
O/ KU kesadaran TD Nadi Nafas Suhu
sedang cmc 160/100 mmHg 84x/i 20x/i 36,8C
Mata : konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik
Toraks : pulmo : vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-
cor : bunyi jantung murni, irama reguler, bising (-)
Abdomen : fundus uteri teraba 3 jari bawah prosesus xyfoideus, pungung di
kiri, presentasi bokong, HIS (-), DJJ 138-148 x/menit
Ekstremitas: pitting edema (+/+) pada kedua kaki, tungkai bawah dan atas,
serta kedua tangan, sianosis (-), ikterik (-), purpura (-)
refleks patella normal.
Urine output : 2.500 cc / 108 kg / 24 jam = 0,96 cc/kgBB/jam
Follow Up:
Laboratorium
Hb : 9,6 g/dl (6j post transfusi) CT : 5 detik
Leukosit : 9.600/mm
3
BT : 3 detik
Trombosit : 74.000/mm
3
Proteinuria : +3 dipstick
Kesan : anemia sedang, trombositopenia, proteinuria

WD/ - G
4
P
3
A
0
H
3
gravid aterm 37-38 minggu dengan PEB + HELLP syndrome parsial
+ anemia sedang
- Janin hidup tunggal intrauterin presentasi bokong

Th/ - Oksigen binasal 1-2 L /menit kapan perlu
- Periksa tanda-tanda vital dan DJJ per 1 jam
- Pantau gejala nyeri kepala, penglihatan kabur, nyeri perut kanan atas, nyeri
epigastrium, edema anasarka, oligouria, perdarahan per vaginam, serta
gejala dan tanda edema paru / gagal jantung.
- Informed consent.
- Rujuk RSUP dr. M. Djamil Padang
- Medikamentosa: Regimen MgSO
4
dosis maintenance 18 tetes/menit.
Nifedipine 3 x 10 mg p.o. Metildopa 3 x 250 mg p.o.
Diskusi
Komplikasi PEB
Perburukan anemia: 8,8 g/dl 7,9 g/dl
Perburukan trombositopenia: 147.000/mm
3
89.000/mm
3
74.000/mm
3
Peningkatan enzim hepar: SGOT 97 u/l
LED tidak diperiksa


Indikasi Rujuk
Bila trombosit < 50.000/cc transfusi (tidak tersedia cito) &
pemeriksaan tambahan fibrinogen (tidak ada)
Fasilitas ICU tidak memadai untuk perawatan pasien eklampsia atau
perawatan post SC atas indikasi eklampsia
NICU tidak tersedia

Tennessee:
HELLP syndrome
parsial
Konseling Informasi Edukasi
RUJUK KE
RUMAH SAKIT
dengan fasilitas
lebih baik
Keracunan kehamilan:
- Akibat tensi tinggi
- Proses perjalanan dapat
mengalami perburukan
- Harus ditangani dengan
baik dan tepat
Sebab pasien harus dioperasi:
- Keracunan kehamilan pada usia
kehamilan cukup bulan
- Sudah terjadi gangguan fungsi
hati dan penurunan hebat
jumlah keeping darah
- Janin letak sungsang
Any
Question?