Anda di halaman 1dari 22

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Secara sederhana, energi terbarukan didefinisikan sebagai energi yang
dapat diperoleh ulang (terbarukan) seperti sinar matahari dan angin. Sumber
energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari
lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan
pemanasan global seperti pada sumber-sumber tradisional lain. Ini adalah alasan
utama mengapa energi terbarukan sangat terkait dengan masalah lingkungan dan
ekologi di mata banyak orang.
Penggunaan energi di Indonesia meningkat pesat sejalan dengan
pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Sedangkan, akses ke energi
yang andal dan terjangkau merupakan pra-syarat utama untuk meningkatkan
standar hidup masyarakat.Untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus
meningkat tersebut, dikembangkan berbagai energia1lternative, di antaranya
energi terbarukan. Potensi energi terbarukan, seperti: biomassa, panas bumi,
energi matahri, energi air, energi angin dan energi samudera, sampai saat ini
belum banyak dimanfaatkan, padahal potensi energi terbarukan di Indonesia
sangatlah besar. Energi surya adalah energi yang didapat dengan mengubah
energi panas surya (matahari) melalui peralatan tertentu menjadi sumber daya
dalam bentuk lain. Energi surya menjadi salah satu sumber pembangkit daya
selain air, uap,angin, biogas, batu bara, dan minyak bumi.
1.2 Rumusan Masalah
- Apa itu Energi Matahari ?
- Bagaimana dampak pemakaian energy matahari terhadap lingkungan ?
- Bagaimana cara penanggulangan dampak dari energy matahari ?
1
2


1. 3 Tujuan
- Mengetahui apa itu Energi Matahari
- Mengerti cara penanggulangan dampak dari energy matahari
1. 4 Manfaat
Pembaca dapat mengetahui dan mengerti apa yang dimaksud dengan
energi matahari, dan juga dapat mengetahui dampak yang ditimbulkna serta
penanggulangannya.












3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Energi Matahari (Surya)
Energi Matahari adalah energi yang didapat dengan mengubah energi
panas Matahari melalui peralatan tertentu menjadi sumber daya dalam bentuk
lain. Energi matahari sangatlah luar biasa karena tidak bersifat polutif, tak dapat
habis, dapat dipercaya dan tidak membeli(Gunadarma.ac.id). Energi matahari
dapat dikonversikan langsung menjadi bentuk energi lain dengan tiga proses,
yaitu : Proses Helochemical, Proses Helioelectrical, dan proses Heliothermal
(Anynomous,1997).
Proses Heliochemical. Reaksi helochemical yang utama adalah proses foto
sintesa.Proses ini adalah sumber dari semua bahan bakar fosil.
Prosesn Helioelectrical. Reakasi Helioelectrical yang utama adalah
produksi listrik oleh sel sel surya
Proses Heliotermal adalah penyerapan radiasi matahari dan
pengkonversian energi ini menjadi energi termal.
Teknik pemanfaatan energi surya mulai muncul pada tahun 1839,
ditemukan oleh A.C. Becquerel. Ia menggunakan kristal silikon untuk
mengkonversi radiasi Matahari, namun sampai tahun 1955 metode itu belum
banyak dikembangkan. Selama kurun waktu lebih dari satu abad itu, sumber
energi yang banyak digunakan adalah minyak bumi dan batu bara. Upaya
pengembangan kembali cara memanfaatkan energi surya baru muncul lagi pada
tahun 1958. Sel silikon yang dipergunakan untuk mengubah energi surya menjadi
sumber daya mulai diperhitungkan sebagai metode baru, karena dapat digunakan
sebagai sumber daya bagi satelit angkasa luar.
3
4

Matahari dari dekat. Secara global, matahari menyediakan 10.000 kali
energi manusia yang dapat di memanfaatkan siapapun secara gratis.Energi surya
atau matahari telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika dieksplotasi
dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi
energi dunia saat ini dalam waktu yang lebih lama. Matahari dapat digunakan
secara langsung untuk memproduksi listrik atau untuk memanaskan bahkan untuk
mendinginkan. Potensi masa depat energi surya hanya dibatasi oleh keinginan kita
untuk menangkap kesempatan.Ada banyak cara untuk memanfaatkan energi dari
matahari. Tumbuhan mengubah sinar matahari menjadi energi kimia dengan
menggunakan fotosintesis. Kita memanfaatkan energi ini dengan memakan dan
membakar kayu. Bagimanapun, istilah tenaga surya mempunyai arti mengubah
sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik untuk kegunaan
kita. dua tipe dasar tenaga matahari adalah sinar matahari dan photovoltaic
(photo- cahaya, voltaic=tegangan)Photovoltaic tenaga matahari: melibatkan
pembangkit listrik dari cahaya. Rahasia dari proses ini adalah penggunaan bahan
semi konduktor yang dapat disesuaikan untuk melepas elektron, pertikel
bermuatan negative yang membentuk dasar listrik. Energi matahari merupakan
energi yang utama bagi kehidupan di bumi ini. Berbagai jenis energi, baik yang
terbarukan maupun tak-terbarukan merupakan bentuk turunan dari energi ini baik
secara langsung maupun tidak langsung.
Berikut ini adalah beberapa bentuk energi yang merupakan turunan dari
energi matahari misalnya:
Energi angin yang timbul akibat adanya perbedan suhu dan tekanan satu
tempat dengan tempat lain sebagai efek energi panas matahari.
Energi air karena adanya siklus hidrologi akibat dari energi panas matahari
yang mengenai bumi.
Energi biomassa karena adanya fotosintesis dari tumbuhan yang notabene
menggunakan energi matahari.
Energi gelombang laut yang muncul akibat energi angin.
5

Energi fosil yang merupakan bentuk lain dari energi biomassa yang telah
mengalami proses selama berjuta-juta tahun.
Selain itu energi panas matahari juga berperan penting dalam menjaga
kehidupan di bumi ini. Tanpa adanya energi panas dari matahari maka seluruh
kehidupan di muka bumi ini pasti akan musnah karena permukaan bumi akan
sangat dingin dan tidak ada makluk yang sanggup hidup di bumi.
2.2 Energi Matahari sebagai Energi Alternatif
Energi panas matahari merupakan salah satu energi yang berpotensi untuk
dikelola dan dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber cadangan energi terutama
bagi negara-negara yang terletak di khatulistiwa termasuk Indonesia, dimana
matahari bersinar sepanjang tahun. Dapat dilihat dari gambar di atas bahwa energi
matahari yang tersedia adalah sebesar 81.000 TerraWatt sedangkan yang
dimanfaatkan masih sangat sedikit. Energi surya disebut-sebut oleh banyak orang
sebagai sumber energi utama di masa depan, jadi mari kita melihat keuggulan dan
kelemahan energi surya. Energi surya memiliki keunggulan yang lebih banyak
dibandingkan dengan kelemahannya, tapi kelemahan ini masih merupakan batu
sandungan utama untuk pemakaian energi surya yang lebih luas.
Energi matahari yang sampai ke bumi merupakan sebuah pancaran
gelombang pendek dalam bentuk radiasi. Menurut Christopher Plafin (1998)
radiasi adalah energi pancaran berupa gelombang elektromagnetik.
Pancaran energi surya atau bisa disebut dengan radiasi surya yang diterima
di setiap permukaan bumi berbeda-beda menurut ruang dan waktunya. Artinya
pancaran energi matahari akan sangat bergantung pada waktu, tempat dan keadaan
lingkungan dalam hal ini adalah kondisi iklim dan topografi masing-masing
wilayah. Radiasi diukur dalam satuan kW/m
2
, setiapsatuan waktu radiasi yang
memancar dapat disebut dengan intensitas radiasi atau dengan kata lain intensitas
radiasi matahari ialah jumlah energi matahari yang jatuh pada suatu bidang
6

persatuan luas dalam satu satuan waktu. Dalam atmosfer bumi terdapat
bermacam-macam radiasi seperti (Bryan Yuliarto, 2007) :
1. Direct Solar Radiation (S) yaitu radiasi langsung dari matahari yang sampai
ke permukaan bumi.
2. Radiation Difus (D) yang berasal dari pantulan-pantulan oleh awan dan
pembauran-pembauran oleh partikel-partikel atmosfer.
3. Surface Raflectivity (r) yaitu radiasi yang berasal dari pantulan-pantulan oleh
permukaan bumi.
4. Out Going Terrestial radiation (O), yaitu radiasi yang berasal dari bumi yang
berupa gelombang panjang.
5. Back Radiation (B) yaitu radiasi yang berasal dari awan-awan dan butir-butir
uap air dan CO2 yang terdapat dalam atmosfer.
6. Global (total) Radiation (Q), dan
7. Net Radiation (R)
2.3 Proses Kerja Energi Surya
Sel surya yang sering kita lihat adalah sekumpulan modul sel photovoltaic
(photo = cahaya, voltaic = listrik) yang disusun sedemikian rupa dan dikemas
dalam sebuah frame. Sel photvoltaic ini yang nantinya akan merubah secara
langsung energi matahari menjadi listrik.
7


Gambar 1. Panel surya
Sel photovoltaic ini terbuat dari bahan khusus semikonduktor yang
sekarang banyak digunakan dan disebut dengan silikon. Ketika cahaya mengenai
sel silikon, cahaya tersebut akan diserap oleh sel ini, hal ini berarti bahwa energi
cahaya yang diserap telah ditransfer ke bahan semikonduktor yang berupa silikon.
Energi yang tersimpan dalam semikonduktor ini akan mengakibatkan elektron
lepas dan mengalir dalam semikonduktor. Semua sel photovoltaic ini juga
memiliki medan elektrik yang memaksa elektron yang lepas karena penyerapan
cahaya tersebut untuk mengalir dalam suatu arah tertentu. Elektron yang mengalir
ini adalah arus listrik, dengan meletakkan terminal kontak pada bagian atas dan
bawah dari sel photovoltaic ini akan dapat dilihat dan diukur arus yang mengalir
sehingga dapat digunakan untuk menyuplai perangkat eksternal. Hal diatas adalah
dasar perubahan energi surya menjadi listrik oleh semikonduktor silicon
(Alpensteel.com)
2.3.1 Sel Silikon
Sel silikon mempunyai sifat kimia khusus dalam format kristalnya. Atom
silikon mempunyai 14 elektron yang diatur dalam tiga kulit atom yang berbeda.
Dua kulit atom yang pertama terisi elektron penuh dan sisanya pada kulit terluar
8

yang hanya terisi empat elektron. Atom silikon ini akan selalu mencari jalan untuk
memenuhi kulit luarnya (ingin memenuhi sampai punya 8 elektron) dengan cara
melakukan ikatan dengan atom silikon lain yang kulit luarnya sama mempunyai 4
elektron. Gabungan dari dua atom ini adalah struktur kristal murni yang
merupakan dasar pembentuk sel photovoltaic.

Gambar2. Kombinasi 2 atom
Silikon murni bersifat sebagai konduktor karena tidak ada satupun
elektron yang bergerak bebas, artinya elektron berada pada bahan yang
mempunyai sifat konduktor yang bagus seperti tembaga, atau dengan kata lain
elektron terkunci dalam struktur kristal silikon murni. Silikon dalam sel surya
sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga akan bekerja sebagai sel surya. Sel
surya ini mempunyai silikon dengan impurity atom lain yang dicampur dengan
atom silikon. Dalam hal ini atom silikon tidak akan bekerja tanpa impurity
tersebut. Silikon akan dicampur dengan sebuah atom phospor. Atom phospor
mempunyai 5 elektron di kulit terluarnya. Ketika energi diberikan ke kristal
silikon murni, sebagai contoh misalnya dalam wujud panas, hal ini akan
menyebabkan beberapa elektron akan lepas dan meninggalkan atomnya. Setiap
elektron akan meninggalkan sebuah hole (lobang) disekitar atom dimana elektron
bisa diikat. Elektron ini kemudian lepas secara acak disekitar kisi kisi dari
kristal atom tersebut untuk mencari hole lain yang kosong untuk ditempati.
Elektron ini disebut sebagai elektron bebas dan dapat membawa arus listrik.
9

Silikon tak murnian yang dicampur dengan phospor ini membutuhkan
sedikit energi untuk melepaskan salah satu elektron phospor yang tidak diikat
dalam suatu ikatan dengan atom lain tetangganya. Sebagai hasil campuran antara
silikon dan phospor ini, banyak elektron yang lepas dan banyak membawa muatan
arus listrik apabila dibandingkan dengan silikon murni. Proses penambahan atom
phospor ini disebut sebagai proses doping. Ketika silikon di doping dengan
phospor maka silikon disebut sebagai atom n-type (n untuk negatif) karena
adanya elektron bebas. Silikon n-type yang telah didoping ini mempunyai sifat
konduktor yang lebih bagus daripada silikon murni. Pada bagian lain silikon yang
didoping dengan boron yang mempunyai elektron pada kulit terluar 3 elektron
maka silikon akan menjadi atom p-type (p untuk positif) yang banyak memilki
hole bebas karena ketiadaan elektron. Sehingga atom p-type ini akan bertugas
berkebalikan dari atom n-type.
Ketika diletakkan silikon n-type dengan silikon p-type, maka setiap sel
photovoltaic ini memiliki minimal satu medan listrik. Tanpa medan listrik maka
sel tidak akan bekerja, dan pada fase ini antara silikon n-type dan silikon p-type
sedang melakukan ikatan. Dan kemudian elektron pada slilikon n-type akan
mencari hole pada silikon p-type untuk ditempati elektron tersebut. Sebelumnya
silikon ini memiliki muatan yang netral. Elektron lebih pada phospor akan
diseimbangkan oleh proton. Ketika hole dan elektron digabung jadi satu dalam
sambungan antara n-type dan p-type maka kenetralan dari silikon ini akan
terganggu. Pada sambungan akan membentuk suatu campuran elektron dan
akhirnya keseimbangan tercapai lagi dan akan terbentuk suatu medan elektrik
yang memisahkan kedua sisi tersebut.


10


A = n-type ; B = p-type
Medan elektrik ini bekerja seperti dioda, membiarkan (bahkan
mendorong) elektron untuk mengalir dari sisi P ke sisi N, dan elektron hanya
memiliki satu arah.(Alpensteel.com)
2.3.2 Listrik yang yang dihasilkan sel photovoltaic
Ketika cahaya dalam hal ini adalah photon (satuan energi dalam cahaya)
mengenai sel surya, maka energinya akan membebaskan pasangan elektron dan
hole. Setiap photon dengan energi yang cukup secara normal akan membebaskan
elektron, dan akan menghasilkan hole bebas juga. Apabila hal ini terjadi cukup
dekat dengan medan listrik, atau jika elektron bebas dan hole bebas masih berada
pada range pengaruhnya, maka medan listrik ini akan mengirimkan elektron pada
sisi N dan hole pada sisi P. Hal ini akan mengakibatkan kenetralan terganggu, dan
jika disediakan alur arus luar, maka elektron akan mengalir sepanjang alur,
kembali ke asalnya yaitu sisi P untuk bersatu dengan hole yang dikirim oleh
medan listrik. Elektron yang mengalir ini akan menghasilkan arus sedangkan
medan listrik akan menghasilkan tegangan. Dengan kedua unsur arus dan
tegangan tersebut, akan didapatkan power.(Alpensteel.com)
11


A = n-type ; B = p-type















12

BAB III
ENERGI MATAHARI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN


Di samping penggunaan panas matahari sebagai pembangkit listrik,
pembangkitan listrik dengan sel surya merupakan kemungkinan lebih jauh untuk
penggunaan energi radiasi matahari secara langsung. Namun begitu, berbeda
dengan pembangkit listrik dengan panas matahari, energi matahari akan secara
langsung dikonversikan menjadi energi listrik melalui sel surya.Listrik dari sel
surya memiliki sifatnya yang tidak menghasilkan noise selama operasi dan tanpa
menghasilkan substansi atau partikel yang beracun pada pembangkit listriknya.
Namun begitu, efek lingkungan dapat saja terjadi sebagaimana dijelaskan sebagai
berikut:
1. Konstruksi
Efek lingkungan yang berhubungan dengan manufaktur pembangkit
sel surya khususnya terjadi selama proses produksi sel surya. Dalam
beberapa tahun terakhir, telah dibahas terutama terhadap penggunaan
sumber mineral yang langka dan beracun. Solar sel dengan bahan mono-
crystalline dan multi-crystalline begitu juga dengan silikon tak berbentuk
secara umum dikenali sebagai sumber mineral yang langka dan sedikit
digunakan, sedangkan teknologi sel cadmium telluride (CdTe) dan sel CIS
merupakan mineral dengan konsumsi menengah. Aplikasi dari germanium
(Ge) tampaknya secara khusus bermasalah untuk produksi sel silikon tak
berbentuk; hal yang sama terjadi terhadap Indium (In) pada sel CIS dan
tellurium pada sel CdTe. Berdasarkan pengetahuan yang ada sekarang ini,
kuantitas dari material-material tersebut adalah terbatas di bumi ini. Dalam
hal material beracun, hanya efek lingkungan yang sedikit yang dapat
terjadi untuk teknologi silikon crystalline. Namun begitu, teknologi sel
CdTe dan CIS dapat dianggap lebih bermasalah karena kandungan
kadmium (Cd), selenium (Se), tellurium (Te) dan tembaga (Cu) yang
tinggi. Selain itu, selama masa manufaktur dari modul CIS, substansi gas
12
13

racun (seperti hidrogen selenida (H
2
Se)) dapat dihasilkan yang secara
umum berhubungan dengan potensi bahaya lingkungan tertentu. Secara
umum, efek lingkungan yang berhubungan dengan manufaktur sel surya
adalah sebanding dengan industri manufaktur semikonduktor. Akan tetapi,
efek lingkungan yang telah dijelaskan relatif rendah karena peraturan legal
akan perlindungan lingkungan yang berkembang. Hal ini juga benar akibat
dibutuhkannya kemurnian material selama proses manufaktur sel surya. Di
lain pihak, dapat saja terjadi potensi bahaya yang berhubungan dengan
proses manufaktur dalam kasus kegagalan operasinya.
2. Operasi Normal
Selama operasi dari modul sel surya yang ditempatkan pada atap,
tidak ada noise yang dihasilkan dan tidak ada substansi yang dikeluarkan.
Inverter yang tersedia baru-baru ini di pasaran memiliki sifat low-noise
yang sedang dikembangkan dengan menggunakan desain khusus. Hal ini
memungkinkan pembangkitan listrik yang sangat ramah lingkungan.
Selain itu, modul sel surya sangat mirip dengan atap dalam hal penyerapan
dan pemantulan terhadap radiasi matahari. Oleh karena itu, tidak ada
pengaruh yang besar terhadap iklim lokal. Baru-baru ini modul yang
ditempatkan pada atap yang miring dan datar dalam beberapa kasus dapat
terlihat dari jarak jauh. Hal ini dapat berpengaruh terhadap pandangan dari
penduduk perkotaan maupun pedesaan. Namun di lain pihak, pemasangan
tersebut tidak membutuhkan ruang tambahan. Pembangkit listrik dengan
sel surya yang ditempatkan pada tanah (seperti pembangkit listrik yang
dipasang pada tanah bekas pertanian atau pertambangan) sebagian atau
seluruhnya akan membatasi penggunaan lahan untuk keperluan lain.
Namun begitu, hanya sebagian kecil dari lahan akan hilang untuk tujuan
penggunaan lahan lainnya, yaitu hanya sekitar fondasi yang mendukung
pemasangan modul sel surya. Lahan utama yang masih tersisa dapat
digunakan untuk pertanian atau penanaman rerumputan untuk gembala
domba. Penghasil Kadmium (cd)
14

Salah satu isu yang sering terdengar adalah penggunaan cadmium
(cd) dalam sel surya cadmium telurida (cdTe). Jumlah cadmium yang
digunakan dalam film tipis modul photovoltaic (PV) relative rendah yaitu
5-10g/ m2. Saat ini PV menyebabkan emisi cadmium sebesar 0,3-0,9
mikrogram/kwh. Dalam badan perairan, kelarutan Cd dalam konsentrasi
tertentu dapat membunuh biota perairan. Biota-biota yang tergolong
crustacea akan mengalami kematian dalam waktu 24-504 jam bila dalam
badan air dimana rentang konsentrasi Cd dalam perairan adalah 0,005-0,15
ppm. Untuk biota yang tergolong insecta akan mengalami kematian 24-
672 jam dimana rentang konsentrasi Cd adalah 0,0028-4,6 ppm.
Sedangkan untuk perairan tawar,seperti ikan emas akan mengalami
kematian dalam waktu 96 jam dengan rentang konsentrasi Cd dalam
perairan yaitu 1,092-1,104 ppm (Sumber : Murphy P.M.,Unv. Of Wales
Ins. Of tech and Sciences, 1974)
Logam kadmium atau Cd juga akan mengalami proses
biotransformasi dan bioakumulasi dalam organisme hidup. Logam ini
masuk ke dalam tubuh bersama makanan yang dikonsumsi, tetapi
makanan tersebut telah terkontaminasi oleh logam Cd dan atau
persenyawaannya. Dalam tubuh biota perairan, jumlah logam yang
terakumulasi akan mengalami peningkatan dengan adanya proses
biomagnifikasi di badan air. Di samping itu, tingkatan biota dalam sistem
rantai makanan turut menentukan jumlah Cd yang terakumulasi. Dimana
pada biota yang lebih tinggi stratanya akan ditemukan akumulasi Cd yang
lebih banayak, sedangkan pada biota top level merupakan tempat
akumulasi paling besar. Bila jumlah Cd yang masuk tersebut telah
melebihi nilai ambang batas maka biota dari suatu level atau strata tersebut
akan mengalami kematian dan bahkan kemusnahan. Keadaan inilah yang
menjadi penyebab kehancuran suatu tatanan sistem lingkungan(ekosistem)
,karena salah satu mata rantainya telah hilang.

15

Pada hewan yang hidup di tanah dan bangssa mamalia, dimana dalam tubuh
mereka telah terakumulasi oleh Cd, maka Cd yang terakumulasi akan ditransfer
oleh got wall (celah dinding/kulit).
Logam atau persenyawaan Cd yang terdapat di udara dalam bentuk partikular,
akan dapat diserap oleh tumbuh-tumbuhan. Pada tumbuhan yang menyerap
partikular Cd akan mengalami peristiwa terjadinya hambatan terhadap penyerapan
zat besi yang sangat dibutuhkan oleh klorofil(zat hijau daun) tumbuhan.
3.1 Keuntungan dan Kerugian Energi Matahari
Keuntungan dari penggunaan energi panas matahari antara lain:
Energi panas matahari merupakan energi yang tersedia hampir diseluruh
bagian permukaan bumi dan tidak habis (renewable energy).
Penggunaan energi panas matahari tidak menghasilkan polutan dan emisi
yang berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan.
Penggunaan energi panas matahari untuk pemanas air, pengeringan hasil
panen akan dapat mengurangi kebutuhan akan energi fosil.
Pembanguan pemanas air tenaga matahari cukup sederhana dan memiliki
nilai ekonomis.
Kerugian dari penggunaan energi panas matahari antara lain:
Sistem pemanas air dan pembangkit listrik tenaga panas matahari tidak
efektif digunakan pada daerah memiliki cuaca berawan untuk waktu yang
lama.
Pada musim dingin, pipa-pipa pada sistem pemanas ini akan pecah karena
air di dalamnya membeku.
Membutuhkan lahan yang sangat luas yang seharusnya digunakan untuk
pertanian, perumahan, dan kegiatan ekonomi lainya. Hal ini karena rapat
energi matahari sangat rendah.
Lapisan kolektor yang menyilaukan bisa mengganggu dan membahayakan
penglihatan, misalnya penerbangan.
Sistem hanya bisa digunakan pada saat matahari bersinar dan tidak bisa
digunakan ketika malam hari atau pada saat cuaca berawan.
16

Penyimpanan air panas untuk perumahan bukan merupakan masalah,
tetapi penyimpanan uap air pada pembangkit listrik memerlukan teknologi
yang sulit.



























17

BAB IV
PENANGGULANGAN DAMPAK LINGKUNGAN YANG TIMBUL


4.1 Penanggulangan Dampak Cadmium terhadap Lingkungan
Upaya penanganan pencemaran logam berat sebenarnya dapat dilakukan
dengan menggunakan proses kimiawi. Seperti penambahan senyawa kimia
tertentu untuk proses pemisahan ion logam berat atau dengan resin penukar ion
(exchange resins), serta beberapa metode lainnya seperti penyerapan
menggunakan karbon aktif, electrodialysis dan reverse osmosis. Penanganan
logam berat dengan mikroorganisme atau mikrobia (dalam istilah Biologi dikenal
dengan bioakumulasi,bioremediasi, atau bioremoval), menjadi alternatif yang
dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat keracunan elemen logam berat di
lingkungan perairan tersebut.
Penyerapan ion logam berat oleh sianobakteria dan mikroorganisme terdiri atas
dua mekanisme yang melibatkan proses aktif uptake (biosorpsi) dan pasif uptake
(bioakumulasi).
a. Proses aktif uptake
Proses ini juga dapat terjadi pada berbagai tipe sel hidup. Mekanisme ini secara
simultan terjadi sejalan dengan konsumsi ion logam untuk pertumbuhan
sianobakteria, dan/atau akumulasi intraselular ion logam tersebut. Logam berat
dapat juga diendapkan pada proses metabolisme dan ekresi sel pada tingkat kedua.
Proses ini tergantung dari energi yang terkandung dan sensitivitasnya terhadap
parameter yang berbeda seperti pH, suhu, kekuatan ikatan ionik, cahaya dan
lainnya.
Proses pengolahan limbah yang mengandung ion logam berat dengan
melibatkan sianobakteria dapat dilakukan dengan proses pertama, sianobakteria
pilihan dimasukkan, ditumbuhkan dan selanjutnya dikontakkan dengan air yang
tercemar ion logam berat tersebut. Proses pengontakkan dilakukan dalam jangka
waktu tertentu yang ditujukan agar sianobakteria berinteraksi dengan ion logam
berat, selanjutnya biomassa sianobakteria ini dipisahkan dari cairan. Proses
17
18

terakhir, biomassa sianobakteria yang terikat dengan ion logam berat diregenerasi
untuk digunakan kembali atau kemudian dibuang ke lingkungan.
b. Proses pasif uptake
Proses ini terjadi ketika ion logam berat terikat pada dinding sel biosorben.
Mekanisme passive uptake dapat dilakukan dengan dua cara, pertama dengan cara
pertukaran ion di mana ion pada dinding sel digantikan oleh ion-ion logam berat;
dan kedua adalah pembentukan senyawa kompleks antara ion-ion logam berat
dengan gugus fungsional seperti karbonil, amino, thiol, hidroksi, fosfat, dan
hidroksi-karboksil secara bolak balik dan cepat. Sebagai contoh adalah pada
Sargassum sp. dan Eklonia sp. di mana Cr(6) mengalami reaksi reduksi pada pH
rendah menjadi Cr(3) dan Cr(3) di-remove melalui proses pertukaran kation.

4.2. Penanggulangan Dampak dari Lahan yang Dipakai sebagai PLTS
Oleh karena permukaan yang ditutupi relatif besar dan juga karena
divergensi penyerapan dan pemantulan yang beragam jika dibandingkan dengan
lahan pertanian, pengaruhnya terhadap iklim mikro dapat saja terjadi. Namun,
efek lingkungan ini hanya relevan dalam kasus penggunaan sel surya secara besar-
besaran, yang sangat jarang terjadi karena alasan ekonomi. Operasi dari
pembangkitan dengan sel surya juga berhubungan dengan transmisi radiasi
elektromagnetik (aspek dari kompatibilitas elektromanget). Tidak seperti
pembangkit listrik umumnya, pembangkit dengan sel surya umumnya dilengkapi
dengan kabel arus searah secara besar-besaran dan dalam hal generator sel surya
dibutuhkan permukaan radiasi yang luas, selain itu ditempatkan pada daerah
perumahan penduduk sekitar. Namun begitu, selama proses pemasangan,
umumnya terjamin bahwa lintasan tertutup dari pengkabelan, yang dapat bersifat
sebagai antena dijaga sekecil mungkin. Hal ini merupakan tindakan protektif
untuk menjaga iradiasi dan penerimaan radiasi elektromagnetik. Penerimaan
radiasi gelombang elektromagnetik secara khusus merupakan permasalahan yang
kritis dalam hal terjadinya petir di sekitar modul sel surya dan dapat menghasilkan
tegangan dan arus berlebih jika daerah penerimaannya yang terlalu besar.
Rusaknya komponen listrik dapat terjadi akibat hal tersebut. Namun begitu,
19

medan magnetik dengan frekuensi rendah yang dihasilkan dari komponen sel
surya tidaklah lebih besar dibandingkan dengan peralatan rumah tangga, dimana
emisinya dapat dianggap lebih rendah seperti jika dibandingkan dengan televisi.
Usaha manufaktur dalam hal desain modul akan lebih jauh mengurangi emisi,
sehingga tidak ada pengaruh yang besar yang dapat terjadi.


























20

BAB V
PENUTUP


5.1. Kesimpulan
Energi surya disebut-sebut oleh banyak orang sebagai sumber energi utama di
masa depan, jadi mari kita melihat keuggulan dan kelemahan energi surya. Energi
surya memiliki keunggulan yang lebih banyak dibandingkan dengan
kelemahannya, tapi kelemahan ini masih merupakan batu sandungan utama untuk
pemakaian energi surya yang lebih luas. keunggulan dari energi surya.
- Energi surya merupakan sumber energi yang ramah lingkungan karena
tidak memancarkan emisi karbon berbahaya yang berkontribusi terhadap
perubahan iklim seperti pada bahan bakar fosil. Setiap watt energi yang
dihasilkan dari matahari berarti kita telah mengurangi pemakaian bahan
bakar fosil, dan dengan demikian kita benar-benar telah mengurangi
dampak perubahan iklim. Penelitian terbaru melaporkan bahwa rata-rata
sistem rumah surya mampu mengurangi 18 ton emisi gas rumah kaca di
lingkungan setiap tahunnya. Energi surya juga tidak memancarkan oksida
nitrogen atau sulfur dioksida yang berarti tidak menyebabkan hujan asam
atau kabut asap.
- Matahari merupakan sumber energi yang benar-benar bebas untuk
digunakan oleh setiap orang. Tidak ada yang memiliki Matahari, jadi
setelah Anda menutupi biaya investasi awal, pemakaian energi selanjutnya
dapat dikatakan gratis.
- Lebih banyak energi matahari yang kita gunakan maka semakin sedikit
kita bergantung pada bahan bakar fosil. Ini berarti akan meningkatkan
ketahanan dan keamanan energi, karena akan mengurangi kebutuhan
impor minyak dari pihak asing.
- Dalam jangka panjang energi surya akan menghemat pengeluaran uang
untuk energi. Biaya awalnya memang cukup signifikan, namun setelah
beberapa waktu Anda akan memiliki akses ke energi yang benar-benar
20
21

gratis, dan jika sistem rumah tenaga surya menghasilkan energi yang lebih
dari yang Anda butuhkan, di beberapa negara perusahaan listrik dapat
membelinya dari Anda, yang berarti ada potensi keuntungan ekstra
terlibat. Ada juga banyak negara yang menawarkan insentif keuangan
untuk menggunakan energi surya.
- Energi surya adalah salah satu pilihan energi terbaik untuk daerah-daerah
terpencil, bilamana jaringan distribusi listrik tidak praktis atau tidak
memungkinkan untuk di-instal.
- Kelemahan utama dari energi surya adalah, biaya awal yang tinggi. Panel
surya terbuat dari bahan mahal, bahkan dengan penurunan harga yang
terjadi hampir setiap tahun, harganya tetap terasa mahal.
5.2 Saran
Panel surya juga perlu untuk ditingkatkan efisiensinya. Untuk mencapai
tingkat efisiensi yang memadai dibutuhkan lokasi instalasi yang luas, dan panel
surya ini idealnya diarahkan ke matahari, tanpa hambatan seperti pohon dan
gedung tinggi, untuk mencapai tingkat efisiensi yang diperlukan. Energi surya
membutuhkan solusi penyimpanan energi murah dan efisien karena matahari
adalah sumber energi intermiten (tidak kontinyu). Proyek-proyek energi surya
skala besar (pembangkit listrik tenaga surya yang besar) akan membutuhkan lahan
yang luas, dan banyak air untuk tujuan pendinginan.
Banyak daerah di dunia yang tidak memiliki cukup sinar matahari untuk
menjadikan energi surya bernilai ekonomis. Karena itu, solusi ilmiah yang lebih
maju sangat diperlukan untuk membuat energi surya menjadi komersial di daerah-
daerah tersebut.
Seperti yang telah disebutkan di atas, energi surya benar-benar memiliki
banyak keunggulan dibandingkan dengan kekurangannya, tetapi biaya awal yang
tinggi dan masalah efisiensi tidak dapat diabaikan.

22

DAFTAR PUSTAKA

http://dysnail.com/component/content/article/34-industry-news/69-plts-
pembangkit-listrik-tenaga-surya.html diakses tanggal 24 September 2014
http://punyahamdy.blogspot.com/2010/01/pemanfaatan-pembangkit-listrik-
tenaga.html dikses tanggal 24 September 2014
http://electricaltechnic.blogspot.com/2012/11/makalah-plts-
uuuyyyyyeeee.html diakses tanggal 24 September 2014
http://etd.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail&sub=PenelitianDetail
&act=view&typ=html&buku_id=62408&obyek_id=4 diakses tanggal 24
September 2014