Anda di halaman 1dari 19

PENGERTIAN LINGKUNGAN

HIDUP DAN MASALAHNYA


NUR RATNA SARI
ADITIA YULIASARI

D3 ANALIS KIMIA
Pengertian lingkungan hidup
Lingkungan hidup terbagi menjadi 2:
1. lingkungan hidup alami adalah istilah yang
dapat mencakup segala makhluk hidup
dan tak hidup di alam yang ada di bumi
atau bagian dari bumi, yang berfungsi
secara alami tanpa campur tangan
manusia yang berlebihan.
Contohnya: hutan, lautan
2. lingkungan hidup buatan adalah yang
mencakup wilayah dan komponen-
komponennya yang banyak dipengaruhi oleh
manusia.
Misalnya : Danau, waduk Gajah Mungkur
Wonogiri
Di waduk gajah mungkur wonogiri banyak
terdapat karamba yang melebihi peraturan
yang ditetapkan, banyaknya karamba,
membuat banyak ikan dan pakan ikan
memenuhi waduk. Padahal pakan ikan yang
diberikan tidak semuanya akan dimakan ikan,
pakan ikan menumpuk di dasar danau dan
sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya.
Pakan ikan yang telah lama menumpuk di dasar
danau, akan menghasilkan kadar fosfat dan
nitrogen yang dapat merangsang pertumbuhan
bakteri dan organisme air berupa plankton.
Ketika kondisi cuaca buruk dan disertai angin
kencang, maka akan terjadi pengadukan massa
air (umbalan). Akibatnya amoniak dan
karbondioksida menjadi tinggi, sehingga
persedian oksigen menipis. Hal inilah yang
menyebabkan ikan sulit bernafas dan akhirnya
mati.

Masalah lingkungan hidup
masalah lingkungan tidak lagi dapat dikatakan
sebagai masalah yang semata-mata bersifat
alami, karena manusia memberikan faktor
penyebab yang sangat signifikan secara variabel
bagi peristiwa-peristiwa lingkungan. Tidak bisa
disangkal bahwa masalah-masalah lingkungan
yang lahir dan berkembang karena faktor
manusia jauh lebih besar dan rumit
(complicated) dibandingkan dengan faktor alam
itu sendiri.
Masalah lingkungan hidup yang
berkaitan dengan banjir

Dampak yang ditimbulkan oleh banjir
Primer
Kerusakan fisik - Mampu merusak berbagai
jenis struktur, termasuk jembatan, mobil,
bangunan, sistem selokan bawah tanah, jalan
raya, dan kanal.

Sekunder
1. Persediaan air Kontaminasi air. Air minum bersih mulai
langka.
2. Penyakit - Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit
bawaan air.
3. Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil
tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun, dataran
rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai
akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
4. Pepohonan - Spesies yang tidak sanggup akan mati
karena tidak bisa bernapas.
5. Transportasi - Jalur transportasi rusak, sulit mengirimkan
bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.


Dampak tersier/jangka panjang
Ekonomi - Kesulitan ekonomi karena
kerusakan pemukiman yang terjadi akibat
banjir; dalam sector pariwisata, menurunnya
minat wiasatawan; biaya pembangunan
kembali; kelangkaan makanan yang
mendorong kenaikan harga, dll.

Faktor alamiah terjadinya banjir adalah curah
hujan yang sangat banyak dan tidak diimbangi
dengan daerah resapan air yang baik. Secara
alamiah, hujan akan menyerap ke dalam tanah
dan kemudian diikat oleh akar pepohonan dan
dialirkan lagi melalui aliran air semacam
sungai yang pada ahirnya bermuara lagi di
lautan.
Masalah lingkungan berkaitan dengan
sampah
Secara umum limbah sampah yang tidak dikelola dengan baik akan
menimbulkan banyak dampak negatif bagi manusia dan lingkungan,
termasuk dalam hal ini adalah binatang atau hewan. Diantara
dampak negatif sampah secara umum adalah :
a) Tumpukan sampah adalah tempat bersarang dan menyebarnya
bibit penyakit seperti diare, muntaber, tifus dan jamur kulit.
b) Cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau
sungai akan mencemari air.
c) Macam pencemaran udara yang ditimbulkannya misalnya
mengeluarkan bau yang tidak sedap, debu gas-gas beracun.
Pembakaran sampah dapat meningkatkan karbonmonoksida
(CO), karbondioksida (CO2) nitrogen-monoksida (NO), gas
belerang, amoniak dan asap di udara.
d) Sampah yang dibuang/terbuang ke sungai sangat berpotensi
menimbulkan banjir di musim hujan
e) Tumpukan sampah dengan baunya yang tidak sedap akan
mengurangi kenyamanan dan keindahan lingkungan.


Masalah lingkungan berkaitan dengan
kebakaran hutan
Dampak dari kebakaran hutan
Kebakaran hutan akan menyebarkan sejumlah emisi gas karbon ke wilayah
atmosfer dan berperan dalam fenomena penipisan lapisan ozon.
Dengan terbakarnya hutan, satwa liar akan kehilangan rumah tempat
mereka hidup dan mencari makan. Hilangnya satwa dalam jumlah yang
besar tentu akan berakibat pada ketidakseimbangan ekosistem.
Kebakaran hutan di Indonesia akan membuat bangsa kita kehilangan
bahan baku industri yang akan berpengaruh pada perekonomian.
Jumlah hutan yang terus berkurang akan membuat cuaca cenderung
panas.
Asap dari hutan akan membuat masyarakat terganggu dan terserang
penyakit yang berhubungan dengan pernapasan.
Kebakaran hutan bisa berdampak pada menurunnya jumlah wisatawan
yang berkunjung ke sebuah Negara.
Masalah lingkungan berkaitan dengan
penggunaan plastik
Over consumptions terhadap plastik pun
mengakibatkan menggunungnya sampah plastik
dengan kurun waktu yang sangat lama
dikarenakan plastik yang bukan berasal dari
senyawa biologis sehingga sulit untuk diuraikan.
Plastik memiliki sifat yang sulit terdegradasi (non-
biodegradable). Plastik diperkirakan
membutuhkan waktu 100-500 tahun hingga
dapat terurai dengan sempurna. Sampah kantong
plastik dapat mencemari tanah, air, bahkan
udara.

Kantong plastik yang sulit diuraikan akan memberikan
akibat sebagai berikut :
Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
Plasik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam
tanah.
Menghancurkan rantai makanan.
Menurunkan kesuburan tanah karena menghalangi
sirkulasi udara dalam tanah dan ruang gerak makhluk
bawah tanah.
Pembuangan sampah plastic di sungai akan
mengakibatkan pendangkalan dan penyumbatan sungai
yang akhirnya menyebabkan banjir seperti yang sering
dialami.


http://andriannoza.blogspot.com/2011/08/pe
ngaruh-keramba-terhadap-kelestarian.html
http://rizkynovi99.blogspot.com/2013/05/pen
gertian-penyebab-dampak-dan-cara.html
http://alamendah.org/2009/07/23/dampak-
plastik-terhadap-lingkungan/
http://green.kompasiana.com/limbah/2010/1
1/27/sampah-menjadi-masalah-serius-
perkotaan-322180.html