Anda di halaman 1dari 3

Laporan Hasil Diskusi

Ketua : M. Imam Feriatna (03021381419149)


Notulis : Fitri Indania Sari (03021381419137)
Moderator : Alextron Budianto (03021381419152)
Aggota :
1. Ariyono Suyono (03021381419135)
2. Muhammad Andriyansya (03021381419143)
3. Orlando Bobi Anggara (03021381419146)
4. Revki Septiansyah Binu (03021281419115)
5. Tri Aria Laksana (03021381419137)

Kasus yang Diangkat :
Beberapa pihak menolak Ahok diangkat sebagai gubernur DKI Jakarta. Dikarenakan Ahok bukan
seorang muslim.
Sila yang Dilanggar :
Sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila kedua : Kemanusian Yang Adil dan Beradap
Sila ketiga : Persatuan Indonesia
Sila keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /
Perwakilan
Sila kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia






Argumen :
Kami menganggap bahwa kasus diatas melanggar sila pertama, yaitu ketuhanan yang Maha Esa.
Dikarenakan kasus diatas melanggar butir butir pancasila pada sila tersebut. Butir pertama yang
dilanggar adalah Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasaama antara pemeluk agama
dengan pengenut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Seharusnya antara
umat beragama dapat saling bekerja sama dalam berbagai bidang. Kita seharusnya tidak memandang
seseorang untuk diajak bekerja sama dengan memandang apa agama yang dianut, melainkan hasil dari
perkerjaan yang dikerjakan oleh orang tersebut.
Butir yang dilanggar selanjutnya adalah Membina kerukunan hidup di antara sesama umat
beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mengapa kami anggap bahwa kasus ini
melanggar butir pancasila tersebut , dapat kita lihat bahwa dari kasus diatas mencerminkan tidak
terjadinya kerukunan antara sesama umat beragama. Dimana saat penganut agama lain yang bukan
agama mayoritas ditolak pengangkatannya sebagai gubernur terjadi aksi demo, hanya karena dia bukan
anggota dari agama mayoritas tersebut.
Selain sila pertama yang dilanggar, kami beranggapan bahwa kasus tersebut juga bertentangan
dengan sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradap. Dapat kita lihat dari kasus diatas tidak
adanya persamaan derajat antara umat beragama, dimana pihak yang menjadi mayoritas menolak
pengangkatan Ahok sebagai gubernur hanya karena Ahok bukan penganut agama mayoritas tersebut.
Hal ini merupakan pelanggaran dari butir pancasila sila kedua, Mengakui persamaan derajat, persamaan
hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan,
jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
Kasus diatas juga melanggar sila ketiga, yaitu persatuan Indonesia. Dimana pada kasus tersebut
terjadi perpecahan, antara kelompok yang mendukung pengangkatan Ahok menjadi gubernur, dan
kelompok yang menolak Ahok menjadi gubernur. Kasus diatas juga melanggar butir pancasila dari sila
ketiga ini. Butir pancasila yang dilanggar adalah Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi dan golongan. Dapat kita lihat dari kasus yang dibahas terjadi ketidakmampuan penempatan
kepentingan kenegaraan diatas kepentingan suatu golongan. Dimana terjadi penolakan hanya karena
Ahok bukan anggota dari golongan mayoritas. Padahal pengangkatan Ahok adalah sah, sesuai dengan
peraturan yang berlaku.





Selain melanggar pancasila sila pertama, kedua dan ketiga kasus diatas juga melanggar pancasila
sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /
Perwakilan. Dimana dalam kasus yang kami bahas terjadi pelanggaran pada butir sila keempat yang
berbunyi Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai
kedudukan hak dan kewajiban yang sama. Dimana hak Ahok sebagai warga negara untuk memimpin
terancam diambil hanya karena dia bukan seorang muslim.Seharusnya warga Indonesia menyadari
bahwa semua warga masyarakat dan warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa
memandang agama apa yang dianutnya. Dan seharusnya warga Indonesia menghargai hal tersebut,
bukan malah melakukan demo.
Kasus yang kami bahas selain melanggar pancasila sila pertama, kedua, ketiga dan keempat,
kasus ini juga melanggar sila kelima yaitu, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Terjadinya
pelanggaran terhadap butir sila yaitu Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Dimana terjadinya
sikap yang mencerminkan ketidak adilan antara sesama rakyat Indonesia yaitu dengan adanya penolakan
dalam pengangkatan Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta.