Anda di halaman 1dari 8

e-jurnal boga, Volume 03, Nomor 1, edisi yudisium periode Februari tahun 2014, hal 225-233

225


























































































































e-jurnal boga, Volume 03, Nomor 1, edisi yudisium periode Februari tahun 2014, hal 225-233
226

mencampurkan semua bahan menjadi rata dan
homogen setelah itu adonan dibentuk dan digulingkan
pada biji wijen dan kemudian digoreng hingga berwarna
kuning keemasan (Hendro Utomo:2005). Daya simpan
produk ini pun mampu bertahan lama karena termasuk
jenis kue kering yang pengolahannya dengan cara
digoreng sehingga memiliki kandungan air lebih sedikit
dibandingkan kue basah. Dipasaran harga kue onde-
onde ketawa dibandingkan dengan jenis kue kering
lainnya relatif murah yakni Rp. 25.000/kg, oleh karena
itu produk ini mampu bertahan hingga saat ini.
Selama ini proses pembuatan onde-onde ketawa
menggunakan bahan utama terigu. Terigu adalah bubuk
halus yang berasal dari biji gandum yang mengalami
proses penggilingan dan digunakan sebagai bahan dasar
pembuatan kue kering, mie ataupun roti. Terigu yang
digunakan sebagai bahan pembuatan onde-onde ketawa
menggunakan jenis terigu protein rendah, terigu jenis ini
memiliki kandungan protein 8-9%. Semakin tinggi
kandungan protein dalam terigu maka semakin besar
pula jumlah gluten yang terkandung didalamnya.
Kandungan gluten yang semakin banyak akan
menghasilkan produk yang lebih lembut dan
mengembang karena didalam gluten terdapat protein
yang disebut gliadin. Gliadin bersifat kuat, kenyal dan
mampu menahan udara sampai ketitik maksimum,
namun jika kandungan glutennya rendah maka
cenderung menghasilkan produk yang renyah karena
glutenin yang bersifat menyerap air. .
Saat ini mulai dikembangkan tepung yang
berasal dari hasil tanaman buah lokal yang
keberadaannya melimpah di Indonesia yang
berpotensial sebagai sumber pati, yaitu biji buah
nangka. Salah satu jenis buah nangka yang memiliki
potensi besar untuk diolah menjadi tepung yakni jenis
buah nangka salak. Ciri-cirinya yaitu memiliki daging
buah yang tebal dibanding jenis tanaman nangka
lainnya yang cenderung lebih kecil ukurannya sehingga
berpengaruh terhadap jumlah produksi tepung, selain itu
tekstur dagingnya lembut, aromanya kurang harum.
Tanaman nangka jenis salak merupakan jenis tanaman
yang berbuah sepanjang tahun dan bukan tergolong
buah musiman. Umumnya buah nangka dikonsumsi
daging buah segarnya dan bijinya dibuang atau
dikonsumsi dalam bentuk direbus atau diolah dalam
bentuk kripik biji nangka. Sayangnya biji nangka ini
hanya bernilai ekonomis ketika musim nangka sedang
melimpah, namun masih terbatas dalam bentuk direbus
dan olahan keripik. Harga biji nangka dipasaran berkisar
Rp.1000/kg. Padahal dalam 100 gr buah biji nangka
masih terkandung zat nutrisi yang cukup tinggi
diantaranya karbohidrat 74,22 g, protein kasar 13,15 g,
kadar abu 3,61 g, lemak kasar 4,25 g, serat kasar 4,6 g,
Ca 0,68 g, dan kadar air 4,75 g.
Ditinjau dari kadar karbohidratnya, ternyata
biji nangka mengandung pati cukup tinggi yang berkisar
40-50%. Pati didalam tepung biji nangka dapat
digunakan sebagai bahan pembentuk kerangka kue
kering dan dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian
fungsi pati yang ada didalam tepung terigu (Purnomo
dan Winarti,2006:9). Melihat potensi tepung biji
nangka, maka memungkinkan untuk dimanfaatkan dan
dikembangkan lagi sebagai alternatif pengganti terigu
dalam bentuk kue kering. Kue kering merupakan produk
yang pembentukan kerangkanya dapat dilakukan
dengan mengandalkan pati yang terdapat dalam tepung.
Tepung biji nangka merupakan penggilingan
dari biji buah nangka yang telah melalui proses
perebusan, pengupasan kulit, pengeringan, penghalusan
dan pengayakan sehingga menjadi butiran-butiran yang
halus. Penggunaan tepung biji nangka sebagai bahan
dasar pembuatan kue onde-onde ketawa sekaligus
meningkatkan keanekaragaman produk olahan tepung
biji nangka di Indonesia. Hasil penelitian sebelumnya
menunjukkan bahwa tepung biji nangka diolah dalam
bentuk kue satru (Musnasifah, 2004), aneka cookies
(Chafidhoh, 2002:26),dan roti manis (Nurul, 2004),
nugget, roti manis, cake, dan berbagai jenis olahan
tepung biji nangka yang tidak lebih dari 35% (Sunarti,
2008). Selama ini penerimaan masyarakat terhadap
produk olahan tepung biji nangka dapat diterima
terbukti karena produk yang diolah memiliki kriteria
bentuk dan rasa yang sama dengan produk aslinya atau
tanpa penambahan tepung biji nangka, hanya aroma
yang sedikit berbeda pada olahan produk tepung biji
nangka yaitu sedikit langu namun masyarakat tetap
menyukai. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis
melakukan penelitian dengan judul "Pengaruh
Subtitusi Tepung Biji Nangka terhadap Mutu
Organoleptik Kue Onde-Onde Ketawa"dengan
tujuan agar dapat menambah variasi onde-onde dilihat
dari jumlah substitusi tepung biji nangka dan mutu
orgonoleptik kue onde-onde ketawa yang terbaik.
METODE
Penelitian ini termasuk jenis eksperimen dengan
desain pola faktor tunggal yang terdiri dari variabel
bebas substitusi tepung biji nangka terdiri atas 3
perlakuan yaitu O1 perbandingan Tepung bina 25% dan
terigu 75%, O2 Tepung bina 35% dan terigu 65%, O3
Tepung bina 45% dan terigu 55%.Variabel terikat
adalah mutu Onde-Onde Ketawa yang meliputi
kerenyahan, bentuk, warna, aroma, rasa dan kesukaan.
Variabel kontrol adalah jumlah dan jenis bahan,
peralatan yang digunakan, dan proses dalam pembuatan
onde-onde ketawa biji nangka.
Penelitian ini menggunakan uji organoleptik
dengan cara observasi. Uji organoleptik dilakukan
panelis terlatih dan semi terlatih. Panelis terlatih yang
dipilih dari dosen Prodi Tata Boga jurusan PKK FT
Unesa sejumlah 15 orang, sedangkan panelis semi
terlatih adalah mahasiswa S1 Tata Boga angkatan 2009
yang sudah pernah mengikuti mata kuliah pengolahan
kue dan minuman nusantara sejumlah 20 orang. Metode
analisis data pada uji statistik yang dilakukan dalam
penelitian ini yaitu uji Anova Tunggal (One Way)
dengan menggunakan program SPSS 15.00. Untuk
mengetahui perbedaan pengaruh yang signifikan akan
dilihat dari rata-rata (Mean) yang tertinggi.


Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka (Artocarpus Heterphyllus) terhadap Mutu Organoleptik Kue Onde-Onde Ketawa
e-jurnal boga, Volume 03, Nomor 1, edisi yudisium periode Februari tahun 2014, hal 225-233
227

ALAT DAN BAHAN
Peralatan pembuatan onde-onde ketawa tersaji pada
tabel 1:

Tabel 1. Peralatan Pembuatan Onde-onde Ketawa
Nama Alat Spesifikasi Jumlah
Timbangan Digital, stainlees steel, presisi
1 gram, merek Tanita
1
Baskom Plastik diameter 35 cm,
kapasitas 1 kg
5
Wajan Bahan Alumunium, diameter
40 cm, kapasitas 1 kg
1
Sutil Bahan Stainless Stell 1
Ayakan Bahan Plastik. Diameter 30
cm, ukuran 8 mesh
1
Serok Bahan Stainlees steel 1
Mixer Bahan Stainlees steel, merek
Philips, kapasitas 3 kg
1
Tempat Bahan Bahan Plastik, kapasitas 1,5
kg diameter 40 cm
2
BAHAN
Bahan-bahan onde-onde ketawa tersaji pada tabel 2:
Tabel 2. Bahan Pembuatan Onde-onde Ketawa
Nama Bahan Spesifikasi Jumlah (g)
Tepung Bina Biji Nangka 163 g
Terigu Merk Kunci Biru 652 g
Kuning Telur Ayam Ras 100 g
Margarin Merk Blue Band 250 g
Baking Powder Cap Hercules 10 g
Gula Halus Merk Mawar 150 g
Wijen Merk Biji Wijen 250 g


HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Nilai Mean
1. Kerenyahan
Nilai mean kerenyahan onde-onde ketawa
yang dibuat dengan perlakuan substitusi tepung
biji nangka tersaji pada Gambar 3.
Gambar 3. Mean Kerenyahan Onde-onde Ketawa
Biji Nangka





Berdasarkan gambar 3 Hasil uji
organoleptik menunjukkan nilai rata-rata kerenyahan
produk onde-onde ketawa biji nangka berkisar 3,00
3.69. Nilai rata-rata terendah 3.00 dengan kriteria
kurang renyah. Sedangkan nilai tertinggi 3.69
dengan kriteria renyah.
2. Bentuk
Nilai mean bentuk onde-onde ketawa yang
dibuat dengan perlakuan substitusi tepung biji
nangka tersaji pada Gambar 4.
Gambar 4. Mean Bentuk Onde-onde Ketawa Biji
Nangka









Berdasarkan gambar 4 hasil uji organoleptik
menunjukkan nilai rata-rata bentuk produk onde-
onde ketawa biji nangka, berkisar 2.86 3.60. Nilai
rata-rata terendah 2.86 dengan kriteria kurang
merekah. Sedangkan nilai tertinggi 3.60 dengan
kriteria cukup merekah.
3. Warna
Nilai mean warna onde-onde ketawa yang
dibuat dengan perlakuan substitusi tepung biji
nangka tersaji pada Gambar 5
Gambar 5. Mean Warna Onde-onde Ketawa Biji
Nangka











Berdasarkan gambar 5 Hasil uji organoleptik
menunjukkan nilai rata-rata warna produk onde-
onde ketawa biji nangka, berkisar 2,89 3,49. Nilai
rata-rata terendah 2,89 dengan kriteria warna kuning
agak kecoklatan. Sedangkan nilai tertinggi 3.49
dengan kriteria warna kuning kecoklatan.

Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka (Artocarpus Heterphyllus) terhadap Mutu Organoleptik Kue Onde-Onde Ketawa
e-jurnal boga, Volume 03, Nomor 1, edisi yudisium periode Februari tahun 2014, hal 225-233
228

4. Aroma
Nilai mean aroma onde-onde ketawa yang
dibuat dengan perlakuan substitusi tepung biji
nangka tersaji pada Gambar 6.

Gambar 6. Mean Aroma Onde-onde Ketawa
Biji Nangka









Berdasarkan gambar 6 Hasil uji
organoleptik menunjukkan nilai rata-rata aroma
produk onde-onde ketawa biji nangka berkisar 2.94
3.51. Nilai rata-rata terendah dengan kriteria
beraoma tepung biji nangka. Nilai rata-rata terttinggi
3.51 dengan kriteria sedikit beraroma tepung biji
nangka.

5. Rasa
Nilai mean rasa onde-onde ketawa yang dibuat
dengan perlakuan substitusii tepung biji nangka
tersaji pada Gambar 7
Gambar 7. Mean Rasa Onde-onde Ketawa
Biji Nangka









Berdasarkan gambar 7 Hasil uji
organoleptik menunjukkan nilai rata-rata rasa onde-
onde ketawa biji nangka, berkisar 2,89 3,57. Nilai
rata-rata terendah 2,89 dengan kriteria berasa manis,
gurih dan kurang berasa tepung biji nangka.
Sedangkan nilai rata-rata terttinggi 3,57 dengan
kriteria berasa manis, gurih dan cukup berasa tepung
biji nangka.

6. Kesukaan
Nilai mean kesukaan onde-onde ketawa yang
dibuat dengan perlakuan substitusii tepung biji
nangka tersaji pada Gambar 8.
Gambar 8. Mean Kesukaan Onde-onde Ketawa Biji
Nangka












Berdasarkan gambar 8 Hasil uji
organoleptik menunjukkan nilai rata-rata kesukaan
onde-onde ketawa biji nangka, berkisar 2,89 3,57.
Nilai rata-rata terendah 2,89 dengan kriteria kurang
suka. Nilai rata-rata tertinggi 3,57 dengan kriteria
suka.

B. Nilai Anava

1. Warna
Hasil uji anava tunggal terhadap
kerenyahandari produk onde-onde ketawa dengan
perlakuan substitusi tepung bina tersaji pada Tabel 4.
Tabel 4. Uji Anava Kerenyahan

Berdasarkan tabel 4 hasil uji anova tunggal
terhadap kerenyahan menunjukkan bahwa substitusi
terigu dan tepung biji nangka berpengaruh terhadap
kerenyahan. Hal ini ditunjukkan dari nilai F hitung
9.622 lebih besar dari taraf signifikansi 0.000 (dibawah
5%). Oleh karena itu terdapat pengaruh diantara
perlakuan, selanjutnya dilakukan uji beda dengan
Duncan Test. Hasil uji Duncan tersaji pada Tabel 5
Tabel 5. Hasil Uji Duncan Kerenyahan
Kerenyahan
Substitusi
Tepung Biji
Nangka N
Subset for alpha = 0.05

1 2 3
Dun
can
a

Dimen
sion1
45% 35 3.0000
35% 35 3.3714
25% 35 3.6857
Sig. 1.000 1.000 1.000

Berdasarkan Tabel 5 hasil uji Duncan terhadap
kerenyahan produk onde-onde ketawa menunjukkan
substitusi terigu dan tepung biji nangka sebanyak 25%
Sum of
Squares Df
Mean
Square F Sig.
Between
Groups
8.248 2 4.124 9.62
2
.000
Within Groups 43.714 102 .429

Total 51.962 104

Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka (Artocarpus Heterphyllus) terhadap Mutu Organoleptik Kue Onde-Onde Ketawa
e-jurnal boga, Volume 03, Nomor 1, edisi yudisium periode Februari tahun 2014, hal 225-233
229

memberikan kerenyahan yang berbeda dengan kriteria
cukup merekah dibandingkan pada substitusi terigu dan
biji nangka sebanyak 35 dan 45%. Alasannya
kerenyahan onde-onde ketawa dipengaruhi oleh faktor
struktur pati yang terkandung didalam tepung biji
nangka. Karena kandungan pati yang terkandung
didalam tepung biji nangka lebih rendah disbanding
terigu yakni 40-50% dibandingkan pada terigu 65-70%.
Selain kandungan pati yang berpengaruh terhadap
tingkat kerenyahan kandungan amilopektin yang tinggi
pada pati juga mempengaruhi hasil kerenyahan onde-
onde ketawa biji nangka, karena sifat amilopektin yaitu
menyerap air sehingga dapat memberikan kerenyahan
yang baik dibandingkan onde-onde ketawa yang
mengandung amilopektin rendah. Kandungan
amilopektin pada tepung biji nangka lebih rendah yakni
49,5% sedangkan dibandingkan terigu 75%, sehingga
hasil onde-onde ketawa biji nangka yang menggunakan
proporsi tepung biji nangka lebih banyak maka akan
menghasilkan onde-ondeketawa biji nangka yang
dihasilkan kerenyahannya akan berkurang. Perbedaan
lain juga terlihat pada sifat amilopektin pada umumnya
yang jika diberi perlakuan panas akan menghasilkan gel,
yang berasal dari gum, sehingga akan menghasilkan
tingkat kerenyahan onde-onde ketawa menjadi
berkurang.

2. Bentuk
Hasil uji anava tunggal terhadap bentuk dari
produk onde-onde ketawadengan perlakuan substitusi
tepung bina tersaji pada Tabel 6.
Tabel 6. Uji Anava Bentuk

Hasil uji anava tunggal pada Tabel 6
menunjukkan bahwasubstitusi tepung terigu dan tepung
biji nangka berpengaruh terhadap bentuk. Hal ini
ditunjukkan dari nilai F hitung 10.393lebih besar dari
taraf signifikansi 0.000 (dibawah 5%). Oleh karena itu
terdapat pengaruh diantara perlakuan, selanjutnya
dilakukan uji beda dengan Duncan Test. Hasil uji
Duncan tersaji pada Tabel 7.
Tabel 7. Uji Duncan Bentuk
Substitusi Tepung Biji
Nangka
N
Subset for alpha
= 0.05
1 2
Duncan
a

dimension
1
45% 35 2.8571
35% 35 3.3143
25% 35 3.6000
Sig. 1.000 .085
Berdasarkan Tabel 4.4 hasil uji Duncan
terhadap bentuk produk onde-onde ketawa
menunjukkan substitusi terigu dan tepung biji nangka
sebanyak 25 dan 35 % memberikan bentuk yang
berbeda dengan kriteria cukup merekah dibandingkan
pada substitusi terigu dan biji nangka sebanyak 45%
menghasilkan bentuk onde-onde ketawa yang kurang
merekah. Perbedaan bentuk rekahan yang berbeda
disebabkan karena didalam tepung biji nangka masih
terdapat gum/lendir (enzim fenolase), sehingga
berpengaruh terhadap derajat putih tepungnya dan
tingkat kerenyahannya.
Perbandingan Kandungan amilosa tepung biji
nangka lebih tinggi dibanding terigu yakni 47,6%
sedangkan terigu hanya 25% kandungan amilopektin
tepung biji nangka lebih rendah dibanding terigu yakni
39,5%, sedangkan kandungan amilopektin terigu yaitu
75%. Perbandingan amilopektin sangat berpengaruh
terhadap sifat pati yang dihasilkan. Pati yang
mengandung amilopektin tinggi, akan menghasilkan gel
lebih bersifat lengket dan elastis dibandingkan yang
mengandung amilopektin rendah, sehingga berpengaruh
terhadap tingkat kerenyahan dan bentuk rekahan onde-
onde ketawa.

3. Warna
Hasil uji anava tunggal terhadap warnadari
produk onde-onde ketawa dengan perlakuan substitusi
tepung binatersaji pada Tabel 8.

Tabel 8. Uji Anava Warna

Sum of
Squares Df
Mean
Square F Sig.
Between
Groups
6.419 2 3.210 5.472 .006
Within
Groups
59.829 102 .587

Total 66.248 104

Berdasarkan tabel 8 hasil uji anova tunggal
menunjukkan bahwa substitusi tepung terigu dan tepung
biji nangka berpengaruh terhadap warna. Hal ini
ditunjukkan dari nilaiF hitung sebesar 5.472 dengan
nilai signifikan 0.006 lebih besar dari taraf signifikansi
0.006 (dibawah 5%). Oleh karena itu terdapat pengaruh
diantaraperlakuan,selanjutnya dilakukan uji beda
dengan Duncan Test.Hasil uji Duncan terhadap warna
tersaji pada Tabel 9.

Tabel 9. Uji Duncan Warna
Substitusi Tepung
Biji Nangka
N
Subset for
alpha = 0.05
1 2
Duncan
a

dimension1
45% 35 2.8857
35% 35 3.1143
25% 35 3.4857
Sig. .215 1.000

Berdasarkan Tabel 9 hasil uji Duncan terhadap
warna produk onde-onde ketawa menunjukkan

Sum of
Squares Df
Mean
Square F Sig.
Between
Groups
9.829 2 4.914 10.393 .000
Within
Groups
48.229 102 .473

Total 58.057 104

Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka (Artocarpus Heterphyllus) terhadap Mutu Organoleptik Kue Onde-Onde Ketawa
e-jurnal boga, Volume 03, Nomor 1, edisi yudisium periode Februari tahun 2014, hal 225-233
230

substitusi terigu dan tepung biji nangka sebanyak 25%
memberikan warna yang berbeda dengan kriteria warna
kuning kecoklatan dibandingkan pada substitusi terigu
dan biji nangka sebanyak 35dan 45% dengan kriteria
warna yaitu kuning kuning agak kecoklatan. Hal ini
disebabkan pada perlakuan 35 dan 45% dipengaruhi
oleh adanya perbedaan derajat putih terigu yang lebih
tinggi dibandingkan tepung biji nangka. Biji nangka
memiliki senyawa fenol yang terkandung dalam lender
yang terdapat pada bagian luar atau didalam jaringan
biji (Maklffoel, 1982). Senyawa ini menyebabkan
terjadinya reaksi pencoklatan jenis enzimatis karena
reaksinya dengan enzim fenolase/polisenol oksidasi
(PPO) dan oksigen. Jenis senyawa fenol yang bertindak
sebagai substrat dalam proses pencoklatan enzimatis
seperti tirosin, asam kafeat, asam khlorogenat,
leukoantosianin, orthodihidroksi/ terinduksi (Winarno,
1992). Namun demikian larutan senyawa fenol dalam
air sangat tinggi. Dengan sifat ini senyawa fenol akan
banyak hilang dalam proses pengolahan pati terutama
pada tahapan pencucian dan pengendapan.
Keberadaan senyawa fenol damal biji nangka akan
mempengaruhi mutu fisik pati terutama dalam hal
derajat putih. Derajat putih menunjukkan tingkat warna
yang dimiliki oleh bahan tepung. Derajat putih
mempengaruhi kenampakan sekaligus daya tariknya,
karena warna pati akan menentukan penampilan pangan
olahannya. Upaya untuk meningkatkan derajat putih biji
nangka dapat dilakukan dengan penggunaan bahan
tambahan makanan (BTM) jenis pemutih tepung yaitu
natrium bisulfit (Tri Lucia dkk:2009).

4. Aroma
Hasil uji anava tunggal terhadap aroma dari
produk onde-onde ketawa dengan perlakuan substitusi
tepung bina tersaji pada Tabel 10.

Tabel 10. Uji Anava Aroma

Sum of
Squares Df
Mean
Square F Sig.
Between
Groups
5.714 2 2.857 4.793 .010
Within
Groups
60.800 102 .596

Total 66.514 104

Hasil uji anava tunggal pada Tabel 10
menunjukkan bahwa, substitusi tepung terigu dan
tepung biji nangka berpengaruh terhadap aroma. Hal ini
ditunjukkan dari nilaiF hitung sebesar 4.793 dengan
nilai signifikan 0.010 (kurang dari 5% atau 0.010 <
0.05), Oleh karena itu terdapat pengaruh diantara
perlakuan, selanjutnya dilakukan uji beda dengan
Duncan Test. Hasil uji Duncan tersaji pada Tabel 11.






Tabel 11. Hasil Uji Duncan Aroma

Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
Between
Groups
8.400 2 4.200 8.6
27
.000
Within
Groups
49.657 102 .487

Total 58.057 104

Berdasarkan Tabel 11 hasil uji Duncan
terhadap aroma produk onde-onde ketawa menunjukkan
substitusi terigu dan tepung biji nangka sebanyak 25%
dan 35% memberikan aroma yang berbeda dengan
kriteria cukup beraroma biji nangka dibandingkan pada
substitusi terigu dan biji nangka sebanyak 45% dengan
kriteria aroma yaitu kurang beraroma biji nangka.
Alasannya Perbedaaan aroma pada onde-ondeketawa
biji nangka disebabkan karena granula pati tepung biji
nangka akan mengalami hidrolis yang menghasilkan
monosakarida sebagai bahan baku untuk menghasilkan
asam organik. Senyawa asam ini akan menghasilkan
aroma dan cita rasa khas pada tepung biji nangka yang
cenderung langu (Anonymous,2012). Semakin banyak
proporsi tepung biji nangka yang digunakan dalam
onde-onde ketawa biji nangka untuk menggantikan
tepung terigu maka aroma langu pada onde-ondeketawa
biji nangka semakin kuat. Selain itu asumsi peneliti
bahwa didalam biji nangka mempunyai senyawa
aromatik yang dominan apabila diberi perlakuan panas,
maka akan mempengaruhi aroma onde-onde ketawabiji
nangka.Sehingga berapapun jumlah proporsi
penambahan tepung biji nangka yang ditambahkan tetap
akan mempengaruhi aroma pada produk onde-onde
ketawa.

5. Rasa
Hasil uji anava tunggal terhadap rasa dari
produk onde-onde ketawa dengan perlakuan substitusi
tepung bina tersaji pada Tabel 12.

Tabel 12. Uji Anava Rasa

Sum of
Squares Df
Mean
Square F Sig.
Between
Groups
8.400 2 4.200 8.627 .000
Within
Groups
49.657 102 .487

Total 58.057 104

Berdasarkan Tabel 12 hasil uji anova tunggal
terhadap aroma menunjukkan bahwa substitusi tepung
terigu dan tepung biji nangka berpengaruh terhadap
rasa. Hal ini ditunjukkan dari nilaiF hitung sebesar
8.627 dengan nilai signifikan 0.000 (kurang dari 5%
atau 0.000<0.05), oleh karena itu terdapat pengaruh
diantara perlakuan, selanjutnya dilakukan uji beda
dengan Duncan Test. Hasil uji Duncan tersaji pada
Tabel 13.


Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka (Artocarpus Heterphyllus) terhadap Mutu Organoleptik Kue Onde-Onde Ketawa
e-jurnal boga, Volume 03, Nomor 1, edisi yudisium periode Februari tahun 2014, hal 225-233
231

Tabel 13. Hasil Uji Duncan Rasa
Substitusi Tepung Biji
Nangka
N
Subset for
alpha = 0.05
1 2
Duncan
a

dimension1
45% 35 2.8857
35% 35 3.3143
25% 35 3.5714
Sig. 1.000 .126

Berdasarkan Tabel 13 hasil uji Duncan
terhadap rasa produk onde-onde ketawa menunjukkan
substitusi terigu dan tepung biji nangka sebanyak 25%
dan 35% memberikan rasa yang berbeda dengan kriteria
berasa manis, gurih dan cukup berasa biji nangka
dibandingkan pada substitusi terigu dan biji nangka
sebanyak 45% dengan kriteria berasa manis, gurih dan
kurang berasa biji nangka. Rasa dipengaruhi karena
substitusi penambahan pada tepung biji nangka,
sehingga memberikan tingkatan rasa khas tepung biji
nangka yang semakin kuat. Semakin banyak jumlah
penambahan tepung biji nangka maka rasa onde-
ondeketawa biji nangka yang dihasilkan akan semakin
berasa khas tepung biji nangka. Hal ini disebabkan
karena granula pati tepung biji nangka akan mengalami
hidrolis yang menghasilkan monosakarida sebagai
bahan baku untuk menghasilkan asam organik. Senyawa
asam volatil akan menghasilkan aroma dan cita rasa
khas pada tepung biji nangka yang cenderung langu
(Anonymous,2012). Semakin banyak proporsi tepung
biji nangka yang digunakan dalam onde-onde ketawa
biji nangka untuk menggantikan tepung terigu maka
rasa langu pada kue semakin kuat.

6. Tingkat Kesukaan
Hasil uji anava tunggal terhadap tingkat
kesukaan dari produk onde-onde ketawa dengan
perlakuan substitusi tepung bina dan tersaji pada Tabel
14.

Tabel 14. Uji Anava Kesukaan

Sum of
Squares df
Mean
Square F Sig.
Between
Groups
8.248 2 4.124 8.134 .001
Within
Groups
51.714 102 .507

Total 59.962 104

Berdasarkan tabel 14 hasil uji anova tunggal
menunjukkan bahwa substitusi tepung terigu dan tepung
biji nangka berpengaruh terhadap kesukaan. Hal ini
ditunjukkan dari nilaiF hitung sebesar 8.134 dengan
nilai signifikan 0.001 (dibawah 5%). Oleh karena itu
terdapat pengaruh perlakuan Berdasarkan Tabel
Descriptive Statistics proporsi tepung dengan nilai rata-
rata penerimaan pada tingkat kesukaan terbaik adalah
25% tepung biji nangka : 75% tepung terigu atau jumlah
tepung biji nangka 240 g : 652 g tepung terigu. Untuk
mengetahui perbedaan proporsi tepung biji nangka
terhadap hasil jadi onde-onde ketawa biji nangka pada
tingkat kesukaan selanjutnya dilakukan uji beda dengan
Duncan Test. Hasil uji Duncan tersaji pada Tabel 15.

Tabel 15. Hasil Uji Duncan Rasa

Berdasarkan tabel 15 hasil uji Duncan
menunjukkan substitusi terigu dan tepung biji nangka
25% memberikan tingkat kesukaan yang berbeda
dengan kriteria cukup suka dibandingkan dengan
proporsi terigu dan tepung biji nangka 35% dan 45%
dengan kriteria kurang suka. Tingkat kesukaan
dipengaruhi karena adanya perbedaan mutu
organoleptik pada onde-onde ketawa biji nangka.
adanya proporsi tepung biji nangka pada pembuatan
onde-onde ketawa biji nangka akan mempengaruhi hasil
jadi onde-ondeketawa biji nangka yang meliputi
kerenyahan, bentuk, warna, aroma, rasa dan tingkat
kesukaan.

C. Harga Jual Onde-Onde Ketawa
1. 1. Metode Harga Jual
Menurut Suarsana (2007), ada banyak metode
dalam menghitung dan menetapkan harga jual (selling
price) untuk makanan dan minuman diperusahaan, baik
itu usaha perhotelan, usaha restoran, usaha catering dan
lainnya. Pada skripsi ini menggunakan metode tidak
terstruktur yang dihitung dengan rumus:
a. Harga jual = food cost x total biaya bahan
b. Laba kotor = harga jual total biaya bahan perporsi
c. Biaya tenaga kerja = labour cost x selling price
d. Biaya umum = over head x selling price
e. Laba bersih = profit x selling price
Untuk menentukan harga jual onde-onde
ketawa dibutuhkan perhitungan bahan. Hasil
perhitungan bahan disajikan pada Tabel 15.

Tabel 15 perhitungan bahan onde-onde ketawa

2. Perhitungan Harga Jual Onde-Onde Ketawa
Hasil Jadi Kue : 1050 g
SP : 100 %
LC : 5 %
OH : 7 %


Substitusi Tepung
Biji Nangka
N
Subset for
alpha = 0.05
1 2
Duncan
a

dimension1
45% 35 2.8857
35% 35 3.2000
25% 35 3.5714
Sig. .068 1.000
Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka (Artocarpus Heterphyllus) terhadap Mutu Organoleptik Kue Onde-Onde Ketawa
e-jurnal boga, Volume 03, Nomor 1, edisi yudisium periode Februari tahun 2014, hal 225-233
232

Susut alat : 2 %
38 %
Food Cost : 60 %
SP : 100 x 16.100 = Rp.32.200,-
50
NP : 36 x 32.200 = Rp. 11.592,-
100
Jika harga onde-onde ketawa kualitas sedang
dipasar Rp. 40.000/kg, maka harga onde-onde ketawa
biji nangka lebih murah dibandingkan dengan onde-
onde ketawa kualitas sedang yaitu hanya Rp. 32.200,-
/kg.

PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan pada bab terdahulu, serta hasil uji
anova tunggal yang dilakukan,maka dapat
dirumuskan suatu kesimpulan sebagai berikut.
1. Ada pengaruh substitusi tepung terigu dan
tepung biji nangka sebanyak 25%, 35%, dan
45% terhadap sifat organoleptik yang meliputi
kerenyahan, bentuk, warna, aroma, rasa dan
tingkat kesukaan .
2. Harga jual onde-onde ketawa biji nangka yakni
Rp.32.200,- /kg lebih murah dibandingkan
harga onde-onde ketawa kualitas sedang
dipasaran yakni Rp.40.000,- /kg.Oleh karena
itu onde-onde ketawa biji nangka memiliki
peluang cukup besar untuk dipasarkan sehingga
dapat bersaing dengan produk lain yang ada
dipasaran.
B. Saran
1. Perlu diteliti lebih lanjut terhadap umur/ daya
simpan kue onde-onde ketawa biji nangka agar
masyarakat mengetahui lama simpan kue onde-
onde ketawa biji nangka.
2. Perlu dilakukan uji kimia terhadap onde-onde
ketawa biji nangka, agar masyarakat
memahami tentang kandungan gizi yang baik
dan tidak baik untuk dikonsumsi.
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous. 1988. Larousse Gastronomique. Hamlyn :
Paris
Anonymous. 2010. Ilmu pangan dari olahan biji
.(Online).(http://pranita-ranie.blogspot.com/
diakses 25 Desember 2013)
Anonymous. 2011. Bahan dan Fungsi Bahan Dalam
Pembuatan kue kering
(Online),(http://bakery&pastry.blogspot.com/,
diakses 3 September 2013).
Anonymous. 2013. Pengetahuan Tentang Bahan Kue
(Adonan Sus),(Online),(tokopastri.com/, diakses
21 Juni 2013).
Dewan Standarisasi Nasional. 2006. Tepung biji nangka
sebagai Bahan Makanan (SNI 01-7622-2011).
Jakarta: DSN.
Faridah, Anni dan dkk. 2008. Patiseri Jilid 2. Direktur
Pembinaan SMK.
Gisslen, Wayne. 1985. Proffesional Baking. Canada:
John Wiley & Sons, Inc.
Jeane Himich Freeland, Graves and Peckham, Gladys.
1987. Foundation of Food Preparation. New
York: Macmillan Publishing Co.
Mumba, Sifera M. 2013. Pengaruh substitusi tpung biji
nangka terhadap hasil jadi nugget. Skripsi tidak
diterbitkan, Surabaya : PKK FT UNESA.
Nazir, Mohammad. 2005. Metodologi Penelitian.
Jakarta : Ghalia Indonesia.
Raysita, Nina. 2013. Pengaruh Proporsi Tepung Terigu
dan Tepung biji nangka Terhadap Tingkat
Kesukaan aneka biskuit. Skripsi tidak
diterbitkan, Surabaya: PKK FT UNESA.
Salim, Emil. 2011. Mengolah pati biji-bijan Menjadi
Tepung Bisnis Produk Alternatif Pengganti
Terigu. Yogyakarta: Lily Publisher.
SNI. 1995. Standart dan Mutu Tepung biji nangka
SNI. 1995. Standart dan Mutu Tepung Terigu.
Soekarto, Soewarno T. Dan dkk. 2005. Karakteristik
Gandum Lokal. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Soekarto, soewarno. 1985. Penilaian Organoleptik.
Jakarta : Bharata Karya.
Subagio, Achmad. 2009. Modified Cassava
FlourSebuah Masa Depan Ketahanan Pangan
Nasional Berbasis Potensi Lokal. Jember: FTP
Universitas Jember.
Subagyo. 2007. Manajemen Pengolahan Produk Kue
Dan Roti. Jakarta: Graha Ilmu.
Sudjana. 1994. Desain Dan Analisis Eksperimen.
Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian. Bandung :
CV. Alfabeta.
Suhardjito, YB. 2005. Pastry Dalam Perhotelan.
Yogyakarta: CV. Andi Offset.
UNESA. 2000. Pedoman Penulisan Artikel Jurnal.
Surabays : Lembaga Penelitian Universitas
Negeri Surabaya.
Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka Utama.

Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka (Artocarpus Heterphyllus) terhadap Mutu Organoleptik Kue Onde-Onde Ketawa