Anda di halaman 1dari 34

KELOMPOK 2:

Anggraini Retno W.
Gita Novianti
Nur Fauziani
Nur Syafaatur R.
Victor Ghea P.
Yulia Rindi

BENTUK DAN MAKNA KATA
SERTA
KALIMAT EFEKTIF
BENTUK DAN MAKNA KATA
PENDAHULUAN
Bahasa alat komunikasi dan alat
interaksi manusia
Sebagai alat komunikasi
dipisahkan menjadi unit satuan-
satuan
Satuan bentuk bahasa itu baru diakui
eksistensinya jika mempunyai makna
atau dapat mempengaruhi makna.
Hubungan antara Bentuk dan
Makna Kata
Hubungan antara bentuk dan makna dapat
diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yakni
satu sama lainnya saling melengkapi.
Bentuk yang tidak mempunyai makna atau
tidak dapat mempengaruhi makna tidak akan
mendapat tempat dalam tatanan satuan
bentuk bahasa.

BENTUK KATA
a. FONEM
Satuan bunyi bahasa yang terkecil yang
mampu menunjukkan perbedaan makna
dalam ilmu bahasa.
Ditulis diantara dua garis miring /.../
Contoh : kasta, kista, kusta
/a/ , /i/ , /u/
Fonem morfem kata frasa klausa
kalimat alinea karangan
b. MORFEM
satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa
yang masih memiliki makna dan tidak bisa
dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi.
Contoh : Kata dasar = makan
makan + Morfem an = makanan
makan + Morfem di- = dimakan
makan + Morfem me- = memakan
makan + Morfem ter- = termakan
makan + Morfem -lah = makanlah
Setiap kata yang terbentuk mempunyai
makna baru yang berbeda dengan makna
kata makan
Macam-macam morfem

Morfem
Bebas
Dapat menjalankan
fungsinya secara mandiri
Contoh: buku, uang, orang
Tak
bebas
tidak dapat dapat berdiri sendiri
Maknanya baru jelas setelah
dihubungkan dengan morfem yang lain.
Meliputi: bentuk awalan, akhiran,
sisipan, dan apitan
C. KATA
Kata adalah satuan bentuk terkecil (dari
kalimat) yang dapat berdiri sendiri dan
mempunyai makna.
Dari segi bentuk, kata dibagi atas dua
macam:
a.Kata yang bermorfem tunggal
b.Kata yang bermorfem banyak

Menurut buku Tata Bahasa Baku
Bahasa Indonesia, ada 5 jenis kata:
1. Verba (Kata Kerja)
Verba adalah kata yang menyatakan
perbuatan atau tindakan, proses, dan keadaan
yang bukan merupakan sifat.
Berfungsi sebagai predikat dalam kalimat.
Contoh : mandi, makan.
Bentuk-bentuk Verba:
Verba reduplikasi
Verba majemuk
Verba berpreposisi
2. .Adjektiva (Kata Sifat)
Adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan,
watak, tabiat orang/binatang/suatu benda.
Berfungsi sebagai predikat, objek, dan penjelas dalam
kalimat.
Contoh : kata sifat tunggal : baik, sedikit, dll
kata sifat berimbuhan : manusiawi

3. Adverbia (Kata Keterangan)
adalah kata yang memberi keterangan pada
verba, adjektiva, atau kalimat.

Macam-macam kata Adverbia:
Yang menyatakan waktu :
Yang menyatakan tempat dan arah
Yang menyatakan tujuan
Yang menyatakan cara
Yang menyatakan penyertaan
Yang menyatakan alat
Yang menyatakan kemiripan
Yang menyatakan penyebaban
Yang menyatakan kesalingan

4. Rumpun Kata Benda
Kata Benda adalah kata yang mengacu kepada
sesuatu benda (konkret maupun abstrak). Kata benda
berfungsi sebagai subjek, objek, pelengkap, dan
keterangan dalam kalimat.
Rumpun kata benda yang beranggotakan
(1) kata benda (nomina),
(2) kata ganti (pronominal),
(3) kata bilangan (numeralia)
5. Rumpun Kata Tugas
Kata Tugas adalah kumpulan kata dan partikel.
Lebih tepat dinamakan rumpun kata tugas, yang
terdiri atas:
a. Kata depan (preposisi) selalu berada
didepan KB, KS, KK
Contoh: di kantor, sejak kecil.
b. Kata sambung menghubungkan dua kata
atau dua kalimat
Contoh: antara hidup dan mati (dalam
kalimat)
c. Kata seru untuk mengungkapkan seruan
hati dan dipakai dalam kalimat perintah
contoh: Contoh: Aduh, gigiku sakit sekali!
d. Kata sandang (artikel) kata tugas yang
membatasi makna jumlah orang atau kata
benda. Artikel ada tiga, yaitu:
yang bermakna tunggal: sang putri
yang bermakna jamak: para hakim
yang bermakna netral: si hitam manis.
e.PartikelBermakna unsur-unsur kecil dari
suatu benda.
contoh: partikel yang berperan membentuk
kalimat tanya (interogatif) dan pernyataan,
yaitu:
kahApakah Bapak Ahmadi sudah datang?
Berfungsi sebagi kalimat tanya yang
membutuhkan jawaban


D. FRASA
Frasa adalah kelompok kata / gabungan dua kata
atau lebih yang membentuk satu kesatuan dan
memiliki satu makna gramatikal.
Frasa terbagi atas:
Frase bertingkat (endosentrik) ; memiliki pola inti,
pola DM (diterangkan menerangkan) atau MD
Misal: Penuh wibawa
M D (inti)
Gembira Sekali
D(inti) M
Frase setara (eksesentrik) ; tidak memiliki inti
frase, unsur-unsurnya merupakan kelompok kata
yang setara
Misal: tanya jawab


Penggolongan Frasa berdasarkan
kelas kata:
Frase Nominal rumah mewah
Frase Verbal belum pergi
Frase Sifa jujur sekali
Frase bilangan tujuh helai
Frase Depan dari terminal
Frase keterangan minggu depan

E. KLAUSA
Klausa ialah satu unit rangkaian perkataan yang mengandung
subjek dan predikat yang menjadi konstituen suatu kalimat.
Klausa merupakan kalimat yang membentuk kalimat
majemuk.
Jenis klausa:
Klausa bebas
Klausa bebas ialah klausa yang dapat berdiri dengan sendiri
Contoh : Ahmad menari. (klausa bebas)
Klausa tak bebas
Klausa tak bebas ialah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri
dalam kalimat majemuk.
Contoh :
Dia lulus dalam ujian karena belajar bersungguh-sungguh.

F. KALIMAT
Kalimat, dari bahasa Arab, adalah satuan
lingusitik yang terkecil yang bisa berdiri sendiri.
Dalam bahasa Latin disebut sintaks atau
sintaksis.
Contoh : Ayah pergi ke kantor jam 7 pagi.

G. PARAGRAF
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada
sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana
cara penulisannya harus dimulai dengan baris
baru.

Makna merupakan denotasi.
Kadang kadang Makna itu
selaras dengan Arti dan kadang tidak
selaras
MAKNA KATA
Macam-macam Makna
Apabila makna sesuatu itu sama dengan arti sesuatu itu
Contoh : Gara membeli sapi
Artinya: membeli keseluruhan tubuh sapi (seekor sapi)
Makna Laras
(Explicit Meaning)
Apabila maknanya tidak selaras dengan Arti
Contoh : Gara memukul sapi
Artinya : memukul sebagian tubuh sapi
Makna
Kandungan
(Implicit Meaning)
Apabila maknanya tidak selaras dengan Arti
Contoh : Gara Menarik sapi
Artinya : yang ditarik adalah tali kendali sapi bukan
sapinya langsung
Makna Lazim
(Necessary
Meaning)
Relasi Makna
1. Sinonim
Memiliki makna yang sama atau hampir sama
Contoh : Tikus itu mati diterkam kucing.
Tikus itu meninggal diterkam kucing.
2. Antonim
Memiliki makna yang berlawanan atau bertentangan
Contoh : Hidup-mati
3. Homonim, homofon, homograf
Homonim Nama sama untuk benda atau hal lain
Contoh : kata Bisa berarti dapat dan berarti racun
Homofon lafal yang sama walaupun ejaan dan maknanya berbeda
Contoh : kata Bang dan Bank
Homograf ejaan yang sama namun memiliki lafal dan makna yang
berbeda
Contoh: kata Tahu dibaca Tahu : makanan
dibaca Tau : mengetahui


4. Hiponim dan hipernim
Hipomimi dan hipermimi berhubungan satu sama lain.
hipomimi merujuk pada kata yang lebih khusus yang merupakan
subordinat dari hipermimi
Contoh: Kata Ikan Tongkol
Kata ikan adalah hipernim dari kata Tongkol
kata tongkol adalah hiponim dari kata Ikan
5. Polisemi
satuan bahasa (bisa kata atau frase) yang memiliki makna lebih
dari satu
Contoh
Kepalaku sakit sejak kemarin bermakna bagian tubuh
Kepala sekolah menemui para murid di kelas bermakna
pemimpin
Perubahan Makna
1. Menyempit
Makna dahulu lebih luas daripada makna sekarang
Contoh : dahulu : sastra tulisan dalam arti luas atau umum
Sekarang : sastra tulisan yang berbau seni
2. Meluas
Makna sekarang lebih luas daripada makna dahulu
Contoh : Dahulu : putera-puteri anak raja
Sekarang : putera-puteri semua anak laki-laki dan
perempuan
3. Amelioratif
Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, pada akhirnya
mengandung pengertian makna yang baik
Contoh:
Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang
dipakai untuk lebih menyopankan pengertian dari kata tersebut.

4. Peyoratif
Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa
kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya
Contoh:
Kawin, gerombolan, oknum memiliki konotasi yang
menurun
5. Asosiatif
Perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat
Misalnya: menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar
(kata kacamata memiliki makna menurut pandangan saya)
6. Sinestesia
Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua
indera
Contoh: Gadis itu berwajah manis
(kata manis digunakan pada indera pengecap)

Kalimat efektif adalah kalimat yang
dapat mengkomunikasikan pikiran
penulis dan pendengar.
KALIMAT EFEKTIF
Ciri-ciri kalimat efektif
1. Kesepadanan
Kesepadanan memiliki ciri :
a. Mempunyai subjek dan predikat dengan jelas
Contoh :
Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi
ini harus membayar uang kuliah
Seharusnya :
Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus
membayar uang kuliah

b. Tidak terdapat subjek ganda
Contoh : Penyusunan laporan itu saya dibantu
oleh para dosen
Seharusnya : Dalam menyusun laporan itu,
saya dibantu oleh para dosen
c. Kata penghubung intrakalimat tidak dipakai pada
kalimat tunggal
Contoh : Kami datang agak terlambat. Sehingga
kami tidak dapat mengikuti acara pertama
Seharusnya : Kami datang agak terlambat. Oleh
karena itu, kami tidak dapat mengikuti
acara pertama




2. Keparalelan
Contoh :
Karena sering tidak masuk kuliah, amir tidak dapat
menjawab soal yang sangat mudah

3. Ketegasan
Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan
dalam kalimat :
a. Meletakkan kata yang ditonjolkan didalam kalimat
Contoh : Harapan presiden ialah agar rakyat
membangun membangun bangsa dan
negaranya.
Penekanannya ada pada harapan presiden

b. Membuat urutan kata yang bertahap
Contoh : Bukan seribu, sejuta, atau seratus tetapi
berjuta-juta rupiah, telah
disumbangkan kepada anak-anak
terlantar
Seharusnya : Bukan seratus, seribu, atau sejuta
tetapi berjuta-juta rupiah, telah
disumbangkan kepada anak-anak
terlantar
c. Melakukan pengulanagn kata atau repetisi
Contoh : Saya suka akan kecantikan mereka, saya
suak akan kelembutan mereka

d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang
ditonjolkan
Contoh :
Anak itu tidak malas dan cenderung curang, tetapi
rajin dan jujur
e. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan)
Contoh : Saudaralah yang bertanggung jawab
f. Menggunakan klimaks atau anti klimaks
Contoh : Jangankan menjalankan salat sunnah,
salat wajib saja dia tinggalkan


4. Kehematan
Kriteria kehematan diantaranya:
a.Menghilangkan pengulangan subjek
Contoh : Karena ia tidak diundang, dia tidak
datang ketempat itu
Seharusnya : Karena tidak diundang, dia tidak
datang ke tempat itu
b. Menghindari pemakaian superordinat pada
hiponim kata
Contoh : kata pipit sudah mewakili kata burung
Dimana engkau menangkap burung pipit itu?



c. Menghindari kesinoniman dalam satu kata
Kata naik bersinonim ke atas
Contoh : mereka naik keatas menggunakan
tangga
Seharusnya : mereka naik menggunakan tangga
d. Menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak
Contoh : Banyak para jemaah yang menjadi
korban ketika terjadinya musibah di
jamarat Mina
Seharusnya : Banyak jamaah yang menjadi
korban ketika terjadinya musibah di
Jamarat Mina

e. Penggunaan bentuk panjang yang salah
Contoh : Dosen itu memberikan teguran kepada
mahasiswa yang sering tidak masuk
kuliah.
Seharusnya : Dosen menegur mahasiswa yang
sering tidak masuk kuliah

5. Kecermatan
Contoh : Mahasiswa perguruan tinggi yang
terkenal itu menerima hadiah
Seharusnya : Mahasiswa yang terkenal di
perguruan tinggi itu menerima
hadiah




6. Kepanduan
Contoh : Pembangunan desa daripada kita
bertujuan untuk memakmurkan rakyat
daripada desa, bukan untuk segelintir
orang tersebut.
Seharusnya : Pembangunan desa kita bertujuan
untuk kemakmuran rakyat desa,
bukan untuk segelintir orang.

7. Kelogisan
Contoh : Waktu dan tempat kami persilahkan
Seharusnya : Bapak Menteri kami silahkan.





Sekian dan terimakasih