Anda di halaman 1dari 5

Pengkajian Budaya Menurut Andrew & Boyle

Oleh Septi Rizkia Amalida, 1006672970



1. Cultural Affiliation
Klien yang saya wawancarai bernama Risma Nurmayati berasal dari kelompok budaya
sunda, dia lahir di daerah perbatasan Kabupaten Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat.
Namun, tempat kelahirannya masih termasuk dalam kabupaten Cirebon. Saat ini klien
tinggal di Depok sudah hampir 2 tahun. Klien ini termasuk yang tinggal menetap, sebelum
tinggal di Depok, klien tinggal di daerah Beber, Kabupaten Cirebon, kampung
halamannya.
2. Values Orientation
Sikap dan perilaku klien terhadap tumbuh kembang yaitu memiliki perhatian tersendiri
untuk dapat memahami setiap karakteristik tertentu dari setiap tumbuh kembang
seseorang, karena menurut klien dengan memahami hal tersebut dapat membantu klien
dalam bersikap dan berperilaku. Untuk hal kelahiran dan kematian, klien akan mencari
tahu siapa yang baru saja melahirkan atau keluarga mana yang anggota keluarganya
meninggal. Apabila ada kelahiran baru dan dikenal klien, biasanya klien akan menjenguk
dan memberikan uang seikhlasnya untuk membantu kebutuhan bayinya atau
persalinannya. Apabila ada yang meninggal, maka kllien akan bertakziyah dan membawa
uang untuk membantu proses pemakaman.
Klien mengganggap kesehatan itu merupakan hal yang penting untuk dijaga, karena
dengan tubuh dan pikiran yang sehat maka klien dapat melakukan berbagai kegiatan
dengan baik.
Klien memandang bahwa setiap pekerjaan yang diberikan harus dikerjakan dengan sebaik-
baiknya, menurut klien sebuah proses dalam mengerjakan suatu pekerjaan itu memiliki
arti tersendiri dengan hasil dari pekerjaan tersebut. klien juga memandang mengenai
pendidikan dan waktu itu hal yang penting. Pendidikan yang tinggi akan meningkatkan
derajat seseorang namun tetap memiliki perilaku yang baik. jadi, pendidikan umum saja
tidak cukup melainkan harus disertai juga pendidikan spiritual. Dengan pendidikan umum
dan agama yang baik maka seseorang akan menjadikan waktunya menjadi lebih berguna
karena banyak hal yang dikerjakannya.
Persepsi klien mengenai perubahan dalam gaya hidup yang berhubungan dengan
penyakit/pembedahan. Klien menuturkan bahwa perubahan gaya hidup seseorang ke arah
yang positif karena penyakit itu merupakan efek positif dari penyakit tersebut dan
harusnya memang seperti itu, ketika seseorang terserang penyakit tertentu, maka sakitnya
itu harus dijadikan sebagai faktor untuk mengkoreksi diri terhadap gaya hidup selama ini,
dan sudah seharusnya melakukan perubahan yang positif untuk meningkatkan status
kesehatannya. Selama sakit tersebut, klien akan berusaha dulu untuk mengobati sakitnya
dengan istirahat atau makan makanan yang memiliki khasiat untuk menyembuhkan
penyakitnya, misalnya kaau sakitnya batuk, maka klien akan mencoba untuk tidak
memakan gorengan atau makanan pedas, dan akan minum larutan penyegar. Ketika
sakitnya parah barulah klien pergi ke dokter atau pelayanan kesehatan lainnya untuk
berobat. Klien menghargai privacy seseorang baik berupa sentuhan, hubungan dengan
individu yang berbeda usia, kelas sosial dan gender.
3. Cultural Sanctions and Restriction
Klien memiliki batasan terhadap seksualitas, klien membatasi berhubungan terlalu
dekat dengan lawan jenis. Selain itu, mengenai penampilan pun sangat dijaga, dengan
menggunakan pakaian yang sopan dan dibalut dengan jilbab maka klien perlu menjaga
sikap dan perilakunya terutama terhadap orang yang bukan mahramnya.
Klien memiliki batasan juga dalam hal membicarkan kerabat yang telah wafat,
menurutnya percuma saja membicarakan orang yang sudah wafat karena tidak ada
manfaat banyak.
4. Communication
Klien menggunakan bahasa Indonesia ketika saya wawancarai, namun ketika dirumah
atau berbicara dengan kerabat dari daerahnya klien menggunakan bahasa Sunda atau
bahasa cerbon. Bahasa lain yang pernah klien pelajari adalah bahasa Jepang dan tentu saja
Bahasa Inggris, klien mengaku sudah banyak yang lupa bahasa Jepang karena sudah
jarang digunakan lagi. Untuk bahasa Inggriss juga klien tidak terlalu fluently, klien lebih
suka dalam hal tulis menulis atau writing. Klien menggunakan bahasa non verbal
dengan menggerak-gerakkan tangannya ketika menjelaskan sesuatu.
Perasaan klien tentang pemberi layanan kesehatan yang tidak sama latar belakang
budayanya yaitu biasa saja, tidak terlalu memikirkan asal budayanya dari mana yang
penting tindakan dan sikap pemberi layanan kesehatan itu baik dan menyenangkan hati.
Sebenernya klien lebih nyaman apabila perawat yang memberi perawatannya itu memiliki
latar belakang budaya/gender yang sama, karena lebih mudah untuk berkomunikasi dan
tidak khawatir dengan sentuhan yang tidak wajar atau tindakan yang senonoh. Mengenai
usia tidak terlalu dipermasalahkan, yang penting bisa membawa suasana yang
menyenangkan.
5. Health-related Belief and Practice
Menurut klien, rasa sakit akan berhubungan dengan penyakitnya. Misalnya sakit
kepala karena anemia, maka rasa sakit yang dirasanya pasti di kepala dan beberapa bagian
tubuh lainnya karena sakit di suatu bagian tubuh akan terasa sakit di bagian tubuh lainnya.
Ukuran ideal tubuh itu bukanlah sesuatu yang terlalu dipikirkan, yang penting terlihat
tidak terlalu gemuk maupun kurus. Dan yang terpenting adalah sehat, sehat jasmani dan
rohani. Klien percaya dengan promosi kesehatan, karena dengan promosi kesehatan maka
dapat mencegah dari penyakit. Biasanya klien akan mengikuti seminar atau pelatihan
tertentu yang berkaitan dengan kesehatan atau dengan membaca buku dan artikel
kesehatan.
Klien beragama Islam, dan klien aktif terlibat dalam aktivitas keagamaan. Salah
satunya adalah dengan halaqah atau mengikuti pengajian, kajian Islam dan beberapa
kegiatan keislaman lainnya. Kesehatan atau keadaan rohani yang baik itu sangat
mempengaruhi semua aspek dalam diri klien. Sehingga bisa dikatakan bahwa kegiatan
agam itu akan diprioritaskan pertama dan utama.
Kalau ditanya tentang siapa yang menentukan kapan klien sakit, klien mengatakan
bahwa klien sendiri yang menentukan apakah dia sakit atau tidak karena klien yang
merasakan bukan orang lain. Untuk memutuskan berobat pun klien yang membuat
keputusannya, pihak keluarga yang membantu.
Klien mempersepsikan perawat itu sebagai salah satu tenaga kesehatan yang sangat
berpengaruh terhadap penyembuhan pasien karena perawt yag paling sering berinteraksi
dengan pasien. Klien mengharapkan agar perawat itu memiliki pengetahuan yang bagus
baik tentang cara merawat, berkomunikasi, penyakit, obat-obatan, dan bahkan tindakan
lanjutan untuk meningkatkan status kesehatan pasien ketika keluar dari rumah sakit.
Apabila perawat memiliki aspek tersebut maka citra perawat akan meningkat.
6. Nutrition
Makan makanan yang baik dan bergizi itu penting untuk metabolisme tubuh. Klien
berusaha untuk memakan makanan yang mengandung gizi tinggi dan menjauhi makanan
yang banyak bahan pengawet, pemanis, dan bahan kimia lainnya yang berbahaya bagi
tubuh. Biasanya klien makan sendirian, tetapi ketika di rumah biasanya klien makan
dengan ibu, bapak, nenek, atau anggota keluarga lainnya. Klien lebih suka jenis makanan
laut dan sayur. Waktu makannya biasanya siang atau sore. Klien tipercaya tentang diet
sehat dan tidak sehat, biasanya yang dikatakan diet tidak sehat itu diet yang tidak
memperhatikan porsi makanan dan kandungan gizi dalam setiap porsi makanan yang
dikonsumsinya.
Karena sekarang klien ngekost, maka yang belanja makanan adalah klien sendiri.
kalau di rumah ya orang tua di pasar. Yang menyiapkan makanan di rumah yaitu ibu dan
bapak. Bapak klien kebetulan suka sekali memasak, sehingga di rumah sering sekali bapak
yang memasak dibantu dengan ibu atau klien.
Klien memiliki kebiasaan konsumsi makanan dengan kandungan nutrisi tertentu,
biasanya orang tua mengkonsumsi labu siam untuk mencegah darah tinggi, banyak makan
sayur buah dan ikan. Kalau kaka senang sekali minum teh hijau tanpa diberi gula, senang
olahraga dan makan jus mix wortel dan apel.
Agama klien mengharuskan puasa, baik puasa yang hukumnya wajib maupun sunnah.
Biasanya keluarga klien sangat senang sekali ketika puasa ramadhan tiba, karena selain
mendapatkan kesempatan untuk menuai pahala juga sangat baik untuk kesehatan terutama
untuk mengontrol berat badan. Selain puasa wajib Ramadhan selama kurang lebih 1 bulan,
keluarga klien juga biasanya melakukan puasa sunnah, sunnah senin-kamis, klien juga
suka melaksanakan puasa sunnah lainnya seperti puasa tanggal 9 Dzulhijah, 10 Muharram
dan puasa sunnah lainnya. Agama klien yaitu Islam dengan jelas memberikan aturan
mengenai kewajiban puasa dan keringanannya terutama bagi mereka yang berhalangan
untuk puasa seperti orang sakit, lansia, ibu hamil, atau sedang dalam perjalanan. Tetapi
puasa yang batal itu harus diganti dilain hari bagi yang mampu atau dengan memberikan
makanan bagi yang berpuasa bagi mereka yang tidak mampu mengganti puasa.
7. Socioeconomic consideration
Keluarga klien sangat kooperatif atau membantu ketika ada salah satu anggota
keluarga yang sakit. Dari mulai mengantarkan untuk berobat sampai memberikan
perawatan di rumah. Jaringan sosial klien terdiri dari pihak tetangga, RT/RW atau tokoh
masyarakat sekitar. Biasanya kalau ada salah satu warga yang sakit maka dengan sukarela
warga lain akan membantu baik hanya dengan menjenguk maupun memberi sumbangan
untuk membayar biaya berobat.
8. Organizaton providing Cultural Support
Ada organisasi sosial yang mendukung klien di antaranya BEM FIK UI, FPPI FIK UI,
Paguyuban Mahasiswa Keluarga Cirebon (Makabon), dan para alumni SMA. Organnisasi
tersebut mempengaruhi kesehatan klien. Menurut klien dengan banyak silaturahmi maka
akan mudah untuk mendapat bantuan ketika akan berobat. Selain itu, orang-orang yang
ada dalam organisasi tersebut sangat mendukung dalam hal memeberikan semangat,
dukungan finansial dan lainnya.
9. Educational Background
Pendidikan terakhir klien yaitu sekolah menengah atas (SMA). Pendidikan terakhir
klien sangat mempengaruhi sistem pelayanan kesehatan di mana ketika klien belum
memasuki bangku perkuliahan klien tidak banyak tahu mengenai penyakit dan
penyebabnya, tentang siapa saja yang memiliki tugas untuk melakukan promosi kesehatan
kepada masyarakat. Namun, ketika pendidikan klien sudah memasuki ke jenjang yang
lebih tinggi yaitu perkuliahan maka pengetahuan klien tentang sistem pelayanan kesehatan
semakin bertambah. Cara untuk mengetahui hal tersebut adalah dengan banyak membaca
dan bertanya ke orang yang lebih tinggi ilmu dan pengalamannya.
Klien dapat berbahasa dan menulis dalam bahasa nasional. Gaya belajar yang nyaman
bagi klien adalah dengan membuat ringkasan setiap materi dengan menggunakan pulpen
warna dan rapi. Karena klien mengaku bahwa gaya belajarnya termasuk dalam Visual
Style, jadi harus bagus tulisannya. Selain itu, klien lebih suka belajar ketika di tempat yang
bersih dan rapih, karena apabila tempatnya tidak sesuai harapan akan menambah beban
buat klien.
10. Religious Affilition
Agama klien mampu mempengaruhi kesehatan atau penyakit klien. Klien merasa
apabila kondisi rohaninya atau aktivitas beribadahnya menurun akan berdampak pada
kondisi pemikiran dan pola makan serta pola hidupnya. Apabila kondisi imannya baik
maka kesehatan jasmaninya lebih terjaga, dan berlaku sebaliknya. Selain itu, dalam agama
Islam pun sangat diperhatikan tentang menjaga kesehatan, baik dari memakan makanan
yang baik maupun melakukan aktivitas seperti olahraga.
Ketika ada seorang muslim yang sakit, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad,
Islam memberikan alternatif penyembuhan dengan bekam, akupunctur, minum madu,
habbatussauda atau apabila sakitnya berkaitan dengan jiwa bisa dirukiyah. Biasanya yang
melakukan rukiyah itu para ulama atau ustadz atau mereka yang memang sudah ahli dalam
rukiyah atau bekam.
11. Cultural Aspect of Disease
Klien tidak terlalu mengetahui mengenai kondisi genetik yang lebih sering terjadi
pada kelompok budaya tertentu. mungkin dari fisik, misalnya tinggi dan berat badan,
warna kulit dan jenis rambut. Untuk penyakit yang berhubungan dengan socioenvironment
biasanya adalah hipertensi, maag, dan flu. Sampai saat ini, klien mengetahui bahwa tidak
ada penyakit tertentu yang meningkat resistensinya.

12. Bio Cultural Variation

Secara fisik, klien terlihat berasal dari kelompok etnik/budaya tertentu yaitu budaya
Sunda atau Jawa. Hal itu terlihat dari warna kulit, bentuk muka, mata, dan hidung yang
memang mencirikan klien berasal dari daerah pegunungan karena warna kulitnya yang
sawo matang ke arah putih.
13. Developmental Considerations
Faktor yang penting pada saat mengkaji anak dari berbagai usia yaitu kondisi
ekonomi keluarganya, tingkat pendidikan keluarga, kebiasaan keluarga dalam konsumsi
makanan.
Persepsi budaya terhadap penuaan adalah sesuatu yang menjadi kodrat manusia yang patut
disyukuri. Orang tua yang benar-benar sudah lanjut usia dirawat oleh pihak keluarganya
dan dihormati oleh orang lain. Biasanya orang lansia menjadi sesepuh yang dihormati.
Lansia mengharapkan anggot keluarganya sendiri yang merawatnya, tetapi ketika tidak
ada anggota keluarga yang mau maka kerabat atau tetangg dekat yang sudah dianggap
seperti keluarga.