Anda di halaman 1dari 4

GLAUKOMA AKUT (yuliarni_fk unsri)

DEFINISI
Glaukoma adalah suatu kelainan pada mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan dalam
bola mata (Tekanan Intra Okular = TIO) yang disertai pencekungan diskus optikus dan
pengecilan lapang pandang. Tekanan bola mata yang tinggi juga akan mengakibatkan kerusakan
saraf penglihatan yang terletak di dalam bola mata, dan akan terjadi gangguan lapang pandangan.
Glaukoma akut merupakan glaukoma yang terjadi secara tiba-tiba dengan sumbatan aliran
humor akueus yang lebih komplit. Nama lainnya adalah glaukoma sudut tertutup primer.
EPIDEMIOLOGI
Terjadi pada 1 dari 1000 orang yang berusia di atas 40 tahun dengan angka kejadian yang
bertambah sesuai usia
Wanita : pria pada penyakit ini adalah 4:1
Sering terjadi pada kedua mata
Mudah terjadi pada mata yang mempunyai bakat sudut bilik matanya tertutup, spt pd
hipermetropia
ETIOLOGI
Penyakit yang ditandai dengan peninggian tekanan intraocular ini, disebabkan:
Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar
Berkurangnya pengeluaran cairan mata didaerah sudut bilik mata atau dicelah pupil.
FAKTOR RISIKO
Umur
Riwayat anggota keluarga yang terkena glaukoma. Untuk glaukoma jenis tertentu, anggota
keluarga penderita glaukoma mempunyai resiko 6 kali lebih besar untuk terkena glaukoma
Tekanan bola mata diatas 21 mmHg berisiko tinggi terkena glaucoma
Obat-obatan
Pemakai steroid secara rutin misalnya: Pemakai obat tetes mata yang mengandung steroid yang
tidak dikontrol oleh dokter, obat inhaler untuk penderita asthma, obat steroid untuk radang sendi
dan pemakai obat yang memakai steroid secara rutin lainnya.
Riwayat trauma (luka kecelakaan) pada mata.
Penyakit lain. Riwayat penyakit katarak, diabetes (kencing manis), hipertensi dan migren
KLASIFIKASI
Terdapat 4 jenis glaukoma:
1. glaukoma sudut terbuka
2. glaukoma sudut tertutup
3. glaukoma kongenitalis
4. glaukoma sekunder
Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya
semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.
PATOGENESIS
MANIFESTASI KLINIK
o Penglihatan kabur mendadak
Etiologi :
Hiperopia
Prebiopia
DM
Perubahan bentuk bola mata
Perubahan posisi lensa
Mekanisme
o Mata merah
Etiologi
Infeksi : blepahritis,conjunctivitis,cornea ulcers,uveitis
Alergi
Glaucoma akut
Goresan pada kornea yang disebabkan karena pasir,debu atau pengguanan contact lens
Trauma
Benda asing
Mata yang kering
Mekanisme
o Nyeri hebat
Etiologi
Galukoma akut
Iritis akut
Trauma kornea
Infeksi
Keratitis
Scleritis
Mekanisme
o Kornea bengkak
Etiologi
Keratitis
Vaskulitis retina
Glaucoma akut
o Mual dan muntah
o melihat halo (pelangi disekitar objek)
DIAGNOSIS
ANAMNESIS
o penglihatan kabur mendadak
o nyeri hebat di sekitar mata atau belakang kepala
o mual
o muntah
o melihat halo (pelangi disekitar objek atau lamu tang dilihat)
o keluhan sering berkurang bila penderita melihat sinar kuat yang mengakibatkan pupil mengecil
PEMERIKSAAN FISIK
o Visus sangat menurun
o TIO meninggi
o Mata merah
o Kornea suram/keruh
o Injeksi siliar
o Bilik mata depan dangkal
o Rincian iris tidak tampak
o Pupil sedikit melebar, kurang/tidak bereaksi terhadap sinar
o Diskus optikus terlihat merah dan bengkak
o Pada perabaan mata teras keras seperti kelereng
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Tonometri. Alat ini berguna untuk menilai tekanan intraokular. Tekanan bola mata normal
berkisar antara 15-21 mmHg.
2. Gonioskopi. Sudut bilik mata depan merupakan tempat penyaluran keluar humor akueus.
Dengan gonioskopi kita berusaha menilai keadaan sudut tersebut, apakah terbuka, sempit atau
tertutup ataukah terdapat abnormalitas pada sudut tersebut.
3. Penilaian diskus optikus. Dengan menggunakan opthalmoskop kita bisa mengukur CDR. CDR
yang melebihi 0,5 menunjukkan peningkatan tekanan intraokular yang signifikan.
4. Pemeriksaan lapang pandang. Hal ini penting dilakukan untuk mendiagnosis dan
menindaklanjuti pasien glaukoma. Lapang pandang glaukoma memang akan berkurang karena
peningkatan TIO akan merusakan papil saraf optikus.
DIAGNOSIS BANDING
KERATITIS
ULKUS KORNEA
UVEITIS
PENATALAKSANAAN
1. obat-obatan (pengobatan darurat dan jangka pendek)
Miotik: untuk melepaskan iris dari jaringan trabekulum sehingga sudut mata bilik depan akan
terbuka
pilocarpin 2%, tetes mata setiap menit 1 tetes selama 5 menit,
lalu disusul 1 tetes tiap jam sampai 6 jam
Carbonic Anhidrase Inhibitor: untuk menurunkan pembentukan aquous humor
asetazolamid, 250 mg per tablet, 2 tablet sekaligus, disusul tiap 4 jam 1 tablet sampai 24 jam
obat hiperosmotik: untuk meningkatkan daya osmotik plasma
larutan gliserin 50 % secara oral, dosis 1-1,5 gram/ kgBB (0.7-1,5 cc/kgBB atau 1 cc /kgBB),
diminum sekaligus
mannitol 20 %,per infus 60 tetes per menit
morfin: untuk mengurangi sakit dan mengecilkan pupil disuntikan 10-15 mg
2. Pembedahan
Dilakukan setelah terapi dengan obat-obatan sampai tekanan bola mata < 25 mmHg dan mata
merah berkurang
Iridektomi perifer
Indikasi :
glaukoma dalam fase prodomal
glaukoma akut yang baru terjadi
tindakan pencegahan pada mata kiri
Teknik : dibuat lubang di bagian perifer iris pada sisi temporal atas
Pembedahan filtrasi
indikasi :
glaukoma akut sudah berlangsung lama
penderita sudah masuk dalam stadium glaukoma kongestif kronik
Teknik :
Trepanasi Elliot : lubang kecil berukuran 1,5 mm dibuat di daerah kornea- skleral, lalu ditutup
oleh konjungtiva dengan tujuan agar aquous mengalir langsung dari bilik mata anterior ke ruang
subkonjungtiva.
sklerotomi scheie kornea-skleral :dikauterisasi agar luka tidak menutup kembali dengan
sempurna, dengan tujuan agar aquous mengalir langsung dari bilik mata anterior ke ruang
subkonjungtiva.
Trabekulektomi : mengangkat trabekulum sehingga terbentuk celah untuk mengalirkan cairan
mata masuk ke dalam kanal schlemm.
PROGNOSIS
Glaukoma akut merupakan suatu KEDARURATAN OFTALMOLOGI sehingga kalau tidak
segera ditangani prognosisnya buruk
KOMPLIKASI
Kebutaan

Anda mungkin juga menyukai