Anda di halaman 1dari 6

PengolahanLimbahLaboratoriumUINSyarifHidayatullahJakarta

MenggunakanFiltrasidanAdsorben

TiahMaharani
ProgramstudiKimiaFakultasSainsdanTeknologiSyarifHidayatullahJakarta
Jl.Ir.H.juandaNo.95ciputatJakarta15412

Abstrak
Pengolahan limbah dilakukan dengan menggunakan filtrasi sederhana dan
menggunakan adsorben zeolit, karbon aktif, batu bata dan tepung jagung. Setiap adsorben
dilakukanduakalidenganjumlahberatabsorbenyangberbeda.Tujuandaripengolahanlimbah
yaitu untuk mengurangi kadar bahan berbahaya dari limbah tersebut. Limbah yang digunakan
berasal dari limbah cair laboratorium kimia PLT UIN Syarif Hidayatullah. Kekeruhan limbah
diukurmenggunakanalatturbidimeter.
Abstract
Wastetreatmentisdoneusingasimplefiltrationandusingadsorbentzeolites,activatedcarbon,
brick and cornstarch. Each adsorbent performed twice with different amount of weight
absorbent. The goal of wastewater treatment is to reduce levels of harmful materials from
waste.WastethatisderivedfromthechemicallaboratorywastewaterPLTSharifHidayatullah
StateIslamicUniversity.Turbiditywasmeasuredusingaturbidimeter.
Katakunci:filtrasi,limbah,turbidimeter,adsorben.
1. PENDAHULUAN
Laboratorium adalah tempat untuk
melakukan kegian penelitian atau
percobaan untuk mendapatkan hasil
data uji yang akurat. Penelitian atau
percobaan yang dilakukan memakai
jenis jenis bahan kimia, seperti asam,
basa, organic dan anorganik. Dan setiap
penelitian atau percobaan yang
dilakukan akan menghasilkan bahan
buangansepertilimbah.
Limbah merupakan bahan yang
berbahaya bagi sekitar lingkungan,
limbah dalam laboratorium bersifat B3
(bahan berbahaya dan beracun) yang
berdasarkanPPNo.85tahun1999.Oleh
karena itu dilakukan penelitian
pengolahan limbah cair laboratorium,
secara umum pengolahan limbah cair
diperlakukanuntuklimbahcairsebelum
dibuang ke lingkungan sehingga tidak
mengganggulingkungan.
Pada pengolahan limbah dilakukan
prosespenjernihan(filtrasi)limbahyang
menggunakan alat filtrasi sederhana
yang berfungsi sebagai penyaring
untukn memisahkan limbah dengan zat
pengototornya. Proses filtrasi
merupakanproses pemisahan zat padat
dari fluida melalui suatu medium
penyaring.Dalamprosesfiltrasi,partikel
partikel padatan tersuspensi pada
cairan atau gas yang dihilangkan secara
mekanis dengan cara melewatkannya
melaluimediumpenyaringtersebut.
Pengolahan limbah juga dilakukan
dengan metode adsorben yang dapt
menjernihan limbah cair tersebut.
Adsorben yang digunakan yaitu zeolit,
karbon aktif, batu bata dan tepung
jagung.

2. METODEPENELITIAN
WAKTUDANTEMPAT
Penelitian ini dilaksanakan pada
November 2012 dan dilakukan di
laboratorium kimia PLT UIN syarif
HidayatullahJakarta
ALATDANBAHAN
Alat yang digunakan adalah Alat
filtrasi sederhana, selang, batang statif,
turbidimeter, pH indicator universal,
alatalatgelasdankertassaring.Bahan
baku yang digunakan yaitu limbah cair
laboratorium, zeolit, batu bata, tepung
jagungdankarbonaktif.
PROSEDURKERJA
Filtrasi
Dibuat alat filtrasi berlapis
sederhana. Alat filtrasi menggunakan
botol air mineral, bagian bawah botol
dipotong dan posisi botol dibalik.
Setelah dibalik, beri lubang pada bagian
bawah dan dimasukkan selang untuk
mengeluarkan limbah yang teakh
difiltrasi.Bahanbahanyangdigunakan
untuk filtrasi yaitu kapas, perban,
batuan kerikil, serabut kelapa, arang,
pecahan keramik, pecahan genting dan
pasir. Alat filtrasi dipasang pada batang
statifyangberfungsisebagaipenyangga.

Gambar.1 alat filtrasi


sederhana
Alat filtrasi diuji dahulu
menggunakan air sehingga air yang
disaringdapatkeluardanmenjadijernih.
Kemudian dilakukan pada limbah
laboratorium,sampai limbah menjadi
bersih. Setiap satu kali penyaringan
kadar kekeruhan limbah dan pH diukur
menggunakan turbidimeter dan dengan
pHindikator.
Adsorben
Prosespengolahanlimbahdilakukan
kembali dengan cara mengadsorben
limbah menggunakan zeolit, karbon
aktif, batu bata dan tepung jagung
dengan berat setiap adsorben berbeda,
0.5 gram dan 1 gram kemudian
dicampurkan dengan limbah dan
ditunggu selama satu jam kemudian
disaringmenggunakankertassaringdan
diukur kekeruhan limbah menggunakan
turbidimeter.
3. HASILDANPEMBAHASAN
FILTRASI
Dari penelitian yang dilakukan
didapatkan nilai kekeruhan limbah cair
yangdiujikandengancarafiltrasi:.
ProsesFiltrasi Nilaikekeruhan
(FTU)
Sebelumfiltrasi 75
Filtrasipertama 11.99
Filtrasikedua 7.98
Filtrasiketiga 5.24
Filtrasikeempat 3.65
Table.1 Hasil perhitungan Turbidity,
menggunakanfiltrasi
Nilai kejeruhan yang didapatkan
berbeda, hal ini karena dalam proses
filtrasiterdapatkomponenkomponen
bahan yang memiliki fungsi berbeda,
lapisan pertama yang berada diatas
yaitu pasir untuk memperbaiki kualitas
fisik air, seperti kekeruhan karena
mengandung SiO
2
, Fe
2
O
3
, Al
2
O
3
, TiO
2
,
CaO, MgO, dan K
2
O yang dapat
menyaring lumpur, tanah dan partikel
besar atau kecil dalam limbah serta
menghilangkan kandungan besi (Fe),
mangan (Mn
2+
) dan warna kuning pada
air. Pada lapisan kedua yaitu pecahan
genting yang dapat menyerap
kandungan metal, racun dan kotoran
dalam air limbah sehingga limbah
menjadi jernih karena adanya tekanan
dari pori pori genting sehingga dapat
menyalurkan oksigen ke dalam air
limbah. Lapisan selanjutnya yaitu
pecahan keramik berfungsi sebagai
desinfektan dan membunuh bakteri.
Kemudian lapisan arang, berfungsi
untuk menghilangkan bau dan rasa
pada limbah. Kemudian terdapat
lapisan batuan kerikil dan serabut
kelapa untuk menimbulkan lumpur
dan lumut untuk menahan air agar
tidak merembes ke dinding tanah. Dan
yang terakhir lapisa kapas dan kasa
(perban) untuk membersihkan air
limbah dari kotoran dan membunuh
bakteri.
Kemudian ketika limbah cair yang
telah disaring dan didiamkan selama 1
minggu terjadi kenaikan pada
kekeruhannya, dari 3,65 menjadi 9.68
FTU. Dalam hal ini terjadi kemungkinan
adanya zat pengotor dan mikrobiologis
yang hidup dalam limbah, sehingga
limbah yang didiamkan menjadi lebih
keruh dari sebelumnya. Selanjutnya,
limbah tersebut dipanaskan dengan
menggunakn penangas air yang
berfungsi untuk membunuh
mikrobiologisyangadapadalimbah.Lalu
difiltrasi kembali dengan alat filtrasi
untuk menjernihkannya kembali dan
diukur kekeruhannya sehingga diperoleh
nilainya yaitu sebesar 16.09 FTU. Dari
hasil filtrasi tersebut terjadi kenaikan
tingkat kekeruhan karena alat filtrasi
yangdigunakantidakdibersihkandahulu
atau dicuci dengan air agar zat pengotor
yang berada dalam alat hilang oleh
praktikan.
PENGARUHpH
Sebelum dilakukan penelitian pH
limbah cair diukur menggunakan pH
indicator universal, pH yang didapat
yaitu 7 dan setelah dilakukan filtrasi
didapatkan pH sebesar 7, hal ini
dikarena tidak ada perlakuan yang
mempengaruhi perubahan suhu, pada
penyaringan,danlimbahmasihmemiliki
bau.
Adsorben
Berdasarkan hasil percobaan
menggunakanadsorben,padaadsorben
zeolit dan karbon aktif terjadi memiliki
nilaikekeruhanyangkecildalam1gram
dibandingkan dengan 0,5 gram tiap
absorben.
Adsorben Nilaikekeruhan(FTU)
0.5gram 1gram
Zeolit 10,25 9,36
Batubata 33,55 29,87
Karbonaktif 11,25 8,91
Tepungjagung 10,27 11,84
Table.2HasilperhitunganTurbidity,airlimbahdengan
adsorben
Darihasildatapenelitiandigunakan
zeolit karena zeolit yang terdehidrasi
akan mempunyai struktur pori terbuka
dengan internal surface area besar
sehingga kemampuan mengadsorb
molekulselainairsemakintinggi,dengan
itu zeolit bisa digunakan sebagai
adsorbenpolar.Kemudianmenggunakan
carbon aktif, yang merupakan suatu
materialyangmemilikiporiporisangat
banyak, pori pori ini berfungsi untuk
menyerap apa saja yang di laluinya.
Carbon aktif merupakan adsorben non
polar.
4. KESIMPULAN
1) Limbah cair laboratorium dapat
dijernihkan dengan alat filtrasi
sederhana.
2) Limbah juga dapat diadsorbsi oleh
adsorben zeolit, karbon aktif, batu
bata dan tepung jagung tetapi tidak
terlaulu jauh kejernihan yang
didapat.
DAFTARPUSTAKA
Anonim, 2008, Pengantar
Pengolahan Air Limbah, Bahan
Kuliah Rekayasa (TL 4001), Prodi
TeknikLingkunganITB
Adhibaswara, Banu, dkk (2011)
Pengelolaan Air Secara Ekonomis
Dengan Penggunaan Tnggul Batang
Kelapa Serta Penjernih Air Alami,
ProceedingPESAT (Psikologi,
Ekonomi, Sastra, Arsitektur &Sipil)
Vol.4:7984.
Irianto, Eko Winar (2008) Prototip
Sitstem Pengelolaan lImbah Cair
Laboratorium Pengujian Kualitas Air
Yang Efektif Sederhana Dan
Terpadu, Bul. Keairan Vol. 1 No
2:99110.
Kundari ,Noor Anis, Apri Susanto, Maria
Christina Prihatiningsih, Adsorpsi Fe
Dan Mn Dalam Limbah Cair Dengan
Zeolit Alam, Seminar Nasional Vi Sdm
Teknologi Nuklir Yogyakarta, 18
November2010.
Rahman,Abdur,dkk(2004)Penyaringan
AirTanahDenganZeolitAlamiUntuk
Menurunkan Kadar Besi Dan
Mangan,MAKARAKESEHATANVOL.
8NO.1:18.
Siswoyo, Eko (2009) Penurunan kadar
merkuri (Hg) pada limbah cair
laboratorium Universitas Islam
Indonesia menggunakan reaktor
aerokarbonfilter, Logika Jurnal
Penelitian Universitas Islam
IndonesiaLembagaPenelitian6:19.
Suhartana (2006) Pemanfaatan
Tempurung Kelapa Sebagai Bahan
Baku Arang Aktif Dan Aplikasinya
Untuk Penjernihan Air Sumur Di
Desa Belor Kecamatan Ngaringan
Kabupaten Grobogan, Berkala
FisikaVol.9No.3:151156.
http://filterpenyaringair.com/search/fun
gsiarangdalampenjernihanair/
(diakses pada tanggal 27 Desember
2012,pukul19:22wib).