Anda di halaman 1dari 20

JAN

5
Prinsip dan Metode Pemeriksaan Fisik Dasar ( Sistem Imun & Hematologi )
Ronda M Jones
!a" ini meliputi materi #ang ditulis pada
edisi pertama ole Jean DeMartinis$
Pengka%ian keseatan men#eluru seorang indi&idu terdiri dari tiga komponen' (()
)a)an*ara dan ri)a#at keseatan+ (,) pengamatan umum dan pengukuran tanda-tanda &ital+ dan
(.) pemeriksaan /isik0 #ang meliputi e&aluasi diagnostik0 interpretasi temuan klinis0 diagnosis0
terapi dan tindak-lan%ut$ !iasan#a0 /armasis tidak melakukan pemeriksaan /isik men#eluru0
tidak seperti pro/esional keseatan lainn#a (#aitu dokter0 asisten dokter0 pera)at)$ 1alaupun
demikian0 sangatla penting "agi /armasis untuk mengenal pemeriksaan /isik terutama prinsip-
prinsipn#a0 metode0 dan data #ang diperole karena /armasis se*ara rutin menggunakan data
pasien selama melaksanakan peker%aan asuan ke/armasian #ang "erorientasi pada pasien$
!a" ini mem"aas pemeriksaan /isik0 #ang merupakan komponen pengka%ian keseatan
#ang "ersi/at o"#ekti/$ 2arena tidak perlu "agi seorang /armasis untuk men%adi sangat terampil
se*ara teknis melakukan pemeriksaan /isik0 pem"aasan pada "a" ini akan men/okuskan pada
prinsip-prinsip dasar pemeriksaan0 situasi0 metode umum0 dan peralatan$ Pertim"angan-
pertim"angan kusus pada pemeriksaan /isik seorang indi&idu dari suatu populasi kusus
(misaln#a pediatrik0 geriatrik0 dan pasien amil) %uga akan didikusikan$
Prinsip dasar pemeriksaan /isik
3u%uan umum pemeriksaan /isik adala untuk memperole in/ormasi mengenai status
keseatan pasien$ 3u%uan de/initi/ pemeriksaan /isik adala0 pertama0 untuk mengidenti/ikasi
status normal dan kemudian mengetaui adan#a &ariasi dari keadaan normal terse"ut dengan
*ara mem&alidasi keluan-keluan dan ge%ala-ge%ala pasien0 penapisan4skrining keadaan )ell-
"eing pasien0 dan pemantauan masala keseatan4pen#akit pasien saat ini$ In/ormasi ini men%adi
"agian dari *atatan4rekam medis (medi*al re*ord) pasien0 men%adi dasar data a)al dari temuan-
temuan klinis #ang kemudian selalu diper"arui (updated) dan ditam"akan sepan%ang )aktu$
Seperti tela di"aas pada "a" se"elumn#a0 rekam medis terdiri dari in/ormasi su"#ekti/
dan o"#ekti/$ In/ormasi su"#ekti/ #ang "aru akan diperole dari asil )a)an*ara pasien dan
ri)a#at keseatan$ In/ormasi su"#ekti/ akan mem"uat pemeriksa )aspada mengenai area apa
#ang arus men%adi peratian selama pemeriksaan itu$ In/ormasi le"i lan%utan kemudian akan
diperole melalui pemeriksaan /isik$ Harus diingat "a)a garis pemisa antara ri)a#at pasien
dan pemeriksaan /isik selalu a"strak$ Se"agai *onto0 temuan klinis o"#ekti/ akan memperkuat0
mem&alidasi dan men%elaskan data su"#ekti/ #ang diperole pada pemeriksaan a)al0 tetapi %uga
pada saat #ang sama0 temuan /isik akan menstimulasi pemeriksa untuk "ertan#a le"i lan%ut
selama pemeriksaan$ 3idak ada #ang a"solut mengenai metode #ang digunakan dan sistem #ang
arus di*akup dalam suatu pemeriksaan /isik$ Penentuan pilian dipengarui ole usia pasien0
ge%ala0 data /isik
dan la"oratorium lainn#a0 serta tu%uan pemeriksaan itu sendiri (misaln#a0 penapisan4s*reening
/isik umum0 pemeriksaan /isik spesi/ik0 atau analisis ge%ala-ge%ala)$ 2un%ungan "erikutn#a atau
tindak lan%ut merupakan kun%ungan #ang ter%ad)al untuk mengka%i progresi atau kesem"uan
dari suatu masala atau a"normalitas tertentu)$ Pengka%ian keseatan sering dianggap se"agai
suatu insiden tersendiri$ Namun0 saat ini0 tela diterima "a)a penapisan atau pemantauan
keseatan terkait-usia arus dilakukan se*ara teratur (%ika pasien tidak menun%ukkan
ge%ala4asimtomatik)$Rema%a (usia (,-(5 taun) se"aikn#a men%alami pemeriksaan /isik setiap ,
taun$ Indi&idu de)asa (usia ,6-55 taun) se"aikn#a
men%alani pemeriksaan /isik men#eluru setiap 5-7 taun$ Pemeriksaan penapisan lainn#a0
misaln#a mammogra/i0 tes pap0 u%i adan#a dara pada /eses0 dan sigmoidoskopi0 se"aikn#a
dilakukan se*ara le"i teratur0 seperti #ang disarankan pada Pedoman Deteksi 2anker Dini dari
Ameri*an 8an*er So*iet#$ 9rang-orang de)asa #ang le"i lan%ut usia (:76 taun) se"aikn#a
melakukan pemeriksaan /isik men#eluru setiap , taun0 termasuk serangkaian pemeriksaan-
penapisan seperti #ang tela dikemukakan di atas$ 2arena asuan ke/armasian #ang "erorientasi
pasien men*akup %uga tindakan pen*egaan masala keseatan0 /armasis se"aikn#a se*ara rutin
menga%ukan pertan#aan pada pasien kapan pasien terakir melakukan pemeriksaan /isik$
Pertan#aan demikian arus
menitik"eratkan pada penapisan spesi/ik dan pedoman-pedoman pemantauan (misaln#a
mendorong pasien untuk menemui dokter untuk pemeriksaan /isik men#eluru$ Jika psien tidak
melakukan pemeriksaan selama , taun terakir (untuk pasien :76 taun)$ Farmasis %uga
se"aikn#a mem"erikan pen#uluan4edukasi kepada pasien mengenai penapisan dan pemantauan
keseatan sesuai pedoman$
Pemeriksaan penapisan #ang teratur sangat penting0 tetapi pada ken#ataann#a an#a
sedikit pertemuan antara pasien dan /armasis #ang dilakukan untuk penapisan4skrining keseatan
sa%a$ 2e"an#akan pada interaksi /armasis dengan pasien le"i mem"aas keluan-keluan
pasien$ Pemeriksaan #ang dilakukan se"agai respon teradap keluan atau ge%ala diarakan
untuk mengetaui atau men*ega masala keseatan #ang potensial dan merupakan interaksi
#ang ter/okus$ 2etika mem"erikan pela#anan4asuan keseatan #ang "erorientasi pasien0
/armasis dapat "erperan penting dalam menentukan /okus interaksi terse"ut untuk menge&aluasi
dan mengidenti/ikasi keluan-keluan dan ge%ala-ge%ala pasien #ang "erkaitan dengan e/ek
pengo"atan$
Metode Pemeriksaan
3erdapat empat teknik pengka%ian #ang se*ara uni&ersal diterima untuk digunakan
selama pemeriksaan /sik' inspeksi0 palpasi0 perkusi dan auskultasi$ 3eknik-teknik ini digunakan
se"agai "ingkai ker%a #ang men/okuskan pada indera pengliatan0 pendengaran0 sentuan dan
pen*iuman$ Data dikumpulkan "erdasarkan semua indera terse"ut se*ara simultan untuk
mem"entuk in/ormasi #ang koeren$ 3eknik-teknik terse"ut se*ara keseluruan dise"utse"agai
o"ser&asi4pengamatan0 dan arus dilakukan sesuai dengan urutan di atas0 dan setiap teknik akan
menam"a data #ang tela diperole se"elumn#a$ Dua perke*ualian untuk aturan ini0 #aitu %ika
usia pasien atau tingkat keparaan ge%ala memerlukan pemeriksaan ekstra dan ketika a"domen
#ang diperiksa (liat !a" lain)$
INSP;2SI
<angka pertama pada pemeriksaan pasien adala inspeksi0 #aitu meliat dan
menge&aluasi pasien se*ara &isual dan merupakan metode tertua #ang digunakan untuk
mengka%i4menilai pasien$ Se"agai indi&idu-indi&idu0 kita selalu menilai orang lain setiap ari0
mem"angun kesan pada pikiran kita mengenai orang lain0 memutuskan apaka kita men#ukai
atau tidak men#ukai mereka0 dan se*ara umum akan tetap "ersama mereka atau se"alikn#a
men%aui mereka$ =ang tidak kita sadari0 se"enarn#a kita tela melakukan inspeksi$
Se*ara /ormal0 pemeriksa menggunakan indera pengliatan "erkonsentrasi untuk meliat
pasien se*ara seksama0 persisten dan tanpa ter"uru-"uru0 se%ak detik pertama "ertemu0 dengan
*ara memperole ri)a#at pasien dan0 terutama0 sepan%ang pemeriksaan /isik dilakukan$ Inspeksi
%uga menggunakan indera pendengaran dan pen*iuman untuk mengetaui le"i lan%ut0 le"i %elas
dan mem&alidasi apa #ang diliat ole mata dan dikaitkan dengan suara atau "au #ang "erasal
dari pasien$ Pemeriksa kemudian akan mengumpulkan dan menggolongkan in/ormasi #ang
diterima ole semua indera terse"ut0 "aik disadari maupun tidak disadari0 dan mem"entuk opini0
su"#ekti/ dan o"#ekti/0 mengenai pasien0 #ang akan mem"antu dalam mem"uat keputusan
diagnosis dan terapi$ Pemeriksa #ang tela melakukan o"ser&asi selama "ertaun-taun (ali)
melaporkan "a)a mereka seringkali mempun#ai persepsi intuiti/ mengenai sum"er4pen#e"a"
masala keseatan pasien segera setela meliat pasien$ 2arena inspeksi umum digunakan pada
interaksi dengan pasien seari-ari pada "er"agai situasi di apotek0 maka teknik ini merupakan
metode #ang paling penting #ang arus dikuasai pada praktek ke/armasian$
PA<PASI
Palpasi0 #aitu men#entu atau merasakan dengan tangan0 adala langka kedua pada
pemeriksaan pasien dan digunakan untuk menam"a data #ang tela diperole melalui inspeksi
se"elumn#a$ Palpasi struktur indi&idu0"aik pada permukaan maupun dalam rongga tu"u0
terutama pada a"domen0 akan mem"erikan in/ormasi mengenai posisi0 ukuran0 "entuk0
konsistensi dan mo"ilitas4gerakan komponen-komponen anatomi #ang normal0 dan apaka
terdapat a"normalitas misaln#a pem"esaran organ atau adan#a massa #ang dapat tera"a$ Palpasi
%uga e/ekti/ untuk menilai menganai keadaan *airan pada ruang tu"u$
>am"ar ?-( menun%ukkan area tangan #ang digunakan untuk palpasi untuk mem"edakan
temuan-temuan klinis$ Pemeriksa #ang ali akan menggunakan "agian tangan #ang paling
sensiti/ untuk melakukan setiap %enis palpasi$ Pads atau u%ung %ari pada "agian distal ruas
interpalangeal paling "aik digunakan untuk palpasi0 karena u%ung sara/ spesi/ik untuk indera
sentu terkelompok saling "erdekatan0 seingga akan meningkatkan kemapuan mem"edakan dan
interpretasi apa #ang disentu$ Pengukuran kasar suu tu"u paling "aik dilakukan
memggunakan"agian punggung (dorsum) tangan$ Posisi0 ukuran dan konsistensi struktur dapat
ditentukan se*ara paling e/ekti/ menggunakan tangan #ang "er/ungsi untuk merai atau
memegang$ Struktur indi&idu dalam rongga tu"u0 terutama dalam a"domen4perut0 dapat
dipalpasi untuk mengeta%ui posisi0 ukuran0 "entuk0 konsistensi dan mo"ilitas$ 3angan %uga dapat
digunakan untuk mendeteksi massa atau menge&aluasi *airan #ang terkumpul se*ara a"normal$
@i"rasi4getaran dapat muda terdeteksi ole permukaan telapak tangan0 sepan%ang persendian
tulang metakarpopalangeal (M8P) atau aspek ulnar digit kelima dari pergelangan tangan ke
sendi M8P$ Area ini dapat mendeteksi getaran dengan "aik0 karena suara dapat le)at dengan
muda melalui tangan$ Antuk area mana sa%a #ang dinilai0 akan sangat "erman/aat %ika
menggunakan palpasi dalam0 medium atau ringan$
Pada a)al selalu digunakan palpasi ringan0 dan kekuatan palpasi dapat ditingkatkan terus
sepan%ang pasien dapat menoleransi (>am"ar ?-,)$ Jika pada a)al palpasi0 anda melakukan
terlalu dalam0 anda mungkin mele)atkan dan tidak mengetaui %ika terdapat lesi permukaan dan
palpasi anda akan mengaki"atkan rasa n#eri #ang tidak perlu pada pasien$ Palpasi ringan
"ersi/at super/isial0 lem"ut dan "erguna untuk menilai lesi pada permukaan atau dalam otot$ Juga
dapat mem"uat pasien relaks se"elum melakukan palpasi medium dan dalam$ Antuk melakukan
palpasi ringan0 letakkan4tekan se*ara ringan u%ung %ari anda pada kulit pasien0 gerakkan %ari
se*ara memutar$
Palpasi medium untuk menilai lesi medie&al pada peritoneum dan untuk massa0 n#eri
tekan0 pulsasi (mera"a den#ut)0 dan n#eri pada ke"an#akan struktur tu"u$ Dilakukan dengan
menekan permukaan telapak %ari (-, *m ke dalam tu"u pasien0 menggunakan gerakan
sirkuler4memutar$
Palpasi dalam digunakan untuk menilai organ dalam rongga tu"u0 dan dapat dilakukan
dengan satu atau dua tangan (>am"ar ?-,)$ Jika dilakukan dengan dua tangan0 tangan #ang di
atas menekan tangan #ang di "a)a ,-? *m ke "a)a dengan gerakan sirkuler$ !agian #ang
n#eri atau tidak n#aman selalu dipalpasi terakir$ 2adang0 diperlukan untuk mem"uat rasa tidak
n#aman atau n#eri untuk dapat "enar-"enar menilai suatu ge%ala$
P;R2ASI
Perkusi0 langka ketiga pemeriksaan pasien adala menepuk permukaan tu"u se*ara
ringan dan ta%am0 untuk menentukan posisi0 ukuran dan densitas struktur atau *airan atau udara
di "a)an#a$ Menepuk permukaan akan mengasilkan gelom"ang suara #ang "er%alan sepan%ang
5-B *m (,-. in*i) di "a)an#a$ Pantulan suara akan "er"eda-"eda karakteristikn#a tergantung
si/at struktur #ang dile)ati ole suara itu$ 3a"el ?-( menun%ukkan kualitas dan karakter suara
#ang keluar pada saat perkusi sesuai dengan tipe dan densitas %aringan dan si/at lapisan di
"a)an#a$
Pit* (atau /rekuensi) adala %umla &i"rasi atau siklus per detik (*#*les per se*ond4*ps)$
@i"rasi *epat mengasilkan nada dengan pit* #ang tinggi0 sedangkan &i"rasi lam"at
mengasilkan nada pit* #ang renda$
Amplitudo (atau intensitas) menentukan kerasn#a suara$ Makin "esar amplitude0 makin
keras suara$
Durasi adala pan%angn#a )aktu di mana suara masi terdengar$
2ualitas (atau tim"re0 armonis0 atau o&ertone) adala konsep su"#ekti/ #ang digunakan
untuk menggam"arkan &ariasi aki"at o&ertone suara #ang tertentu$
Prinsip dasarn#a adala %ika suatu struktur "erisi le"i "an#ak udara (misaln#a paru-paru)
akan mengasilkan suara #ang le"i keras0 renda dan pan%ang daripada struktur #ang le"i
padat (misaln#a otot paa)0 #ang mengasilkan suara #ang le"i lem"ut0 tinggi dan pendek$
Densitas %aringan atau massa #ang te"al akan men#erap suara0 seperti proteksi akustik men#erap
suara pada ruang kedap suara$
Ada dua metode perkusi0 langsung (segera) dan tak langsung (diperantarai)$ Perkusi
diperantarai (tak langsung) adala metode #ang menggunakan alat pleksimeter untuk
menim"ulkan perkusi$ Dari se%aran#a0 pleksimeter adala palu karet ke*il0 dan digunakan untuk
mengetuk plessimeter0 suatu o"#ek padat ke*il ("iasan#a ter"uat dari gading)0 #ang dipegang erat
di depan permukaan tu"u$ Ini merupakan metode #ang disukai selama ampir (66 taun0 tetapi
pemeriksa merasa repot untuk mem"a)a peralatan ekstra ini$ Seingga0 perkusi tak langsung0
menggunakan %ari telun%uk dan %ari tenga atau an#a %ari tenga satu tangan "ertindak se"agai
pleksimeter0 #ang mengetuk %ari tenga tangan #ang lain se"agai plessimeter0 "erkem"ang
men%adi metode pilian sekarang (>am"ar ?-.)$
2ini0 %ari pasi/ (plessimeter) diletakkan dengan lem"ut dan erat pada permukaan tu"u0
dan %ari-%ari lainn#a agak terangkat di atas permukaan tu"u untuk mengindari "erkurangn#a
suara$ Pleksimeter0 mengetuk plessimeter dengan kuat dan ta%am0 di antara ruas interpalangeal
proksimal$ Setela melakukan ketukan *epat0 %ari segera diangkat0 agar tidak men#erap suara$
Perkusi langsung dan tak langsung %uga dapat dilakukan dengan kepalan tangan (>am"ar
?-?)$ Perkusi langsung kepalan tangan meli"atkan kepalan dari tangan #ang dominan #ang
kemudian mengetuk permukaan tu"u langsung$ Perkusi langsung kepalan "erman/aat untuk
toraks posterior0 terutama %ika perkusi %ari tidak "erasil$ Pada perkusi tak langsung dengan
kepalan0 plessimeter men%adi tangan #ang pasi/0 diletakkan pada tu"u ketika pleksimeter
(kepalan dari tangan #ang dominan) mengetuk$ 2edua metode prekusi "erman/aat untuk menilai0
misaln#a0 n#eri tekan *osto&erte"ral angle (8@A) gin%al$
AAS2A<3ASI
Auskultasi adala ketrampilan untuk mendengar suara tu"u pada paru-paru0 %antung0
pem"ulu dara dan "agian dalam4&is*era a"domen$ Amumn#a0 auskultasi adala teknik
terakir #ang digunakan pada suatu pemeriksaan$ Suara-suara penting #ang terdengar saat
auskultasi adala suara gerakan udara dalam paru-paru0 ter"entuk ole toraC dan &is*era
a"domen0 dan ole aliran dara #ang melalui sistem kardio&askular$ Suara terauskultasi
di%elaskan /rekuensi (pit*)0 intensitas (kerasleman#a)0 durasi0 kualitas (tim"re) dan )aktun#a$
Pemeriksa akan mengauskultasi suara %antung0 suara tekanan dara (suara 2orotko//)0 suara
aliran udara melalui paru-paru0 suara usus0 dan suara organ tu"u$
Auskultasi dilakukan dengan stetoskop (>am"ar ?-5)$ Stetoskop regular tidak
mengampli/ikasi suara$ Stetoskop regular meneruskan suara melalui u%ung alat (endpie*e)0
ta"ung pipa (tu"ing)0 dan "agian u%ung #ang ke telinga (earpie*e)0 mengilangkan suara
gangguan eksternal dan demikian memisakan dan meneruskan satu suara sa%a$ Stetoskop kusus
#ang mengampli/ikasi suara %uga tersedia dengan akuitas suara #ang le"i renda$ =ang penting
diperatikan adala kesesuaian dan kualitas stetoskop$ A%ung #ang ke telinga arus diletakkan
pas ke dalam telinga0 dan ta"ung4pipa tidak "ole le"i pan%ang dari (,-(D in*i$
!agian endpie*e arus memiliki dia/ragma dan "el (>am"ar ?-5)$ Dia/ragma digunakan
untuk meningkatkan suara #ang tinggi-pit*-n#a$0 misaln#a suara na/as #ang terdengar dari paru-
paru dan suara usus melalui a"domen dan ketika mendengarkan suara %antung #ang teratur (S(
dan S,)$ !el dipergunakan kususn#a untuk suara dengan pit*-renda dan mengampli/ikasi
suara-suara gemuru murmur %antung0 tur"ulensi arteri ("ruits) atau &ena (ums)0 dan /riksi
organ$ 2arena aliran dara mem"erikan suara dengan pit* #ang renda0 "el %uga digunakan
untuk mengukur tekanan dara+ namun0 peletakan "el dengan tepat pada "e"erapa pasien
kadang-kadang *ukup sulit dilakukan$ 9le karena itu0 dia/ragma sering %uga digunakan untuk
mengukur tekanan dara$
!an#ak pemeriksa0 "aik #ang masi "aru maupun #ang suda ali0 *enderung
meletakkan stetoskop pada dada segera setela pasien melepas pakaian dan tanpa melakukan
perkusi pasien daulu$ Jika praktek #ang "uruk ini men%adi ke"iasaan0 maka pemeriksa akan
mele)atkan4tidak mengetaui petun%uk penting mengenai analisis ge%ala$ Mengikuti metode
pemeriksaan se*ara "erurutan dan menggunakan auskultasi se"agai pemeriksaan terakir
merupakan al-al #ang esensial$ Seperti tela dikemukakan se"elumn#a0 pemeriksaan a"domen
merupakan perke*ualian aturan ini$ Auskultasi a"domen arus mendaului palpasi dan perkusi+
%ika tidak demikian0 suara mekanik #ang ter%adi dalam a"domen aki"at menekan-nekan sekitar
isi perut akan mengasilkan suara usus palsu$
Auskultasi adala keterampilan #ang muda dipela%ari tapi sulit interpretasin#a$ Pertama0
suara normal #ang "erma*am-ma*am arus dipela%ari se"elum dapat mem"edakan mana suara
#ang a"normal dan ektra$ 2etika menggunakan stetoskop0 kurangi suara-suara eksternal #ang
mengganggu dan suara arte/ak$ 3utup mulut anda dan0 %ika endpie*e tela diletakkan pada
permukaan tu"u0 tutup mata anda dan "erkonsentrasila$ Dengan *ara demikian0 anda akan
mengeliminasi suara #ang ditransmisikan melalui mulut #ang ter"uka0 #ang dapat "er/ungsi
seperti megapone0 dan gangguan aki"at stimulasi &isual terus menerus$
Persiapan untuk pemeriksaan
Agar interaksi pasien "erlangsung e/isien dan lan*ar0 penting "agi pemeriksa untuk
"ersiap-siap se"elum per%umpaan dengan pasien$ <angka-langkan penting pada persiapan ini
meliputi al-al "erikut' mengumpulkan peralatan0 men#iapkan tempat0 dan men%amin
keselamatan pasien$
M;N=IAP2AN A<A3
Alat-alat #ang diperlukan untuk pemeriksaan /isik kompreensi/ #ang dilakukan ole
seorang dokter umum dapat diliat pada >am"ar ?-7$ Farmasis tidak perlu menggunakan seluru
alat terse"ut+ )alaupun demikian akan "erman/aat untuk mengetaui dan mengenal alat-alat
umum #ang digunakan pada pemeriksaan /isik$ Peralatan #ang diperlukan untuk pemeriksaan
/isik men#eluru adala'
Pena *aa#a atau senter digunakan untuk *ek kulit dan respon pupil teradap *aa#a dan
untuk sum"er *aa#a tangensial menerangi dada dana"domen dariri sisi samping$
Penggaris atau meteran0le"i disukai %ika menggunakan satuan *entimeter0 untuk
mengukur ukuran mola atau a"normalitas kulit lainn#a0 a"domen0 tinggi /undus dan
keliling tangan$
Sarung tangan dan masker atau ka*a mata pelindung4goggles sesuai aturan 8enters /or
Disease 8ontrol (8D8) untuk situasi tertentu$
9toskop dan o/talmoskop untuk memeriksa telinga dan mata (%ika otoskop tidak
dilengkapi dengan spekulum pendek0 maka diperlukan spekulum nasal)$
Depresor lida untuk menggerakkan atau menaan lida pada saat memeriksa oro/aring$
Stetoskop (dengan "el dan dia/ragma) untuk auskultasi paru-paru0 %antung dan saluran
*erna$
Palu re/leC untuk mengu%i re/leC tendon
!e"erapa "enda untuk mengu%i sara/ *ranial (misaln#a uang logam0 peniti0 kan*ing dll)
Peralatan tam"aan #ang diperlukan untuk menilai tanda-tanda &ital (&ital signs) antara lain'
3ermometer untuk mengetaui temperature
S/igmomanometer untuk mengetaui tekanan dara
Jam dengan %arum penun%uk detik atau %am digital untuk mengitung ke*epatan detak
%antung (nadi) dan perna/asan$
Skala untuk mengukur "erat "adan
Hampir semua alat suda ter*antum pada da/tar di atas$ 2arena anda arus siap
melakukan pemeriksaan ter/okus tanpa interupsi0 anda arus men#iapkan peralatan dasar
(misaln#a s/igmomanometer dan stetoskop) tersedia dan muda di%angkau di ruang praktek
Pengaturan #ang ati-ati dan konsisten se"elum memulai pemeriksaa akan meningkatkan
e/ekti&itas dan e/isiensi pemeriksaan dan men%amin pemeriksaan selalu dilakukan dengan urutan
#ang sesuai$
M;N=IAP2AN 3;MPA3 DAN 29NDISI
Ruang pemeriksaan #ang terpisa atau daera dengan tirai pem"atas arus disediakan
untuk men%amin pri&a*# dan keraasiaan (*on/identialit#)$ Ruangan terse"ut arus *ukup angat$
Pen*aa#aan #ang "aik dan lingkungan #ang tenang merupakan al #ang penting0 )alaupun
kadang-kadang al ini sulit diperole$ Asaa untuk memperole e/ek pen*aa#aan #ang optimal
dari sinar mataari atau sum"er *aa#a arti/i*ial %uga penting$ Jika lampu "er/luoresensi di atas
kepala merupakan sum"er *aa#a #ang tersedia0 maka pen*aa#aan tangensial atau samping %uga
arus digunakan$ Sinar /luoresens mengilangkan semua "a#angan permukaan0 al #ang
memang "aik %ika anda "eker%a di me%a tulis0 tapi akan mengalangi kemampuan anda
mem&isualisasi karakteristik permukaan tu"u$ Dengan menggunakan sum"er *aa#a tangensial
akan dapat diperole pandangan anatomi tu"u #ang le"i "aik misaln#a untuk meliat adan#a
"en%olan0 pulsasi atau lesi kulit$ Pena *aa#a0 lampu #ang "isa ditekuk tangkain#a0 atau senter
merupakan alat-alat #ang paling sering digunakan untuk mem&isualisasi tu"u$
M;NJAMIN 2;AMANAN PASI;N
Hal-al4langka-langka standard
Selama pemeriksaan /isik0 lakukan langka-langka untuk men%amin keamanan pasien
dan anda sendiri teradap transmisi pen#akit #ang dapat men#e"ar melalui dara dan untuk
men*ega komtaminasi-silang$ 8airan tu"u #ang dianggap "ersi/at in/eksius atau dapat
men#e"arkan in/eksi antara lain luda4sali&a0 dara0 semen0 *airan &agina0 *airan sere"rospinal0
*airan amnion0 *airan peri*ardia dan peritonela0 *airal pleura dan simo&ial$ 8D8 tela
menetapkan pedoman langka-langka #ang arus diikuti untuk mem"antu men*ega penularan
pen#akit in/eksi selama pemeriksaan /isik$ <iat 2otak ?-( untuk ulasan al4langka-langka
standard terse"ut$
2otak ?( 3indakan Pen*egaan !aku untuk Pen*egaan In/eksi
8u*i tangan dengan seksama se"elum memulai pemeriksaan dan seteal pemeriksaan
selesai$ (se"elum meninggalkan ruang)
Jika terdapat luka teriris0 a"rasi atau lesi lainn#a0 pakaila sarung tangan untuk
melindungi pasien$
Pakaila sarung tangan se*ara rutin %ika terdapat kemungkinan kontak dengan *arian
tu"u selama'
E Pemeriksaan oral
E Pemeriksaan lesi kulit
E Mengumpulkan sampel
E 2etika kontak dengan permukaan atau perlalatan #ang terkontaminasi
>antila sarung tangan ketika "erganti ker%a atau prosedur$
E Jika memakai sarung tangan0 *u*ila tangan segera setela sarung tangan
dilepas dan dari pasien ke pasien lain$
E Pakai masker dan pelindung mata4)a%a dan "a%u la" untuk melindungi kulit0
mem"ran mukosa dan pakaian %ika terapat kemngkinan ter%adi *ipratan atau
semprotan *airan tu"u$
E Ikuti prosedur klinik atau lem"aga untuk pera)atan rutin dan pem"uanagna
perlalatan0 linen dan lainlaina$
E !eri la"el #ang %elas semua )ada peralatan agar dapat "eratiati dan
)aspada teradap *aira tu"u$
Alergi lateks
Selain pedoman standard di atas0 ada "e"erapa al lain #ang arus diperkatikan ketika
melakukan pemeriksaan /isik0 terkait dengan meningkatn#a insiden reaksi alergi teradap produk
lateks alami$ Farmasis0 sesuai dengan petun%uk standard0 sering memakai sarung tangan0
seingga perlu mengetaui kemungkinan ter%adin#a alergi lateks$ Juga0 pasien #ang terpapar
lateks selama pemeriksaan dan dapat mengalami reaksi alergi$ Alergi lateks %uga dapat ter%adi
ketika menggunakan peralatan lain #ang "er"aan dasar lateks$ Pedoman untuk pen*egaan
alergi lateks dapat diliat pada 2otak ?-, (dari National Institute /or 9**upational Sa/et# and
Healt)$
2otak ?, Rekomendasi untuk Pen*egaan Alergi teradap <ateks
>unakan sarung tangan nonlateks %ika memungkinkan (#aitu %ika tidak ada kontak
dengan *airan tu"u atau materi #ang "ersi/at in/eksius)
>unakan sarung tangan ipoalergenik %ika memungkinkan dan tersedia0 %ika alergi tela
ter%adi0 atau %ika pasien diketaui mempun#ai alergi teradap lateks (sarung tangan ini
"ukan "e"aslateks0 tetapi kemungkinan untuk induksi reaksi alergin#a "erkurang)
Jika memakai sarung tangan lateks0 pili %enis #ang "e"asser"uk4po)der/ree untuk
mengurangi kandungan protein pada sarung tangan'
E Jangan menggunakan krim tangan dengan "aan dasar min#ak atau lotion
ke*uali %ika memang suda ter"ukti mengurangi masala alergi lateks$
E !e"erapa indi&idu merasa mendapat men/aat menggunakan /oam atau *airan
protektan kulit #ang "er"asis sili*on se"elum menggunakan sarung tanagn lateks$
Setela menggunakan sarung tangan lateks0 segera dan dengan lem"ut *u*ila tangan
menggunakan sa"un #ang ringan4mild dan keringkan tangan selurun#a$
Pemeriksa arus mengetaui dan mem"eri tau menganenai program edukasi dan
training #ang ada kepada pasien mengenai alergi lateks$
E Jika ter%adi tandatanda dan ge%ala alergi0 indari kontak dengan produk lateks0
dan segera *ari pertolongan dari praktisi #ang "erkuali/ikasi4"erpengalaman mengatasi
masala alergi lateks
!erdasarkan in/ormasi National Institute o/ 9**upational Sa/et# and Healt Re*ommendation /or
te
Pre&ention o/ Natural Ru""er <ateC Allerg#$ 8in*innati0 9H' National Institute o/ 9**upational
Sa/et# and
Healt (55D$ NI9SH Pu"li*ation No$ 5D((.$
Pemeriksaan Fisik
3IPS AN3A2 P;M;RI2SA !ARA
2e"an#akan kesalaan pemeriksaan /isik dan diagnosis "ukan "erasal dari ketidaktauan0
tetapi le"i "an#ak karena malas dan ketidak ati-atian$ 3iga %enis kesalaan #ang paling sering
dilakukan ole pemeriksa #ang masi "aru adala' kesalaan teknik0 kesalaan deteksi dan
interpretasi0 dan kesalaan pen*atatan$ 2etelitian dalam melakukan pemeriksaan akan mem"antu
penegakan diagnosis #ang tepat dan "ukann#a sekedar mengikuti dugaan$
Mengingat rutinitas pemeriksaan kusus dan "ela%ar mem"a*a ge%ala dan
menilai4mengka%i temuan-temuan klinis dapat mengilangkan , dari . %enis kesalaan terse"ut$
Selain itu0 anda dapat men%adi le"i "aik dengan *ara memperkatikan orang lain melakukan
pemeriksaan0 dengan mempraktekkan "er"agai tindakan0 dan dengan memperole umpan"alik
teradap teknik anda$ Jugaa kan sangat mem"antu untuk mem"aas rekam medik pasien0
terutama ri)a#at keseatan dan pemeriksaan /isik terdaulu$ 3emuan /isik dan interpretasi #ang
di"uat ole tim medis dan /armasis lain #ang ter*atat pada rekam medi* ini akan mem"antu anda
meliat teknik umum apa #ang "erkaitan dengan ge%al atertentu dan apa arti temuan-temuan
terse"ut "agi pro/essional keseatan lain$
Pemeriksa #ang masi "aru seringkali ka)atir mengenai teknik mereka0 merupakan
langka-langka penting urutan pemeriksaan0 atau mele)atkan suatu temuan aki"at
menga"aikan atau tidak memiliki ilmu mengenain#a$ !an#ak #ang malu meliat pasien #ang
tidak mengenakan pakaian atau men#entu pasien$ Semua keka)atiran ini se"enarn#a alami
dan umum0 namun demikian anda arus menun%ukkankeper*a#aan diri0 sa"ar0 sopan0 toleran dan
lem"ut$ 1a%a anda mungkin se*ara spontan menun%ukkan kekagetan0 ka)atir0 )aspada0 %i%ik
atau "akan /rustasi ole keadaan pasien tertentu$ !erusaala selalu untuk men#adari emosi
#ang mun*ul dan "erusaa untuk tidak menampakkann#a$ <agipula0 al ini adala persoalan
"agaimana untuk tetap sensiti/ teradap perasaan dan respon pasien$
ARA3AN DAN P9SISI AN3A2 P;M;RI2SAAN FISI2
Pendekatan *epalo*audal0 dari kepala ke kaki0 dianggap pendekatan urutan #ang paling
logis dan konsisten untuk pemeriksaan /isik$ Dengan metode *epalo*audal ini0 anda diarapkan
untuk memulai pemeriksaan /isik mulai dari #ang paling tidak in&asi&e atau intrusi&e ke teknik
#ang le"i in&asi&e atau intrusi&e$ Anda arus men%adi kompulsi/ teradap rutinitas
pemeriksaan0 mempraktekkan sampai pola konsisten pemeriksaan /isik dipela%ari dengan "enar$
2otak ?. Arutan dan Posisi Pemeriksaan Fisik Pasien De)asa
S3ANDIN> AND 1A<2IN> IN39 3H; ;FAMINA3I9N R99M
!egin general inspe*tion and o"ser&ation$
S;A3;D 9N 8HAIR IN ;FAMINA3I9N R99M
8omplete ealt istor# and medi*ation istor#$ 8e*k /or aderen*e to medi*ations$ 8e*k /or
medi*ation allergies$ 8e*k /or medi*ation ad&erse4side e//e*ts$
<ea&e room )ile te patient undresses (i/ needed)0 unless te patient reGuires assistan*e and
a /amil#
mem"er is not present$
S;A3;D 9N ;FAMINA3I9N 3A!<;
1as ands
>eneral sur&e#
@ital signs
Skin0 air0 nails0 and *ranium
Head and ne*k (in*luding assessment o/ *ranial ner&es)
3oraC and lungs
8ardio&as*ular
<=IN> SAPIN;
Finis *ardio&as*ular assessment$
A"domen (gastrointestinal0 renal0 endo*rine)
!egin mus*uloskeletal and neurologi*al assessment o/ te eCtremities$
S;A3;D A>AIN
Finis mus*uloskeletal and neurologi*al assessment o/ te eCtremities$
Finis ealt tea*ing$
S3ANDIN>
Finis mus*uloskeletal eCamination o/ te spine and )eigt"earing %oints$
Finis neurologi*al eCamination
<ea&e te room )ile te patient dresses0 unless assistan*e is reGuired$ Return /or /inal
eCplanations0
tea*ing0 pres*riptions0 and /ollo)up instru*tions$
Pemeriksaan Fisik 2ompreensi/
Farmasis tidak melakukan pemeriksaan /isik men#eluru4kompreensi/$ 1alaupun
demikian0 memaami langka-langka "agaimana suatu pemeriksaan /isik dilakukan sangatla
penting "agi seorang /armasis0 karena komponen pemeriksaan seringkali dilakukan se"agai
"agian dari persetu%uan pada suatu praktek "ersama4kola"orasi0 pada pela#anan
penapisan4skrining keseatan0 di klinik imunisasi0 pada sesi konseling pasien dan edukasi0
pem"erian saran mengenai o"at "e"as0 dan pera*ikan resep o"at rutin$
Seorang pasien "iasan#a datang ke dokter0 asisten dokter0 atau pera)at dengan suatu
alasa0 misaln#a permintaan untuk pemeriksaan dan interpretasi suatu ge%ala atau suatu set
gek%ala-ge%ala$ Alternati/ lain0 pasien mungkin meminta penapisan keseatan /isik$ Dokter akan
"ertmeu dengan pasien di ruang klinik (atau se%enisn#a) atau ruang pemeriksaan di ruma sakit$
Setela memperole ri)a#at pen#akit pasien0 tanda-tanda &ital akan dio"ser&asi$ Ini men%adi
%em"atan iHin #ang menumungkin kan pemeriksaan /isik "erlangsung dari "er"i*ara ke pada
pasien men%adi men#entu pasien untuk pemeriksaan /isik$ Hal ini men%adi suatu *ara #ang
meredakan ketegangan0 karena kedua piak #aitu pasien dan pemeriksa "erkesempatan untuk
relaks dan mulai mengem"angkan keper*a#aan$ Jika memungkinkan0 praktisioner arus men*u*i
tangan pada saat pasien ada di situ$ PAsien akan merasa n#aman %ika mereka meliat pemeriksa
men*u*u tangan0 karena menganggap al itu se"agai proteksi dan pengoramatn teradap
ke"eradaan mereka$
Pemeriksaan arus dilaksanakan se*ara metodis0 perlaan dan senga%a0 sam"il praktision
menga%ukan pertan#aan seta mendorong pasien "ertan#a untuk le"i mengetaui "ukti-"ukti
klinis #ang ada pada ri)a#at keseatan pasien$ Pemeriksa mengikuti %e%ak peru"aan4&ariasi
dis"anding keadaan normal pasien0 seperti detekti/ mengikuti petun%uk untuk meme*akan
suatu misteri$ Se"enarn#a0 metode #ang digunakan ole pemeriksa maupun detekti/ dalam
"an#ak al mirip0 karena pemeriksa "erusaa men*ari pen%elasan mengenai suatu ge%ala
sedangkan detekti/ "erusaa meme*akan masala kriminal$
2etika pemeriksaan "erlangsung0 setiap langka arus di%elaskan0 mem"eritau pasien
terle"i daulu %ika suatu tindak an mungkin akan men#e"a"kan rasa tidak n#aman pada pasien$
2eterangan singkat arus di"erikan kepada pasien mengenai tu"u pasien0 metode pemeriksaan
diri sendiri0 tanda-tanda dan ge%ala-ge%ala masala #ang potensial0 dan seterusn#a$ !er"agi
in/ormasi terse"ut akan mem"angun u"ungan dan keper*a#aan$ Harus diingat0 %ika seseorang
men%adi tegang0 dia "isa men%adi sangat pendiam atau se"alikn#a terlalu "an#ak "i*ara$ Sekedar
mengo"rol akan mengganggu pasien dan tidak mem"angun suatu u"ungan #ang "erman/aat
untuk terapi$ !akan mungkin akan mem"uat pasien tidak senang dan memutuskan komunikasi$
9le karena itu0 anda arus selalu memantau tingkat ke*emasan anda sendiri dan "erkonsentrasi
men%alin komunikasi #ang e/ekti/ seu"ungan dengan terapi$
Pada akir pemeriksaan0 "uat ringkasan temuan klinis #ang diperole dan "er"agi
in/ormasi dengan pasien$ !erterimakasila pada pasien karena tela meluangkan )aktu0 dan
tegaskan kem"ali edukasi anda kepada pasien mengenai terapin#a0 pera)atan selama di ruma
dan kun%ungan tindak lan%ut "erikutn#a$
Pertim"angan kusus
Asia pasien dapat mempengarui *ara pemeriksaan0 terutama %ika pasien masi sangat
muda atau sangat lan%ut usia$
PASI;N ANA2-ANA24P;DIA3RI2
Pemeriksaan /isik seorang anak dilakukan se*ara terstruktur dan sistematik0 tetapi
pendekatan *epalo*audal #ang "iasan#a le"i disukai untuk orang de)asa mungkin tidak selalu
dapat dilakukan dengan sempurna pada anak-anak$ Antuk anak-anak #ang le"i de)asa dan
rema%a0 urutan pemeriksaan seperti pada pasien de)asa mungkin dapat dilakukan0 tetapi makin
muda pasienn#a maka makin "esar kemungkinann#a untuk menggunakan pendekatan
oportunisik untuk dapat memperole data pengka%ian &ital$ Atau dengan kata lain0 urutan
pemeriksaan mungkin perlu disesuaikan untuk mengakomodasi sikap anak$
!a#i "iasan#a le"i muda0 karena mereka tidak terlalu takut teradap orang tak dikenal
dapat dialikan peratiann#a sam"il mengumpulkan data untuk pengka%ian keseatan0 dan dapa
dipegang ole orangtua selama pemeriksaan "erlangsung$ Jika "a#i tidur atau mengantuk0 maka
toraks paru-paru dan kardio&askular dapat diperiksa terle"i daulu0 se"elum "a#i ter"angun
Jika "a#i akti/ dan mau "ermain0 maka pemeriksaan tangan dan kaki dilakukan terle"i daulu
Pemeriksaan kepala dan leer "iasan#a mem"uat pasien "a#i distress0 seingga area ini diperiksa
terakir$
!a#i #ang "erusia sekitar ( taun0 "alita dan anak-anak se"elum usia sekola merupakan
tantangan "akan "agi pemeriksa #ang "erpengalaman$ Anak-anak ini se*ara normal tela
mengem"angkan ketidakper*a#aan teradap orang tak dikenal dengan "er"agai tingkat$ Mereka
mungkin mala perna mempun#ai pengalaman #ang menakutkan dengan praktisi keseatan
dan0 mungkin sangat takut teradap siapa sa%a di suasan kantor atau #ang memakai "a%u puti$
Antuk alasa ini0 "iasan#a akan sangat mem"antu untuk memakai pakaian puti ketika
"erinteraksi dengan anak-anak$ Juga0 mungkin akan "erman/aat untuk menun%ukkan teknik
pemeriksaan pada orangtuan#a0 "oneka0 atau mainan "inatang terle"i daulu$ Mungkin %uga
akan mem"antu0 %ika pasien anak terse"ut "ermain dengan perlatan dan mengkondisikan suasana
pemeriksaan$ Hampir selalu diperlukan untuk melakukan pemeriksaan sam"il orangtuan#a
memegang pasien+ namun tidak perlu mengalangi pasien anak terse"ut untuk "angun dan
"er%alan-%alan di sekitar ruang pemeriksaan$ !an#ak #ang dapat diperiksa ketika pasien mau$ Jika
tidak0 "an#ak data mungkin tidak diperole0 dan mungkin seluru s#stem arus dia"aikan tidak
diperiksa$
Antuk detil persamaan dan per"edaan antara teknik dan urutan pemeriksaan /isik antara
pasien anak &ersus de)asa0 liat pem"aasan anak-anak pada tiap "a" pada "uku !agian II$
PASI;N ASIA <ANJA34>;RIA3RI2
Pengka%ian pasien geriatri* *ukup kompleks dan memakan )aktu0 tergantung pada
tingkat keragaman0 tingkat kronis dan kompleksitas masala /isik #ang mendasari$ Pemeriksaan
/isik umum sama seperti pada pasien de)asa+ namun0 peru"aan posisi diusaakan sesedikit
mungkin$ Ruangan arus di%aga sedikit le"i angat0 atau diperlukan selimut tam"aan$ 2adang-
kadang0 ketidakmampuan pasien untuk men*apai atau mempertaankan posisi optimal mem"uat
pemeriksa arus men#esuaikan posisin#a gar dapat melakukan pengka%ian se*ara adekuat$
3ingkat energi dan ketaanan pasien usia lan%ut arus dio"ser&asi dengan seksama0 dan
pemeriksaan arus disesuaikan dengan kondisi pasien$ Pasien usia lan%ut mungkin memerlukan
le"i "an#ak )aktu dan "antuan untuk "ergerak$ Selain itu0 mereka mungkin %uga memerlukan
)aktu le"i lama untuk men%a)a" pertan#aan$ Jika pasienmemang memerlukan )aktu le"i
lama untuk merespon0 %angan langsung menganggap "a)a pasien tidak mendengar pertan#aan
anda dan mengulang pertan#aan dengan suara le"i kerasI 2e*uali %ika pasien tela didiagnosis
kemapuan pendengarann#a menurun0 anda arus men%elaskan petan#aan dengan %elas dan
dengan suara "iasa$ Jika pasien memang menurun pendengarann#a0 %angan "erterika karena akan
menga"urkan "un#i konsonan dan men#ulitkan pasien untuk memaami komunikasi$ !er"i*ara
dengan nada le"i renda dan agak le"i keras akan mem"antu$
Antuk detil persamaan dan per"edaan urutan dan teknik pemeriksaan /isik antara pasien
geriatrik dan pasien de)asa0 liat "aasan pasien geriatrik pada setiap "a" pada !uku !agian II$

PASI;N HAMI<
1alaupun /armasis "iasan#a tidak "ertanggung %a)a" memeriksa pasien amil0 penting
untuk mengetaui al-al praktis #ang "iasan#a digunakan$ Pengka%ian pasien #ang amil
dilakukan selama kun%ungan prenatal pertama untuk mengetaui kondisi "asal dan peru"aan
#ang ter%adi selama keamilan$ Juga0 kun%ungan prenatal pertama merupakan )aktu #ang
penting untuk mengetaui adan#a masala keseatan #ang mendasari #ang mungkin dapat
mempengarui keamilan atau keseatan pasien selama stres keamilan se*ara umum$
Pemeriksaan /isik umum a)al pada pasien #ang amil sama seperti pemeriksaan pasien
de)asa+ namun0 peratian kusus di"erikan untuk mendiagnosis keamilan0 apaka pel&i*
adekuat0 dan menilai pertum"uan dan keadaan umum %anin$ Pengka%ian prenatal selalu
men*akup e&aluasi i"u dan %anin$ Setela pengka%ian a)al0 pemeriksaan ulang di%ad)alkan
se*ara teratur0 #ang dapat "er"eda-"eda tergantung kondisi i"u dan pertum"uan %anin$
Antuk detil urutan dan teknik pemeriksaan /isik untuk menilai )anita amil0 liat pada
setiap "a" #ang mem"aas kusus mengenai pasien amil pada "uku ini !agian II$
Pertan#aan untuk mengu%i diri-sendiri
($ Se"utkan dan %elaskan empat teknik pengka%ian keseatan #ang digunakan se*ara
uni&ersal dalam pemeriksaan /isik$
,$ 2etika melakukan pengka%ian /isik seorang pasien0 tindakan apa #ang arus selalu diikuti
untuk men*ega pen#e"aran in/eksiJ
.$ Se"utkan langka-langka pengka%ian pasien se**ara /isik "erdasarkan pendekatan
*epalo*audal
?$ Apa sa%a #ang arus diingat ketika melakukan pengka%ian /isik pasien usia lan%utJ
Pertan#aan pemikiran kritis
Anda adala /armasis #ang "ertanggung %a)a" men#ediakan asuan ke/armasian kepada
pasien di se"ua klinik dia"etes$ 2arena dia"etes dapat men#e"a"kan komplikasi #ang
meli"atkan "er"agai sistem tu"u0 anda se*ara rutin melakukan pengka%ian4penilaian /isik untuk
mengetaui adan#a tanda-tanda komplikasi ini$ R2 adala seorang )anita "erusia 7D taun #ang
"iasa anda temui selama ? taun "elakangan ini$ Dia datang ke klinik ari ini "ertemu anda
untuk meminta o"at resep rutinn#a dan untuk pengka%ian kondisi dia"etn#a #ang "iasa dilakukan
setiap . "ulan$ !iasan#a dia datang ke doktern#a sekali setaun untuk pemeriksaan /isik
men#eluru0 dan kun%ungan "erikutn#a akan dilakukan pada 7 "ulan mendatang$ Menggunakan
pendekatan *epalo*audal0 %elaskan apa #ang akan anda periksa se*ara /isik pada pasien ini$
Da/tar Pustaka
Ameri*an 8an*er So*iet#$ Ameri*an 8an*er So*iet# >uidelines /or te ;arl# Dete*tion o/
8an*er$ Atlanta0 >A' Ameri*an 8an*er So*iet#0 ,667$ A&aila"le at'
ttp'44)))$*an*er$org4do*root4P;D4*ontent4P;DK,K.FKA8SK8an*erKDete*tionK>uide
inesK. 7$aspJsiteareaLP;D$ A**essed August ,(0 ,667$
!arkauskas @0 Stolten"erg-Allen 20 !aumann <0 et al$ Healt and P#si*al Assessment0 .rd ed$
St$ <ouis' Mos"#-=ear !ook0 ,66,$
8enters /or Disease 8ontrol$ Standard Pre*autions ;C*erpt /rom >uideline /or Isolation
Pre*autions in Hospitals' Pre&enting 3 ransmission o/ In/e*tious Agents in Healt*are
Settings ,66B$ 8enters /or Disease 8ontrol and Pre&ention0 A$S$ Department o/ Healt
and Human Ser&i*es$ A&aila"le at'
ttp'44)))$*d*$go&4n*idod4dGp4glKisolationKstandard$tml$ A**essed April B0 ,66D$
>ood/ello) <$ P#si*al assessment' a &ital nursing tool in "ot de&eloping and de&eloped
*ountries$ 8ri t 8are Nurs M (55B+ ,6(,)'7-D$
Harris R0 1ilson-!arnett J0 >ri//its P0 et al$ Patient assessment' &alidation o/ a nursing
instrument$ Int J Nurs Stud (55D+.5' .6.-.(.$
National Institute o/ 9**upational Sa/et# and Healt (NI9SH)$ Re*ommendations /or te
Pre&ention o/ Natural Ru""er <ateC Al lerg#$ 8in*innati0 9H' National Institute o/
9**upational Sa/et# and Healt0 (55D$ NI9SH Pu"li*ation No$ 5D-((.$
PomeranH A$ P#si*al assessment$ Pediatr 8l in Nort Am (55D+?5' Ci0($
Seidel H0 !all J0 Dains J0 et al$ Mos"#Ns >ui de to P#si*al ;Camination0 7t ed$ St$ <ouis'
Mos"#-=ear !ook0 ,667$
A$S$ Department o/ Healt and Human Ser&i*es$ Healt# People ,6(6' National Healt Promoti
on and Disease Pre&ention 9"%e*ti&es$ 1asington0 D8' Pu"li* Healt Ser&i*es0 (555$


Posted 5t Januar# ,6(( "# Argit#a

6 Add a *omment
O2agenui Argit#a A*ia 8loneNs 3e !est 9/ <eaderO O8reating A >eneration 9/ De&out And
Fait/ul And as ;Ctensi&e 2no)ledge In 3e Field 9/ NursingO
MagaHine
!eranda (<aman 3ak !er%udul)
JA<
,5
Hakekat S#aadat la ilaa illalla
2alimat s#aadat #ang sering diu*apkan ole kaum muslimin dalam keseariann#a memiliki
kedudukan #ang amat tinggi dan keutamaan #ang istime)a di dalam agama Islam$ Seperti #ang
tela kita ketaui "ersama "a)a kalimat s#aadat adala pintu menu%u Islam$ Seorang non
muslim tidak akan dikatakan muslim ingga ia mem"a*a kalimat s#aadat$ Selain itu0 kalimat
s#aadat merupakan kun*i untuk menu%u surga Alla taala$
Maka di dalam sala satu sa"dan#a Rasululla sallallau alaii )a sallam men%elaskan "a)a
siapa #ang akir u*apann#a adala la ilaa illalla nis*a#a ia akan masuk surga$ !eliau %uga
"ersa"da'
P
Q
R S TU VW X
U
Y
U
ZR[
U
\
R
]
W
^R _U`WaU P
Q b
S c
Q
d
R
TU Z
U
d
R
c
U
e
U
fg
U
hW i
U
j
R
fk
Q
ZS lm
U
nU o
U
pQ qU rWg
U
P
Q U
S sQ t
R
u
U
$
983
(,
AS2;P 2;<AAR>A
A$ Data Amum 2eluarga
($ Nama kepala keluarga ' 3n A
,$ Amur ' .5
.$ Agama ' Islam
?$ Pendidikan ' Perguruan 3inggi
5$ Peker%aan ' Dosen
7$ Suku atau !angsa ' Ja)a
B$
APR
,?
Hati Ini 3anpamu v Argit#a 8reate 3e Song
APR
(5
Antuk Selaman#a v Angu piano &ersion
APR
(5
Se"atas Mimpi v Nano piano &ersion
(

APR
(5
!iarla v 2illing Me Inside piano &ersion

APR
(5
Selalu Ada v !la*k 9ut piano &ersion

APR
(5
Jika 8inta Dia v >eisa piano &ersion

APR
(5
Jika 8inta Dia v >eisa piano &ersion

APR
(5
Jika 8inta Dia v >eisa piano &ersion
<oading
D#nami* @ie)s template$ Po)ered "# !logger$