Anda di halaman 1dari 3

Pemenuhan kebutuhan dana pada dasarnya dapat dibedakan anatara cara pemenuhan dana secara

sendiri-sendiri sesuai dengan kebutuhan masing-masing aktiva yang akan dibiayai, dan cara
pemenuhan kebutuhan dana secara keseluruhan dengan memandang semua kebutuhan sebagai
satu kesatuan atau satu kelompok. Apabila dalam memenuhi kebutuhan masing-masing aktiva
secara individual dikatakan bahwa kita menggunakan system pembelanjaan partiil. Dengan
demikian bahwa pembelanjaan partiil merupakan system pemenuhan kebutuhan yang
mendasarkan pada perputran dan waktu terikatnya dana pada masing-masing aktiva secara
individual. Pada dasarnya system ini menggunakan prinsip bahwa kebutuhan dana untuk setiap
aktiva atau setiap macam kebutuhan, harus dibiayai dengan dana sendiri-sendiri yang sesuai
dengan jumlah dana dan lamanya kebutuhan.
Adapun cara lain dalam memenuhi kebutuhan dana ialah kalau kita melihat semua kebutuhan
dana itu sebagai satu kesatuan atau satu kelompok, bukan secara individual, dikatakan bahwa
kita menggunakan system pembelanjaan total adalah system pembelanjaan total, dimana
pembelanjaan total merupakan system pemenuhan kebutuhan dana yang mendasarkan pada
perputran dana yang ditanamkan dalam kelompok aktiva atau keseluruhan aktiva sebagai satu
kesatuan. Dalam hubungan ini kita mengenal adanya pedoman-pedoman pembelanjaan ditinjau
dari sudut likuiditas yang ini berbeda menurut system pembelanjaan yang digunakannya.
Sistem pemenuhan kebutuhan dana itu dapat di kategorikan dalam 4 cara, yaitu :
1. Cara pemenuhan kebutuhan dana secara umum
Ada dua cara yang bisa dipakai, yaitu pertama adalah dengan mendasarkan pada kebutuhan
masing masing aktiva secara individual dikatakan bahwa kita menggunakan sistem
pembelanjaan partiil yang pada proses pemenuhan kebutuhan dananya mendasarkan pada
perputaran dan waktu terikatnya dana pada masing masing aktiva secara individual. Sistem ini
menggunakan prinsip bahwa kebutuhan dana untuk setiap aktiva atau setiap macam kebutuhan,
harus dibiayai dengan dana sendiri sendiri yang sesuai dengan jumlah dana dan lamanya
kebutuhan. Cara yang kedua adalah dengan melihat semua kebutuhan dana itu sebagai satu
kesatuan atau satu kelompok, bukan secara individual. Sistem ini disebut sebagai sistem
pembelanjaan total, dimana pemenuhan kebutuhan dana yang mendasarkan pada perputaran dana
yang ditanamkan dalam kelompok aktiva atau keseluruhan aktiva sebagai satu kesatuan.
2. Pemenuhan kebutuhan dana ditinjau dari sudut likuiditas dan rentabilitas
Ditinjau dari sudut liquiditas, penarikan dana yang dibutuhkan didasarkan kepada ketentuan
bahwa dana yang dibutuhkan itu hendaknya ditarik pada jangka waktu terikatnya dana dalam
aktiva yang akan dibiayai dengan dana tersebut.
Adapun pedoman pembelanjaan sebagai berikut:
1. Untuk aktiva lancer hendaknya dibiayai dengan kridit jangka pendek yang umumnya
tidak lebih pendek dari pada terikatnya dana dalam aktiva lancer.
2. Untuk aktiva tetap yang tidak berputar, pada prinsipnya diiayai dengan modal sendiri.
3. Untuk aktiva tetap yang berputar secara berangsur-angsur dapat dibiayai dengan kredit
jangka panjang atau modal sendiri.
Dalam memenuhi kebutuhan modal kerja kita harus mengadakan keseimbangan antara tujuan
likuiditas dan tujuan rentabilitas. Artinya bahwa pemenuhan modal kerja itu tidak hanya
dipandang likuid dari sudut pengembalian kreditnya, tapi juga seberapa besar keuntungan yang
kita dapatkan dari modal yang kita dapatkan tersebut. Adapun cara ini bisa dilakukan
mengadakan kombinasi yang optimal antara pemenuhan dengan kredit jangka panjang dan kredit
jangka pendek, yang dalam literatur pembelanjaan disebutkan sebagai masalah optimum modal.
Masalah optimum modal adalah menyangkut masalah pemenuhan kebutuhan dana, mana yang
lebih menguntungkan antara pemenuhan dengan kredit jangka pendek atau kredit jangka
panjang. Masalah ini juga timbul karena adanya tingkat bunga yang berbeda.
Untuk mengetahui besarnya modal optimum perlulah lebih dahulu menetapkan jangka
waktu kritis . Dimaksudkan dengan pengertian jangka waktu kritis ialah jangka waktu dimana
biaya untuk kredit jangka panjang sama besarnya dengan biaya kredit jangka waktu pendek.
Kalau kredit yang dibutuhkan itu jangka waktunya lebih lama daripada jangka waktu
kritisnya, maka akan lebih menguntungkan mengambil kredit jangka panjang dengan
membungakan kelebihan modal sementara yang tidak digunakan. Sebaliknya apabila kebutuhan
kredit jangka waktunya lebih pendek daripada jangka waktu kritis, adalah lebih menguntungkan
membiayai kebutuhan modal kerja itu dengan kredit jangka pendek.
3. Pemenuhan kebutuhan dana ditinjau dari sudut solvabilitas dan rentabilitas
Untuk menarik dana yang dibutuhkan perusahaan selain mendasar pada keinginan juga harus
memperhatikan kemungkinan-nya untuk meapat dana tersebut. Masalah pembelanjaan tidak
hanya merupakan masalah bagi perusahaan yang membutuhkan dana saja, melainkan pemberi
modal sehinga dengan demikian pemberi modal juga mempunyai kepentingan. Adapun golongan
pemberi modal sebagai berikut :
1. Golongan pesimis tulen
1. Golongan pesimis biasa
2. Golongan optimis tulen, dan
3. Golongan optimis biasa
Diantara ke4 golongan tersebut yang paling banyak dimasyarakat adalah golongan 2 dan 4.
Dalam sistem ini pun juga berlaku aturan bahwa pemenuhan kebutuhan dana bukan hanya
mempertimbangkan dari sisi solvablenya saja atau dari kemampuan pengembalian kredit jangka
panjangnya, tetapi juga melihat dari sisi keuntungannya. Dalam sistem ini terdapat dua sumber
dana yaitu dari modal asing dan modal sendiri. Setiap tambahan modal asing akan selalu
menurunkan tingkat solvabilitasnya, dan setiap penambahan modal sendiri akan selalu
menaikkan tingkat solvabilitasnya. Berhubung dengan itu, maka apabila suatu perusahaan dalam
memenuhi kebutuhan modalnya hanya mendasarkan pada pertimbangan solvabilitasnya saja,
maka pemenuhan modalnya haruslah selalu dipenuhi dengan modal sendiri. Karena makin
besarnya modal sendiri berarti makin tinggi pula tingkat solvabilitasnya, dan akan semakin besar
jaminan bagi kreditur.
Hal itu tentulah berbeda jika rentabilitas juga menjadi pertimbangan, karena setiap tambahan
modal sendiri yang selalu dibenarkan menurut pertimbangan solvabilitas, belum tentu
mempertinggi tingkat rentabilitas modal sendiri. Caranya adalah bergantung kepada 2 faktor,
yaitu earning power ( rentabilitas ekonomi ) dari tambahan modal tersebut, dan tingkat bunga
dari modal asing. Apabila earning power dari tambahan modal lebih kecil daripada tingkat
bunga, maka tambahan modal itu akan lebih menguntungkan apabila dipenuhi dengan modal
sendiri daripada dengan modal asing. Dalam hal ini penambahan modal sendiri akan dibenarkan
oleh pertimbangan solvabilitas ( karena akan mempertinggi tingkat solvabilitas ) dan juga akan
dibenarkan menurut pertimbangan rentabilitas modal sendiri (karena rentabilitas modal sendiri
dengan tambahan modal sendiri akan lebih besar daripada rentabilitas modal sendiri dengan
tambahan modal asing)
4. Pemenuhan kebutuhan dana ditinjau dari perimbangan kekuasaan terhadap
perusahaan
Dalam pemenuhan kebutuhan dana jenis ini kita harus memperhatikan keinginan pemilik modal
sendiri (pemegang saham biasa) untuk dapat tetap menguasai perusahaannya atau
mempertahankan control terhadap perusahaannya. Artinya bahwa kalau setiap kebutuhan dana
dipenuhi dengan modal asing atau saham preferen, maka pemegang saham lama tidak akan
kehilangan atau berkurang kekuasaannya terhadap perusahaan, yang ini berarti tidak akan
mengganggu perimbangan kekuasaannya. Tetapi apabila kebutuhan dana dipenuhi dengan
pengeluaran atau emisi saham biasa baru, hal ini akan berpengaruh terhadap perimbangan
kekuasaan pemegang saham lama terhadap perusahaan, control mereka terhadap
perusahaannya akan dapat berkurang atau hilang sama sekali.
Dengan demikian, kalau pemegang saham lama ingin tetap mempertahankan control nya
terhadap perusahaannya, maka setiap kebutuhan dana akan dipenuhi dengan mengeluarkan
obligasi, mencari kredit, atau mengeluarkan saham preferen. Tetapi kalau setiap kebutuhan
dipenuhi dengan modal asing, hal ini akan mengganggu solvabilitasnya dan suatu ketika para
kreditur tidak mempunyai kepercayaan lagi kepada perusahaan tersebut.


http://mdk16.wordpress.com/2013/04/28/pemenuhan-kebutuhan-modal-resume-bab12-ekonomi-
pembangunan/

Anda mungkin juga menyukai