Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Agama merupakan kepercayaan kepada Tuhan serta segala sesuatu
yang bersangkut-paut dengan itu. Dengan demikian sembahyang,
beryadnya, melakukan kewajiban kepada sesama manusia adalah
merupakan hal yang termasuk ke dalam agama.
Walaupun kita tidak cepat percaya kepada sesuatu, tetapi percaya
itu merupakan hal yang juga diperlukan di dalam hidup. Orang yang tidak
memiliki kepercayaan pada sesuatu, akan selalu dalam keadaan, ragu,
tidak aman, curiga dan tidak mempunyai pegangan yang pasti. Percaya
merupakan suatu sikap yang perlu ditumbuhkan di dalam diri dan kita
berharap bahwa apa yang kita percayai itu memang benar seperti apa yang
kita duga. Karena agama itu adalah kepercayaan, maka dengan agama kita
akan merasa aman dalam hidup ini dan karena memiliki rasa aman, kita
akan merasakan ketetapan hati dalam menghadapi sesuatu. Dengan
memiliki suatu agama, rang merasa memiliki suatu pegangan iman
tertentu yang menambatkan ia pada suatu tempat berpegang yang kkh.
Tempat itu tiada lain dari pada Tuhan itu sendiri. !ang menjadi sumber
semua ketenteraman dan semangat hidup ini mengalir. Kepada"ya lah kita
memasrahkan diri, karena tiada tempat lain dari pada"ya tempat kita
kembali.
#elanjutnya, manusia sebagai makhluk ssial tidak terlepas dari
budayanya sendiri, dalam arti manusia itu harus berperan dalam suatu
prses kebudayaan. Kebudayaan tidak lain dari pada hasil prses tindakan
atau perlakuan akibat hubungan manusia dengan manusia dan alam
lingkungannya sehingga dapat beradaptasi secara seimbang dan serasi.
Pada suatu sisi, kebudayaan itu tidak bisa dipisahkan dengan kekuatan dan
kemampuan berpikir untuk terciptanya kreasi termasuk kemampuan kerja
dan menglah kemampuan untuk mengembangkan dan beradaptasi dengan
budaya lain.
1
$enurut para ahli Antrplgi, suatu kebudayaan sedikit-dikitnya
mempunyai tiga wujud, yaitu% pertama adalah dalam wujud gagasan,
pikiran, knsep dan sebagainya yang berbentuk abstrak& kedua dalam
bentuk akti'itas yaitu berupa tingkah laku berpla, perilaku, upacara-
upacara serta ritus-ritus yang wujudnya lebih knkrit. Dan yang ketiga,
yakni dalam bentuk benda yang bisa merupakan hasil tingkah laku dan
karya para pemangku kebudayaan yang bersangkutan dan leh para ahli
disebut dengan kebudayaan 'isik. (ebih jauh dilihat maka kebudayaan itu
setidak-tidaknya mempunyai tujuh unsur yang uni)ersal, ketujuh unsur
yang uni)ersal tersebut terdapat pada semua kebudayaan yang ada di
sentra dunia ini, baik yang kecil, terislasi dan sederhana, maupun yang
besar, kmplek dan maju. Ketujuh unsur yang dimaksud adalah& bahasa,
sistem teknlgi, sistem eknmi, rganisasi ssial, sistem pengetahuan,
religi dan kesenian. Ketujuh unsur tersebut juga terdapat pada kebudayaan
*ndnesia dan kebudayaan daerah yang ada.
1.2 Rumusan Masalah
+.,.+ -agaimana hubungan -udaya dan Agama .indu/
+.,., -agaimana Peran -udaya sebagai 0kspresi Pengamalan Ajaran Agama
.indu/
+.,.1 Apa bukti bahwa budaya .indu merupakan ekspresi dari Agama .indu/
+.,.2 -agaimanakah cara kita untuk mempertahankan budaya dan Agama .indu /
1.3 Tujuan Penulsan
+.1.+ 3ntuk mengetahui hubungan -udaya dan Agama .indu
+.1., 3ntuk mengetahui Peran -udaya sebagai 0kspresi Pengamalan Ajaran
Agama .indu
+.1.1 3ntuk lebih memahami bahwa budaya .indu merupakan ekspresi dari
ajaran .indu melalui beberapa bukti yang ditemukan dalam realita
kehidupan bermasyarakat umat .indu.
+.1.2 3ntuk memberikan sedikit inspirasi bagi 3mat .indu tentang cara untuk
mempertahankan budaya dan Agama .indu
2
BAB II
PEMBAHA!AN
2.1 Hu"ungan Bu#a$a #an Agama Hn#u
Kata kebudayaan berasal dari bahasa #anskerta buddhi yang dalam
bentuk jamak menjadi buddhayah. Dalam bahasa *ndnesia kata buddhi
berarti budi atau akal. 4adi, kebudayaan adalah prduk dari akal manusia.
Wujudnya berupa gagasan atau sistem budaya, kenyataan, akti)itas atau
sistem ssial dan benda-benda 'isik. #ecara uni)ersal unsur kebudayaan
terdiri dari, sistem religi, sistem rganisasi kemasyarakatan, sistem
pengetahuan bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian dan sistem
teknlgi dan peralatan.
3nsur-unsur kebudayaan .indu pada dasarnya sama dengan unsur-
unsur budaya uni)ersal. -erkat akti)itas dan peranan para pedagang
5)aisya6 para pelaut 5kesatria6 dan terutama para brahmana setidaknya ada
enam unsur budaya .indu berpengaruh dan berkembang dalam masyarakat
*ndnesia, berupa unsur sistem religi 5agama6 berupa agama .indu dan
-uddha, kesenian berupa seni sastra, bangunan, patung dan seni hias,
bahasa, yaitu bahasa #ansekerta, teknlgi terutama arsitektur bangunan,
rganisasi ssial berupa knsepsi dasar sistem warna, sistem pengetahuan
berupa ilmu kedkteran dan pengbatan.
Agama .indu merupakan agama yang diyakini leh masyarakat
.indu, yang bersumber dari *da #ang .yang Widi Wasa. Weda merupakan
kitab suci agama .indu yang diwahyukan melalui pendengaran rhani para
$aha 7si. Oleh karena itu Weda juga disebut dengan kitab suci #ruti. 3mat
.indu yakin dan percaya bahwa dunia dan segala isinya diciptakan leh *da
#ang .yang Widhi Wasa, karena 8inta Kasih -eliau. 8inta Kasih Tuhan
untuk menciptakan semua makhluk sering juga disebut dengan !adnya.
Dalam kitab !ajur Weda 99***,:, disebutkan% ;Ayam yajn
-hu)anasya< yang artinya !adnya adalah pusat terciptanya alam semesta.
Penciptaan adalah karya spiritual dari !ang $aha 0sa dan sebagai kridanya
memperlihatkan kemulian"ya.
3
Weda sebagai kitab suci agama .indu diyakini kebenarannya dan
menjadi pedman hidup 3mat .indu, sebagai sumber bimbingan dan
in'rmasi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari ataupun untuk
waktu-waktu tertentu. Diyakini sebagai kitab suci karena si'at isinya dan
yang menurunkannya adalah *da #ang .yang Widhi Wasa itu sendiri. Weda
mengalir dan memberikan )italitas terhadap kitab-kitab .indu pada masa
berikutnya. Dari kitab suci Weda lah mengalir nilai-nilai keyakinan itu pada
kitab-kitab seperti& #merti, *tihasa, Puruna, kitab Agama, Tantra, Darsana,
dan Tattwa-tattwa yang diwarisi leh umat .indu sampai saat ini.
Weda mengandung ajaran yang memberikan keselamatan di dunia
dan setelah itu. Weda menuntun tindakan umat manusia sejak ada dalam
kandungan sampai selanjutnya. Weda tidak terbatas pada tuntunan hidup
indi)idu, masyarakat, kelmpk manusia, tetapi ia menuntun seluruh hidup
dan kehidupan seluruh makhluk hidup.
2.2 Peran Bu#a$a se"aga Eks%res Pengamalan Ajaran Agama Hn#u
Dalam kenyataan hidup bermasyarakat maka antara adat=budaya dan
agama sering kelihatan kabur dan bahkan sering tidak dimengerti dengan
baik. Tidak jarang suatu adat-budaya yang dipraktekkan dalam kehidupan
masyarakat dianggap merupakan suatu kegiatan keagamaan, ataupun
sebaliknya, suatu kegiatan keagamaan dianggap adalah kigiatan budaya.
#esungguhnya antara budaya dan agama terdapat segi-segi
persamaannya tetapi lebih banyak segi-segi perbedaannya. #egi
persamaannya dapat dilihat dalam hal bahwa kedua nrma tersebut sama-
sama mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat agar tercipta suasana
ketentraman dan kedamaian. Tetapi disamping adanya segi persamaan,
terdapat juga segi-segi perbedaan. #egi perbedaan itu akan tampak jika
dilihat dari segi berlakunya, di mana perwujudan adat-budaya tergantung
pada tempat, waktu, serta keadaan 5desa, kala, dan patra6, sedangkan agama
bersi'at uni)ersal.
Kalau diperhatikan, maka agama dengan ajarannya itu mengatur
rhani manusia agar tercapai kesempurnaan hidup. #edangkan adat budaya
4
lebih tampak pengaturannya dalam bentuk perbuatan lahiriah yaitu
mengatur bagaimana sebaiknya manusia itu bersikap, bertindak atau
bertingkah laku dalam hubungannya dengan manusia lainnya serta
lingkungannya, agar tercipta suatu suasana yang rukun damai dan sejahtera.
Dalam agama .indu, antara agama dan adat-budaya terjalin
hubungan yang selaras=erat antara satu dengan yang lainnya dan saling
mempengaruhi. Karenanya tidak jarang dalam pelaksanaan agama
disesuaikan dengan keadaan setempat. Penyesuaian ini dapat dibenarkan
dan dapat memperkuat budaya setempat, sehingga menjadikan kesesuaian
;adat-agama< ataupun>budaya-agama>, artinya penyelenggaraan agama
yang disesuaikan dengan budaya setempat.
Demikianlah terdapat didalam agama .indu, perbedaan pelaksanaan
agama .indu pada suatu daerah tertentu terlihat berbeda dengan daerah
yang lainnya. Perbedaan itu bukanlah berarti agamanya yang berbeda.
Agama .indu di *ndia adalah sama dengan agama .indu yang ada di
*ndnesia, namun kuliynya yang akan tampak berbeda. #edangkan budaya
agama adalah suatu penghayatan terhadap keberadaan *da #ang .yang
Widhi Wasa dalam bentuk kegiatan budaya. #ejak munculnya agama .indu,
usaha mem)isualisasikan ajaran agama .indu kepada umat manusia telah
berlangsung dengan baik. Para rhaniawan .indu, para pandita, rang-
rang suci mengapresiasikan ajaran yang terdapat dalam kitab suci Weda ke
dalam berbagai bentuk simbl budaya. 3saha ini telah terlaksana dari ?aman
ke ?aman. Ajaran yang sangat luhur ini diwujudkan dan disesuaikan dengan
desa, kala, dan patra pada waktu itu.
Kalau dilihat dari 'akta sejarah, wujud budaya agama itu dari ?aman
ke ?aman mengalami perubahan bentuk, namun tetap memiliki knsep yang
knsisten. Artinya, prinsip-prinsip ajaran agama itu tidak pernah berubah
yakni bertujuan menghayati *da #ang .yang Widi Wasa. Kepercayaan
terhadap *da #ang .yang Widi Wasa, menjadi sumber utama untuk tumbuh
dan berkembangnya budaya agama dan ini pula yang melahirkan )ariasi
bentuk budaya agama. @ariasi bentuk itu disesuaikan dengan kemampuan
5
daya nalar dan daya penghayatan umat pada waktu itu. -udaya agama yang
dilahirkan dapat muncul seperti ;upacara agama<.
3pacara agama pada hakikatnya tidak semata-mata berdimensi
agama saja, tetapi juga berdimensi ssial, seni budaya, eknmi, manajemen
dan yang lainnya. $elalui upacara agama, dapat dibina kerukunan antar
sesama manusia, keluarga, banjar yang satu dengan banjar yang lain.
3pacara agama juga melatih umat untuk bisa berrganisasi dan merupakan
latihan-latihan manajemen dalam mengatur jalannya upacara. (ewat upacara
agama ditumbuhkan juga pembinaan etika dan astetika. 3pacara agama
merupakan mti)atr yang sangat ptensial untuk melestarikan atau
menumbuhkembangkan seni budaya, baik yang sakral maupun yang pr'an.
-ahkan upacara agama merupakan salah satu daya tarik pariwisata dan
dapat menunjang kehidupan manusia. Keseluruhan budaya agama dalam
bentuk upacara agama tersebut merupakan usaha manusia mendekatkan diri
kepada *da #ang .yang Widi wasa untuk mewujudkan kedamaian dan
kebahagiaan yang abadi.
#eperti halnya manusia, tubuh merupakan hasil budaya agama itu
sendiri, sedangkan agama .indu merupakan jiwa atau rhnya agama
tersebut. #atu cnth misalnya, budaya agama .indu pada masyarakat
.indu di -ali dan budaya-budaya .indu di daerah yang lainnya yang ada di
*ndnesia.
Kita mengetahui bahwa pada ?aman dahulu dan mungkin pada saat
sekarang di tanah jawa, bagaimana kitab sastra .indu seperti 7amayana dan
$ahabharata telah disadur ke dalam bahasa 4awa kun leh para 0mpu atau
7si pada masa itu. -agaimana umumnya rang-rang 4awa banyak yang
tidak tahu, bahwa kitab tersebut, sesungguhnya, adalah kitab-kitab agama
.indu, tetapi umumnya mereka mengenal bahwa, kitab tersebut atau cerita
tersebut adalah cerita ;pewayangan< milik rang 4awa.
Dari kitab suci Weda leh para 7si, Pandita atau rang-rang suci
.indu di *ndnesia dengan mengambil jiwa atau idealisme yang
dikandungnya kemudian dikdi'ikasi sehingga lahirlah kitab-kitab sastra
6
yang pada hakikatnya adalah ajaran .indu yang terdapat dalam kitab suci
Weda.
#atu cnth tentang keyakinan akan gunung sebagai tempat suci,
berstananya para Dewa dan para rh suci leluhur atau rang-rang suci.
Dalam knsep keyakinan umat .indu, terdapat keyakinan atau ajaran
tentang penghrmatan kepada rh suci leluhur.
Dalam kitab suci Weda #merti 5$anawadharma #astra -ab **, A+6
disebutkan%
;#wadiyayanarcaret samsimnhmair dewa nya thawidhi,
Pitrcm craddhaicca nrrnan naibhutani balikarmana<
Artinya%
;.endaklah ia sembahyang yang sesuai menurut peraturan kepada 7si dengan
pengucapan Weda, kepada Dewa dengan haturan yang dibakar, kepada para
leluhur dengan #raddha, kepada manusia dengan pemberian makanan, dan kepada
para -huta dengan upacara kurban<.
#eperti juga disebutkan dalam kitab 3panisad, maka serang 7si adalah
serang Acarya, yang patut dihrmati seperti dewa. ;Acarya Dewa -hawa<
5Tatirya 3panisad *, ++.+6. Atas dasar sraddha inilah umat .indu menghrmati
para 7si, rang-rang suci, baik ketika ia masih hidup maupun setelah meninggal
nanti.
Demikianlah misalnya umat .indu di *ndia memuja dan menghrmati
maha 7si @yasa, Agastya, Parasara, #angkara 8arya, #ri 7ama Krama, #wami
Wiwekananda dan lain-lain. .al inilah yang melatarbelakangi timbulnya
pemujaan leluhur dan pemujaan kepada *da #ang .yang Widhi Wasa terdapat
pada suatu tempat suci atau pura di *ndnesia.
Dalam kitab 7amayana yang umurnya mungkin lebih tua dari kelmpk
masyarakat *ndnesia yang memiliki kepercayaan penghrmatan kepada para
leluhur. Pada kitab tersebut diceritakan bagaimana 'igur ideal rang .indu yang
taat beragama, yang ditkhkan sang Dasaratha bahwa -eliau ahli dalam weda,
bhakti kepadda Tuhan dan tidak pernah lupa memuja leluhur.
Dalam kitab 7g Weda @***.:.,A disebutkan%
7
;Di tempat-tempat yang terglng hening, di gunung-gunung, pada
pertemuan dua sungai, disanalah para $aha 7si mendapatkan inspirasi yang
jernih<.
Bunung bukanlah hasil karya manusia, namun merupakan buah karya dari
*da #ang .yang Widhi Wasa. Tetapi gunung dipakai leh umat .indu sebagai
arah atau kiblat penghayatan untuk mendapatkan kehidupan yang direstui Tuhan.
#esungguhnya yang dituju adalah ;Amerta<. Amerta, artinya hidup yang
sempurna umat .indu yang dirasakan secara langsung. Bunung dapat
memberikan kehidupan, gunung adalah waduk yang dapat menampung bermilyar-
milyar kubik air hujan yang turun dari langit. Air itu lalu mengalir menciptakan
sungai yang mengalirkan air sepanjang tahun untuk memberikan kehidupan
kepada makhluk. Bunung dijadikan arah dan sebagai lambang singgasana Tuhan
dan para rh suci leluhur.
Dalam ajatan .indu antara budaya dan agama terdapat benang merah,
yang satu sisi dapat saling mengisi satu dengan yang lainnya, budaya atau adat
bukanlah musuh atau saingan yang haarus dibasmi dan dicurigai, dalam artian
adat budaya yang psiti' dapat mendukung pelaksanaan acara agama dan ternyata
prinsip .indu yang merangkul budaya dan adat-istiadat lkal nampaknya sejalan
dengan prgram pemerintah yang berusaha membangkitkan segala bentuk adat
dan budaya daerah.
2.3 Bukt Bu#a$a Hn#u Eks%res Pengamalan Ajaran Agama Hn#u
$engingat bahwa kebudayaan merupakan hasil daya cipta , rasa,
karsa manusia, maka dalam kehidupan sehari- hari kita akan menjumpai
berbagai bentuk dan wujud kebudayaan. 4adi kebudayaan tidak hanya
berkisar antara kesenian saja namun juga terbentuk dari banyak unsur yang
rumit, termasuk sistem agama dan plitik, knsep 5 ide dan gagasan 6, adat
istiadat, bahasa, cerita, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Dimana semua hal yang termasuk dalam kebudayaan tersebut dijiwai leh
Agama.
Kebudayaan .indu yang berna'askan agama tertanam sangat kuat
dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat di -ali. #etiap bagian dari
8
kebudayaan .indu merupakan ekspresi dari ajaran Agama .indu. Dan
untuk lebih jelasnya kalau bagian dari kebudayaan .indu merupakan
ekspresi dari ajaran .indu dapat di aplikasikan dalam berbagai cnth %
Ber"usana ke %ura % pakaian di -ali di bagi menjadi dua yaitu pakaian
untuk pria dan pakaian untuk wanita. Pakaian untuk pria yaitu destar,
senteng, saput, dan kamen. Dan pakaian wanita yaitu kamen, senteng, dan
sabuk lilit, pusung lukluk, pusung tagel, pusung tegeh .
Bangunan % bangunan harus sesuai dengan asta kosala kosali. Asta ksala
ksali itu sendiri adalah cara penataan lahan untuk tempat tinggal dan
bangunan suci. penataan -angunan yang dimana di dasarkan leh anatmi
tubuh yang punya.
Angkul-angkul yaitu entrance yang ber'ungsi seperti candi bentar
pada pura yaitu sebagai gapura jalan masuk.
Aling-aling adalah bagian yang ber'ungsi sebagai pengalih jalan
masuk sehingga jalan masuk tidak lurus kedalam tetapi
menyamping. .al ini dimaksudkan agar pandangan dari luar tidak
langsung lurus ke dalam.
Natar atau halaman tengah sebagai ruang luar
Merajan ini adalah tempat upacara yang dipakai untuk keluarga.
Dan pada perkampungan tradisinal bisaanya setiap keluarga
mempunyai pamerajan yang letaknya di Timur (aut pada sembilan
petak pla ruang
Umah Meten( Gedong ) yaitu ruang yang bisaanya dipakai tidur
kapala keluarga sehingga psisinya harus cukup terhrmat
Bale tiang sanga bisaanya digunakan sebagai ruang untuk
menerima tamu
Bale Sakepat, bale ini bisaanya digunakan untuk tempat tidur
anakanak atau anggta keluarga lain yang masih junir.
Bale angin bisaanya dipakai untuk duduk-duduk membuat
bendabenda seni atau merajut pakaian bagi anak dan suaminya.
!aon(apur& yaitu tempat memasak bagi keluarga.
"ineng 5#umbung) sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen,
berupa padi dan hasil kebun .
Tar'taran % Dalam Agama .indu dikenal istilah Si$a Nata %aja yang
merupakan gelar Dewa #iwa ketika -eliau sedang menari. Tari-tarian di
9
-ali juga tidak pernah terlepas dari agama. #etiap tarian di -ali memiliki
'ungsi dan tujuan tertentu yang kaitannya sangat erat dengan ajaran
agama. $isalnya dalam pelaksanaan upacara yadnya sering
dipersembahkan tari- tarian yang bersi'at sakral. 8nthnya, Tari 7ejang
Dewa bisaanya dipersembahkan saat pelaksanaan upacara Dewa !adya,
yang tujuannya adalah sebagai penuntun *da -etare turun ke dunia.
(ar$a !en -anyak sekali cnth karya senii yang berna'askan agama.
$isalnya seni patung. 8nth prduknya adalah Patung Dewi #araswati,
dimana Dewi #araswati merupakan sakti-"ya Dewa -rahma dan dalam
ajaran Agama .indu -eliau merupakan lambang *lmu pengetahuan. 4adi
Patung Dewi saraswati merupakan media untuk mengkmunikasikan
ajaran agama bahwa manusia akan hidup layak dan berbahagia apabila
memiliki ilmu pengetahuan dan seni budaya.
)erta % Ajaran .indu juga ada yang dijabarkan dalam bentuk cerita.
8nthnya cerita (ubdaka, yang menceritakan kisah serang pemburu
yang akhirnya masuk surga karena secara tidak sadar ia melakukan
pemujaan kepada Dewa #iwa. Disini cerita digunakan sebagai ekspresi
ajaran agama bahwa umat .indu harus senantiasa berbakti pada Tuhan
!$0.
!en *g+h' *g+h , #eperti yang kita ketahui bersama - setiap perayaan
.ari 7aya "yepi selalu identik dengan pawai gh- gh. #elain
dijadikan sebagai ajang kreati)itas remaja setempat, Ogh- gh ini
merupakan symbl dari Butha &ala 5unsur negati)e6 untuk itu pada saat
nyepi perlu dilakukan penyucian diri dan lingkungan dari pengaruh-
pengaruh negati)e tersebut. .al inni seuai dengan ajaran agama yaitu
selalu mendekatkan diri dengan #ang $aha Pencipta.
U%a.ara Agama / Rtual & , #etiap upacara agama di -ali selalu
berdasarkan atas ajaran agama. $isalnya pada upacara $anusa !adnya
yaitu $apandes =$etatah 5 Ptng gigi 6. -udaya ptng gigi ini
merupakan suatu keharusan yang dilakukan sebagai symbl pengendalian
si'at- si'at yang merupakan musuh yang ada dalam diri manusia. .al ini
sesuai dengan ajaran agama .indu yaaitu pengendalian Sad %ipu.
10
#elain itu masih banyak bagian C bagian dari kebudayaan .indu yang
berkaitan dengan agama. Dimana semua itu dalam kesehariannya juga sering
diperlmbakan. Terbukti dengan adanya berbagai lmba yang diadakan di
daerahCdaerah di -ali, mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kabupaten,
tingkat pr)insi bahkan "asinal.
2.0 Bagamana .ara kta untuk mem%ertahankan "u#a$a #an Agama Hn#u
Tentu ada semacam daya tarik tersendiri yang dimiliki leh pulau kita
tercinta yang bernama -ali. #ebuah tempat yang sedemikian memikatnya
sehingga jutaan rang dari mancanegara rela mengeluarkan banyak uang
untuk bisa datang ke tempat ini. "amun sayangnya setelah -ali menjadi
terkenal seperti sekarang ini, setelah tara' kehidupan eknmi masyarakat
-ali meningkat, justru yang terjadi adalah rang -ali yang terbuai dan
hanyut dalam gelimangan materi. $ereka lupa akan jati dirinya sebagai
rang -ali, mereka lupa akan asal darimana semua ini bermula. 3ntuk itu
kita sebagai rang -ali, marilah kita tanamkan cinta tanah kelahiran kita
serta agama dan budaya kita sejak dini . 3ntuk itu ada beberapa hal yang
perlu dimilki dan ditanamkan dalam hati rang- rang -ali adalah sebagai
berikut %
Bangga !e"aga *rang Bal , Kita harus bangga karena pulau yang
kecil ini begitu luar bisaa. -angga karena pulau -ali mempunyai
ptensi yang sangat berlimpah. -ali memiliki bahasa sendiri, tulisan
sendiri, budaya sendiri, kesenian yang kaya, sistem pemerintan
tersendiri dari tingkat subak, banjar, desa pakraman hingga ke tingkat
pr)insi, aparat pemerintahan sendiri dimana hal- hal tersebut telah
ada sejak beratus- ratus tahun yang lalu. 3ntuk itu banggalah kita
sebagai rang -ali.
Bangga !e"aga *rang Hn#u % .indu adalah agama Weda, dan
Weda adalah sebuah wahyu, bukan prduk budaya manusia. 8iri Weda
adalah wahyu salah satunya adalah Weda itu mampu mengaymi,
mengangkat dan memaknai budaya lkal.Agam .indu bisa
dilaksanakn dengan kebudayaan #umatra, Kalimantan, Papua, dan
11
lainnya . $eskipun dilaksanakan dengan kebudayaan yang berbeda
namun intinya tetap sama yaitu melaksanakan ajaran Weda. Disinilah
keindahanAgama. .al lain adalah agama .indu sangat menghargai
umat manusia dan tidak menginter)ensi atau mempengaruhi rang
untuk masuk ke agama .indu. .al berikutnya yang membuat kita
bangga adalah Agama .indu adalah agama yang mampu
mengantarkan bangsa *ndnesia untuk memasuki jaman sejarah.
-uktinya adalah adanya Tujuh !upa di kerajaan Kutai yang menjadi
bukti sejarah peninggalkan jaman pra-sejarah dengan mulai
dikenalnya huru'.
Melestarkan (e"u#a$aan Luhur Bal % Kebudayaan -ali yang
berna'askan ajaran Weda sudah ada sejak dahulu kala. Dan perlu
diingat bahwa kebudayaan menjadikan -ali dikenal banyak rang.
Kebudayaan -ali tidak hanya berkutat dengan tarian namun meliputi
seluruh aspek seni dan akti)itas masyarakat -ali. #ehingga kita
sebagai rang bali harus melestarikan kebudayaan luhur kita, dan
tidak hanya sal tarian tapi termasuk didalamnya penggunaan bahasa
bali,pengenalan tulisan -ali, rganisasi di bali, dan lain sebagainya.
4adi jangan sampai nantinya ada rang asing yang mengklaim bahwa
salah satu bagian dari kebudayaan -ali merupakan kebudayaan yang
berasal dari negaranya sendiri.
Mengamalkan Ajaran Agama % #eperti yang kita ketahui bersama
bahwa agama .indu merupakan Agama Weda dimana ajarannya
selalu mengingatkan umat-"ya untuk selalu mengamalkan Dharma,
mencintai sesama makhluk ciptaan Tuhan, serta senantiasa
mendekatkan diri dengan #ang $aha Kuasa . 4adi kita sebagai umat
.indu dalam kaitannya dengan menjaga budaya luhur kita, harus
selalu mengamalkan ajaran agama karena dengan pemahaman yang
baik tentang ajaran agama secara ttmatis kebudayaan kita juga ikut
terjaga sebab pikiran kita akan terbuka dan tidak mudah terpengaruh
dengan hal- hal negati)e, serta timbul rasa cinta -udaya dan agama
kita.#elain itu mengamalkan ajaran agama akan membawa kita lebih
12
dekat dengan #ang Pencipta dan tujuan hidup kita yaitu ;mkshartam
jagadhita ya ca iti dharma<6.
Menjaga Etka (ta !e"aga *rang Hn#u #an 1arga Bal %
3ntuk menjaga kelestarian agama dan budaya kita, tentu kita harus
menjaga nama baik diri kita sendiri, keluarga, lingkungan serta agama
kita. 3ntuk itu kita harus mempunyai etika yang baik yang memang
berasal dari hati dan diri kita sendiri. #ehingga kita dapat menjaga jati
diri kita sebagai rang -ali yang, berbudipekerti luhur, mengasihi
sesama makhluk ciptaan Tuhan, ramah, cerdas, bersemangat , adil ,
selalu bekerja keras dan taat pada ajaran agama.
13
BAB III
PENUTUP
3.1 (esm%ulan
Dari uraian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain%
Agama merupakan suatu keyakinan akan keberadaan Tuhan yang
menjadikan sumber ketentraman dan semangat hidup serta kepada"ya
jugalah kita akan kembali.
Agama .indu dengan kitab suci Weda sebagai pegangan dan dasar hidup
serta kehidupannya meyakini bahwa *da #ang .yang Widhi Wasa yang
$aha #uci telah menurunkan ajaran Weda melalui Para $aha 7si, dan
mengajarkannya kepada umat manusia melalui berbagai cara dan
menyesuaikannya dengan tempat, waktu serta keadaan yang berlaku pada
masa itu.
Dalam ajaran .indu, agama dan budaya 5adat-istiadat6 yang berlaku pada
suatu daerah terjalin hubungan yang erat dan saling mempengaruhi.
#epanjang prinsip ajaran .indu itu tidak berbah dan bertentangan, maka
budaya agama yang berkembang dapat dipergunakan sebagai sarana untuk
menyampaikan ajaran suci Weda kepada umat manusia.
Dalam pandangan .indu, budaya daerah yang nilainya psiti', yang
mendukung kearah terciptanya ketentraman dan kedamaian didalam hidup
akan dirangkul dan bukan dianggap sebagai suatu ancaman atau musuh
yang harus dimusnahkan dan dicurigai. Dengan dimikan agama dan
budaya 5adat-istiadat6 dapat hidup saling berdampingan, saling mengisi
seperti apa yang diharapkan dan diprgramkan leh pemerintah untuk
tetap utuh dan bersatunya bangsa dalam wadah "egara Kesatuan 7epublik
*ndnesia tercinta.
-ukti bahwa budaya merupakan ekspresi dari ajaran agama .indu dapat
dilihat dalam kehidupan sehari-hari. aplikasinya antara lain % busana ke
pura, bangunan, tarian, upacara agama, dan berbagai macam kesenian.
14
Ada berbagai cara untuk mempertahankan budaya dan Agama hindu, yaitu
% bangga menjadi rang -ali dan umat .indu, mengamalkan ajaran Agama
.indu, serta menjaga etika sebagai umat hindu.
3.2 !aran
#ebagai umat .indu kita harus menjunjung tinggi nilai budaya dalam
kehidupan sehari-hari sebagai dasar untuk mengamalkan ajaran Agama
.indu.
15
DA2TAR PU!TA(A
http%==speDlen.c.cc=,EEA=EF=E,=hubungan-agama-dan-budaya-dalam-hindu=
http%==pustaka.ut.ac.id=
http%==www.e-banjar.cm=
http%==bukucatatanadi.blgspt.cm=,E+E=++=budaya-sebagai-ekspresi-
pengamalan.html
http%==garymahardika.blgspt.cm=,E+E=+,=budaya-sebagai-ekspresi-ajaran-
hindu.html
16