Anda di halaman 1dari 8

16 oktober 2014 [ALDDY RIZKYAWAN (13010038)

WINDING (pengelosan)


Pengenalan,Penyetelan Slubcatcher dan Penelosan Cone to Cone



I. Maksud dan Tujuan


Maksud : Penyetelan slubcatcher dan Pengelosan cone to cone dilakukan untuk
memperbaiki kualitas benang.

Tujuan : - Mahasiswa mampu melakukan pengelosan dari bentuk strange ke cone
- Mahasiswa dapat menyetel slubcather
- Memperbaiki kualitas benang


II. Teori dasar

Slub catcher dan tension washer merupakan alat pengatur tegangan
benang.Slub catcher digunakan dalam beberapa mesin pertenunan.Diantaranya
adalah mesin kelos dan mesin twisting.Dalam mesin kelos slub catcher dan tension
washer di gunakan untuk mengatur pembersih benang yang akan memutuskan
benang apabila terjadi slub dan menyesuaikan besarnya beban yang harus dibrikan
terhadap benang untuk meratakan benang
Pengelosan adalah merubah bentuk gulungan dari bentuk cone ke cone atau
bentuk streng ke cone. Tujuannya adalah menyesuaikan bentuk gulungan benang
dengan proses berikutnya,memperbaiki mutu benang.Mesin kelos yang digunakan
adalah mesin kelos silinder beralur spiral.Pada mesin kelos ini,yaitu pada sleeved
silinder alurnya berupa spiral. Tergantung daripada konstruksinya,dalam setiap
spindle drum jumlah spiralnya berbeda-beda, dengan demikian setiap kali putaran
dari silinder akan menghasilkan juga jumlah spiral gulungan benang yang berbeda-
beda . Misalnya : satu silinder dengan 2 spiral, 2,5 spiral,3 spiral.
Mesin kelos ini bisa digunakan untuk melayani cheese maupun cones
bobin.Diameter dari sleeved silinder tidak perlu besar karena banyaknya spiral pada
silinder ini telah menentukan jumlah spiral pada penggulungan benang. Dengan
demikian sudut gulungan yang diperoleh juga tidak dapat berubah. Untuk
memperoleh penggulungan differensial maka pada tempat-tempat tertentu
dispiralnya/slips dibuat pendangkalan (slips terputus-putus).Kebaikan dari sistem
ini,yaitu benang digulung diatas silinder,sedangkan benang ditarik melalui slips/spiral
16 oktober 2014 [ALDDY RIZKYAWAN (13010038)

WINDING (pengelosan)

yang lembut sehingga jalannya benang/tegangan lebih teratur dan tidak akan
menimbulkan bulu-bulu pada benang.

Secara umum, tujuan dari proses pengelosan antara lain adalah :
Untuk memperbaiki mutu benang yang dikelos, mutu yang mencangkup :
kekuatan benang, kerataan benang, kebersihan benang dari sambungan
sambungan yang kurang baik.
Untuk mengurangi biaya produksi,sebagai akibat dari meningkatnya
effisiensi perusahaan.
Untuk menyesuaikan dengan bentuk gulungan yang diperlukan paad proses
selanjutnya.


III. Alat dan bahan

Alat dan bahan yang diperlukan dalam proses winding :
Mesin winding beralur
Neraca analitik
Jangka sorong
Rolimeter
Papper cone
Benang hasil pengelosan
stopwatch



IV. Langkah kerja

Langkah-langkah dari proses pengelosan :
Menimbang cone kosong
Menyiapkan benang yang sudah di kelos pada cone yang sudah dilakukan pada
praktikum sebelumnya
Memasang cone pada cradle
Menjalankan mesin
Mencatat waktu proses
Menimbang cone isi benang
Menghitung no benang yang sudah di kelos sebelumnya
Menghitung produksi nyata
16 oktober 2014 [ALDDY RIZKYAWAN (13010038)

WINDING (pengelosan)

Menghitung produksi teoritis
Menghitung efisiensi mesin
Menghitung density
Menghitung diameter benang














































16 oktober 2014 [ALDDY RIZKYAWAN (13010038)

WINDING (pengelosan)

V. Data percobaan

A. MENGHITUNG PRODUKSI TEORITIS
Diketahui :
Waktu = 19,29 menit (cone to Cone)
D 2 = = 20,31 cm

D1 = 7 cm
Diameter Drum (d) = 8,210 cm
N
motor
= 1400 put / men
S
1
= 7 cm
S
2
= 6,3 cm
S
3
= 4 cm
= 5,41 cm

N
Drum beralur
= N
motor
x ( D1 / D 2 )
= 1400 x (7 /20,31
= 482,52 put / menit
MENGHITUNG PRODUKSI NYATA
Diketahui :
Berat Cone kosong = 29 ,64 gram
Berat isi Cone = 104,79 gram



Berat Benang Streng to Cone = 104,79 g 29,6 4 g = 73,15 g
MENGHITUNG PRODUKSI TEORITIS
Ne
1
=


=

= 14

ff
63,8
3,1
Produksi Nyata = Cone isi benang Cone
tanpa benang
16 oktober 2014 [ALDDY RIZKYAWAN (13010038)

WINDING (pengelosan)



= 103,46 gram

MENGHITUNG EFISIENSI

% 100
. Pr
. Pr
x
teoritis od
nyata od


% 72 % 100
46 , 103
15 , 75
x


MENGHITUNG DENSITY

d
1
= 6,95 cm
d
2
= 2,01 cm
D
1
= 8,12 cm
D
2
= 4,09 cm


)(


)
ff


)(


)
f
=

(



)(



)

=


= 0,381 g/cm

x 25,4 = 0,259 mm

16 oktober 2014 [ALDDY RIZKYAWAN (13010038)

WINDING (pengelosan)


Pertanyaan dan tugas
Uraikan langkah langkah penyetelan slubcatcher dan tension washer
secara berurutan
Jawab
Slubcatcher
Terlebih dahulu tentukan no benang
Atur celah dengan melihat tabel
Setelah didapat data dari table,ambil plat yang ketebalannya
sesuai dengan ketentuan
Ssipkan plat pada celah dimana benang akan masuk dan
diproses
Tension washer
Lihatlah pada tabel berat benang yang sesuai dengan no benang yang
akan diproses
Didalam tabel dilengkapi dengan warna dari masing2 beban,maka
apabila sudah didapat warna yang sesuai maka proses dapat
berlangsung

agaimanakah cara menentukan atau mengatur besarnya diameter
gulungn yang diinginkan
Jawab :
Mengatur pada tegangan,apabila tegangan benang lebih besar makan
gulungan benang akan lebih padat dan akan sangat berpengaruh pada
diameter akhir gulungan

Sebutkan dan jelaskan macam macam cacat gulungan dan lengkapi
dengan gambar
Jawab
Hasil gulungan bertumpu bada 1 titik,dikarena kan cone yang
tidak bagus sehingga berpengaruh pada penggulungan.
Permukaan hasil gulungan tidak rata,dikarenakan tegangan
yang tidak sesuai

Tentukan besarnya slit gauge bila dikelos benang carded katun 150
dtex




16 oktober 2014 [ALDDY RIZKYAWAN (13010038)

WINDING (pengelosan)



VI. Diskusi

Proses pengelosan cone to cone terasa lebih mudah karena benang sudah
tersusun,tidk seperti pada pengelosan strang to cone,kebanyakan kendalanya ada
pada saat pengebutan.
Pada saat proses pengelosan,apabila ada benang yang putus maka harus
disambung dengan teknik penyambungan benang dengan tangan.Penyambungan
benang dilakukan seefisien mungkin karena mempengaruhi waktu produksi dan
efisiensi mesin.
Apabila pada praktikum sebelumnya ada beberapa benang yang putus ketika
pengelosan strang to cone dan penyambungannya tidak benar,maka akan terjadi
pemutusan kembali
Pemberian beban pada tension washer harus tepat agar gulungan yang dihasilkan
padat. Jika beban yang diberikan pada tension washer terlalu berat maka benang
akan mudah putus dan sebaliknya apabila beban terlalu ringan maka gulungan yang
dihasilkan akan gembos.
Walaupun tidak terjadi putus benang namun efisiensi pada pengelosan tetaplah tidak
maksimal,

VIII. Kesimpulan
Proses pengelosan dilakukan untuk mengubah gulungan benang dari bentuk
strange ke cone atau dari bentuk cone ke cone.Pengubahan bentuk gulungan dimaksudkan
untuk mempermudah pada proses selanjutnya.Banyak hal yang harus diperhatikan sat
pengelosan berlangsung,tata cara menyambung benang apabila benang putus,pengebutan
hingga kepada pemasangan cone pun harus diperhatikanPengaturan slug catcher maupun
tension washer pun samgatlah penting demi menghasilkan kualitas benang yang baik.

16 oktober 2014 [ALDDY RIZKYAWAN (13010038)

WINDING (pengelosan)

LAPORAN PRAKTIKUM PERSIAPAN PERTENUNAN

PENGELOSAN BENANG DARI BENTUK CONE KE BENTUK
CONE DAN PENYETELAN SLUB CATCHER DAN TENSION
WASHER




Disusun Oleh :

Nama : ALDDY RIZKYAWAN
NPM : 13010038
Group : 2T2


















SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL
BANDUNG
2014