Anda di halaman 1dari 7

Utsman bin Affan ra.

Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad yang paling pemalu.
Ia termasuk salah satu Khalifah (Khulafaur Rosyidin) ke tiga yang memerintah setelah
kematian sahabat Umar bin Khattab. Utsman bin Affan memerintah dari tahun 644 M (umur
6970 tahun) hingga 656 M (selama 1112 tahun). Selain pemalu, Utsman bin Affan
merupakan ekonom yang sangat handal dan saudagar yang kaya raya tetapi sangatlah
dermawan.
Rasulullah Saw sendiri menggambarkan Utsman bin Affan sebagai pribadi yang
paling jujur dan rendah hati diantara kaum muslimin. Diriwayatkan oleh Imam Muslim
bahwa Aisyah bertanya kepada Rasulullah Saw, Abu Bakar masuk tapi engkau biasa saja
dan tidak memberi perhatian khusus, lalu Umar masuk engkau pun biasa saja dan tidak
memberi perhatian khusus. Akan tetapi ketika Utsman masuk engkau terus duduk dan
membetulkan pakaian, mengapa? Rasullullah menjawab, Apakah aku tidak malu terhadap
orang yang malaikat saja malu kepadanya?
Kelahiran dan Nasab
Utsman bin Affan memiliki nama lengkap Utsman bin Affan Al-Amawi Al-
Quarisyi, berasal dari Bani Umayyah. Lahir pada akhir tahun 574 Masehi. Nama ibu
beliau adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. Beliau masuk Islam atas ajakan Abu
Bakar, yaitu sesudah Islamnya Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haristah. Beliau
adalah salah satu sahabat besar dan utama Nabi Muhammad SAW, serta termasuk
pula golongan as-Sabiqun al-Awwalin, yaitu orang-orang yang terdahulu Islam dan
beriman.
Nasab Utsman bin Affan adalah Utsman bin Affan ra. bin Abil Ash bin
Umayyah bin Abdusy Syams bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin
Kaab bin Luwai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin
Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Maaddu bin Adnan.659
Abu Amr, Abu Abdullah660 al-Quraisy, al-Umawi Amirul mukminin Dzun Nurain
yang telah berhijrah dua kali dan suami dari dua orang putri Rasulullah saw. Ibu
beliau bernama Arwa binti Kuraiz bin Rabiah bin Hubaib bin Abdusy Syams dan
neneknya bernama Ummu Hakim Bidha binti Abdul Muththalib paman Rasulullah
saw..
Ciri-ciri dan Akhlak Utsman bin Affan
Utsman bin Affan salah seorang dari sepuluh sahabat yang diberitakan masuk
surga dan salah seorang anggota dari enam orang anggota Syura serta salah seorang
dari tiga orang kandidat khalifah dan akhirnya terpilih menjadi khalifah sesuai dengan
kesepakatan kaum Muhajirin dan Anshar juga merupakan khulafaur Rasyidin yang
ketiga, imam mahdiyin yang diperintahkan untuk mengikuti jejak mereka.
Utsman bin Affan adalah seorang yang rupawan, lembut, mempunyai jenggot
yang lebat, berperawakan sedang, mempunyai tulang persendian yang besar, berbahu
bidang, berambut lebat, bentuk mulut bagus yang berwarna sawo matang. Dikatakan
pada wajah beliau terdapat bekas cacar.
Dari az-Zuhry berkata, Beliau berwajah rupawan, bentuk mulut bagus,
berbahu bidang, berdahi lebar dan mempunyai kedua telapak kaki lebar. Beliau
memiliki akhlak yang mulia, sangat pemalu, dermawan dan terhormat, mendahulukan
kebutuhan keluarga dan familinya dengan memberikan perhiasan dunia yang fana.
Mungkin beliau bermaksud untuk mendorong mereka agar lebih mendahulukan
sesuatu yang kekal daripada sesuatu yang fana. Sebagaimana yang telah dilakukan
Rasulullah saw. Terkadang beliau memberikan harta kepada suatu kaum dan tidak
memberi kaum yang lain karena khawatir mereka akan dimasukkan oleh Allah SWT.
ke dalam neraka. Sebagian kaum memprotes beliau karena perlakuan tersebut
sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang-orang Khawarij terhadap Rasulullah
saw. atas pembagian harta rampasan perang Hunain.
Utsman adalah seorang yang saudagar yang kaya tetapi dermawan. Beliau
adalah seorang pedagang kain yang kaya raya, kekayaan ini beliau belanjakan guna
mendapatkan keridhaan Allah, yaitu untuk pembangunan umat dan ketinggian Islam.
Beliau memiliki kekayaan ternak lebih banyak dari pada orang arab lainya. Ketika
kaum kafir Quarisy melakukan penyiksaan terhadap umat islam, maka Utsman bin
Affan diperintahkan untuk berhijrah ke Habsyah (Abyssinia, Ethiopia). Ikut juga
bersama beliau sahabat Abu Khudzaifah, Zubir bin Awwam, Abdurahman bin Auf
dan lain-lain. Setelah itu datang pula perintah Nabi SAW supaya beliau hijrah ke
Madinah. Maka dengan tidak berfikir panjang lagi beliau tinggalkan harta kekayaan,
usaha dagang dan rumah tangga guna memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya.
Beliau Hijrah bersama-sama dengan kaum Muhajirin lainya.
Islam dan Jihad Utsman bin Affan
Utsman bin Affan ra. masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar ra. ash-Shiddiq.
Beliau adalah orang pertama yang hijrah ke negri Ethiopia bersama istrinya Ruqayah
binti Rasulullah saw. Kemudian kembali ke Makkah dan hijrah ke Madinah. Beliau
tidak dapat ikut serta pada perang Badar karena sibuk mengurusi putri Rasulullah
saw. (istri beliau) yang sedang sakit. jadi beliau hanya tinggal di Madinah. Rasulullah
SAW memberikan bagian dari harta rampasan dan pahala perang tersebut kepada
beliau dan beliau dianggap ikut serta dalam peperangan. Ketika istri beliau
meninggal, Rasulullah SAW menikahkannya dengan adik istrinya yang bernama
Ummu Kaltsum yang pada akhirnya juga meninggal ketika masih menjadi istri beliau.
Utsman bin Affan ikut serta dalam peperangan Uhud, Khandaq, Perjanjian
Hudaibiyah yang pada waktu itu Rasulullah SAW membaiatkan untuk Utsman
dengan tangan beliau sendiri. Utsman bin Affan ra. juga ikut serta dalam peperangan
Khaibar, Tabuk, dan beliau juga pernah memberikan untuk pasukan Usrah sebanyak
tiga ratus ekor unta dengan segala perlengkapannya.Dari Abdurrahman bin Samurah
bahwa pada suatu hari Utsman bin Affan datang membawa seribu dinar dan
meletakkannya di kamar Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda, Tidak ada dosa
bagi Utsman setelah ia melakukan ini (diucapkan dua kali).
Rasulullah saw. pergi menunaikan haji Wada bersama Utsman bin Affan.
Rasulullah SAW wafat dalam keadaan ridha terhadap Utsman bin Affan ra..
Kemudian beliau menemani Abu Bakar dengan baik dan Abu Bakar wafat dalam
keadaan ridha terhadap Utsman bin Affan. Beliau menemani Umar dengan baik dan
Umar wafat dalam keadaan ridha terhadap Utsman bin Affan, serta menetapkan
bahwa beliau adalah salah seorang dari enam orang anggota Syura dan beliau sendiri
adalah orang yang paling istimewa di antara anggota lainnya.
Utsman bin Affan ra. menjadi khalifah setelah Umar ra.. banyak menaklukkan
berbagai negara melalui tangan beliau. Semakin lebarlah wilayah negara Islam dan
bertambah luaslah negara Muhammadiyah ini serta sampailah misi Rasulullah saw.
Ke sebelah timur dan barat bumi ini. Nampaklah kebenaran Firman Allah SWT.
,Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan
mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan
mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama
yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan)
mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka
tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.
Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang
yangfasik. (An-Nur: 55). Firman Allah SWT. , Dia-lah yang mengutus RasulNya
dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas
segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik bend. (Ash-Shaf: 9).
Berita Gembira TTG Beliau Penduduk Surga.
Rasulullah saw. bersabda:
Siapa saja yang menggali Sumur Rumata maka untuknya surga. Maka sumur
tersebut digali oleh Utsman.

Beliau bersabda lagi:
Barangsiapa yang mendanai pasukan Usrah maka untuknya surga. Maka Utsman
bin Affan ra. mendanai pasukan tersebut.

Dari Abu Musa al-Asyary bahwa Rasulullah saw. masuk ke dalam sebuah kebun dan
memerintahkanku untuk menjaga pintu kebun tersebut. Kemudian datang seorang
lelaki meminta izin untuk masuk, beliau bersabda: Izinkan ia masuk kemudian
beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga. Ternyata lelaki tersebut adalah Abu
Bakar ra.. Lantas datang lelaki lain meminta izin agar diizinkan masuk, beliau
bersabda, Izinkan ia masuk kemudian beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga.
Ternyata lelaki tersebut adalah Umar ra. bin Khaththab. Kemudian datang seorang
lelaki meminta izin untuk masuk, beliau terdiam sejenak lalu bersabda, Izinkan ia
masuk kemudian beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga disertai dengan cobaan
yang menimpanya. Ternyata lelaki tersebut adalah Utsman bin Affan ra.. Hammad
berkata, Telah mengatakan kepada kami Ashim al-Ahwal dan Ali ra. Bin al-Hakam,
mereka berdua telah mendengar bahwa Abu Utsman al-Hindy menceritakan dari Abu
Musa seperti hadits tersebut dan Ashim manambahkan bahwa Nabi sedang duduk di
suatu tempat yang disana terdapat air sambil menyingkapkan kedua betis beliau atau
lututnya di saat Utsman bin Affan ra. masuk beliau menutup lututnya.
Utsman Memenuhi Panggilan Allah SWT. dan RasulNya dan Berhijrah Dua Kali.
Dari Ibnu Syihab ia berkata,Urwah telah mengabarkan kepadaku bahwa
Ubaidillah bin Ady bin al-Khiyar telah mengabarkan kepadaku bahwa Miswar bin
Makhramah dan Abdur Rahman bin al-Aswad bin Abdul Yaghuts telah berkata, Apa
yang menghalangimu untuk berbicara kepada Utsman tentang saudaranya Al-Walid,
karena orang-orang sedang sibuk membicarakan tentang permasalahan tersebut. Aku
berniat menemui Utsman hingga ia keluar untuk mengerjakan shalat. Kukatakan
kepadanya, Ada yang perlu aku bicarakan denganmu yang isinya merupakan nasihat
untukmu. Beliau berkata, Hai lelaki menjauhlah! -Mamar berkata, Aku mengira
beliau berkata, Aku berlindung kepada Allah SWT. dari kejahatanmu.- Kemudian
aku pun kembali menemui keduanya.
Kemudian datanglah utusan dari Utsman dan aku mendekatinya. Ia berkata,
Apa isi nasihatmu? Aku katakan, Se-sungguhnya Allah telah mengurus Muhammad
dengan membawa kebenaran serta menurunkan kitab kepada beliau sedang kamu
adalah salah seorang yang memenuhi panggilan Allah dan RasulNya, engkau juga
telah melakukan hijrah dua kali, telah menemani Rasulullah saw. dan telah melihat
langsung sunnah beliau. Lihatlah masyarakat sedang sibuk membicarakan tentang
kasus Al-Walid. Ia bertanya, Apakah engkau sempat menemui Rasulullah saw.?
Aku jawab, Tidak, tetapi ilmu beliau yang murni telah sampai kepadaku sebagaimana
sucinya seorang perawan dibalik hijabnya.
Ia berkata, Amma Badu, Sesungguhnya Allah SWT. telah mengurus
Muhammad Saw dengan membawa kebenaran dan aku termasuk salah seorang yang
memenuhi panggilan Allah SWT. dan RasulNya, aku beriman dan apa yang dibawa
beliau, aku juga melakukan hijrah dua kali -sebagaimana yang telah engkau katakan-
dan aku juga telah menemani dan membaiat Rasulullah saw. lDemi Allah SWT. aku
tidak pernah mendurhakai dan mengkhianari beliau hingga Allah SWT mewafatkan
beliau, demikian juga Abu Bakar ra. dan Umar ra. kemudian aku diangkat menjadi
khalifah, bukankah aku memiliki haq seperti haq mereka? Aku jawab, Benar. Ia
berkata lagi, Ada apa dengan berita-berita yang sampai kepadaku? Adapun tentang
permasalahan Al-Walid akan kita selesaikan dengan benar insya Allah. Kemudian
beliau memanggil Ali ra. bin Abi Thalib dan memerintahkannya agar mendera Al-
Walid sebanyak delapan puluh kali
Kabar Gembira Bahwa Beliau Mati Syahid
Diriwayatkan dari Qatadah bahwa Anas bin Malik berkata, Rasulullah saw.
memanjat gunung Uhud bersama Abu Bakar ra., Umar ra. dan Utsman lantas gunung
tersebut bergetar. Beliau bersabda: Tenanglah wahai Uhud! -aku perkirakan beliau
menghentakkan kakinya tidak ada siapa-siapa di atasmu melainkan hanya seorang
Nabi, Ash-Shiddiq dan dua orang syahid.
Tingkat Keistimewaan Utsman bin Affan
Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. berkata, Pada zaman Rasulullah saw. Kami
tidak menyamakan Abu Bakar ra. dengan sahabat yang lain kemudian Umar ra. Dan
kemudian Utsman. Setelah itu kami tidak mengistimewakan antara satu sahabat
dengan sahabat yang lain.
Wasiat Nabi Kepada Utsman bin Affan Agar Tetap Sabar dan Tidak Memenuhi
Tuntutan Agar la Turun dari Jabatan
Imam Ahmad berkata, Abul Mughirah telah mengatakan kepada kami dan
berkata, al-Walid bin Sulaiman telah mengatakan kepada kami dan berkata, Rabiah
bin Yazid telah mengatakan kepadaku dari Abdullah bin Amir dari an-Numan bin
Basyir dari Aisyah ia berkata, Rasulullah saw. mengutus kepada Utsman bin Affan
ra. agar ia datang menghadap. Ketika ia datang Rasulullah saw. menyambut
kedatangannya. Setelah kami melihat Rasulullah saw. menyambutnya maka salah
seorang kamipun menyambut kedatangan yang lain dan ucapan terakhir yang
diucapkan Rasulullah saw. sambil menepuk pundaknya, Wahai Utsman mudah-
mudahan Allah akan memakaikan untukmu sebuah pakaian dan orang-orang munafik
ingin melepaskan pakaian tersebut maka jangan engkau lepaskan hingga engkau
menemuiku (meninggal). Tiga kali.. Aku katakan, Ya Ummul Mukminin hadits ini
aku riwayatkan darimu. Aisyah menjawab, Demi Allah aku sudah lupa. Kemudian
aku beritakan hal tersebut kepada Muawiyah bin Abi Sufyan, namun ia kurang yakin
hingga ia menulis surat kepada Ummul Mukminin, Tuliskan untukku tentang hadits
ini! Maka Ummul Mukminin menuliskan tentang hadits tersebut.
Abu Abdullah al-Jasry telah meriwayatkan dari Aisyah ra. dan Hafshah seperti
hadits telah lalu. Qais bin Abi Hazim dan Abu Sahlah dari Aisyah ra. Abu Shalah
meriwayatkan dari Utsman bahwa Rasulullah saw. meng-ambil suaru perjanjian
dariku agar aku sabar melaksanakannya. Faraj bin Fudhalah meriwayatkan dari
Muhammad bin al-Walid az-Zubaidy dari Zuhry dari Urwah dari Aisyah kemudian
menyebutkan hadits tersebut.Adalah Darul Quthny berkata, Hanya al-Faraj bin
Fudhalah yang meriwayatkan hadits ini.
Kesungguhan Utsman bin Affan Dalam Beribadah
Telah diriwayatkan dari berbagai jalur bahwa beliau pernah shalat dengan
mambaca semua al-Quran pada satu rakaat di kamar al-Aswad pada musim haji. Dan
ini adalah ketekunan beliau. Kami telah meriwayatkan dari Ibnu Umar ra. bahwa ia
berkata tentang Firman Allah SWT. , (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih
beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan
berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya.
(Az-ZUmar ra.: 9). Bahwa yang dimaksud dalam ayat itu adalah Utsman bin Affan
ra.. Ibnu Abbas dalam mengomentari Firman Allah SWT., Samakah orang itu
dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atasjalan yang
lurus. (An-Nahl: 76).
Ia berkata, Maksudnya adalah Utsman bin Affan ra.. Hassan berkata, Berkorban
hingga beruban sebagai tanda sujud, Memotong malam dengan bertasbih dan
membaca al-Qur an.
Istri dan Putra-putra Utsman bin Affan
Beliau menikahi:
1. Ruqayah binti Rasulullah saw. dan dianugrahi seorang anak yang bernama
Abdullah dan menjadikannya sebagai kuniyah. Pada masa jahiliyah beliau
berkuniah Abu Amr.
2. Seelah Ruqayah wafat, beliau menikahi adiknya yang bernama Ummu
Kaltsum dan kemudian .Ummu Kaltsum pun wafat.
3. Kemudian beliau menikahi Fakhitah binti Ghazwan bin Jabir dan
dianugrahi seorang anak yang bernama Abdullah al-Ashghar.
4. Lantas beliau menikahi Ummu Amr binti Jundub bin Amr al-Azdyah dan
dianugrahi beberapa orang anak yang bernama Amr, Khalid, Aban, Umar
ra. dan Maryam.
5. Lalu beliau menikah dengan Fathimah binti Al-Walid bin Abdusy Syamsy
bin al-Mughirah al-Makhzumiyah dan lahirlah Al-Walid, Said dan Ummu
Utsman.
6. Kemudian menikahi Ummu al-Banin binti Uyainah bin Hishn al-
Fazariyah dan dianugerahi seorang anak yang bernama Abdul Malik dan
dikatakan Utbah.
7. Lantas beliau menikahi Ramlah binti Syaibah bin Rabiah bin Abdusy
Syamsy bin Abdul Manaf bin Qushay dan lahir beberapa orang anak yang
bernama Aisyah, Ummu Aban, Ummu Amr dan Banat Utsman.
8. Lalu beliau menikah dengan Nailah binti al-Farafishah bin al-Ahwash bin
Amr bin Tsalabah bin al-Harits bin Hishn bin Dhamdham bin Ady bin
Junab bin Kalb dan dianugerahi seorang anak yang bernama Maryam dan
dikatakan juga dengan Anbasah.
Wasiat-wasiat Utsman bin Affan
Isi wasiat utsman bin affan
Dengan Nama Allah Yang Malm Pengasih lagi Penyayang Utsman bin Affan
ra. bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah SWT. semata tiada
sekutu bagiNya dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Surga itu
benar adanya dan neraka itu juga benar adanya. Bahwasanya Allah SWT. akan
membangkitkan manusia dari dalam kubur di hari yang tidak diragukan lagi dan Allah
SWT. tidak akan menyelisihi janjiNya. Di atasnya manusia hidup dan di atasnya pula
manusia mati dan di atasnya juga akan dibangkitkan kembali insya Allah SWT..
Kekhalifahan Utsman bin Affan
Masa khilafahnya adalah sebelas tahun sebelas bulan dan tujuh belas hari.
Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah atas dasar musyawarah dan keputusan
sidang Panitia enam, yang anggotanya dipilih oleh khalifah Umar bin khatab sebelum
beliau wafat. Keenam anggota panitia itu ialah Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan,
Abdurahman bin Auf, Saad bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin
Ubaidillah. Tiga hari setelah Umar bin khatab wafat, bersidanglah panitia enam ini.
Abdurrahman bin Auff memulai pembicaraan dengan mengatakan siapa diantara
mereka yang bersedia mengundurkan diri. Ia lalu menyatakan dirinya mundur dari
pencalonan. Tiga orang lainnya menyusul. Tinggallah Utsman dan Ali. Abdurrahman
ditunjuk menjadi penentu. Ia lalu menemui banyak orang meminta pendapat mereka.
Namun pendapat masyarakat pun terbelah.
Konon, sebagian besar warga memang cenderung memilih Utsman. Sidangpun
memutuskan Ustman sebagai khalifah. Ali sempat protes. Abdurrahman adalah ipar
Ustman. Mereka sama-sama keluarga Umayah. Sedangkan Ali, sebagaimana
Muhammad, adalah keluarga Hasyim. Sejak lama kedua keluarga itu bersaing.
Namun Abdurrahman meyakinkan Ali bahwa keputusannya adalah murni dari nurani.
Ali kemudian menerima keputusan itu.
Maka Utsman bin Affan menjadi khalifah ketiga dan yang tertua. Pada saat
diangkat, ia telah berusia 70 tahun. Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram tahun
24 H. Pengumuman dilakukan setelah selesai Shalat dimasjid Madinah. Masa
kekhalifannya merupakan masa yang paling makmur dan sejahtera. Konon ceritanya
sampai rakyatnya haji berkali-kali. Bahkan seorang budak dijual sesuai berdasarkan
berat timbangannya.
Beliau adalah khalifah kali pertama yang melakukan perluasan masjid al-
Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat Islam
yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). Beliau mencetuskan ide polisi keamanan
bagi rakyatnya, membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara.
Hal ini belum pernah dilakukan oleh khalifah sebelumnya. Abu Bakar dan Umar bin
Khotob biasanya mengadili suatu perkara di masjid.
Pada masanya, khutbah Idul fitri dan adha didahulukan sebelum sholat. Begitu
juga adzhan pertama pada sholat Jumat. Beliau memerintahkan umat Islam pada
waktu itu untuk menghidupkan kembali tanah-tanah yang kosong untuk kepentingan
pertanian.
Di masanya, kekuatan Islam melebarkan ekspansi. Untuk pertama kalinya,
Islam mempunnyai armada laut yang tangguh. Muawiyah bin Abu Sofyan yang
menguasai wilayah Syria, Palestina dan Libanon membangun armada itu. Sekitar
1.700 kapal dipakai untuk mengembangkan wilayah ke pulau-pulau di Laut Tengah.
Siprus, Pulau Rodhes digempur. Konstantinopelpun sempat dikepung.
Konflik Selama Kekhalifahan
Pada mulanya pemerintahan Khalifah Utsman berjalan lancar. Hanya saja
seorang Gubernur Kufah, yang bernama Mughirah bin Syubah dipecat oleh Khalifah
Utsman dan diganti oleh Saad bin Abi Waqqas, atas dasar wasiat khalifah Umar bin
Khatab. Kemudian beliau memecat pula sebagian pejabat tinggi dan pembesar yang
kurang baik, untuk mempermudah pengaturan, lowongan kursi para pejabat dan
pembesar itu diisi dan diganti dengan famili-famili beliau yang kredibel (mempunyai
kemampuan) dalam bidang tersebut.
Tindakan beliau yang terkesan nepotisme ini, mengundang protes dari orang-
orang yang dipecat, maka datanglah gerombolan yang dipimpim oleh Abdulah bin
Saba yang menuntut agar pejabat-pejabat dan para pembesar yang diangkat oleh
Khalifah Utsman ini dipecat pula. Usulan-usulan Abdullah bin Saba ini ditolak oleh
khalifah Utsman. Pada masa kekhalifan Utsman bin Affan-lah aliran Syiah lahir dan
Abdullah Bin Saba disebut sebagai pencetus aliran Syiah tersebut.
Karena merasa sakit hati, Abdullah bin Saba kemudian membuat propoganda
yang hebat dalam bentuk semboyan anti Bani Umayah, termasuk Utsman bin Affan.
Seterusnya penduduk setempat banyak yang termakan hasutan Abdullah bin Saba.
Sebagai akibatnya, datanglah sejumlah besar (ribuan) penduduk daerah ke madinah
yang menuntut kepada Khalifah, tuntutan dari banyak daerah ini tidak dikabulkan
oleh khalifah, kecuali tuntutan dari Mesir, yaitu agar Utsman memecat Gubernur
Mesir, Abdullah bin Abi Sarah, dan menggantinya dengan Muhammad bin Abi Bakar.
Karena tuntutan orang Mesir itu telah dikabulkan oleh khalifah, maka mereka
kembali ke Mesir, tetapi sebelum mereka kembali ke Mesir, mereka bertemu dengan
seseorang yang ternyata diketahui membawa surat yang mengatasnamakan Utsman
bin Affan. Isinya adalah perintah agar Gubernur Mesir yang lama yaitu Abdulah bin
Abi sarah membunuh Gubernur Muhammad Abi Bakar (Gubernur baru) Karena itu,
mereka kembali lagi ke Madinah untuk meminta tekad akan membunuh Khalifah
karena merasa dipermainkan.
Setelah surat diperiksa, terungkap bahwa yang membuat surat itu adalah
Marwan bin Hakam. Tetapi mereka melakukan pengepungan terhadap khalifah dan
menuntut dua hal :
Supaya Marwan bin Hakam di qishas (hukuman bunuh karena membunuh
orang).
Supaya Khalifah Utsman meletakan jabatan sebagai Khalifah.
Kedua tuntutan yang pertama, karena Marwan baru berencana membunuh dan
belum benar-benar membunuh. Sedangkan tuntutan kedua, beliau berpegang pada
pesan Rasullulah SAW; Bahwasanya engkau Utsman akan mengenakan baju
kebesaran. Apabila engkau telah mengenakan baju itu, janganlah engkau lepaskan.
Setelah mengetahui bahwa khalifah Utsman tidak mau mengabulkan tuntutan mereka,
maka mereka lanjutkan pengepungan atas beliau sampai empat puluh hari. Situasi dari
hari kehari semakin memburuk. Rumah beliau dijaga ketat oleh sahabat-sahabat
beliau, Ali bin Thalib, Zubair bin Awwam, Muhammad bin Thalhah, Hasan dan
Husein bin Ali bin Abu Thalib. Karena kelembutan dan kasih sayangnya, beliau
menanggapi pengepung-pengepung itu dengan sabar dan tutur kata yang santun.
Wafatnya Utsman bin Affan
Setelah rangkaian konflik pada masa pemerintahannya, Khalifah Utsman
kemudian dikepung oleh pemberontak selama 40 hari dimulai dari bulan Ramadhan
hingga Dzulhijah. Meski Utsman mempunyai kekuatan untuk menyingkirkan
pemberontak, namun ia berprinsip untuk tidak menumpahkan darah umat Islam.
Hingga suatu hari, tanpa diketahui oleh pengawal-pengawal rumah beliau, masuklah
kepala gerombolan yaitu Muhammad bin Abu Bakar (Gubernur Mesir yang Baru) dan
membunuh Utsman bin Affan yang sedang membaca Al-Quran. Dalam riwayat lain,
disebutkan yang membunuh adalah Aswadan bin Hamrab dari Tujib, Mesir. Riwayat
lain menyebutkan pembunuhnya adalah Al Ghafiki dan Sudan bin Hamran. Perihal
peristiwa kematian ini persis seperti apa yang disampaikan Rasullullah Saw perihal
kematian Utsman yang syahid nantinya. Utsman bin Affan wafat pada 18 Dzulhijah
tahun 35 H. dalam usia 82 tahun setelah menjabat sebagai Khalifah selama 12 tahun.
Beliau dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah.