Anda di halaman 1dari 5

HOT WATER VALVES ON THE

OCEAN FLOOR AND THE


FORMATION OF ORE DEPOSITS
3 karakteristik ore deposit :



1. Kaya Fe Mn
2. Kaya Mn
3. Kaya Sulfida namun miskin Mn


Tipe pertama merupakan karakteristik yang paling umum ditemui, terletak didasar
sedimen oceanic dan diatas kerak volkanik.
Tipe ketiga terbentuk oleh cerobong air panas black smookers yang biasanya
terletak di mid ocean ridge (MOR).
Skema Sirkulasi
Hydrothermal di MOR
Proses terjadinya hidrotermal bawah laut adalah sebagai berikut :

1. Air laut yang dingin (2 C) merembas melalui celah-celah ataupun rekahan yang terdapat di dasar lautan.

2. Air laut terus merembas jauh ke bawah di dalam kerak samudera. Radiasi energi panas dari batuan cair yang terletak
jauh di bawah dasar laut mendidihkan rembasan air laut hingga suhu cairan hidrotermal mencapai 350-400 C. Setelah
rembasan air laut terpanaskan, ia bereaksi dengan batuan sekitar di dalam kerak samudera. Reaksi kimia ini merubah
cairan hidrotermal dengan cara sebagai berikut :

Semua kandungan oksigen dalam cairan menjadi hilang
Cairan panas ini menjadi bersifat asam
Cairan ini menangkap logam-logam terlarut, termasuk besi, tembaga dan seng
Cairan ini menangkap hidrogen sulfida

3. Cairan panas ini tidaklah begitu kental sehingga ia lebih ringan dibandingkan dengan cairan yang lebih dingin. Dengan
demikian cairan hidrotermal menyembur ke atas melalui kerak samudera layaknya balon udara-panas yang naik ke udara.

4. Cairan hidrotermal keluar melalui cerobong dan bercampur dengan air laut yang dingin. Logam-logam dibawa ke atas
dalam bentuk fluida bercampur dengan belerang membentuk meneral yang berwarna hitam yang biasa disebut sulfida
logam, kondisi ini menjadikan kenampakan cairan hidrotermal seperti asap. Banyak faktor yang memicu terjadinya reaksi
ini. Salah satu faktor tersebut adalah suhu yang dingin, dan faktor lainnya adalah keberadaan kandungan oksigen dalam
air laut. Tanpa adanya unsur oksigen, mineral-mineral tersebut tidak akan pernah terbentuk.
BLACK SMOOKERS


Black smokers terlihat berupa struktur cerobong asap yang terbuat
dari mineral belerang yang mengandung mineral sulfida yang
berasal dari bawah kerak bumi.
Mineral sulfida ini terbentuk pada temperatur 350 C.
Celah hidrotermal pertama kali ditemukan pada tahun 1977.
Celah-celah ini diketahui berada di Samudera Pasifik dan
Samudera Atlantik.
Celah-celah ini kebanyakan dijumpai pada kedalaman sekitar 2100
meter di daerah pemekaran dasar laut sepanjang Sistem
Punggungan Tengah Samudera, yaitu rangkaian gunung api bawah
laut yang memanjang dan meliuk-liuk mengitari bumi.
Celah hidrotermal merupakan fenomena alam spektakuler yang
terdapat di dasar lautan.
Air laut merembas melalui rekahan di dasar laut dan terpanaskan
oleh batuan cair yang letaknya jauh di bawah kerak samudera
dengan suhu mencapai 400 oC.
Cairan panas ini muncul kembali ke permukaan dasar laut dan
menyembur melalui celah-celah yang terbuka.