Anda di halaman 1dari 2

Pertumbuhan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.

) terus berlangsung
bertambah tinggi selama hidup secara alami hingga umur 135 tahun (seperti yang
tercatat di Kebun Raya Bogor). Pertumbuhan kelapa sawit memiliki sifat-sifat
vegetative (akar, batang dan daun) dan generative (bunga dan buah) yang khas, serta
fenologi yang kompleks.
Tandan bunga terletak pada ketiak daun, mulai muncul setelah tanaman
berumur satu tahun di lapangan. Bakal bunga terbentuk sekitar 33-34 bulan sebelum
bnga mekar (anthesis), sedangkan pemisahan bunga jantan dan betina terjadi sekitar
14 bulan sebelum anthesis (Breure dan Mendez 1990). Penentuan jenis kelamin
ataupun pemisahan kelamin merupakan proses yang penting dalam rasio seks kelapa
sawit. Rasio seks yang dimaksud merupakan perbandingan antara jumlah bunga
betina dengan seluruh bunga yang diproduksi pada suatu waktu tertentu. Semakin
tinggi rasio seks maka semakin banyak bunga betina, sehingga peluang untuk
mendapatkan produktivitas tanda yang tinggi akan menjadi lebih besar. Pada
praktikum kali ini, seks rasio adalah sebesar 0.40 untuk total 20 tanaman sawit yang
diamati.
Pada kondisi yang tidak terdapat cekaman lingkungan maka nilai rata-rata
seks rasio bunga kelapa sawit adalah 0.63 dengan jumlah tandan bunga yang aborsi
sebesar 10% (Harahap 2008). Rasio seks yang tinggi tidak menjamin produktivitas
kelapa sawit yang tinggi, karena bunga betina yang dihasilkan tidak dapat dipastikan
akan menjadi tandan buah yang dapat dipanen. Hal ini dapat terjadi karena adanya
kemungkinan terjadi aborsi bunga betina. Penyebab aborsi adalah karbohidrat yang
kurang untuk perkembangan bunga, kurangnya ketersediaan air, serta pengurangan
daun yang terlalu banyak sehingga tanaman mengalami cekaman (Corley 2003).
Tanaman kelapa sawit akan terus berbuah hingga berumur 30 tahun, namun pada
umur di atas 15 tahun akan terjadi penurunan angka seks rasio.
Lama selisih umur antara tandan bunga atau tandan buah yang satu dengan
tandan bunga atau buah yang umurnya paling berdekatan adalah satu bulan. Hal ini
disebabkan karena dalam satu bulan pembentukan bunga atau buah pada pangkal
tandan kelapa sawit rentangnya adalah dari 1 sampai 2 buah/bunga.
Kerapatan panen adalah sejumlah angka yang menunjukkan tingkat kerapatan
pohon matang panen di dalam suatu areal. Tujuannya untuk mendapatkan satu tandan
yang matang panen.Angka kerapatan panen didapat dengan menghitung jumlah
janjang matang pada pokok yang dijadikan sampel kemudian dibagi jumlah total
pokok yang diamati dan dikalikan persentase 100, maka akan didapatkan angka
kerapatan panen pada blok tersebut (Nurmalisa 2011). Pada praktikum ini didapatkan
nilai AKP sebesar 40%. Setelah didapatkan angka kerapatan panen (AKP) maka
dapat dihitung kebutuhan tenaga kerja panen kebun kelapa sawit, untuk hasil
perhitungan pada praktikum ini didapatkan angka kebutuhan tenaga kerja panen pada
satu blok kebun seluas 30 ha sebesar 37 pemanen/hari kerja.
Kegiatan praktikum yang meliputi; melakukan taksasi produksi, menghitung
perkiraan hasil panen, menghitung seks rasio, dan menghitung kebutuhan tenaga
kerja panen membutuhkan waktu 38 menit atau 0.63 jam sehingga HOK yang
dibutuhkan untuk 20 pohon yang diamati adalah 0.54 HOK. Populasi dalam satu
hektar berjumlah 136 tanaman sehingga HOK yang dibutuhkan untuk melakukan
pengamatan satu hektar lahan adalah 3.672 HOK.