Anda di halaman 1dari 3

Kelompok 2

1115111171 Isna Nurita Sari


1115111227 Amin Wastinah

Kasus PDE dan Sistem Informasi Terdistribusi
Sebuah perusahaan retail mempunyai ratusan cabang. Cabang di provinsi mempunyai
anak cabang di tingkat kabupaten. Tiap cabang provinsi berfungsi sebagai induk data dan
program yang dapat diakses cabang. Sehingga program dan data di anak cabang dalam satu
kabupaten isinya sama, namun bisa jadi berbeda dengan cabang di kabupaten yang lain.
Kebijakan pengadaan barang selama ini mengharuskan bahwa pengadaan barang dilakukan
di cabang provinsi, sehingga apabila anak cabang kekurangan barang maka secara online
anak cabang bisa meminta barang ke cabang di provinsi. Kemudian provinsi yang akan
meminta pemasok untuk mengirim barang ke cabang. Dengan cara ini pengadaan barang
lebih efisien, dan sistem di anak cabang juga menjadi lebih lancar. Sebagai analis sistem
anda diminta untuk mengidentifikasi :
1. Identifikasi saluran pertukaran data antara cabang dan anak cabang, dalam hal ini anda
harus menyebutkan data dan informasi apa yang harus dialirkan dari anak cabang ke
cabang.
2. Menggambarkan aliran data pada no 1 dalam bentuk diagram
3. Menentukan jenis hubungan client server yang sesuai untuk perusahaan tersebut
4. Apabila cabang dan anak cabang perlu electronic fund transfer, jelaskan format apa
yang sesuai dan berikan alasannya.

Jawaban :
1. Identifikasi saluran pertukaran data
Data dan informasi yang dialirkan dari cabang ke anak cabang yaitu :
a. Data permintaan barang, berisi informasi mengenai jumlah, jenis barang, serta
spesifikasi yang diminta oleh anak cabang ke kantor cabang. Data permintaan ini
didasarkan dari data stok persediaan barang sehingga dapat diketahui jenis barang
yang kurang dan perlu dilakukan permintaan pengadaan barang kepada kantor
cabang. Dari permintaan barang tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan
barang yang benar-benar butuh untuk distok / diadakan permintaan barang.
b. Data persediaan barang, berisi informasi mengenai jumlah persediaan barang yang
tersedia di anak cabang. Informasi yang dimuat diantaranya memuat mengenai
mutasi barang masuk dan keluar yang berasal dari penerimaan barang dari
pemasok dan pengeluaran barang dari penjualan. Selain itu juga terdapat informasi
mengenai saldo barang yang tersisa di anak cabang.
c. Data penjualan, berisi informasi mengenai jumlah dan jenis barang yang telah
terjual yang dilakukan oleh anak cabang. Data penjualan ini digunakan untuk
mengetahui jumlah barang yang telah dikeluarkan dan diketahui jumlah barang
yang tersisa di anak cabang. Data penjualan ini juga digunakan sebagai dasar
dalam pengambilan keputusan untuk order barang apabila stok barang sudah harus
di order kembali.
d. Data penerimaan barang, berisi mengenai jumlah dan jenis barang yang diterima
anak cabang dari pemasok. Data ini digunakan untuk pemberitahuan kepada kantor
cabang bahwa barang yang diminta telah dikirim oleh pemasok kepada anak
cabang. Pada data penerimaan ini mencakup mengenai jumlah barang, jenis barang
dan spesifikasi barang yang diterima apakah sudah sesuai atau belum.
2. Aliran data
















Anak cabang
Cabang provinsi
Pemasok
Sistem
persediaan
Sistem
permintaan
Sistem
penjualan
Sistem
penerimaan
Data
penjualan
Data
penjualan
Data
persediaan
Data
permintaan
barang
Data order
barang
Data
penerimaan
barang
Data
penerimaan
barang
barang
3. Jenis hubungan client server
Jenis hubungan client server yang sesuai untuk perusahaan tersebut yaitu naming
service. Pada perusahaan tersebut jenis naming service sangat cocok karena di
perusahaan tersebut setiap cabang provinsi berfungsi sebagai induk data dan program
yang dapat diakses cabang, sehingga program dan data di anak cabang dalam satu
kabupaten isinya sama, namun bisa jadi berbeda dengan cabang di kabupaten yang
lain. Hal ini sama halnya yang ada di naming service yaitu pemberian nama di setiap
client, sehingga hasil proses data dapat disimpan di server sesuai nama client
pengakses. Dan dengan naming service maka sistem penggadaan barang dari cabang
ke anak cabang dapat bejalan dengan lancar dan efisien.

4. Electronic Fund Transfer
Format Electronic Fund Transfer yang sesuai dengan keadaan perusahaan tersebut
adalah Corporate Trade Exchange, karena dalam jenis format Corporate Trade
Exchange ini merupakan format pesan yang mampu memuat informasi nota secara
rinci, meliputi nomor pesanan, deskripsi barang dan sebagainya. Pada sistem
penggadaan barang dalam perusahaan tersebut memerlukan dokumen-dokumen seperti
faktur penjualan, bukti permintan barang, bukti penerimaan barang. Sehingga
diperlukan danya Electronic Fund Transfer yang dapat memuat informasi dokumen
tersebut secara rinci. Maka dari itu format Electronic Fund Transfer yang cocok
dengan keadaan perusahaan tersebut adalah Corporate Trade Exchange.