Anda di halaman 1dari 19

MENGEFEKTIFKAN ORGANISASI

Oleh : LILIS NURLINA


MARINA SULISTYATI
Mengelola suatu organisasi yang besar dengan
banyak orang di dalamnya serta dengan sifat
dan keinginan yang berbeda merupakan suatu
hal yang cukup sulit.
Dengan pembentukan struktur organisasi yang
menggambarkan kewenangan,tanggungjawab,
pembagian tugas dan arus informasi, maka perlu
dibentuk struktur organisasi.
Pada organisasi yang komplek membutuhkan
pengaturan yang baik.
Keefektifan Individu :
Upaya mengefektifkan organisasi dimulai dgn
keefektifan individu dgn cara menekankan
pelaksanaan tugas pekerja/anggota organisasi
Manajer menaksir keefektifan individu melalui
evaluasi prest asi dasar kenaikan gaji,
promosi, imbalan lain.
Sebab2 keefektifan individu : kemampuan,
keahlian, pengetahuan, sikap, motivasi, stres.
KEEFEKTIFAN KELOMPOK
Upaya mengefektifkan kelompok didasarkan
pada adanya kekuatan gabungan individu
berupa : kepaduan, kepemimpinan, struktur
kelompok, status, peranan, norma-norma.
Keefektifan kelompok dapat dilihat pada adanya
: kepanitiaan, divisi, kelompok tugas.
Panitia : sekelompok orang yang dibentuk untuk
mencapai tujuan tertentu.
Aspek positif panitia : memberi pengalaman,
pengetahuan, kemampuan, kecakapan, dan
sifat-sifat kepribadiannya dari satu individu ke
individu lain.
Hal positif lain : mengurangi konflik dan me-
ningkatkan koordinasi bagian2 organisasi, serta
meningkatkan motivasi dan keterikatan yg
dipancarkan dari partisipasi.
Pola hubungan antarposisi membentuk struktur
kelompok.


KEEFEKTIFAN ORGANISASI
Keefektifan organisasi disebabkan oleh :
lingkungan, teknologi, pilihan strategis,
struktur, proses, kebudayaan.
Lingkungan : tuntutan dari luar, persaingan
antar organisasi yg sama.
Teknologi membuat organisasi > berkembang
Pilihan strategis peluang
Struktur organisasi pembagian tugas
Kebudayaan budaya organisasi
I. STRUKTUR ORGANISASI
BAGAN YANG MENGGAMBARKAN KEWENA
NGAN FORMAL DAN HUBUNGAN ANTAR
PEKERJA,
ADA 4 DIMENSI DASAR STRUKTUR
ORGANISASI :
1. Hierarki dari kewenangan
Pelaporan
Komunikasi jalinan kerja
1.Struktur Organisasi
Bagan 1. Struktur Organisasi PT.Tanjung Mulya Perkasa




2. Pembagian Tugas/ Pekerjaan
Rantai komando
Pembidangan (Spesialisasi)
3. Rentang Kendali (Spans of
Control)
Pelaporan kepada atasan
langsung
Koordinasi Pekerja
4. Posisi Garis dan Staf
Tingkat Pengambilan Keputusan

II. Kefektifan Organisasi ditentukan Oleh :
1. Pencapaian Tujuan
Tujuan jelas, konsesnsus, terukur
2. Sumber Sistem (Lingkungan eksternal terkait
output yg dihasilkan
3. Proses internal & operasi organisasi
Anggota terintegrasi dalam suatu sistem
dengan eksistensi stabil dan kepercaya
an anggota baik
Informasi mengalir dengan lancar baik
secara vertikal maupun horizontal
Sistem Organisasi sehat
4. Kepuasan Partisipan
Merespon permintaan dan penghara
pan partisipan (Konsumen strategis)
MENGELOLA KONFLIK ORGANISASI
KONFLIK :
1. Suatu perselisihan, pertentangan, persaingan
karena perbedaan pandangan atau tujuan.
2. Proses dimana satu pihak memiliki tujuan /
kepentingan berbeda dengan pihak lain dan
merugikan pihak lain
3. Konflik dapat terjadi pada ; antar perorangan,
antar kelompok
* CARA PENANGANAN KONFLIK
1. Bedakan konflik fungsional dengan
disfungsional
Konflik fungsional : konstruktif, mendo
rong tujuan organisasi dan memperbaiki
performans organisasi.
Menunjuk pada siklus manajemen
Konflik disfungsional : konflik pribadi.
2. Identifikasi Penyebab Konflik :
a. Ketidakcocokan individu dengan sistem
nilai
b. Overlaping/ ketidakjelasan batasan
pekerjaan
c. Kompetisi, keterbatasan sumber daya
d. Kurangnya komunikasi
e. Interdependensi penyelesaian tugas
f. Organisasi bersifat kompleks
g. Kebijakan, standar, aturan tidak jelas/
tidak beralasan
h. Waktu penyelesaian tugas tidak rasional/
press time
i. Pengambilan keputusan bersama (suara
terbanyak & konsensus).
j. Konflik yang tidak diselesaikan.
3. Stimulasi Konflik Fungsional
Konflik terprogram
Stimulasi ide-ide, kritik yang
didasarkan pada bukti-bukti relevan
Bisikan isu-isu
Metode dialektika : mendengar yang
berbeda paham
4. Kaji Cara Alternatif Penanganan
Konflik (terutama disfungsional)
Integrasi pemecahan masalah
Dominasi/ perhatikan satu pihak
Menarik diri dari permasalahan
Kompromi dengan bantuan pihak
ketiga, lakukan negosiasi, mediasi
5. Pengkajian/Penelitian Bukti Konflik
Kepribadian seseorang berpengaruh
penanganan konflik
Ketidaksesuaian seseorang terhadap
situasi konflik ingin damai
Beri hukuman bagi yang mengintensifkan
konflik
Negosiasi secara umum dan jender
MANAJEMEN KONFLIK SEBUAH
PENDEKATAN KONTINGENSI
Konflik harus diawasi
Jika terjadi apatis / kurang kreativitas,
konflik fungsional perlu distimulasi
Jika konflik fungsional berubah jadi konflik
disfungsional, gunakan saluran komunikasi,
ada penengah/ pihak ketiga
Beri sanksi bagi yg tidak mau menghentikan
konflik disfungsional merugikan organisasi