Anda di halaman 1dari 11

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Makassar, Oktober 2014

PROLAPS UMBILIKUS








OLEH :

1. Nurilmi Syam 1102100024
2. Regina Amalia Haeruddin 1102100025
3. Nurindah Sari Toatubun 1102100026






FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2014
A. ANATOMI TALI PUSAT
Tali pusat terbentuk dari body stalk sebagai peghubung antara janin
dengan plasenta. Tali pusat berasal dari yolk sack dan allantoins. Pada umur 5
minggu yolk sack mulai terbentuk untuk memberikan nutrisi bagi janin.
Anatomi tali pusat :
1. Panjangnya sekitar 45-60 cm, diameter 2 cm.
a. Terpanjang yang pernah dilaporkan sekitar 200 cm, sedangkan
terpendek sepanjang 2 cm.
b. Terdiri dari dua arteri umbilikalis yang merupakan cabang dari arteri
hipogastrika interna.
Fungsinya : mencegah oksigen dan nutrisi dari janin kembali ke ibu.
c. Terdiri dari satu vena umblikalis yang masuk menuju sirkulasi
umum melalui vena Ductus Venosus Aranthii yang akhirnya menuju
Vena Kava Inferior.
Fungsinya : memberikan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin.
2. Terbungkus oleh jelly Wharton sehingga terlindung dari kemungkinan
kompresi yang akan mengganggu aliran darah dari dan menuju janin
melalui retroplasenta sirkulasi.
3. Tali pusat lebih panjang sehingga tampak berliku-liku dalam jelly
Wharton.
Keberadaan tali pusat mempunyai kepentingan khusus diantaranya :
1. Tali pusat merupakan penyalur nutrisi dan O2 sehingga janin mendapat
kalori yang cukup untuk tumbuh kembang di dalam rahim.
2. Tali pusat yang cukup panjang akan memberikan kesempatan janin untuk
bergerak sehingga aktivitas otot dan lainnya terlatih sebelum persalinan
berlangsung.
3. Saat persalinan terjadi, ada kemungkinan sirkulasi retroplasenta
terganggu, tetapi tali pusat yang dilindungi oleh jelly Wharton, tidak akan
terganggu.

B. PENGERTIAN PROLAPSUS TALI PUSAT
Prolaps tali pusat adalah tali pusat berada disamping atau melewati bagian
terendah janin di dalam jalan lahir setelah ketuban pecah. Prolaps tali pusat adalah
keluarnya tali pusat secara prematur dalam persalinan sebelum janin dilahirkan.
Prolaps tali pusat merupakan komplikasi yang jarang terjadi, kurang dari 1 per
200 kelahiran, tetapi dapat mengakibatkan tingginya kematian janin.
Prolapsus tali pusat diklasifikan atas tiga, yaitu :
1. Tali pusat menumbung disebut juga prolapsus funikuli adalah jika tali pusat
teraba keluar atau berada di samping dan melewati bagian terendah janin di
dalam jalan lahir, tali pusat dapat prolaps ke dalam vagina atau bahkan di
luar vagina setelah ketuban pecah.
2. Tali pusat terdepan disebut juga tali pusat terkemuka yaitu jika tali pusat
berada di samping bagian besar janin dapat teraba pada kanalis servikalis,
atau lebih rendah dari bagian bawah janin sedang ketuban masih intak atau
belum pecah.
3. Occult prolapsed ( tali pusat tersembunyi ) adalah keadaan dimana tali pusat
terletak di samping kepala atau di dekat pelvis tapi tidak dalam jangkauan
jari pada pemeriksaan vagina.
Tali pusat lebih mungkin mengalami prolapsus jika ada sesuatu yang
mencegah bagian presentasi janin di segmen bawah uterus atau penurunannya ke
dalam panggul ibu. Presentasi tali pusat dan tali pusat tersembunyi jarang
terdiagnosis, sehingga memerlukan pemeriksaan yang teliti. Pemeriksaan ini
harus dilakukan pada semua kasus persalinan, seperti pada persalinan preterm
atau jika terdapat malpresentasi atau malposisi janin. Tali pusat
menumbung (prolapsus funikuli) secara langsung tidak mempengaruhi keadaan
ibu, sebaliknya sangat membahayakan janin karena tali pusat dapat tertekan
antara bagian depan janin dan dinding panggul yang akhirnya menimbulkan
asfiksia pada janin. Bahaya terbesar pada presentasi kepala, karena setiap saat tali
pusat dapat terjepit antara bagian terendah janin dengan jalan lahir dapat
mengakibatkan gangguan oksigenasi janin. Pada tali pusat terdepan atau tali pusat
terkemuka, sebelum terdepan ketuban pecah, ancaman terhadap janin tidak
seberapa besar, tetapi setelah ketuban pecah, bahaya kematian janin sangat besar.
C. ETIOLOGI
Faktor-faktor etiologi prolaps tali pusat meliputi beberapa factor yang
sering berhubungan dengan ibu, janin, plasenta, tali pusat, dan iatrogenic.
Pada umumnya prolapsus tali pusat terdapat pada keadaan dimana bagian
terendah janin tidak terfiksasi pada pintu atas panggul, misalnya pada :
1. Presentasi yang abnormal seperti letak lintang atau letak sungsang terutama
presentasi kaki.
2. Prematuritas
3. Kehamilan ganda
4. Polihidramnion sering dihubungkan dengan bagian terendah janin yang tidak
engage.
5. Multiparitas predisposisi terjadinya malpresentasi.
6. Disproporsi janin-panggul.
7. Tali pusat abnormal panjang (> 75 cm)
8. Plasenta letak rendah.
9. Solusio plasenta.
10. Ketuban pecah dini.
11. Amniotomi.
Keadaan-keadaan di atas dapat menyebabkan gangguan adaptasi bagian
bawah janin terhadap panggul, sehingga pintu atas panggul (p.a.p) tidak tertutup
oleh bagian bawah janin. Hal tersebut merupakan predisposisi turunnya tali pusat
dan terjadinya tali pusat menumbung (prolapsus funikuli). Tali pusat
menumbung (prolapsus funikuli) sering ditemukan pada letak lintang dan letak
sungsang, terutama presentasi bokong dan kaki.
Segala keadaan yang menyebakan pintu atas panggul (p.a.p) kurang
tertutup oleh bagian depan dapat menimbulkan tali pusat menumbung (prolapsus
funikuli) seperti pada disproporsi sefalopelvik, letak lintang, letak kaki, letak
majemuk, kehamilan ganda, dan hidramnion. Keadaaan-keadaan tersebut lebih
sering terjadi pada tali pusat yang panjang dan plasenta letak rendah.
Pada letak majemuk sering juga terjadi tali pusat menumbung ( prolapsus
funikuli ) dan hal ini sangat mernpengaruhi prognosis. Keadaan ini tidak selalu
terdiagnosis dengan pemeriksaan dalam, terutama bila tali pusat terletak di
samping kepala (occult prolapse / tali pusat tersembunyi ), dimana terjadi
kompresi pada tali pusat (tali pusat tertekan antara kepala janin dan panggul) yang
dapat mengakibatkan adanya gawat janin. Letak majemuk ini terjadi jika pintu
atas panggul tidak tertutup dengan baik oleh bagian depan janin, seperti pada
multipara. Tali pusat menumbung (prolapsus funikuli) lebih sering terjadi pada
multipara daripada primipara karena kepala sering masih tinggi pada permulaan
persalinan. Pada presentasi kepala antara lain dapat terjadi disproporsi
sevalopelvik. Padakelahiran prematur lebih sering dijumpai karena kepala anak
yang kecil tidak dapat menutupi pintu atas panggul (p.a.p).
Tali pusat juga dapat mengalami prolapsus pada amniotomi, sewaktu versi
janin dan pada manipulasi obstetric lainnya.



D. PATOFISIOLOGI
Tali pusat harus lebih panjang dari 20-35 cm untuk memungkinkan
kelahiran janin, bergantung pada apakah Plasenta terletak di bawah atau di atas.
Tali pusat yang yang panjang sebagian besar disebabkan oleh plasenta letak
rendah.
Panjang tali pusat yang abnormal berkisar dari tidak tampaknya tali
pusat (akordia) sampai panjang melebihi 300 cm. Tali pusat ini lebih besar
kemungkinannya untuk prolaps melalui serviks. Tali pusat yang terlalu panjang
memudahkan terjadinya tali pusat yang menumbung ( prolapsus funikuli
) sehingga tali pusat dapat tertekan pada jalan lahirnya yang akhirnya pada
menyebabkan kematian janin akibat asfiksia. Hal ini paling besar
kemungkinannya dalam kala pengeluaran.
Faktor-faktor yang menentukan panjang tali pusat masih diperdebatkan.
Panjang tali

dipengaruhi secara positif oleh volume cairan amnion dan mobilitas
janin. Panjang tali pusat yang berlebihan juga dapat disebabkan oleh lilitan tali
pusat dan janin disertai peregangan

sewaktu janin bergerak.
Beberapa etiologi yang dapat menyebabkan prolapsus tali pusat
diantaranya adalah kehamilan kembar, hidroamnion, kehamilan prematur, janin
terlalu kecil, kelainan presentasi dan plasenta previa.
Kehamilan kembar akan mengalami hidramnion, dimana cairan ketuban
banyak dan inilah yang menyebabkan janin dapat bergerak lebih leluasa dalam
rahim. Dan keadaan ini dapat mengakibatkan kelainan presentasi (letak sungsang,
lintang, presentasi kepala).
Sedangkan pada kehamilan prematur selain terjadi hidramnion juga terjadi
ukuran janin yang kecil karena usia gestasi yang masih muda sehingga janinnya
memiliki ukuran kepala yang kecil. Pada plasenta previa, plasenta akan mendekati
atau menutup jalan lahir. Semua keadaan tersebut akan menyebabkan janin sulit
beradaptasi terhadap panggul ibu,sehingga PAP tidak tertutupi oleh bagian bawah
janin, dan inilah yang mengakibatkan tali pusat bergeser atau turun dari
tempatnya sehingga terjadilah prolapsus tali pusat.
Prolapsus tali pusat akan mengakibatkan tali pusat terjepit antara bagian
terendah janin dan jalan lahir sehingga sirkulasi janin akan terganggu dan ini
mengakibatkan terjadi hipoksia fetal dan bila berlanjut dapat mengakibatkan fetal
distress yang ditandai dengan melemahnya DJJ. Bila eadaan ini terus berlangsung
dapat mengakibatkan terjadinya kematian pada janin. Tapi bila dapat ditangani
maka janin tetap hidup, ini ditandai dengan adanya teraba denyutan pada tali
pusat.

E. GEJALA KLINIK
Dua masalah utama yang terjadi pada talipusat dan keduanya akan
menyebabkan terhentinya aliran darah pada talipusat dan kematian janin.
1. Talipusat terjepit antara bagian terndah janin dengan panggul ibu.
2. Spasme pembuluh darah talipusat akibat suhu dingin diluar tubuh ibu
Pemeriksaan cardiotocography selalu memperlihatkan gambaran gawat
janin dalam bentuk deselerasi lambat yang sangat dalam atau deselerasi
berkepanjangan tunggal seperti terlihat pada gambar dibawah:




Gambaran CTG seperti ini merupakan indikasi untuk melakukan vaginal toucher untuk
melihat kemungkinan adanya prolapsus talipusat
Pada beberapa keadaan diagnosa sangat mudah ditegakkan yaitu dengan
terlihatnya talipusat di luar vagina ; namun dugaan diagnosa yang mendorong
perlunya dilakukan pemeriksaan VT adalah adanya gambaran CTG yang sangat
mencurigakan diatas.
Sangat dianjurkan untuk memeriksa kemungkinan adanya prolapsus
talipusat pasca melakukan tindakan amniotomi.
F. DIAGNOSIS
Diagnosis prolaps tali pusat dapat melibatkan beberapa cara, yaitu :
1. Melihat tali pusat keluar dari introitus vagina.
2. Teraba secara kebetulan tali pusat pada waktu pemeriksaan dalam.
3. Auskultasi terdengar jantung janin yang irregular, sering dengan bradikardi
yang jelas, terutama berhubungan dengan kontraksi uterus.
4. Monitoring denyut jantung yang berkesinambungan memperlihatkan adanya
deselerasi variable.
5. Tekanan pada bagian terendah janin oleh menipulasi eksterna terhadap pintu
atas panggul menyebabkan menurunnya detak jantung secara tiba-tiba yang
menandakan kompresi tali pusat.
Penderita yang mempunyai resiko tinggi terjadinya prolaps tali pusat
harus dipantau FHR yang berkesinambungan, yang member peringatan dini
adanya kompresi tali pusat lebih dari 80% kasus.
G. PENANGANAN
Ditemukannya prolapsus tali pusat diperlupak tindakan yang cepat. Terapi
definitive adalah melhirkan janin dengan segera. Penilaian yang cepat sangat
penting untuk menentukan sikap terbaik yang akan diambil.
Persalinan pervaginam segera hanya mungkin bila pembukaan lengkap,
bagian terendah janin telah masuk panggul.
Upaya upaya sebelum tindakan pengakhiran kehamilan segera,sebagai berikut:
1. Memposisikan ibu untuk menungging atau posisi tredelenbrug untuk
mengurangi tekanan pada tali pusat.
2. Mendorong bagian terendah janin kearah kranial untuk mengurangi tekanan
pada tali pusat.
3. Memantau terus denyut jantung dan pulsai tali pusat.
4. Resusitasi intrauterine melalui oksigenasi pada ibu.

H. KOMPLIKASI
1. Pada Ibu
Dapat menyebabkan infeksi intra partum, pecahnya ketuban menyebabkan
bakteri di dalam cairan amnion menembus amnion dan menginvasi desidua serta
pembuluh korion sehingga terjadi bakterimia dan sepsis pada ibu dan janin.
Sedangkan pemeriksaan serviks dengan jari tangan akan memasukkan bakteri
vagina kedalam uterus. Pemeriksaan ini harus dibatasi selama persalinan,
terutama apabila dicurigai terjadi distosia. Infeksi merupakan bahaya yang serius
yang mengancam ibu dan janinnya pada partus lama.
2. Pada janin
a. Gawat janin
Gawat janin adalah keadaan atau reaksiketika janin tidak memperoleh
oksigen yang cukup.
Gawat janin dapat diketahui dari tanda-tanda berikut:
1. Frekuensi bunyi jantung janin kurang dari 120 x / menit atau lebih dari
160 x / menit.
2. Berkurangnya gerakan janin (janin normal bergerak lebih dari 10 x / hari).
3. Adanya air ketuban bercampur mekonium, warna kehijauan(jika bayi lahir
dengan letak kepala).
b. Cerebral palsy
Cerebral palsy adalah gangguan yang mempengaruhi otot, gerakan,
dan ketrampilan motorik (kemmpuan untuk bergerak dalam cara yang
terkoordinasidan terarah)akibat dari rusaknya otak karena trauma lahir atau
patologi intrauterine.

I. PROGNOSIS
Prognosis janin bergantung pada beberapa faktor :
1. Angka kematian pada bayi premature dengan prolaps tali pusat hamper 4 kali
lebih tinggi daripada bayi aterm.
2. Bila gawat janin dibuktikan oleh detak jantung yang abnormal, adanya cairan
amnion terwarnai oleh mekonium, atau tali pusat pulsasinya lemah, maka
prognosis janin buruk.
3. Jarak antara terjadinya prolaps dan persalinan merupakan factor yang paling
kritis untuk janin hidup.
4. Dikenalnya segera dengan prolaps memperbaiki kemungkinan janin hidup.
5. Angka kematian janin pada prolaps tali pusat yang letaknya sungsang atau
lintang sama tingginya dengan presentasi kepala. Hal ini menghapuskan
perkiraan bahwa pada kedua letak janin yang abnormal tekanan pada tali
pusatnya tidak kuat.












DAFTAR PUSTAKA
1. Sarwono, P. Ilmu Kebidanan, edisi ke empat, cetakan ketiga. PT. Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta : 2010. Hal. 625-628
2. https://www.scribd.com/doc/113667004/Prolaps-Tali-Pusat. (Diakses
Pada 15 oktober 2014)
3. Departemen Obstetri dan ginekologi fakultas kedokteran Universitas
Indonesia. Referat Obstetry dan Ginecology: Prolaps Tali Pusat.
http://obgyn-rscmfkui.com/berita.php?id=439. (Diakses pada 15 oktober
2014)
4. Makalah Prolaps Tali pusat. 2012/06/makalah-prolaps-tali-pusat.html.
(Diakses pada 15 oktober 2014)
5. Pengertian Prolaps Tali pusat. http://kamuskesehatan.com/arti/prolaps-tali-
pusat/. (diakses pada 15 oktober 2014)
6. http://obgyn-rscmfkui.com/berita.php?id=439. (diakses pada 15 oktober
2014)
7. http://emirzanurwicaksono.blog.unissula.ac.id/2013/06/03/prolapsus-tali-
pusat/. (diakses pada 15 oktober 2014).