Anda di halaman 1dari 37

ALKOHOL DAN ESTER

KELOMPOK 9:

Ahmad Solikin 4411412048
Erni Wulandari 4411412053
Fani Syaraningsetia 4411412062

STRUKTUR
TATA NAMA
SIFAT - SIFAT
REAKSI DAN KEGUNAAN


Rumus Umum molekul :
Rumus Umum Struktur : C
n
H
2n+1
OH atau R-OH
Gugus Fungsi : -OH

C
n
H
2n+2
O
Alkohol
Struktur molekul alkohol sama dengan molekul air
Alkohol atau gugus hidroksil (OH) merupakan gugus fungsional alkohol
O
H
H
H OH
Hilang 1 H, tambah 1 gugus R
O
R
H
R OH
C O H
Gugus alkohol
Tempat umumnya reaksi terjadi
Karbon alkohol
PENGGOLONGAN ALKOHOL

1. ALKOHOL PRIMER ( AP ) : R-CH2-OH
2. ALKOHOL SEKUNDER ( AS ) : R-CH(OH)-R
3. ALKOHOL TERSIER ( AT ) : R-COH(R)-R
ALKOHOL PRIMER
C
H
H
H
H
H H O
O
O R
R
R
R
R
R
ALKOHOL SEKUNDER
C
C
ALKOHOL TERSIER
TATANAMA MENURUT
IUPAC

1). Rantai induk adalah rantai C terpanjang yang ada OH nya
2). Akhiran a dari alkana induk diganti dengan ol
3). Penomoran OH sekecil mungkin
IUPAC TRIVIAL

Nama alkohol dengan gugus OH lebih dari satu,
ganti akhiran ol dengan
diol (untuk dua gugus OH),
triol (tiga gugus OH)
dan seterusnya.



CH
3
CH
2
CHCH
2
CHOH
OH
5 4 3 2 1
1,3 pentanadiol
SIFAT-SIFAT ALKOHOL
Sifat fisik
Sifat kimia
a) Sifat fisik
alkohol rantai pendek bersifat polar sehingga dengan
baik larut dalam air serta memiliki titik didih lebih tinggi
dibandingkan dengan alkena. Dalam hal kepolaran dan titik
didih, alkohol rantai pendek memilki kemiripan sifat dengan
air. Hal tersebut disebabkan karena air dan alkohol keduanya
memilki gugus -OH. Gugus -OH ini bersifat polar sehingga
menyebabkan air dan alkohol bersifat polar pula. Adapun titik
didih yang tinggi disebabkan oleh adanya ikatan hidrogen
antara molekul air, antar molekul alkohol atau antar molekul
air dan alkohol. Ikatan hidrogen ini juga menyebabkan alkohol
larut dalam air.

b)Sifat kimia
Alkohol bersifat mudah terbakar selain itu gugus OH
merupakan gugus yang cukup reaktif sehingga alkohol mudah
terlibat dalam berbagai jenis reaksi. Adapun reaksi-reaksi yang
umum terjadi pada alkohol adalah sebagai berikut :
*reaksi oksidasi
reaksi oksidasi pada alkohol juga dapat berlangsung melalui
reaksi antara alkohol dan oksigen. Misalnya reaksi
pembakaran pada spirtus.
*reaksi dengan asam karboksilat
Ester dibuat melalui reaksi antara alkohol dan asam
karboksilat yang disebut reaksi esterfikasi.


REAKSI ALKOHOL
a) Reaksi Identifikasi Alkohol Menggunakan Logam Natrium
Reaksi ini digunakan untuk membedakan alkohol dengan eter karena eter
tidak dapat bereaksi denganlogam natrium.alkohol bereaksi dengan logam
natrium menghasilkan gas hidrogen sesuai dengan persamaan reaksi
berikut;
2R- OH +2Na => 2R Ona + H
2
(g)
2CH
3
- CH
2
-OH+2Na => 2CH
3
CH
2
Ona + H
2
(g)
Etanol Natrium Etoksida
Reaksi ini merupakan reaksi yang digunakan untuk membedakan alkohol
dengan eter karena eter tidak dapat bereaksi dengan logam natrium.

b) Reaksi Identifikasi Alkohol Menggunakan Fosfor Trihalida
jika alkohol direaksikan dengan fosfor trihalida akanmenghasilkan alkil
halida.
3R -OH + PX
3
=> 3R X + H
3
PO
3

C)
Reaksi Oksidasi (untuk membedakan Jenis
Alkohol)
oksidasi alkohol Primer menghasilkan senyawa
aldehid. Jika aldehid dioksidasi lebih lanjut akan
menghasilkan asam karboksilat.

KEGUNAAN DAN DAMPAK
PENGGUNAAN ALKOHOL

Monoalkohol
Polialkohol
A. Monoalkohol
metanol
*sebagai pengawet mayat atau spesimen biologi.
*bahan baku untuk mensintesis senyawa lain seperti metil butirat,
*dapat menghasilkan bahan bakar yang memiliki nilai oktan yang tinggi,
*bersifat toksik (beracun)dalam jumlah sidikit (15ml) dapat menyebabkan
kebutaan dan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kematian

etanol
*digunakan sebagai zat anti septik,pembersih luka, serta pensteril alat-alat
kedokteran dan industri.
*digunakan untuk pelarut dalam industri parfurm,obat obatan, zat warna, dan
kosmetik.
*dapat menghasilkan bahan bakar yang disebut gosohol, digunakan sebagai bahan
bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Spirtus
*digunakan sebagai bahan bakar lampu petromak dan bunsen. Dan lampu spirtus
ini biasanya digunakan untuk proses sterilisasi di labolatorium mikrobiologi.

B.Polialkohol
Gliserol
*sebagai bahan cairan pembersih telinga dan pelarut obat
obatan, ex sirup obat batuk.
*sebagai bahan kosmetik (pelembab kulit)
*sebagai bahan baku serat plastik
*sebagai bahan untuk membuat peledak,yaitu nitrogliserin

Glikol
*digunakan sebagai pelarut dan bahan baku untuk membuat
serat sintesis seperti dacron.

KEISOMERAN ALKOHOL
Keisomeran Struktur
senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul dan gugus
fungsi yang sama, tetapi posisi gugus fungsinya berbeda. Ex i-
propanol berisomer struktur dengan senyawa 2-propanol. Cara
menentukan jumlah isomer pada suatu senyawa alkohol
pertama-tama tentukan rangka atom karbonnya, kemudian
aturlah posisi gugus fungsi -OH.
Keisomeran Optik
Yaitu tipe isomer suatu senyawa yang memiliki rumus molekul,
gugus fungsi, dan posisi gugus fungsi sama, tetapi letak atom atom
atau gugus fungsinya berbeda. Jika atom C yang berikatan dengan
gugus -OH pada senyawa alkohol mengikat tiga atom atau tiga
gugus atom yang berbeda,senyawa tersebut memiliki keisomeran
optik. Atom C yang mengikat empat atom atau gugus atom yang
berbeda disebut C Asimetris (C kiral).

Terdapat 2 jenis alkohol yang memiliki isomer optik, yaitu;
a) alkohol sekunder yang memilki 2 alkil yang berbeda yang terikat
pada C OH;
b) alkohol tersier yang memiliki 3 alkil berbeda yang terikat pada C
OH,

ISOMER POSISI
Senyawa propanol (C3H7OH) mempunyai rumus :

CH3 CH2 CH2 OH (posisi OH diujung )
1 propanol


CH3 CH CH2
|
OH
2-propanol (posisi -OH ditengah)

ISOMER FUNGSIONAL

Golongan alkohol berisomer fungsional
dengan eter
Senyawa C4H8O dapat berupa senyawa :
CH3 CH2 CH2 OH (alkohol)
1- propanol

CH3 O CH2 CH3 (eter)
etil metil eter

Ester
Struktur
Ester adalah senyawa yang dapat diturunan dari asam
karboksilat dengan mengganti ion hidrogen pada gugus hidroksil oleh
gugus hidrokarbon dari berbagai jenis. Gugus ini bisa berupa gugus
alkil seperti metil atau etil atau gugus yang mengandung sebuah
cincin benzen seperti fenil.





Asam Karboksilat Ester
Pembuatan ester

Reaksi pembuatan ester disebut esterifikasi dan reaksi
yang terjadi disebut reaksi esterifikasi Fischer


Ester terbagi atas tiga golongan
sari buah-buahan, yaitu ester dari alkohol suku rendah
atau tengah.




lemak atau minyak
yaitu ester dari gliserol dan asam karboksilat suku tengah atau
tinggi.
dan lilin.
Lilin (waxes), yaitu ester dari alkohol suku tinggi dan asam
karboksilat suku tinggi


Nama Senyawa Aroma
n-pentil asetat Pisang
Isopentil asetat Buah pir
n-oktil asetat Jeruk manis
Metil butirat Apel
Etil butirat Nanas
Tata nama
Nama suatu ester terdiri dari dua kata, kata pertama
adalah gugus alkil yang terikat pada oksigen ester. Kata kedua
berasal dari nama asam karboksilatnya, dengan membuang kata
asam.


Contoh nama ester
"etanoat" berasal dari asam etanoat
"etil" berasal dari gugus etil pada ujungnya




?
?
Tata nama trivial dan IUPAC ester






nama trivial IUPAC ester
CH
3
-CO-O-CH
3
CH
3
-CO-O-CH
3

Metil etanoat Metil asetat





No. Rumus Struktur Nama IUPAC Nama Trivial
1 H-CO-O-CH
3
Metil metanoat Metil format
2 CH
3
-CO-O-CH
3
Metil etanoat Metil asetat
3 CH
3
CH
2
-CO-O-CH
2
CH
3
Etil propanoat Etil propionat
4 CH
3
(CH
2
)
2
-CO-O-CH
3
Metil butanoat Metil butirat
5 CH
3
(CH
2
)
3
-CO-O-CH
2
CH
3
Etil pentanoat Etil valerat
Nama trivial rantai induk ester berdasarkan
jumlah atom C penyusunnya

Banyaknya atom
karbon
Nama trivial
1 Format
2 asetat
3 Propionat
4 Butirat
5 Valerat
6 Kaproat
7 Enantat
8 Kaplirat
9 Pelargonat
10 kaprat
Isomer ester
Isomer struktural
keisomern dimulai dari ester yang tersusun 4 karbon, misalnya
C4H8O2
HCOO-CH2-CH3 HCOO-CH-CH3
CH3
Propil metanoat isopropil metanoat

CH3-COO-C2H5 CH3-CH2-COO-CH3
Etil etanoat Metil propanoat
Isomer fungsional
ester dan asam karboksilat berisomer fungsional karena
memiliki rumus molekul sama tetapi berbeda struktur dan
fungsionalnya

Sifat-sifat ester
Sifat-sifat fisika
1. Wujud
Ester bersuku rendah berwujud cair encer, ester bersuku
tengah berwujud cair kental, ester bersuku tinggi
berwujudpadat.
2. Titik didih dan titik leleh
Td dan Tl rendah karena tidak memiliki ikatan H.
3. Kelarutan
Ester bersuku rendah sedikit larut, sedangkan ester
bersuku tinggi makin mudah larut.
2. Daya Hantar Listrik
Merupakan senyawa nonelektrolit





Sifat-Sifat Kimia

1.Tidak terdapat ikatan H, tetapi ada ikatan van der
Waals.
2.Senyawa bersuku rendah sedikit polar, sedangkan
senyawa
bersuku tinggi hampir nonpolar
3.Ester kurang reaktif.


REAKSI-REAKSI ESTER
A. Reaksi hidrolisis
ester dalam suasana asam menghasilkan asam karboksilat dan alkohol,
namun bila reaksi hidrolisis dilangsungkan dalam suasana basa diperoleh
garam karboksilat dan alkohol. Hidrolisis ester dengan basa disebut reaksi
Penyabunan (Saponifikasi).

B. Reaksi dengan Amonia
Produk reaksi antara ester dengan amonia adalah
suatu amida dan suatu alkohol.Contoh : reaksi antara
etil asetat dengan amonia menghasilkan asetamida
dan etanol.

CH
3
COOC
2
H
5
+ NH
3
CH
3
CONH
2
+ C
2
H
5
OH


D. Reaksi dengan pereaksi Grignard
Reaksi antara suatu ester dengan pereaksi Grignard
merupakan cara istimewa dalam pembuatan alkohol tersier.
Pola umum dari reaksi ini adalah sebagai berikut.

KEGUNAAN ESTER
1) Senyawa ester dengan rantai pendek (ester yang
berasal dari asam karboksilat suku rendah dengan alkohol suku
rendah) banyak terdapat dalam buah-buahan
yang menimbulkan aroma dari buah tersebut, sehingga disebut
ester buah-buahan.
Senyawa ester ini banyak digunakan sebagai penyedap
atau esens.
Aroma pisang pada makanan atau minuman dapat
diperolehdengan menambahkan ester amil asetat. Benzilasetat
memberikan aromastrawberry pada makanan atau minuman.
Di samping itu digunakan juga sebagai pelarut pada
pembuatan cat, cat kuku, dan perekat.


Tabel CONTOH AROMA SENYAWA
ESTER

Rumus Struktur Jenis Ester Aroma
CH3COOC5H11 Asam Asetat Buah Pisang
C4H9COOC5H11 Asam Valerat Buah Apel
C3H1COOC5H11 Asam Butirat Buah Jambu
C3H7COOC4H9 Butil Butirat Buah Nanas
C3H7COOC3H7 Propil Butirat Buah Mangga
2) Ester yang berasal dari gliserol dengan asam
karboksilat suku rendah atau tinggi (minyak dan
lemak).
Digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan
sabun dan mentega (margarin).
3) Ester dari alkohol suku tinggi dan asam karboksilat
suku tinggi. Ester ini disebut lilin (wax), lilin ini
berbeda dengan lilin hidrokarbon (lilin parafin).
Kegunaannya ialah untuk pemoles mobil dan lantai.