Anda di halaman 1dari 12

Tugas Dasar-Dasar Pemasaran

Oleh:
M. Dandy Kartarineka P. 115030301111003











Program Studi Bisnis Internasional B
Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya
2011

Pengembangan Produk Baru dan Strategi Siklus Hidup Produk

1. Perusahaan yang akan saya analisis adalah perusahaan otomotif yaitu, Yamaha Motor Co. Ltd.
Hal pertama yang akan saya lakukan sebagai manager perusahaan Yamaha Motor Co. Ltd.
Adalah dengan menentukan jangka waktu dan feedback dari konsumen, maupun rival
perusahaan agar bisa menciptakan suatu inovasi yang bisa menjadikan trendsetter di antara
kalangan perusahaan otomotif lainnya. Seperti yang saya sudah jelaskan sebelumnya, cara
untuk mendapatkan ide yang cemerlang adalah dari feedback dari konsumen dan inovasi dari
perusahaan otomotif lainnya agar bisa dijadikan suatu acuan perusahaan dimana saya bekerja
agar bisa menciptakan inovasi yang lebih baik daripada inovasi dari perusahaan otomotif
lainnya.

2. Gaya (style), Mode (fashion), dan Sementara (fad) masing-masing mempunyai arti yang
berbeda. Berikut ini adalah perbedaan diantara ketiga kategori tersebut :

a. Gaya (style), adalah suatu kategori yang mengklasifikasikan tiap masing-masing produk
berdasarkan selera konsumen.
i. Contoh : Sepeda motor yang bermesin matic dikhususkan untuk pengendara
wanita, sementara kendaraan bermesin manual dikhususkan untuk pengendara
pria.
b. Mode (fashion), adalah suatu kategori yang mengklasifikasikan tiap masing-masing
produk berdasarkan jangka waktu yang cukup lama.
i. Contoh : Perubahan bentuk model sepeda motor, diantara era 90-an dengan
era 2000-an sangat jauh berbeda. Seperti tampilan stripping, bentuk rangka,
dan pemilihan warna.
c. Sementara (fad), adalah suatu kategori yang mengklasifikasikan tiap masing-masing
produk berdasarkan jangka waktu relatif sementara.
i. Contoh : Pada era 90-an, sepeda motor bermesin 2-tak lebih diminati oleh
konsumen dibandingkan dengan sepeda motor bermesin 4-tak, tetapi setelah
memasuki era 2000-an sepeda motor bermesin 4-tak lebih diminati
dibandingkan dengan sepeda motor bermesin 2-tak.

3. Contoh realistis dari soal nomor 3 yang akan saya bahas adalah siklus dari perkembangan motor
berkapasitas mesin yang besar yang pernah menjadi trend dikalangan konsumen pada era 90-
an. Siklus hidup dari kasus tersebut adalah Tahap perkenalan (introduction), mulai menjadi buah
bibir di masyarakat para perushaan sepeda motor memproduksi motor berkapasitas mesin yang
besar. Setelah itu berlanjut ketahap pertumbuhan yang mulai diterima di kalangan konsumen,
dan pada masa kedewasaan (maturity) produk tersebut menjadi produk yang mayoritas
digunakan oleh sebagian besar pecinta otomotif, dan pada akhirnya produk tersebut memasuki
tahap kemunduran (decline) yang mulai ditingga lkan oleh sebagian besar penggemarnya, karena
munculnya produk yang lebih baik daripada produk sebelumnya. Proyeksi dari produk tersebut
tergantung dari inovatornya, jika sang inovator masih berniat melanjutkan, maka
produkmungkin masih akan mendapatkan ketenarannya kembali seperti pada masanya dulu,
tetapi jika sang inovator lebih memilih membuat produk yang baru maka dia harus membuatnya
lebih tenar dari produk sebelumnya.




4. Pada intinya pemilihan yang strategis itu sama seperti memilih target pemasaran pada tahap
perkenalan (introduction) karena pada tahap kedewasaan tersebut para pemasar hanya tinggal
melanjutkan dan mengembangkan inovasi yang sudah ada. Dengan seperti itu produk yang akan
dipasarkan akan semakin mendapat kepercayaan dimasyarakat. Seperti contoh untuk pemilihan
konsumen dari sepeda motor bermesin matic yang dikhususkan untuk pengendara wanita.
Contoh penggambaran dari strategi yang sudah saya bahas diatas adalah penggunaan teknologi
injection kepada sepeda motor bermesin matic ketika sepeda motor tersebut memasuki masa
kedewasaannya .


Produk, Jasa, Strategi Penentuan Merk

1. PT Mayora Indah Tbk. Adalah perusahaan besar yang mempunyai inti usaha dibidang makanan
dan minuman. Makanan yang di produksi dari berbagai jenis kebutuhan pasar seperti biscuit,
permen, wafer, cokelat, dan makanan kesehatan. Sedangkan untuk minumannya adalah seperti
minuman isotonic, minuman berasa/beraroma, dll. PT Mayora Indah Tbk didirkan pada tahun
1977, dan telah menjadi salah satu industry makan penting di I ndonesia. Sebagai hasil dari
pertumbuhan Negara di bidang ekonomi dan pergeseran pola konsumtif terhadap produk social
yang lebih praktis, PT Mayora menawarkan pertumbuhan pesat selama bertahun-tahun.
Sekarang, PT Mayora Indah Tbk dibagi menjadi 6 divisi usaha :
Biskuit: di antaranya, Roma dan Better
Permen: Kopiko, Kis, Tamarin, Plonk
Wafer: Beng-Beng, Superstar dan Astor
Coklat: Choki-Choki dan Danisa
Sereal: Energen
Kopi: Torabika
Bubur : Super Bubur
Mi instan: Mi Gelas
Minuman: Vitazone, Teh Pucuk Harum
Untuk memenuhi tuntutan pasar yang semakin meningkat, PT Mayora Indah Tbk menjadi
go public melalui Initial Public Offering (IPO) pada tahun 1990. Sebuah langkah sukses yang
nyata dalam wujud pabrik-pabrik di Tanggerang, Bekasi, dan Surabaya, yang memperkerjakan
5.300 pekerja. Didukung dengan jaringan distribusi yang kuat dan luas, produk PT Mayora Indah
Tbk. Tersedia di seluruh Indonesia dan beberapa Negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina,
Vietnam, Singapura, Hong Kong, Arab Saudi, Australia, Afrika, Amerika, dan Italia.
Jika PT Mayora Indah Tbk berpindah dari pemasaran masal ke pemasaran segmen, maka barang
produksinya hanya satu. Misal jika PT Mayora Indah Tbk membuat hanya produk biskuit, maka
PT Mayora Indah Tbk akan hanya dikenal sebagai suatu perusahaan yang Cuma memproduksi
biskuit. Tapi jika dia membuat jenis produk yang banyak, maka ia akan dikenal oleh para
konsumen sebagai perusahaan yang besar karena memiliki lebih dari satu jenis produk. Untuk
barang-barang yang sulit didiferensiasi (dibedakan satu dengan yang lainnya), konsumen
cenderung besar dan tersebar , maka pemasaran massal akan menjadi lebih baik.
Untuk barang-barang yang cenderung didiferensiasi (dibedakan satu dengan yang lainnya),
maka pemasaran berdasarkan segmen akan menjadi lebih baik.

2. Pada awal Mie Sedaap diluncurkan, produk tersebut berhasil mengambil 12% pangsa pasar
Indofood dalam jangka waktu yang belum genap setahun. Strategi awal Mie Sedaap salah
satunya adalah berada di harga pasaran yang sangat ekonomis namun bumbu mi yang diberikan
kelas premium. Untuk memperoleh hasil tersebut Wingsfood melakukan waktu lebih dari 2
tahun mulai dari melakukan riset hingga menemukan rasa formula yang pas dan berbeda dari
yang pernah ada sebelumnya. Dengan mulai memasuki pasar kelas menengah bawah namun
tetap menawarkan kualitas istimewa, diharapkan Mie Sedaap dapat dengan mudah memasuki
pasar kelas menengah atas sehingga akhirnya nanti dapat menguasai seluruh pangsa pasar.
Dengan masih besarnya peluang pasar mi instan, persaingan untuk merebut pasar pun semakin
ketat. Di tengah persaingan antar-produsen yang semakin ketat saat ini tentu saja membuat
produsen berharap untuk mendapatkan suatu keunggulan kompetitif. Salah satu pendekatan
yang secara langsung dapat mempengaruhi sikap konsumen terhadap produk adalah melalui
iklan. Iklan merupakan salah satu instrumen pemasaran modern yang aktivitasnya didasarkan
pada konsep komunikasi. Karena merupakan bentuk komunikasi maka keberhasilannya dalam
mendukung program pemasaran merupakan pencerminan dari keberhasilan komunikasi.

Dari hasil Top of Mind Advertising, iklan Mie Sedaap berada ditingkat kedua setelah Indomie
sedangkan untuk advertising recall terlihat bahwa Mie Sedaap berada pada urutan pertama. Hal
ini membuktikan bahwa untuk membangun merek agar berada di urutan pertama memerlukan
waktu yang lama agar merek dapat diingat oleh masyarakat luas.

Tingginya tingkat persaingan mi instan, harus dapat membuat setiap perusahaan untuk tidak
hanya mempengaruhi konsumen tetapi juga meyakinkan konsumen untuk tetap membeli
produk yang ditawarkan. Sebagian besar responden menyatakan terpengaruh oleh iklan Mie
Sedaap dan merasa yakin membeli Mie Sedaap setelah melihat iklannya. Keyakinan dan sikap
konsumen dipengaruhi oleh pesan iklan, serta niat beli dipengaruhi secara langsung oleh pesan
iklan, keyakinan dan sikap konsumen walaupun dengan tingkat korelasi antar variabel yang tidak
terlalu kuat. Sebagian besar responden merasa yakin untuk membeli produk Mie Sedaap setelah
melihat iklan dan diperkuat juga dengan sejumlah responden yang menyatakan bahwa iklan
mempengaruhi dalam memilih produk mi instan. Dari hasil analisis juga diketahui bahwa
pengenalan merek tidak mempunyai pengaruh terhadap niat beli, namun hubungan antara
pengenalan merek dengan niat beli dapat diperkuat melalui sikap konsumen.

Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat direkomendasikan beberapa strategi,
diantaranya yaitu media-media iklan yang kurang mendapat perhatian sebaiknya ditingkatkan
sehingga bisa menjadi media iklan yang efektif. Mensponsorkan pada acara-acara yang
melibatkan orang banyak. Memberikan hadiah melalui kuis seputar iklan yang telah
ditayangkan, dengan hal tersebut maka dapat meningkatkan kesadaran terhadap iklan yang
dilakukan. Dalam upaya meningkatkan pesan iklan, perlu dilakukan beberapa hal yaitu:
memperbaharui tampilan produk dengan menggunakan daya tarik gambar-gambar makanan
yang menggiurkan, memperbaharui kata-kata dalam iklan, hal ini dapat dilakukan dengan
memberikan informasi melalui sentuhan humor, menekankan atribut-atribut produk seperti
harga produk, label halal, dan kualitas produk serta membuat iklan yang mendatangkan kejutan
untuk menimbulkan emosi konsumen dan meningkatkan motivasi penangkapan pesan iklan.


3. Pada perusahaan AXE Strategi pemasaran yang digunakan untuk menarik perhatian kelompok
sekaligus individu adalah dengan cara menciptakan berbagai aroma yang berbeda-beda. Setiap
aroma memilki khas tersendiri, yang dimana disini setiap individu mempunyai selera yang
berbeda antar individu lainnya. Sedangkan untuk kelompok adalah untuk para konsumen
pecinta produk AXE. Untuk masalah gender AXE juga sudah memikirkannya untuk
menciptakan juga produk yang khusu untuk wanita. Dan AXE juga membuat aroma yang
universal, maksudnya produk ini dapat dipakai pada kaum wanita maupun pria. Untuk
memasarkan produk berdasarkan gender, banyak perusahaan shampoo yang membuat produk-
produknya dikhususkan untuk kaum pria, dan ada juga khusus untuk kaum wanita. Contohnya
adalah shampoo CLEAR dengan SUNSILK. Kedua perusahaan tersebut memilki perbedaan
dalam membuat produknya, dimana CLEAR membuat shampoo khusus pria, sedangkan
SUNSILK membuat shampoo khusus wanita.


































Menciptakan Nilai Bagi Pelanggan Sasaran

1. Pendekatan-pendekatan Umum dalam Penetapan Harga
Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena
harga adalah satu dari empat bauran pemasaran / marketing mix (4P = product, price, place,
promotion / produk, harga, distribusi, promosi). Harga (price) adalah sejumlah uang yang
dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas
manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. Harga
merupakan suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan
moneter. Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga
menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan
produknya baik berupa barang maupun jasa. Menetapkan harga terlalu tinggi akan
menyebabkan penjualan akan menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi
keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan.
Perusahaan menetapkan suatu harga dengan melakukan pendekatan penetapan harga secara
umum yang meliputi satu atau lebih diantara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni:


1. Penetapan harga berdasarkan biaya
Terdapat metode yaitu penetapan harga biaya-plus (cost-plus pricing), analisa titik impas, dan
laba sasaran.

Penetapan harga biaya-plus (cost-plus pricing)
Penetapan harga biaya-plus adalah metode penetapan harga yang paling sederhana, yaitu
menambahkan suatu markup standar pada biaya produk, untuk mendapatkan keuntungan
tertentu diatas harga pokok. Penetapan harga cara ini popular karena beberapa alasan.
Pertama, pedagang lebih peduli mengenai biaya daripada permintaan, dengan melekatkan
harga pada biaya, pedagang mempermudah penetapan harga mereka tidak perlu seringkali
melakukan penyesuaian ketika permintaan berubah. Kedua, ketika semua perusahaan dalam
industri menggunakan metode penetapan ini, harga-harga cenderung sama dan meminimalkan
persaingan harga. Ketiga, banyak yang merasa bahwa penetapan harga biaya plus lebih adil bagi
pembeli dan pedagang. Pedagang mendapatkan laba yang baik atas investasi mereka tetapi
tidak mengambil keuntungan dari pembeli ketika permintaan menjadi lebih besar. Kelemahan
cara ini adalah tidak menghiraukan permintaan dan harga pesaing menyebabkan tidak
menghasilkan penetapan harga yang paling baik.

Satu manfaat dari cost-plus pricing adalah kemudahan dalam penerapannya. Selain itu, cara
seperti ini juga akan mendorong terwujudnya stabilitas harga karena sebagian besar pesaing
akan mencapai pada harga jual yang sama. Walaupun demikian, tidak berarti ini menutup
kemungkinan para pesaing untuk menetapkan harga jual di bawah rata-rata di pasar untuk
merebut pasar.

Penetapan harga dengan analisis titik impas dan laba sasaran (break even analysis and target
profit pricing)
Penetapan harga berdasarkan titik impas (penetapan harga dengan laba sasaran), yaitu
menetapkan harga untuk mencapai titik impas atas biaya pembuatan dan pemasaran produk;
atau menetapkan harga untuk meraih suatu laba sasaran.
Titik dimana kurva pendapatan dan kurva biaya total berpotongan, dinamakan volume titik
impas (breakeven point). Penetapan harga sasaran menggunakan konsep bagan titik impas
(breakeven chart), yang menggambarkan biaya total dan pendapatan total yang diperkirakan
pada berbagai tingkat volume penjualan.
P

$20

300.000 Q

Misalnya kurva berpotongan pada angka 30.000 unit, maka perusahaan paling tidak harus
menjual 30.000 unit dengan harga $20.
Jika ingin menetapkan suatu laba sasaran, perusahaan harus menjual lebih dari 30.000 unit
dengan harga $20 per unit. Anggaplah pabrik telah menginvestasikan $1.000.000 dan ingin
menetapkan harga yang menghasilkan laba 20%, dalam kasus ini perusahaan harus menjual
50.000 unit dengan harga $20 per unit. Jika membebankan harga yang lebih tinggi, tidak perlu
menjual sebanyak itu untuk mencapai laba sasaran, tetapi mungkin pasar tidak dapat menyerap
karena harganya mahal.

2. Penetapan harga berdasarkan nilai
Penetapan harga berdasarkan nilai (value-based pricing) menggunakan persepsi pembeli atas
nilai, dan bukan biaya penjual, sebagai kunci penetapan harga. Penetapan harga berdasarkan
nilai berarti bahwa pemasar tidak dapat merancang produk dan program pemasaran lalu
menetapkan harganya. Harga dipertimbangkan bersama variable-variabel bauran pemasaran
lainnya sebelum program pemasaran ditetapkan.

Perusahaan yang menggunakan penetapan harga berdasarkan nilai ini, dimulai dengan
menganalisis kebutuhan dan persepsi nilai konsumen, lalu harga ditetapkan sesuai dengan
persepsi nilai konsumen , kemudian menghasilkan rancangan produk dan berapa besar biaya
yang dapat dimasukkan. Strategi penetapan harga nilai, menawarkan kombinasi yang tepat
antara mutu dan pelayanan yang baik pada harga yang wajar.

3. Penetapan harga berdasarkan persaingan
Penetapan harga berdasarkan persaingan (competition-based pricing) merupaka penetapan
harga yang dilakukan bila harga tersebut sebagian besar ditentukan oleh harga pesaing yang
lain. Dalam hal ini harga tidak perlu sama. Perusahaan dapat mempertahankan harga produknya
lebih tinggi atau lebih rendah dari harga produk pesaing dalam batasan presentase tertentu.
Dan konsumen akan menilai suatu produk berdasarkan harga yang dibebankan pesaing
terhadap produk yang serupa.
Terdapat 2 bentuk penetapan harga berdasarkan persaingan. Yaitu penetapan harga meneurut
keadaan dan penetapan harga penawaran tertutup.
Penetapan harga menurut keadaan (going-rate pricing)
Pada penetapan harga menurut keadaan (going-rate pricing), menetapkan harga lebih
didasarkan pada harga-harga pesaing yang ada dan bukan pada biaya perusahaan atau
permintaan. Perusahaan dapat saja membebankan harga yang sama, lebih tinggi, atau kurang
dari pesaing utamanya. Dalam industri oligopoly yang menjual komoditas seperti besi, kertas,
perusahaan-perusahaan biasanya membebankan harga yang sama. Perusahaan yang lebih kecil
akan mengikuti pemimpin pasar. Mereka mengubah harga ketika harga pemimpin pasar
berubah, dan bukan karena perubahan permintaan ataupun biaya.
Penetapan harga ini cukup popular. Ketika elastisitas permintaan sulit diukur, perusahaan
merasa bahwa harga yang berlaku mewakili kebijaksanaan kolektif dari industri menyangkut
harga yang akan memberikan laba yang wajar dan akan mempertahankan harga yang berlaku
serta mencegah perang harga yang merusak.

Penetapan harga penawaran tertutup (scaled-bid pricing)
Penetapan harga penawaran tertutup (sealed-bid pricing), perusahaan mendasarkan harganya
pada perkiraan mereka mengenai bagaimana pesaing menetapkan harga, dan bukan pada biaya
sendiri atau permintaan. Perusahaan ingin memenangkan kontrak, dan untuk memenangkannya
diperlukan penetapan harga yang lebih rendah dari perusahaan lainnya. Dengan demikian,
penetapan harga penawaran tertutup adalah penetapan harga berdasarkan pada pendapat
perusahaan mengenai bagaimana penetapan harga pesaing dan bukan pada biaya perusahaan
atau permintaan digunakan ketika perusahaan mengajukan tender.
Namun, perusahaan tidak dapat menetapkan harganya di bawah suatu level tertentu.
Perusahaan tidak dapat menetapkan harga di bawah biaya tanpa mengancam posisinya.
Sebaliknya, semakain tinggi perusahaan menetapkan harga di atas biaya, semakin kecil
kemungkinan memperoleh kontrak.


2. Produk layanan kartu telepon selular prabayar antara Kartu AS dengan XL, disini setiap
perusahaan terus bersaing dalam menentukan harga yang paling murah, dengan ditambah fitur-
fitur yang terus bersaing juga. Semakin murah harganya semakin banyak konsumen yang
menggunakannya, dengan terus menawarkan harga yang murah kedua perusahan ini terus
berinovasi dalam menetukan harga yang murah tapi fitur-fitur yang diberikan juga banyak.
Apa yang diinginkan konsumen juga termasuk hal yang dapat menetapkan harga suatu produk,
karena disini konsumen pasti mempunyai berbagai macam keinginan, jadi produsen melakukan
survey, atau memberikan layanan customer service untuk menerima saran, pesan, dan kritik.
Jika sudah mendapatkan hasil survey tetang apa yang diinginkan konsumen, baru para produsen
melakukan penetapan harga yang sesuai dengan keinginan kosumen tadi.



















3. Analisa produk : KRATINGDAENG
Kratingdaeng adalah nama dagang sebuah minuman energi dari Austria/Thailand.
Minuman ini dipasarkan sebagai penangkal kelelahan. Mengandung 27 gram of gula
(glukosa, sukrosa), 1000 mg taurine, 600 mg glucuronolactone, vitamin B-complex dan
80 mg kafein dalam satu porsi 250 ml. Jumlah kafein ini sedikit di bawah kandungan satu
cangkir kopi (100 mg) atau dua kali kandungan 1 kaleng Coca Cola. Minuman ini juga
dikenal di berbagai negara sebagai Red Bull.
Kratingdaeng adalah pemimpin pasar di kategori Minuman Energi Cair. Beragam
perhargaan baik ICSA dan IBBA telah diperoleh dari tahun ke tahun. Kandungannya yang
mampu memulihkan stamina terbukti aman untuk dikonsumsi setiap hari.
PT.Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical adalah nama terpercaya sebagai distributor
unggul di bidang minuman energi dan kesehatan.
Sebagai distributor tunggal produk Kratingdaeng, You C1000 Vitamin, You C1000 Water,
Torpedo, Red Bull, yang lebih dikenal sebagai produk minuman energi dan kesehatan
yang beredar di pasaran Indonesia, PT. Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical selalu siap
untuk memberikan pelayanan dan perhatian khusus yang dibutuhkan oleh semua mitra
dagang dan pelanggan dengan kualitas yang memuaskan.
Segmentasi :
Demografi, penjualan produk kratingdaeng ditujukan untuk para penduduk di Negara
maju maupun berkembang yang mulai memberikan perhatian lebih terhadap minuman
suplemen guna meningkatkan daya tahan. Kratingdaeng tidak menetapkan wilayah
sasaran geografik. Dapat melayani semua segmen pasar. Untuk mendukung keberadaan
barang kratingdaeng banyak menyebar dipasar-pasar eceran dibandingkan pedagang
besar.
Targeting :
Pria dan wanita. Berusia remaja sampai dewasa. Atlet, eksekutif, pelajar, yang
menghendaki stamina prima. Banyak bertempat tinggal di daerah urban dan sub urban.
Berpola pikir dinamis dan energik. Lalu merambah ke pasaran anakmuda sebagai
selingan lifestyle anak muda masa kini. Dulu minuman berenergi cuma dicitrakan untuk
orang yang mau begadang atau pekerja keras. Dalam perjalanan waktu, orang tahu,
minuman ini juga cocok untuk siapa saja yang menghendaki stamina prima, dari
eksekutif, pelajar hingga pekerja pria dan wanita. Bahkan, kini semakin banyak
konsumen yang mengonsumsi minuman ini rutin, setiap hari, sesuai anjuran produsen
Kratingdaeng itu, tiga botol/hari.
Berani menembus semua segmen pasar dari mulai aktivitas olah raga, fun bike, basket,
bulu tangkis, sponsor Olah raga, pargelaran music, acara dansa hingga klub malam. dulu
minuman berenergi cuma dicitrakan untuk orang yang mau begadang atau pekerja
keras. Dalam perjalanan waktu, orang tahu, minuman ini juga cocok untuk siapa saja
yang menghendaki stamina prima, dari eksekutif, pelajar hingga pekerja pria dan wanita.
Bahkan, kini semakin banyak konsumen yang mengonsumsi minuman ini rutin, setiap
hari, sesuai anjuran produsen Kratingdaeng itu, tiga botol/hari.
Positioning :
Dari contoh produk yang tersedia, kratingdaeng memberikan manfaat untuk manambah
vitalitas. Kratingdaeng cenderung lebih unggul dibandingkan merek sejenis pada unsur
rasa, kandungan dan efeknya pada kebugaran tubuh pada akhirnya perilaku konsumen
sebagai pengguna minuman tersebut.
Penerapan 4 P
Produk:
Produk Kratingdaeng merupakan produk liquid menggunakan kemasan botol kecil netto
125 ml. setiap kemasan mengandung berbagai multivitamin seperti vitamin B, taurin,
inostol, caffeine, calcium pantothene, nicotinamide, tartrazine, dan lain-lain. Dan
konsumen tidak mau mengkonsumsinya tanpa mengetahui manfaat dan efek
sampingnya yang dapat merugikan kesehatan.
Produk kratingdaeng memiliki jenis kratingdaeng biasa (Kratingdaeng) dan premium
(Kratingdaeng-S) yang masing-masing memiliki kandungan yang agak berbeda. Untuk
jenis premium caffeinnya lebih tinggi dan ada tambahan vitamin.
Price:
Harga kratingdaeng kemasan botol dalam negeri berkisar antara Rp4.000 untuk
Kratingdaeng dan Rp5.500 untuk Kratingdaeng-S. Harga yang ditawarkan memang
cukup mahal dibandingkan pesaingnya (Extra joss). Harga bukan sebagai penentu dalam
persaingan. Konsumen kembali lagi yang menentukan akan membeli produk yang mana.
Place:
All Convenience store, Caf, Hotel, Restauran, Pusat kebugaran, warung, kantin, kaki
lima, toko kelontong, lapangan golf dan Klub Malam. Kekuatan distribusi kratingdaeng
banyak terbantu karena jaringan distribudi kelompok PT. ABC Artha Boga Cemerlang
yang terkenal tangguh.
Promotion:
Bagi produk yang perputarannya cepat seperti minuman berenergi cair ini, iklan
memang merupakan faktor yang amat penting. Minuman energi cair tergolong produk
low involvement. Artinya, pengambilan keputusan tidak didasari oleh pemahaman atau
pemikiran yang mendalam. Akibatnya, iklan memberi pengaruh yang sangat tinggi. Jadi,
kalau TOM Ad-nya tinggi, brand share-nya tinggi. Hal ini akan semakin positif jika
ditunjang distribusi yang luas. Akibatnya, produk tersebut akan meraih share yang sama
atau bahkan lebih besar dari TOM Ad-nya. Periklanan menjadi salah satu hal yang
penting dalam proses mambangun merek /branding. Mengenalkan produk kepada
konsumen adalah salah satu tujuan dalam promosi. Periklanan yang efektif akan
mengubah pengetahuan public mengenai ketersediaan dan karakteristik sebuah produk
(product knowledge).
Periklanan adalah permainan kalah atau menang. Jika slogan tanpa arti, itu tidak
membantu mereknya. Seperti slogan kratingdaeng mengembalikan stamina yang
loyoyang merupakan tag line yang bisa diterima konsumen.
Deskripsi advertisment Kratingdaeng
Seorang wanita disini memakai endorser titik puspa yang usianya lebih dari 60 tahun,
wanita yang dikatakan sudah tidak berusia muda ini mengkonsumsi kratingdaeng sudah
sejak lama sehingga memiliki kondisi yang masih prima sampai saat ini.
Diduetkan dengan para anak muda dewasa yang energik boys band project pop
mengambarkan sekelompok anak muda dewasa yang selalu energik dan berkretivitas
setelah mengkonsumsi kratingdaeng. Dengan slogan yang didenggungkannya isinya
pas, manfaatnya gak main-main dengan jinggel lagunya yang cukup popular. Dengan
slogannya, para anak muda tersebut mengajak konsumen untuk mengkonsumsi
kratingdaeng karena untuk memberikan manfaat yang juga tidaklah main-main. Isinya
pas, ini pun bias dijelaskan kalau produk ini terjangkau untuk dibeli oleh para konsumen.
What do we need to say.
Keseimbangan antara kesehatan, kebugaran.
Tonality.
Kretif, energik, dinamis.
Brand ide.
MENGEMBALIKAN STAMINA YANG LOYO
Brand personification.
Bila Kratingdaeng adalah sosok manusia super, dia adalah seorang wonderwomen bukan
catwomen. Dalam perbandingan lain adalah banteng bukan kerbau.
Mandatory.
Merek dan logo Kratingdaeng. Minuman sebagai penambah tenaga. Dengan simbolnya
dua banteng yang saling berhadapan mangartikan kuatnya tenaga setelah
mengkonsumsi kratingdaeng.
Advertising Requirment.
TV commercial, iklan cetak untuk Koran dan majalah.
Event promotion.
Dikegiatan lini bawah , Kratingdaeng aktif berpromosi. Tahun 1994 menjadi sponsor
tunggal siaran pertandingan Thomas dan Uber cup. Sejak itu Awareness terhadap poduk
meningkat pesat.
-Di kegiatan aktivitas olah raga menggelar acara fun bike, juga pergelaran musik, acara
dansa hingga klub malam.
-Kratingdaeng berusaha masuk kesemua kegiatan yang membutuhkan energy.
KESIMPULAN
Dari analisa singkat terhadap STP dan 4P terhadap produk minuman suplemen cair
Kratingdaeng, dapat kita ketahui kekuatan Kratingdaeng yang membuat produk ini
menguasai pangsa pasar minuman sejenis di indonesia lebih dari 50 % pangsa pasar.
Kratingdaeng cenderung lebih unggul dibandingkan dengan dengan merek sejenis
pada unsur kualitas produk.
Unsur rasa taste kandungan dan efek pada kebugaran tubuh menjadi faktor yang
menentukan konsumen memilih produknya. Setiap Negara memilki taste yang berbeda
dipengaruhi factor budaya, geografis, perilaku konsumen.
Berani menembus semua segmen pasar dari mulai aktivitas olah raga, fun bike,
basket, bulu tangkis, sponsor Olah raga, pargelaran music, acara dansa hingga klub
malam.
Gencarnya promosi di media massa, TVdan sponsor dalam event-event tertentu.
Kekuatan distribusi jaringan kelompok PT. ABC yang terkenal tangguh.