Anda di halaman 1dari 2

48 - No. 6 THN.

XXVIII 200J
PNDAPuLuAN :
S
etiap individu yang belajar untuk mendapatkan dan menambah pengetahuannya
perlu kemampuan nalar. Selain kondisi fisik ( otak ), metode diperlukan untuk me
mampukan kesinambungan mulai dari suatu aksioma atau definisi ke teorema-teo-
rema atau rumus-rumus berikutnya. Metode yang umum dipakai pada Matematika adalah
Deduksi atau Induksi.
APAkAP DDukSI AIAu INDukSI IIu ?
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, Deduksi berarti penarikan kesimpulan dari
keadaan yang umum atau penemuan yang khusus dari yang umum.
Sedangkan Induksi adalah penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan-keadaan yang
khusus untuk diperlakukan secara umum.
Contoh : Buktikan : ( a + b )( a - b ) = a
2
- b
2
- Deduksi : dengan sifat distributif ( a + b )( a - b ) = a
2
- ab +ab b
2
= a
2
- b
2
( terbukti )
- Induksi : ambil a = 3 dan b = 2 maka ( a + b )( a b ) = ( 3 + 2 ) ( 3 2 )
= 5 x 1
= 5
a
2
b
2
= 3
2
- 2
2
= 9 - 4
= 5
jadi (a + b ) ( a b ) = a
2
- b
2
( terbukti )
MIOD ANG MANA L8IP 8AIk ?
Untuk membuktikan suatu hal, kedua metode tersebut dapat digunakan tergantung dari
kondisi masalah yang ingin dibuktikan kebenarannya. Masing-masing mempunyai kelebihan dan
kekurangannya.
Karena metode Deduksi membuktikan suatu kebenaran baru berasal dari kebenaran-kebe-
naran yang sudah ada dan diketahui sebelumnya ( berkesinambungan ) maka diperlukan urutan-
urutan sehingga tidak memungkinkan membutikan hal-hal tertentu yang lebih jauh sebelum
,-,751 ,)
1,751
Oleh: Arifin Jos, S.Si.
No. 6 THN. XXVIII 200J - 49
mengetahui teorema-teorema yang sebelumnya diperlukan.
Tetapi keunggulan metode ini adalah kebenarannya dapat dipertanggung -jawabkan .
Kelebihan dari metode Induksi adalah mudah dipahami karena dari contoh- contoh yang lebih
konkrit lalu menggeneralisasi menjadi umum. Tetapi kebenarannya ada kemungkinan salah .
Contoh : pada sebuah lingkaran :
Jika pada lingkaran ada 2 titik dan dihubungkan maka akan diperoleh 1 tali busur dan lingkaran
menjadi 2 bagian. Jika titik pada lingkaran bertambah maka tali busur dan bagian dari lingkaran
dapat didaftar sebagai berikut :
Banyak titik banyak tali busur bagian lingkaran
2 1 2
3 3 4
4 6 8
5 10 16
6 ? ?
Jika dilihat dari pola yang terjadi penambahan tali busur 2,3,4, dan seterusnya 5
maka ketika titik pada lingkaran ada 6 maka banyaknya tali busur ada 15.
Tetapi perubahan pada banyaknya bagian lingkaran terjadi penggandaan 2 kali.
Kesimpulannya, ketika titik pada lingkaran ada 6 maka banyaknya bagian lingkaran ada
32 bagian . Apa yang terjadi? Ternyata hanya ada 31 bagian.
2 titik 3 titik 4 titik 5 titik 6 titik
Pembuktian dengan metode Induksi ternyata ada kemungkinan salah !
Pada taraf pembelajaran awal (untuk siswa SD/SLTP) dianjurkan menggunakan
metode Induksi, karena lebih mudah dipahami dengan contoh-contoh konkrit.
Contoh: membuktikan bilangan negatif x bilangan positif = bilagan negarif
bilangan negatif x bilangan negatif = bilangan positif
dengan melihat pola perubahan:
2 x 2 = 4
1 x 2 = 2
0 x 2 = 0
pengurangan bilangan pertama hasilnya berkurang 2
jadi - 1 x 2 = - 2
- 2 x 2 = - 4
- 3 x 2 = - 6
dan seterusnya
terbukti bilangan negatif x bilangan positif = bilangan negatif
Silahkan meneruskan pembuktian bilangan negatif x bilangan negatif = bilangan positif
Arifin Jos, S. Si.
Kepala Jenjang SMU BPK PENABUR Jakarta

Anda mungkin juga menyukai