Anda di halaman 1dari 19

HERBAL MEDICINE

COMPLEMENTARY
Kelompok 2
1. Annisa
2. Dina Septianingsih
3. Fitri Aprilia
4. Leva azmi Balti
5. Nur Alimin
6. Putri Eka
7. Rezie Agustina
8. Romma Rio Putra
9. Rozi Vebi Febrianie
10. Tahira Saddiqa
11. Yeni Budiharti Ikbal
12. Yenni Novita
Definisi
Pengobatan Komplementer adalah pengobatan
tradisional yang sudah diakui dan dapat dipakai
sebagai pendamping terapi konvesional/medis.

Defenisi Menurut WHO (World Health
Organization), pengobatan komplementer adalah
pengobatan non konvensional yang bukan
berasal dari negara yang bersangkutan.



Tujuan
Terapi komplementer bertujuan untuk
menyeimbangkan kembali atau
menyelaraskan dimensi energi yang
berbeda dalam tubuh manusia dengan
menstimulasi predisposisi bawaan
tubuh ke arah kesehatan dan
kesejahteraan

Dasar Hukum Pelayanan Pengobatan Komplementer-Alternatif
antara lain :

Undang-Undang RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
Pasal 1 butir 16 Pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan
dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun
secara empiris yang dapat dipertanggung jawabkan dan diterapkan sesuai dengan
norma yang berlaku di masyarakat
Pasal 48 Pelayanan kesehatan tradisional
Bab III Pasal 59 s/d 61 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisonal
Peraturan Menteri Kesehatan RI, No. : 1076/Menkes/SK/2003 tentang pengobatan
tradisional.
Peraturan Menteri Kesehatan RI, No. : 1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang
penyelenggaraan pengobatan komplementer-alternatif di fasilitas pelayanan kesehatan.
Keputusan Menteri Kesehatan RI, No. 120/Menkes/SK/II/2008 tentang standar
pelayanan hiperbarik.
Keputusan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik, No. HK.03.05/I/199/2010 tentang
pedoman kriteria penetepan metode pengobatan komplementer alternatif yang dapat
diintegrasikan di fasilitas pelayanan kesehatan

Perbedaan pengobatan alternatif dan
komplementer
Pengobatan Komplementer
Merupakan pengobatan
tradisional yang sudah
diakui dan dapat dipakai
sebagai pendamping terapi
konvesional/medis.


Pengobatan Alternative
Pengobatan alternatif belum
ada penelitian yang cukup
untuk menjamin bahwa
pengobatan tersebut efektif
dan mekanisme pengobatan
tersebut masih dalam tahap
perdebatan.


Metoda Pengobatan
komplementer
Ada 2 metode pendekatan yang dipakai dalam
pengobatan komplementer:
pendekatan holistik yang mengaitkan kesehatan
dengan hubungan pikiran, tubuh dan jiwa.
pendekatan biologi, yang memamfaatkan bahan
alami dan ramuan tumbuhan
Jenis-jenis terapi Komplementer sesuai PERMENKES No:
1109/Menkes/Per/IX/2007, antara lain:
Intervensi tubuh dan pikiran (mind and body interventions) meliputi :
Hipnoterapi, mediasi, penyembuhan spiritual, doa dan yoga
Sistem pelayanan pengobatan alternatif meliputi: akupuntur, akupresur,
naturopati, homeopati, aromaterapi, ayurveda
Cara penyembuhan manual meliputi: chiropractice, healing touch, tuina,
shiatsu, osteopati, pijat urut
Pengobatan farmakologi dan biologi meliputi: jamu, herbal, gurah
Diet dan nutrisi untuk pencegahan dan pengobatan meliputi: diet makro
nutrient, mikro nutrient
Cara lain dalam diagnosa dan pengobatan meliputi: terapi ozon, hiperbarik,
EECP

Di Indonesia ada 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang
telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan untuk dapat
diintegrasikan ke dalam pelayanan konvensional, yaitu
sebagai berikut :

1. Akupunktur medik yang dilakukan oleh dokter umum
berdasarkan kompetensinya.
Metode yang berasal dari Cina ini diperkirakan sangat
bermanfaat dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan
tertentu dan juga sebagai analgesi (pereda nyeri).
2. Terapi hiperbarik, yaitu suatu metode terapi dimana pasien
dimasukkan ke dalam sebuah ruangan yang memiliki tekanan
udara 2 3 kali lebih besar daripada tekanan udara atmosfer
normal (1 atmosfer), lalu diberi pernapasan oksigen murni
(100%).
3. Terapi herbal medik, yaitu terapi dengan menggunakan obat
bahan alam, baik berupa herbal terstandar dalam kegiatan
pelayanan penelitian maupun berupa fitofarmaka.
Pengolongan pengobatan
komplementer
Di Amerika terapi komplementer kedokteran dibagi menjadi 4 jenis terapi,
yaitu:
chiropraktik
Diagnosis dan penanganan gangguan mekanis sendi dan efeknya
pada sistem persarafan
teknik relaksasi
teknik masase
Penggunaan manipulasi otot secara lembut dan menggunakan
getaran atau sedikit remasan untuk meningkatkan relaksasi.
Contoh : Terapi pijat membantu mengurangi rasa nyeri dan
memperbaiki kualitas hidup pada 380 pasien kanker stadium lanjut
yang mengalami keluhan nyeri sedang-berat

akupuntur
Sebuah teknik yang melibatkan pemasukan
jarum tajam ke bagian tertentu.
Pada suatu penelitian membuktikan bahwa
akupuntur dapat menurunkan kadar glukosa
darah pada pasien DM II, tetapi teknik ini
tidak berpengaruh pada kadar insulin.

Jenis-jenis pengobatan komplementer yang
berkembang di Indonesia
Naturopati
Metode pengobatan ini mengandalkan kemampuan tubuh
memulihkan dirinya sendiri. Naturopati menekankan
penyembuhan lewat obat-obat alami dan makanan dari
pada operasi dan obat-obatan sintesis. Metode pengobatan
ini berasal dari eropa dan memungkinkan dikombinasikan
dengan pengobatan konvensional.

Chiropraktik
Metode ini menganggap masalah pada sistem otot dan tulang,
terutama pada tulang belakang, bisa mengganggu sistem saraf,
yang menyebabkan gangguan kesehatan dan kemampuan alami
tubuh menyembuhkan diri. Chiropractic memfokuskan
pencegahan dan pengobatan penyakit dengan memanipulasi
tulang belakang, persendian, dan jaringan lunak pada tulang.
Praktisi metode ini juga biasanya menyarankan pasiennya
berolahraga dan mengubah gaya hidup yang dianggap
mengganggu kondisi tulang belakangnya.

Osteopati
Pengobatan ini berprinsip tubuh memiliki mekanisme mempertahankan
diri dan menyembuhkan. Tapi, jika ada gangguan pada sistem otot dan
saraf, fungsi itu tak berjalan dan penyakit akhirnya menyerang.
Osteopati juga menganggap pergerakan cairan tubuh yang dikontrol
oleh sistem saraf sangat penting dalam menjaga kesehatan manusia.

Neural Therapy
Dalam konsep pengobatan ini, masalah kesehatan pada tubuh
ditimbulkan oleh jaringan tubuh yang terinfeksi, memiliki bekas luka,
atau terluka parah. Jaringan yang disebut zona gangguan ini bisa jadi
bukan pada tempat yang sakit. Ferdinand Huneke, dokter asal Jerman,
yang menemukan metode ini, menyembuhkan penyakit dengan cara
menyuntikkan obat anestesi lokal pada bagian tersebut


Anthroposophical Medicine
Metode pengobatan ini bertujuan menguatkan tubuh pasien
agar kepercayaan dan keinginan pasien untuk sembuh kembali
muncul sehingga proses penyembuhan menjadi lebih efektif.
Jadi tujuan perawatan bukan menyembuhkan, melainkan
mendorong peningkatan kemampuan tubuh pasien untuk
memulihkan diri.
Praktisinya berusaha mengembalikan keseimbangan biologis
dalam tubuh, di antaranya dengan terapi fisik seperti pijatan.
Dokter anthroposophical biasanya melarang pemakaian
antibiotik, antipiretik, dan beberapa jenis vaksinasi, kecuali
vaksin tetanus dan polio
Contoh obat komplementer
St Johns Wort, dibuktikan efektif sebagai anti-depresan setara
dengan imipramine, dan tanpa efek samping, kecuali ditemukan
interaksi dengan indinavir, berbagai statin, felodipin, dan kadar
indinavir diturunkan oleh St Johns wort melalui metabolisme yang
lebih cepat
Glucosamine dan chondroitin sulfate berguna untuk osteoartritis
Shark cartilage untuk non-small cell lung cancer
Gingko biloba untuk prevensi demensia
Akupuntur untuk osteoartritis, dsb.

Homeopati
Penggagas pengobatan homeopati : Samuel Hahnemann (1755-1843),
seorang dokter dan apoteker dari Jerman.
3 prinsip dasar homeopati dari Hahnemann (homeopati klasik) :
1. suatu bahan yang digunakan dalam dosis tinggi (besar), menyebabkan
suatu gejala pada orang sehat, tetapi dapat menyembuhkan gejala
tersebut pada orang sakit. Contoh : Caffea suatu obat yang dibuat dari
biji kopi yang salah satu konstituennya caffein, merupakan suatu
stimulan sistem syaraf pusat (CNS) digunakan untuk pengobatan
insomnia.
2. harus menggunakan bahan obat seminimal mungkin untuk mencegah
toksisitas.
3. Hanya satu obat tunggal yang digunakan untuk pengobatan pasien pada
setiap saat.
Prinsip Hahnemann masih menjadi dasar dan praktek homeopati modern,
dengan kekecualian aturan pengobatan tunggal pada setiap saat pengobatan.


Pengenceran Obat Homeopati
Titik awal produksi sebagian besar obat-obat
homeopati adalah tingtur induk, biasanya
merupakan ekstrak alkohol/air dari material
tanaman kasar. Tingtur induk kemudian
diencerkan berdasarkan skala desimal (tahap-tahap
pengenceran 1 dalam 10; dinyatkan dengan D atau
X) atau sensitisimal (tahap pengenceran 1 dalam
100; dinyatakan dengan C atau cH) untuk
membentuk obat atau potensi homeopati.
Contoh Obat Homeopati yang
Termasuk POM:
1. Akonita (Aconitum napellus), seluruh bagian
tumbuhan, pengenceran; 3C atau 6X.
2. Belladonna (Atropa belladonna), seluruh bagian
tumbuhan segar, pengenceran; 2C atau 3X.
3. Croton (Croton tiglium), pengenceran; 3C atau
6C).
4. Hyoscyamus (Hyocyamus niger), pengenceran;
2C atau 3X.
5. Nux vomica (Strychnos nux-vomika),
pengenceran; 3C atau 6X.