Anda di halaman 1dari 5

BIOKIMIA

Nama : Hilda Hayati


NIM : 03121003016


Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Kimia





2013

Biokimia
Biokimia adalah kimia makhluk hidup. Biokimiawan mempelajari molekul dan reaksi
kimia terkatalisis oleh enzim yang berlangsung dalam semua organisme. Lihat artikel biologi
molekular untuk diagram dan deskripsi hubungan antara biokimia, biologi molekular, dan genetika.
Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular,
seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat ini biokimia lebih
terfokus secara khusus pada kimia reaksi termediasi enzim dan sifat-sifat protein.
Manfaat Mempelajari Biokimia
Mempelajari biokimia sama halnya dengan mempelajari proses-proses yang terjadi dalam
tubuh manusia, hewan dan tumbuhan juga bakteri. Setiap hari manusia membutuhkan makanan dan
minuman, apabila sakit sering mengkonsumsi obat. Begitu juga tumbuhan dapat memanfaatkan
energi foton dari cahaya matahari dan berlangsung pada pada organel fotosintetik mentransformasi
CO2 yang sebenarnya adalah sisa metabolisme hewan menjadi bentuk karbohidrat.
Mempelajari biokimia berarti memahami proses-proses tersebut di atas. Bagaimana nasib
makanan yang kita makan? Bagaimana tumbuhan membuat makanan bagi hewan dan manusia?
Bagaimana makanan menghasilkan energi untuk sel sehingga proses kehidupan dapat berlangsung?
Apa yang terjadi jika senyawa/molekul asing bagi tubuh (xenobiotik) sampai masuk ke sistem
seluler? Dan banyak pertanyaan lainnya. Mempelajari biokimia akan membawa kita pada suatu
dimensi yang terjadi pada sistem seluler dan molekuler makhluk hidup yang tidak kelihatan tetapi
dampaknya kelihatan. Kita akan lebih menghargai dan mengagumi betapa Agungnya Pencipta
kehidupan di bumi.
Komponen Biokimia
1. Karbohidrat
Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa
Yunani , skcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang
paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk
hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan
(misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun
(misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).
[1]
Pada
proses fotosintesis, tetumbuhan hijaumengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.
Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton,
atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila
dihidrolisis. Karbohidratmengandung gugusfungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton)
dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan
senyawa yang mempunyai rumus (CH
2
O)
n
, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya
tampak terhidrasi oleh n molekul air. Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak
memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus, atau sulfur.
[2]

Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu
molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa,galaktosa,
dan fruktosa. Banyak karbohidrat merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang
terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang,
disebut polisakarida, misalnya pati, kitin, dan selulosa. Selain monosakarida dan
polisakarida, terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida)
dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).
Klasifikasi Karbohidrat :
Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya
terdiri atas beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi
karbohidrat lain. Monosakarida dibedakan menjadi aldosa dan ketosa. Contoh dari aldosa
yaitu glukosa dan galaktosa. Contoh ketosa yaitu fruktosa.
Disakarida dan oligosakarida
Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul monosakarida
yang berikatan melalui gugus -OH dengan melepaskan molekul air. Contoh dari disakarida
adalahsukrosa, laktosa, dan maltosa. Oligosakarida adalah polimer derajat polimerisasi 2
sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air. Oligosakarida yang terdiri dari 2 molekul
disebut disakarida, dan bila terdiri dari 3 molekul disebut triosa. Bila sukrosa (sakarosa atau
gula tebu). Terdiri dari molekul glukosa dan fruktosa, laktosa terdiri dari molekul glukosa
dan galaktosa. Polisakarida Polisakarida merupakan polimer molekul-molekul monosakarida
yang dapat berantai lurus atau bercabang dan dapat dihidrolisis dengan enzim-enzim yang
spesifik kerjany
Polisakarida
Polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari banyak sakarida sebagai
monomernya. Rumus umum polisakarida yaitu C
6
(H
10
O
5
)
n
. Contoh polisakarida
adalah selulosa,glikogen, dan amilum.


2. Lipid
Kata lipid merujuk kepada suatu kelompok molekul yang beragam, termasuk juga
kelompok molekul yang sulit larut dalam air (contohnya malam, asam lemak, dan turunan
asam lemak seperti fosfolipid, sfingolipid, glikolipid, dan terpenoid. Beberapa lipid
merupakan molekul alifatik linear, tapi ada juga yang mempunyai struktur cincin. Beberapa
juga molekularomatik, dan beberapa juga lunak. Beberapa lipid mempunyaii
sifat polar meskipun kebanyakan dari mereka merupakan nonpolar/hidrofobik ("takut air").
Tapi ada beberapa bagian dari strukturnya bersifat hidrofilik ("suka-air"), sehingga membuat
molekul ini menjadi amfifilik (mempunyai sifat hidrofobik dan hidrofilik). Dalam
kasus kolesterol, gugus polarnya hanya -OH (hidroksil atau alkohol). Dalam kasus
fosfolipid, gugus polarnya lebih besar sehingga dianggap polar.
Lipid merupakan salah satu unsur penting dalm tubuh. Kebanyakan
produk minyak dan produk susu yang kita gunakan untuk masak dan makan
seperti mentega, keju, dan minyak samin terdiri dari lemak. Makanan yang mengandung
lemak, jika dicerna dalam tubuh maka akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol.

3. Protein
Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama")
adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain
dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandungkarbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan
kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi
semua sel makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit
enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya
protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem
kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen
penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi,
protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk
asam amino tersebut (heterotrof).
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid,
dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein
merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein
ditemukan oleh Jns Jakob Berzeliuspada tahun 1838. Biosintesis protein alami sama
dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang
berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom.
[1]
Sampai tahap ini, protein
masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme
pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi
4. Asam Nukleat
Asam nukleat merupakan makromolekul biokimia yang kompleks, terdiri dari rantai-
rantai nukleotida yang menyimpan informasi genetik. Jenis asam nukleat yang paling umum
adalah asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA). Asam nukleat
ditemukan di segala jenis sel makhluk hidup dan virus. Disamping sebagai penyimpan
informasi genetik, asam nukleat juga berperan dalam penyampai pesan kedua, serta
pembentuk molekul dasar untuk adenosin trifosfat. Monomer dari asam nukleat disebut
nukleotida, dan tiap nukleotida terdiri dari 3 komponen: basa nitrogen (purin dan pirimidin),
gula pentosa/senyawa gula karbon-5, dan gugus fosfat. Perbedaan tipe asam nukleat dapat
ditemukan di jenis gula pada rantainya (contohnya, DNA terdiri dari 2 deoksiribosa). Juga,
jenis basa nitrogen yang mungkin ada di asam nukleat juga bisa berbeda: adenin, sitosin, dan
guanin bisa ada di RNA dan DNA, timin hanya pada DNA, dan urasil hanya pada RNA.

Rangkaian Metabolisme
Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup,
baik organisme selulermaupun organisme kompleks. Proses-proses kimia yang terjadi selama
metabolisme di dalam organisme bertujuan untuk menghasilkan energi. Karena itu metabolisme
sangat penting bagi makhluk hidup untuk kelangsungan hidupnya. Secara umum metabolisme
terdiri dari dua prosesreaksi, yaitu:


PROSES METABOLISME ORGANISME
Metabolisme terdiri atas 2 proses, yaitu:
1. Anabolisme
Anabolisme adalah proses penyusunan energi kimia melalui sintesis senyawa-senyawa organik.
Dalam anabolisme terjadi reaksi yang merangkai senyawa organik dari molekul-molekul sederhana
menjadi molekul kompleks.
2. Katabolisme Katabolisme adalah proses penguraian dan pembebasan energi dari senyawa-
senyawa organik melalui proses respirasi ataupun fermentasi. Dalam katabolisme terjadi reaksi
penguraian senyawa kompleks menjadi molekul sederhana. Semua reaksi yang terjadi dikatalis oleh
enzim, baik reaksi yang sederhana maupun reaksi yang rumit.

Kedua prose metabolisme diatas diperlukan oleh setiap organisme untuk dapat bertahan
hidup. Proses metabolisme ditentukan oleh suatu senyawa yang disebut sebagai hormon, dan
dipercepat (dikatalisis) oleh enzim. Pada senyawa organik, penentu proses reaksi kimia disebut
promoter dan penentu percepatan reaksi kimia disebut katalis. Metabolisme juga berperan
mengubah zat beracun menjadi senyawa yang tidak beracun dan dapat dikeluarkan dari tubuh.
Umumnya hasil akhir anabolisme merupakan senyawa pemula untuk proses katabolisme, begitu
pula sebalinya. Sebagian besar proses metabolisme terjadi didalam sel.
Proses metabolisme memungkinkan organisme untuk tumbuh dan berkembang biak, menjaga
struktur mereka, dan memberi respon pada lingkungan.