Anda di halaman 1dari 66

RANGUMAN

TEORI AKUNTANSI

CHAPTER 9 : REVENUE
DEFINISI PENDAPATAN
Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi selama periode yang timbul dalam
pelaksanaan aktivitas normal entitas ketika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas ,
selain yang berkaitan dengan meningkatkan kontribusi dari peserta ekuitas
PENDAPATAN aliran masuk aset atau kenaikan aset lainnya pada suatu entitas
atau penyelesaian/pelunasan kewajiban entitas tersebut dari penyerahan atau produksi
barang, pemberian/penyerahan jasa, atau kegiatan lain yang membentuk operasi sentral atau utamadan
berlanjut dari entitas tersebut.
Pendapatan mempunyai dua karakteristik utama yaitu:
Aliran Masuk Aset atau Kenaikan Aset
Untuk dapat mengatakan bahwa pendapatan ada atau timbul, harus terjadi transaksiatau kejadian
yang menaikkan aset atau menimbulkan aliran masuk aset. Tidak ada batasan bahwa aset harus
berupa kas atau alat likuid yang lain. Akan tetapi, tidak semuakenaikan aset dapat menimbulkan
pendapatan
Operasi Utama atau Sentral Berlanjut
Secara netral pendapatan adalah produk perusahaan sebagai hasil dari upayaproduktif. Pendapatan
diukur dengan jumlah rupiah aset baru yang diterima daripelanggan. Kegiatan utama atau sentral
yang menerus atau berlanjut merupakankarakteristik yang membatasi kenaikkan yang dapat disebut
pendapatan. Kenaikan aset harus berasal dari kegiatan operasi dan bukan kegiatan investasi dan
pendanaan. Akan tetapi, pendapatan atau untung yang tidak berasal dari operasi utama
dengan sendirinya lalu dapat disebut sebagai pos nonoperasi.
Karakteristik pendukung dari definisi pendapatan yaitu :
1. Operasi dan Nonoperasi pemisahan hanya dapat dibenarkan kalau laba atau rugi tersebut benar-
benar luar biasa dan berkaitan dengan tujuan perusahaan utama hanya secara sangatkebetulan saja.
Bila tidak bersifat luar biasa, pos-pos tersebut lebih tepat dilaporkansebagaipendapatan lain-lain
dan untung
2. Penurunan kewajiban terjadi penurunan atau pelunasan kewajiban
3. Suatu Entitas maksud dalam tujuan definisi mengisyaratkan bahwa konsep kesatuan usahadianut
dalam pendefinisian.
4. Produk perusahaan pendapatan akhirnya harus direpresentasi oleh aliran masuk dana
dari pelanggan, hal tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bagaimana pendapatan diukur
dan bukan menunjukkan bagaimana atau syarat pendapatan terjadi.
5. Pertukaran produk pendapatan akhirnya harus dinyatakan dalam satuan moneter untuk dicatat
dalam sistem pembukuan.
6. Berbagai bentuk dan nama pendapatan adalah konsep yang bersifat generic dan mencakupisemua
pos dengan berbagai bentuk dan nama apapun
7. Kenaikan Ekuitas
PENDAPATAN VS UNTUNG
IAI/IASC tidak secara formal membedakan pendapatan (revenues) dan untung(gains).
Pendapatan dan untung dicakupi dalam satu definisi penghasilan(income).
FASB memisahkan pendapatan dan untung sebagai elemen yang berdiri sendiri
UNTUNG
ialah kenaikan dalam ekuitas (aset bersih) yang berasal dari transaksi peripheral (ikutan)atau incidental
(kala-kala) suatu entitas dan dari semua transaksi atau kejadian atau keadaan lainyang mempengaruhi
entitas tersebut kecuali kenaikan sebagai akibat dari pendapatan atau investasi oleh pemilik
Makna yang terkandung dalam definisi Untung :
1. Kenaikan ekuitas bersih
2. Periferal atau incidental
3. Selain yang dicakupi pendapatan
4. Selain investasi oleh pemilik atau transaksi yang berkaitan dengan pemilik
FASB perlu membedakan pendapatan dan untung karena sumber untung berbeda dengan
operasiutama.
Karakteristik Sumber Untung :
1. Periferal atau incidental
2. Transfer nontimbal-balik
3. Penahanan asset
4. Faktor lingkungan
Pembedaan lebih diarahkan untuk tujuan penyajian daripada untuk membedakan makna pendapatan
dan untung
PENGAKUAN PENDAPATAN
Pencatatan jumlah rupiah pendapatan secara formal ke dalam sistem pembukuan sehingga jumlah
tersebut terrefleksi dalam statemen keuangan. Dua konsep penting :
1. Pembentukan Pendapatan (Earning Of Revenue)
Pembentukan Pendapatan adalah suatu konsep yang berkaitan dengan masalah kapan dan
bagaimana sesungguhnya pendapatan itu timbul atau menjadi ada.
Konsep pembentukan pendapatan menyatakan bahwa pendapatan terbentuk, terhimpun, atau
terhak (to be earned) bersamaan dengan dan melekatkan pada seluruh atau totalitas proses
berlangsungnya operasi perusahaan dan bukan sebagai hasil transaksi tertentu. Pendekatan ini
dilandasi oleh konsep dasar upaya dan hasil/capaian serta kontinuitas usaha. Biaya merepresentasi
upaya dan pendapatan merepresentasi capaian.
Pendekatan ini juga dilandasi oleh konsep Homogenitas Kos yaitu Seluruh pos biaya yang
direpresentasi dengan kos menghasilkan pendapatan sebagai satu kesatuan. Kos komponen atau
pos biaya secara individual mempunyai kontribusi dalam menghasilkan pendapatan. Kos mempunyai
kedudukan yang sama dalam menghasilkan pendapatan.
Implikasi Konsep Homogenitas Kos
Kos berkaitan dengan pendapatan secara proporsional dengan besarnya kos. Urutan pengurangan
kos barang terjual, biaya penjualan, dan biaya administratif dalam statemen L-R bukan merupakan
urutan prioritas. Begitu kos suatu objek biaya terjadi, pendapatan dapat dianggap terbentuk
sehingga laba juga terbentuk.
Asumsi di Balik Homogenitas Kos
Dianutnya konsep dasar upaya dan capaian/hasil. Upaya terjadi dahulu baru pendapatan datang.
Setiap usaha secara umum mendatangkan atau menjajikan laba sehingga orang mau melakukan
usaha. Biaya (expense) merupakan upaya yang sengaja dilakukan secara senang hati dengan penuh
kesadaran, semangat, dan pengertian bukan beban yang harus diderita atau ditanggung oleh
pendapatan. Istilah beban tidak cocok/mengenai untuk expense.
2. Realisasi pendapatan (realization of revenue) pendekatan transaksi
Dengan konsep realisasi, pendapatan baru dapat dikatakan terjadi atau terbentuk pada saat terjadi
kesepakatan atau kontrak dengan pihak independen (pembeli) untuk membayar produk baik produk
telah selesai dan diserahkan ataupun belum dibuat sama sekali. Berdasarkan konsep realisasi,
pendapatan sebenarnya terjadi akibat transaksi tertentu yaitu transaksi penjualan dan kontrak.
KRITERIA PENGAKUAN PENDAPATAN
1. Telah terrealisasi atau cukup pasti terrealisasi (realized atau realizable)
Telah terealisasi bilamana produk (barang atau jasa), barang dagangan, atau aset lain telah terjual
atau ditukarkan dengan kas atau klaim atas kas. Cukup pasti terealisasi bilamana aset berkaitan yang
berterima atau ditahan mudah dikonversi menjadi kas atau klaim atas kas yang cukup pasti
jumlahnya. Mudah dikonversi bila mempunyai (a) harga satuan yang tetap tidak bergantung bentuk
dan penyajian barang dan (b) daftar harga barang tersedia di suatu pasar aktif tersedia.
2. Telah terbentuk/terhak (earned)
Telah terbentuk bilamana perusahaan telah melakukan secara substansial kegiatan yang harus
dilakukan untuk dapat menghaki manfaat atau nilai yang melekat pada pendapatan.
Kedua kriteria harus dipenuhi walaupun bobot atau kekritisan untuk keduanya berbeda untuk situasi
yang berbeda. Cukup terbentuk dapat dikaitkan dengan produk akhir atau dengan perioda.

Pendapatan baru dapat diakui kalau dipenuhi syarat-syarat berikut :
1. Keterukuran nilai asset
2. Adanya suatu transaksi
3. Proses penghimpunan secara substansial telah selesai
SAAT PENGAKUAN PENDAPATAN
Kapan kedua kriteria kriteria pengakuan dipenuhi. Berbagai gagasan :
1. Saat kontrak penjualan disepakati setelah menandatangani kontrak penjualan dan bahkan
sudah menerima kas untuk seluruh nilai kontrak tetapi perusahaan belum mulai memproduksi
barang, contoh barang konsumsi dengan jarak penandatangan kontrak dan penyerahan barang
cukup pendek.
2. Selama proses produksi secara bertahap pengakuan pendapatan dapat dilakukan secara
bertahap (per perioda akuntansi) sejalan dengan kemajuan proses produksi atau sekaligus pada
saat projek selesai dan diserahkan.
Akresi yaitu pertambahan nilai akibat pertumbuhan fisis atau proses alamiah lainnya. Apresiasi
yaitu selisih penilai pasar wajar dan aset perusahaan dengan kos (atau nilai buku aset
terdepresiasi).
3. Saat produksi selesai, pendapatan sudah terealisasi dan pada saat produk selesai pendapatan
secara substansial sudah terbentuk.
4. Saat penjualan
5. Saat kas terkumpul, pengakuan berdasarkan asas kas.




SAAT PENGAKUAN PENJUALAN JASA
Sejalan dengan pengakuan pendapatan pada perusahaan perdagangan atau pemanufakturan.
Pedoman umum :
1. Saat jasa telah dilaksanakan atau dikonsumsi
2. Selama proses pelaksanaan secara bertahap
3. Saat pelaksanaan jasa selesai sepenuhnya
4. Saat kas terkumpul
PROSEDUR PENGAKUAN PENDAPATAN
Kebijakan akuntansi perusahaan yang menetapkan kapan suatu penjualan dianggap secara teknis telah
terjadi sehingga memicu pencatatan jumlah rupiah penjualan tersebut. Kebijakan ini biasanya
dituangkan dalam buku pedoman akuntansi (accounting manual).












CHAPTER 10 : EXPENSES
DEFINISI BEBAN
Dalam SFAC no 6, FASB mendefinisikan
Beban adalah aliran keluar atau pemakaian aktiva dan timbulnya hutang selama satu periode yang
berasaldari penjualan atau produksi barang, atau penyerahan jasa atau pelaksanaankegiatan yang lain
yang merupakan kegiatan utama suatu entitas
Sedangkan menurut IAI mendefinisikan
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar
atauberkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunanekuitas yang tidak
menyangkut pembagian kepada penanam modal (paragraf 70b)

KOS dan BEBAN
Untuk memanfaatkan aset entitas memerlukan kos dan bebanmerepresentasikan perubahan
nilai. Perubahan nilai diartikan sebagaiperngorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan jasa. Jika tidak
ada kos makatidak ada beban.
Secara konseptual menurut prinsip keberlangsungan usaha (goingconcern), penggunaan akan
barang dan jasa (aset) perusahaan ditujukan untuk jangka panjang sehinggan kos dari aset tersebut
mengalami dua tahap yaitupengakuan dan pembebanan. Hal tersebut berarti kos diakui sebagai
asetkemudian diakui sebagai beban untuk periode manfaat aset tersebut digunakan.
Dengan landasan konsep dasar kontinuitas usaha serta upaya dan hasil,masalah teoritis dalam
tahap pembebanan adalah pemecahan aliran kos yang telahdiakui sebagai aset menjadi bagian yang
merupakan biaya perioda berjalan dalamrangka penentuan biaya periodik dan bagian yang baru akan
menjadi biaya dalamperioda- perioda berikutnya. (Suwardjono, Edisi Ketiga:397)
Selain itu terdapat pula definisi mengenai hubungan kos dan bebanmenurut American
Accounting Association (AAA) pada tahun 1957 sebagai : beban adalah biaya yang telah kadaluarsa,
secara langsung maupun tidak langsung pada periode fiskal, dari aliran barang atau jasa ke pasar dan operasi yang
berhubungan


BEBAN dan RUGI
Menurut definisi, yang dimasukkan dalam beban hanya perubahan perubahan yang tidak
menguntungkan saja yang terjadi dalam proses memperolehpendapatan. Kebalikannya adalah bahwa
aktiva yang habis atau menurunnyaaktiva dimana kejadian ini tidak berkaitan dengan proses penyediaan
barang dan jasa bagi pelanggan atau klien seharusnya dikelompokkan sebagai kerugian dantidak
dikelompokkan sebagai beban. Kerugian dan beban merupakan perubahanyang relevan dalam
perhitungan laba bersih bagi pemegang saham danperusahaan.
Menurut Suwardjono (Edisi Ketiga, Hlm. 9) terdapat tiga kata kunci padapengertian rugi yaitu
penurunan ekuitas, bukan merupakan transaksi ke pemilik,dan transaksi periferal atau insidental. Dalam
hal ini yang membedakan biaya danrugi adalah mengenai transaksi periferal atau insidental atau di luar
kendalimanajemen. Berbeda dengan beban yang timbul akibat dari kendali manajemenyaitu aktivitas
penggunaan aset (barang dan jasa).
Namun, dari definisi yang terdapat dalam Konsep Dasar Penyusunan danPenyajian Laporan
Keuangan, IAI (1994) tidak memisahkan biaya dengan rugi.Jadi semua potensi jasa baik yang digunakan
secara langsung ataupun tidak langsung untuk memperoleh pendapatan disebut dengan biaya. IAI
(1994) bahkansecara spesifik menyebutkan hal tersebut seperti yang tertulis pada paragraf 78berikut ini
: kerugian termasuk dalam kelompok beban. Pada dasarnya pembedaanantara beban dan rugi hanya
untuk kepentingan pengungkapan seperti padapendapatan dan untung.

PENGAKUAN BEBAN

Berdasarkan KDPPLK paragraf 94, beban diakui dalam laporan laba rugikalau penurunan
manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunanaktiva atau peningkatan kewajiban
telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Iniberarti pengakuan beban terjadi bersamaan dengan
pengakuan kenaikankewajiban atau penurunan aktiva (misalnya, akrual hak karyawan ataupenyusunan
aktiva tetap). Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasarhubungan langsung antara biaya yang
timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh (matching of cost with revenue). Misalnya, berbagai
komponen bebanyang membentuk beban pokok penjualan (cost or expense of goods sold ) diakuipada
saat yang sama sebagai penghasilan yang diperoleh dari penjualan barang.
Kalau manfaat ekonomi diharapkan timbul selama periode akuntansi danhubungannya dengan
penghasilan hanya dapat ditentukan secara luas atau tak langsung, beban diakui dalam laporan laba rugi
atas dasar prosedur alokasi yangrasional dan sistematis. Hal ini sering diperlukan dalam pengakuan
beban yangberkaitan dengan penggunaan aktiva seperti aktiva tetap, goodwill, paten, merk dagang.
Dalam kasus semacam itu, beban ini disebut penyusutan atau amortisasi.Prosedur alokasi ini
dimaksudkan untuk mengakui beban dalam periode akuntansiyang menikmati manfaat ekonomi aktiva
yang bersangkutan.

Pengakuan beban menurut kerangka kerja IASB terdiri dari dua kriteriautama yaitu :

1. Terdapat kemungkinan adanya keuntungan yang akan mengalir keperusahaan. Tingkat kemungkinan
tersebut memang merupakan konsepyang tidak mutlak. Hal tersebut tergantung pada ketersediaan
bukti ketikalaporan keuangan akan disusun atau dipersiapkan.
2. Memiliki nilai yang dapat diukur dan reliabel. Dengan demikian untuk akun-akun yang menggunakan
estimasi, diperlukan bukti-bukti yangmendukung validitas estimasi tersebut.

Beban harus diakui dalam laporan laba rugi ketika penurunan keuntunganekonomi di masa depan
berhubungan dengan penurunan aset atau peningkatankewajiban dapat diukur secara reliabel.Semua
kos dapat ditangguhkan pembebanannya apabila kos tersebutmemenuhi kriteria sebagai aktiva yaitu :
Memenuhi definisi aktiva (memiliki manfaat ekonomi masamendatang, dikuasai oleh
perusahaan, dan berasal dari transaksimasa lalu).
Ada kemungkinan yang cukup bahwa manfaat ekonomi masamendatang yang melekat pada
aktiva dapat dinikmati oleh entitasyang menguasai.
Besarnya manfaat dapat diukur dengan cukup andal.

Beban juga dapat timbul dalam laporan laba rugi pada saat timbulkewajiban tanpa adanya pengakuan
aktiva. Misalnya adanya hutang garansiproduk

PENGUKURAN BEBAN
Dalam mengukur beban dalam satu periode akuntansi, dibutuhkanberbagai keputusan atau
pertimbangan untuk menentukan bagaimana bebantersebut akan dialokasikan pada periode-periode
selanjutnya yang menunjukkanadanya pendapatan. Dalam hal tersebut, terdapat berbagai standar
akuntansi yangdapat digunakan sebagai acuan atau pedoman. Misalnya, IAS 16/AASB 116
yangmenyatakan bahwa nilai-nilai aset yang dapat di depresiasi dapat diukur denganbeberapa cara
setelah pengakuannya (seperti model biaya perolehan atau modelpenilaian) dan beberapa pilihan
alternatif untuk depresiasi (seperti metode garislurus, nilai menurun dan jumlah unit).
Sejalan dengan penilaian aktiva, biaya dapat diukur atas dasar jumlahrupiah yang digunakan
untuk penilaian aktiva dan hutang. Oleh karena itu,pengukuran biaya dapat didasarkan pada:

Kos Historis Kos historis merupakan jumlah rupiah kas atau setaranya yangdikorbankan untuk
memperoleh aktiva. Pengukuran beban atas dasar koshistoris dapat digunakan untuk jenis
aktiva seperti gedung, peralatan, dansebagainya.
Kos Pengganti / Kos Masukan Terkini ( Replacement Cost / Curent Input Cost ) Kos masukkan
terkini menunjukkan jumlah rupiah harga pertukaran yangharus dikorbankan sekarang oleh
suatu entitas untuk memperoleh aktivayang sejenis dalam kondisi yang sama. Contohnya,
penilaian untuk persediaan.
Setara Kas (Cash Equivalent )Setara kas adalah jumlah rupiah kas yang dapat direalisir dengan
caramenjual setiap jenis aktiva di pasar bebas dalam kondisi perusahaannormal.

Meskipun pada prakteknya metode pengukuran yang masih banyak digunakan adalahhistorical cost ,
namun dengan mulai diadopsinya IFRS diIndonesia, maka pengukuran yang sesuai standar adalah
dengan menggunakan metode fair value. Dengan demikian, untuk pencatatan beban sebagai akibat
daridepresiasi (penyusutan), nilai yang dicantumkan dalam beban adalah nilai selisihantara nilai wajar
dengan nilai buku (apabila nilai wajar lebih kecil dari nilaibukunya).

ALOKASI BEBAN

Salah satu cara untuk mengukur beban adalah dengan mengalokasikanbeban-beban tersebut ke
periode-periode dimana beban tersebut dinikmati. Hal inibiasanya disebut dengan matching concept.
Konsep tersebut memperlakukan kosdengan mengalokasikan kos yang sudah kadaluarsa (beban) ke
periode-periodedimana beban tersebut terjadi. Namun, pengalokasian tersebut hanya bersifatestimasi.
Dalam akuntansi, pencocokan antara beban dan pendapatan merupakanfungsi utama, namun hal
tersebut tetap saja sulit untuk dilakukan karenaberhubungan dengan penilaian akuntan tersebut.
Akuntan harus mengidentifikasimana aset yang telah digunakan (kadaluarsa) dan jumlah yang harus
ditulissebagai tandingan pendapatan pada periode tersebut.

Matching Concept adalah hal yang paling penting dalam akuntansi biayahistoris. Kos yang sudah
kadaluarsa akan menjadi beban dan disajikan dalamlaporan laba rugi, sedangkan kos yang belum
kadaluarsa akan dicatat sebagai asetdan disajikan dalam laporan posisi keuangan. Untuk mengatasi
masalahpenentuan dan pengukuran kos menjadi beban, terdapat tiga metode dari matchingkos yang
sering digunakan, yaitu :

a) Hubungan Sebab dan Akibat
Penggunaan barang dan jasa oleh perusahaan harus menghasilkanpendapatan pada periode
tersebut. Hubungan antara beban dan pendapatanharus merupakan hubungan sebab akibat pada
perusahaan tersebut.Maksudnya, pendapatan timbul karena adanya outflow berupa beban.Dengan
demikian pendapatan merupakan akibat dari adanya beban. Sesuaidengan prinsip pengakuan
pendapatan, tidak ada kos penjualan jika tidak ada pendapatan.
Misalnya, pada perusahaan konstruksi yang menerima kontrak jangka panjang. Perusahaan tidak
akan mengakui biaya yang dikeluarkanuntuk membangun proyek dalam kontrak sebagai kos
ataupun bebansebelum pendapatan diakui, melainkan diakui sebagai aset. Apabilapendapatan telah
diakui maka kos atau beban pun akan diakui. Namundalam prakteknya hal tersebut susah untuk
dilaksanakan. Misalnya,pendapatan sebesar Rp 100.000 dihasilkan dari beban Rp 60.000.
Dari jumlah beban tersebut, Rp 15.000 merupakan beban gaji. Bilamenggunakan konsep sebab
akibat beban berupa gaji sebesar Rp 15.000tersebut dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp
25.000 dari totalpendapatan tersebut. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak dapatdinilai
dan tidak dapat dibuktikan secara pasti.

b) Alokasi yang Sistematis dan Rasional
Tidak semua beban dapat dialokasikan dengan menggunakankonsep sebab dan akibat. Sebagai salah
satu alternatif, alokasi yangsistematis dan rasional dapat digunakan. Tujuannya yaitu untuk
mengakuibeban dalam periode akuntansi dimana pada periode tersebut beban itudimanfaatkan
atau telah kadaluarsa. Jadi, beban dialokasikan pada periodedimana beban tersebut dikonsumsi,
bukan berdasar produk yangdihasilkan. Menurut IAS 16/AASB 116, depresiasi adalah alokasi
yangsistematis dari jumlah yang dapat didepresiasi dari sebuah aset selamaumur ekonomisnya.
Depresiasi merupakan salah satu contoh dari prosesalokasi.

Namun masalahnya, apakah depresiasi merupakan suatu prosedur,atau kejiadian yang
sebenarnya/nyata? Telah diketahui sebelumnya bahwadepresiasi merupakan kejadian moneter
yang disebabkan oleh kejadianfisik. Jadi depresiasi merupakan fenomena yang terjadi, dan beban
yangdicatat merupakan efek moneternya. Berbagai cara untuk mengukurdepresiasi dapat dipilih
oleh akuntans sesuai dengan standar yangditentukan, selama cara yang digunakan rasional dan
sistematik, maka caratersebut dapat diterima. Satu kelemahan dari alokasi kos adalahbergantung
pada estimasi dan asumsi penyusunnya yang mungkin bersifatsubyektif.
Namun, alasan lain yang mendukung dasar alokasi ini yaitu:
Banyak jenis beban yang berkaitan secara tidak langsung denganpendapatan periode berjalan
sehingga akan lebih tepat jika dialokasikanberdasar periode yang menikmati beban tersebut.
Dalam banyak hal, tidak mudah menghubungkan beban-beban tertentudengan pendapatan.
Misalnya beban perawatan medis pegawai.
Apabila terdapat beban yang tidak dapat dikaitkan dengan manfaatekonomi di periode berjalan
ataupun periode selanjutnya, maka tidak adaalasan penundaan pencatatan beban tersebut.
Beban untuk kegiatan atau kejadian yang sifatnya normal dan berulang-ulang serta jumlahnya
relatif konstan, maka pengalokasian beban tersebuttidak menggambarkan penandingan yang
sempurna karena beban tersebutsebenarnya berkaitan dengan periode sebelum atau
sesudahnya. Namunhal tersebut tidak mempengaruhi laba secara material.
Seringkali suatu beban terdiri dari berbagai komponen beban lainnya(misalnya beban penjualan
yang terdiri dari beban angkut, potonganpenjualan, dan lain-lain) dan sulit untuk menelusuri
dampak pendapatandari masing-masing beban tersebut. Namun pengalokasian beban
tersebutpada periode berjalan tetap harus dicatat.


c) Pengakuan Sesegera Mungkin
Merupakan konsep yang mengakui dan mengukur kos yangdikeluarkan sesegera mungkin sebagai beban
karena tidak adanya manfaatekonomi yang dapat diukur secara reliabel. Contohnya yaitu biaya iklan
(advertising expenses) dan biaya penelitian (research expenditure). Biayaiklan segera diakui sebagai
beban karena manfaat ekonomi daripengeluaran tersebut tidak dapat diukur secara reliabel.
Meningkatnyakonsumen yang membeli produk perusahaan bisa saja berasal daripengaruh iklan pada
periode sebelumnya sehingga efek keuntungan dariadanya iklan pada periode berjalan tidak dapat
diukur dengan andal.
Begitupula dengan biaya penelitian yang manfaat ekonominya jugatidak dapat diukur secara reliabel.
Berbeda dengan biaya pengembangan (development expenditure) yang dapat diestimasi nilai
manfaatekonominya sehingga dapat dikapitalisasi sebagai aset, biaya penelitianbelum tentu
menghasilkan keuntungan di masa mendatang sehingga tidak sesuai dengan kritera aset. Oleh karena itu
biaya iklan dan penelitian harusdicatat sebagai beban.

KRITIK UNTUK KONSEP ALOKASI
Terdapat kritik pada praktik akuntansi saat ini yang sebagian besardidasarkan pada alokasi. Menurut
Thomas dalam buku Teori Akuntansi (Godfrey,1994) alokasi tersebut secara teoritis tidak tepat.
Terdapat tiga krtiteria untuk menyesuaikan alokasi yaitu :
Aditivitas
Apabila alokasi diambil dari total nilai, maka jumlah dari pengalokasiantersebut harus sama dari
total nilai sebelum alokasi, tidak kurang tidak lebih. Misalnya, alokasi beban penyusutan
kendaraan tiap tahun maka jumlah alokasi untuk setiap tahun tersebut harus sama dengan
nilaikendaraan sebelum alokasi.
Tidak Ambigu
Pengalokasian harus dilakukan dengan cara yang jelas sesuai denganmetode yang dipilih.
Pertahanan
Akuntan yang telah memilih suatu metode akuntansi harus dapatmenyediakan pernyataan yang
meyakinkan pilihannya danmempertahankannya dari kemungkinan adanya metode alternatif
lainnya.


Dari ketiga kriteria tersebut dalam pratik nyata hampir tidak mungkinmetode alokasi yang
digunakan oleh perusahaan dapat memenuhi ketiga kriteriatersebut. Seringkali perusahaan
menggunakan metode yang berbeda-beda sesuaidengan tujuan perusahaan.
Akuntan beranggapan bahwa konsep alokasi sangatlah penting. Haltersebut dikarenakan input
yang diperoleh perusahaan dapat memberikan manfaatekonomi pada periode berjalan dan periode
selanjutnya. Jadi, konsep alokasidibutuhkan untuk menunjukkan penggunaan input tersebut pada
periode berjalan.
Namun, dari alokasi tersebut akuntan tidak dapat menunjukkan aliran kasatau pendapatan yang
didapat oleh perusahaan. Misalnya, untuk alokasi bebanpenyusutan kendaraan yang menunjukkan
penggunaan kendaraan sebesar alokasitersebut selama periode berjalan. Namun, tidak terdapat bukti
bahwa perusahaanmengkonsumsi kendaraan sebesar nilai alokasi tersebut.
Selain itu, akuntan beranggapan laporan keuangan lebih berguna bagipembaca dengan adanya
alokasi beban. Namun, pada kenyataannya alokasi tersebut tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya
pada laporan keuangan.
Pada kenyataannya penggunaan konsep alokasi pada umumnya untuk menghindari beban yang
timbul dari penggunaan jasa appraisal dalampenyusunan laporan keuangan.

DUKUNGAN UNTUK KONSEP ALOKASI
Salah satu alasan yang sangat kuat yang dapat mendukung metode alokasiadalah
objektifitasnya. Alokasi memang merupakan jalan tengah yang tidak mutlak benar, namun metode
tersebut mengalokasikan nilai yang memang terjadi (harga perolehan) ke dalam periode-periode yang
diestimasikan telah mengkonsumsi kos tersebut. Dengan demikian meskipun prinsip alokasicenderung
masih menggunakan estimasi, namun yang dialokasikan tetapberdasarkan transaksi yang memang
terjadi dan terdapat bukti transaksi yangmenguatkan objektivitasnya.
Selain itu, metode alokasi juga merupakan salah satu jalan keluar untuk kos-kos yang sulit untuk
dicari pasarnya sehingga sangat sulit untuk menggunakan nilai wajar

TANTANGAN UNTUK PENYUSUN STANDAR AKUNTANSI
Penandingan
Tugas untuk pembuat standar adalah membuat aturan agar laporan posisikeuangan dan laporan
laba rugi menyajikan informasi yang relevan danrepresentatif. Dalam hal ini, konsep penandingan
tidak dapat digunakan untuk mengakui item-item pada laporan posisi keuangan yang tidak
memenuhi kriteriaaset dan kewajiban. Misalnya hal tersebut terjadi pada
goodwill, tenaga kerja, dankekayaan intelektual

Konservatisme
Pada konsep kondervatisme, terjadi asimetri informasi mengenaipengakuan beban dan laba. Konsep
ini mengharuskan untuk mengakui adanyabeban sesegera mungkin apabila ada kemungkinan beban
tersebut akan terjadi.Namun dalam prinsip ini pengakuan laba tidak akan dicatat hingga laba
ataupendapatan tersebut benar-benar terjadi. Konsep tersebut didasarkan oleh asumsiskeptis
akuntan atau kehati-hatian. Namun justru akhirnya konsep tersebutmenghasilkan informasi yang
tidak relevan. Konsep konservatisme ini tidak berfokus pada bukti transaksi, tetapi lebih pada
ketakutan menyajikan nilai bersihaset dan laba terlalu tinggi. Dengan demikian informasi yang
mengandungpenyimpangan konservatisme bukanlah merupakan informasi yang netral. Olehkarena
itu penyusun standar kini telah merevisi peraturan dan menghilangkankonsep penandingan
(matching concept ) dan konsep konservatisme ini.

















CHAPTER 11 : POSITIVE THEORY OF ACCOUNTING POLICY AND DISCLOSURE

Teori Kontraktual (Contracting Theory)
Perusahaan dianggap sebagai suatu perjanjian kerja sama kontraktual yang legal antara supplier dengan
customer. Karakteristik teori kontrak perusahaan sebagai hubungan hukum (koneksi) dari hubungan
kontrak antara pemasok dan konsumen dari faktor produksi. Perusahaan itu ada karena kurangnya biaya
individu untuk bertransaksi (atau kontrak) melalui organisasi pusat daripada melakukannya secara
individual.
Teori kontraktual mengorganisasikan aktivitas ekonomi untuk mengurangi biaya kontrakrual :
Management Contract
Debt Contract
Dalam pengertian yang lebih umum, semua pemasok faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja dan
modal) secara tunggal mempunyai kontrak dengan konsumen untuk output mereka, misalnya, kontrak:
Mendokumentasikan syarat dan kondisi kerja para manajer oleh pemegang saham
Mendokumentasikan syarat dan kondisi di mana pemberi pinjaman menyediakan sumber daya
keuangan
Kerja untuk pabrik dan pekerja lainnya
Untuk penyediaan barang
Untuk penjualan dan pengiriman barang dan jasa.
Teori Keagenan (Agency Theory)

Dipopulerkan oleh Jensen dan Meckling (1976). Teori ini muncul ketika adanya hubungan kerja sama
antara principal dan agent, dan adanya perbedaan kepentingan antara pihak2 tersebutKarena adanya
perbedaan kepentingan antara agent dan principal, maka muncul agencycost.
Agency cost digunakan untuk mengatasi perbedaan kepentingan tersebut, terdiri atas:




Monitoring cost
Dikeluarkan oleh principal supaya dapat memantau kinerja agent, sebenarnya secara tidak langsung,
monitoring cost ditanggung oleh agent. Contoh: auditing cost Biaya yang timbul dari monitoring cost
dinamakan price protection
Biaya pemantauan dikeluarkan oleh pemegang saham untuk mengukur, mengamati dan mengontrol
perilaku agen. Contoh dari biaya pemantauan adalah biaya audit, biaya penetapan rencana
kompensasi manajemen, batasan anggaran, aturan operasi.

Bonding cost
Biaya yang dikeluarkan oleh agent dalam rangka mengurangi monitoring cost, biaya ini bisa ada
dalam perusahaan, bisa juga tidak. Contoh: Untuk mengurangi monitoring cost, manajer membuat
laporan keuangan secara berkala (misalnya quarterly) agar pihak principal bisa memantau secara
berkala apa yang dilakukan oleh agent.
Marginal cost of monitoring cost = marginal cost of bonding cost, maka tidak akan ada bonding cost

Residual loss
Biaya-biaya yang timbul yang tidak berkaitan dengan kepentingan principal

Demikian pula, di bawah kontrak utang, manajer (saat ini bertindak atas nama pemegang saham) adalah
agen pemberi pinjaman. Semakin besar resiko meminjamkan pemberi pinjaman akan lebih ingin
memantau kinerja perusahaan mereka dalam berinvestasi dengan menyediakan utang. Jika ada
perlindungan harga efisien, agen akhirnya dapat menanggung biaya monitoring yang terkait dengan
kontrak. Oleh karena itu, agen cenderung membentuk mekanisme untuk menjamin mereka akan
berperilaku untuk kepentingan pemegang saham, atau untuk menjamin mereka akan memberikan
kompensasi pemegang saham jika mereka bertindak dengan cara yang bertentangan dengan
kepentingan pemegang saham. Agen akan siap untuk mengeluarkan biaya obligasi hanya sebatas bahwa
mengurangi biaya pemantauan yang mereka tanggung
Meskipun biaya pemantauan dan obligasi, hal itu masih menunjukkan bahwa kepentingan agen tetap
tidak akan sesuai persis dengan kepentingan para pemegang saham. Selanjutnya, agen kemungkinan
akan membuat beberapa keputusan yang tidak sepenuhnya untuk kepentingan pemegang saham.
contoh misalnya, manajer mungkin mengubah akun untuk memaksimalkan bonusnya. Dengan demikian,
nilai bersih dari output agen berkurang dari pada jika kepentingan agen benar benar disesuaikan
dengan kepentingan principal.
Jika informasi manajemen dan pemegang saham dalam bentuk efisien kuat, maka pasar akan memiliki
informasi mengenai insentif dan peluang agen untuk bertindak dalam cara yang bertentangan dengan
kepentingan pelaku. Dalam keadaan tertentu harga akan dilindungi oleh pemegang saham. Karena
perlindungan harga adalah biaya ditanggung oleh agen (agen menerima gaji kurang daripada seharusnya
mereka), agen memiliki insentif untuk obligasi untuk kepentingan pemegang saham dan menanggung
biaya pemantauan perilaku. Insentif ini meningkat oleh kenyataan bahwa, di samping perlindungan
harga, prinsip dapat menetap dengan agen untuk perilaku disfungsional. Meskipun berbagai bentuk
pemerintahan, semua perilaku disfungsional agen tidak akan dihapuskan, karena mekanisme ikatan
beroperasi pada biaya dan agen akan menanggung ini hanya sampai ke titik di mana biaya marjinal
melakukan hal sama dengan keuntungan marjinal. Daya tarik teori keagenan terletak pada kenyataan
bahwa atribut peran akuntansi sebagai bagian dari mekanisme obligasi dan pemantauan yang
berkaitan erat dengan peran pengelolaan akuntansi tradisional.
PRICE PROTECTION AND SHAREHOLDER / MANAGER AGENCY PROBLEMS (PROTEKSI HARGA DAN
PERMASALAHAN KEAGENAN PEMEGANG SAHAM DAN MANAJER)
Harga perlindungan dalam kasus ini mengambil dua bentuk. Ketika pemilik-manajer menjual sebagian
dari bunga nya di perusahaan, investor membayar saham apa yang mereka pikir saham layak. Harga
diskon untuk menggabungkan sejauh yang diharapkan manajer untuk mengkonsumsi keuntungan lebih
pada pekerjaan daripada kepentingan investor. Dengan demikian, harga pemilik-manajer dibayarkan
untuk mengurangi saham sebagai ekspektasi pasar yang bertentangan perilaku untuk meningkatkan
minat.
Yang diinvestasi manajer misalnya mesin dan tenaga kerja, sedangkan investasi pemegang saham
adalah dana. Resiko manajer lebih kecil dibanding pemegang saham. Pemegang saham menghendaki
laba sebagai miliknya, manajer ingin laba sebagai gaji dan bonusnya, sehingga diperlukan adanya
kontrak untuk hak masing-masing.
Risk aversion
Agen lebih memiih investasi pada proyek-proyek yang risikonya rendah, sedangkan shareholder ebih
memilih invetasi pada proyek-proyek yang berisiko tinggi.
Proyek-proyek yang berisiko rendah nilai NPV rendah (karena ada risiko yang tidak terdiversifikasi
dalam hal sumber daya)
Apabila gagal dalam proyek, maka yang terkena dampaknya adalah karyawan .
Asset yang paling berharga dalam perusahaan adalah SDM
Shareholders risiko tinggi diversifikasi portofolio investasi

Salah satu cara mengatasi risk aversion : principal akan membayar bonus dengan (sesuai) tariff
progresif

Dividends retention
Manajer membayar dividen kepada principal dalam jumlah yang kecil dibandingkan dengan yang di
harapkan oleh principal. Dana yang tidak dibagikan digunakan untuk :
Perluasan usaha (ekspansi)
Gaji manajer dan karyawan
Bonus untuk karyawan
Salah satu cara mengatasi dividend retention : memberikan bonus kepada manajer sesuai dengan
dividen yang diberikan kepada shareholder
Horizon problem
Antara agent dan principal mempunyai pola piker (pertimbangan/analisa) yang berbeda mengenai
periode waktu dalam analisa cash flow .
Agent mengelola cash flow dalam periode si manajer saat dia menduduki posisi tersebut
Masalah muncul ketika manajer pindah ke perusahaan lain sehingga cash flow yang dikelola hanya
pada saat ini saja (jangka pendek), bukannya jangka panjang

Salah satu cara mengatasi horizon problem : memberikan gaji dengan tingkat yang lebih besar
sesuai dengan pergerakan harga saham




SHAREHOLDER DEBTHOLDER AGENCY PROBLEM (MASALAH AGENSI PEMEGANG SAHAM DAN
KREDITOR)
Ketika kita membahas aturan kontrak utang dalam konteks lembaga, kita asumsikan bahwa manajer
adalah baik pemilik tunggal dari perusahaan, atau memiliki kepentingan yang benar-benar selaras
dengan kepentingan pemilik. Artinya, principal dalam hal ini adalah kreditor, atau pemberi pinjaman;
agen adalah manajer yang bertindak atas nama pemegang saham atau pemilik lainnya. Mengingat
bahwa nilai perusahaan meliputi jumlah utang ditambah dengan nilai dari ekuitas, salah satu cara untuk
meningkatkan nilai ekuitas adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan, yang lain adalah untuk
mentransfer kekayaan dari kreditor.
Smith dan Warner mengakui bahwa masalah keagenan dari utang dapat menimbulkan empat metode
utama dari transfer kekayaan dari debtholders kepada pemegang saham :
Pembayaran dividen yang berlebihan (Excessive dividend payment)
Masalah pembayaran dividen yang berlebihan muncul ketika pembayaran utang yang dipinjamkan
kepada perusahaan diasumsikan pada tingkat tertentu pembayaran dividen. Utang dengan harga
sesuai, tetapi perusahaan kemudian mengeluarkan tingkat dividen yang lebih tinggi. Penerbitan
dividen lebih tinggi mengurangi basis aset untuk membayar utang dan mengurangi nilai hutang.
Pada situasi ekstrim, ada insentif bagi manajemen untuk meminjam dan kemudian membayar
semua dana yang dipinjam sebagai dividen, meninggalkan kreditor dengan tidak ada apa-apa dan
meninggalkan pemegang saham dengan dana. Pemegang saham mendapatkan keuntungan di
bawah skema tersebut karena mereka telah menerima uang tunai, tetapi kewajiban terbatas berarti
bahwa mereka tidak secara pribadi bertanggung jawab atas hutang dari perusahaan dalam hal
kepailitan.

Substitusi asset (Asset substitution)
Substitusi aset didasarkan pada premis bahwa pemberi pinjaman yang mau mengambil resiko.
Mereka memberikan pinjaman kepada perusahaan dengan harapan mereka tidak akan berinvestasi
dalam aset atau proyek dari risiko yang lebih tinggi daripada yang diterima oleh mereka. Sesuai
harga utang mereka, melalui tingkat bunga yang dibebankan atau jangka waktu pinjaman. Setelah
itu, mereka tidak berbagi dalam peningkatan keuntungan proyek yang berisiko tinggi. Namun,
mereka berbagi dalam kerugian sejauh kerugian masih dalam tahap aman untuk memenuhi
tuntutan mereka. Di sisi lain, pemegang saham umumnya memiliki portofolio yang terdiversifikasi
dan, dengan kewajiban terbatas, adalah lebih suka risiko dalam kaitannya dengan investasi mereka
dalam perusahaan tertentu. Hal ini karena mereka berpartisipasi dalam risiko terbalik di mana aset
berisiko tinggi memberikan keuntungan yang tinggi, tetapi terbatas berarti bahwa mereka tidak
berpartisipasi dalam risiko rendah.

Kurangnya investasi (Underinvestment)
Kurangnya investasi terjadi ketika pemilik memiliki insentif untuk tidak melaksanakan proyek-proyek
dengan NPV positif karena untuk melakukannya akan meningkatkan dana yang tersedia dengan
debtholders, tetapi tidak kepada pemilik. Sebagai contoh, bayangkan sebuah perusahaan yang
sedang menghadapi kebangkrutan. Memiliki dana pemegang saham sebesar negatif $ 90.000.
perusahaan bisa berinvestasi dalam proyek yang akan memberikan NPV positif sebesar $ 50.000.
Namun, seluruh $ 50.000 dicatat ke debtholders perusahaan, bukan kepada pemegang saham. Ini
akan mengurangi hutang bersih $ 40,000. hanya jika proyek yang diperoleh NPV positif lebih dari $
90,000 akan memaksimalkan kekayaan pemilik sehingga memiliki insentif untuk berinvestasi dalam
proyek.

Pencairan klaim
Pencairan klaim terjadi ketika isu hutang perusahaan dari isu-isu prioritas yang lebih tinggi daripada
utang yang masih dalam masalah. Hal ini meningkatkan dana yang tersedia untuk meningkatkan
nilai perusahaan dan nilai kepemilikan, Tapi mengurangi keamanan relatif dan nilai hutang yang ada.
Hal ini berarti, itu pencairan nilai utang yang ada karena utang yang kini telah menjadi lebih berisiko
dengan adanya hutang prioritas lebih tinggi. Sekali lagi, pemberi pinjaman dapat mengantisipasi
pencairan klaim dan melindungi harga, namun alternatif adalah bagi pemilik untuk memasukkan
dalam perjanjian kontrak utang yang menyatakan bahwa mereka tidak akan meminjam utang dari
prioritas yang lebih tinggi atau jatuh tempo sebelumnya.
Persyaratan perjanjian utang adalah syarat dan ketentuan tertulis dalam kontrak utang yang membatasi
kegiatan pengelolaan atau mengharuskan manajemen untuk mengambil tindakan tertentu. Pembatasan
yang dirancang untuk melindungi kepentingan debtholders dengan mensyaratkan, misalnya, bahwa
perusahaan mempertahankan tingkat tertentu aset sebagai jaminan untuk hutang. Pelanggaran dari
perjanjian utang merupakan standar teknis pada kontrak dan menyediakan. Pembatasan yang terdapat
dalam kontrak utang umumnya terdiri satu atau lebih dari empat kategori :
Persyaratan perjanjian yang membatasi produksi-peluang investasi perusahaan. Persyaratan
perjanjian ini dirancang untuk mengurangi substitusi aset dan kurangnya investasi.
Persyaratan perjanjian menahan pembayaran dividen dan biasanya mengikat pembayaran dividen
ke fungsi dari keuntungan. Perjanjian ini menghalangi pembayaran dividen yang berlebihan.
Persyaratan perjanjian menahan kebijakan pembiayaan perusahaan. Ini ditujukan pada masalah
pencairan klaim dan biasanya mengambil bentuk membatasi penggunaan utang yang lebih tinggi
Bonding persyaratan perjanjian yang mengharuskan perusahaan untuk memberikan informasi
tertentu kepada para pemberi pinjaman, seperti laporan dan pengungkapan laporan keuangan
untuk pihak berwenang. Ini membantu pemegang obligasi menentukan apakah persyaratan
perjanjian telah dilanggar atau yang dekat dengan pelanggaran.
Keberadaan utang menunjukkan bahwa manajer, bertindak untuk pemegang saham, memiliki insentif
untuk mentransfer kekayaan dari debtholders kepada pemegang saham. Karena mereka dibatasi oleh
persyaratan perjanjian utang, manajer juga memiliki insentif untuk mengadopsi prosedur akuntansi yang
memungkinkan mereka untuk memikirkan persyaratan perjanjian. Para peneliti telah membuat
hipotesis bahwa dengan meningkatnya leverage perusahaan, manajer akan memilih prosedur akuntansi
yang menggeser pelaporan laba dari periode mendatang untuk periode ini. Asumsi adalah bahwa,
dengan meningkatnya leverage, perusahaan semakin dekat dengan pembatasan perjanjian, dan dengan
demikian insentif manajer untuk mentransfer kekayaan dari debtholders meningkatkan proporsional.
Peningkatan laba tidak akan menghindari banyak persyaratan perjanjian, karena kendala cakupan bunga
hanya benar-benar menggunakan keuntungan dalam algoritma. Namun, peningkatan laba umumnya
disertai oleh peningkatan aktiva bersih dan penurunan leverage. Kita bisa ulang kata-kata hipotesis
mengatakan bahwa, dengan meningkatnya leverage perusahaan, manajer akan memilih prosedur
akuntansi yang meningkatkan penurunan aktiva atau kewajiban, karena banyak perjanjian utang
membatasi kewajiban sebagai proporsi dari aset. Mengurangi pelaporan leverage dalam cara ini
menurunkan kemungkinan melanggar perjanjian utang dasar dalam rasio utang perusahaan.
Menariknya, kondisi ekonomi dan reputasi yang berbeda berarti bahwa peran persyaratan perjanjian
hutang dan angka akuntansi dalam kontrak utang tidak konstan, baik antara perusahaan, atau bahkan
untuk perusahaan yang sama dari waktu ke waktu.


EX POST OPPORTUNISM VS EX ANTE EFFICIENT CONTRACTING
Ex post versus ex ante oportunisme kontrak yang efisien yaitu kontrak keagenan memberikan insentif
bagi agen untuk bertindak dengan cara yang bertentangan dengan kepentingan prinsipal
Bagaimanapun, fakta bahwa ada perlindungan harga berarti dalam kepentingan agen untuk kontrak
untuk mengurangi biaya keagenan. Satu pendekatan adalah untuk menyatakan bahwa agen oportunistik
dan berusaha untuk mentransfer kekayaan dari prinsipal karena agen menganggap bahwa perlindungan
harga tidak lengkap dan bahwa setiap ex post menetap, dan perilaku disfungsional juga tidak lengkap. Ex
post (setelah kontrak di tempat), agen memiliki insentif untuk mentransfer kekayaan dari prinsipal
karena syarat dan renegosiasi kontrak yang ada dalam kontrak tidak mungkin sepenuhnya melunasi
atau menghilangkan manfaat yang mereka dapat memperoleh (kontrak lembaga yaitu tidak lengkap).
Ex ante, pendekatan teori keagenan berpendapat bahwa agen mengakui bahwa jika mereka mencoba
untuk mentransfer kekayaan dari prinsipal, mereka akan dihukum karena bahwa aktivitas di masa
depan. Artinya, akan ada pengendapan yang akhirnya menghilangkan manfaat dari perilaku
oportunistik. Baris ini mengakui argumen bahwa efek reputasi akan mengurangi remunerasi yang
dibayarkan kepada agen di masa depan jika mereka melakukan perilaku disfungsional. Oleh karena itu,
agen akan menegosiasikan kontrak yang menyelaraskan kepentingan mereka dengan para pelaku di
tingkat pertama. Bahkan jika kontrak sudah terkendala,perspektive ini disebut efisien karena biaya
keagenan minimesed dalam jangka panjang. Artinya, nilai perusahaan, nilai dari pelaku klaim, dan nilai
dan agen remunerasi semua lebih besar dan lebih merata dialokasikan dari bawah perspektive
oportunistik. Pendekatan ini juga disebut agen ex ante karena bertindak seakan kontrak telah
dinegosiasikan di depan untuk membatasi perilaku mereka.
SIGNALLING THEORY
Selain perspektif kontraktor,yang menggambarkan perspektif lebih lanjut tentang pilihan kebijakan
akuntansi. Di bawah perspektif tersebut manajer secara sukarela memberikan informasi kepada investor
untuk membantu pengambilan keputusan mereka.Manajer melakukan peran ini karena mereka memiliki
keunggulan komparatif dalam produksi dan penyebaran informasi. Informasi akuntansi yang digunakan
untuk menunjukkan bagaimana nilai perusahaan dan klaim terhadap itu akan berubah. Dalam perspektif
kontrak efisien, akuntansi mencerminkan arus kas berubah yang mempengaruhi perusahaan: laporan
akuntansi yang digunakan untuk memantau(konfirmasi) peristiwa ekonomi dan transaksi yang telah
terjadi.
Hipotesis informasi mendasari sebagian besar riset pasar modal awal. Dalam studi pasar modal, manajer
diasumsikan memberikan informasi untuk pengambilan keputusan oleh investor. Dengan demikian,
setiap perubahan dalam metode akuntansi harus berarti bahwa informasi telah berubah dan keputusan
investasi harus berubah. Menurut teori signaling, perusahaan mengharapkan manajer untuk
meningkatkan pertumbuhan yang tinggi di masa depan, maka mereka akan mencoba untuk memberi
sinyal kepada investor melalui akun. Manajer dari perusahaan lain yang berkinerja baik akan mendapat
insentif yang sama, dan manajer dari perusahaan dengan berita yang netral akan memiliki insentif
untuk melaporkan berita positif sehingga mereka tidak dicurigai memiliki hasil yang buruk. Manajer
perusahaan dengan kabar buruk akan memiliki insentif untuk tidak melaporkan. Namun, mereka juga
akan memiliki insentif untuk melaporkan berita buruk mereka, untuk menjaga kredibilitas di pasar yang
efektif di mana sahamnya diperdagangkan. Dengan asumsi insentif ini untuk sinyal informasi ke pasar
modal, menandakan teori memprediksi bahwa perusahaan akan mengungkapkan informasi lebih dari
yang diminta.
Konsekuensi logis dari teori signaling adalah bahwa ada insentif bagi semua manajer untuk menerima
sinyal harapan keuntungan masa depan, karena jika investor percaya akan sinyal tersebut, harga saham
akan meningkat dan para pemegang saham (dan manajer bertindak untuk kepentingan mereka) akan
mendapatkan keuntungan. Penelitian insentif signaling termasuk studi yang menyelidiki mengapa
perusahaan secara sukarela mengungkapkan berita buruk, mengurangi dividen dan peningkatan
dividen, pendapatan dan merevaluasi serta merusak aset, dan mengakui aset internal yang dihasilkan.
POLITICAL PROCESSES (PROSES POLITIK)
Teori akuntansi positif juga model proses politik yang melibatkan hubungan antara perusahaan dan
pihak lain yang berminat dalam perusahaan, seperti pemerintah, serikat buruh dan kelompok
masyarakat. Seperti dalam konteks hutang dan kontrak manajemen kompensasi, akuntansi adalah
penting dalam proses politik sebagai salah satu sumber informasi tentang perusahaan.Proses politik
mengupayakan biaya politik seminimal mungkin. Bagaimana menyajikan informasi bagi pihak yang
berkepentingan sehingga unsur politik dapat diminimalisasi.


CONSERVATISM, ACCOUNTING STANDARD & AGENCY COST (KONSERVATISME, STANDAR AKUNTANSI
DAN BIAYA AGENSI)
Dalam diskusi di atas pada teori keagenan kami secara implisit mengasumsikan bahwa kontrak yang
dibuat antara prinsipal dan agen dalam perusahaan, pada dasarnya berbicara tentang tata kelola
perusahaan internal dengan pemegang saham dan demokrasi perusahaan terhadap kontrak yang efisien
dengan meminimalkan biaya keagenan.
Pendekatan lain menuju ke arah model kontrol agen dengan kekuasaan terbatas untuk kreditor dan
pemegang saham. Hal ini muncul karena manajer memiliki jabatan yang terbatas dan ini memberikan
pengaruh bias dalam perkiraan nilai. Dalam ekstrim, jika manajer sebagai agen memiliki kekuatan
diktator dan berusaha untuk bertindak sesuai dengan kepentingan mereka, maka mungkin juga ada efek
yang dapat mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.
Pandangan konservatisme Tradisional dalam akuntansi berarti mempercepat pengakuan beban dan
menunda pengakuan pendapatan yang bertujuanuntuk mengantisipasi keuntungan selain
mengantisipasi semua kerugian. Konservatisme muncul karena ada keperluan verifikasi asimetri yang
memaksakan tingkat yang lebih tinggi verifikasi untuk pendapatan jika dibandingkan dengan
pengeluaran dan ini umumnya berfungsi untuk mengurangi pelaporan laba. Selanjutnya, sistem
penilaian didasarkan pada nilai historis dan revaluasi tidak mengikuti aturan di amerika
serikat. Penggunaan biaya hisrorical konservatif secara efektif berarti nilai-nilai peningkatan aset apapun
akan berpengaruh ke pendapatan karena mereka direalisasikan melalui transaksi, bukan
melalui pengungkapan nilai segera. Akhirnya, prinsip akuntansi dapat mengurangi pengungkapan
pendapatan, sehingga mengurangi kemampuan manajer untuk melaporkan peluang dari angka
akuntansi. Oleh karena itu probabilitas manajer dan auditor yang disetujui meningkatkan atau
menurunkan lebih atau kurang percepatan pelaporan pendapatan.
ADDITIONAL EMPIRICAL TESTS OF THE THEORY
Testing The Opportunistic & Political Cost Hypotheses
Setelah model didirikan untuk kontrak dalam sebuah perusahaan dan dalam proses politik, hipotesis
umum dikembangkan untuk menjelaskan pilihan akuntansi yang melibatkan transfer kekayaan dari
pengembangan. Penelitian pertama dilakukan oleh Watts dan Zimmerman, yang memeriksa posisi
bahwa manajer perusahaan mengambil pendapat untuk tahun 1974 FASB AS Pembahasan tentang
Memorandum pada GPLA (penyesuaian akuntansi tingkat harga umum). Pengaruh GPLA adalah untuk
menyajikan kembali rekening perusahaan menurut indeks inflasi umum, sehingga meningkatkan nilai
aset tetapi (secara umum) melaporkan penurunan laba karena biaya penyusutan yang lebih tinggi. GPLA
bisa mempengaruhi kompensasi manajemen dan kontrak utang, namun, karena pengungkapan akan
tambahan, akan ada efek langsung sedikit di bawah proposal AS untuk persyaratan pelaporan baru. Oleh
karena itu, proses politik dianggap memberikan insentif utama untuk adopsi posisi lobi tertentu.
Watts dan Zimmerman berpendapat bahwa, karena faktor politik, para manajer perusahaan besar
memiliki insentif yang lebih besar untuk mengurangi laba yang dilaporkan. Wong mempelajari pengaruh
biaya dengan menghubungkan politik dan hutang pada pilihan akuntansi untuk kredit pajak ekspor yang
tersedia di Selandia Baru. Wong berpendapat bahwa cara di mana kredit pajak yang dihitung selama
periode ini dipengaruhi oleh biaya politik. Kedua metode yang tersedia untuk menghitung kredit adala h:
1. Metode pengurangan pajak (TRM), di mana kredit dikurangkan dari beban pajak
2. Kredit-metode-penjualan (CSM), dimana pajak penghasilan ditampilkan sebagai sosok kotor karena
kredit pajak ini dibagi langsung ke penjualan.
Wong menguji 3 hipotesis :
1. Perusahaan dengan tarif pajak rendah melaporkan lebih cenderung menggunakan CSM.
2. Perusahaan dengan jumlah besar kredit pajak ekspor lebih cenderung menggunakan CSM.
3. Perusahaan-perusahaan besar lebih cenderung menggunakan CSM.
Hipotesis ketiga dianggap mencerminkan hubungan antara ukuran dan profil politik. Hipotesis dua yang
pertama didasarkan bahwa perusahaan dengan jumlah tinggi perdebatan kredit pajak.
Efficient Contracting Hypotheses
Beberapa penelitian yang dilakukan berkonsentrasi terutama pada pemilihan efisiensi prosedur
akuntansi, yaitu keputusan akuntansi yang dibuat di depan (ex ante) oleh manajemen dan pemegang
klaim pada perusahaan untuk mengurangi biaya kontrak keagenan.

Kapitalisasi Bunga
Zimmer memberikan penjelasan teori tentang mengapa perusahaan akan mengkapitalisasi bunga
daripada bebab itu untuk mengurangi biaya kontrak. Penyebab kapitalisasi bunga ada dua, yaitu:
Pertama, meskipun kapitalisasi biasanya meningkatkan penghargaan penghargaan brupa bonus bagi
manager, manajemen komite kompensasi akan memungkinkan kapitalisasi bunga dan menutup
pendapatan melalui kontrak biaya-tambahan. Kedua, sebuah aplikasi konsisten memanfaatkan bunga
khusus proyek yang dibiayai akan menghemat waktu dalam negosiasi dengan auditor dan penyelidik
biaya pelanggan. Temuan selanjutnya adalah bahwa perusahaan besar lebih cenderung untuk
memanfaatkan bunga, yang tidak konsisten dengan hipotesis ukuran konvensional dan berpendapat
bahwa perusahaan besar lebih mungkin untuk menarik pembiayaan proyek-spesifik.
Perubahan CEO
Dechow dan Sloan menguji apakah masalah horizon (disebutkan sebelumnya sehubungan dengan
kontrak manajemen) akan memotivasi chief executive officer (CEO) dalam beberapa tahun terakhir
untuk meningkatkan laporan kinerja laba jangka pendek, dan dengan demikian bonus mereka berasal
dari potongan kembali biaya penelitian dan pengembangan. Hasilnya menunjukkan bahwa CEO tidak
menghabiskan kurang pada penelitian dan pengembangan di tahun-tahun terakhir mereka di kantor.
Dechow dan Sloan nampaknya mengindikasikan bahwa manajemen kontrak dapat menyeimbangkan
insentif berbagi berbasis dan laba-berbasis untuk memastikan bahwa upaya untuk mentransfer
kekayaan dari pemegang saham kepada manajer sebagian besar tidak efektif. Dengan demikian,
akuntansi dan lain hal kontraktor dapat mengurangi biaya agen ketika insentif untuk oportunistik yang
kuat.
Penelitian Lain
Skinner membuktikan bahwa atribut ekonomi perusahaan mempengaruhi sifat utang perusahaan dan
kontrak manajemen kompensasi, dan bahwa variabel kontraktor oportunistik tradisional dikaitkan
dengan pilihan kebijakan akuntansi. Dia menemukan bukti terbatas hubungan langsung antara atribut
ekonomi yang mendasari dan keputusan akuntansi. Sebaliknya, Bradburry, Godfrey dan Koh
menemukan bahwa keputusan akuntansi goodwill perusahaan Selandia Baru lebih berkaitan dengan
atribut ekonomi perusahaan daripada variabel kontraktor tradisional, mereka atribut beberapa
perbedaan antara hasil mereka dan Skinner dengan fakta bahwa akuntansi di Selandia Baru kurang
dibatasi dibandingkan di Amerika Serikat, sehingga banyak oportunistik bagi para manajer untuk
mengadopsi kebijakan-kebijakan yang mencerminkan posisi ekonomi perusahaan.
EVALUASI TEORI (EVALUATING THEORY)
Meskipun perkembangan teori akuntansi positif telah diterima oleh banyak akademisi, hal ini adil untuk
dikatakan bahwa teori akuntansi positif tidak diterima dengan baik oleh semua. Dengan berkonsentrasi
pada pernyataan positif daripada pernyataan normatif, Howieson berpendapat bahwa
akademisi sekarang mengabaikan resiko yang merupakan peran yang sangat penting dalam masyarakat.
Dua kritik dari teori akuntansi positif dibagi menjadi 2 kategori :
Kritik Statistik Dan Metodologi
Sebuah kritik utama dari teori akuntansi positif adalah bahwa bukti empiris yang berkaitan
dengan penjelasan pemiilihan kebijakan akuntansi, dan efeknya terhadap harga saham
dan kontrak perusahaan yang lemah dan tidak meyakinkan . Secara khusus, kritik statistik dan
metodologi menjelaskan bahwa :
Variabel penjelas dalam beberapa penelitian tidak signifikan dan tidak dapat diprediksi
Kekuatan prediksi dari model hipotesis rendah
Ada kolinearitas antara variabel kontrak.
model Cross-sectional kurang spesifik
Ukuran seperti ukuran perusahaan, untuk mengoperasionalkan biaya politik tidak didefinisikan
dengan baik dalam arti teori, atau dalam arti pengukuran (kesalahan dalam variabel).
Selanjutnya, Christie menguji hipotesis statistik bahwa teori akuntansi positif
dapat menjelaskan pilihan prosedur akuntansi dengan menjumlahkan hasil tes dalam studi yang di
publikasikan. Dia menyimpulkan bahwa ada enam Variabel, dari penelitian akuntansi positif yang secara
konsisten menunjukkan signifikan secara statistik. Variabel tersebut adalah :
Kompensasi manajer
Cakupan bunga
Rasio utang
Ukuran
Hambatan deviden
Risiko
Christie juga mengamati bahwa teori akuntansi positif masih berkembang sebagai paradigma,
Seperti ilmu-ilmu sosial lainnya, ada kecenderungan untuk mempublikasikan hasil yang
mendukung sebuah teori dalam penelitian sebelumnya.
Kritik Filosofi
Sejak kemunculannya sebagai model alternatif teori normatif, teori akuntansi positif telah
mengalami kritik filosofis. Kritik disajikan bawah ini, bersama dengan ringkasan singkat
mengenai tanggapan dari teoritis akuntansi positif. Tinker, Merino dan Neimark menyarankan
bahwa teori akuntansi positif dengan klaim tersebut, dan nilai yang dimuat, sejak
penelitian memilih topik untuk diselidiki dengan metode dan asumsi yang akan diterapkan. Untuk itu
mereka masih memberlakukan pertimbangan nilai tentang apa yang layak diselidiki. Wattsdan
Zimmerman menunjukkan bahwa, sejak teori akuntansi positif memberikan permintaan informasi,
orang yang memerlukan teori akuntansi untuk sejumlah alasan akan memilih dari teori yang
tersedia. (godfrey:2010,hal 391)
Christenson berpendapat bahwa ciri teori akuntansi positif bukan sebagai teori akuntansi, tetapi
sebagai sosiologi akuntansi karena itu berkonsentrasi pada perilaku manusia dan bukan pada
perilaku atau pengukuran entitas akuntansi. Sebagai tanggapan, Watts dan Zimmerman
komentar bahwa entitas akuntansi dapat diakui hanya dari segi perilaku dari individu yang terkait
dengan perusahaan-pemegang saham, manajer, akuntan, auditor.





CHAPTER 12 : CAPITAL MARKET RESEARCH

PHILOSOPHY of POSITIVE ACCOUNTING THEORY
Teori positif dikeluarkan untuk memahami fenomena-fenomena akuntansi denganmengamati kejadian
secara empiris dan hasil pengamatan tersebut digunakan untukmembuat prediksi kejadian di masa akan
datang.
Milton Friedman menyatakan:
Tujuan teori positif adalah mengembangakan teori atau hipotesa yang menhasilkan prediksi yang valid
dan bermakna untuk prediksi atau phenomena yang belum pernah diamati.
Watt & Zimmerma menyatakan:
Tujuan teori positif adalah memprediksi dan menjelaskan praktek akuntansi
Teori akuntansi postif didasarkan atas beberapa asumsi mengenai perilaku individu,seperti :
Para manajer, investor dan lender merupakan orang-orang yang rasional,menginginkan adanya
keuntungan dari sisi finansial
Manajer bisa memilih metode akuntansi yang secara langsung memaksimalkankepentingan
pribadinya atau merubah kebijakan yang berkaitan denganpendanaan dan produksi yang secara
tidak langsung menyejahterakan dirinyasendiri
Manajer memaksimalkan nilai perusahaan

STRENGTHS OF POSITIVE THEORY
Jensen berpendapat bahwa teori akuntansi teori akuntansi normatif mendahului rangka im positif untuk
resep akuntansi yang sesuai theory.Dalam rangka untuk resep kebijakan akuntansi yang sesuai, dia
percaya perlu untuk mengetahui bagaimana dunia sebenarnya operates.to mendukung argumennya, ia
memberikan contoh berikut menggunakan salah satu bentuk penyesuaian nilai pasar ke rekening untuk
memperbaiki pengambilan keputusan :

[A] AKUNTANSI telah dibenarkan prihatin dengan efek harga umum leves disesuaikan akuntansi (GPLA)
pada numbers.but akuntansi manajer tertarik dalam memaksimalkan nilai perusahaan nya juga harus
memperkirakan baik secara eksplisit maupun implisit bagaimana prosedur akuntansi tersebut akan
mempengaruhi nilai perusahaan . dan bagaimana GPLA mempengaruhi nilai perusahaan adalah masalah
yang murni positif dalam arti bahwa istilah ini digunakan dalam sciences sosial.

Jensen selanjutnya mengatakan :
Pada akhirnya Hibah, tentu saja, kita semua tertarik pada pertanyaan normatif, sebuah keinginan
bagaimana untuk mencapai tujuan memotivasi minat kita pada topik ini metodologi dan dalam
theories.6 positif.

Dengan demikian, kita perlu mengetahui bagaimana dunia keuangan saat ini membuat (atau akan
membuat) penyesuaian nilai historis (iedo mereka benar-benar memanfaatkan GPLA dalam keputusan
mereka) sebelum normatif resep perubahan dalam standar akuntansi.

Teori ini bisa menghasilkan hipotesis melalui pengujian empiris
Memberi pemahaman tentang bagaimana dunia ini bekerja dan bukan menggambarkanbagaimana
dunia ini sebaiknya bekerja
Dalam penelitian pasar modal memberi pemahaman mengenai kaitan antara akuntansidan harga
saham
Berusaha memberi pemahaman mengenai kaitan antara informasi akuntansi, manajerperusahaan
dan pasar serta menganalisa hubungannya
Dissatisfaction With Prespective Standards (Ketidakpuasan Dengan Standar Preskriptif)
Salah satu kritik terhadap perubahan standar akuntansi adalah bahwa thes membuat resep tertentu
untuk akuntansi dan praktik audit yang tidak seluruhnya didasarkan pada diidentifikasi, pengamatan
empiris atau methods. Watts dan Zimmerman menegaskan bahwa resep valid memerlukan spesifikasi
bots sebuah tujuan dan objektif function.
Tujuan Sebuah mungkin pemantauan dan pengendalian perquisites manajemen, atau keputusan
ekonomi keputusan dan memprediksi arus kas masa depan atau dengan cara lain, mungkin menjadi
lebih merata Distribusi apakah akuntan memiliki keuntungan lebih dari orang lain atau kelompok
masyarakat dalam merumuskan tujuan akuntansi. Sebuah contoh positif dari fungsi objektif adalah
spesifikasi tentang bagaimana pengukuran aset sebesar nilai wajarnya mempengaruhi distribusi
kekayaan antara pemegang saham, kreditur dan managers.note bahwa hal ini berlangsung lebih dari
sekedar menetapkan tujuan normatif untuk mengubah akuntansi untuk mengukur nilai wajar.
Sebuah teori normatif yang didasarkan pada pertimbangan nilai, bagaimanapun, menghasilkan resep
irrefualtable, bahkan jika dikembangkan teori akuntansi logically.normative, dalam resep pembuatan,
tidak menentukan tujuan atau fungsi objektif yang independen dari masalah preferences.the subjektif
dengan pendekatan ini adalah bahwa validitas resep adalah irrefutable.according untuk Popper, tidak
ada jumlah pengujian empiris - yaitu, tes teori terhadap real - data dunia dapat membuktikan teori yang
harus benar, tetapi teori harus disangkal, atau mampu falsification.
Seharusnya tujuan utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi kepada investor sehingga
mereka dapat memprediksi nilai masa depan, untuk memberikan patokan untuk menilai valuatian pasar
saham dengan melaporkan nilai saat ini untuk mengendalikan pembayaran manajemen kompensasi
dengan mewajibkan praktik akuntansi konservatif, atau untuk menyebarkan kekayaan merata di seluruh
masyarakat? karena praktek tujuan, atau untuk menyebarkan wealtl merata di seluruh masyarakat?
karena tujuan adalah subyektif tidak ada cara menilai kesesuaian tujuan mereka mengatur bahwa
akuntan harus mengukur aset dengan harga jual saat ini untuk memberikan kreditur dengan informasi
tentang solvabilitas dari firm.assume bahwa salah satu tujuan prescribus normatif bahwa akuntan harus
mengukur aset dengan harga jual saat ini untuk memberikan kreditur dengan informasi tentang
solvabilitas dari firm.assume yang normatif teori lain mengatur bahwa akuntan harus mengukur aset
sebesar biaya saat ini untuk menunjukkan investor bagaimana dana mereka telah berhasil
mempertahankan copacity operasi foctors firm.several mencegah baik falsifiabe teori yang :
Tidaklah mungkin untuk membuktikan atau membantah klaim bahwa rekening keuangan harus
menyediakan kreditur dengan ukuran solvabilitas perusahaan karena ini adalah nilai - penilaian
sarat.
Tidaklah mungkin untuk membuktikan atau menyangkal klaim bahwa tujuan dari rekening keuangan
harus melaporkan kepada invertors tentang pemeliharaan kapasitas operasi lagi, karena ini adalah
nilai - judgement.
SCOPE of POSITIVE ACCOUNTING THEORY

Pengembangan teori akuntansi positif ada 2 tahap :

a) Pertama, penelitian mengenai dampak akuntansi dan perilaku dalam pasarmodal. Data tahap ini
tidak dijelaskan mengenai praktek akuntansi melainkanhubungan antara pengumuman data akuntansi dan
reaksi harga saham.b.

b) Kedua, berusaha menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi dalamperusahaan. Fokusnya ada
2, yang pertama, usaha untuk menjelaskan apakahperusahaan menggunakan metode akuntansi
tertentu untuk alasan oportunistik,contohnya memindahkan kesejahteraan milik pemegang saham
ke tanganmanajer. Perspektif mengenai oportunistik ini sering disebut ex post. Yang
keduamengasumsikan perusahaan memilih praktek akuntansi untuk alasan efisiensi,sehingga
kebijakan akuntansi ditempatkan sebagai ex ante untuk menurunkanbiaya kontrak antara
perusahaan dan pemegang saham

CAPITAL MARKET RESEARCH and the EFFICIENT MARKETS HYPOTHESIS

Ada 2 macam penelitian pasar modal yang secara khusus penting terhadap teoriakuntansi positif :
Studi yang berusaha menentukan dampak perilisan informasi keuangan terhadap return saham
Studi yang memikirkan efek dari perubahan kebijakan akuntansi terhadap harga saham
Sebagian besar penelitian mengenai hal ini mengarah pada satu paradigma ekonomi efficient
markets hypothesis (EMH).
Dalam pasar modal yang bersaing, biaya margin formasi sama dengan pendapatan margin
Definisi pasar efisien yang menggambarkan sepenuhnya informasi yang tersediadidasarkan atas
asumsi:
Tidak ada biaya transaksi dalam perdagangan sekuritas
Informasi disediakan secara cuma-cuma bagi seluruh peserta pasar
Ada perjanjian mengenai dampak informasi saat ini terhadap harga sekarang danpendistribusian
harga pada masa yang akan datang
Ada 3 macam informasi, yaitu:
Weak, dimana harga sekuritas saat ini hanya mencerminkan harga masa lalu
Semistrong, dimana harga sekuritas saat ini menunjukkan segala informasi yangtersedia, selain
dari harga masa lalu
Strong, dimana harga sekuritas menunjukkan seluruh informasi termasukinformasi yang tidak
dipublikasikan
Bentuk informasi semistrong adalah yang paling sesuai dengan penelitian akuntansi,karena
informasi keuangan sebagai bagian dari informasi yang tersedia.
Pasar efisiensi bukan berarti bahwa seluruh informasi keuangan telah disajikan secarabenar atau
secara tepat oleh si pengambil keputusan. Melainkan menunjukkan bahwamanajer membuat
keputusan manajemen yang terbaik atau bahwa investor dapatmemprediksi peristiwa masa depan
dengan tepat.
Pasar efisiensi dalam konteks EMH, secara sederhana berarti harga sekuritasmenggambarkan
dampak keseluruhan atas semua informasi yang relevan sehingga tidakbias dan membingungkan.
Sementara EMH adalah teori tentang mekanisme harga pada pasar sekuritas, capitalmarket
research (CMR) adalah penelitian empiris yang menggunakan metode statistikuntuk menguji
hipotesis yang berkaitan dengan perilaku pasar modal. Kebanyakan CMR menggunakan market
model.
Asumsi dalam market model :
Investor merupakan risk-averse
Return, didistribusikan secara normal dan para investor memilih portofoliomereka sendiri
Investor memiliki ekspektasi yang sama
Merupakan pasar sempurna

IMPACT OF ACCOUNTING PROFITS ANNOUNCEMENTS ON SHARE PRICES
Arah (Direction)
Terbagi menjadi favorable dan unfavorable. Pengumuman yang favorable dimana melaporkan profit
yang lebih besar dibanding yang diprediksi.Pengumuman unfavorabledimana melaporkan profit yang
lebih kecil dibanding tahun lalu.

Besaran (Magnitude)
Sangat mungkin untuk meneliti hubungan antara besarnyaperubahan yang tak terduga dari profit dan
abnormal return. Teori yang mendasaripengujian ini yaitu bahwa apabila profit yang diumumkan
mengandung suatu informasi,maka besarnya abnormal return dapat dikaitkan dengan besarnya profit
yang takterduga.

Asimetri informasi dan ukuran perusahaan (Information Asymmetry and Firm Size)
Semakin kecil perusahaan, semakin banyakinformasi yang terdapat dalam laporan keuangan. Penelitian
empiris menunjukkanprofit yang diumumkan oleh perusahaan yang kecil mempunyai dampak informasi
yanglebih besar.


Magnitude of profit release from other firms
Penelitian mengenai pasar modal lainnyatelah meneliti bahwa tidak hanya kecermatan menanggapi
return perusahaan terhadappengumuman profit mereka, tapi juga return atas pengumuman profit
perusahaan lain. Penelitian transfer informasi ini didasarkan pada keyakinan bahwa profit yang
takterduga dalam satu perusahaan pada industri tertentu akan berpindah melalui industritersebut.

Volatilitas
Peneliti lain telah menggunakan index alternatif atas informasi yang terkandung dalam profit yang
diumukan. Salah satunya abnormal return. Teori yangmendasari yaitu jika pada profit yang diumumkan
mengandung suatu informasi, makabisa diperkirakan perubahan harga saham yang lebih besar pada
saat tanggal pengumuman.

Association studies and earnings response coefficients (ERC)
Ada penelitian yangmengukur dampak perhitungan akuntansi terhadap harga saham. Tujuannya
untukmenguji dampak dari variabel akuntansi dan informasi yang lebih luas yangmenunjukkan return
sekuritas dalam jangka panjang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ERC
Risiko dan ketidakpastian. Risiko yang besar berarti tingkat bunga yangdibayarkan besar pula
dimana mengurangi nilai sekarang dari perkiraan profityang akan datang dan juga ERC.
Ketidakpastian mengenai operasional masa depan bisa mempengaruhi manfaat ekonomis di masa
yang akan datang atautingkat bunga.
Kualitas audit. Apabila besarnya ERC berfungsi bagi kredibilitas profit yangdiumumkan, dan jika
proses audit eksternal bertujuan untuk menaikkankredibilitas profit, maka besarnya ERC berguna
dalam kualitas audit. Penelitiananalitis menunjukkan ukuran perusahaan yang diaudit dan kualitas
auditnyamemiliki hubungan positif.Industri. Hipotesis menyatakan industri dengan ketidakpastian
outcome yang besar akan memiliki ERC yang besar pula. Seperti halnya dengan ukuran perusahaan,
industri kelihatan tidak begitu penting, tapi bertindak sebagaipelindung bagi faktor lain (seperti
risiko).
Tingkat bunga (Discount rate). pada waktu tertentu merupakan hasil dari risk free rate of return
dan risk premium. Jika risk free rate of interest naik, kemudian hal-hal lainnya tetap, maka nilai
sekarang dari perkiraan profit menurun, sehinggamenghasilkan hubungan negatif antara tingkat
bunga dan ERC.
Financial Leverage. Penekanan terhadap leverage di analisa oleh Jeter danChaney yang menemukan
sebuah gabungan yang menolak antara leverage danERC. Berikut ini adalah urutan teoriteori
lainnya. Pertama, teori default dimana ERC mengkaitkan secara positif untuk faktor kegigihan profit
dan secaranegatif mengkaitkan untuk resiko kegagalan perusahaan (tingkat financial leverage).
Kedua, teori maximum debt menyebutkan saat financial leverage meningkat, harga saham
meningkat secara bersamaan untuk 2 alasan. Alasanpertama, pajak dapat mengurangi bunga dana
pinjaman yang menghasilkansuatu perlindungan pajak dimana meningkatkan tingkat hutang
perusahaan,karena itu weighted average biaya modal menurun. Kedua, mengkaitkan
kepadapenyampaian leverage perusahaan secara positif. Kesediaan manajer untukmeningkatkan
financial leverage adalah sebuah ungkapan keyakinan manajer dimasa depan dan percaya
perusahaan akan menghasilkan dana yang melebihi adjusted weighted average biaya modal.
Terakhir, pendekatan optimal leverage mengasumsikan suatu posisi terbaik financial leverage
untuk setiap perusahaan.Pendekatan optimal leverage memprediksi arah perubahan harga saham
adalahsyarat pada financial leverage perusahaan yang relative untuk sesuai. Jikaperusahaan di atas
hipotesis yang sesuai untuk tingkat hutang, ERC lebih rendah.Sebaliknya, jika perusahaan di bawah
leverage yang sesuai, ERC lebih tinggi.
Pertumbuhan perusahaan. Kesempatan bertumbuh akan menunjukkan ERC yanglebih tinggi.
Kesempatan bertumbuh termasuk rancangan yang ada ataukesempatan investasi di dalam suatu
projek yang mengharapkan yield tingkatpengembalian melebihi resiko yang sebanding dengan
tingkat pengembaliansepadan dengan resiko sistematik rancangan arus kas.
Permanent & temporary profits. Jika besar kecilnya nilai profit yang tidak terdugadiharapkan
berlangsung lama, besar kecilnya abnormal return akan seperti yangdiharapkan. Oleh karena itu,
hubungan positif antara perbaikan ukuran untuk permanen profit dan ERC yang diharapkan.
Non-Linear Modelling. Satu kritikan pada penelitian ERC adalah kejelasankekuatan profit untuk
harga lebih rendah (jenis R-Square di bawah 10%).Sebelumnya, pembelajaran ERC menyetujui teknik
statistic linear untukmengestimasi ERC, tetapi beberapa penelitian saat ini memiliki teknik non-
linear. Hubungan non-linear pada nilai absolute profit tidak terduga yaitu berkorelasinegative
dengan kekuatan profit. Pengetahuan tentang hubungan ini penting,karena teori valuasi
meramalkan analisa dan investor harus menempatkandampak terbaik pada peramalan kekuatan
profit yang tinggi dibandingkankekuatan profit yang rendah.
Disaggregating profits. Enam komponen profit seperti gross profit, general danadministrative
expense, depreciation expense, interest expense, income tax danother item sudah diteliti dengan
keadaan regresi abnormal return padaperubahan tidak terduga pada komponen. Pendekatan
alternatif lainnya untukdisagregat accounting profit memisahkan profit ke dalam cash flow
dankomponen akrual.
Arus kas. Bowen, Burgstahler dan Daley menyebutkan bahwa cash flow harusditambahkan sebagai
penambahan variabel penjelas untuk harga, karena profitdan cash yang individu dan penambahan
yang penting atau keduaduanya bersifat individu yang penting tetapi kedua-duanya bukan
penambahan yangpenting, atau masing masing bersifat individu yang penting tetapi satu
sedikitlebih penting dan mendominasi.Berikut replikasi dari penjelasan tersebutmenggunakan
diagram venn : HAL 424.
Neraca & komponen neraca. Kombinasi neraca dan profit serta penyesuaian terhadapkondisi
makroekonomi menambah kuatnya harga saham. Model ini menjadi dasardalam menentukan harga
dan nilai intrinsik.

TRADING STRATEGIES
Post-announcement Drift
Dua penemuan yang mewakili pertanyaan terkait efisiensi pasar modal, yaitu adanya post
announcement drift dan penurunan trading ruledimana abnormal return dapat diperoleh melalui
perdagangan pada informasi akuntansiyang dipublikasikan. Post-announcement drift terjadi ketika
abnormal return berlanjutsetelah pengumuman profit, sehingga kandungan informasi dari
pengumuman profit itutidak menggambarkan sepenuhnya harga saham pada saat tanggal
pengumuman.

Winners/ Losers & Overconfidence
Efek winner / loser adalah sebuah contoh anomaliasosiasi jangka panjang. Efek ini menghasilkan
sebuah strategi perdagangan. Sahamyang menghasilkan pengembalian positif (winner) atau
pengembalian negatif (loser)diurutkan berdasarkan kinerja 3 tahun terakhir dan penempatan dalam
portofolio.Terlalu percaya tentang informasi yang tertutup juga menyebabkan investormengecilkan
pentingnya informasi yang disebarluaskan ke publik. Lebih lanjut, dalampembentukkan harapan,
investor berhipotesis yaitu memberikan banyak bobot untukkinerja profit perusahaan sebelumnya
dan sedikit sekali menyadari fakta bahwa kinerjayang akan datang cenderung tidak sama seperti
sebelumnya. Disini juga dipercayabahwa pasar bereaksi perlahan pada saat dan di dalam
penggabungan informasi baru.

Mechanistic or behavioral effect
Dua hipotesis yang dikembangkan dalam cosmetic accounting
1. Mekanisme reaksi pasar untuk mengubah urutan akuntansi, tanpa memperhatikanapakah
mereka cosmetic atau apakah mereka memiliki implikasi arus kas, sepertipasar secara sistematis
tertipu oleh perubahan akuntansi yang meningkatkan atau menurunkan profit (hipotesis
mechanistic)
2. Pasar menolak perubahan akuntansi yang tidak memiliki konsekuensi arus kas, yaitupasar tidak
bereaksi terhadap perubahan akuntansi selain dari peningkatan nilaisekarang dari tax
savingatau efek efek lainnya dari arus kas perusahaan.(hipotesis no-effects turunan dari EMH)
Pengujian untuk kedua hipotesis ini mempertimbangkan perilaku tingkat pengembalian abnormal
dan waktu berubahnya kebijakan akuntansi. Catatan untuk hipotesis no-effect, harus bersifat
abnormal return ketika terjadi cosmetic change dalam kebijakan akuntansi, karena tidak ada efek
pada arus kas.

Manipulating accounting numbers
Perhitungan income dengan GAAP ramai diberitakantidak sempurna dalam mengukur economic
income atau fundamental value. Ini karena standar akuntansi tidak tepat menjelaskan atau
konsisten di seluruh dunia;dampak terhadap akuntan yaitu subjektif dan budaya interpretasi dengan
estimasimereka, serta pengaturan dan manipulasi laporan keuangan sangat banyak.Dalam
perspektif oportunistik, kecurangan merupakan jenis manajemen laba yangpaling ekstrim dan
digunakan oleh manajer untuk membohongi pengguna laporankeuangan. Berikut adalah gambar
dua sudut pandang manipulasi dalam akuntansi : HAL 431.

Detecting the quality and probability of accounting management
Kita dapatmenggunakan reaksi harga pasar sebagai indikasi kualitas. Namun, penelitian oleh
Sloandan lainnya menunjukkan pasar tidak memiliki pemahaman akrual yang sophisticateddan
karenanya muncul reaksi yang berlebih untuk peningkatan akrual income positif.Reaksi analisanalis
keuangan dapat juga digunakan untuk menaksir kualitas karenakeahlian mereka. Namun, penelitian
ini menyatakan bahwa analis dapat bersifat biasdan berfokus pada faktor industri yang spesifik
daripada variabel perusahaan yangspesifik. Laporan dan opini auditor juga dapat sebagai proxy atas
kualitas tapi hal inidiperdebatkan karena belum tentu auditor tersebut benar-benar independen.


CHAPTER 13 : BEHAVIOURAL RESEARCH IN ACCOUTING
BEHAVIOURAL ACCOUNTING RESEARCH : DEFINISI DAN RUANG LINGKUP
Behavioural accounting research didefinisikan sebagai :
Studi perilaku akuntan atau perilaku non akuntan dimana mereka dipengaruhi oleh fungsi akuntansi dan
laporan.
Behavioural accounting research (BAR), penelitian pasar modal dan penelitian teori agency
dapat disebut penelitian positif dalam pengertian bahwa mereka dikaitkan dengan menemukan fakta:
penelitian pasar modal menanyakan bagaimana reaksi pasar sekuritas terhadap informasi akuntansi?;
teori agensi menanyakan apakah insentif ekonomi mempengaruhi dalam memilih metodde akuntansi?;
dan behavioural research menanyakan bagaimana sebenarnya orang-orang menggunakan dan
memproses informasi akuntansi? bagaimanapun, mereka juga sangan berbeda dalam banyak hal. untuk
instansi, penelitian pasar modal melihat pada level makro pasar sekuritas agregat, sedangkan teori
agensi dan behavourial accounting fokus pada level mikro pribadi manager dan perusahan. Penelitian
pasar modal dan teory agensi diambil dari ilmu ekonomi dan mengesampingkan motivasi aktual orang-
orang dengan asumsi bahwa setiap orang merupakan pemaksimal kekayaan. Behavioural accounting,
pada sisi lain, diambil dari ilmu yang yang lain seperti psikologi, sosiologi, dan teori organisasi., dan
umumnya tidak membuat anggapan tentang bagaimana orang-orang berkelakuan (behave), terlebih, itu
tujuan untuk mengetahui mengapa orang-orang berkelakuan sebagaimana yang mereka lakukan.
Sebagai konsekuensi, tiga kelompok penelitian akuntansi yang lain ini dimaksudkan untuk menjawab
tipe yang sangat berbeda pertanyaan tentang praktek akuntansi.
Tipe utama BAR dalam area ini yang telah diketahui seperti human judgement theory (HJT) atau
human information processing (HIP) dan meliputi pertimbangan dan pembuatan keputusan akuntan dan
auditor dan mempengaruhi fungsi output pada pengguna pembuatan pertimbangan dan keputusan.

WHY IS BAR IMPORTANT? KENAPA BAR PENTING?
Terdapat beberapa alasan yang sangat bagus bahwa BAR sangat pentig untuk praktisi akuntasi dan yang
lain :
Telah catat pada awal chapter ini bagaimana kelompok penelitian akuntansi yang lain seperti pasar
modal dan teori agensi tidak memperlengkapi dengan jawaban pertanyaan tentang bagaimana
orang-orang menggunakan dan memproses informasi akuntansi. Untuk mengisi kekosongan
membutuhkan penelitian yang secara spesifik menguji aktivitas pengambilan keputusan yang
menyiapkan (penyaji), pengguna, dan auditor informasi akuntansi.
BAR dapat memberikan arti berharga dalam jenis cara yang berbeda pada hasil, proses, dan reaksi
pengambil keputusan pada fakta-fakta (keterangan) informasi akuntansi dan metode komunikasi.
Kita dapat menggunakannya untuk memperbaiki pengambilan keputusan dalam berbagai macam
cara.
BAR berpotensi menyediakan informasi yang bermanfaat untuk regulator akuntansi seperti
Australian Accounting Standart Board (AASB). Sebagai tujuan pokok akuntansi adalah untuk
menyediakan informasi bermanfaat untuk keputusan, anggota AASB terus berhadapan dengan
masalah dimana metode akuntansi dan apa tipe pengungkapan yang akan terbukti bermanfaat
untuk pengguna laporan keuangan (financial statement).
BAR juga dapat mengarahkan pada efisiensi dalampraktek kerja akuntan dan profesi yang yang lain.
Seperti, keahlian senior dan pengalaman anggota sebuah perusahaan akuntansi dapat dicatat dan
dimanfaatkan oleh metode BAR untuk mengembangkan sistem keahlian yang terkomputerisasi
untuk suatu variasi dalam konteks pengambilan keputusan (decision making).
Development of behavioural accounting research - Pengembangan penelitian akuntansi perilaku (BAR)

Istilah BAR pertama kali muncul dalam literatur pa tahun 1967, tetapi penelitian HJT menjadi pondasinya
dalam literature psikologi dengan karya seminal Ward Edward pada tahun 1954. Aplikasi penelitian pada
akuntansi dan auditing dapat terima tahun 1974 ketika Ashton mempublikasikan sebuah studi
percobaan (experimental) pertimbangan internal control oleh auditor.
Perkembangan penelitian HJT dalam akuntansi memberikan banyak pada adaptasi metode
penelitian telah digunakan dengan baik dalam literatur psikologi, model Brunswik lens. Teknik ini
mewakili pendekatan penelitian baru yang sangat kuat yang dapat diaplikasikan pada pertanyaan lama
yang memperhatikan pengguna data.
Dasar tujuan penelitian HJT adalah untuk menjelaskan cara yang orang-orang gunakan dan
bagian proses informasi akuntansi (dan yang lain) dalam suatu fakta konteks pengambilan keputusan.
Kita gambarkan proses pengambilan keputusan seseorang adalah sebuah model. Sehingga, contohnya,
kita mungkin menggunakan penelitian teknik HJT terhadap model (atau menggambarkan) cara yang
petugas pinjaman bank proses dengan berbagai cara pokok informasi akuntansi (atau isyarat seperti
yang mereka sebutkan) seperti laba dan angka arus kas untuk suatu keputusan tentang apakah untuk
menyetujui suatu pinjaman dari suatu perusahaan.
Walaupun model brunswik lens metode yang mendominasi untuk pongembangan model
pembuatan keputusan, juga terdapat dua pendekatan penelitian. Satu di sebut process tracing, yang
lain diketahui sebagai paradingma probabilistic judgement, dimana dalam memprosess keputusan
mewakili kemungkinan pernyataan berdasarkan pada dalil Baye. 3 Pendekatan yang lain untuk
menjelaskan (modelling) pembuatan keputusan adalah: availability, anchoring dan adjusment, dan
expert judgment

Model Brunswik Lens
Sejak pertengahan tahun 1970, model brunswik lens telah digunakan sebagai kerangka analitis dan
dasar untuk pendapat penelitian yang paling memerlukan ramalan (seperti kebangrutan) dan/atau
evaluasi (seperti pengendalian internal). Peneliti menggunakan model lens untuk menginvestigasi
hubungan dari beberapa keping informasi dan keputusan. Keputusan ataupun prediksi dengan melihat
kesamaan dari respon terhadap informasi tersebut. Pengambilan keputusan dipandang seperti melihat
dari lensa informasi yang secara probability terkait dengan kejadian untuk mencapai kesimpulan tentang
kejadian tersebut.
Dalam membentuk model ini, subjek diminta untuk memberi keputusan untuk beberapa jenis kasus
berdasarkan informasi yang sama. Sebagai contoh, mereka dapat ditanya untuk memperkirakan apakah
sebuah perusahaan mungkin gagal dengan rasio- rasio keusangan yang telah ditentukan sebelumnya.
Kemudian sebuah model linier akan dibentuk untuk mempresentasikan bagaimana informasi diproses
oleh individual. Kemudian sebuah analisis regresi digunakan dengan menetapkan dependent variable
dan independent variable untuk mendapatkan sebuah model.
Dengan Brunswik lens model peneliti dapat mendapatkan seberapa penting sebuah informasi dalam
model tersebut, apakah signifikan bagi model atau tidak. Selain itu model juga dapat menentukan
hubungan dari pengambil keputusan dengan informasi bagi mereka. Selain itu kita juga dapat tahu
pentingnya informasi dari sudut pandang yang berbeda, misalkan seorang manajer melihat bahwa profit
merupakan informasi yang sangat penting padahal stakeholder tidak melihat profit sebagai informasi
yang sangat penting. Dengan demikian kita dapat merubah pola pandang manajamen untuk
menghasilkan hasil yang lebih baik. Penggunaan model ini telah membuka jalan bagi penemuan penting
sebagai berikut :
Pola dalam penggunaan informasi dalam berbagai model
Pembobotan yang digunakan pengambil keputusan atas informasi
Akurasi dari pengambil keputusan dari berbagai bidang dalam memprediksi dan mengevaluasi
Konsistensi dari pengambilan keputusan
Tingkat sudut pandang yang dimiliki pengambil keputusan mengenai pola data
Process Tracing Methods
Model pengambilan keputusan yang diturunkan dengan menggunakan model lens Brunswik
biasanya memilki kekuatan prediktif yang baik. Model lens merupakan prediktor yang lebih baik karena
model statistic lens memindahkan banyak random error yang biasanya terdapat dalam prasangka
manusia yang misalnya diakibatkan rasa lelah, sakit, ataupun kurangnya kosentrasi, namun, model ini
juga memiki keterbatasan karena bukan prediktor yang baik mengenai bagaimana sebenarnya manusia
membuat keputusan.
Pengetahuan mengenai proses dan cara pengambilan keputusan oleh manusai dapat membantu
menemukan kelemahan dari proses tersebut sehingga kelemahan tersebut dapat dihilangkan. Hal ini
dapat menghasilkan prediksi yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.
Dalam process tracing, pengambilan keputusan diberikan serangkaian studi kasus untuk di analisis,
tetapi kali ini mereka diminta untuk mendeskripsikan secara verbal setiap langkah yang dilalui dalam
pengambilan keputusan. Kemudian deskripsi verbal tersebut direkam dan dianalisis untuk menghasilkan
decision tree untuk menggambarkan proses pengambilan keputusan tadi.
Decision tree yang diturunkan dari metode process tracing secara intuitif adalah deksriptor yang
baik mengenai proses pengambilan keputusan manusia . namun, relative terhadap model lens Brunswik,
metode process tracing tidak selalu merupakan prediktor yang baik. Hal ini karena pembuat keputusan
seringkali mengalami kesulitan dalam menjelaskan semua langkah yang mereka lalui.
Peneliti mencoba mengatasi keterbatasan kedua model tersebut dengan menkombinasikan
kekuatan deskriptif dan prediktif dua pendekatan tersebut, misalnya dengan sebuah teknik statistic yang
dikenal sebagai classification and regression trees (CART). CART menggunakan metode statistik untuk
membagi (memisahkan) ouput prasangka pembuat keputusan ke dalam noda-noda yang
memaksimalkan kekuatan model untuk memprediksi secara tepat klasifikasi kasus-kasus yang berbeda
kedalam tipe keputusan yang tepat. CART mengkombinasikan kekuatan dominan untuk secara tepat
mengklafikasikan rekomendasi analisis dengan dekskriptor intuitif tentang proses pengambilan
keputusan mereka.
Probabilistic Judgement
Model ini berguna untuk melihat situasi akuntansi dimana kepercayaan awal mengenai prediksi atau
evaluasi harus direvisi ketika ada bukti baru. Model ini berpendapat bahwa cara yang paling tepat secara
normative untuk merevisi kepercayaan awal ini, dinyatakan sebagai probabilitas subjektif, adalah
dengan mengaplikasikan teorama Bayes (sebuah tenet dasar mengenai teori kondisional probabilitas).
Teorema Bayes menyatakan bahwa probabilitas revisi karena adanya bukti tambahan sama dengan
kepercayaan awal dikalikan dengan seberapa banyak ekspektasi awal harus direvisi. Revisi yang
melibatkan auditor dan akuntan memberikan bukti bahwa akuntan dan auditor memilki serangkaian
rules of thumb karena kompleksitas tipe judgement yang harus mereka buat dengan keterbatasan
informasi yang mereka miliki.
Lens Model Studies --- The Evidence
Dengan menggunakan model lens sebagai alat riset memungkinkan adanya analisis konsistensi
judgement, apakah model perilaku manusia dapat memprediksi lebih akurat daripada manusia itu
sendiri. Model ini juga memungkinkan analisis kemampuan petunjuk untuk memprediksi event dalam
pertanyaan. Selain itu, model ini juga memberikan insight mengenai derajat konsensus antara pembuat
keputusa.
Bukti secara konsistensi menunjukkan bahwa manusia mampu untuk mengembangkan prinsip-
prinsip atau model-model untuk memecahkan kesuksesan/kegagalan tugas menggunakan rasio
keuangan, tetapi mereka tidak mampu melakukan hal tersebut ketika model mereka sendiri digunakan
secara matematis. Hal ini karena mereka menjadi tidak memperhatikan petunjuk dan merek menjadi
tidak konsistensi dalam mengaplikasikan aturan keputusan mereka akibat faktor kelelahan dan
kebosanan.
Abdel-Khalik dan El-Sheshai menyimpulkan bahwa pilihan informasi manusialah, bukan proses
pemilihan ptunjuk, yang membatasi akurasi. Simnett dan Trotman menemukan bahwa meskipun subjek
telah dapat menggunakan performa ketika diminta untuk mengaplikasikan pembobotan petunjuk idela.
Penulis-penulis ini menyimpulkan bahwa ketika manusia tidak bisa memilih rasio mereka sendiri, kinerja
pemrosesan informasi merek menurun.
Ketika jumlah informasi meningkat, awalnya penggunaan dan intgrasi informasi menigkat. Namun,
pada titik tertentu, tambahan informasi menyebabkan penurunan jumlah informasi terintegrasi kedalam
tugas pengambilan keputusan. Chewning dan Harrell menemukan bukti teori tersebut ketika seseorang
diberikan lebih dari 8 petunjuk (rasio keuangna). Libby berpendapat bahwa tambahan petunjuk yang
tidak valid ke dalam serangkaian petunjuk yang lebih valid akan menurunkan performa, namun riset lain
tidak mendeteksi adanya hubungan tersebut.
Process Tracing Studies ---- The Evidence
Model lens Brunswik secara implisit memperlakukan proses pengambilan keputusan sebagai
kombinasi linier dari informasi petunjuk sedangkan decision tree yang diturunkan dari process tracing
menerangkan langkah-langkah pengambilan keputusan dimana isi informasi sebuah data berinteraksi
dengan informasi lainnya dari data tersebut. Larcker dan lessig menemukan bahwa process tracing
model lebih baik daripada model statistic liner, tetapi selling and shank menemukan hasil sebaliknya
ketika kedua pendekatan ini dibandingkan dalam sebuah tugas yang melibatkan prediksi kebangkrutan.
Kompleksitas pengambilan keputusan yang dilakukan manusia berarti dibutuhkan riset yang lebih
dalam untuk memahami tipe karakteristik keputusan untuk menentukan gaya pemrosesan informasi
yang [aling seusai.
Format and Presentation Of Financial Statements
Pada tahun 1976 Libby mengobservasi bahwa ada tiga pilihan dasar yang ada untuk meningkatkan
pengambilan keputusan :
1. Mengubah presentasi dan jumlah informasi
2. Memberikan pendidikan ke pembuat keputusan
3. Mengganti pembuat keputusan dengan model of themselves atau dengan ideal or with on ideal
cueweighting model
Dengan pentingnya saran yang pertama terhadap akuntan, auditor, regulator dan pembuat standar,
terdapat penelitian kecil yang dialkukan untuk menemukan format presentasi akuntansi yang ideal.
Studi yang dialakukan cenderung untuk memeriksa perubahan yang radikal terhadap penyajian laporan
keuangan dalam bentuk grafik multidimensional. The lens model berguna dalam memeriksa isu
penyajian laporan keuangan yang sama baiknya dengan analisa predictive judgement. The lens model
mengijinkan untuk analisa kekakuratan human judgement dalam menentukan sejauh mana dimana
individu mendeteksi tugas judgement yang penting dan secara konsistensi menggunakan kebijakan
judgement. Jika perubahan format informasi menghasilkan peningkatan kedua karakteristik tersebut
maka human judgement seharusnya meningkat.
Chernoff fces menggambarkan perubahan dalam kondisi keuangan. Mukanya dibangun dengan
mapping transformed variabel keuangan menjadi bentuk muka. Mathematical precision diwujudkan
dengan panjangnya hidung, angle alis dan bentuk mulut digunakan untuk merepresentasikan perubahan
kondisi keuangan dari suatu periode ke periode berikutnya. Pendekatan grafik multidimensional akan
menjadi berguna ketika ketersidiaan biaya atau data membuat model statistik yang tidak mungkin
dibangun, terutama jika hasilnya menggunakan grafik multidimensional yang sama sedikit bagusnya
dengan hasil dari model. Saat ini preparers laporan keuangan tidak lagi menyiapkan grafik seperti muka
chernoof tetapi dengan penggunaan warna dan grafik yang lebih konvesioanl. Penggunaan grafik yang
bervariasi dan bentuk tabular akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Laporan dalam bentuk
grafik berguna untuk tingkat kompleksitas yang rendah sedangkan laporan dalam bentuk tabular untuk
tingkat kompleksitas yang tinggi. Tidak ada bentuk penyajian yang terbaik di semua situasi. Dalam
konteks pengauditan, ricchiute menemukan bahwa judgement mengenai penyesuaian terhadap akun
dipengaruhi oleh cara penyajian informasi ke auditor visual dan atau auditory.
So dan smith menginvestigasi dampak dari warna grafik, jenis kelamin, kerumitan dari tugas, dan
perbedaan format presentasi dalam preditive accuracy dengan sample undergraduate business
students. Hasilnya adalah grafik yang berwarna tidak efektif ketika tugasnya kompleks dan wanita lebih
tertarik terhadap grafik yang berwarna. Penelitian yang lain dilakukan dengan mengajak decision makers
bekerja dengan satu dari seperangkat data; kombinasi tabel dan bar charts, atau table dengan muka
chernoff atau hanya dengan table. Ketika situasi dimana complexity dari informasi tinggi, penggunaan
hanya dengan tabel membawa kepada keakuratan yang lebih tinggi, penggunaan grafik dan pictorial
representatations data membawa kepada penurunan dari keefektifan pengguna dari pembuatan
keputusan. Alasannya adalah decision maker memilih pilihan yang lebih mudah ketika situasi kompleks,
tetapi graphical dan pictorical yang mewakili data terkadang lebih abstrak dan kurang detail
dibandingkan informasi yang disajikan dalam bentuk tabel
Probabilistic Judgement Studies ---- The Evidence
Dalam banyak konteks akuntansi dan terutama pengauditan tidak ada solusi yang benar dengan
penilaian yang dapat dibandingkan untuk menilai akurasi dari mereka. Satu cara untuk mengatasi
kurangnya benchmarks dalam penilaian kinerja adalah memeriksa konsensus mengenai keputusan
tertentu di sejumlah pembuat keputusan. Cara yang lain adalah menggunakan model matematik atau
statistika. Penelitian HJT dalam model ini telah secara konsistensi didemonstrasikan bahwa manusia
mempunyai keahlian yang bervariasi dan tugas yang berbeda, merevisi probabilitas mereka ke tingkat
yang lebih rendah daripada teori Bayess. konservatisme ini telah dihubungkan ke penggunaan rules
of thumb dan bias yang diadopsikan sebagai sarana mempermudah judgements yang kompleks agar
manusia bisa mengatasi.
Three rules of thumb
Representativeness
Aturan ini menyatakan bahwa ketika penilaian probabilitas berasal dari populasi. Penilaian orang
akan ditentukan dengan sejauh mana item mewakili populasi. Item atau kejadian yang dilihat oleh
pembuat keputusan more representative akan dinilai mempunyai probabilitas yang lebih besar
kejadiannya daripada yang less representative. Peneliti menunjukkan bahwa penggunaan rule of
thumb dapat membawa kepada keputusan yang miskin karena pembuat keputusan mengabaikan
data lain yang relevan yang bukan bagian dari stereotype.
Availability
Ketersediaan rule of thumb mengacu kepada probabilitas suatu kejadian berdasarkan kemudahan
contoh-contoh seperti yang ada di pikiran. Probabilitas yang berhubungan dengan kejadian yang
sensasional biasnya overestimated.
Anchoring and adjustment
Mengacu kepada proses judgement secara umum dimana proses awalnya dihasilkan atau diberikan
repons seperti jangkar dan informasi lain digunakan untuk menyesuaikan respons. Akibat dari rule
of thumb adalah kemungkinan penyesuaian yang tidak mencukupi dalam perubahan keadaan.

REPRESENTATIVENESS : THE EVIDENCE
Orang yang pertama kali melaporkan keberadaan dari representativeness dan kencenderungan untuk
mengabaikan base rates adalah Kahneman dan Tversky. Penggunaan base-rate information telah
membawa kepada hipotesis yang beralasan probabilistik yang melibatkan contingent processing.
Availabilty : Evidence
Basis dari rule of thumb ini adalah kemungkinan judgment berdasarkan on retrieval dari ingatan cotoh
yang relevan atau skenario yang masuk akal. Bagaimanapun juga hal ini membutuhkan sampel
probabilitas yang besar untuk meningkatkan prediksi akurasi.
Anchoring dan Adjusment : Evidence
Kinney dan Uecker menemukan bukti tentang anchoring dan adjusment dalam analytical review (analisa
rasio) dan compliance test (audit test of control internal).
Expert Judgment and Rules of Thumb
Penilitian yang melibatkan expert judgment memberikan kesimpulan bahwa manusia mempunyai
ingatan jangka pendek dengan kapasitas yang sangat terbatas (4-7 chunks) dan virtually ingatan jangka
panjang yang tak terbatas.
ACCOUNTING AND BEHAVIOUR
Akuntansi hadir sebagai fungsi yang mengatur secara langsung untuk aktivitas- aktivitas individu
maupun kelompok. Ada beberapa cara pandang yang berbeda tentang akuntansi, yang mengindikasikan
adanya beberapa kemungkinan perspektif akuntansi. Isu utama adalah teknik apakah yang diadopsi dan
interprestasi dari sebuah informasi yang dilaporkan. Selain itu, adanya persaingan kepentingan diantara
orang-orang yang bervariasi yang memberikan interprestasi terhadap laporan keuangan yang dilaporkan
oleh perusahaan.
Informasi akuntansi akan memberikan pengaruh terhadap perilaku baik metode yang diadopsi untuk
mengukur dan melaporkan informasi serta merespon informasi yang diberitahukan. Menurut
Zimmerman, sistem akuntansi adalah komponen fundamental dari sebuah arsitektur organisasi dengan
manajer yang secara konstan beradaptasi untuk memastikan struktur terbaik bagi perusahaan.
Zimmerman menawarkan 2 pengamatan penting tentang factor yang memengaruhi sistem akuntansi,
yaitu:
1. Sistem akuntansi berubah ketika ada perubahan strategi bisnis perusahaan dan perubahan
organisasi lainnya dalam waktu yang bersamaan, khususnya terkait dengan posisi keputusan yang
benar dan sistem evaluasi kinerja dan juga reward.
2. Perubahan dalam arsitektur organisasi, termasuk perubahan di dalam sistem akuntansi disebabkan
oleh adanya external shocks dari teknologi dan pergeseran kondisi pasar.
Informasi akuntansi secara signifikan mempengaruhi perilaku individu, baik di dalam entitas maupun
eksternal. Bagaimanapun adanya pengaruh dua arah, untuk individu secara langsung dan tidak langsung
mempengaruhi struktur sistem akuntansi dan pengungkapan informasi.
LIMITATION OF BAR
Peninjauan terhadap BAR telah menunjukkan bahwa ada peranan yang besar dari informasi akuntansai
daslasm pengambilasn keputusan. Proses informasi yang kompleks menyadarkan kita bahwa
perkembangan penelitian teori-teori dan metode akuntansi saat ini masih belum cukup. BAR memiliki
beberapa keterbatasan, yaitu:
1. Penelitian pada topik yang sama memberikan hasil yang kontradikitif, sehingga membingungkan
saat pengambilan keputusan.
2. Subjek percobaan yang digunakan dalam penelitian tersebut seringkali berbeda dengan real
judgement.
3. Peneliti akuntansi mempertanyakan apakah peraturan harus dipengaruhi oleh hasil penelitian
pembuat keputusan individu atau tidak.
Secara keseluruhan, keterbatasan terbesar dalam BAR adalah tidak adanya satu landasan teori yang
dapat membantu menggabungkan beragamnya pertanyaan pertanyaan dalam penelitian dan penemuan
BAR. Peneliti BAR banyak meminjam pemikiran dari berbagai disiplin ilmu dan tidak memiliki persamaan
framework satu sama lain. Hal ini menyebabkan sulitnya mengeneralisasi bagi policy makers. Walalupun
begitu tidak dipungkiri bahwa metode BAR merupakan alat penelitian yang berharga. Metode Bar telah
banyak digunakan untuk mengembangkan information processing dan training di dunia pekerjaan.
Selain itu BAR juga dapat menunjukkan systematic error.

CHAPTER 14 : EMERGING ISSUES IN ACCOUNTING AND AUDITING
CURRENT FACTORS INFLUENCING ACCOUNTING AND AUDITING RESEARCH, REGULATION AND
PRACTICE
XBRL
Ada revolusi teknologi dalam penyelesaian yang akan mempengaruhi cara bahwa laporan keuangan
disusun. Pada akhir 2008, sekuritas AS dan komisi pertukaran (SEC) memilih untuk mewajibkan 500
perusahaan publik terbesar di Amerika Serikat untuk mengajukan laporan keuangan 2009 mereka
menggunakan bahasa bisnis pelaporan extensible (XBRL), dengan perusahaan lain untuk follow.XBRL
memungkinkan informasi keuangan akan disajikan dalam cara yang lebih interaktif dan user friendly
dengan 'tag' item data individu sehingga mereka dapat diekstraksi oleh perangkat lunak untuk
menghasilkan laporan kustom-dirancang oleh users.that mereka SEC berharap XBRL yang akan
memungkinkan analiysis jauh lebih cepat dari data keuangan perusahaan oleh sekelompok pengguna
yang lebih luas dengan eror kurang. Teknik yang saat ini digunakan untuk ectract rincian dari laporan
keuangan mengandung kesalahan karena mereka baik dilakukan secara manual atau menggunakan
program perangkat lunak yang menghasilkan output yang hanya mendekati data yang mendasari.
Laporan keuangan disampaikan dengan database publik SEC (dikenal sebagai EDGAR), yang dapat
diakses melalui web, sehingga data yang tersedia untuk setiap pengguna yang tertarik. HAKA
menunjukkan bahwa perkembangan ini akan berarti tersedianya data diakses lebih dan mungkin akan
menempatkan manajer perusahaan di bawah pengawasan parutan untuk menjelaskan laporan
keuangan mereka. Selain data yang dapat digunakan lebih, HAKA menunjukkan XBRL bisa mengubah
cara mengikuti analis keuangan perusahaan kecil. Saat ini, analis keuangan cenderung untuk fokus pada
perusahaan besar karena dari investor. Analis keuangan menghasilkan laporan tentang perusahaan yang
mereka ikuti, membuat lebih banyak informasi tersedia bagi para investor, meningkatkan ketersediaan
data keuangan untuk perusahaan kecil bisa membuat mereka lebih menarik bagi analis, pada gilirannya
analis lebih besar berikut ini akan meningkatkan likuiditas saham perusahaan kecil . Selain itu investor
amatir dapat mengembangkan kepercayaan lebih dari tingkat yang lebih detail dan komparabilitas data
antara perusahaan.
Namun, petugas keuangan kepala tampaknya akan kehilangan kemampuan mereka untuk memilih
tingkat disanggregsation data dalam laporan keuangan. Mereka akan mengklaim bahwa bagian
mendasar dari akuntansi adalah proses agregasi item yang serupa untuk memberi makna onformation
tersebut. Pada ekstrim, jika mungkin untuk menyediakan investor dengan akses lengkap untuk data
tingkat transaksi, ini tidak akan berguna karena data akan memiliki makna sedikit. Arti ditambahkan oleh
akuntan melalui proses, klasifikasi dan agregasi untuk memungkinkan, misalnya, perhitungan rasio jenis
tertentu biaya kepada penjualan.
Salah satu isu terkait XBRL adalah apakah pendekatan audit saat mendamaikan versi kertas XBRL-
dokumen yang terkait dengan informasi dalam pengajuan SEC resmi sudah cukup. Plumlee dan plumlee
menunjukkan bahwa penyediaan informasi XBRL merupakan perpanjangan dari paradigma pelaporan
tradisional yang akan mengubah cara data keuangan dan non-keuangan dapat digunakan. Perubahan
paradigma ini mengharuskan auditor untuk mempertimbangkan pertanyaan jauh lebih dalam dari
sekedar rekonsiliasi ouput. Pertanyaan-pertanyaan ini meliputi apa consititutes kesalahan dalam XBRL,
dan apa materialitas artinya bila potongan individu data keuangan akan digunakan di luar konteks
laporan keuangan? Materialitas secara tradisional dinilai sebagai dampak terhadap keputusan
pengguna, dan quidelines kuantitatif menunjukkan bahwa item tersebut akan dipertimbangkan dalam
isolasi dan secara agregat, dan dalam proporsi ke basis relatif, seperti laba (lihat AASB 1031
Materialitas). Jika data dapat diakses dalam isolasi atau di baru pedoman materialitas
combinations.these tidak dapat diinterpretasikan dalam cara yang sama. Plumlee dan plumlee
bergabung HAKA menyerukan lebih banyak riset untuk memahami keuntungan dan kerugian dari XBRL
dan dampaknya terhadap masa depan pelaporan keuangan dan audit.

Pengaruh Runtuhnya Perusahaan Dan Sarbanes - Oxley Act (2002)

Sebagaimana dibahas secara rinci dalam bab-bab sebelumnya, sejumlah tinggi - runtuh profil
perusahaan dan perubahan hukum dalam 200 awal mengubah baik citra akuntansi dan audit dan
lingkungan peraturan tersebut. Kritik independensi auditor dan tata kelola perusahaan yang menjadi
'front - burner' topik yang telah menarik banyak komentar publik dan perhatian penelitian.
Sebagai contoh, di Amerika Serikat sebelum Sarbanes - Oxley bertindak (2002) (SOX) perusahaan audit
ditinjau satu sama lain di bawah sistem peer review dikelola oleh american lembaga akuntan publik
bersertifikat (AICPA). proses ini melibatkan pengumpulan informasi tentang prosedur kontrol audit
firms'nquality melalui wawancara dengan staf dan memeriksa dokumentasi. Fogarty critised proses ini
tidak cukup ketat dan peninjau akan tidak mungkin untuk mendeteksi kekurangan penting. Disarankan
bahwa staf dapat dilatih untuk menjawab pertanyaan seorang penulis resensi dan dokumen-dokumen
dapat diproduksi yang menunjukkan audit yang lebih menyeluruh daripada benar-benar terjadi.
Sejak tahun 2004, akuntansi perusahaan publik dan dewan pengawas (PCAOB), yang didirikan
berdasarkan undang-undang SOX, telah melakukan inspeksi independen dari perusahaan audit. Namun,
meskipun kritik dari peer review AICPA yang menyebabkan perubahan dalam peraturan, Hilary dan
Lennox memberikan bukti bahwa peer review memberikan informasi yang kredibel tentang perbedaan
kualitas antara perusahaan audit. Walaupun ini muncul untuk menyarankan bahwa perubahan
peraturan tidak dibenarkan, Hilary dan Lennox juga mencatat bahwa perbedaan antara metode-metode
kajian, dan khususnya bagaimana temuan mereka dipublikasikan, membuat sulit untuk menarik
kesimpulan ini. Dalam sistem AICPA tampaknya perusahaan meninjau kurang mungkin untuk
mengungkapkan masalah audit jika mereka tidak bersaing melawan perusahaan ditinjau. Perusahaan
ditinjau tampaknya menjadi kualitas yang lebih tinggi jika mereka diperiksa oleh auditor lain yang tidak
bersaing untuk klien yang sama. Bukti menunjukkan sulit untuk sepenuhnya menghilangkan diri pihak '-
bunga insentif diri - sistem pengendalian mutu diatur. Mungkin sistem dengan insentif pribadi lebih
sedikit lebih disukai pada saat kesulitan, bahkan jika tidak tentu sistem yang lebih baik.
Ketentuan lain kunci dalam SOX adalah pembatasan pada ketentuan konsultasi tertentu (non audit)
oleh perusahaan-perusahaan jasa audit kepada klien mereka. Auditor laporan keuangan adalah dilarang
memberikan jasa konsultasi kepada klien mereka, kecuali untuk beberapa pengecualian tertentu dengan
persetujuan terlebih dahulu dari committtee audit klien. Setelah runtuh perusahaan di awal tahun 2000-
an perusahaan audit dikecam karena mengorbankan kemerdekaan audit mereka dengan sangat
bergantung pada pendapatan dari jasa konsultasi. Karena AS perusahaan tidak diharuskan untuk
mengungkapkan beban yang dibayarkan kepada auditor mereka untuk jasa audit dan konsultasi
sebelum tahun 2000, ada penelitian sedikit bukti untuk mendukung pandangan ini. Namun, bukti awal
menggunakan baru diungkapkan membebaskan dari tahun 2001 mendukung larangan SOX pada
konsultasi. Kemudian bukti menyarankan ada interpretasi lain dari data, namun undang-undang telah
berlalu dan tidak mungkin diubah. Secara keseluruhan, peran auditor, teknik mereka, dan kemandirian
mereka terus diperdebatkan karena peran mereka dalam menciptakan kepercayaan pada perusahaan
dan manajemen mereka. Dalam waktu dekat, debat ini kemungkinan akan mengintensifkan sebagai
demi-up sistem keuangan global terus berlanjut.


Isu Sekitarnya Aplikasi Akuntansi Nilai Wajar Selama Krisis Keuangan Global
Penyebab dari krisis keuangan global (GFC) yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 dan 2009
adalah kompleks dan terbuka untuk diperdebatkan. Namun, beberapa menganggap praktek aset menilai
wajar sebagai faktor yang berkontribusi terhadap penyebaran cepat masalah dari asal-usulnya di pasar
subprime AS mosrgage seluruh dunia, dan untuk memperburuk kedalaman krisis. Hal ini karena standar
akuntansi (terutama standar akuntansi keuangan (FAS) No 157 Pengukuran Nilai Wajar) diperlukan
write-downs nilai investasi yang dimiliki oleh bank selama kondisi pasar yang bergolak. Ini-write down
membatasi kemampuan entitas untuk memberikan pinjaman. Menandai aset keuangan ke pasar (ke
nilai wajar refleks) juga mempengaruhi sisi aktiva dari neraca pinjaman perusahaan, retricting
kemampuan mereka untuk meminjam.
Amerika Efek dan Bursa Amerika Serikat Commission (SEC) menyelidiki peran nilai wajar dalam krisis
dan mengeluarkan laporan 211-halaman pada hari-hari terakhir tahun 2008. SEC diminta untuk
menyelidiki peran standar akuntansi, seperti FAS 157 dalam kegagalan bank yang terjadi pada tahun
2008. Laporan menyimpulkan bahwa kegagalan bank di AS tampaknya hasil tumbuh kemungkinan
kerugian kredit, kekhawatiran mengenai kualitas aset, dan dalam kasus tertentu, mengikis kepercayaan
investor dan pemberi pinjaman, dan tidak hanya menandai aset keuangan dengan nilai pasar.
Pandangan tentang peran akuntansi nilai wajar didukung oleh orang lain, termasuk mantan SEC akuntan
kepala Conrad Hewitt dan Lynn Turner, yang memuji akuntansi mark-to-pasar untuk meningkatkan
transparansi, memungkinkan pengguna dari statemens keuangan untuk melihat kondisi sebenarnya
perekonomian suatu lembaga.
SEC menawarkan delapan rekomendasi untuk meningkatkan akuntansi nilai wajar, dan juga
merekomendasikan bahwa pembuat standar akuntansi memberikan pedoman tambahan untuk
penerapan beberapa standar di pasar likuid (di mana tidak ada cukup pembeli dan penjual bersedia).
SEC mencatat bahwa meskipun definisi nilai wajar dalam PSAK dan IFRS 157 umumnya konsisten, ada
beberapa perbedaan. Secara khusus, PSAK 157 explicity menggunakan harga keluar tapi IFRS nilai wajar
bukan explicity harga yang keluar maupun eksplisit dengan harga entri. Selain itu, SEC menunjukkan
bahwa IFRS dan US GAAP berbeda dalam akuntansi mereka untuk instrumen keuangan. Salah satu
perbedaannya adalah perlakuan pra-Oktober 2008 untuk mengklasifikasi aset keuangan tertentu. Sejak
Oktober 2008, kedua set standar memungkinkan aset keuangan non-derivatif yang dimiliki untuk
diperdagangkan dan aset keuangan tertentu untuk dipindahkan dalam situasi tertentu.
Reaksi dengan Standart Setter
Pada bulan Oktober 2008, IASB mengubah aturan untuk reclassiflyng aset keuangan sehingga
kerugian dari perubahan nilai pasar atas aset yang dapat diperlakukan secara berbeda. Sebelum
perubahan aturan, standart internasional diperlukan succ kerugian yang akan diambil melalui laporan
laba rugi. Setelah perubahan peraturan, aset bisa dipindahkan dalam kondisi tertentu menghindari
pengisian kerugian mark-to-pasar ke laporan laba rugi. Namun, ada juga aturan perubahan yang
disempurnakan yang membutuhkan pengungkapan instrumen keuangan dan pengaruh reklasifikasi
pada laporan laba rugi. Perubahan ini dibuat perubahan melalui untuk IAS 39 dan IFRS 7.
Ketua IASB, Sir Tweedie david, telah berbicara secara terbuka tentang tuntutan dibuat pada IASB
oleh politikus Eropa yang meminta canghe untuk standarts yang consistens dengan interents bank-bank
Eropa. Setelah perubahan peraturan, yang dihitung sejak ke Juli 2008, salah satu bank Eropa, Deutsche
bank, mengurangi menulis nya-down dan menghasilkan laba sebelum pajak kejutan. bank Duetsche's
IASB saat ini terlibat dalam review KONSTITUSIONAL. Salah satu hasil review pertama adalah
pembentukan badan yang akan memberikan IASB kemampuan lebih besar untuk menahan tekanan dari
pihak eksternal. Keanggotaan ini tubuh baru, yang dikenal sebagai kelompok pemantauan, diambil dari
otoritas pasar modal dari berbagai yurisdiksi yang memiliki kepentingan dalam mendukung
pengembangan interntionalaccountingstandars berkualitas tinggi. SEC mendukung pembentukan
kelompok monitoring dan akan menilai kinerja sebagai mekanisme pengawasan. Tonggak ketiga adalah
terkait dengan penggunaan XBRL dibahas sebelumnya dalam bab ini. Tonggak remaning berhubungan
dengan perubahan di Amerika Serikat mengenai kapasitas Akuntan, perusahaan dan otoritas regulasi
untuk mengatasi perubahan dalam standar akuntansi.
Isu dalam IFRS-USE GAAP konvergensiMeskipun adanya roadmap, belum diketahui secara pasti
bahwa negara-negara bersatu akan mengadopsi IFFS. Kursi SEC, Schapiro mary, baru-baru ini
mengatakan bahwa dia tidak akan merasa terikat oleh roatmap tersebut. Dia menambahkan bahwa ada
beberapa kekhawatiran tentang standar IFRS umum, dan tidak siap untuk mendelegasikan pengaturan
standar atau tanggung jawab pengawasan IASB. Seorang anggota dewan akuntansi perusahaan
pengawasan publik (PCAOB) di Amerika Serikat, niemeier Charles, juga penting dari konvergensi yang
diusulkan. perhatian utama-Nya adalah bahwa pindah ke IFRS akan meninggalkan negara-negara
bersatu dengan aturan yang lebih sulit untuk menegakkan. Ia juga mengklaim bahwa IFRS tidak lebih s
prinsip berbasis dari US GAPP, hanya lebih muda dan untuk itu telah ada sedikit waktu untuk melakukan
koreksi rinci dan penambahan.

Pihak lain juga mengungkapkan keprihatinan sehubungan dengan tekanan politik ditempatkan pada
IASB pada akhir 2008 yang memaksa perubahan aturan pada bank menggunakan nilai wajar. Namun,
beberapa komentator telah mengakui bahwa SEC dan FASB tidak sepenuhnya kebal dari tekanan politik
tersebut. Mantan Kepala SEC akuntan Conrad Hewitt dan lynn turner memiliki lisan tekanan dari politisi
AS, terutama dalam kaitannya dengan issuses akuntansi untuk opsi saham dan derivatif. FASB juga
dituduh tekuk di bawah tekanan dari kongres ketika itu membuat April 2009 perubahan nilai wajar
pelaporan oleh bank.
Sebuah pertimbangan lebih lanjut dalam bergerak menuju satu set global standar adalah masalah
persaingan antara setter standar. Jamal dkk, berpendapat bahwa ada penelitian bukti bahwa kedua
GAAP IFRS dan US menghasilkan informasi yang berharga bagi pengguna laporan keuangan, dan bahwa
tidak ada bukti bahwa US GAAP lebih baik dari IFRS. Dalam konteks ini, menurut mereka, adalah
bijaksana untuk mempromosikan kompetisi antara dua set standar. Semua perusahaan harus dibiarkan
untuk memilih antara standar, dan peneliti dapat menganalisis pilihan-pilihan dan konsekuensi mereka
untuk assits masa depan perubahan regulasi ke set standar. Pada tahap ini hanya asing. Allcompanies
harus dibiarkan untuk memilih antara standar, dan peneliti dapat menganalisis pilihan-pilihan dan
konsekuensi mereka untuk membantu perubahan peraturan di masa depan ke set standar. Pada tahap
ini perusahaan asing hanya memiliki pilihan untuk menggunakan US GAAP atau IFRS untuk pelaporan
dalam negara-negara bersatu, tetapi ini masih menyediakan kesempatan untuk jumlah terbatas
penelitian tentang persaingan antara standar.
SEC telah menyoroti beberapa isu penting yang perlu diatasi sebelum perusahaan-perusahaan AS
mulai menggunakan IFRS dalam negeri. Waktu yang panjang diperlukan untuk mengatasi masalah ini
dan juga diperlukan untuk pihak yang terkena dampak untuk menyesuaikan. Sebagaimana dijelaskan
dalam bab 11, manajemen kompensasi dan kontrak utang biasanya berisi referensi banyak untuk nomor
akuntansi seperti laba, hutang dan ekuitas pemegang saham. Angka ini dihitung dengan menerapkan
aturan-aturan akuntansi termasuk yang ditentukan dalam standar akuntansi. Setiap perubahan standar
akuntansi memiliki potensi untuk mendistribusikan kekayaan antara pihak-pihak kontraktor.
Membiarkan waktu untuk perubahan dari US GAAP ke IFRS, dan merapikan mengubah dengan
memodifikasi kedua set standar untuk mengurangi perbedaan antara mereka, memberikan waktu
kontrak pihak untuk melakukan negosiasi ulang kontrak.


Masalah Sekitar Aplikasi Akuntansi Nilai Wajar Selama Krisis Keuangan Global
Penyebab dari krisis keuangan global (GFC) yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 dan 2009
merupakan hal kompleks dan terbuka untuk diperdebatkan. Namun, beberapa menganggap praktek
aset menilai wajar sebagai faktor yang berkontribusi terhadap melebarnya secara cepat masalah di
pasar subprime mortgage AS menyadarkan dunia, dan memperburuk lebarnya krisis. Hal ini karena
standar akuntansi (terutama standar akuntansi keuangan (FAS) No 157 Pengukuran Nilai Wajar)
memerlukan write-downs nilai investasi yang pegang oleh bank selama kondisi pasar yang bergolak.
Write-down ini membatasi kemampuan entitas untuk memberikan pinjaman. menilai aset keuangan ke
pasar (ke nilai wajar refleks) juga mempengaruhi sisi aktiva dari neraca pinjaman perusahaan,
membatasi kemampuan mereka untuk melakukan pinjaman.
Komisi bursa efek US (SEC) mengusut peran nilai wajar dalam krisis dan mengeluarkan laporan 211-
halaman pada hari-hari terakhir tahun 2008. SEC diminta untuk menyelidiki peran standar akuntansi,
seperti FAS 157 dalam kegagalan bank yang terjadi pada tahun 2008. Laporan menyimpulkan bahwa
kegagalan bank di AS tampaknya hasil kemungkinan karena kerugian kredit, menyangkut kualitas aset,
dan dalam kasus tertentu, mengikis kepercayaan investor dan pemberi pinjaman, dan tidak hanya
disebabkan karena menilai aset keuangan pada nilai pasar. Pandangan tentang peran akuntansi nilai
wajar didukung oleh yang lain, termasuk mantan SEC akuntan kepala Conrad Hewitt dan Lynn Turner,
yang memuji akuntansi mark-to-market untuk meningkatkan transparansi, memungkinkan pengguna
dari statemens keuangan untuk melihat kondisi sebenarnya kondisi ekonomi suatu lembaga.
POSSIBLE DIRECTIONS IN FUTURE INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARD SETTING
ARRANGEMENTS
Proyek Konvergensi IASB dan FASB
Pada november 2008, SEC di US mengeluarkan sebuah roadmap untuk menerapkan IFRS oleh
perusahaan AS mulai 2014. Konvergensi ini konvergensi ini diperhatikan oleh SEC karena
SEC akan memperkirakan akan berkembang ke arah kejadian yang penting di tahun 2011 dan akan
membuat keputusan dalam tahun 2014 implementasi tersebut harus sudah diproses.
Kejadian penting tersebut berhubungan dengan:
1. Perbaikan dalam standar akuntansi
2. Akuntabilitas dan membiayai IASC
3. Perbaikan dalam kemampuan untuk menggunakan data pelaporan IFRS
4. Mengadakan pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan IFRS
5. Dibatasi untuk segera menggunakan IFRS dimana hal ini akan mempertinggi komparabilitas untuk
investor US
6. Mengantisipasi pemilihan waktu pembuatan peraturan mendatang oleh komisi
7. Mengimplementasikan perintah menggunakan IFRS oleh issuers
Issues in IFRS US GAAP Convergence
Meskipun adanya roadmap, belum diketahui secara pasti bahwa negara-negara bersatu akan
mengadopsi IFFS. pimpinan SEC, Mary Schapiro, baru-baru ini mengatakan bahwa dia tidak akan merasa
terikat oleh roatmap tersebut. Dia menambahkan bahwa ada beberapa kekhawatiran tentang standar
IFRS umum, dan tidak siap untuk mendelegasikan pengaturan standar atau tanggung jawab pengawasan
IASB. Seorang anggota dewan akuntansi perusahaan pengawasan publik (PCAOB) di Amerika Serikat,
Charles Niemeier, juga mengkritik tujuan konvergensi. perhatian utama-Nya adalah bahwa beralih ke
IFRS akan membiarkan US dengan aturan yang lebih sulit untuk ditegakkan. Ia juga mengklaim bahwa
IFRS tidak lebih principel-based dari US GAPP, hanya lebih muda dan untuk itu telah ada sedikit waktu
untuk melakukan koreksi rinci dan penambahan.
Pihak lain juga mengungkapkan keprihatinan sehubungan dengan tekanan politik ditempatkan pada
IASB pada akhir 2008 yang memaksa perubahan aturan pada bank menggunakan nilai wajar. Namun,
beberapa komentator telah mengakui bahwa SEC dan FASB tidak sepenuhnya kebal dari tekanan politik
tersebut.
SUBSTAINABILITY ACCOUNTING, REPORTING AND ASSURANCE
What is sustainability accouting and reporting?
Keberlanjutan akuntansi dan pelaporan merupakan bagian dari akuntansi sosial. Gray, Owen dan Adams
menganggap akuntansi sosial sebagai kombinasi dari akuntansi untuk hal yang berbeda, di media yang
berbeda, untuk pengguna yang berbeda, untuk tujuan yang berbeda. Dengan kata lain, melampaui
pengukuran keuangan bahkan ekonomi dan pelaporan ke kelompok yang telah ditetapkan pengguna,
sering sesuai dengan standar akuntansi dan peraturan. Sosial akuntansi dan pelaporan bertujuan untuk
mengamati dan menyerap isu-isu tidak perlu dicakup oleh fungsi akuntansi tradisional menjadi bentuk
yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan oleh individu tidak harus secara langsung atau
hanya terkait dengan keberhasilan keuangan entitas. Sosial akuntansi dapat dilihat sebagai pas dalam
kategori empat dan lima dari asumsi ontologis set ditunjukkan dalam tabel 2.1. peneliti akuntansi sosial
sering mengadopsi pendekatan penelitian naturalistik, dengan menggunakan studi kasus dan
wawancara untuk memahami bagaimana akuntansi sosial telah dibangun dan bagaimana hal itu dialami
oleh peserta.
keberlanjutan Istilah's digunakan dan diinterpretasikan dengan cara yang berbeda. Hal ini dapat
dianggap sebagai memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengkompromikan kemampuan generasi
mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Berdasarkan definisi ini, keberlanjutan
berkaitan dengan kedua perlindungan lingkungan (eco-efisiensi) serta keadilan antara masyarakat dan
generasi (eko-keadilan). Definisi dewan berarti bahwa pelaporan lingkungan merupakan bagian dari
keberlanjutan, dan perusahaan yang mempublikasikan laporan keberlanjutan termasuk informasi yang
berkaitan dengan hubungan mereka dengan karyawan, masyarakat dan lingkungan. Misalnya, laporan
keberlanjutan J Sainsbury plc termasuk informasi yang berkaitan dengan resolusi mereka dengan
karyawan, masyarakat dan laporan lingkungan. Laporan 2008 berisi informasi tentang kebijakan
Sainsbury's dan tindakan dalam memberikan pilihan makanan sehat bagi konsumen mereka,
menggunakan pemasok perdagangan yang adil dan lokal, Pendukung amal acara dan organisasi di
masyarakat lokal, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan karyawan mereka, dan mengurangi
dampaknya terhadap lingkungan melalui limbah dan emisi karbon.
Recent development in sustainability reporting
Lanskap untuk pelaporan keberlanjutan telah berubah dalam beberapa tahun terakhir karena jumlah
perkembangan. Salah satu yang paling banyak digunakan seperangkat pedoman untuk pelaporan
keberlanjutan, yang diterbitkan oleh Global Reporting Initiative (GRI), telah direvisi dan dirilis pada bulan
Oktober 2006. Pedoman GRI membentuk dasar dari kerangka keberlanjutan keterbukaan dan
mengandung prinsip-prinsip dan pedoman ditambah pengungkapan standar untuk semua jenis
organisasi. Prinsip-prinsip yang menentukan isi dari strategi keberlanjutan dan profil, pendekatan
manajemen, dan indikator kinerja. Pedoman GRI serupa dalam tujuan dengan kerangka kerja konseptual
yang digunakan untuk memandu pelaporan keuangan.
Perusahaan mengadopsi pedoman GRI dapat mendaftarkan kelestariannya laporan dengan GRI, dan
pada bulan Maret 2009 hampir 1000 laporan untuk 2008 adalah terdaftar. Pertumbuhan dalam
pelaporan keberlanjutan dikonfirmasi oleh survey terbaru oleh KPMG pada pengungkapan kinerja
perusahaan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Survei menemukan bahwa lebih dari 90 persen dari 250
perusahaan Fortune Global mempublikasikan 'keberlanjutan' atau 'perusahaan' laporan tanggung jawab.
KPMG juga melaporkan bahwa 70 persen dari perusahaan di seluruh dunia pelaporan menggunakan
pedoman GRI, mungkin karena kredibilitas dianggap standar dan keuntungan yang diperoleh dari
menggunakan seperangkat konsisten standar operasi mereka sendiri, perusahaan juga melaporkan data
dampak keberlanjutan timbul di supply chain perusahaan.
Pertumbuhan pelaporan tentang isu-isu lingkungan juga mendorong emergences pasar dalam izin
untuk memancarkan gas rumah kaca atau dalam kredit yang diperoleh dengan tidak memancarkan
mereka. Perusahaan dipengaruhi oleh pasar-pasar ini diperlukan untuk memperhitungkan emisi gas
rumah kaca mereka dan laporan berdasarkan peraturan yang ditetapkan otoritas peraturan yang
relevan. Perkembangan emisi wajib izin perdagangan, khususnya pembentukan Uni Eropa Emisi Trading
Scheme (EU ETS) pada bulan Januari 2005, telah juga memberikan kontribusi terhadap hubungan yang
dekat antara pelaporan keuangan dan lingkungan, atau keberlanjutan, pelaporan.
Hal ini disebabkan kebutuhan untuk mempertimbangkan cangkul untuk memperhitungkan hak-hak
emisi, atau izin, dan kewajiban yang bertambah sebagai emisi yang dibuat. ETS UE bukan pasar karbon
pertama didirikan, tetapi adalah yang terbesar, dengan perdagangan tahunan dalam izin sebesar US $ 50
miliar pada tahun 2007. Dalam periode sebelum pengenalan Uni Eropa ETS International Financial
Pelaporan Komite Interpretasi (IFRIC), suatu badan pendukung IASB, merilis sebuah dokumen resep
perlakuan akuntansi yang dapat diterima untuk hak-hak emisi. IFRIC 3 Hak Emisi diperlukan perusahaan
untuk memperlakukan seluruh tunjangan sebagai aset tidak berwujud. Ini berarti bahwa hey harus
mengakui nilai wajar tunjangan bebas segera penghasilan, sedangkan biaya emisi yang sesuai akan
diakui secara bertahap sebagai akumulasi mereka. Cook menjelaskan respon terhadap dokumen sebagai
'kemarahan publik' dan itu ditarik pada bulan Juni 2005. Mac Kenzie atribut kontroversi takut bahwa
rekomendasi IFRIC 3's akan menghasilkan peningkatan volatilitas laba sebagai pendapatan dan
pengeluaran yang tidak cocok pada waktunya. Mac Kenzie berpendapat bahwa perusahaan lebih
memilih untuk memperlakukan hak emisi sebagai instrumen keuangan dan menerapkan akuntansi
lindung nilai berdasarkan IAS 39. Hal ini akan memungkinkan perusahaan untuk kemudian offset
tunjangan dan emisi yang sesuai, menjaga, 'karbon' dari neraca.

Trends in sustainability reporting assurance
Unsur penting dalam kegunaan laporan keuangan perusahaan adalah jaminan independen tentang
laporan. jaminan Independen memberikan kepercayaan kepada stakeholder tentang relevansi,
kredibilitas dan keandalan laporan. Di sebagian besar negara laporan keuangan tahunan harus diaudit,
meskipun laporan keuangan interim bisa ditinjau saja. Perbedaan antara audit dan review adalah tingkat
jaminan yang diberikan oleh auditor mengenai keandalan informasi yang diberikan oleh perusahaan. Hal
ini pada gilirannya ditentukan oleh sifat dan luasnya prosedur yang dilakukan oleh auditor hasil dari
prosedur dan objektivitas bukti yang diperoleh. Suatu audit menyediakan tingkat jaminan yang wajar
dan peninjauan yang disediakan hanya tingkat jaminan terbatas. audit memberikan pengurangan risiko
yang lebih besar dalam jaminan keterlibatan karena auditor melakukan lebih besar dan lebih efektif
prosedur bukti-berkumpul untuk mendukung pendapat pada laporan keuangan.
Beberapa perusahaan kini mencari jaminan untuk laporan kelestariannya. KPMG survei
menunjukkan laporan pertanggungjawaban perusahaan yang 56 persen dari G250 (250 perusahaan
terbesar di keberuntungan Global 500) yang mengeluarkan laporan tanggung jawab perusahaan
termasuk beberapa dari tafsir pihak ketiga. jaminan formal meningkat dari sekitar 30 persen di tahun
2002 menjadi 40 persen pada tahun 2008. KPMG dicatat bahwa ini masih merupakan minoritas dari
laporan, meskipun ada bukti bahwa konsumen prihatin tentang 'greenwashing' klaim. Greenwashing
adalah praktek menyebarkan disinformasi sehingga untuk menyajikan citra publik environmentalkly
bertanggung jawab.
Survei KPMG juga menunjukkan bahwa jumlah perusahaan besar yang mencari jaminan formal
bervariasi secara signifikan oleh negara. Lebih dari 50 persen perusahaan besar dari Perancis, Spanyol,
Korea Selatan, Italia dan Inggris termasuk laporan jaminan formal dalam laporan perusahaan mereka
tanggung jawab, dibandingkan dengan kurang dari 20 persen perusahaan besar dari Kanada, Amerika
Serikat dan Rumania. Rendahnya tingkat kepastian di negara-negara Amerika Utara dibandingkan
dengan negara-negara Eropa bisa mencerminkan lingkungan peraturan yang berbeda, khususnya
berkenaan dengan skema perdagangan emisi. Permintaan informasi lingkungan diverifikasi untuk tujuan
regulasi dapat mendorong pemberian informasi yang meyakinkan untuk kelompok yang lebih luas dari
stakeholder. negara-negara Skandinavia adalah di antara untuk pertama mandat pelaporan lingkungan
dan perusahaan membuat informasi yang tersedia kepada stakeholder eksternal. Namun, perusahaan-
perusahaan di negara-negara yang lebih lambat untuk memberikan laporan mengenai isu-isu sosial yang
lebih luas. KPMG catatan ada lonjakan dalam penyediaan meyakinkan laporan tanggung jawab
perusahaan oleh perusahaan-perusahaan di Denmark, Finlandia, dan Swedia dari 2005 sampai 2008,
mungkin didorong oleh jatuh tempo praktek pelaporan dan undang-undang Swedia baru memerlukan
laporan jaminan.
Tampaknya ada perubahan dalam sikap terhadap pelaporan keberlanjutan dan jaminan di Amerika
Serikat, dengan penyediaan laporan jaminan formal dalam laporan pertanggungjawaban perusahaan
meningkat, dengan cepat dari 2 persen di tahun 2002 menjadi 14 persen pada tahun 2008. Perubahan
sikap bisa disebabkan akhir administrasi semak, dan kegiatan kelompok lobi seperti CERES berbasis di
Boston (co-pendiri Global Reporting Initiative). Sebuah stimulus untuk memberikan informasi lingkungan
yang berkualitas tinggi juga berasal dari pertumbuhan Carbon Disclosure Project (CDP). Para CDP
memperoleh data dari perusahaan terhadap risiko perubahan iklim mereka, strategi dan emisi gas
rumah kaca dan membuatnya tersedia secara bebas di situs web mereka. Tujuan utama mengumpulkan
informasi ini adalah untuk menginformasikan investasi dan keputusan pembelian oleh investor institusi,
organisasi pembelian dan badan pemerintah. Lebih dari 1500 perusahaan dari seluruh dunia secara
sukarela memberikan informasi kepada CDP pada tahun 2008.
Why seek assurance for sustainability reports?
Teori positif dari audit menunjukkan bahwa permintaan untuk audit timbul dari pemisahan kepemilikan
dan manajemen. Proses perlindungan harga memberikan insentif bagi manajemen untuk menanggung
biaya audit di mana biaya yang kurang dari manfaat dari kenaikan harga saham un. Audit berpendapat
untuk memberikan manfaat dengan meningkatkan kredibilitas laporan keuangan manajemen-disusun
dan meningkatkan kualitas sistem akuntansi entitas didasarkan pada umpan balik dari proses audit.
Menerapkan teori ini untuk jaminan keberlanjutan menunjukkan bahwa perusahaan dengan
keuntungan terbesar dari meningkatkan kredibilitas laporan mereka lebih cenderung untuk mencari
kepastian. KPMG laporan perusahaan mengklaim mereka mencari jaminan atas laporan perusahaan
mereka tanggung jawab untuk meningkatkan kredibilitas laporan mereka dan proses dan karena mereka
ingin meningkatkan kualitas informasi yang dilaporkan. Pada perusahaan yang paling diuntungkan dari
lebih kredibel laporan mungkin mereka yang sangat terlihat, industri mencemari berpotensi tinggi.
KPMG laporan bahwa perusahaan pertambangan semua sederhana mereka yang menerbitkan laporan
tanggung jawab perusahaan memiliki pernyataan yang secara independen terjamin. Selain itu, lebih dari
50 persen dari perusahaan sampel dalam minyak, utilitas dan gas, Kimia dan sintetis dan industri
farmasi, memberikan laporan jaminan.

Sustainability assurance standards
Standar untuk audit laporan keuangan sangat luas. Sebagai contoh, setelah penyelesaian proyek
kejelasan untuk merumuskan kembali Standar Pemeriksaan Keuangan Internasional (ISA) dalam desain
bentuk untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan mereka, The Audit Internasional dan jaminan
Standard Boards (IAASB) menyediakan 36 ISA untuk mengatur audit.
Namun ada terbatas panduan otoritatif untuk perikatan jaminan pada laporan keberlanjutan dan
informasi emisi karbon. ISAE 3000, Jaminan Pertunangan Selain Audit atau ulasan Informasi Keuangan
sejarah, yang diterbitkan oleh IAASB, memberikan beberapa pedoman umum tapi tidak isu-isu khusus
dalam laporan keberlanjutan dan emisi karbon. Dengan demikian, kemungkinan untuk diterapkan secara
tidak konsisten oleh penyedia jaminan. perusahaan lain yang digunakan laporan bimbingan AA1000AS
diterbitkan oleh Akuntabilitas. AA1000AS memberikan panduan mengenai laporan jaminan
keberlanjutan yang mengevaluasi kepatuhan entitas terhadap prinsip-prinsip AA1000 Akuntabilitas dan
Kualitas informasi publik diungkapkan pada kinerja keberlanjutan.
Penelitian menyarankan bahwa masalah ada dengan pernyataan jaminan dalam pelaporan
keberlanjutan. O'Dwyer dan Owen analisis kritis laporan kepastian dari laporan terpilih untuk asosiasi
2002 dari akuntan Chartered bersertifikat (ACCA) Inggris dan Eropa Sustainability Reporting Awards
Scheme. Mereka melaporkan bahwa untuk menjadi gelar besar pengendalian manajemen atas proses
jaminan. Mengingat laporan-laporan keberlanjutan yang diambil dari kolam laporan tinggi-Mutu, ini
adalah mencari mengganggu. Hasilnya didukung oleh kesimpulan dari Deegan, Cooper dan shelly yang
memeriksa satu set laporan Australia dan menyimpulkan pernyataan jaminan tidak, rata-rata non,
muncul untuk merangkul rekomendasi dari GRI (pelaporan Global Initiative) atau federasi akuntan Eropa
. Temuan ini juga diperkuat oleh laporan KPMG dari berbagai pendekatan untuk jaminan keberlanjutan
laporan termasuk jenis pendapat jaminan, dan apakah semua bagian dari laporan dikenakan jaminan.
Dalam menanggapi kesulitan dalam kualitas jaminan untuk pelaporan keberlanjutan, yang IAASB telah
memulai sebuah proyek untuk mengembangkan sebuah standar internasional baru untuk Assurances
Pertunangan pada Emisi Karbon Informasi. IASB bermaksud untuk menerbitkan pedoman, mungkin
dalam bentuk ISAE baru, untuk meningkatkan konsistensi pendekatan jaminan laporan keberlanjutan
dan untuk memberikan bantuan kepada auditor laporan keuangan ketika mempertimbangkan nilai
tercatat hak-hak perdagangan emisi.

OTHER NON-FINANCIAL ACCOUNTING AND REPORTING ISSUES (LAIN NON-KEUANGAN AKUNTANSI
DAN PELAPORAN MASALAH)
Petunjuk terbaik untuk arah untuk penetapan standar akuntansi dalam waktu dekat yang terkandung
dalam daftar saat ini IASB proyek. Isu-isu yang timbul di sebagian besar proyek-proyek dan kemajuan
mereka saat ini dibahas di tempat lain dalam teks ini. Para IAASB juga memiliki daftar proyek saat ini
dalam pengembangan standar audit internasional. Beberapa proyek audit dipengaruhi oleh kemajuan
dalam penetapan standar akuntansi. Sebagai contoh, IAASB berencana untuk memeriksa isu-isu yang
timbul di nilai audit wajar digunakan dalam laporan akuntansi selama tahun 2009 dan 2010.
Namun, untuk panduan tentang masa depan akuntansi dan audit adalah mungkin untuk melihat lebih
jauh maka agenda akuntansi dan audit standar penentu. Sebagai contoh, ada daerah di luar akuntansi
keuangan tradisional dimana konsep-konsep dan keterampilan yang digunakan dalam akuntansi dan
audit dapat memberikan kontribusi. Salah satu daerah dimana akuntan keuangan dan auditor mulai
memberikan kontribusi adalah akuntansi air. Air akuntansi menerapkan konsep akuntansi akrual
Mengidentifikasi, pengukuran, pencatatan dan pelaporan informasi yang berkaitan dengan sumber daya
air.

Air Akuntansi (Water Accounting)
Air Akuntansi saat ini sedang dikembangkan oleh Dewan Standar Akuntansi Air (WASB) di Australia,
dengan proyek serupa di berbagai tahap pengembangan di tempat lain. Para WASB merilis edisi pertama
kerangka konseptual akuntansi air (WACF) dan awal standar akuntansi di Australia air (PAWAS) pada
tahun 2009. Para WACF dan PAWAS mengatur penyusunan dan penyajian laporan umum tujuan air
akuntansi (GPWARs) oleh badan tertentu. Para GPWARs dirancang untuk berguna untuk pengambilan
keputusan oleh pengguna yang tidak dapat perintah air mereka sendiri informasi dari entitas-entitas.
Tujuan utama dari akuntansi proyek air adalah untuk memiliki sistem akuntansi dan pelaporan yang
akan menginformasikan keputusan tentang alokasi sumber daya air dan meningkatkan kepercayaan
publik dan investor tentang pengelolaan air di Australia. Nasional pertama Rekening Air (NWA) yang
jatuh tempo pada tahun 2010 dan, setelah pengujian lebih jauh dan umpan balik, PAWAS diharapkan
dapat dikembangkan dan dirilis sebagai Standar Akuntansi Air Australia (AWA).
Dorongan untuk proyek akuntansi air disediakan oleh National Air Initiative (NWI) dari pemerintah
Australia. Meskipun air selalu menjadi sumber daya alam langka di Australia, kekeringan
berkepanjangan di Australia selatan telah menciptakan tekanan politik untuk air berbagi kalangan
pengguna bersaing secara di daerah dan kota negara, khususnya di Victoria. Pengguna bersaing secara
meliputi industri, petani, rumah tangga, organisasi masyarakat dan olahraga, dan lingkungan (misalnya
untuk menjaga danau dan sungai segar dan menyediakan air yang cukup untuk satwa liar). Para
pengambil keputusan akan bergantung pada data akuntansi air tentang berapa banyak air yang ada, di
mana itu, siapa yang menggunakannya dan bagaimana itu digunakan. Selain menginformasikan
keputusan alokasi, data air akuntansi yang akan mendukung perdagangan air dan investasi di bidang
infrastruktur air,
Tujuan WASB tentang mengembangkan standar akuntansi air dan prosedur untuk memfasilitasi
pengambilan keputusan oleh berbagai pengguna yang peduli tentang distribusi, sumber manajemen,
dan penggunaan air adalah sama dengan tujuan setter akuntansi keuangan standar. The WASB telah
menggunakan kerangka konseptual akuntansi keuangan dan pengaturan standar proses untuk
mendukung pengembangan akuntansi air. The WACF didasarkan pada model standar akuntansi
keuangan dan berkaitan dengan tujuan dan isi laporan akuntansi tujuan air umum. Para WACF mengatur
tujuan laporan akuntansi air tujuan umum; entitas pelaporan; karakteristik kualitatif dari informasi yang
dilaporkan, unsur-unsur dari laporan-laporan ketika unsur-unsur diakui dalam laporan akuntansi air
tujuan umum dan bagaimana mereka diukur, dan pengungkapan kepatuhan dan jaminan .
Sistem akuntansi air diadopsi oleh WASB adalah sistem akrual di mana laporan untuk air kebanyakan
entitas pelaporan akan meliputi (a) pernyataan Arus Air fisik; (b) Pernyataan Air Aktiva dan Kewajiban
Air, (c) Pernyataan Perubahan Aktiva Air dan Air Kewajiban, (d) Pengungkapan Catatan; (e) Pernyataan
Kepatuhan, dan (f) Pernyataan jaminan. Penerapan tujuan bahwa laporan adalah untuk memberikan
informasi untuk pengambilan keputusan telah membutuhkan pengembangan laporan pada definisi
elemen dari laporan-laporan, seperti air aktiva, kewajiban dan perubahan aktiva dan kewajiban air.
Sebagai contoh, kerangka konseptual mendefinisikan aset air sebagai berikut:
'Aset Air adalah air, atau hak-hak atau klaim lain untuk air, dimana air pelapor baik memegang, atau
yang entitas pelapor memiliki tanggung jawab manajemen air, dan dari mana seorang individu atau
organisasi yang merupakan entitas pelaporan air, atau grup pemangku kepentingan badan air fisik,
berasal manfaat masa depan.'
Definisi ini meliputi tidak hanya dalam penyimpanan air, tetapi juga hak-hak dan klaim lain untuk air.
Selain itu, berikut definisi aset keuangan, definisi aset air menganggap konsep manfaat futute mengalir
dari aset-aset, dan kepada siapa mereka mengalir. Demikian pula, definisi kewajiban air
mempertimbangkan jenis kewajiban hadir untuk memberikan air, atau penurunan aset air (atau
meningkatkan kewajiban air lainnya). Alih-alih menggunakan mata uang keuangan unit pengukuran,
akuntansi air berisi informasi tentang volume fisik dan kualitas air, serta lokasi aset (misalnya
penyimpanan air bawah tanah atau permukaan).
Laporan akuntansi Air akan memberikan informasi tentang saham dan arus sumber daya air, bukan
hanya data dan klaim yang dibuat oleh manajer yang bergantung pada data yang bersumber di luar
sistem formal akuntansi, seperti dalam pelaporan keberlanjutan. Dengan cara yang sama bahwa auditor
laporan keuangan menambah nilai atas laporan keuangan dengan meningkatkan kredibilitas mereka,
diharapkan bahwa laporan air akan diaudit. Auditor bisa memberikan jaminan pada laporan air dengan
menggunakan keterampilan yang sama dan teknik yang digunakan untuk laporan audit keuangan,
meskipun mereka kemungkinan akan perlu mencari pendapat mengenai masalah teknis dari insinyur
dan ahli kualitas air.
Air pengaturan standar akuntansi adalah contoh dari asumsi ontologis bahwa akuntansi adalah struktur
beton dan proses (lihat tabel 2.1, hal 31). Premis yang mendasari adalah bahwa saham dan arus realitas
objektif dan air sebelum beton dan dapat dipertanggungjawabkan dengan kerangka terstruktur.
akuntansi Air juga merupakan contoh yang tidak biasa dan inovatif dari perpanjangan kerangka
akuntansi keuangan untuk konteks non-keuangan. Jika akhirnya berhasil, itu bisa mendorong formalisasi
standar dalam aplikasi lain pelaporan non-keuangan.
Water Accounting Vs Greenhouse Gas Emission Accounting (Akuntansi Vs Air Emisi Gas Rumah Kaca
Akuntansi)
Lain pelaporan proyek non-keuangan dikembangkan selama beberapa tahun terakhir adalah gas rumah
kaca (GRK) akuntansi emisi. Salah satu sumber arus internasional utama pedoman untuk mengukur dan
pelaporan emisi gas rumah kaca adalah gas rumah kaca protokol (GGP) standar. Meskipun GGP
akuntansi dan standar pelaporan didasarkan pada, di bagian, akuntansi keuangan yang berlaku umum
dan prinsip-prinsip pelaporan, mereka juga mencerminkan hasil dari sebuah proses kolaboratif oleh
berbagai pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang. Standar GGP memungkinkan untuk
pengukuran langsung emisi gas rumah kaca, tetapi fokus utama adalah pada proses mengkonversi data
aktivitas ke dalam emisi gas rumah kaca melalui penggunaan faktor emisi yang disepakati. Data aktivitas
ditangkap oleh perangkat lunak berpemilik atau dimasukkan ke dalam spreadsheet bersamaan dengan
kegiatan tertentu atau transaksi keuangan seperti pembayaran tagihan, penerbitan persediaan atau
memasukkan transaksi jurnal.


Satu perbedaan kunci antara standar air akuntansi dan standar GGP adalah penekanan pada mantan
akuntansi untuk saham dan arus air menggunakan proses akrual. Pendekatan pengukuran akuntansi air
berasal dari adopsi eksplisit tujuan untuk menghasilkan informasi untuk membantu pengambilan
keputusan, yang merupakan tujuan yang sama dengan kerangka konseptual akuntansi keuangan. Ini
GGP menyediakan standar untuk memandu perusahaan dalam mempersiapkan persediaan gas rumah
kaca yang merupakan kisah yang benar dan adil emisi mereka, dan menekankan, karakteristik kualitatif
relevansi, kelengkapan, konsistensi, transparansi, dan akurasi. Namun, standar GGP dirancang untuk
membantu perusahaan dalam mereka mengukur dan melaporkan keputusan, bukan untuk memastikan
bahwa semua informasi yang diperlukan oleh stackholders eksternal dalam pengambilan keputusan
mereka disediakan di bawah standar GGP kemungkinan untuk digunakan sebagian untuk pengambil
keputusan eksternal , itu tidak lengkap dan perkiraan. Ia tidak berusaha untuk memberikan akuntansi
akrual penuh kegiatan perusahaan terhadap sediaan gas rumah kaca di lingkungan, dengan pelaporan
terbatas emisi tidak langsung, dan masalah pengukuran dibuat dengan pendekatan faktor emisi.
Beberapa isu yang timbul dari pendekatan faktor emisi dalam standar GGP berkaitan dengan pemilihan
dan penerapan faktor emisi dan kualitas data kegiatan. Penerimaan faktor emisi sebagai alat
pengukuran yang valid berarti bahwa standar GGP tidak mengijinkan pembuat keputusan untuk
memiliki tingkat kepercayaan di GHG melaporkan informasi bahwa standar air akuntansi yang bertujuan
untuk memberikan. Mereka juga mengangkat isu-isu yang berbeda untuk auditor. Sebagai contoh,
pendekatan saat ini dengan akuntansi emisi gas rumah kaca berfokus pada menilai tingkat aktivitas dan
memilih faktor-faktor yang sesuai. Auditor dapat memberikan aqssurance atas proses dan kontrol atas
data ini, namun tidak dapat memberikan pendapat mengenai apakah laporan yang dihasilkan presentasi
wajar dampak entitas terhadap lingkungan. Gerakan menuju sistem akuntansi yang terintegrasi penuh
akrual untuk emisi gas rumah kaca akan memberikan kesempatan bagi auditor untuk membuat
pendapat tersebut.
Namun, meskipun keterbatasan standar GGP dan upaya lain untuk mengukur emisi gas rumah kaca,
sistem ini berarti bahwa perusahaan yang melaporkan data emisi gas rumah kaca untuk pertama kalinya
dalam sejarah. Para GGP dan standar air akuntansi yang keduanya bukti tekanan pada pemerintah untuk
memperoleh data pada sumber daya yang langka selain yang tradisional ditangkap oleh sistem
akuntansi keuangan. Dengan demikian, mereka menunjuk ke yang lebih luas, dan mungkin akhirnya
lebih penting, masa depan akuntansi di abad dua puluh satu dan seterusnya.