Anda di halaman 1dari 3

1

DAFTAR PUSTAKA

1. Abi Muhlisin dan Arum Pratiwi. Penanggulangan demam berdarah dengue
(DBD) di Kelurahan Singopuran Kartasura Sukoharjo. Warta 2006; Vol. 9
(2): 123-129.
2. Carlos CC, Oishi K, Cincio MTDD, et al. Comparison of clinical features
and hematologic abnormalities between dengue fever and dengue
hemorrhagic fever among children in the Philippines. The American Society
of Tropical Medicine and Hygiene 2005; 73(2):435-440.
3. Pangribowo S, Tryadi A, dan Indah IS. Demam berdarah dengue di
Indonesia tahun 1968-2009. Buletin Jendela Epidemiologi 2010; Vol. 2: 1-
14.
4. Tim Penyusun. Profil Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Tahun 2011. Jakarta: Ditjen PP dan PL Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia, 2012.
5. Tim Penyusun. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2011. Jakarta:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012.
6. Sungkar S. Pemberantasan demam berdarah dengue: sebuah tantangan yang
harus dijawab. Majalah Kedokteran Indonesia 2007; Vol. 57 (6): 167-170.
7. Hung NT, Lan NT, Lei HY, Lin YS, Lien LB, Huang KJ et al. Association
between sex, nutritional status, severity of dengue hemorrhagic fever, and
immune status in infants with dengue hemorrhagic fever. The American
Society of Tropical Medicine and Hygiene 2005; 72(4): 370-374.
2

8. Sukri NC, Laras N, Wandra T, et al. Transmission of epidemic dengue
hemorrhagic fever in Easternmost Indonesia. The American Society of
Tropical Medicine and Hygiene 2003; Vol. 68(5): 529535.
9. Phuong CXT, Nhan NT, Kneen R, et al. Clinical diagnosis and assessment of
severity of confirmed dengue infections in Vietnamese children: is the World
Health Organization classification helpful?. The American Society of
Tropical Medicine and Hygiene 2004; 70 (2): 172-179.
10. Halstead SB, Heinz FX, Barrett ADT, and Roehrig J. Dengue virus :
molecular basis of cell entry and pathogenesis. Vaccine 2005;23:849-56.
11. Anonim. Pedoman tatalaksana klinis infeksi dengue di sarana pelayanan
kesehatan. Depkes RI, 2005.
12. Field CJ, Johnson IR, and Schley PD. Nutrients and their role in host
resistance to infection. Journal of Leukocyte Biology 2002;71(1):1632.
13. Arifah. Analisa Penyakit Demam Berdarah di Kota Banjarmasin tahun 1998-
2002 dalam Buletin Epidemiologi Edisi I. Dinkes Kota Banjarmasin, 2003
14. Anonim. Menggerakkan Masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN-DBD). Ditjen P2M dan PLP Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia, 1996.
15. Koban, A.W, 2005. Kebijakan Pemberantasan Wabah Penyakit : KLB
Demam Berdarah Dengue. (online), www.theindonesianinstitute.com,
diakses 20 Juli 2013).
16. Anonim. Petunjuk teknis penemuan, pertolongan, dan pelaporan penderita
demam berdarah dengue. Ditjen P2M dan PLP Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia, 2002.
3

17. Anonim. Menuju Desa Bebas Demam Berdarah Dengue. Ditjen P2M dan
PLP Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1997.
18. Anonim. Lakukan kegiatan PSN-3M seminggu sekali di wilayah anda. Ditjen
P2M dan PLP Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012.
19. Anonim. Pedoman Survai Entomologi Demam Berdarah Dengue. Ditjen P2M
dan PLP Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2002.