Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Agregat adalah material yang dominan dalam konstruksi kongkrit. Hampir 70% -
80 % lebih berat konstruksi kongkrit adalah agregat. Agregat terdiri atas agregat kasar
(kerikil/batu baur) dan agregat halus (pasir), dan ika diperlukan menggunakan bahan
pengisi atau !iller. "asir untuk ukuran nominal agregat yang kurang dari 0,# $m dan
batu kerikil adalah agregat yang mempunyai ukuran nominal yang lebih dari 0,# $m.
%enurut &il'ia &ukirman, ((00)), agregat merupakan butir-butir batu pe$ah,
kerikil, pasir atau mineral lain, baik yang berasal dari alam maupun buatan yang
berbentuk mineral padat berupa ukuran besar maupun ke$il atau !ragmen-!ragmen.
*engan demikian kualitas perkerasan alan ditentukan uga dari si!at agregat dan
hasil $ampuran agregat dengan material lain
+lasi!ikasi agregat menadi kasar, halus dan !iller adalah berdasarkan ukurannya
yang ditentukan menggunakan saringan. %utu agregat mempengaruhi kekuatan dan
ketahanan konkrit.
Adapun si!at agregat uga merupakan salah satu !aktor penentu kemampuan
perkerasan alan memikul beban lalu lintas dan daya tahan terhadap $ua$a. &i!at
agregat yang menentukan kualitasnya sebagai material perkerasan alan yaitu gradasi,
kebersihan, kekerasan, ketahanan agregat, bentuk butir, tekstur permukaan, porositas,
kemampuan untuk menyerap air, berat enis, dan daya kelekatan terhadap aspal. &i!at
agregat tersebut sangat dipengaruhi oleh enis batuannya.
1
1.2 Identifikasi
a. *e!inisi agregat.
b. ,ungsi agregat se$ara umum.
$. -enis-enis agregat.
d. +ualitas agregat.
e. &yarat-syarat mutu agregat.
!. &i!at-si!at !isik agregat.
g. +lasi!ikasi agregat dan syarat agregat menurut &.., A&/% dan &+ &0..
h. 1ahan-bahan yang merugikan agregat.
1.3 Rumusan
a. Apa yang dimaksud dengan agregat 2
b. Apa !ungsi agregat se$ara umum 2
$. 1agaimana enis-enis agregat 2
d. 1agaimana kualitas agregat 2
e. Apa syarat-syarat mutu agregat 2
!. 1agaimana si!at-si!at !isik agregat 2
g. Apa klasi!ikasi agregat dan syarat agregat menurut &.., A&/% dan &+ &0. 2
h. Apa bahan-bahan yang dapat merugikan agregat 2
1.4 u!uan
a. 3ntuk mengetahui de!inisi agregat.
b. 3ntuk mengetahui !ungsi agregat se$ara umum.
$. 3ntuk mengetahui enis-enis agregat.
d. 3ntuk mengetahui kualitas agregat.
e. 3ntuk mengetahui syarat-syarat mutu agregat.
!. 3ntuk mengetahui si!at-si!at !isik agregat.
2
g. 3ntuk mengetahui klasi!ikasi agregat dan syarat agregat menurut &.., A&/% dan
&+ &0..
h. 3ntuk mengetahui bahan-bahan yang dapat merugikan agregat.
1." #anfaat
a. *iharapkan mahasis4a dapat mengetahui de!inisi agregat.
b. *iharapkan mahasis4a dapat mengetahui !ungsi agregat se$ara umum.
$. *iharapkan mahasis4a dapat mengetahui enis-enis agregat.
d. *iharapkan mahasis4a dapat mengetahui kualitas agregat.
e. *iharapkan mahasis4a dapat mengetahui syarat-syarat mutu agregat.
!. *iharapkan mahasis4a dapat mengetahui si!at-si!at !isik agregat.
g. *iharapkan mahasis4a dapat mengetahui klasi!ikasi agregat dan syarat agregat
menurut &.., A&/% dan &+ &0..
h. *iharapkan mahasis4a dapat mengetahui bahan-bahan yang merugikan agregat.
1.$ #et%de
1erdasarkan rumusan masalah di atas, metode ini di dapat dari5
BAB II
I&I
2.1 Definisi Agregat
Agregat adalah sekumpulan butir- butir batu pe$ah, kerikil, pasir, atau mineral
lainnya baik berupa hasil alam maupun buatan). Agregat adalah material granular,
misalnya pasir, kerikil, batu pe$ah yang dipakai bersama-sama dengan suatu media
3
pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan. Atau dapat uga
dide!inisikan sebagai butiran mineral alami yang ber!ungsi sebagai bahan pengisi
dalam $ampuran beton atau mortar. Agregat menempati sebanyak kurang lebih 70 %
dari 'olume beton atau mortar. 6leh karena itu si!at-si!at agregat sangat
mempengaruhi si!at-si!at beton yang dihasilkan.
%enurut "u4ardi, ((007), Agregat merupakan $ampuran dari pasir, gra'el, batu
pe$ah, slag atau material lain dari bahan mineral alami atau buatan. Agregat
merupakan bagian terbesar dari $ampuran aspal. %aterial agregat yang digunakan
untuk konstruksi perkerasan alan utamanya untuk menahan beban lalu lintas. Agregat
dari bahan batuan pada umumnya masih diolah lagi dengan mesin peme$ah batu
(stone $rusher) sehingga didapatkan ukuran sebagaimana dikehendaki dalam
$ampuran. Agar dapat digunakan sebagai $ampuran aspal, agregat harus lolos dari
berbagai ui yang telah ditetapkan.
Agregat merupakan komponen utama dari struktur perkerasan perkerasan alan,
yaitu 70% 8 7#% agregat berdasarkan persentase berat, atau 7# 880% agregat
berdasarkan persentase 'olume. *engan demikian kualitas perkerasan alan
ditentukan uga dari si!at agregat dan hasil $ampuran agregat dengan material lain.
2.2 'ungsi Agregat &e(ara Umum
9. %enghemat penggunaan &emen "ortland
(. %enghasilkan kekuatan yang besar pada beton
). %engurangi susut pengerasan beton
:. %en$apai susunan yang padat pada beton. *engan gradasi yang baik maka akan
didapat beton yang padat
#. %engontrol 4orkability atau si!at dapat dikerakan adukan beton. *engan gradasi
yang baik, akan diperoleh si!at beton yang mudah untuk dikerakan.
4
2.3 )enis*!enis Agregat
Agregat dibagi menadi beberapa enis tergantung asalnya, proses teradinya, berat
enisnya dan ukuran butirannya, yaitu 5
(.).9 1erdasarkan Asalnya
a. Agregat alam
Agregat yang menggunakan bahan baku dari batu alam atau penghan$urannya.
-enis batuan yang baik digunakan untuk agregat harus keras, kompak, kekal dan tidak
pipih. Agregat alam terdiri dari 5 (9) kerikil dan pasir alam, agregat yang berasal dari
penghan$uran oleh alam dari batuan induknya. 1iasanya ditemukan di sekitar sungai
atau di daratan. Agregat beton alami berasal dari pelapukan atau disintegrasi dari
batuan besar, baik dari batuan beku, sedimen maupun metamor!. 1entukya bulat
tetapi biasanya banyak ter$ampur dengan kotoran dan tanah liat. 6leh karena itu ika
digunakan untuk beton harus dilakukan pen$u$ian terlebih dahulu. (() Agregat batu
pe$ah, yaitu agregat yang terbuat dari batu alam yang dipe$ah dengan ukuran
tertentu.
b. Agregat 1uatan
Agregat yang dibuat dengan tuuan penggunaan khusus (tertentu) karena
kekurangan agregat alam. 1iasanya agregat buatan adalah agregat ringan.
;ontoh agregat buatan adalah 5 +linker dan bree<e yang berasal dari limbah
pembangkit tenaga uap, agregat yang berasal dari tanah liat yang dibakar (le$a =
>ight4eight ?@panded ;lay Agregate), $ook bree<e berasal dari limbah sisa
pembakaran arang, hydite berasal dari tanah liat (shale) yang dibakar pada tungku
putar, lelite terbuat dari batu metamorphore atau shale yang mengandung karbon,
kemudian dipe$ah dan dibakar pada tungku 'erti$al pada suhu tinggi.
(.).( 1erdasarkan "roses /eradinya
5
a. Agregat 1eku (igneous ro$k)
Agregat beku adalah agregat yang mendingin dan membeku. Agregat beku luar
(e@trusi'e igneous ro$k) dibentuk dari magma yang keluar ke permukaan bumi di saat
gunung berapi meletus, dan akibat pengaruh $ua$a mengalami pendinginan dan
membeku. 3mumnya agregat beku luar berbutir halus seperti batu apung, andesit,
basalt, obsidian, pumi$e.
Agregat beku dalam (intrusi'e igneous ro$k) dibentuk dari magma yang tak dapat
keluar ke permukaan bumi, mengalami pendinginan dan membeku se$ara perlahan-
lahan di dalam bumi, dapat ditemui di permukaan bumi karena proses erosi dan atau
gerakan bumi. Agregat beku dalam umumnya bertekstur kasar seperti 5 gabbro,
diorit,syenit.
b. Agregat &edimen (sedimentary ro$k)
Agregat &edimen dapat berasal dari $ampuran partikel mineral, sisa-sisa he4an
dan tanaman yang mengalami pengendapan dan pembekuan. "ada umumnya
merupakan lapisan-lapisan pada kulit bumi, hasil endapan di danau, laut, dan
sebagainya.
1erdasarkan proses pembentukan agregat sedimen dapat dibedakan atas 5
Agregat sedimen yang dibentuk dengan proses mekanik, seperti breksi,
konglomerat, batu pasir, batu lempung. Agregat ini banyak mengandung silika.
Agregat sedimen yang dibentuk dengan proses organis, seperti batu gamping,
batu bara, opal.
Agregat sedimen yang dibentuk dengan proses kimia4i, seperti batu gamping,
garam, gips, dan !lins.
$. Agregat %etamor!ik (metamorphi$ ro$ks)
6
Agregat metamor!ik adalah agregat sedimen ataupun agregat beku yang
mengalami proses perubahan bentuk akibat adanya perubahan tekanan dan temperatur
kulit bumi. 1erdasarkan strukturnya dapat dibedakan atas agregat metamor! yang
masi! seperti marmer, kuarsit, dan agregat metamor! yang ber!oliasi, berlapis seperti
batu sabak, !illit, sekis.
(.).) 1erdasarkan 1erat -enisnya
a. Agregat berat
Agregat yang mempunyai berat enis lebih dari (,8. 1iasanya digunakan untuk
beton yang terkena sinar radiasi sinar A. ;ontoh agregat berat 5 %agnetit, butiran
besi.
b. Agregat 0ormal
Agregat yang mempunyai berat enis (,#0 8 (,70.1eton dengan agregat normal
akan memiliki berat enis sekitar (,) dengan kuat tekan 9# %"a 8 :0 %"a. Agregat
normal terdiri dari 5 kerikil, pasir, batu pe$ah (berasal dari alam), klingker, terak
dapur tinggi (agregat buatan).
$. Agregat ringan
Agregat yang mempunyai berat enis kurang dari (,0. 1iasanya digunakan untuk
membuat beton ringan. /erdiri dari 5 batu apung, asbes, berbagai serat alam (alam),
terak dapur tinggi dg gelembung udara, perlit yang dikembangkan dengan
pembakaran, lempung bekah, dll (buatan).
(.).: 1erdasarkan 3kuran 1utirannya
a. 1atu B agregat yang mempunyai besar butiran C :0 mm
7
b. +erikil B agregat yang mempunyai besar butiran :,8 mm 8 :0 mm
$. "asir B agregat yang mempunyai besar butiran 0,9# mm 8 :,8 mm
d. *ebu (silt) B agregat yang mempunyai besar butiran D 0,9# mm
2.4 +ualitas Agregat
Agregat adalah bahan keras yang apabila dipadatkan sehingga bersatu kuat akan
membentuk struktur pokok bangunan alan tanpa atau dengan penambahan bahan
perekat.
+ualitas dan si!at agregat menentukan kemampuannya dalam memikul beban lalu
lintas. Agregat dalam kualitas dan si!at yang baik dibutuhkan untuk lapisan
permukaan yang langsung memikul beban lalu lintas dan menyebarkanya ke lapisan
ba4ah. 6leh karena itu agregat yang digunakan harus mempunyai kualitas yang
tinggi . Hal ini tergantung pada 5
(.:.9 +ekerasan Agregat
Agregat harus $ukup kuat menahan tumbukan, peme$ahan dan peremukan
akibat beban yang diterimanya. 3ntuk mengetahui kekuatan agregat ini biasanya
dilakukan penguian dan pemeriksaan di laboratorium. Ada ( ma$am penguian
kekerasan agregat 5
a. "enguian tumbukan (impact) untuk menentukan ketahanan agregat terhadap
tumbukan. "ersyaratan 1ina %arga untuk nilai impact maksimum adalah )0 %.
b. "enguian abrasi untuk mengetahui ketahanan agregat kasar terhadap keausan
dengan mesin Los Angeles. "ersyaratan keausan maksimum adalah :0 %.

(.:.( 1entuk 1utir Agregat
8
Agar agregat tidak mudah pe$ah, maka butirannya sedapat mungkin harus
mendekati bentuk kubus, selain itu karena bentuknya persegi maka butiran 8 butiran
tersebut akan dapat mengun$i dan akan saling mengisi dengan baik sedangkan butir
yang berbentuk pipih akan mudah patah se4aktu pemadatan dan tidak kuat menerima
beban lalu lintas yang tinggi.
(.:.) "ermukaan 1utir Agregat
Aspal harus dapat mengikat butir-butir agregat dengan baik, maka dibutuhkan
permukaan butir agregat yang $ukup kasar dan bersih dari bahan-bahan kotoran,
mikroorganisme dan bahan-bahan yang akan mengganggu kelekatan aspal terhadap
agregat.
"ermukaan yang li$in kurang memiliki daya ikat antara butiran satu dengan yang
lainnya dibandingkan dengan permukaan yang kasar dan uga permukaan yang li$in
kurang mempunyai daya ikat terhadap aspal.
(.:.: +elekatan Agregat terhadap Aspal
"emeriksaan agregat terhadap daya lekatnya terhadap aspal dilakukan dengan
per$obaan Stripping "1 0(0#7E atau AA&H/6 /98(-8(. +elekatan agregat terhadap
aspal dinyatakan dalam persentase luas permukaan batuan yang tertutup aspal
terhadap seluruh permukaan luas. 0ilai kelekatan agregat terhadap aspal untuk bahan
$ampuran dengan aspal minimum 7# %.
2." &,arat*s,arat #utu Agregat
(.#.9 3kuran Agregat
&emua lapisan perkerasan lentur membutuhkan agregat yang terdistribusi dari
besar sampai ke$il. &emakin besar ukuran maksimum partikel agregat yang
digunakan semakin banyak 'ariasi ukuran dari besar sampai ke$il yang dibutuhkan.
9
1atasan ukuran maksimum yang digunakan dibatasi oleh tebal lapisan yang
diharapkan.
"enggunaan partikel agregat dengan ukuran besar menguntungkan karena
usaha untuk peme$ahan partikel lebih sedikit, sehingga biaya lebih murah, dan luas
permukaan yang harus diselimuti aspal lebih sedikit, sehingga kebutuhan aspal
berkurang. *isamping keuntungan pemakaian agregat dengan ukuran besar tersebut
terdapat si!at yang kurang baik yaitu kemudahan pelaksanaan pekeraan menadi
berkurang, segresi bertambah dan kemungkinan teradinya gelombang melintang
semakin besar. /erdapat ( $ara untuk menyatakan ukuran partikel agregat, yaitu
dengan $ara 5
9) 3kuran nominal maksimum, merupakan ukuran tapis terbesar dimana agregat
tertahan tapi tidak lebih dari 90 %.
() 3kuran maksimum , merupakan ukuaran tapis terke$il dimana agregat tersebut
lolos 900%.
(.#.( Fradasi
%enurut &il'ia ( 977( ), gradasi atau distribusi partikel 8 partikel berdasarkan
ukuran agregat merupakan hal yang penting dalam menentukan stabilitas perkerasan.
Fradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga antar butir yang akan menentukan
stabilitas dan kemudahan dalam proses peren$anaan. Fradasi agregat diperoleh dari
hasil analisa saringan. Fradasi dapat dibedakan atas 5
9) Fradasi &eragam ( 3ni!orm Fraded )
Adalah agregat dengan ukuran yang hampir sama atau mengandung agregat halus
yang sedikit umlahnya sehingga tidak dapat mengisi rongga antara agregat. Fradasi
seragam disebut uga gradasi terbuka. Agregat dengan gradasi seragam akan
10
menghasilkan lapisan perkerasan dengan si!at permeabilitas tinggi, stabilitas kurang
dan berat 'olume ke$il.
() Fradasi Gapat (*ense Fraded)
Adalah $ampuran agregat kasar dan halus dalam porsi seimbang, sehingga dinamakan
bergradasi baik (4ell graded). Agregat dengan gradasi rapat akan menghasilkan
lapisan perkerasann dengan permeabilitas tingi, kurang kedap air dan berat 'olume
besar.
)) Fradasi 1uruk ("oorly Fraded)
%erupakan $ampuran agregat yang tidak memenuhi kedua kategori di atas. Agregat
bergradasi buruk yang umumnya digunakan untuk lapisan perkerasan lentur yaitu
gradasi $elah (gap graded), merupakan $ampuran agregat dengan satu !raksi hilang
(disebut uga gradasi senang). Agregat dengan gradasi senang akan menghasilkan
lapisan perkerasan yang mutunya terletak antara kedua enis gradasi di atas.
2.$ &ifat*sifat 'isik Agregat
&i!at 8 si!at agregat yang mempengaruhi mutu beton terdiri dari 5
a. 1entuk butiran dan keadaan permukaan
1utiran agregat biasanya berbentuk bulat ( agregat yg berasal dari sungai/pantai),
tidak beraturan, bersudut taam dengan permukaan kasar, ada yg berbentuk pipih dan
lonong. 1entuk butiran berpengaruh pada 5 Hluas permukaan agregat H-umlah air
pengaduk pada beton H+estabilan/ketahanan (durabilitas) pada beton H+ele$akan
(4orkability) H+ekuatan beton
+eadaan permukaan agregat berpengaruh pada daya ikat antara agregat dengan
semen. "ermukaan kasar B ikatannya kuat
11
"ermukaan li$in B ikatannya lemah
b. +ekuatan Agregat
+ekuatan Agregat adalah +emampuan agregat untuk menahan beban dari luar.
+emampuan kekuatan agregat meliputi kekuatan tarik, tekan, lentur, geser dan
elastisitas. Iang paling dominan dan diperhatikan adalah kekuatan tekan dan
elastisitas. +ekuatan dan elastisitas agregat dipengaruhi oleh berbagai ma$am yaitu
enis batuannya, susunan mineral agregat, struktur/kristal butiran, porositas dan ikatan
antar butiran.
$. 1erat -enis Agregat
1erat enis adalah perbandingan berat suatu benda dengan berat air murni pada
'olume yang sama pada suhu tertentu 1erat enis agregat tergantung oleh 5 enis
batuan, susunan mineral agregat, struktur butiran dan porositas batuan. 1erat enis
agregat ada ), yaitu 5 (9) berat enis &&*, yaitu berat enis agregat dalam kondisi
enuh kering permukaan, (() 1erat enis semu, berat enis agregat yang
memperhitungkan berat agregat dalam keadaan kering dan 'olume agregat dalam
keadaan kering, ()) 1erat -enis 1ulk, berat enis agregat yang memperhitungkan berat
agregat dalam keadaan kering dan seluruh 'olume agregat.
d. &i!at +ekal Agregat
&i!at kekal agregat adalah dimana kemampuan agregat untuk menahan teradinya
perubahan 'olumenya yang berlebihan akibat adanya perubahan kondisi !isik.
"enyebab perubahan !isik adalah adanya perubahan $ua$a dari panas ke dingin, beku
ke $air, basahke kering. Akibatnya !isik yang ditimbulkan pada beton adalah kerutan-
kerutan setempat, retak-retak pada permukaan beton, pe$ah pada beton yang dapat
12
membahayakan konstruksi se$ara keseluruhan. &i!at tidak kekal pada agregat
ditimbulkan oleh adanya si!at porous pada agregat dan adanya lempung/tanah liat.
e. Geaksi Alkali Agregat
Geaksi Alkali Agregat adalah reaksi antara alkali (0a(6, +(6) yang terdapat
pada semen dengan silika akti! yang terkandung dalam agregat. Geaksi alkali
hidroksida dengan silika akti! pada agregat akan membentuk alkali-silika gelembung
di permukaan agregat. Felembung bersi!at mengikat air yg selanutnya 'olume
gelembung akan mengembang, pada beton akan timbul retak-retak. "ada konstruksi
beton yang selalu berhubungan dengan air (basah) perlu diperhatikan reaksi alkali
agregat yang akti!.
!. &i!at /ermal
&i!at termal meliputi koe!isien pengembangan linier, panas enis dan daya hantar
panas. "engembangan linier pada agregat sebagai pertimbangan pada konstruksi
beton dengan kondisi suhu yang berubah-ubah. &ebaiknya koe!isien pengembangan
linier agregat sama dengan semen. "anas enis dan daya hantar panas sebagai
pertimbangan pada beton untuk isolasi panas.
g. Fradasi Agregat
"ada beton, gradasi agregat berhubungan dengan kele$akan beton segar,
ekonomis dan karakteristik kekuatan beton.
2.- +lasifikasi Agregat dan &,arat Agregat #enurut &II. A&# dan &+ &NI
+lasi!ikasi agregat dibagi menadi (, yaitu agregat kasar dan agregat halus
berdasarkan ukurannya yang ditentukan menggunakan saringan.
13
2.-.1 Pengertian Agregat +asar dan Halus
9) Agregat +asar
Agregat kasar adalah agregat yang ukuran butirannya lebih dari 0,# $m ("1.
9779). Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil atau batu pe$ah. +erikil adalah
bahan yang teradi sebagai hasil desintegrasi alami dari batuan-batuan dan berbentuk
agak bulat serta permukaannya li$in. &edangkan batu pe$ah (kri$ak) adalah bahan
yang diperoleh dari batu yang digiling (dipe$ah) menadi pe$ahan-pe$ahan berukuran
0,#-0,7# $m. Agregat kasar adalah agregat yang tertahan saringan 0o. : (spesi!ikasi
dari AA&H/6, Ameri$an Asso$iation o! &tate High4ay and /ransportation 6!!i$ials,
yang uga digunakan oleh 1ina %arga) atau yang tertahan saringan (,)E mm
(standard dari 1&., 1ritish &tandard .nstitution atau lebih sering disebut sebagai 1&,
1ritish &tandard).
Agregat kasar boleh didapati dari sumber natural atau arti!i$ial. &umber natural
biasanya dari kumpulan Franit atau 1atu +apur. +umpulan batu ini digunakan untuk
pembinaan biasa. +etumpatan bandingan agregat biasa ini dalam ulat (,#00 - (,700
kg/m). 3ntuk pembinaan konkrit berat, 1arit (1arium &ul!at) yang boleh didapati
dari sumber asli boleh digunakan. Agregat kasar mempunyai ketumpatan bandingan
:,(00 8 :,)00 kg/m). Agregat berat digunakan untuk konkrit yang terdedah pada
sinar-A, sinar gamma atau 'e$tor nu$lear. Agregat arti!i$ial boleh didapati dari bahan
buangan industri. 1ebola besi untuk konkrit berat, klinker atau ermang hasil
pembakaran untuk konkrit ringan. 3mumnya agregat ringan mempunyai kekuatan
yang rendah, dan agregat berat mempunyai kekuatan yang tinggi. 3kuran nominal
yang biasa digunakan ialah 90mm, (0mm dan :0mm. 3kuran maksimal bergantung
kepada enis binaan e.g. tetulang padat, binaan tebal atau tipis.
() Agregat Halus
Agregat halus merupakan batuan halus yang terdiri dari butiran sebesar 0,07#-0,#
$m yang didapat dari hasil disintegrasi (penghan$uran) batuan alam (natural sand)
14
atau dapat uga dengan meme$ahnya (artificial sand), tergantung dari kondisi
pembentukan teradinya.
2.-.2 &,arat #utu #enurut &II. A&# dan &+ &NI
(.7.(.9 &yarat %utu Agregat 3ntuk 1eton
&yarat %utu menurut &+ &0. & 8 0: 8 9787 8 ,
a. Agregat Halus (pasir)5
9) 1utirannya taam, kuat dan keras
() 1ersi!at kekal, tidak pe$ah atau han$ur karena pengaruh $ua$a.
)) &i!at kekal, apabila diui dengan larutan enuh garam sul!at sebagai berikut 5
-ika dipakai 0atrium &ul!at, bagian yang han$ur maksimum 9( %
-ika dipakai %agnesium &ul!at, bagian yang han$ur maksimum 90 %
:) Agregat halus tidak boleh mengandung >umpur ( bagian yang dapat mele4ati
ayakan 0,0E0 mm) lebih dari # %. Apabila lebih dari # % maka pasir harus di$u$i.
#) /idak boleh mengandung <at organik, karena akan mempengaruhi mutu beton.
1ila direndam dalam larutan ) % 0a6H, $airan di atas endapan tidak boleh lebih
gelap dari 4arna larutan pembanding.
E) Harus mempunyai 'ariasi besar butir (gradasi) yang baik, sehingga rongganya
sedikit. %empunyai modulus kehalusan antara 9,#-),8. Apabila diayak dengan
susunan ayakan yang ditentukan, harus masuk salah satu daerah susunan butir
menurut <one 9, (, ) atau : dan harus memenuhi syarat sebagai berikut 5
15
sisa di atas ayakan :,8 mm, mak ( % dari berat
sisa di atas ayakan 9,( mm, mak 90 % dari berat
sisa di atas ayakan 0,)0 mm, mak 9# % dari berat
7) /idak boleh mengandung garam.
b. Agregat +asar (+erikil) 5
9) 1utirannya taam, kuat dan keras
() 1ersi!at kekal, tidak pe$ah atau han$ur karena pengaruh $ua$a.
)) &i!at kekal, apabila diui dengan larutan enuh garam sul!at sebagai berikut 5
-ika dipakai 0atrium &ul!at, bagian yang han$ur maksimum 9( %
-ika dipakai %agnesium &ul!at, bagian yang han$ur maksimum 90 %
:) Agregat kasar tidak boleh mengandung >umpur ( bagian yang dapat mele4ati
ayakan 0,0E0 mm) lebih dari 9 %. Apabila lebih dari 9 % maka kerikil harus
di$u$i.
#) /idak boleh mengandung <at organik dan bahan alkali yang dapat merusak beton.
E) Harus mempunyai 'ariasi besar butir (gradasi) yang baik, sehingga rongganya
sedikit. %empunyai modulus kehalusan antara E 8 7,90 dan harus memenuhi
syarat sebagai berikut 5
16
sisa di atas ayakan )8 mm, harus 0 % dari berat
sisa di atas ayakan :,8 mm, 70 % - 78 % dari berat
&elisih antara sisa-sisa komulati! di atas dua ayakan yang berurutan, mak E0
% dan min 90 % dari berat.
7) /idak boleh mengandung garam.
(.7.(.( &yarat %utu Agregat %enurut &.. 00#(-80
a. Agregat Halus
9) &usunan besar butir mempunyai modulus kehalusan antara (,#0 - ),80.
() +adar >umpur atau bagian butir lebih ke$il dari 70 mikron, mak # %
)) +adar <at organi$ ditentukan dengan larutan 0a-&ul!at ) %, ika dibandingkan
4arna standar tidak lebih tua daripada 4arna standar.
:) +ekerasan butir ika dibandingkan dengan kekerasan butir pasir pembanding yang
berasal dari pasir k4arsa 1angka memberikan angka hasil bagi tidak lebih dari
(,(0.
#) &i!at kekal diui dengan larutan enuh Faram-&ul!at 5
-ika dipakai 0atrium &ul!at , bagian yg han$ur mak 90 %.
-ika dipakai %agnesium &ul!at, bagian yang han$ur mak 9# %.
17
b. Agregat +asar
9) &usunan besar butir mempunyai modulus kehalusan antara E,0 8 7,90.
() +adar >umpur atau bagian butir lebih ke$il dari 70 mikron, mak 9 %.
)) +adar bagian yang lemah diui dengan goresan batang tembaga, mak # %.
:) &i!at kekal diui dengan larutan enuh Faram-&ul!at 5
-ika dipakai 0atrium &ul!at , bagian yg han$ur mak 9( %.
-ika dipakai %agnesium &ul!at, bagian yang han$ur mak 98 %.
#) /idak bersi!at reakti! alkali, ika di dalam beton dengan agregat ini menggunakan
semen yang kadar alkali sebagi 0a(6 lebih besar dari 0,E %.
E) /idak boleh mengandung butiran panang dan pipih lebih dari (0 % berat.
(.7.(.) &yarat %utu Agregat %enurut A&/% ;))-8E
a. Agregat Halus
9) +adar >umpur atau bagaian butir lebih ke$il dari 7# mikron (ayakan no (00),
dalam % berat, maks 5
3ntuk beton yg mengalami abrasi 5 ),0
3ntuk enis beton lainnya 5 #,0
() +adar gumpalan tanah liat dan partikel yang mudah direpihkan, mak ),0 %.
)) +andungan arang dan lignit 5
1ila tampak, permukaan beton dipandang penting kandungan mak 0,# %.
18
3ntuk beton enis lainnya 9,0 %.
:) Agregat halus bebas dari pengotoran <at organi$ yang merugikan beton. 1ila diui
dengan larutan 0atrium &ul!at dan dibandingkan dengan 4arna standar, tidak
lebih tua dari 4arna standar. -ika 4arna lebih tua maka agregat halus itu harus
ditolak, ke$uali apabila 5
Jarna lebih tua timbul oleh adanya sedikit arang lignit atau yg seenisnya.
*iui dengan $ara melakukan per$obaan perbandingan kuat tekan mortar yg
memakai agregat tersebut terhadap kuat tekan mortar yg memakai pasir
standar silika, menunukkan nilai kuat tekan mortar tidak kurang dari 7# %
kuat tekan mortar memakai pasir standar. 3i kuat tekan mortar harus
dilakukan sesuai dengan $ara A&/% ;87.
#) Agregat halus yg akan dipergunakan untuk membuat beton yg akan mengalami
basah dan lembab terus menerus atau yg berhubungan dg tanah basah, tidak boleh
mengandung bahan yg bersi!at reakti! terhadap alkali dalam semen, yg umlahnya
$ukup dapat menimbulkan pemuaian yg berlebihan di dalam mortar atau beton.
Agregat yang reakti! terhadap alkali boleh dipakai untuk membuat beton dengan
semen yg kadar alkalinya dihitung sebagai setara 0atrium 6ksida (0a(6 K 0,E#8
+(6) tidak lebih dari 0,E0 % atau dengan penambahan yang dapat men$egah
teradinya pemuaian yang membahayakan akibat reaksi alkali agregat tersebut.
E) &i!at kekal diui dengan larutan enuh Faram-&ul!at 5
-ika dipakai 0atrium &ul!at , bagian yg han$ur mak 90 %.
-ika dipakai %agnesium &ul!at, bagian yang han$ur mak 9# %.
7) &usunan besar butir (gradasi). Agregat halus harus mempunyai susunan besar
butir dalam batas-batas sebagai berikut 5
19
a/el &,arat 0radasi Agregat Halus #enurut A&#
3kuran >ubang Ayakan (mm) "rosentase >olos +omulati! (%)
7,# 900
:,7# 7#-900
(,)E 80-7#
9,98 #0-8#
0,E0 (#-E0
0,)0 90-)0
0,9# (-90
Iang artinya adalah nah4a agregat halus tidak boleh mengandung bagian yang
lolos lebih dari :# % pada suatu ukuran ayakan dan tertahan pada ayakan berikutnya.
%odulus kehalusannya tidak kurang dari (,) dan tidak lebih dari ),9.
b. Agregat +asar
Agregat kasar yg akan dipergunakan untuk membuat beton yg akan mengalami basah
dan lembab terus menerus atau yg berhubungan dg tanah basah, tidak boleh
mengandung bahan yg bersi!at reakti! terhadap alkali dalam semen, yg umlahnya
$ukup dapat menimbulkan pemuaian yg berlebihan di dalam mortar atau beton.
Agregat yang reakti! terhadap alkali boleh dipakai untuk membuat beton
dengan semen yg kadar alkalinya dihitung sebagai setara 0atrium 6ksida
(0a
(
6 K 0,E#8 +
(
6) tidak lebih dari 0,E0 % atau dengan penambahan yang dapat
20
men$egah teradinya pemuaian yang membahayakan akibat reaksi alkali agregat
tersebut. &yarat yang lain untuk agregat kasar seperti pada &...
2.1 Ba2an*/a2an ,ang #erugikan Agregat
1ahan-bahan yang merugikan agregat adalah bahan-bahan yang mengganggu
proses pengikatan dan pengerasan beton, mengurangi kekuatan serta berat isi beton,
menyebabkan terkelupasnya beton dan mempengaruhi ketahanan beton terhadap
karat.
1ahan-bahan tersebut adalah 5
a. 1ahan-bahan padat yang menetap, seperti 5 lempung, >umpur dan abu. 1ahan-
bahan ini apabila terdapat dalam agregat dalam umlah banyak, maka akan ada
ke$enderungan penggunaan air yang banyak dalam $ampuran beton, sehingga
mutu beton menadi elek. &elain itu, bahan-bahan ini uga akan menghalangi
pengikatan antara semen dan agregat.
b. 1ahan organi$ dan humus, seperti 5 daun-daun yg membusuk, humus, asam untuk
menyamak, dll. 1ahan-bahan ini akan mengganggu proses hidrasi pada beton.
$. Faram, seperti 5 ;hlorida, sul!at, +arbonat dan ,os!at. 1ahan-bahan ini dapat
bereaksi se$ara kimia4i sehingga memperlambat atau merobah proses pengikatan
semen, menurunkan kekuatan bahkan menghan$urkan beton. Apabila agregat
mengandung ;hlorida lebih dari ( % maka ;hlorida tersebut akan menyerap air
dalam udara sehingga meninggalkan noda putih pada permukaan beton. &elain
itu, enis garam ini uga akan menyebabkan karat pada tulangan sehingga retak-
retak pada beton dan menyebabkan terurainya beton yang bersangkutan. "ada
kondisi yang demikian, beton tidak dapat diperbaiki lagi, karena serangan karat
oleh ;hlorida berlangsung terus menerus tidak dapat di$egah.
21
d. Agregat yang reakti! terhadap alkali, yaitu agregat yg mengandung sili$a reakti!,
biasanya terdapat pada batuan $herts, batu kapur dan beberapa enis batuan beku.
-enis agregat ini dapat bereaksi dengan alkali yang ada dalam semen dan
membentuk gel-silika, sehingga agregat mengembang/membengkak dan
menyebabkan timbulnya retak serta penguraian beton.
BAB III
PENUUP
3.1 +esim3ulan
+esimpulan yang dapat diambil dari makalah ini bah4a yang disebut dengan
agregat adalah material yang dominan dalam konstruksi kongkrit. Hampir 70% - 80
% lebih berat konstruksi kongkrit adalah agregat. Iang mana agregat terbagi atas dua
bagian yaitu agregat kasar dan agregat halus. Agregat kasar adalah suatu material
bangunan yang berupa batu dimana diameternya 0,# $m 8 0,7# $m. Agregat halus
adalah suatu material bangunan yang berupa butiran-butiran halus berdiameter antara
0,07# $m - 0,# $m. 1ahan perekat ialah bahan yang digunakan untuk merekatkan atau
22
mengikat agregat kasar dan agregat halus (ditambah air) sehingga teradi suatu ikatan
yang kuat atau kokoh.
*alam suatu $ampuran, terdapat hubungan yang erat antara agregat dengan bahan
perekat (ditambah air) sehingga ada saling keterkaitan antara keduanya. Agregat
tanpa bahan perekat tidak akan menadi ikatan yang kuat, begitu uga sebaliknya.
Agregat kasar terdiri dari batu kerikil yang biasanya diambil dari batu gunung,
batu sungai (batu kali), hasil smpingan proses penambangan dan agregat halus terdiri
dari pasir. 1ahan perekat agregat adalah semen. &edangkan yang termasuk bahan adi
agregat adalah beton, $ampuran beraspal dan beton aspal.
23