Anda di halaman 1dari 3

Kelompok 3 :

1. Kukuh Ardianto 406414304494


2. Galih Purwo Nugroho 406414304495
3. Fiqqi Dzulqarnaen A. 406414304496
4. Kukuh Bhekti R. 406414304503
5. Satriaji Gilang 406414304506
6. Rio Jajang 406414304513

ANALISIS KASUS DAEWOO GROUP DAN KRISIS FINANSIAL ASIA

Tahun 1999 Daewoo Group, mengalami kerugian sekitar $ 57 Milliar yang diseabkan
oleh krisis finansial yang melanda Asia.
Kim Woo Choong memulai Daewoo sejak tahun 1967 sebagai perusahaan kecil yang hanya
mempunyai modal $ 10. 000. 30 tahun kemudian berkembang menjadi perusahaan raksasa
dengan 250. 000 pegawai. Daewoo mempunyai 6 divisi, yaitu:

1. Trading Division
2. Heavy Industry and Shipbuilding
3. Construction and Hotel
4. Motor Vehicle Division
5. Electronic and Telecomunications
6. Finance and Sevice

Perekonomian Korea

Krisis finansial yang melanda Asia mempengaruhi keadan perekonomian Korea pada
tahun 1950. Menerapkan sistem ekonomi Jepang, Pemerintah Korea mentargetkan
pertumbuhan ekspor sebagai kunci masa depan bangsa. Pemerintah mengadopsi strategi tidak
melakukan impor namun melakukan ekspor seabnyak mungkin. Berbagai insentif diberikan
kepada eksportir seperti biaya akses yang rendah, pajak rendah, hak monopili untuk pasar
baru, pembebasan tarif, mengurangi tingkat tarif sarana publik. Akhirnya, Pemerintah
menginginkan perusahaan Korea untuk melakukan ekspor.

The Chaebol yang dimiliki oleh Hyundai, Daewoo, Samsung, dan LG Group menjadi
dominan dalam pertumbuhan ekonomi Korea. Keempat perusahaan tersebut sangat beraneka
ragam, yang dilirik sebagai investasi Daewoo dan pilihan bisnis. Mereka dimiliki bersama,
manajemen yang sama, dan keluarga yang sama. Sampai tahun 1980an menyediakan dana
yang berlebih untuk bisnis tersebut yang dikontrol oleh pemerintah karena merupakan aset
yang penting. Chaebol diberi dukungan oleh pemerintah dan sangat loyal pada pemerintah
serta meningkatkan korupsi di Korea.

Krisis Finansial Asia dan Pengaruhnya Terhadap Korea

Sistem perekonomian Korea menjadi liberal, demokrasi masuk pada yahun 1988 yang
memiliki konstitusi baru yang diperkenalkan oleh Presiden pertama Korea, Kim Young
Sam.Perekonomian terus bertumbuh dari 5% menjadi 8% pada pertengahan tahun 1999, yang
disebabkan oleh jumlah ekspor yang besar. Bahkan Bank Dunia memperkirakan
perekonomian Korea akan menjadi besar pada tahun 20202. Walaupun krisis finansial
menghentikan pertumbuhan ekonomi. Akibat krisis finansial tersebut banyak perusahaan
Korea yang gulung tikar diantaranya adalah Kia Motors dan Hanbo Steel.

Selama krisis Korea bernegosiasi dengan IMF untuk dapat mengatasi krisis yang
terjadi. IMF bersedia membantu tapi dengan syarat, menaikkan suku bunga, mengurangi
budget defisit, reformasi bank, restrukturisasi chaebol, meningkatkan finansial disclosure,
devaluasi mata uang, promosi ekspor, menekan impor. IMF mengeluarkan dana untuk
membantu Korea dan menyelamatkan bank agar tidak sampai bangkrut.

Pengaruh Krisis Terhadap Daewoo

Ketika terjadi krisis, Presiden Direktur Daewoo mengacuhkan sinyal peringatan dan
meneruskan ekspansi. Presiden Kim Dae Jung menghentikan aliran dana pada semua
perusahaan kecuali hanya Daewoo yang mendapat dana segar dari bank. Saat ekonomi Korea
masih mengalami resesi, Daewoo mengumkan bahwa perusahaannya akan bangkrut kecuali
jika kreditur dalam negeri segera mundur. Pemerintah segera menghentikan pinjaman kepada
Daewoo sampai November 1999. Pengumuman mengejutkan Daewoo berdampak pada pasar
saham dan ITC menjadi dalam tekanan. Daewoo meminta kreditur asing melakukan
penangguhan pembayaran bunga sampai Maret 2000, sehingga ketidakstabilan ini menyebar
ke pasar internasional.

Masa Depan Daewoo

Akhir tahun 1999, Presiden Daewoo Kim mengundurkan diri yang setidaknya
mengurangi permasalah Daewoo. Satu kemungkinannya adalah dengan jalan membuka
Daewoo dan membiarkan terjadi relasi bisnis yang otomatis. Pilihan yang lain adalah menjual
sebagian aset Daewoo. Menjual aset lainnya mungki tidak apa-apa bagi Korea namun
menjual aset Daewoo merupakan pukulan yang besar bagi negara.

Presiden Kim Woo Choong membiarkan perusahaan dan mealrikan diri dari negara.
General Motors membeli sebagian porsi saham Daewoo pada April 2002. Pwertengahan 2001
perekonomian Korea menunjukkan sinyal yang menjanjikan dari recovery dan reformasi.
Pada tahun 2001 perekonomian Korea mengalami pertumbuhan 3% dan pada tahun 2002
tumbuh 5% menjadi 6%.

Pertanyaan!

1. Gambarkan sistem perekonomian Korea? Elemen apa saja yang ada dalam sistem?
Bagaimana interaksi antara politik dan ekonomi di Korea?
2. Apakah Korea merupakan negara yang bagus untuk berinvestasi?
3. Apa kunci kesalahan Kim Wuo Choong dalam membuat formulasi dan
mengimplementasikan strategi Daewoo. Dan bagaimana krisis di Korea
mempengaruhi strategi tersebut?
4. Resiko apa yang ditanggung oleh GM dalam pengambilalihan Daewoo?
Jawab:

1. Sistem perekonomian Korea adalah liberal, sedangkan demokrasi baru masuk pada
negara ini pada tahun 1988 yang mempunyai konstitusi baru yag diperkenalkan oleh
Kim Young Sam. Pemerintah Korea mentargetkan pertumbuhan ekspor sebagai kunci
masa depan bangsa. Pemerintah mengadopsi strategi tidak melakukan impor namun
melakukan ekspor seabnyak mungkin. Berbagai insentif diberikan kepada eksportir
seperti biaya akses yang rendah, pajak rendah, hak monopili untuk pasar baru,
pembebasan tarif, mengurangi tingkat tarif sarana publik. Akhirnya, Pemerintah
menginginkan perusahaan Korea untuk melakukan ekspor. Politik dan ekonomi di
Korea sangat berhubungan erat, ditandai dengan hanya ada tiga pemain dalam
perekonomian Korea, yaitu perusahaan, bankir, dan pemerintah. Bahkan ketiganya
memiliki hubungan kekeluargaan sehingga menyebabkan tingkat korupsi yang tinggi
dan ketidakstabilan perekonomian.

2. Untuk saat ini Korea memang tempat yang bagus untuk berinvestasi karena setelah
terjadi krisis yang melanda Asia, Korea mengalami recovery dan reformasi
perekonomian yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi dar tahun ketahun semakin
meningkat. Terbukti pada pertengahan tahun 2002 perekonomian Korea menunjukkan
grafik yang menjanjikan. Pada tahun 2001 perekonomian tumbuh 3% dan pada tahun
2002 perekonomian tumbuh dari 5% menjadi 6%.

3. Kesalahan Kim Wuo Choong mengacuhkan sinyal peringatan dan meneruskan


ekspansi. Presiden Kim Dae Jung menghentikan aliran dana pada semua perusahaan
kecuali hanya Daewoo yang mendapat dana segar dari bank. Saat ekonomi Korea
masih mengalami resesi, Daewoo mengumkan bahwa perusahaannya akan bangkrut
kecuali jika kreditur dalam negeri segera mundur. Pemerintah segera menghentikan
pinjaman kepada Daewoo sampai November 1999. Pengumuman mengejutkan
Daewoo berdampak pada pasar saham dan ITC menjadi dalam tekanan. Daewoo
meminta kreditur asing melakukan penangguhan pembayaran bunga sampai Maret
2000, sehingga ketidakstabilan ini menyebar ke pasar internasional.

4. Resiko yang ditanggung oleh GM adalah pada saat pengambilalihan Daewoo


terancam bangkrut dan dikelola oleh manajemen yang tidak bagus yang melakukan
main mata dengan pemerintah serta pemiliknya yang terdahulu memilih kabur
meninggalkan Daewoo dan tidak mau bertanggungjawab atas kebangkrutan Daewoo
atas kesalahannya menerapkan strategi.