Anda di halaman 1dari 4

Data Pengamatan

No Perlakuan Pengamatan
1. 4 ml aquadest dipanaskan Larutan bening dan mendidih
2. 4 ml aquadest + 3 gram asam maleat
anhidrat
Anhidrat maleat larut dalam air mendidih,
larutan tidak berwarna (bening)
3. Larutan maleat + 3 ml HCl Terbentuk sedikit endapan putih
4. Campuran didinginkan di dalam wadah
es
Endapan putih semakin banyak
5. Menyaring endapan, sisa endapan yang
menempel pada gelas kimia dibilas
dengan aquadest
Didapat kristal yang merupakan asam
fumarat
6. Kristal di oven selama 30 menit dan
ditimbang
Asam fumarat yang didapat adalah 1,4
gram
a. Berat crussible + tutup + kertas saring + endapan = 70,6 gram
b. Berat crussible + tutup = 65,2 gram
c. Berat endapan (sebelum di oven) = 4,4 gram
d. Berat crussible + tutup +kertas saring + endapan (setelah di oven) = 67,6 gram
e. Berat endapan (setelah dioven) = 1,4 gram

Perhitungan
1. Secara teori
Asam maleat 3 gram
mol =


=



= 0,026 mol
H
2
O , 4 ml
=


m =
= 1 gr/mol x 4 ml
= 4 gr
mol =


=



= 0,222 mol
Reaksi:
C
4
H
4
O
4
+ H
2
O C
4
H
4
O
4
+ H
2
O
m : 0,026 0,222 - -
b : 0,026 0,026 0,026 0,026
s : - 0,196 0,026 0,026

Neraca massa
Komponen
Input Output
mol Mr Massa mol Mr massa
Asam maleat 0,026 116,1 3 - - -
Air (H
2
O) 0,222 18 4 0,222 18 4
Asam Fumarat - - - 0,196 116,1 3
Total 7 7

%konversi =


%yield =



=


= 100 % = 100%

2. Secara praktik
Asam maleat yang diperoleh 1,4 gram
mol =


=



= 0,012 mol
H
2
O , 4 ml
=


m =
= 1 gr/mol x 4 ml
= 4 gr
mol =


=



= 0,222 mol
Reaksi:
C
4
H
4
O
4
+ H
2
O C
4
H
4
O
4
+ H
2
O
m : 0,026 0,222 - -
b : 0,012 0,012 0,012 0,012
s : 0,014 0,21 0,012 0,012

Neraca massa
Komponen
Input Output
mol Mr Massa mol Mr massa
Asam maleat 0,026 116,1 3 0,014 116,1 1,6
Air (H
2
O) 0,222 18 4 0,222 18 4
Asam Fumarat - - - 0,012 116,1 1,4
Total 7 7

%konversi =


%yield =



=


= 46,15 % = 46,67%
3. Titik leleh asam fumarat
Teori : 287
0
C
Praktik : 240,3
0
C
% kesalahan =

x 100%
=

x 100%
= 16,27 %
Analisis Data
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui proses isomerisasi dalam
sintesa asam fumarat dari asam maleat. Isomerisasi adalah reaksi kimia dimana produk utama
berisomer dengan reaktan utama dalam hal ini reaktan utamanya asam maleat (C
4
H
4
O
4
) dan
produk utamanya asam fumarat (C
4
H
4
O
4
).
Asam maleat dan asam fumarat merupakan contoh dari isomer geometri (cis/trans).
Asam maleat merupakan isomer cis dan asam fumarat merupakan isomer transnya. Asam
maleat diperoleh dengan memanaskan 4 ml aquadest ditambah 3 gram asam maleat anhidrat.
Kemudian larutan asam maleat ini ditambah 3 ml HCl pekat dan dipanaskan sampai
terbentuk sedikit kristal fumarat. HCl berfungsi sebagai katalis serta berfungsi untuk
mengadisi ikatan rangkap C=C pada asam maleat. Reaksi ini merupakan reaksi adisi
elektrofilik karena serangan awal dilakukan oleh sebuah elektrofil. Reaksi adisi ini
menghasilkan ikatan sigma (tunggal) C-C yang mudah berotasi sehingga terjadi perubahan
letak-letak gugus yang terikat pada dua atom C tersebut. Molekul ini dapat mengalami rotasi
karena gugus-gugusnya hanya terikat oleh ikatan sigma (tunggal), bukan ikatan phi
(rangkap), sehingga bentuk keseluruhan sebuah molekul selalu berubah berkesinambungan.
Sebuah molekul bukanlah partikel statis yang berdiam diri, melainkan berputar, bergerak dan
membengkokan diri. Hal inilah yang menyebabkan molekul cenderung untuk berputar
/berotasi. Akibat rotasi ini, gugus karbonil yang pada awalnya terletak pada satu sisi (cis)
berubah menjadi saling bersebrangan (trans).
Pemanasan bertujuan untuk mempecepat reaksi adisi, karena untuk memecah ikatan
phi (ikatan rangkap) menjadi ikatan tunggal (ikatan sigma), karbon-karbon membutuhkan
energi yang tinggi dan energi ini tidak tersedia untuk molekul pada temperatur kamar,
sehingga pemanasan dapat menyediakan energi bagi molekul untuk memcahkan ikatan phi
(ikatan rangkap).
Sebuah reaksi adisi berlangsung, reaksi selanjutnya adalah eliminasi yang bertujuan
untuk membentuk kembali ikatan rangkap.