Anda di halaman 1dari 5

PENYAKIT ENDOKRIN I

DIABETES MELITUS DALAM KEHAMILAN

1. Pengertian
Diabetes mellitus (DM) adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai
berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan
berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah,
disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop
elektron.

2. Etiologi
Ada 2 macam diabetes mellitus, diantaranya :
a. Diabetes Melitus Tergantung Insulin (DMTI) disebabkan oleh
destruksi sel beta pulau Langerhans akibat proses autoimun.
b. Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulin (DMTTI) disebabkan
kegagalan relative sel beta dan resistensi insulin.
Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk
merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk
menghambat produksi glukosa oleh hati. Sel beta tidak mampu mengimbangi
resistensi insulin ini sepenuhnya, artinya terjadi defisiensi relatife insulin.
Ketidakmampuan ini terlihat dari berkurangnya sekresi insulin pada
rangsangan glukosa, maupun pada rangsangan glukosa bersama bahan
perangsang sekresi insulin lain. Berarti sel beta pankreas mengalami
desensitisasi terhadap glukosa.

3. Klasifikasi DM dibuat menurut umur, waktu penyakit timbul, lamanya


sakit, berat penyakit, dan komplikasi :
a. Kelas A : Diabetes laten (subklinis atau diabetes hamil). Uji toleransi
gula tidak normal. Pengobatan tidak memerlukan insulin, cukup dengan
diet saja. Prognosis untuk ibu dan janin baik.
b. Kelas B : Diabetes dewasa diketahui setelah usia 19 tahun, berlangsung
kurang dari 10 tahun, tidak disertai kelainan pembuluh darah.
c. Kelas C : Timbul pada umur 10-19 tahun, menderita selama 10-19
tahun, tanpa kelainan pembuluh darah.
d. Kelas D : Diderita sejak umur 10 tahun, lama 20 tahun, disertai
kelainan pembuluh darah seperti arteriosclerosis pada retina, tungkai, dan
renitis.
e. Kelas E : Telah terjadi kalsifikasi pembuluh darah.
f. Kelas F : Diabetes dengan nefropasia termasuk adanya
glomerulonefritis dan pielinefritis. Diabetes anak remaja (juvenilis)
merupakan diabetes yang diderita sejak anak-anak atau remaja. Karena
sedikit atau tidak ada insulin endogen, cenderung timbul keto-asidosis.
Pada prediabetik dijumpai kelainan anatomic, namun tanpa gejala yang
jelas. Prediabetik dapat menjadi diabetes bila timbul tekanan (stress) seperti
adanya kehamilan, infeksi, obesitas, emosi, dan lain-lain.

4. Tanda-tanda DM :
a. Banyak kencing, minum dan makan;
b. Berat badan turun dengan cepat tanpa sebab yang jelas;
c. Kesemutan;
d. Gatal didaerah kemaluan;
e. Keputihan;
f. Luka sukar/lama sembuhnya;
g. Bisul yang hilang timbul;
h. Penglihatan kabur;
i. Cepat lelah dan mudah mengantuk, dan lain-lain.

5. Pengaruh Kehamilan, Persalinan, dan Nifas pada DM

a. Kehamilan dapat menyebabkan status prediabetik menjadi manifest


(diabetik);
b. Diabetes akan menjadi lebih berat oleh kehamilan;
c. Pada persalinan yang memerlukan tenaga ibu dan kerja rahim akan
memerlukan glukosa banyak, maka bisa terjadi hipoglikemia atau koma;
d. Dalam masa laktasi keperluan akan insulin akan bertambah.
6. Pengaruh DM terhadap Kehamilan

a. Abortus dan partus prematurus;


b. Hidramnion;
c. Pre-eklamsia;
d. Kesalahan letak janin;
e. Insufisiensi plasenta.

7. Pengaruh DM terhadap Persalinan

a. Inersia uteri dan atonia uteri;


b. Distosia karena janin (anak besar, bahu lebar);
c. Kelahiran mati;
d. Persalinan lebih sering ditolong secara operatif;
e. Angka kejadian perdarahan dan infeksi tinggi;
f. Morbiditas dan mortalitas ibu tinggi.

8. Pengaruh DM terhadap Nifas

a. Perdarahan dan infeksi puerperal lebih tinggi;


b. Luka-luka jalan lahir lambat pulih/sembuh.

9. Pengaruh DM terhadap Janin atau Bayi

a. Sering terjadi abortus;


b. Kematian janin dalam kandungan setelah 36 minggu;
c. Dapat terjadi cacat bawaan;
d. Dismaturitas;
e. Janin besar (bayi kingkong/makrosomia);
f. Kematian neonatal tinggi;
g. Kemudian hari dapat terjadi kelainan neurologik dan psikologik.
10. Komplikasi
a. Akut
• Hipoglikemia
• Koma Ketoasidosis
• Koma hiperosmolar nonketotik
b. Kronik
• Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar ;
pembuluh darah jantung, pembuluh darah tepi, dan pembuluh darah
otak.
• Mikroangiopati, mengenai pembuluh darah kecil ;
retinopati diabetik, nefropati diabetik.
• Neuropati diabetik.
• Rentan infeksi, seperti tuberkulosis paru, gingivitis,
dan infeksi saluran kemih.
• Kaki diabetik

11. Diagnosis
a. Anamnesis :
• Riwayat persalinan yang lalu
(abortus, partus prematurus, kematian janin, dan anak besar);
• Riwayat keluarga (herediter);
• Keluhan sekarang (trias poliuri,
polidipsi, polifagi, dan pernah berobat sakit gula pada dokter).
Pemeriksaan :
• Pemeriksaan urin;
• Pemeriksaan kadar gula darah;
• Glukosa toleran tes (GTT);
• Nilai K.

12. Penanganan
a. Pengobatan medik adalah sangat bijaksana dan bekerja sama
dengan ahli penyakit dalam.
• Diabetes diet.
• Pemeriksaan insulin.
b. Penanganan obstetrik :
• Penanganan berdasarkan atas pertimbangan : beratnya penyakit, lama
penderitaan, umur, paritas, riwayat persalinan terdahulu, dan ada atau
tidaknya komplikasi.
- Penyakit tidak berat dan pengobatan /diet dapat mengontrol
dengan baik, diharapkan persalinan biasa.
- Bila diabetes agak berat dan memerlukan insulin, induksi
persalinan lebih dini, kehamilan minggu ke 36-38.
- Diabetes agak berat; riwayat kematian janin dalam
kandungan; beberapa institute melakukan seksio sesarea dalam
minggu ke-37 kehamilan.
- Dibetes berat dengan komplikasi (pre-eklampsia, hidramnion,
dan sebagainya), riwayat persalinan yang lalu buruk, induksi
persalinan atau seksio sesarea lebih dini.
- Dalam pengawasan persalinan, monitor janin dengan baik
(DJJ, elektro-toko-kardo-gram, dan ultrasonografi)
- Untuk menghentikan kesuburan, tubektomi sangat dianjurkan
untuk dilakukan, dengan ketentuan bila sudah ada anak serta pada
setiap kehamilan dan persalinan yang dapat mengancam
keselamatan ibu dan bayi.