Anda di halaman 1dari 6

1)

Permasalahan Dari Celah Palatum Dan Bibir:



a) Permasalahan pada gigi geligi
b) Permasalahan pada bidang oklusal
c) Permasalahan skeletal
d) Permasalahan pertumbuhan
e) Permasalahan pendengaran
f) Permasalahan berbicara
2)
Penatalaksanaan perawatan cleft palate
6
a) Perawatan praoperasi
b) Perawatan Operasi
c) Perawatan Paska operasi
3) Macam macam teknik palatoplasty
a) Tehnik von langenback
Keuntungan
Teknik mudah dikerjakan dan sedikit
dilakukan diseksi
Waktu operasi cepat


Kerugian
Tidak mampu memanjangkan palatum ke
posterior
b) Tehnik VY pushback
Keuntungan
Memperpanjang palatum ke posterior dan
mereposisi m.levator dalam posisi yang lebih
baik
Meningkatkan fungsi bicara karena palatum
bisa diperpanjang lebih ke posterior
Kerugian
Kemungkinan timbul fistula pada daerah
antara palatum keras dan palatum lunak karena
mukoperiousteum yang tipis didaerah tersebut
Meninggalkan tulang trabekula (demuded
bone) yang lebar pada tepi lateral celah
palatum, yang kemudian akan membentuk
jaringan parut yang berperan pada konstriksi
lengkung mandibula
Waktu operasi yang lebih lama
4) Macam macam teknik labioplasty
a) Metode tennison randall
Keuntungan
menghasilkan panjang bibir yang baik
Kerugian
jaringan parut yang terbentuk tidak alami
b) Metode rotasi millard
Keuntungan
Jaringan parut yang terbentuk berada pada
jalur anatomi normal dari collum phitral dan
batas hidung
Cut as you go
Kerugian
Kurang baik untuk kasus celah bibir yang
sangat lebar dan komplit
Membutuhkan operasi bertahap



5) kegawatdaruratan plegmon:
a) Suhu tubuh meningkat antara 39 C 40 C
b) Nadi lemah dan cepat
c) Rasa sakit yang hebat, kadang-kadang disertai
pusing.
d) Tubuh menggigil
e) Asfiksia
f) Gangguan fungsi menelan, sehingga dapat
menimbulkan dehidrasi
g) Lesu, lemah sampai malaise
6) penatalaksanaan:
a) Hospitalisasi
b) Konsul ke PD, paru-paru, THT
c) Pem. Pennunjang
d) Drainase
e) Kultur pus
f) Insisi (bila sudah mendapat ijin internist)
g) Pencabutan gigi causa


7. Penegakkan diagnosa fraktur mandibular:
a. Anamnesa
b. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
c. Pada kasus trauma, pemeriksaan penderita
dengan kecurigaan fraktur mandibula harus
mengikuti kaidah ATLS, dimana terdiri dari
pemeriksaan awal (primar survey) yang
meliputi pemeriksan airway, breathing,
circulation dan disability. Pada penderita
trauma dengan fraktur mandibula harus
diperhatikan adanya kemungkinan obstruksi
jalan nafas yang bisa diakibatkan karena
fraktur mandibula itu sendiri ataupun akibat
perdarahan intraoral yang menyebabkan
aspirasi darah dan clot.
d. Setelah dilakukan primary survey dan kondisi
penderita stabil, dilanjutkan dengan dengan
pemeriksaan lanjutan secondary survey yaitu
pemeriksaan menyeluruh dari ujung rambut
sampai kepala.
A : Airway
B : Breathing
C : Circulation
D : Disability
8. Indikasi untuk closed reduction :
a. fraktur komunitif
b. edentulous
c. fraktur pada anak-anak
d. fraktur condyles
9. Indikasi untuk open reduction :
a. displaced unfavourable fracture melalui
angulus
b. displaced unfavourable fracture dari corpus
atau parasymphysis
c. multiple fraktur tulang
d. fraktur midface disertai displaced fraktur
condylus bilateral