Anda di halaman 1dari 10

ALAT PERAGA SEDERHANA PEMANFAATAN LEVITASI MAGNET

UNTUK TRANPORTASI


Abstraks

Permasalahan transportasi umum di Indonesia sudah sangat kompleks dimulai dari
tidak layaknya kendaraan umum, kenyamanan menggunakan kendaraan umum
hingga yang terparah adalah kemacetan. Kemacetan yang terjadi di Indonesia
salah satu penyebabnya adalah kurangnya trasportasi massal yang dapat
menjangkau seluruh kalangan masyarakat. Pengembangan transportasi massal
oleh negara negara maju seperti Jerman dan Jepang adalah pemanfaatan levitasi
magnet yang dirasa mampu mengatasi persoalan persoalan seperti yang ada di
Indonesia. Levitasi magnet adalah pemanfaatan magnet yang bersifat tarik
menarik atau tolak menolak, dengan menggunakan salah satu sifatnya yaitu tolak
menolak maka diharapkan magnet akan mampu mengangkat dan menggerakan
gerbong kereta sehingga mampu membawa penumpang. Model sederhana dari
levitasi magnet yang dibuat diharapkan mampu menjadi inspirasi untuk
pengembangan transportasi massal di Indonesia yang memanfaatkan levitasi
magnet.


Kata kunci : permasalahan transportasi, pengembangan transportasi massal,
levitasi magnet.



BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang


Di Indonesia, kereta api merupakan alat transportasi massal jarak jauh
andalan masyarakat. Hal yang menjadikannya demikian adalah karena
kecepatannya yang luar biasa dan ongkosnya yang murah. Namun, pada
kenyataannya ternyata banyak permasalahan dalam pengoperasian alat transpotasi
andalan ini. Contohnya seperti keterlambatan KA (Kereta Api) yang cukup
mengkhatirkan. Menurut survey yang dilakukan oleh indonesiaindicator.org
sepanjang tahun 2013, terdapat 230 kereta yang mogok dan 193 kereta yang
terlambat. Terkait dengan pernyataan tersebut, terdapat 32% respon negatif dari
penumpang KA yang tak jauh berbeda dengan 33% respon positif yang
dilayangkan masyarakat. Sehingga Indonesia membutuhkan alternatif solusi untuk
memperbaiki sistem transportasi yang mampu mengatasi permasalahan
transportasi tersebut. Di negara negara maju pengembangan moda transportasi
massal menggunakan pemanfaatan levitasi magnet sudah mulai dikembangkan.
Semestinya Indonesia sudah mulai memikirkan pemanfaatan levitasi magnet
untuk transportasi karena manfaat yang ada pada levitasi magnet tersebut dirasa
dapat menjadi solusi alternatif. Manfaat penggunaan levitasi magnet apabila
dikembangkan menjadi moda transportasi diantaranya adalah lebih ramah
lingkungan karena penggunaan magnet yang menjadi dasar dari transportasi ini
tidak mengeluarkan polusi, lebih cepat karena dengan menggunakan gaya
pendorong yang berasal dari magnet, lebih nyaman dan aman karena tidak
terdapat goncangan dan memerlukan jalur khusus untuk pengguaannya.


Perumusan Masalah


Dalam penelitian kali ini tim merumuskan masalah menjadi beberapa
pertanyaan :

1. Bagaimana cara kerja levitasi magnet?
2. Apakah bahan Neodymium merupakan bahan yang baik untuk levitasi
magnet?
3. Bagaimana ketahanan gaya levitasi magnet dari bahan Neodymium
terhadap panas api?



Tujuan


1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah metode penelitian oleh Ibu Dini
Fitriani.
2. Membuat gambaran sederhana dari levitasi magnet.
3. Mengetahui sejauh mana gaya levitasi magnet neodymium dapat bertahan.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Magnet (menurut Edward P. Furlani, 2001) adalah suatu obyek yang
mempunyai suatu medan magnet. Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa
Yunani magntis lthos yang berartibatu Magnesian. Magnesia adalah nama
sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang
berada di wilayah Turki) di mana terkandung batu magnet yang ditemukan sejak
zaman dulu di wilayah tersebut.
Magnet adalah suatu materi yang mempunyai suatu medan magnet. Medan
magnet ini tidak terlihat tetapi bertanggung jawab untuk properti yang paling
menonjol dari magnet, yaitu kekuatan yang menarik pada bahan feromagnetik,
seperti zat besi, dan menarik atau mengusir magnet lainnya. Magnet bisa dalam
wujud magnet tetap atau magnet tidak tetap. Magnet yang ada sekarang
ini, hampir semuanya adalah magnet buatan. Magnet selalu memiliki dua kutub
yaitu: kutub utara (north/ N) dan kutub selatan (south/ S). Walaupun magnet itu
dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki dua kutub.
Magnet dapat menarik benda lain. Beberapa benda bahkan tertarik lebih
kuat dari yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai
daya tarik yang sama terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi
yang mempunyai daya tarik yang tinggi oleh magnet. Sedangkan oksigen cair
adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik yang rendah oleh
magnet. Satuan intensitas magnet menurut sistem metrik pada Satuan
Internasional (SI) adalah Tesla dan SI unit untuk total fluks
magnetik adalah weber. 1weber/m^2 = 1 tesla, yang memengaruhi satu meter
persegi.


Prinsip Levitasi Magnet


Levitasi magnetik (menurut Philip Gibbs dan Andre Geim dalam Chirana
Suprihati, 2012) adalah proses melayangnya objek dengan memanfaatkan medan
magnet. Dengan kata lain, hal ini menolak gaya gravitasi pada suatu benda dengan
menggunakan medan magnet sebagai penangkal. Baik gaya magnet tolakan atau
tarik dapat digunakan untuk membuat levitasi. Dalam hal daya tarik megnetik,
percobaan tersebut dikenal dengan suspense magnetic. Menggunakan tolakan
magnet, menjadi magnet levitasi. Dalam levitasi, magnet dicoba dengan
menggunakan magnet permanen. Upaya dilakukan untuk menemukan pengaturan
yang benar dari magnet permanen melayangkan magnet lain yang lebih kecil, atau
untuk menangguhkan magnet atau objek lain terbuat dari bahan besi. Namun,
secara matematis terbukti dengan Earnshaw bahwa pengaturan statis magnet
permanen atau beban tidak bisa secara stabil secara magnetis melevitasikan objek.
Selain magnet permanen, cara lain untuk menghasilkan medan magnet juga dapat
dimanfaatkan untuk melakukan levitasi, salah satunya adalah sistem
elektrodinamik, yang memanfaatkan hukum Lenz. Ketika magnet bergerak
relative terhadap konduktor dijarak yang dekat, arus diinduksi dalam konduktor.
Arus induksi ini akan menyebabkan medan magnet yang berlawanan. Medan
magnet yang berlawanan ini dapat digunakan untuk melayangkan magnet. Ini
berarti untuk mengatasi pembatasan yang diidentifikasi oleh Earnshaw disebut
sebagai osilasi. Elektrodinamik levitasi magnetik juga hasil dari efek diamati pada
superkonduktor. Efek ini diamati oleh Meissner dan dikenal dengan Meissner efek.
Ini adalah kasus khusus dari daimagnetisme.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


Pengumpulan Data


Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara sekunder dengan
mencari informasi dari berbagai sumber mengenai magnet dan prinsip dari levitasi
magnet itu sendiri.
Observasi dengan melakukan pengamatan secara langsung kepada benda yang
dijadikan objek penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran yang
pasti.




















Pengumpulan Data
Pengumpulan Bahan
Membuat Desain
sederhana
Mecoba bahan
A

































Membuat model
Melakukan percobaan
dan Observasi
Menguji hasil
A
Kesimpulan
HASIL YANG DIHARAPKAN

1. Melalui penelitian ini kita dapat melihat bentuk sederhana dari kereta
maglev
2. Model sederhana dari levitasi magnet ini mampu menjadi bahan untuk
membuat pengembangan transportasi umum menggunakan manfaat dari
levitasi magnet di Indonesia.
3. Bahan magnet neodymium dapat dipertimbangkan sebagai komponen
utama untuk membuat kereta maglev dan pengembangan untuk alternative
energi lain.























DAFTAR PUSTAKA

Prof Shu Guangwei dan tim, Modeling and Simulation of Shanghai MAGLEV
Train Transrapid with Random Track Irregularities, Shanghai Institute of
Technology, Shanghai,P.R. China. 2006.

Anas Tahir, ANGKUTAN MASSAL SEBAGAI ALTERNATIF MENGATASI
PERSOALAN KEMACETAN LALU LINTAS KOTA SURABAYA. 2005.

Chirana Suprihatin. Levitasi Magnetik Adalah Proses Melayang Objek Dengan
Memanfaatkan Magnet. 2012.

http://jabar.bps.go.id/subyek/perkembangan-jumlah-kendaraan-bermotor-
menurut-jenisnya-di-jawa-barat-2007-2011 Diakses pada (31 Maret 2014)



















Lampiran
Jadwal dan Anggaran
Tabel 1. Jadwal
Acara
Minggu - 1 Minggu - 2
1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7
Pembuatan proposal
Pengumpulan data
Pengumpulan bahan
Pembuatan
rancangan
Pengujian bahan
Pembuatan desain
Pengujian desain
Membuat laporan


Tabel 2. Anggaran Biaya
Nama Barang Jumlah Satuan
Harga
Satuan Harga
Barang Habis Pakai
Lem Superglue 3 buah Rp3,000.00 Rp9,000.00
Lilin 2 buah Rp1,500.00 Rp3,000.00
Korek Api 2 bungkus Rp500.00 Rp1,000.00

Barang Tidak Habis
Pakai
Magnet Neodymium 15 batang Rp8,000.00 Rp130,000.00
Kayu 4x3x100 cm Rp5,000.00 Rp5,000.00
Penggaris 4 buah Rp3,000.00 Rp12,000.00

Lain-lain
Pembuatan proposal 1 buah Rp15,000.00 Rp15,000.00

Total Rp175,000.00






Desain


Penggaris Kayu Magnet
Kayu










Kayu



Magnet
Penggaris
Kayu