Anda di halaman 1dari 4

NASRUL ARDINAN SATIVA

125040200111073
Kelas Q
Irrigate at fixed water depth (50 mm), Fixed application depth (100 mm)

1. Evapotranspirasi potensial metode Penman-Monteith


Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar
yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh
rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup
tinggi antara 8-15 cm. Eto paling rendah terdapat pada bulan desember
sebesar 3.83 mm/day dan tertinggi pada bulan Oktober sebesar 5.28
mm/day. Dari data yang diperoleh rata-rata ETo selama satu tahun adalah
4.50


2. Kebutuhan air tanaman (Etc atau CWR)

Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan
tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit, yang ditanam pada kondisi air
tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. Nilai
ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. Pada bar warna hijau
menunjukkan nilai Etc dan bar berwarna biru menunjukkan irigasi yang dibutuhkan. Dari
diagram batang diatas menjelaskan bahwa kebutuhan air pada awal masa tanam sangatlah
tinggi. Hal tersebut terlihat pada diagram batang warna biru antara bulan maret-april dimana
benih mulai disebar dan dilihat dari diagram warna hijau ETc menunjukkan adanya aktivitas
evapotranspirasi pada tanaman. Hal tersebut bisa ditinjukkan pada diagram sesudahnya yang
mengalami fluktuatif yang tidak terlalu signifikan daripada sebelum bulan maret.
3. Kebutuhan air irigasi (IWR)


Grafik irigasi yang harus diberikan pada tanaman yang telah dipilih. Pemberian irrigasi harus
diberikan pada waktu grafik belum dan telah mencapai titik layu. Pada garis yang menaik
diatas 0 perlu diberi irigasi karena kondisi telah melewati titik layu. Pada H-20 sebelum
tanam- H-5 sebelum tanam tidak perlu didrainase karena tanamannya belum ditanam, dan
pada H-4 sampai H-115 perlu diberi di beri irigasi karena telah melewati titik layu. Grafik
diatas hanya prediksi kondisi tanah dalam menyimpan air untuk selanjutnya dilakukan
penjadwalan secara berkala agar tanaman tidak mati dan kondisi tanah tidak dalam titik layu.
Garis warna coklat menunjukkan titik layu, biru kapasitas lapang dan hiijau adalah titik
jenuh. Selama grafik dalam dalam capaian garis warna biru maka tak perlu diirigasi jika
telah melebihi garis warna biru kebawah sampai warna hijau maka perlu di drainase.
4. Analisis kemungkinan reduksi produksi (%)

Reduksi produksi bisa diartikan penurunan produksi, (reduksi=pengurangan, pelepasan atau
penurunan). Dari perlakuan irigasi yang telah ditampilkan dan dari beberapa aspek dari data
klimatologi, ETo dan ETc hasil reduksi produksi adalah 0,0 %. Artinya dari data klimatologi,
ETo, ETo dan jenis tanah black clay soil penjadwalan irigasi yang telah ditampilkan
cropwatch tidak akan menurunkan hasil produksi padi.
5. Berapa debit pemberian air sesuai dengan Efisiensi Irigasinya/Metode Irigasi.


Total irigasi bersih yang diberi dari awal penanaman sampai pemanenan yaitu 1081.5mm,
dan irigasi yang Air yang dibutuhkan tanaman sebesar 590.6mm, efisiensi jadwal irigasi
sebesar 80.0%. Dari data diatas juga disebutkan bahwa total turunnya air hujan 688,6 mm dan
yang dapat digunakan tanaman atau yang efektif hanya 601,6 mm. Efisiensi air hujan 87.4%