Anda di halaman 1dari 72

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG-I

PROSES ADMINISTRASI BISNIS PERKEBUNAN


PT.PERKEBUNAN NUSANTARA XI ( Persero )
PABRIK GULA PADJARAKAN
PROBOLINGGO – JAWA TIMUR

Disusun Oleh :
Muchammad Erfan
NIM : 07.03.3234

PROGRAM DIPLOMA III AKUNTANSI


PROGRAM STUDI AKUNTANSI
POLITEKNIK LPP
YOGYAKARTA
2008

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG I


PROSES ADMINISTRASI BISNIS PERKEBUNAN
PT.PERKEBUNAN NUSANTARA XI ( Persero )
PABRIK GULA PADJARAKAN
PROBOLINGGO – JAWA TIMUR

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 1


Disusun Oleh :
Nama : Muchammad
Erfan
Nomor Induk Mahasiswa : 07.03.3234
Program Studi : Akuntansi

Mengetahui dan Mengesahkan


Probolinggo, 05 Januari 2008

Kepala AKU Pembimbing Praktek

( Soebagiyo,SE ) ( Agustinus.K )

PT.Perkebunan Nusantara XI ( Persero )


Pabrik Gula Padjarakan
Administratur

( H.Kusnadi )

LEMBAR PENGESAHAN

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


POLITEKNIK LPP YOGYAKARTA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG II


PROSES ADMINISTRASI BISNIS PERKEBUNAN
PT.PERKEBUNAN NUSANTARA XI ( Persero )
PABRIK GULA PADJARAKAN
PROBOLINGGO – JAWA TIMUR

Disusun untuk melengkapi persyaratan kelulusan


Program Studi Akuntansi
Politeknik LPP

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 2


Disusun Oleh :
Nama : Muchammad
Erfan
Nomor Induk Mahasiswa : 07.03.3234
Program Studi : Akuntansi

Telah diperiksa dan disetujui


Yogyakarta, 15 Januari 2009

Politeknik LPP Yogyakarta PTP. Nusantara XI ( Persero )


Penguji II Penguji I

SUWANDHI SE, M.Si Drs. ZAINUL MOENTOHA

SURAT KETERANGAN SELESAI PKL


Dengan ini kami menerangkan bahwa, mahasiswa Politeknik LPP yang
tersebut dibawah ini :
Nama : Muchammad Erfan
NIM : 07.03.3234
Program Studi : Akuntansi ( Khusus )
Semester : III ( Tiga )

Telah menyelesaikan program ” Praktek Kerja Lapang ” Tahun


Akademik 2008 / 2009 di :
Pabrik : Pabrik Gula Padjarakan
PTPN : PTP. Nusantara XI ( Persero )
Lama PKL : 5 Desember 2008 s.d 05 Januari 2009 ( 2 Bulan )

Pembimbing Praktek

( Agustinus.K )

PT.Perkebunan Nusantara XI ( Persero )


Pabrik Gula Padjarakan
Administratur

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 3


( H. Kusnadi )

MOTTO

• Berilah sesuatu yang terbaik dalam hidup yang dapat


bermanfaat bagi diri kita, keluarga, masyarakat,
agama, perusahaan dan negara tercinta kita

• Raihlah harapan yang ada didepan mata, janganlah


pernah bermimpi untuk meraih sesuatu diluar
kemampuan kita, walaupun itu intan permata

• Berilah keluarga kita, sesuatu yang bersih, agar mereka


menjadi daging yang sangat suci

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 4


PERSEMBAHAN
Dengan ucapan syukur Alhamdulillah, karya ini aku
persembahkan untuk :
• Ibunda Mustinah dan Ayahanda Z. Achamad
tercinta yang selalu dengan sabar memberikan
doa serta dukungan perhatian, serta
pengorbanan yang begitu besar dalam hidupku
• Istri tercinta ” Cici Murbaningrum ” yang selama
ini setia menunggu, selama dalam
menyelesaikan tugas belajar selama 3 tahun
• Anak-anakku tersayang Nafa Ivanti Permata
Dewi, Safira Regitasari dan Shanty Galuh
Perdana Wati
• Almarhumah ” Utik Dwi Murwanti ” yang ada
disisi Alloh Swt

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 5


KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb
Beribu syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt yang telah
melimpahkan segala karunianya, sehingga dalam penyusunan Laporan
Praktek Kerja Lapang I sebagai syarat melengkapi kelulusan Program
Studi Akuntansi Politeknik LPP Yogyakarta berjalan sesuai harapan.
Oleh karena itu, perkenankanlah penulis untuk menyampaikan ucapan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Direksi PTP. Nusantara XI ( Persero ) Surabaya yang telah
memberikan penugasan Praktek Kerja Lapang I di Pabrik Gula
Padjarakan.
2. Bapak H.Kusnadi. selaku Administratur Pabrik Gula Padjarakan.
3. Bapak Soebagiyo selaku Kepala AKU Pabrik Gula Padjarakan
yang sekaligus juga sebagai pembimbing PKL I.
4. Bapak Agustinus K, selaku Pembimbing PKL I di Pabrik Gula
Padjarakan.
5. Bapak Suwandhi,SE.Msi. selaku Pembimbing Praktek Kerja
Lapang I yang penuh perhatian selama penyusunan Laporan
Praktek Kerja Lapang I.
6. Bapak Drs. Zainul Moentoha, selaku penguji dari PTPN XI
( Persero ), terima kasih atas bantuannya.
7. Seluruh Karyawan Pabrik Gula Padjarakan, yang tidak dapat kami
sebutkan satu-persatu atas segala bantuan memberikan
informasinya.
8. Ibunda Mustinah, Ayahanda Z.Achmad, Mbak Nanin, Mas Anton
yang telah sepenuhnya memberikan dukungan perhatian.
9. Keluarga tercinta ( istri dan anak-anak tersayang ), yang selalu
menghiasi dalam kehidupan penulis.
10. Semua pihak yang telah membantu kelancaran dalam
penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapang I.
Sekiranya dalam penulisan Laporan Praktek Kerja Lapang I, penulis
sangat menyadari atas segala keterbatasan dan kekurangannya,
namun penulis berharap semoga Laporan Praktek Kerja Lapang I ini,
sedikit bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.
Yogyakarta, 05 Januari 2009

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 6


Muchammad Erfan
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapang


Persaingan yang semakin global di industri pergulaan menuntut manajemen perusahaan
untuk mengelola perusahaan atau unit-unit usahanya secara efisien. Terwujudnya sistim
administrasi yang akuntanbilitas bagi perusahaan tidak lepas dari kemampuan
manajemen dalam perencanaan, pengkoordinasian, dan pengendalian berbagai aktivitas
dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Strategi bisnis dan kebijakan secara
universal diharapkan mampu mendorong kelangsungan pengelolaan industri berbasis
tebu yang bermultiguna bagi stakeholder yang berkesinambungan. Upaya-upaya
pengendalian dan pengawasan biaya terkait dengan efisiensi harga pokok produksi, tidak
lepas dari keberhasilan dalam mengelola manajemen administrasi. Oleh karena itu dalam
Praktek Kerja Lapang yang merupakan bagian dari kurikulum Politeknik LPP
Yogyakarta, melalui Praktek Kerja Lapang ini diharapkan para mahasiswa dapat
mempelajari dan memahami sistim dan proses bisnis, organisasi dan peran atau hubungan
antar unit usaha atau sub unit, sarana dan prasarana bisnis, lingkungan bisnis,
karakteristik bisnis di unit usaha atau kebun atau Pabrik Gula.

1.2 Maksud dan Tujuan Praktek Kerja Lapang


Maksud dan tujuan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah :
a. Mengetahui dan memahami system dan proses bisnis perusahaan
perkebunan.
b. Mengenal organisasi dan lingkungan kerja (budaya) perusahaan perkebunan.
c. Mengetahui tugas-tugas bidang dan saling keterkaitan dalam bisnis
perkebunan.

1.3 Ruang Lingkup Kegiatan


a. Sistem dan Proses Bisnis Perusahaan Perkebunan
1) Sistem, proses administrasi, dan peran bidang Tanaman.
2) Sistem, proses administrasi, dan peran bidang Pengolahan.
3) Sistem, proses administrasi, dan peran bidang Instalasi .
4) Sistem, proses administrasi, dan peran bidang AKU.

b. Organisasi Perusahaan Perkebunan


1) Struktur organisasi.
2) Tingkat manajemen.
3) Budaya (kerja) perusahaan.
4) Sumber daya manusia (tenaga kerja)
c. Sarana dan Prasarana Pendukung Perkebunan.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 7


1.4 Manfaat Praktek Kerja Lapang
a. Bagi Akademisi
Hasil Praktek Kerja Lapang ini diharapkan dapat memberikan tambahan
pengetahuan bagi kemajuan akademis dan dapat dijadikan bahan acuan bagi
penyusun selanjutnya dengan topik yang sama.

b. Bagi Perusahaan
Hasil Praktek Kerja Lapang ini diharapkan dapat memberikan sumbangan
pemikiran bagi PTP.Nusantara XI (Persero) maupun bagi perusahaan lain
bagaimana pengaruh sistim administrasi dalam proses penyusunan anggaran
perusahaan terhadap kinerjamanajerial perusahaan.

1.5 Metode Praktek Kerja Lapang


Metode praktek yang penulis gunakan adalah sebuah metode mengumpulkan data yang
sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga dapat memberikan penge-
tahuan yang sebelumnya yang kemudian dapat ditarik kesimpulan. Tehnik me
ngumpulkan data yang penulis lakukan yaitu dengan cara :
a. Pengamatan kegiatan
Praktek Kerja Lapang ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung sistem
administrasi yang kemudian dipelajari untuk disesuaikan dengan Standard
Operating Procedure atau SOP perusahaan.
b. Penghayatan kegiatan
Penghayatan kegiatan dengan cara turut serta berperan melaksanakan kegiatan
administrasi perusahaan.
c. Diskusi
Diskusi yang dilakukan yaitu dengan cara tanya jawab, dengan personil yang
berkaitan dengan pekerjaan yang di lakukannya.
d. Studi pustaka dan pengumpulan atau pencatatan data perusahaan
Studi pustaka dan pengumpulan atau pencatatan data perusahaan dengan cara
mengumpulkan bahan bahan dari berbagai sumber dan mempelajari literatur-
literatur dari perusahaan perkebunan sendiri, yang berhubungan dengan topik
pembahasan untuk memperoleh dasar teoritis.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 8


BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan


2.1.1 Proses Pendirian
Sejarah perusahaan Pabrik Gula Padjarakan, menurut Jaarboek
Suikerfabrikanten Op Java 1913/14 Pabrik Gula Padjarakan didirikan pada Tahun
1830, pada jaman Pemerintahan Hindia Belanda, oleh suatu perusahaan Belanda
yang bernama Anemaet & Co. Tempat kedudukan Pabrik Gula Padjarakan adalah
di desa Sukokerto Kecamatan Padjarakan Kabupaten Probolinggo Propinsi Jawa
Timur.
Sejak didirikan sampai kedatangan Jepang di Indonesia ± Tahun 1942
tidak ada catatan / dokumen yang pasti yang dapat menceritakan riwayat Pabrik
Gula Padjarakan. Selama Pemerintahan Jepang di indonesia ± Tahun 1942 s/d
1945, Pabrik Gula Padjarakan tidak beroperasi, bahkan komplek perumahan
Pabrik Gula Padjarakan di jadikan markas tentara Jepang, sehingga sejak masa
pemerintahan Jepang tersebut Pabrik Gula Padjarakan tidak aktif beroperasi, yang
akhirnya berakibat sebagian besar mesin-mesinnya banyak yang rusak.
Baru mulai Tahun 1948 tepatnya menurut dokumen yang ada Tanggal 23
Desember Tahun 1948, Pabrik Gula diambil alih oleh Javanch Kultur Matchappy
N.V dan mulai di bangun kembali. Karena Pabrik sudah berhenti selama ± 6
Tahun, maka dengan perbaikan yang memakan waktu ± 3 Tahun akhirnya pada
masa giling Tahun 1951 Pabrik Gula Padjarakan baru dapat mulai beroperasi
kembali, sebagai pabrik swasta milik orang Belanda.
Dalam rangka perjuangan masuknya Irian Barat ke wilayah Republik
Indonesia maka dengan surat Penguasa Militer / Menteri Pertahanan No.1063/
PMT/1957 Tanggal 5 Desember 1957 perusahaan milik Belanda diambil alih oleh
Pemerintah Republik Indonesia (termasuk PG Padjarakan) dan di beri nama
Perusahaan Perkebunan Negara Baru atau di singkat PPN Baru.
Pada Tahun 1960 diadakan penggabungan antara Perusahaan Perkebunan
dalam lingkup PPN Lama dengan PPN baru menjadi suatu Lembaga Badan
Pimpinan Umum urusan Perkebunan Negara di singkat BPU-PPN berkedudukan
di Jakarta dengan perwakilan BPU - PPN Jawa Timur Surabaya.
Pada Tahun 1963 diadakan reorganisasi menjadi BPU-PPN Gula Jawa
Timur Inspeksi Daerah VII.
Pada Tahun 1963 diadakan reorganisasi lagi atas dasar Peraturan
Pemerintah No 13 Tahun 1968 dari BPU-PPN Gula Jawa Timur Inspeksi Daerah
VII menjadi PNP XXIV (Perusahaan Negara Perkebunan XXIV Pabrik Gula
Padjarakan).

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 9


Pada Tahun 1974 dengan Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1974
Tanggal 13 Desember 1974 di reorganisasi lagi dari PNP XXIV PG Padjarakan
menjadi PTP XXIV (Persero) PG Padjarakan.
Pada Tahun 1975 dengan Peraturan Pemerintah No.15 Tahun 1975
Tanggal 28 April 1975 diadakan penggabungan antara PTP XXIV dengan PTP
XXV menjadi PTP XXIV-XXV (Persero) yang mana sampai dengan saat ini
masih tetap dengan nama PTP XXIV-XXV (Persero) Pabrik Gula Padjarakan.
Pada Tahun 1997 diadakan reorganisasi kembali menjadi PTPN XI
(Persero) yang merupakan penggabungan dari PTP XX (Persero) dengan PTP
XXIV-XXV (Persero) sampai sekarang masih tetap dengan nama PTP Nusantara
XI (Persero) PG. Padjarakan.

2.1.2 Nama dan Bentuk Perusahaan


Nama perusahaan Pabrik Gula Padjarakan berbentuk PT (Persero) dan
merupakan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

2.1.3 Lokasi Perusahaan


Pabrik Gula Padjarakan berada di Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan
Kabupaten Probolinggo Propinsi Jawa Timur yang terletak di 119 km dari Ibu
Kota Propinsi dan 21 km dari Ibu Kota kabupaten.

2.1.4 Visi dan Misi


a. Visi Perusahaan
Menjadi badan usaha yang berguna bagi peningkatan kesejahteraan
stakeholders secara berkesinambungan.

b. Misi Perusahaan
Menyelenggarakan usaha agribisnis, khususnya yang berbasis tebu melalui
optimalisasi pemanfaatan sumber daya dengan memperha-
tikan kelestarian lingkungan.

2.1.5 Budaya Perusaahaan


Budaya Perusahaan adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini semua
insan perusahaan dan yang dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan
secara terus-menerus, berfungsi sebagai perekat, dan dijadikan acuan
berprilaku dalam organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah
ditetapkan. Adapun Budaya Perusahaan ini, ialah :
- Sukses merupakan hasil kerja sama yang didukung prakarsa perorangan.
- Senantiasa berorientasi pada pertumbuhan dengan menciptakan dan
memanfaatkan peluang.
- Mutu melandasi setiap prilaku.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 10


2.2 Organisasi Perusahaan
2.2.1 Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam
organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan
meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda
tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga
menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan
penyampaian laporan.

Gambar 1. Struktur Organisasi PG Padjarakan


Pabrik Gula Padjarakan terdiri dari 4 (empat) bagian, dan masing-masing Bagian
terbagi beberapa Sub Bagian yaitu :
a. Bagian Tanaman
1) Sub Bagian Sinder Kebun Kepala (SKK) :
a) Seksi Tebang dan Angkut.
b) Seksi Sinder Kebun Wilayah. Kepala AKU Kepa
c) Seksi Kebun Percobaan / Pengkajian Pengembangan Teknologi
(PPT).

Staf SDM &


b. Bagian Instalasi Wakil / Staf W
1) Kantor Instalasi, St.Gilingan, St.Besali dan Limbah.
2) St.Puteran, St.Listrik dan Bangunan.
Umum Pembukuan
3) St.Ketel, St.Garase, Traktor dan Pompa Kebun.
Pengo
4) St.Ketel dan St.Masakan.

Mantri Kemik
c. Bagian Pengolahan
Staf Keuangan
1) St.Gilingan dan Limbah.
Poliklinik
2) St.Puteran dan Limbah Padat.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 11


Perwira Kemike
3) St.Masakan dan Limbah Cair.
4) St.Pemurnian dan Penguapan.
5) Laboran.

d. Bagian Administrasi Keuangan dan Umum (AKU)


1) Sub.Bagian Gudang.
2) Sub.Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.
3) Sub.Bagian Administrasi Hasil.
4) Sub.Bagian DO PTR.
5) Sub.Bagian Pembukuan.
6) Sub.Bagian Keuangan.
7) Sub.Bagian SDM dan Umum.

2.2.2 Job Discription


a. ADMINISTRATUR
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1. Bertanggung jawab kepada Direksi PT. Perkebunan Nusantara

XI (Persero) dan mengkoordinasi serta mengkontrol masing-

masing kegiatan, menjaga keutuhan seluruh kesatuan kerja

yang berada dibawahnya.

2. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan


rencana kerja yang telah ditetapkan, baik secara teknis, administrasi
maupun finansial.

3. Melaporkan rencana kerja serta pelaksanaannya kepada Direksi.

b. KEPALA TANAMAN
Kepala Tanaman berfungsi mengelola sumber daya pertanian khususnya tanaman
tebu, Tebu Sendiri (TS) dan Tebu Rakyat (TR) yang berada dalam binaannya.
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1. Seijin Administratur, merencanakan dan melaksanakan rapat
Forum Temu Kemitraan (FTK).
2. Merencanakan penataan kebutuhan kebun bibit berjenjang
sesuai kriteria varietas.
3. Merencanakan jadwal tanam tebu, sejak pengadaan lahan
sampai bahan baku tebu siap ditebang.
4. Merencanakan pengembangan dan penerapan tehnologi baru
gunamenunjang kebutuhan bahan baku tebu untuk memenuhi kapasitas
giling yang telah ditentukan.
5. Mengkoordinasi penyusunan Rencana Kerja Anggaran Perusa-

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 12


haan (RKAP), Permintaan Modal Kerja (PMK), Pembelian Lokal (PB
24), Pembelian Kantor Direksi (AU 20) dan investasi.
6. Mengelola tebang dan angkut tebu sejak mulai tebu ditebang sampai
ditimbang.
7. Mengawasi dan mengendalikan penggunaan maupun pengada-
an barang, bahan keperluan pertanian yang diperlukan se-efektif dan
se-efisien mungkin.
8. Mengendalikan biaya.
9. Mengupayakan ketepatan dan kebenaran laporan.

a) Sinder Kebun Kepala (SKK)


Sinder Kebun Kepala berfungsi membantu Kepala Tanaman dalam
mengelola sumber daya pertanian dari lahan Tebu Sendiri (TS) dan Tebu
Rakyat (TR) sesuai mutu dan jumlah bahan baku tebu, sesuai sasaran
perusahaan di bagiannya secara efektif dan efisiensi.
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Merencanakan penataan kebutuhan kebun bibit
berjenjang sesuai kriteria varietas.
2) Merencanakan jadwal tanam tebu, sejak pengadaan
lahan sampai bahan baku tebu siap ditebang.
3) Merencanakan pengembangan lahan dengan menyewa
lahan yang produktif dan penerapan teknologi baru sesuai
standart baku diwilayah yang menjadi tanggung-jawabnya.
4) Mengkoordinasi penyusunan Rencana Kerja Anggaran
Perusahaan (RKAP), Permintaan Modal Kerja (PMK),
Pembelian Lokal (PB 24), Pembelian Kantor Direksi (AU 20)
dan investasi di wilayah yang menjadi tanggung-jawabnya.
5) Mengawasi dan mengendalikan penggunaan maupun
pengadaan barang, bahan keperluan pertanian diwilayah yang
menjadi tanggung-jawabnya.
6) Mengendalikan biaya operasional tanaman diwilayah yang
menjadi tanggung-jawabnya secara efektif dan efisien
mungkin.

b) Kepala Tebang dan Angkut


Kepala Tebang dan Angkut berfungsi mengelola tebang dan angkut mulai
tebu ditebang dari kebun sampai ditimbang, untuk memenuhi kebutuhan
bahan baku tebu dengan standard mutu yang sudah ditentukan, sesuai
permintaan.
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Menyusun Rencan Kerja dan Anggaran Tebang, Muat dan
Angkut.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 13


2) Membuat rencana kebutuhan dana, barang / bahan untuk
keperluan kegiatan tebang,muat dan angkut.
3) Membuat perencanaan teknis pola tebang muat dan angkut,
agar pemasukan bahan baku tebu untuk keperluan kapasitas
giling dapat dipenuhi sesuai standart dan mutu yang diminta.
4) Melaksanakan kegiatan bimbingan administrasi tebang,muat
dan angkut.
5) Kelancaran dan kebenaran laporan jumlah luas dan kuintal tebu
yang ditebang setiap hari.
6) Memberikan pelayanan tebang dan angkut yang baik kepada
petani tebu rakyat intensifikasi.
7) Tercapainya pemasukan bahan baku tebu sesuai standart mutu
yang telah ditentukan untuk keperluan giling.
8) Tercapainya efisiensi biaya.

c) Sinder Kebun Wilayah (SKW)


Sinder Kebun Wilayah berfungsi mengelola sumber daya pertanian
khususnya tanaman tebu diwilayah kesinderan untuk mencapai sasaran
produksi dalam memenuhi kebutuhan bahan baku tebu sesuai mutu dan
jumlah yang ditetapkan diwilayah kerja yang menjadi tanggung-jawabnya.
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan di tingkat
wilayah kerjanya.
2) Membuat rencana kebutuhan dana, dalam Permintaan Modal
Kerja untuk wilayah kerja yang menjadi tanggung-jawabnya.
3) Melakukan bimbingan dan pengawasan pengadaan lahan, bibit,
pembukaan lahan, tanam dan pemeliharaan tanaman Tebu
Rakyat Intensifikasi sampai siap tebang.
4) Melaksanakan penyuluhan dan pembinaan Kelompok Tani
Tebu Rakyat.
5) Melakukan kerjasama dan pembinaan KUD diwilayah
kerjanya.
6) Melaksanakan tugas sebagai Ketua Forum Temu Kemitraan
(FTK) Wilayah.
7) Membuat laporan kemajuan pekerjaan.
8) Merencanakan pengembangan dan penerapan teknologi baru di
wilayah kerja yang menjadi tanggung-jawabnya.
9) Memenuhi sasaran luasl lahan untuk memenuhi kebutuhan
bibit berjenjang, dengan kriteria varietas.
10) Memenuhi sasaran luas lahan dan bahan baku tebu, Tebu
Sendiri (TS) maupun Tebu Rakyat (TR).

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 14


d) Sinder Kebun Percobaan / Pengkajian Pengembangan
Teknologi (PPT)
Sinder Kebun Percobaan / Pengkajian Pengembangan Teknologi
berfungsi mengadakan penelitian-penelitian pengembangan,
proteksi dibidang tanaman, tehnik tanam, pengolahan dan peme-
liharaan dalam rangka menunjang pencapaian sasaran produksi.
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Membuat rencana percobaan dan penelitian di Bagian
Tanaman.
2) Membuat Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)
percobaan dan penelitian.
3) Melaksanakan percobaan dan penelitian.
4) Memberikan penyuluhan tentang hasil percobaan dan
penelitian kepada Sinder Kebun maupun petani tebu.
5) Melaksanakan pemetaan, pengukuran lahan, yang dibuka untuk
tanam.
6) Melaksanakan pemberantasan hama dan penyakit tebu.
7) Melaksanakan analisa kemasakan tebu, untuk penentuan awal
giling.
8) Membantu Kepala Tanaman merencanakan penataan kebun
bibit berjenjang.
9) Melaksanakan sortasi varietas pembibitan dan Kon-servasi
tanah.
10) Membuat administrasi kegiatan percobaan penelitian.
11) Membuat petunjuk pelaksanaan tentang hasil percobaan yang
dapat diterapkan dalam praktek.
12) Membuat laporan hasil percobaan dan penelitian.
13) Kompulasi data dan informasi.

c. KEPALA INSTALASI
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1. Penanggung jawab Bagian Instalasi.
2. Koordinasi masinis / Responbility Center (RC) stasiun.
3. Koordinasi perencanaan, perawatan Luar Masa Giling (LMG) dan
memelihara kelancaran operasi mesin Dalam Masa Giling (DMG)
untuk mencapai sasaran Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
4. Koordinasi penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja Anggaran
Perusahaan (RKAP), Investasi, pembelian Kantor Direksi (AU 20),
Permintaan Modal Kerja (PMK), pembelian lokal (PB 24), di
Bagian Instalasi untuk pemakaian yang efisien.
5. Mengendalikan harga pokok produksi Bagian Instalasi tidak
melampaui Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 15


6. Mengelola lingkungan hidup PG.Padjarakan sesuai baku mutu Surat
Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur dan Pembinaan P2K3.
7. Mengadakan koordinasi dengan Bagian Pengolahan, Tanaman, dan
Administrasi Keuangan dan Umum (AKU).
8. Mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) di Bagian Instalasi.
9. Membuat laporan secara periodik.

a) Wakil Masinis Kantor Instalasi, St.Gilingan, St.Besali dan Limbah


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Mengelola perbaikan peralatan di St.Gilingan sesuai Standard
Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai sasaran ekstraksi dan
kapasitas yang direncanakan.
2) Mengelola perbaikan di St.Besali untuk keperluan semua
stasiun guna mencapai sasaran giling.
3) Mengelola administrasi kantor Instalasi secara efektif dan
efisien baik Luar masa Giling (LMG) dan Dalam Masa Giling (DMG).
4) Mengelola Instalasi limbah padat, cair dan gas dengan sasaran
baku mutu Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur.
5) Mengendalikan harga pokok produksi tidak melampaui
Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
6) Menyelesaikan reparasi Luar masa Giling (LMG), sebelum
percobaan uap, pelaporan kemajuan pekerjaan setiap 15 harian.
7) Mengendalikan permintaan barang, mengacu Rencana Kerja
Anggaran Perusahaan (RKAP) , Investasi, pembelian Kantor Direksi
(AU 20), Permintaan Modal Kerja (PMK), pembelian lokal (PB 24),
untuk pemakaian yang efisien.
8) Menyusun pembagian tugas Sumber Daya Manusia
(SDM),untuk Luar masa Giling (LMG) dan Dalam Masa Giling
(DMG), memantau kehadiran karyawan, mengendalikan lembur dan
pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) serta P2K3.
9) Mengendalikan operasional giling pada efisiensi tertinggi
untukekstraksi, proses produksi gula dan energi.

b) Responbility Center (RC) St.Pabrik Tengah, St.Dok Loko


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Mengelola perbaikan peralatan di St.Pemurnian sesuai
Standard Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai sasaran
giling.
2) Mengelola perbaikan di St.Penguapan sesuai Standard
Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai sasaran giling.
3) Mengelola pekerjaan di St.Masakan sesuai Standard
Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai sasaran giling.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 16


4) Mengelola pekerjaan di St.Pendingin sesuai Standard
Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai sasaran giling.
5) Mengelola pekerjaan di St.Penguapan sesuai Standard
Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai sasaran giling.
6) Menyelesaikan reparasi Luar masa Giling (LMG), sebelum
percobaan uap.
7) Mengendalikan permintaan barang, mengacu Rencana Kerja
Anggaran Perusahaan (RKAP), Investasi, pembelian Kantor Direksi
(AU 20), Permintaan Modal Kerja (PMK), pembelian lokal (PB 24),
untuk pemakaian yang efisien.
8) Mengendalikan harga pokok produksi St.Pemurnian,
St.Penguapan, St.Masakan dan St.Pendingin tidak melampaui Rencana
Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
9) Menyelesaikan reparasi Luar masa Giling (LMG), sebelum
percobaan uap, pelaporan kemajuan pekerjaan setiap 15 harian.
c) Responbility Center (RC) St.Puteran, St.Listrik, dan Bangunan
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Mengelola perbaikan peralatan di St.Puteran, St.Listrik
sesuai Standard Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai
sasaran giling, menyelesaikan reparasi Luar Masa Giling (LMG),
sebelum percobaan uap.
2) Mengelola St.Bangunan, baik didalam pabrik maupun di
luar pabrik secara efisien.
3) Menjadi masinis jaga Dalam Masa Giling (DMG) untuk
mendukung Bagian Pengolahan.
4) Mengendalikan permintaan barang, mengacu Rencana
Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), Investasi, pembelian Kantor
Direksi (AU 20), Permintaan Modal Kerja (PMK), pembelian lokal
(PB 24), untuk pemakaian yang efisien.
5) Mengendalikan harga pokok produksi St.Puteran, St.Listrik
tidak melampaui Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
6) Menyusun Laporan Kemajuan Pekerjaan 15 harian Luar
Masa Giling (LMG) untuk St.Puteran, St.Listrik.
7) Menyusun pembagian tugas Sumber Daya Manusia (SDM),
untuk Luar masa Giling (LMG) dan Dalam Masa Giling (DMG),
memantau kehadiran karyawan, mengendalikan lembur dan pembinaan
Sumber Daya Manusia (SDM) serta P2K3.

d) Responbility Center (RC) St.Ketel, St.Garase, Traktor dan


Pompa Kebun
Tugas dan Tangggung-Jawab :

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 17


1) Mengelola perbaikan peralatan di St.Ketel sesuai Standard
Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai sasaran giling,
menyelesaikan reparasi Luar Masa Giling (LMG), sebelum percobaan
uap.
2) Mengelola perbaikan St.Garase sesuai Standard
Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai sasaran giling.
3) Menjadi masinis jaga Dalam Masa Giling (DMG) untuk
mendukung Bagian Pengolahan.
4) Mengendalikan permintaan barang, mengacu Rencana
Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), Investasi, pembelian Kantor
Direksi (AU 20), Permintaan Modal Kerja (PMK), pembelian lokal
(PB 24), untuk pemakaian yang efisien.
5) Mengendalikan harga pokok produksi St.Ketel, St.Garase
tidak melampaui Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
6) Mengendalikan pemakaian bahan bakar Luar masa Giling
(LMG) dan Dalam Masa Giling (DMG)
7) Menyusun Laporan Kemajuan Pekerjaan 15 harian Luar
Masa Giling (LMG) untuk St.Ketel, St.Garase.
8) Menyusun pembagian tugas Sumber Daya Manusia (SDM),
untuk Luar masa Giling (LMG) dan Dalam Masa Giling (DMG),
memantau kehadiran karyawan, mengendalikan lembur dan pembinaan
Sumber Daya Manusia (SDM) serta P2K3.

e) Responbility Center (RC) St.Ketel, St.Masakan


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Mengelola perbaikan peralatan di St.Ketel sesuai Standard
Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai sasaran giling,
menyelesaikan reparasi Luar Masa Giling (LMG), sebelum percobaan
uap.
2) Mengelola perbaikan St.Masakan, sesuai Standard
Maintenance Procedure (SMP) untuk mencapai sasaran giling.
3) Menjadi masinis jaga Dalam Masa Giling (DMG) untuk
mendukung Bagian Pengolahan.
4) Mengendalikan permintaan barang,mengacu Rencana Kerja
Anggaran Perusahaan (RKAP), Investasi, pembelian Kantor Direksi
(AU 20), Permintaan Modal Kerja (PMK), pembelian lokal (PB 24),
untuk pemakaian yang efisien.
5) Mengendalikan harga pokok produksi St.Ketel tidak
melampaui Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
6) Mengedalikan pemakaian bahan bakar Luar masa Giling
(LMG) dan Dalam Masa Giling (DMG)

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 18


7) Menyusun Laporan Kemajuan Pekerjaan 15 harian Luar
Masa Giling (LMG) untuk St.Ketel, St.Masakan.
8) Menyusun pembagian tugas Sumber Daya Manusia (SDM),
untuk Luar masa Giling (LMG) dan Dalam Masa Giling (DMG),
memantau kehadiran Karyawan, mengendalikan lembur dan
pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) serta P2K3.

d. KEPALA PENGOLAHAN
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1. Penanggung jawab Bagian Pengolahan.
2. Koordinator pusat tanggung jawab Responbility Center (RC).
3. Koordinator administrasi dan manajemen.
4. Koordinator dalam mengelola dan melaksnakan proses pembuatan
gula.

a) Ajunt Kepala Pengolahan St.Gilingan dan Limbah


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Mewakili Kepala Pengolahan.
2) Membantu dan memantau persiapan perbaikan di St.Gilingan.
3) Gudang gula dan tetes.
4) Membantu tugas harian Kepala Pengolahan.
5) Koordinator pembuatan laporan Pengolahan Dalam Masa
Giling (DMG) dan Luar Masa Giling (LMG) dan pusat arsip.
6) Konseptor Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)
Permintaan Modal Kerja (PMK).
7) Penyusunan personalia.
8) Mengelola dan melaksanakan proses pembuatan gula sesuai
Standard Operating Procedure (SOP).
9) Administrasi Limbah.
10) Tugas-tugas Khusus.

b) Kemiker St.Puteran dan Limbah Padat


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Membantu pembuatan laporan Pengolahan.
2) Pengelolaan dan perbaikan di St.Puteran.
3) Mengelola dan melaksanakan proses pembuatan gula sesuai
Standard Operating Procedure (SOP).
4) Inventarisasi bahan pembantu proses.
5) Pengawasan limbah padat / B3.
6) Tugas-tugas khusus.

c) Kemiker St.Masakan dan Limbah Cair

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 19


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Persiapan alat-alat analisa dan pelaksanaan analisa.
2) Membantu dan memantau persiapan dan perbaikan pabrik
distasiun masakan.
3) Operasional Water Treatment Plant.
4) Pengelolaan UTTP (Ukuran Timbangan Takaran dan
Peralatan).
5) Inventarisasi bahan pembantu proses.
6) Membantu pelaksanaan analisa pendahuluan.
7) Mengelola dan melaksanakan proses pembuatan gula sesuai
Standard Operating Procedure (SOP).
8) Pengawasan limbah cair.
9) Tugas-tugas khusus.

d) Kemiker St.Pemurnian dan Penguapan


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Membantu dan memantau persiapan pabrik.
2) Pengawasan pembuatan khemikalia.
3) Pengelolaan alat-alat ukur.
4) Pengelolaan alat pemadam kebakaran (APAR).
5) Inventarisasi kamar obat dan tata ruang kantor
pengolahan, laboratorium, tarra lori.
6) Mengelola dan melaksanakan proses pembuatan gula
sesuai Standard Operating Procedure (SOP).
7) Pengawasan limbah gas.
8) Tugas-tugas khusus.

e) Kepala Laboran
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Koordinasi pekerjaan di kamar obat.
2) Data komputer.
3) Laporan bahan pengolahan.
4) Membantu laporan analisa pendahuluan dan penentuan
awal giling.
5) Bagan perhitungan KT-4 untuk kantor Direksi dan P3GI/
telegram giling.
6) Ikhisar angka untuk P3GI Pasuruan.
7) Laporan evaluasi giling dan keragaan giling.
8) Administrasi Stock Opname (STO) tetes.
9) Laporan Hasil Pasti.
10) Menyusun Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
11) Tugas-tugas rutin.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 20


e. KEPALA ADMINISTRASI KEUANGAN DAN UMUM (AKU)
Tugas dan Tangggung-Jawab :
Bertanggung jawab kepada Administratur mengenai pengendalian

biaya, bidang administrasi keuangan, menyusun rencana kerja dan

anggaran biaya administrasi keuangan dan umum.

2. Bertanggung jawab atas keuangan


perusahaan dan pengelolaan tenaga

kerja.

3. Membuat neraca, laporan manajemen, prognosa yang diserahkan ke

Direksi.

4. Menyediakan kebutuhan barang / bahan untuk aktivitas perusahaan.

5. Mengajukan kebutuhan keuangan perusahaan kepada Direksi.

6. Mengawasi pelaksanaan kerja dan anggaran perusahaan.

a) Responbility Center (RC) Pembukuan


Tugas dan Tangggung-Jawab membuat laporan:
1) Neraca.
2) Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
3) Laporan Manajemen (LM) umum.
4) Prognosa.
5) Biaya Sub.
6) Unit Cost.
7) Aktiva.
8) Analisis dan evaluasi kinerja.
9) Laporan persediaan triwulan.
10) Statistik.
11) Piutang pegawai.
12) Piutang pemborong.
13) Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).

b) Responbility Center (RC) Keuangan


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Penyediaan modal kerja.
2) Manajemen Kas / Bank.
3) Pembayaran gaji.
4) Pembayaran Delivery Order (DO) Petani Tebu Rakyat
5) Permintaan Modal Kerja (PMK).
6) Laporan Manajemen (LM) 15.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 21


7) Transfer Cash In.
8) Hutang Piutang (HP) Petani Tebu Rakyat (PTR).
9) Delivery Order (DO) Petani Tebu Rakyat (PTR).
10) Cross check biaya tanaman.
11) Imbalan Penggunaan Lahan (IPL).
12) APB.PG 170 / 171.
13) Administrasi Kredit Ketahanan Pangan Energi (KKP-E).
14) Pembayaran pajak.

c) Responbility Center (RC) Gudang


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Menerima barang.
2) Menyimpan barang.
3) Mengeluarkan barang.
4) Stock Opname (STO) barang, gula sisan.
5) Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) APB.PG
260 / 270.
6) Rencana Permintaan Tahunan (RPT).
7) Mengambil barang ke PG sesaudara dan ke Direksi.

d) Responbility Center (RC) SDM dan Umum


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Administrasi kepegawaian.
2) Membuat perhitungan kontrak kerja.
3) Menyelenggarakan kegiatan sosial.
4) Mengelola Balai Pertemuan (BP) dan mess.
5) Menyelenggarakan acara resmi.
6) Pengawasan penimbangan tebu.
7) PPH 21, Asuransi, Astek.
8) Administrasi penggajian dan santunan.
9) Administrasi karyawan promosi dan mutasi.
10) Membuat laporan General Affair Report (GAR).
11) Memeriksa nota perawatan kesehatan.
12) Mengawasi waktu kerja lembur.
13) Memantau daftar hadir.
14) Membuat Rencana Kerja Anggaran Perusahaan
(RKAP) upah dan santunan sosial.
15) Kesekretariatan.
16) Administrasi asset perusahaan.
17) Pendidikan karyawan.

e) Mantri Poliklinik

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 22


Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Menangani pasien.
2) Pelaporan-pelaporan :
(a) Medical Recording.
(b) Kegiatan unit Keluarga Berencana (KB).
(c) Kunjungan pasien.
(d) Permintaan obat.
(e) Kegiatan donor darah.
(f) Kegiatan urusan kesehatan.
(g) Memonitor biaya perawatan.
(h) Monitoring pasien.
(i) Klaim asuransi.

f) Perwira Keamanan
Tugas dan Tangggung-Jawab :
1) Pengawasan asset perusahaan.
2) Penjagaan Emplasement.
3) Penjagaan kebun.
4) Pengamanan kebakaran.

2.2.3 Sumber Daya Manusia (SDM)


a. Lahan Perusahaan
Pabrik Gula Padjarakan memiliki areal tanah seluas :
- Lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 4,5 Hektar.
- Lahan Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 15,7 Hektar.

b. Karyawan / Karyawati Perusahaan


Pabrik Gula Padjarakan dalam menjalankan kegiatan proses produksi
didukung oleh Karyawan / Karyawati terdiri dari berbagai golongan,
yaitu :
- Karyawan Golongan III - IV : 23 orang
- Karyawan Golongan I – II : 162 orang
- Karyawan Kampanye : 93 orang
- Karyawan PKWT 12 Bulan : 28 orang
- Karyawan Masa Percobaan : 1 orang
- Karyawan PKWT DMG : 277 orang
- Karyawan Honorer : 1 orang
- Karyawan Borongan : 92 orang
Jumlah : 677 orang

2.3 Sarana dan Prasarana Pendukung


a. Sarana

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 23


Sarana utama mesin prosesing pabrik :
1) Pemerahan : GEBR STORK & CO - Belanda.
2) Penguapan : Braat Robert - Belanda.
3) Pan Masak : Braat - Belanda.
4) Puteran : BMA – Jerman.
5) Boiler tekanan menengah : Cheng Chen – Taiwan.
6) Boiler tekanan rendah : GEBR STORK & CO – Belanda.
7) Power generator : Shin Nippon – Jepang.
b. Prasarana
Prasarana pendukung pabrik :
1) Sumber air Pabrik : Pengairan Pekalen (Dam Jatiampo).
2) Sumber bahan baku : Tebu.
3) Kelas jalan : II
4) Fasilitas sosial : - Sekolah taman kanak-kanak.
- Masjid Al-Ikhlas PG.Padjarakan.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 24


BAB III
BAGIAN TANAMAN

3.1 Peran Bagian Tanaman


Peran Bagian ini, mengupayakan lahan untuk pembibitan dan tebu giling, serta
mempersiapkan persediaan bahan baku tebu bersih, segar dan manis untuk proses
produksi.

3.2 Nomer Perkiraan Bagian Tanaman


Untuk mengetahui pos biaya Bagian Tanaman, terinci di bawah ini :
511 Pembibitan
511.40 Kebun Bibit Pokok Utama (KBPU)
511.50 Kebun Bibit Pokok (KBP)
511.60 Kebun Bibit Nenek (KBN)
511.70 Kebun Bibit Induk (KBI)
511.80 Kebun Bibit Datar (KBD)
512 Tebu Giling
512.30 Imbalan Penggunaan Lahan (IPL)
512.40 Penggarapan Tanah
512.50 Biaya Diluar Kebun
512.60 Pupuk dan Bahan
512.70 Penjagaan Tebu
512.80 Tebu Rakyat
512.90 Lain-lain
513 Tebang dan Angkut Tebu

3.3 Pengadaan Lahan


Lahan-lahan yang diusahakan oleh bagian ini ada tiga macam :
a. Imbalan Penggunaan Lahan (IPL).
b. Tebu Rakyat Kemitraan (TRK).
c. Tebu Rakyat Mandiri (TRM).

a. Imbalan Penggunaan Lahan (IPL)


IPL adalah Pemberian imbalan berupa uang kepada pemilik atas lahan atau kebun
yang di sewakan kepada perusahaan. Pengadaan lahan ini di pergunakan untuk
tanaman :
1. Tebu Sendiri (TS)
Tebu Sendiri (TS) terdiri dari :
a) Tebu Sendiri Sawah (TSS) ada dua macam TSS I dan

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 25


TSS II.
b) Tebu Sendiri Tegal (TST) ada dua macam TST I dan
TST II.
2. Kebun Pembibitan
Kebun Bibit terdiri dari beberapa jenis :
a) Kebun Bibit Pokok Utama (KBPU No.Perk. 192.40).
b) Kebun Bibit Pokok (KBP No.Perk. 192.50).
c) Kebun Bibit Nenek (KBN No.Perk. 192.60 ).
d) Kebun Bibit Induk (KBI No.Perk. 192.70 ).
e) Kebun Bibit Datar (KBD No.Perk. 192.80).
Sedangkan PG.Padjarakan hanya mengelola kebun bibit jenis
KBN, KBI dan KBD.
Pengadaan lahan untuk kebun bibit maupun TS, bervariasi dan
harus memperhatikan bulan tanam, agar penggunaan sewa lahan
tepat waktu. Untuk lebih jelasnya masing-masing kebun, diuraikan
dibawah ini :
Jenis Kebun Bulan Tanam
Sawah Tegal
Kebun Bibit Nenek (KBN) Sept – Nop Jan - Feb
Kebun Bibit Induk (KBI) April – Juni Agust - Sept
Kebun Bibit Datar (KBD) Okt – Des Feb - Maret
Tebu Giling Mei – Agst (A) Sept - Nop
Jangka waktu sewa lahan satu okupasi, yaitu satu musim tanam. Kebun
bibit satu okupasi sama dengan 12 bulan, sedangkan untuk tebu giling 10 bulan.
1) Proses pengadaan lahan
(a) Petani pemilik lahan mengajukan surat ke
Pimpinan Unit, dengan mencantumkan :
(1) Luas lahan.
(2) Kegunaan lahan untuk bibit atau tebu
Giling.
(3) Permintaan Harga IPL per hektar.
(4) Gambar krawangan kebun.
(5) Lokasi kebun.
(b) Sinder Kebun Wilayah (SKW) memeriksa
kelayakan lahan bersama tim Litbang.
(c) Pengukuran lahan oleh petugas juru gambar.
(d) Membuat Manajemen Biaya Kebun (MBK).
(e) Membuat Perhitungan Laba Rugi Sistim Bagi
Hasil (SBH).
(f) Membuat Perhitungan sasaran penangkaran
Produksi.
(g) Membuat Break Event Point (BEP).

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 26


Break Even Point atau BEP adalah suatu analisis
untuk menentukan dan mencari jumlah barang
atau jasa yang harus dijual kepada konsumen
pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya
yang timbul serta mendapatkan keuntungan atau
profit.

2) Proses Pengajuan Pembayaran


Proses mengajukan pembayaran uang Imbalan
Penggunaan Lahan (IPL), adalah :
(a) Permintaan pembayaran IPL.
(b) Surat ajuan petani.
(c) Daftar nama pemilik lahan.

(e) Gambar krawangan.


(f) Berita Acara hasil pemeriksaan kelayakan lahan.
(g) Gambar kebun.
(h) Manajemen Biaya Kebun (MBK).
(i) Perhitungan sasaran penangkaran.
(j) BEP dan Perhitungan Laba Rugi.
(k) Membuat Bukti Keluar Kas / Bank (AU 11) dengan
No. Perkiraan 139.20, yang dilampiri :
(1) Bukti Pembayaran.
(2) Tanda Serah Tanah.
(3) Tanda Terima Pembayaran.
(4) Surat Keterangan telah dibayar Pajak Bumi
dan Bangunan (PBB).
(5) Lampiran Bukti Kas.
(6) Tanda Terima uang IPL.
(7) Surat Perjanjian IPL.
(k) Menyerahkan Bukti Kas / Bank beserta Lampiran -
lampirannya ke Seksi Kasir.
Setelah tujuh hari uang muka IPL diputihkan atau
disesuaikan dengan realisasi pembayarannya.

b. Tebu Rakyat Kemitraan (TRK)


Tebu yang dihasilkan dari lahan atau kebun yang keseluruhan biayanya dari pihak
ketiga, dengan menggunakan biaya pinjaman dari Kredit Ketahanan Pangan
Energi (KKP-E), berupa :

1. Pupuk
Sebelum biaya garap direalisasi terlebih dahulu petani menerima

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 27


realisasi pinjaman pupuk sesuai luas lahan yang diajukan, sesuai Rencana
Definitif Kelompok (RDK) dengan komposisi :
a) Pupuk ZA 5 kuintal per hektar.
b) Pupuk Ponska 3 kuintal per hektar.
Adapun realisasi pengeluaran pupuk adalah :
1) Dibuatkan Bon Pengambilan Barang (PB 30) oleh Juru
Tulis.
2) Dibuatkan Surat Pengantar Pengeluaran Barang.

2. Biaya Garap
Proses pengajuan realisasi biaya garap dilampiri :
a) Buku Mandor.
b) Buku Robetan.
c) Bukti Keluar Kas / Bank (AU 11).
d) Tanda terima pembayaran.
e) Rekapitulasi pengeluaran biaya (biaya garap dan pupuk).
f) Menyerahkan semua berkas ke Sub.Bagian Keuangan
untuk di proses. Seluruh biaya yang dikeluarkan baik
pupuk dan biaya garap, dibukukan dalam :
1) Laporan pupuk dan biaya garap setiap 15 hari.
2) Daftar hutang petani dan ajuan kredit.

c. Tebu Rakyat Mandiri (TRM)


Tebu bebas atau non kredit, yang diperoleh dari :
1. Kemitraan Murni.
2. Mandiri Dalam Wilayah
3. Mandiri Luar Wilayah.

3.4 Biaya Kebun


Proses pengajuan biaya kebun atau biaya garap ada beberapa tahapan sebagai berikut :

a. Tebu Sendiri (TS)


1. Mandor Kebun mengisi Buku Mandor sesuai gambar kebun dan
satuan pekerjaan yang dikerjakan, dengan mengacu pada
lampiran Management Biaya Kebun (MBK), Perhitungan Break
Event Point (BEP) Sistim Bagi Hasil (SBH), Perhitungan Laba
Rugi Sistim Bagi Hasil (SBH).
2. Menyerahkan Buku Mandor kepada Sinder Kebun.
3. Sinder Kebun melakukan cross check, selanjutnya menyerahkan
kepada Sinder Kebun Wilayah (SKW) dan Kepala Tanaman.
4. Juru Tulis membuat Bukti Keluar / Masuk Kas / Bank, yang
dilampiri :

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 28


a) Lampiran Buku Robetan.
b) Lampiran Rekapitulasi Pengeluaran.
c) Lampiran Tanda Terima Biaya Garap.
5. Menyerahkan Buku Mandor dan Bukti Keluar / Masuk Kas /
Bank beserta lampiran-lampirannya ke Sub.Bagian Keuangan
untuk diproses.

b. Bibit
1. Mandor Kebun mengisi Buku Mandor sesuai gambar kebun dan
satuan pekerjaan yang dikerjakan, dengan mengacu pada
lampiran Management Biaya Kebun (MBK), Perhitungan Break
Event Point (BEP) Penangkaran, Perhitungan Laba Rugi.
2. Menyerahkan Buku Mandor kepada Sinder Kebun.
3. Sinder Kebun melakukan cross check, selanjutnya menyerahkan
kepada Sinder Kebun Wilayah (SKW) dan Kepala Tanaman.
4. Juru Tulis membuat Bukti Keluar / Masuk Kas / Bank, yang
dilampiri :
a) Lampiran Buku Robetan.
b) Lampiran Rekapitulasi Pengeluaran.
c) Lampiran Tanda Terima Biaya Garap.
5. Menyerahkan Buku Mandor dan Bukti Keluar / Masuk Kas /
Bank beserta lampiran-lampirannya ke Sub.Bagian Keuangan
untuk diproses.

3.5 Seksi Tebang Angkut


Seksi Tebang Angkut berperan menunjang kelancaran pengiriman tebu dari lahan sampai
dengan didalam emplasement pabrik, untuk siap digiling. Adapun kegiatan tebang angkut
adalah :
a. Membuat Rencana Tebang
Rencana tebang yang dilakukan oleh Seksi Tebang Angkut, yaitu :
1. Pengadaan tenaga tebang (mandor, tukang tebang).
2. Pengadaan angkutan truk.

b. Mempersiapkan Jalan Tebang


Persiapan jalan tebang meliputi perbaikan, pemasangan jalan atau
jembatan desa dan jalan masuk kebun.

c. Tebang
Sebelum proses tebang dimulai, terlebih dahulu menyusun prioritas
tebang sesuai bulan tanam, menyusun organisasi, mengadakan rapat
koordinasi tebang, menyiapkan Surat Perintah Angkut Tebu (SPAT)
sebagai dasar pembayaran upah tebang.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 29


d. Pengangkutan
Menyiapkan kendaraan angkutan tebu baik dengan angkutan lori
maupun dengan angkutan truk.Tebang angkut dengan menggunakan
truk, dilakukan kontrak kerja dengan Pabrik Gula, yang proses tahapan
pembayarannya adalah :
1. Juru Tulis Tebang Angkut menerima Arsip Surat Perintah
Angkut Tebu (SPAT) angkutan truk Tebu Sendiri (TS) atau
Tebu Rakyat (TR) dari sopir.
2. Mencocokkan arsip Surat Perintah Angkut Tebu (SPAT)
dengan Surat Perintah Angkut Tebu (SPAT) yang asli.
3. Membuat Berita Acara Penerimaan Kuintal Tebu.
4. Membuat dan mengisi Daftar Pembayaran Angkutan Truk Tebu
TS Lokal, sesuai tabel tarip.
5. Membuat Rekapitulasi angkutan Tebu Sendiri (TS) dan Tebu
Rakyat (TR).
6. Membuat Bukti Kas / Bank :
a) Bukti Keluar Kas / Bank (model AU 11) untuk pemba
yaran upah angkut tebang.
b) Bukti Masuk Kas / Bank (model AU 8) untuk
potongan Piutang Pinjaman kontrak angkutan,
retribusi, Pajak Pertambahan nilai (PPn).
Untuk pengajuan Bukti Kas / Bank Tebu Sendiri (TS),
dilampiri:
(1) Berita Acara Penerimaan kuintal tebu.
(2) Rekapitulasi Angkutan Tebu Sendiri (TS).
(3) Berita Acara Total Penerimaan kuintal tebu
total.
Untuk pengajuan Bukti Kas / Bank Tebu Rakyat (TR),
hanya Lampiran Angkutan Truk.
7. Menyerahkan semua berkas pengajuan pembayaran upah
Angkut Tebu ke Seksi Kasir.

3.6 Pembelian Tebu


Untuk memenuhi persediaan bahan baku tebu, pabrik gula melakukan pembelian tebu
sesuai Standard Operational Procedure (SOP) Bagian Tanaman. Adapun proses
pengajuan pembayaran pembelian tebu bebas sebagai berikut :
a. Membuat pengajuan penawaran tebu bebas ke Pimpinan Unit.
b. Membuat berita acara negoisasi harga.
c. Membuat surat perjanjian jual beli tebu.
d. Membuat berita acara tinjauan lapang pembelian tebu bebas.
e. Membuat tanda terima pembayaran.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 30


f. Melampirkan Surat Perintah Angkut Tebu (SPAT) dan struk timbangan.
g. Membuat Bukti Keluar Kas / Bank (AU 11).
h. Rekapitulasi pembelian tebu.
i. Menyerahkan semua berkas ke Sub.Bagian Keuangan untuk di proses.
3.7 Kredit Ketahanan Pangan Energi (KKP-E) Tebu Rakyat
a. Proses Pengajuan di Bank
1. Petani mengajukan lahan disertai gambar krawangan kebun, ke
Pemerintah Desa.
2. Pemerintah Desa membuat Rencana Definitif Kelompok (RDK).
3. RDK diajukan ke Sinder Kebun.
4. Sinder Kebun melakukan cross check lahan.
5. Dibuatkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)
oleh Bagian Tanaman.
6. Dibuatkan surat perjanjian triple count (Administratur,
Kelompok Tani, Koperasi).
7. Membuat surat pengajuan KKP ke bank yang telah ditunjuk oleh
Direksi.
8. Pengecekan lahan oleh petugas bank.
9. Pencairan Kredit Ketahanan Pangan Energi (KKP-E) dilakukan
di Unit Kerja.

b. Proses Pengajuan di Unit Kerja


1. Membuat surat pengajuan ke Pimpinan Unit, dilampiri :
2. Surat Pernyataan penyerahan tebu digiling di pabrik.
3. Gambar Krawangan yang dibuat petani.
4. Pengukuran lahan oleh petugas ukur.
5. Membuat Surat Perjanjian Kemitraan Pengolahan Tebu
Rakyat (TR).
6. Membuat Manajemen Biaya Kebun (MBK).
7. Membuat Perhitungan Laba Rugi Lahan.
8. Surat Kuasa penyerahan jaminan dari petani kepada
sinder kebun.

BAB IV
BAGIAN INSTALASI

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 31


4.1 Peran Bagian Instalasi
Bagian Instalasi adalah salah satu Bagian yang paling penting dalam menunjang proses
pengolahan gula. Dalam mencapai keberhasilan dan kelancaran giling, Bagian Instalasi
berusaha melakukan inovasi teknologi perbaikan dan perawatan mesin yang di harapkan
mampu memenuhi kapasitas giling yang cepat dan tepat waktu.

4.2 Nomer Perkiraan Bagian Instalasi


Untuk mengetahui pos biaya Bagian Instalasi, terinci di bawah ini :
513 Tebang dan Angkut Tebu
513.50 Biaya Alat Pengangkutan Sendiri
514 Pabrik
514.30 Retribusi Air
514.40 Bahan Bakar LMG
514.50 Bahan Bakar DMG
514.60 Instalasi Limbah
514.70 Pemeliharaan Mesin dan Instalasi
514.80 Pemeliharaan Gedung dan Penataran
516 Eksploitasi Alat Pengangkutan
516.30 Sedan,Station dan Bus
516.40 Jeep dan Landrover
516.50 Truk dan Pick Up
516.80 Sepeda Motor dan Scooter
517 Eksploitasi Alat Pertanian
517.30 Pompa Air
517.80 Wheel Traktor

4.3 Proses Permintaan Barang dan Jasa


Untuk memenuhi kebutuhan operasional pabrik, Bagian ini juga mengerjakan
administrasi pengajuan permintaan barang dan jasa baik investasi maupun eksploitasi
melalui permintaan lokal maupun Kantor Direksi.
Tahapan-tahapan proses pengadaannya adalah :

a. Barang
Permintaan barang untuk kebutuhan Bagian ini terdiri dari :
1) Permintaan barang lokal (PB 24)
Permintaan barang lokal terbagi menjadi dua, yaitu :
a) Surat Pesanan (AU 23)
Adapun proses permintaan barangnya adalah :
(1) Mandor terkait merinci kebutuhan barang yang
dibutuhkan sesuai kebutuhan.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 32


(2) Rincian kebutuhan diserahkan ke Responbility Center
(RC) Stasiun terkait dan diteruskan ke Kepala Bagian
Instalasi.
(3) Membuat Daftar Persediaan Bahan atau Barang untuk
dipesan model (PB 24).
(4) Blangko (PB 24) dikirim ke Pimpinan Unit atau
Administratur yang selanjutnya di proses oleh Sub.
Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

b) Tunai
Pembelian tunai diadakan bila dalam keadaan mendesak dan segera di
butuhkan. Adapun proses pengajuannya adalah :
(1) Pimpinan Stasiun atau Responbility Center (RC) terkait
menginformasikan ke petugas Sub.Bagian Pengadaan Barang
dan Jasa untuk membeli barang yang di butuhkan.
(2) Membuat Memo ijin pembelian barang tunai ke pimpinan unit
atau Administratur dengan dilampiri blangko Permintaan
Barang (PB 24).
(3) Memo ijin pembelian barang tunai dan blangko (PB 24)
selanjutnya diproses oleh Sub.Bagian Pengadaan Barang dan
Jasa.

2) Permintaan Barang Melalui Kantor Direksi (AU 20)


Permintaan barang melalui Kantor Direksi adalah permintaan barang
dengan blangko (AU 20) berupa barang investasi dan eksploitasi. Adapun
proses permintaannya sebagai berikut :
a) Responbility Center (RC) Stasiun terkait merinci kebutuhan
barang yang dibutuhkan sesuai kebutuhan.
b) Rincian barang terdiri dari barang investasi dan eksploitasi.
c) Rincian kebutuhan dari Responbility Center (RC) Stasiun
terkait, diteruskan ke Kepala Bagian Instalasi.
d) Membuat Daftar Persediaan Bahan atau Barang untuk dipesan
model (AU 20).
e) Blangko model (AU 20) dikirim ke Kantor Direksi atas
persetujuan Pimpinan unit atau Administratur.
f) Menerima surat balasan dari Kantor Direksi bila oleh Bagian
Instalasi, barang investasi maupun eksploitasi diminta pengada-
annya melalui pengadaan.
Permintaan barang investasi ada dua macam :
(1) Investasi rutin
Barang-barang yang dibutuhkan untuk pergantian yang
jangka waktunya tidak lama atau setiap tahun.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 33


(2) Investasi tidak rutin
Barang-barang yang sifat pemakaiannya untuk jangka
panjang.

b. Jasa
1) Proses Pengajuan Pekerjaan Jasa Swakelola
Pekerjaan Swakelola yang diadakan di Bagian ini, adalah sebagai upaya dalam
pengendalian biaya yang efisien dan efektif. Pekerjaan Swakelola, selain di
kerjakan sendiri oleh Bagian ini, juga dikerjakan oleh pihak ketiga. Swakelola
yang dikerjakan sendiri oleh Bagian ini untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak
berat dan yang dimungkinkan tidak terlalu besar biayanya. Sedangkan Swakelola
yang di kerjakan pihak ketiga, dikarena pekerjaan tersebut memerlukan peralatan
khusus dan keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh Bagian ini, serta
pekerjaannya ada masa garansinya.

a) Pekerjaan Investasi
Proses pengajuan pekerjaannya sebagai berikut:
(1) Membuat konsep kebutuhan pekerjaan Investasi yang di buat
oleh Responbility Center (RC) masing-masing stasiun sesuai
kebutuhan dengan mencantumkan :
(a) Biaya.
(b) Bahan-bahan.
(c) Tenaga Kerja.
(2) Konsep kebutuhan pekerjaan Investasi diajukan ke Kepala
Bagian Instalasi.
(3) Atas persetujuan Kepala Bagian Instalasi, dibuat surat ijin
permintaan swakelola pekerjaan Investasi sesuai kebutuhan ke
Kantor Direksi.
(4) Surat resmi yang dikirim ke Kantor Direksi, terlebih dahulu di
beri Nomer Surat oleh Seksi Sekretariat.
(5) Mengajukan Permintaan Modal Kerja (PMK), setelah surat ijin
disetujui oleh Kantor Direksi.
(6) Membuat Memo ijin swakelola pekerjaan investasi ke pimpinan
unit kerja atau administratur, yang dilampiri Harga Patokan
Sementara (HPS) yang dibuat oleh Responbility Center (RC)
terkait. Setelah mendapat persetujuan pimpinan unit,
selanjutnya diproses oleh Sub.Bagian Pengadaan Barang dan
Jasa.
(7) Menerima laporan kemajuan pekerjaan dari pemborong, yang
disesuaikan dengan realisasi pekerjaan.
(8) Membuat Berita Acara Selesainya pekerjaan swakelola, yang
dikirim ke pimpinan unit dan selanjutnya di proses oleh

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 34


Sub.Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

b) Pekerjaan Eksploitasi
(1) Mengajukan Permintaan Modal Kerja (PMK).
(2) Membuat Memo ijin swakelola pekerjaan Eksploitasi ke pim-
pinan unit kerja atau Administratur, yang dilampiri Harga
Patokan Sementara (HPS) yang dibuat oleh Responbility Center
(RC) Stasiun terkait.
(3) Setelah mendapat persetujuan pimpinan unit, selanjutnya
diproses oleh Sub.Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.
(4) Menerima laporan kemajuan pekerjaan dari pemborong, yang
disesuaikan dengan realisasi pekerjaan.
(5) Membuat Berita Acara Selesainya pekerjaan swakelola, yang
dikirim ke pimpinan unit dan selanjutnya di proses oleh
Sub.Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

4.4 Pengajuan Pembayaran Kas / Bank


Pengajuan Kas / Bank di Bagian ini, dibuat untuk pembelian barang dan bahan yang
karena sifatnya mendesak, dan nilai nominalnya tidak terlalu besar. Pembelian tunai yang
sering terjadi di Bagian ini adalah untuk memenuhi kebutuhan onderdil kendaraan dinas.
Tahapan-tahapan pengajuan pembayaran Kas / Bank :
a. Menyerahkan bukti nota pembelian ke pimpinan RC Stasiun
terkait.
b. Pimpinan RC Stasiun memeriksa nota pembelian untuk
disesuaikan dengan barang yang di beli.
c. Nota pembelian diserahkan ke petugas administrasi kantor untuk
diperiksa Kepala Bagian Instalasi.
d. Nota Pembelian diserahkan ke petugas administrasi kantor
e. untuk dibuatkan Bukti Kas / Bank.
f. Bukti Kas / Bank yang sudah dibuat, selanjutnya diserahkan ke
Kepala Bagian Instalasi.
g. Bukti Kas / Bank diserahkan Sub.Bagian Keuangan.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 35


BAB V
BAGIAN PENGOLAHAN

5.1 Peran Bagian Pengolahan


Salah satu Bagian yang berperan, untuk mengelola tebu dari timbangan untuk diproses
menjadi gula, dan menjaga kehilangan nira yang diketahui maupun yang tidak diketahui.

5.2 Nomer Perkiraan Bagian Pengolahan


Untuk mengetahui pos biaya Bagian Pengolahan, terinci di bawah ini :
515 Pengolahan
515.30 Pengemasan Gula
515.40 Menimbun/Angkutan Gula/Stapel
515.50 Bahan Pembantu Pengolahan Tebu.
515.60 Bahan dan Alat Pemeriksa
515.70 Pemeliharaan Jembatan Timbang

5.3 Halaman Emplasemen


Untuk penerimaan tebu dipabrik baik TS maupun TR, yang diangkut dengan truk maupun
lori setelah tebu ditimbang, kemudian oleh Bagian Pengolahan tebu-tebu tersebut diatur
dengan sistim Fifo, agar kondisi tebu yang akan diproses giling masih dalam keadaan
segar.

5.4 Laporan Bagi Hasil (SBH)


Proses gula bagi hasil milik Petani Tebu Rakyat (PTR), dilakukan melalui
beberapa tahapan :
a. Menerima Surat Perintah Angkut Tebu (SPAT) dari transportir.
b. Mencatat nilai brix tebu, no petak kebun, nama pemilik tebu.
c. Mencatat hasil analisa Nira Perahan Pertama (NPP) untuk nilai Bagi
Hasil Usaha pabrik dengan Petani Tebu Rakyat (PTR).
d. Membuat Berita Acara Perhitungan Produksi Tetes (harian), yang
diserahkan ke Sub.Bagian Administrasi Hasil.
e. Membuat Laporan Harian Bagi Hasil
f. Menyerahkan Data Sisa Bagi Hasil (SBH) 15 harian ke Sub. Bagian
Administrasi Hasil dan Sub. Bagian DO PTR.

5.5 Administrasi Umum


Hasil proses produksi tiap hari, yang diserahkan ke Sub.Bagian Gudang, sebagai berikut :
a. Setiap pukul 06.00 Wib, Bagian Pengolahan membuat Berita Acara
Penyerahan Gula produksi harian ke Sub. Bagian Gudang.
Berita Acara Penyerahan Gula ditanda tangani oleh :
1) Pengawas pengolahan.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 36


2) Kepala Gudang.
3) Kepala Pengolahan.
4) Kepala AKU.
5) Administratur.
Dibuat rangkap empat :
1) Lembar I untuk Bagian AKU.
2) Lembar II untuk Bagian Pengolahan.
3) Lembar III untuk Sub.Bagian Gudang.
4) Lembar IV untuk arsip.
b. Membuat Laporan Produksi Gula dan Tetes (PB 33) yang dise
rahkan ke Sub. Bagian Administrasi Hasil dan Sub. Bagian Gudang.
c. Membuat Laporan Hasil Pasti setiap akhir musim giling.

5.6 Pengadaan Barang dan Jasa


a. Membuat pengajuan Permintaan Barang lokal (PB 24)
dan Permintaan melalui Kantor Direksi (AU 20).
b. Membuat pengebonan pengambilan barang (PB 30) ke Sub. Bagian
Gudang.

BAB VI

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 37


BAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN DAN UMUM (AKU)

Bagian AKU mempunyai peran utama mempertanggung-jawabkan keuangan perusahaan


dan pengelolaan tenaga kerja, yang dalam pelaksanaan kerja sehari-hari dibagi dalam
beberapa Sub.Bagian yaitu :
6.1 SUB.BAGIAN GUDANG
6.1.1 Peranan Gudang
Gudang mempunyai peranan pokok utama dalam kegiatan di pabrik ini, sebagai tempat :
a. Penerimaan Barang
Prosedur penerimaan barang di gudang ada dua jenis :
1) Pembelian Lokal (PB 24)
Pembelian barang yang di lakukan oleh Unit Kerja sesuai
Permintaan Barang (PB 24) dari Bagian terkait. Pembelian Lokal ada dua
macam :
a) Surat Pesanan (AU 23)
(1) Menerima dan mencocokkan dokumen barang
Nota Pembelian Barang, Faktur Pembelian,
Surat Pengantar Barang (SPB).
(2) Meneliti dan mengecek barang (jumlah, mutu).
(3) Mencocokkan barang dengan Bagian terkait.
(4) Membukukan ke dalam buku Penerimaan
Barang.
(5) Membuat Berita Acara Penerimaan Barang.
Berita Acara Penerimaan Barang dibuat untuk
barang barang yang memerlukan :
(a) Analisa : gamping dan kapur.
(b) Non analisa Bahan Bakar Alternatif
(BBA) : kayu tatal dan kayu bakar.
(6) Membuat Laporan Harian Gudang (LHG)
Masuk tentang ( kode barang, klasifikasi,
harga).
(7) Membukukan jumlah satuan barang ke dalam
kartu gudang (AU 03) atau MVA.

b) Pembelian Tunai
(1) Menerima nota pembelian barang.
(2) Menerima blangko permintaan barang (PB 24)
dari Bagian terkait.
(3) Membukukan barang ke dalam Laporan Harian
Gudang (LHG) Masuk.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 38


2) Barang Pembelian dari Kantor Direksi
Pembelian barang yang di lakukan oleh Kantor Direksi
berdasarkan Pembelian sesuai Permintaan Barang (AU 20) dari Unit
Kerja.
Penerimaan barang Pembelian Kantor Direksi ada dua cara :
a) Penerimaan di gudang Pabrik Gula Padjarakan.
(1) Menerima dan mencocokkan dokumen barang yang
dikirim dari Kantor Direksi (Memo, Kontrak, Surat
Pesanan).
(2) Meneliti Memo, Kontrak, Surat Pesanan (SP) (AU 23)
yang disesuaikan dengan Permintaan Barang (AU 20).
(3) Mencocokkan barang dengan Bagian terkait.
(4) Membuat Berita Acara Penerimaan Barang.
(5) Membuat Berita Acara Analisa Barang untuk barang
barang :
(a) Bahan Bakar Minyak (BBM) : bensin, solar dan
Residu.
(b) Pupuk.
6) Membuat Laporan Harian Gudang (LHG) Masuk
( kode barang, klasifikasi, harga).
7) Membukukan jumlah satuan barang ke dalam kartu
gudang (AU 31 untuk barang terpakai dan AU 03 untuk barang
Afkir) atau MVA.
8) Menerima Faktur Penjualan pembelian barang.
9) Menerima Bon Gudang (AU 33) dari gudang Prapat
Kurung Surabaya.

2) Penerimaan dari gudang Prapat Kurung Surabaya


a) Melakukan konfirmasi dengan petugas gudang di Prapat
Kurung di Surabaya.
b) Menerima dan mencocokkan dokumen barang yang dikirim dari
Kantor Direksi (Memo, Kontrak, Surat Pesanan ) yang disesuai
kan dengan Permintaan Barang (model AU 20).
c) Melakukan kordinasi dengan Bagian terkait atas barang yang
sudah di pesan.
d) Melakukan konfirmasi dengan Bagian Administrasi Keuangan
dan Umum (AKU).
e) Menyiapkan petugas gudang dan kendaraan untuk mengambil
barang.
f) Membuat Laporan Harian Gudang (LHG) Masuk ( kode
barang, klasifikasi, harga).
g) Membukukan jumlah satuan barang ke dalam kartu gudang

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 39


(AU 31) atau MVA.

2. Penyimpanan Barang
a. Penyimpanan barang dilakukan dengan berdasarkan frekuensi
pemakaian barangnya dan klasifikasi jenis barang, yaitu :
1) Fast Moving
2) Slow Moving
3) In-courant
b. Menyusun dan menata rapi di rak rak yang mudah di jangkau
petugas.
c. Memisahkan bahan atau barang yang beracun dengan barang
lainnya.
d. Menyimpan bahan atau barang yang memerlukan ruang
pemanas.
e. Memasang kartu label persediaan (model gula B-3-03) dengan
kode barang.
f. Menyimpan semua barang di gudang dalam keadaan terkunci.
g. Membuat laporan informasi persediaan barang.
h. Melakukan Stock Opname ( STO ) harian, untuk barang yang
bersifat Fast Moving.
i. Membuat laporan informasi persediaan barang setiap Triwulan.
j. Membuat Laporan 15 harian untuk barang barang :
1) Bahan Bakar Minyak (BBM).
2) Minyak Pelumas.

3. Pengeluaran Barang
a. Menerima Bon Gudang (PB 30) dari Bagian terkait.
b .Memeriksa dan meneliti Bon Gudang (PB 30) :
1) Tanda tangan atau paraf pejabat dari Bagian terkait.
2) Kode barang.
3) Jumlah barang.
c. Melayani dan memberikan barang sesuai Bon Gudang (PB 30)
d. Memberi Kode Barang dan Nomer Bon Gudang.
e. Membukukan jumlah satuan barang yang keluar ke dalam kartu
label persediaan (model gula B-3-03).
f. Mengisi No.Beban Perkiraan dan Saldo sesudah diberikan.
g. Membukukan Bon Pengeluaran Barang (PB 30) ke dalam
kartu gudang (AU 31) atau MVA.
h. Input kartu gudang (AU 31) atau MVA.
i. Membuat Laporan Harian Gudang (LHG) Keluar
( kode barang, klasifikasi, harga).
6.1.2 Bangunan Gudang

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 40


Gudang PG Padjarakan memiliki 13 gudang dan 4 tangki, sebagai berikut :
Gudang Material atau Induk : 1 Buah
Gudang Gula : 5 Buah
Gudang Distribusi : 1 Buah
Gudang Kapur : 1 Buah
Gudang Belerang : 1 Buah
Gudang Pupuk : 2 Buah
Gudang B3 : 1 Buah
Gudang Karung : 1 Buah
Tangki Residu : 1 Buah
Tangki Tetes : 1 Buah
Tangki Solar : 1 Buah
Tangki Premium : 1 Buah

6.1.3 Pelayanan Gudang


1. Gudang Gula
Gudang gula dipergunakan untuk menerima, menyimpan, mengeluarkan gula
produksi setiap hari baik milik Pabrik Gula maupun milik Petani Tebu Rakyat
(PTR) adapun pelayanan rutin gudang ini antara lain :
a. Menerima Berita Acara Penyerahan Gula dari Bagian
Pengolahan setiap pukul 06.00 Wib.
b. Menerima Laporan Produksi Gula dan Tetes (PB 33) dari
Bagian Pengolahan.
c. Menerima Laporan Harian Gula (PB 34) dari Sub.Bagian Administrasi
Hasil.
d. Memeriksa mutu dan Kuanta produksi harian gula bersama
petugas Pengolahan dan Gudang.
e. Melaksanakan stapel gula dalam bentuk kavling dengan sistim
perhitungan “kunci 6” dengan metode penyimpanan FIFO.
f. Melayani pengambilan Gula SPPB / DO PTPN XI / Kontrak A
Kantor Direksi / DO Petani Tebu Rakyat (PTR) :
1) Menerima Bon Pengeluaran Gula (BPG) (PB 36)
dan Surat Ijin Angkut (SIA) dari Sub.Bagian Administrasi Hasil.
2) Melaksanakan pengisian gula dan penghitungan diatas
angkutan bersama Sub.Bagian Keamanan.
3) Melayani Delivery Order (DO) gula Petani Tebu
Rakyat (PTR) untuk jumlah kuintal yang bulat.
g. Mencatat Adminstrasi dan Fisik (Advis) gula.
h. Melakukan Stock Opname (STO) setiap bulan.

2. Gudang Distribusi

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 41


Gudang Distribusi adalah gudang untuk menerima , menyimpan, mengelu-
arkan gula Natura 10% milik Petani Tebu Rakyat (PTR) dengan Delivery
Order (DO) dalam jumlah pecahan dan gula Kontrak A Kantor direksi untuk
KaryawanTetap, Karyawan Kampanye atau Musiman, Karyawan Perjanjian Kerja
Waktu Tertentu (PKWT), Karyawan Honorer.
Pelayanan di gudang distribusi meliputi :
a. Menerima Bukti Penyerahan Gula (BPG) gula Natura 10 %
untuk Petani Tebu Rakyat (PTR) dan Kontrak A Kantor Direksi
dari Sub.Bagian Administrasi Hasil untuk dibuatkan Bon
Gudang (PB 30).
b. Mengecek kwantum gula yang di sesuaikan dengan Bukti
Penerimaan Gula (BPG) dari Sub.Bagian Administrasi Hasil.
c. Melayani pengambilan gula Natura 10% untuk Petani Tebu
Rakyat (PTR) untuk jumlah yang pecahan.
d. Menerima Kartu Pembelian Gula Kontrak A untuk Karyawan.
e. Melayani pengambilan gula Kontrak A untuk Karyawan Tetap,
Kampanye, Karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
atau Honorer.
f. Membukukan pengeluaran gula ke dalam kartu gudang
(AU 31) atau MVA.
g. Secara periodik membuat Bon Gudang sesuai jumlah pengeluar-
an gula dengan nomer perkiraan :
Gula Icip-icip : 510.405
Gula Pembelian Staf : 141.13
Gula Keperluan Dinas : 510.309
Gula Pembelian Karyawan : 131.90 (diperhitungkan gaji)

3. Gudang Kapur
Gudang kapur berfungsi untuk menerima, menyimpan, mengeluarkan kapur
sebagai bahan pembantu proses produksi gula, yang pelayanannya antara lain :
a. Menerima surat jalan dari transportir.
b. Melakukan Analisa kapur ke Sub.Bagian Pengkajian
Pengembangan Teknologi (PPT).
c. Mencatat Bukti Penerimaan Barang (BPB).
d. Menginformasikan dan kordinasi dengan masinis jaga bagian
terkait.
e. Memeriksa struk timbang setelah barang selesai di bongkar.
f. Melaporkan kepada Kepala Gudang.
g. Melayani pengambilan atau pemakaian dari Bagian Pengolahan
dilampiri Bon Gudang (PB 30).
h. Melakukan Stock Opname (STO) setiap tahun.
4. Gudang Belerang

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 42


Gudang belerang berfungsi menyimpan dan mengeluarkan kapur sebagai
bahanpemutih proses produksi gula, yang pelayanannya antara lain :
a. Menerima surat jalan dari transportir.
b. Menyerahkan sampel kapur untuk di analisa di Sub.Bagian
Pengkajian Pengembangan Teknologi (PPT).
c. Mencatat Bukti Penerimaan Barang (BPB).
d. Menginformasikan dan kordinasi dengan masinis jaga bagian
terkait.
e. Memeriksa struk timbang setelah barang selesai di bongkar.
f. Melaporkan kepada kepala gudang.
g. Melayani pengambilan atau pemakaian dari Bagian Pengolahan
dilampiri Bon Gudang (PB 30).
h. Melakukan Stock Opname (STO) setiap bulan.

5. Gudang Pupuk
Gudang pupuk yang di pergunakan untukmenerima,menyimpan,
mengeluarkan pupuk baik untuk Pabrik Gula maupun Petani Tebu Rakyat
(PTR).Beberapa jenis pupuk yang di simpan di gudang tersebut yaitu :
a. Pupuk ZA.
b. Pupuk Ponska.
c. Pupuk KCL.
d.Pupuk Urea.
e. Pupuk SP 36.
f. Pupuk NPK.
Adapun pelayanan di gudang pupuk sebagai berikut :
1) Memeriksa dokumen pengiriman barang :
a) Surat Pesanan (SP).
b) Delivery Order (DO).
2) Memeriksa hasil penimbangan muatan (Brutto, Tarra, Netto).
3) Melakukan analisa pupuk yang di serahkan ke Sub.Bagian
Pengkajian Pengembangan Teknologi (PPT).
4) Menyerahkan hasil analisa pupuk ke Kantor Direksi.
5) Membuat Berita Acara Penerimaan Barang.
6) Mengirim hasil analisa pupuk ke Kantor Direksi.
7) Menyimpan pupuk di gudang dengan baik dengan cara :
a) Diupayakan tidak di tempat yang lembab.
b) Posisi pupuk dalam keadaan tidak roboh dan robek.
c) Disusun dalam bentuk kavling.
8) Memeriksa kebenaran data data pengeluaran pupuk.
9) Melayani pengambilan atau pengiriman pupuk sesuai Bon
Gudang (PB 30).
10) Membuat Surat Pengantar Pengeluaran Pupuk (SP3).

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 43


11) Melakukan Stock Opname (STO) 15 harian dengan Bagian
Tanaman, Bagian Administrasi Keuangan dan Umum (AKU).

6. Gudang Bahan Berbahaya Beracun (B3)


Gudang B3 berfungsi menerima, menyimpan, dan mengeluarkan khusus untuk
barang barang tidak terpakai dan berbahaya. Adapun barang yang di simpan di
gudang B3 adalah :
a. Accu bekas.
b. Limbah pengolahan.
c. Lampu TL.
d.Oli bekas.
Adapun pelayanan di gudang B3 sebagai berikut :
. 1) Menyimpan bahan atau barang yang berbahaya, beracun di
gudang lain.
2) Menyimpan barang dengan mengklasifikasi jenis barang.
3) Barang bekas yang berbahaya di simpan di gudang B3.
4) Memberi kartu label persediaan (model gula B-3-03)
pada barang yang masih mempunyai nilai finansial.
5) Penimbunan barang di jauhkan dari pengaruh kegiatan
pekerjaan

7. Gudang Karung
Gudang karung berfungsi menerima, menyimpan, dan mengeluarkan
karung plastik dan plastik lapisan dalam (Inner bag dan outer bag).
Pelayanan di gudang karung sebagai berikut :
a. Menerima dan mencocokkan dokumen barang yang dikirim dari
Kantor Direksi (Memo, Kontrak, Surat Pesanan).
b. Meneliti Memo, Kontrak, Surat Pesanan yang disesuaikan
dengan Permintaan Barang (AU 20).
c. Mencocokkan barang dengan Bagian terkait.
d. Membuat Berita Acara Penerimaan Barang.
e. Membuat Laporan Harian Gudang (LHG) Masuk dan Laporan
Harian Gudang (LHG) Keluar.
f. Membukukan jumlah satuan barang ke dalam kartu gudang
(AU 31) atau MVA.
g. Menyimpan karung dan menata di gudang dalam bentuk
kavling.
h. Melakukan stapel karung.
i. Melayani permintaan dari Bagian terkait sesuai Bon Gudang
( PB 30).
j. Membuat Laporan Neraca karung plastik dan inner bag, yang di
kirim ke Bagian Pengolahan.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 44


k. Melakukan Stock Opname (STO) setiap tahun.

8. Tangki Residu
Tangki residu,tangki yang di pergunakan untuk menimbun residu
sebagai bahan bakar mesin ketel. Tangki residu tersebut dilengkapi alat
pengukur yang di taruh di sebelah tangki.
Adapun pelayanan residu antara lain :
a. Menerima Delivery Order (DO) dari transportir.
b. Melakukan kordinasi dengan Bagian terkait.
c. Memeriksa Segel pengaman muka belakang, atas bawah.
d. Melakukan analisa mutu residu.
e. Membuat berita acara penerimaan barang.
f. Melakukan pengukuran isi muatan tangki.
g. Melakukan pengisian residu kedalam tangki penimbunan.
h. Melakukan Stock Opname (STO) setiap tahun.

9. Tangki Tetes
Tangki tetes, tangki yang di pergunakan untuk menimbun tetes sisa hasil proses
gula.Tangki tetes tersebut dilengkapi alat pengukur yang di taruh di sebelah
tangki. Pelayanan tetes antara lain :
a.Memeriksa hasil penimbangan muatan dan angkutan
(Brutto, Tarra, Netto) dari Seksi Timbangan.
b. Mengerjakan pengisian pada angkutan.
c. Memberi segel afsleter atas bawah muka belakang.
d. Melayani penyelesaian proses administrasi Bukti Penyerahan
Tetes (BPT) (PB 48) yang di buat oleh Sub.Bagian Administrasi
Hasil.
e. Meminta dan mengisi nilai brix tetes dari Bagian Pengolahan.

10. Tangki Solar


Tangki solar, tangki yang di pergunakan untuk menimbun solar untuk bahan
bakar kendaraan dinas, diesel lokomotif, diesel listrik. Tangki solar diletakkan di
bawah tanah guna mencegah bahaya kebakaran. Tangki tersebut dilengkapi alat
pengukur.
Pelayanan di tangki solar antara lain :
a. Menerima Delivery Order (DO) dari transportir.
b. Melakukan kordinasi dengan Bagian terkait.
c. Memeriksa hasil penimbangan muatan dan angkutan
(Brutto , Tarra, Netto).
d. Memeriksa segel pengaman muka belakang, atas bawah.
e. Melakukan analisa mutu solar bersama Bagian terkait.
f. Melakukan pengukuran isi tangki.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 45


g. Membuat berita acara penerimaan barang.
h. Melayani Bon Gudang (PB 30) dari Bagian terkait.
i. Melaksanakan Stock Opname (STO) :
1) Stock Opname (STO) intern setiap hari.
2) Stock Opname (STO) untuk laporan ke Kantor Direksi
setiap bulan.

11. Tangki Premium


Tangki premium, tangki yang di pergunakan untuk menimbun premium untuk
bahan bakar kendaraan non diesel, sepeda motor dinas. Tangki premium
diletakkan di bawah tanah guna mencegah bahaya kebakaran. Tangki tersebut
dilengkapi alat pengukur.
Pelayanan di tangki premium antara lain :
a. Menerima Delivery Order (DO) dari transportir.
b. Melakukan kordinasi dengan Bagian terkait.
c. Memeriksa hasil penimbangan muatan dan angkutan
(Brutto, Tarra, Netto).
d. Memeriksa segel pengaman muka belakang, atas bawah.
e. Melakukan analisa mutu premium bersama Bagian terkait.
f. Melakukan pengukuran isi tangki.
g. Membuat Berita Acara Penerimaan Barang
h. Melayani Bon Gudang (PB 30) dari Bagian terkait.
i. Melaksanakan Stock Opname (STO) :
1) Stock Opname (STO) intern setiap hari.
2) Stock Opname (STO) untuk laporan ke Kantor Direksi
setiap bulan.

6.2 SUB.BAGIAN PENGADAAN BARANG DAN JASA


Seksi ini berperan sebagai penyedia kebutuhan barang dan jasa untuk memenuhi
permintaan dari Bagian yang terkait sesuai kebutuhan. Pengadaan barang dan jasa terbagi
menjadi dua macam :

1. Proses Pengadaan Barang dan Jasa


a. Barang dan Jasa Lokal (PB 24)
Pengadaan barang dan jasa yang ditangani oleh unit kerja sesuai Permintaan
Barang (PB 24) dari masing masing bagian yang terdiri dari :

1) Surat Pesanan (AU 23)


Pengadaan barang dan jasa yang melalui proses tender lokal, untuk
memenuhi Permintaan Barang (PB 24) sesuai kebutuhan dari Bagian
terkait. Adapun proses pengadaannya sebagai berikut :
a) Menerima blangko Permintaan Barang (PB 24), sesuai

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 46


kebutuhanan dari Bagian terkait.
b) Membuat Permintaan Penawaran Harga (PPH) oleh
Tim Tender yang di kirim ke rekanan, setelah disetujui
Pimpinan Unit.
c) Permintaan Penawaran Harga (PPH) dari rekanan yang
disetujui Tim Tender, dibuat Daftar Evaluasi Harga
Permintaan Penawaran Harga (PPH).
d) Tim tender melakukan negoisasi harga kepada rekanan
yang dinyatakan menang tender.
e) Membuat Berita Acara Negoisasi Harga.
f) Membuat Surat Pesanan (SP) yang dikirimkan ke pe-
nyedia barang atau rekanan.

2) Tunai
Pembelian langsung yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang
mendesak dan di butuhkan pada saat itu dari Bagian terkait, sesuai
kebutuhan. Proses pengadaannya adalah :
a) Menerima memo ijin pembelian tunai yang di buat oleh
Bagian terkait, atas persetujuan Pimpinan Unit karena
dibutuhkan mendesak.
b) Melakukan pembelian barang dengan mengadakan
check harga, kualitas, dan speck tehnis sesuai pesanan
minimal di tiga toko.
c) Menerima Nota Pembelian Barang.
d) Secara Administrasi tetap pengajuannya melalui
Permintaan Barang (PB 24) dan di Input di Laporan
Harian Gudang (LHG) Masuk.

3) Jasa
a) Bagian terkait mengajukan surat permintaan pengadaan
jasa di sertai Harga Perhitungan Sendiri (HPS).
b) Pengajuan yang telah disetujui Pimpinan Unit dibuatkan
Permintaan Penawaran Harga (PPH).
c) Permintaan Penawaran Harga (PPH) yang di setujui
Tim Tender, di buat Daftar Evaluasi Harga Permintaan
Penawaran Harga (PPH).
d) Tim tender melakukan negoisasi harga kepada rekanan
yang dinyatakan menang tender.
e) Membuat Berita Acara Negoisasi Harga.
f) Membuat Surat Perjanjian Kerja (SPK).

b. Barang dan Jasa melalui Kantor Direksi (AU 20)

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 47


Pengadaan barang dan jasa yang ditangani oleh Kantor Direksi berdasarkan
Permintaan Barang (AU 20) sesuai kebutuhan dari Unit Kerja. Barang dan yang
ditangani oleh Kantor Direksi, terdiri dari :

1) Barang Investasi
Barang yang berupa untuk perbaikan atau penggantian baru suku
cadang atau seluruh unit instalasi yang sifatnya dapat merubah
konstruksi dan inventaris serta menambah kapasitas produksi.
Barang Investasi dikategorikan menjadi :
a) Investasi penggantian atau pembaharuan (rutin).
b) Investasi penambahan atau peningkatan kapasitas.
c) Investasi penambahan jenis produk baru.
d) Investasi lain-lain.

2) Barang Eksploitasi (pemeliharaan mesin dan instalasi)


Barang yang dipergunakan untuk memperbaiki mesin-mesin atau
peralatan-peralatan setelah melaksanakan proses produksi dalam satu
musim giling.
Untuk proses pengadaannya, blangko Permintaan Barang (AU 20) dari
Bagian terkait setelah disetujui pimpinan unit, langsung dikirim ke Bagian
Pengadaan Kantor Direksi.
2. Metode Pelaksanaan Pengadaan
Metode pengadaan barang atau jasa di unit usaha / pabrik gula terbatas
pada metode :
1) Pemilihan Langsung
Pelaksanaan pengadaan barang / jasa tanpa melalui pelelangan dan dilakukan
dengan mengundang sebanyak-banyaknya penawaran, sekurang-kurangnya tiga
penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah memiliki Surat Keterangan
Terdaftar (SKT) (telah tercantum dalam DPM) serta dilakukan negosiasi, baik
teknis maupun harga.

2) Penunjukan Langsung
Pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan cara menunjuk langsung kepada satu
penyedia barang/jasa dengan cara melakukan negoisasi, baik tehnis maupun
harga, sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara tehnis dapat
dipertanggung-jawabkan.

3) Swakelola
Swakelola adalah pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan, dikerjakan dan
diawasi sendiri dengan menggunakan tenaga sendiri, alat sendiri, atau upah
borongan tenaga. Swakelola dapat dilaksanakan oleh :

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 48


a) Pengguna barang atau jasa
Kepala kantor / satuan kerja / pemimpin proyek/bagian
proyek / pejabat yang disamakan / ditunjuk yang bertanggung jawab atas
pelaksanaan pengadaan barang / jasa dalam lingkungan unit kerja / proyek
tertentu.

b) Swakelola Pihak Ketiga


Swakelola yang dilaksanakan oleh pihak ketiga adalah pekerjaan
yang perencanaan dan pengawasannya dilakukan oleh pengguna barang
atau jasa , sedangkan pelaksanaan pekerjaannya dilakukan oleh instansi
pemerintah yang bukan penanggung jawab anggaran.
c. Pengajuan Pembayaran
Pelaksanaan pembayaran pengadaan barang atau jasa, ada beberapa tahap
penyelesaian administrasi, sebagai berikut :

1) Surat Pesanan (AU 23)


a) Menerima Laporan Harian Gudang (LHG) Masuk.
b) Menerima faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dari rekanan.
c) Membuat Bukti Keluar Kas / Bank (AU 11) untuk
pembayaran dan Bukti Masuk Kas / Bank (AU 8) untuk
potongan Pajak.
d) Menyerahkan Kas Bon ke Sub. Bagian Keuangan.

2) Tunai
a) Menerima Nota Pembelian barang.
b) Menerima Laporan Harian Gudang (LHG) Masuk.
c) Membuat Kas Bon Bukti Keluar Kas / Bank (AU 11) untuk
pembayaran.
d) Menyerahkan Bukti Keluar Kas / Bank ke Sub.Bagian
Keuangan.

3) Jasa
a) Menerima Berita Acara selesainya pekerjaan.
b) Menerima faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dari rekanan.
c) Membuat Bukti Keluar Kas / Bank (AU 11) untuk Pembayaran
dan Bukti Masuk Kas / Bank ( AU 8) untuk potongan Pajak.
d) Menyerahkan Bukti Masuk / Keluar Kas / Bank ke Sub.Bagian
Keuangan.

6.3 SUB.BAGIAN ADMINISTRASI HASIL

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 49


Sub.Bagian Administrasi Hasil mempunyai peranan menangani kegiatan penerimaan dan
pelayanan pengeluaran gula dan tetes serta administrasi laporan persediaan gula dan
tetes.
a. Penerimaan Gula dan Tetes
Beberapa tahapan penerimaan penyerahan hasil produksi gula dan tetes dari
Bagian Pengolahan, antara lain :
1) Penerimaan Gula
a) Menerima Laporan Produksi Gula dan Tetes (PB 33) dari
Bagian Pengolahan setiap hari saat proses produksi.
b) Membuat Laporan Harian Gula (PB 34), bila ada mutasi.
c) Menerima Laporan Administrasi dan Fisik (advis) gula dari
petugas gudang gula bila ada mutasi.
d) Membuat Laporan Mingguan ke Kantor Direksi bidang
Pemasaran.
e) Membuat Berita Acara Stock Opname (STO) gula setiap
akhir bulan.

2) Penerimaan Tetes
a) Menerima Laporan Produksi Gula dan Tetes (PB 33) dari
Bagian Pengolahan.
b) Menerima Berita Acara Perhitungan Produksi Tetes (harian),dari
Bagian Pengolahan.
c) Mencatat Kartu Persediaan Tetes (PB 49).
a) Membuat Laporan Mingguan Tetes (PB 35).
b) Membuat Laporan Dua Mingguan Persediaan Tetes model KAH
PTP-022.
c) Berita Acara Penyerahan Barang ( B.A.S.T.T) PG-Transportir
model BAP/PG/T.
d) Lampiran Daftar Penyerahan Tetes PG-Transportir model
BAP/PG/TKAH/010.
e) Membuat Laporan Pengeluaran Tetes.
f) Membuat Laporan Bulanan Persediaan Tetes.
g) Berita Acara Bukti Pemutusan dan Pemakaian segel plastik.
h) Membuat Berita Acara Stock Opname (STO) tetes, setiap dua
mingguan.
b. Pelayanan Pengeluaran Gula dan Tetes
Sebelum melayani pengeluaran baik gula maupun tetes, Sub. Bagian Administrasi
Hasil terlebih dahulu mengajukan permintaan pengeluaran gula dan tetes ke
Kantor Direksi, sebagai berikut :

1.Pelayanan Pengeluaran Gula

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 50


a) Gula SPPB / DO PTPN XI
Gula milik sendiri yang sudah terjual ke pihak pemenang tender.
Proses pelayanan gula tersebut adalah :
1) Sub. Bagian Administrasi Hasil menerima Surat Perintah
Penyerahan Barang (SPPB) atau Delivery Order (DO) dari
Kantor Direksi via transportir.
2) Memeriksa dokumen pengambilan :
(a) SPPB atau DO dari Kantor Direksi.
(b) Kartu Tanda Penduduk (KTP) pengambil.
(c) Surat Kuasa dari Pemenang Tender gula.
3) Membuat Bon Pengeluaran Gula (BPG) (PB 36).
4) Membuat Surat Ijin Angkut (SIA).
5) Membuat Bukti Penyerahan Gula.
b) Gula DO Kontrak A Karyawan
Gula yang dijual kepada Karyawan Tetap, Karyawan Kampanye/
Musiman, Karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT),
Karyawan Honorer, dan sumbangan ke pihak ketiga.
Proses pelayanan gula tersebut adalah :
1) Membuat Surat Pengajuan Pengeluaran Gula (PB 40) ke
Kantor Direksi.
2) Membuat Bon Pengeluaran Gula (PB 36).
3) Membuat Bukti Penyerahan Gula.
c) Gula DO natura Petani Tebu Rakyat (PTR)
Gula milik Petani Tebu Rakyat (PTR) yang sudah dijual ke PTPN XI. DO
natura Petani Tebu Rakyat (PTR) ada dua, DO natura
jumlah bulat dan DO natura jumlah pecahan.
Proses pelayanan gula tersebut adalah :
1) Membuat Surat Permintaan Pengeluaran Gula (PB 45)
kepada Direksi.
2) Bon Pengeluaran Gula milik Petani Tebu Rakyat (PTR)
diperhitungkan Sisa Hasil Usaha (SHU) melalui :
Perkiraan 130.80
Pada 390.10

2. Pelayanan Pengeluaran Tetes


a) Sub.Bagian Administrasi Hasil menerima Surat Perintah
Penyerahan Barang (SPPB) atau Delivery Order (DO) dari Kantor
Direksi via transportir.
b) Memeriksa dokumen pengambilan :
1) SPPB atau DO dari Kantor Direksi.
2) Surat Ijin Mengemudi (SIM) pengambil.
3) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 51


c) Membuat Bon Pengeluaran Tetes (BPT) (PB 36).
d) Membuat Bukti Penyerahan Tetes (BPT) (PB 48).
e) Membuat Bukti Pemakaian Segel yang mencantumkan :
1) SPPB.
2) SIA.
3) Nomer kendaraan.
4) Jumlah segel.
5) Nomer urut segel.

6.4 SUB.BAGIAN DO PTR


Sub.Bagian ini,mempunyai peranan memproses pendapatan Petani Tebu Rakyat (PTR),
dan sekaligus hutang-piutang. Adapun proses pembuatan Delivery Order (DO) Petani
Tebu Rakyat (PTR), sebagai berikut :
1. Menerima Lampiran Bagi Hasil PTR dari Bagian Pengolahan.
2. Membuat Pemberitahuan Pengeluaran DO PTR (PB 43)
per-periode (tiap minggu),dengan bagi hasil 90 % dalam bentuk uang
tunai dan 10% dalam bentuk natura, sesuai kesepakatan bersama
antara Direksi dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI)
dan Surat Direksi tentang Petunjuk Pelaksanaan Dana Talangan.
Dalam proses pembuatan DO, hutang PTR diperhitungkan sesuai
dengan biaya yang dipinjam oleh PTR, diantaranya :
a) Ongkos tebang, muat dan angkut sesuai tarif
Daftar Jarak Kebun dan Jumlah Tebu yang dibuat
dan disepakati oleh Administratur dengan Forum
Temu Kemitraan (FTK).
b) Pinjaman PTR (biaya garap, pupuk) sesuai Buku
Besar yang dilaporkan dari Bidang Akuntansi.
3. Membuat blangko Permintaan Pengeluaran Gula Milik
Petani. Blangko yang dipergunakan oleh petani untuk diserahkan ke
petugas pelayanan pengambilan gula.
4. Mengajukan permintaan dropping dana talangan ke Direksi,
setiap minggu dengan dilampiri Berita Acara Pengajuan Dana Talangan
Gula PTR yang diterbitkan dari Ketua kelompok tani.
5. Membuat Bukti Keluar Kas / Bank (AU 11) dan Bukti Masuk
Kas/Bank (AU 8).
6. Membuat laporan bulanan ke Direksi, antara lain :
a) Laporan Kredit Ketahanan Pangan (KKP).
b) Laporan Tetes TR.
c) Rekapitulasi Dana Talangan.
7. Membuat Rekapitulasi DO PTR (awal- akhir periode) yang
dicocokkan dengan Laporan Hasil Pasti dari Bagian Pengolahan.
8. Membuat Rekapitulasi Total Dana Talangan setiap akhir giling

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 52


ke Kantor Direksi.

6.5 SUB.BAGIAN PEMBUKUAN


Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk
mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal,
penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa,
yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi
pada setiap tahun pajak berakhir.
Sub.Bagian ini melaksanakan tugas pencatatan transaksi Kas / Bank dan transaksi bukan
Kas / Bank. Pembukuan transaksi ada dua macam :
a. Pembukuan Transaksi Kas
Membukukan jurnal Bukti Masuk / Keluar Kas / Bank ke dalam Kartu
Perkiraan.
Adapun cara membukukannya sebagai berikut :
1. Dibukukan satu hari setelah adanya mutasi.
2. Memasukkan Bukti Masuk Kas / Bank mulai dari perkiraan yang
terkecil dengan memasukkan ke kolom Kredit.
3. Apabila pada perkiraan Bukti Masuk ada mutasi keluar pada perkiraan
yang sama, dibuku bersamaan.
4. Memasukkan Bukti Keluar Kas / Bank mulai dari perkiraan yang
terkecil dengan memasukkan ke kolom Debet.
Pembukuan Transaksi Kas, dikerjakan oleh Seksi Neraca, merupakan alat kontrol
dari kegiatan Sub.Bagian Keuangan (menerima, mengeluarkan) uang, sehingga
keseluruhan dari kegiatan tersebut terinput di Buku Besar. Adapun Proses
Pembuatan Neraca, sebagai berikut :
1. Input Kas Bon yang diperoleh dari Seksi Kasir.
2. Input Memo bila ada koreksi dari KVA.
3. Menerima Copy File Memo (FM) dari KVA.
Selanjutnya dari kegiatan diatas hasil output berupa Neraca, Buku
Besar, File Memo (FM), Realisasi Biaya.
Seksi Neraca juga membuat laporan-laporan berupa :
1. Pajak.
2. Hutang Piutang.
3. Realisasi Biaya.
4. Laporan Manajemen (LM).
5. Rekening Koran (R/K).
6. Investasi Baru.

Pembukuan Transaksi Bukan Kas


Membukukan jurnal penerimaan dan pengeluaran barang ke dalam Kartu
Perkiraan.
Adapun cara membukukannya sebagai berikut :

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 53


1. Dibukukan secara harian atau secara berkala.
2. Dimulai dari jurnal Debet.
3. Dilanjutkan ke jurnal Kredit.
Pembukuan Transaksi Bukan Kas, dikerjakan oleh Seksi Administrasi Persediaan
Kantor / Kantor Voreed Administration (KVA).
Administrasi di bidang KVA, merupakan alat kontrol dari kegiatan Sub.
Bagian Gudang (menerima, menyimpan, mengeluarkan) barang, sehingga
keseluruhan dari kegiatan tersebut terinput dengan harga barang sekaligus.
Adapun proses pembuatan laporan KVA adalah :
a. Meng Input Laporan Harian Gudang (LHG) Masuk dari Sub. Bagian Gudang.
Barang Pembelian Lokal (PB 24) dan Pembelian Kantor Direksi (AU 20).
b. Meng Input Bon Gudang (PB 30).
Menjurnal barang keluar beserta biaya, untuk disesuaikan dengan persediaan
barang digudang.
c. Melakukan koreksi harga.
Mencocokkan biaya barang dengan mengkonfirmasikan ke Seksi
Pengadaan untuk diadakan pencocokan harga.
d. Meng Input retur (klaim barang).
Menambahkan klaim barang yang dilampiri Bon Pengembalian (PB30-A) ke
dalam LHG Masuk, jika ada.
e. Meng Input persediaan awal barang.
f. Merekap hasil Input ke dalam Memo Bukti Memorial.
Memo Bukti Memorial dibuat harian dan bulanan.
g. Mengirim File Memo (FM) Bukti Memorial ke Seksi Akuntansi.
h. Membuat Daftar Persediaan Barang-Barang Gudang Triwulanan.
i. Melaporkan hasil Stock Opname (STO) beserta Daftar Persediaan
Barang-Barang Gudang Triwulanan ke Kantor Direksi.
j. Melakukan koreksi Daftar Perincian Pemakaian Bahan / Barang
(APB.PG 260/270) dan Rencana Pesanan Tahunan (RPT) RKAP (tahun ini)
yang dikirim dari Sub.Bagian Gudang.
k. Mengirim Daftar Perincian Pemakaian Bahan/Barang (APB.PG
260/270) dan Rencana Pesanan Tahunan (RPT) RKAP (tahun ini) yang
dikirim dari Sub.Bagian Gudang ke Kantor Direksi.
l. Membuat Laporan Manajemen (LM-14) Bagian Instalasi dan (LM-35)
Realisasi Kendaraan.
m. Mengirim Laporan Manajemen Bulanan ke Kantor Direksi.
Prosedur koreksi harga yang di lakukan oleh Seksi KVA, dikarena-
kan LHG Masuk yang diterima dari Sub.Bagian Gudang, tidak tercantum
nilai nominalnya. Hal ini disebabkan barang tersebut kategori baru yang
belum di input. Adapun proses pembetulannya adalah :

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 54


1. Meng input harga sementara, dari LHG Masuk yang tidak tercantum harga
barangnya.
2. Menerima Bukti Memorial (model gula B-8-00 (AU-3) dari Sub. Bagian
Pengadaan, selisih harga barang yang telah disesuaikan dengan kartu Buku
Besar dan kartu Hutang Piutang atau menginput Koreksi Harga
Penerimaan Barang (Debet), dengan jurnal :
Debet Kredit
Perkiraan 300 xx
Perkiraan 140 xx
3. Menginput Koreksi Harga Pengeluaran Barang (Kredit), dengan jurnal :
Debet Kredit
Perkiraan 514 xx
Perkiraan 300 xx
4. Menyerahkan Bon Gudang (PB 30), LHG Masuk, Koreksi Harga, ke
Seksi Neraca.

6.6 SUB.BAGIAN KEUANGAN


Sub.Bagian Keuangan berperan menerima, mengeluarkan dan melaporkan persediaan
dana Kas. Untuk memenuhi dana operasional perusahaan, terlebih dahulu dilakukan
pengajuan Permintaan Modal Kerja (PMK) ke Kantor Direksi. Adapun tahapan-tahapan
pengajuan PMK adalah :
1. Mengkompilir pengajuan PMK yang sesuai dengan APB.PG 17 dari masing-
masing Bagian terkait.
2. Mengirim pengajuan PMK ke Kantor Direksi dan sekaligus pembahasan
persetujuan PMK, yang dihadiri oleh masing-masing Bagian.
3. Menerima Persetujuan PMK dari Kantor Direksi.
4. Melakukan Dropping ke bank untuk memenuhi permintaan uang dari masing-
masing Bagian, setiap minggu.
5. Menyalurkan dana harian sesuai dengan kebutuhan ke Bagian terkait.
Untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan sehari-hari, baik penerimaan, pengeluaran dan
pelaporan keuangan, dikerjakan oleh :
a. Seksi Kasir
Kasir atau cashier adalah petugas yang menerima dan membayar uang atas
perintah yang berwenang.
Peran Kasir membayar semua biaya sesuai Bukti Kas / Bank yang diaju-
kan dari Bagian terkait. Adapun proses pembayaran, sebagai berikut :
1. Menerima Bukti Kas / Bank dari Bagian terkait.
2. Mencatat kebutuhan biaya yang diperlukan ke dalam buku pengambilan
uang di Bank.
3. Membuat Check untuk pengambilan uang di bank.
Setiap pengambilan uang di bank, dijamin oleh asuransi Cash In Transit
(CIT).

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 55


4. Membayar uang sesuai Bukti Kas / Bank.
5. Mencatat transaksi harian ke dalam buku kasir.
6. Membuat Rekapitulasi Dana Kas / Bank yang dikirim ke Seksi Neraca.
7. Membuat Laporan Kas / Bank.
8. Sisa dana disimpan dalam brankas yang dijamin dengan asurasi Cash In
Save (CIS).

b. Juru Tulis Keuangan


Peran Juru Tulis Keuangan adalah :
1. Mengkompilasi Rincian Permintaan Modal Kerja (PMK) dari semua
Bagian setiap bulan.
2. Menyusun anggaran kebutuhan Kas dari Rencana Kerja Anggaran
Perusahaan (RKAP).
3. Menyesesuaikan jumlah permintaan dari kebutuhan bulan yang lalu.
4. Merekapitulasi Permintaan Modal Kerja (PMK) dari semua Bagian.
5. Membuat surat Permintaan Modal Kerja (PMK) ke Kantor Direksi.
6. Membuat surat permintaan pengiriman modal kerja setiap minggu.
7. Menerima penyerahan modal kerja dari Kantor Direksi setiap minggu.
8. Membuat Laporan Manajemen (LM 15) setiap bulan.
9. Membuat Laporan Cash In setiap bulan.

6.7 SUB.BAGIAN SDM & UMUM


Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah
pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk
dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi SDM adalah Departemen Sumber
Daya Manusia atau dalam bahasa Inggris disebut HRD atau Human Resource
Department.
Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang
berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan
orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat
organisasi memerlukannya.

6.7.1 Nomer Perkiraan Sub.Bagian SDM


Untuk mengetahui pos biaya Sub.Bagian SDM, terinci di bawah ini :
510 Pimpinan dan Tata Usaha
510.10 Upah dsb.Karyawan Bulanan/Harian Tetap
510.20 Upah dsb.Karyawan Musiman/ Tetap
510.30 Tunjangan Kesejahteraan
510.40 Tunjangan Sosial Karyawan
510.50 Pengeluaran Khusus
510.60 Tunjangan Pelaksanaan Tugas

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 56


512 Tebu Giling
512.xx
513 Tebang dan Angkut Tebu
513.xx
514 Pabrik
514.xx
515 Pengolahan
515.xx
516 Eksploitasi Alat Pengangkutan
516.xx
517 Eksploitasi Alat Pertanian
517.xx

6.7.2 Seksi Timbangan


Seksi Timbangan berperan melakukan penimbangan barang-barang material dan non
material, serta membuat laporan administrasi timbangan.
a.Kegiatan Penimbangan
Kegiatan yang dilakukan di timbangan, ada dua jenis barang :
1. Barang Material
Adapun barang material yang di timbang,adalah :
- Bahan Bakar Alternatif ( BBA)
- Ampas
- Bibit
- Daduk
- Limbah Blotong
- Kapur
- Tetes
- Abu Limbah
2. Barang Non Material
Adapun barang non material yang di timbang adalah tebu yang diangkut
oleh truk maupun lori.

b. Proses Pelaksanaan Timbangan


1. Pelaksanaan kegiatan timbang barang material, antara lain :
a) Bahan Bakar Alternatif ( BBA)
1) Menerima faktur / surat jalan pengiriman barang.
2) Menerima Bukti Penerimaan Barang (BPB) dari
Sub.Bagian Gudang.
3) Menimbang muatan dan kendaraan pengangkut
(Brutto, Tarra, Netto).
4) Menyerahkan kembali dokumen pengiriman Bahan
Bakar Alternatif (BBA) ke Sub.Bagian Gudang, di

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 57


lampiri struk hasil timbang.

b) Ampas
1) Menerima struk timbang hasil timbang dari pengirim.
2) Menimbang muatan dan kendaraan pengangkut
(Brutto, Tarra, Netto).
3) Menyerahkan struk hasil timbang ke Bagian Instalasi
dilanjutkan ke Sub.Bagian Gudang.
c) Bibit
1) Menerima surat jalan dari pengirim bibit.
2) Menimbang muatan dan kendaraan pengangkut
(Brutto, Tarra, Netto).
3) Menyerahkan struk hasil timbang ke Bagian Tanaman.

d) Daduk
1) Menerima surat jalan dari pengirim bibit.
2) Menimbang muatan dan kendaraan pengangkut
(Brutto, Tarra, Netto).
3) Menyerahkan struk hasil timbang ke Bagian Instalasi
dilanlanjutkan ke Sub.Bagian Gudang.

e) Limbah blotong (angkutan truk)


1) Menimbang muatan dan angkutan (Brutto, Tarra, Netto).
2) Menyerahkan struk hasil timbang ke Bagian Pabrikasi

f) Kapur
1) Menerima surat jalan dari distributor.
2) Menimbang muatan dan angkutan (Brutto, Tarra, Netto).
3) Menyerahkan struk hasil timbang ke Sub.Bagian
Gudang.

g) Tetes
1) Menerima Memo perintah pengambilan Tetes dari
Distributor.
2) Menerima Copy Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Surat
Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dari pengemudi
angkutan.
3) Menimbang muatan dan angkutan (Brutto, Tarra, Netto).
4) Menyerahkan struk hasil timbang ke Sub.Bagian
Administrasi Hasil.
h) Abu Limbah
1) Menimbang muatan dan angkutan (Brutto, Tarra, Netto).

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 58


2) Menyerahkan struk hasil timbang ke Bagian Instalasi.

2. Pelaksanaan kegiatan timbang barang tebu yang di angkut truk


atau lori, sebagai berikut :
a) Mendaftar semua angkutan tebu baik truk maupun lori.
b) Menimbang muatan kosongan atau Tarra berat
kendaraan truk maupun lori.
c) Melaksanakan Tarra ulang dan membuat Berita Acara
Tarra Ulang khusus angkutan truk tebu.
d) Input hasil penimbangan muatan kosongan atau Tarra
berat kendaraan truk maupun lori.
e) Menerima Surat Perintah Angkut Tebu (SPAT) Tebu Sendiri
(TS) dan Tebu Rakyat (TR) dan no.urut timbang, khusus
untuk angkutan truk.
f) Menimbang muatan dan angkutan (Brutto, Tarra, Netto).
g) Menyerahkan Surat Perintah Angkut Tebu (SPAT)
angkutan truk ke Seksi Pengangkutan.
h) Menerima daftar Perincian Tebangan dan Tarip Upah Tebang
atau Potongan (stat tebang)dari bagian Pengangkutan dan Berita
Acara Tambahan Biaya Upah Tebang (bila ada).
i) Membuat Laporan Timbangan jumlah truk dan lori yang
masuk dilampiri Laporan Tebu Masuk Giling, yang di kirim ke
Bagian Tanaman.
j) Membuat Rekap Upah Harian penebang tebu dan Upah
Harian pendorong tebu.
k) Membuat Kupon Surat Timbang.
l) Menyerahkan Perincian Tebangan dan Tarip Upah Tebang atau
Potongan (stat tebang) dari Seksi Pengangkutan, Berita Acara
Tambahan Biaya Upah tebang (bila ada), Rekap Upah Harian
penebang tebu, danUpah Harian pendorong tebu, Kupon Surat
Timbang ke Sub.Bagian Sumber Daya Manusia (SDM).

6.7.3 Seksi Administrasi SDM


Seksi ini berperan melaksanakan pekerjaan untuk pembayaran upah tebang dan gaji
Karyawan Tetap, yang antara lain :
a. Upah Tebang
Setelah melalui proses administrasi di Seksi Timbangan, seluruh berkas di kirim
ke Sub.Bagian Sumber Daya Manusia (SDM), selanjutnya oleh Sub.Bagian ini di
lakukan :
1. Pembuatan Rekap Upah Tebang.
2. Membuat Kas Bon :
a) Bukti Keluar Kas/Bank (model AU 11) untuk pemba

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 59


yaran upah tebang.
b) Bukti Masuk Kas/Bank (model AU 8) untuk potongan
Piutang Pinjaman Petani Tebu Rakyat (PTR).
3. Menyertakan berkas administrasi proses timbang, antara lain:
a) Perincian Tebangan dan Tarip Upah Tebang atau
potongan (stat tebang) dari Seksi Pengangkutan dan
Berita Acara Tambahan Biaya Upah Tebang (bila
ada).
b) Rekap Upah Harian penebang tebu dan Upah Harian
pendorong tebu.
c) Kupon Surat Timbang.
4. Menyerahkan semua berkas pengajuan pembayaran upah
Tebang tebu ke Seksi Kasir.
5. Melakukan pembayaran kepada tukang tebang atau mandor
tebang.

b. Gaji Karyawan
Karyawan adalah semua pekerja yang bekerja pada PT.Perkebunan Nusantara XI
(Persero) yang berstatus Karyawan Tetap dan Karyawan Tidak Tetap dengan
memperoleh gaji.
Karyawan Tetap adalah Karyawan yang mempunyai hubungan kerja dengan
perusahaan untuk jangka waktu tidak tertentu sesuai pasal 1603/KUH Perdata,
dan pada saat dimulainya hubungan kerja didahului dengan masa percobaan
maksimal tiga bulan sesuai Undang-Undang yang berlaku.
Karyawan Tidak Tetap adalah Karyawan yang mempunyai hubungan kerja
dengan perusahaan untuk jangka waktu tertentu dan pada saat dimulainya
hubungan kerja tidak didahului dengan masa percobaan maksimal tiga bulan
sesuai Undang-Undang yang berlaku. Pembayaran gaji untuk karyawan terdiri :
1. Gaji Pokok
Gaji Pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada Karyawan
menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan
berdasarkan kesepakatan, tidak termasuk Tunjangan Tetap dan Tunjangan
Tidak Tetap
2. Tunjangan Tetap
Tunjangan Tetap adalah Tunjangan Khusus atau Struktural.
3. Tunjangan Tidak Tetap
Tunjangan Tidak Tetap adalah sejumlah uang yang disepakati diterima
oleh Karyawan sebagai tambahan penerimaan bagi Karyawan selain
Tunjangan Tetap.
4. Premi dan Upah Lembur
Premi dan upah lembur adalah sejumlah uang yang diterima Karyawan,
atas pekerjaan yang diselesaikan diluar jam jam kerja.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 60


Selain gaji yang diterima, Karyawan juga menerima pendapatan lain
berupa :
1. Tunjangan Kesejahteraan
a. Tunjangan Ekstra Giling (TEG).
b. Tunjangan olah raga, kesenian, kerohanian.
c. Tunjangan pengosongan rumah dinas.
d. Jasa Produksi (JAPRO) / Bonus.
e. Penghargaan khusus.
f. Santunan Hari Tua (SHT).
g.Uang Pesangon dan Jasa.
h. Pesangon Giling.
2. Tunjangan Sosial Karyawan
a. Perawatan kesehatan.
b. Uang cuti.
c. Pakaian dinas.
d. Pendidikan dan latihan.
e. Insentiv, perangsang dan appresiasi.
f. Gula icip-icip.
g. Tunjangan kematian.
h. Asuransi.
i. Tunjangan pemondokan anak.
j. Penghargaan masa kerja.
3. Tunjangan Pelaksanaan Tugas
a. Biaya perjalanan dinas.
b. Biaya angkutan perjalanan dinas.
c. Biaya Pengumandahan.
d. Biaya pindah.

6.7.4 Seksi Juru Tulis SDM


Seksi ini mempunyai peran membuat kontrak kerja, administrasi Asuransi, Gaji
Karyawan, Laporan General Affair Report (GAR).
1. Kontrak Kerja
2. Administrasi Asuransi
Asuransi atau insurance adalah Perjanjian yang menyebutkan seorang
penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan
menerima premi sebagai pengganti apabila terjadi kerugian, kerusakan,
atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang kemungkinan akan
dideritanya apabila terjadi suatu peristiwa yang menimpanya.

3. Gaji Karyawan
4. Laporan GAR

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 61


6.7.5 Seksi Pembantu Juru Tulis SDM
Seksi ini mempunyai peran menyelesaikan administrasi perawatan kesehatan, Pajak
Penghasilan (Pph 21), Surat Perintah Jalan (SPJ), administrasi gula.
a. Perawatan Kesehatan
Untuk menjamin kesehatan Karyawan, seluruh Karyawan Tetap beserta
batihnya, perawatan dan pengobatan ditanggung oleh perusahaan. Fasilitas
kesehatan yang disediakan oleh perusahaan untuk perawatan dan pengo-
batan, berupa Poliklinik Unit Kerja dan Rumah Sakit Perusahaan. Dalam
melaksanakan pelayanan perawatan kesehatan untuk Karyawan, Sub.Bagian
Sumber Daya Manusia (SDM), melakukan :
1. Menerima Rekening Koran (R/K) dari Rumah Sakit Umum (RSU)
Djatiroto Lumajang, RSU Lavalette Malang, RSU Wonolangan
Probolinggo, RSU Djiwan Madiun, Kantor Direksi.
2. Menerima kuitansi atau nota dari Poliklinik Unit Kerja, sesuai tarif
yang ditentukan oleh Surat Keputusan (SK) Direksi, sebagai dasar
pembuatan Bukti Keluar Kas / Bank.
3. Membuat laporan bulanan kesehatan untuk lampiran laporan General
Affair Report (GAR), yang dikirim ke Kantor Direksi.
4. Membuat laporan tahunan Rekapitulasi Biaya Perawatan Kesehatan.

b. Pajak Penghasilan (Pph 21)


PPh atau Pajak Penghasilan adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan berupa
gaji, honor / honorarium, upah, tunjangan dan pembayaran lain yang diterima atau
diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan
atau jasa, jabatan dan kegiatan.
Pajak Penghasilan (Pph 21), dibedakan menjadi dua kategori :

1. Pendapatan Teratur
Pendapatan teratur yang dikenakan potongan pajak, dalam hal ini
adalah gaji Karyawan. Adapun proses pemotongan Pph 21 nya
sebagai berikut :
a. Menerima Rekapitulasi Potongan gaji bulanan Karyawan
Gol I, II, III, IV dari Seksi Juru Tulis SDM.
b. Memproses secara aplikasi Pph 21 gaji bulanan.
c. Dibuatkan Surat Setoran Pajak (SSP).
d. Membayar pajak ke bank, sekaligus meminta legalitas
untuk SSP.
e. Membuat Surat Pemberitahuan (SPT) Masa.
f. Menyerahkan SPT ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).
g. Menerima Bukti Penerimaan Surat (Surat Kuning) dari
KPP.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 62


2. Pendapatan Tidak Teratur
Pendapatan tidak teratur yang dikenakan potongan pajak, dalam
hal ini adalah bonus, rapel gaji, penghargaan masa kerja (PMK),
tunjangan hari raya (THR), cuti tahunan, cuti panjang, pakaian
dinas.Adapun proses pemotongan Pph 21 nya sebagai berikut :
a. Memproses secara aplikasi Pph 21 gaji bulanan.
b. Memproses jenis pendapatan tidak teratur.
c. Dibuatkan Surat Setoran Pajak (SSP).
d. Membayar pajak ke bank, sekaligus meminta legalitas
untuk SSP.
e. Membuat Surat Pemberitahuan (SPT) Masa.
f. Menyerahkan SPT ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).
g. Menerima Bukti Penerimaan Surat (Surat Kuning) dari
KPP.

c. Surat Perintah Jalan (SPJ)


Surat yang diberikan kepada Karyawan yang bertugas untuk keperluan perusahaan
dengan mendapatkan fasilitas penggantian biaya transportasi, makan, penginapan.
Adapun prosedur pembuatan SPJ, sebagai berikut :
1. Menerima anfra kendaraan dari pemakai untuk tujuan lokal atau
luar wilayah, yang telah disetujui Kepala Bagian yang terkait.
2. Membuat Surat Tugas.
3. Membuat Daftar Perincian Biaya Perjalanan.
4. Membuat Rekapitulasi Biaya Perjalanan Dinas (BPD).
5. Membuat Bukti Keluar Kas / Bank (AU 11).
6. Membuat Daftar Penerima uang penggantian perjalanan dinas
atau BBM.
7. Menyerahkan Bukti Keluar Kas / Bank (AU 11) dan Daftar
Penerima uang penggantian perjalanan dinas atau BBM ke Seksi
Kasir.

d. Administrasi Gula
Untuk melayani pembelian gula Kontrak A khusus Karyawan, Seksi ini
melakukan :
1. Membagikan Kartu Pengambilan Gula Karyawan kepada
Karyawan sesuai dengan status.
2. Membuat Daftar Pembelian Gula Karyawan.
3. Menyerahkan Daftar Pembelian Gula Karyawan ke Seksi
Administrasi SDM.
4. Menyimpan Kartu Pengambilan Gula Karyawan, dari Seksi
Gudang Distribusi.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 63


e. Surat Perintah Angkut Tebu (SPAT)
SPAT adalah surat yang dipergunakan untuk mengangkut tebu dari lahan sampai
dengan tebu digiling.
Untuk mendistribusikan SPAT, tahapan-tahapan yang dilakukan adalah :
1. Menerima Bon permintaan SPAT dari Seksi Pengangkutan.
2. Mengajukan permintaan SPAT ke Sub.Bagian Pengadaan
Barang/jasa.
3. Membuat Berita Acara Pengebonan SPAT.
4. Menyerahkan SPAT ke Seksi Pengangkutan.
5. Melakukan cross cek SPAT yang masuk dan tidak masuk tiap
pagi di Seksi Pengangkutan.
6. Membuat Berita Acara SPAT yang tidak terpakai.

6.7.6 Seksi Poli Klinik


Dalam memberikan fasilitas perawatan dan pengobatan kepada Karyawan, Poliklinik
Unit Kerja yang dikelola oleh Sub.Bagian Sumber Daya Manusia (SDM), berperan
dengan cara :
1. Menangani pasien karyawan aktif beserta batih
a. Pendaftaran.
b. Periksa.
c. Memberi obat.
2. Menangani pasien pensiun beserta batih
a. Motivasi.
b. Mengirim pasien ke RSU Wonolangan.
3. Pelaporan :
a. Medical recording
Mencatat data pasien dari buku harian dikirim ke RSU
Wonolangan.
b. Kunjungan pasien rawat jalan
Mencatat harian rawat jalan dikirim ke Dinas Kesehatan
Kabupaten Probolinggo.
c. Kunjungan penderita
Mengumpulkan data kunjungan harian sesuai umur dan
penyakit untuk dikirim ke Puskesmas.
d. Permintaan obat
Mencatat kebutuhan obat untuk dikirim ke RSU Wonolangan
4. Kegiatan donor darah (3 bln)
a. Melakukan koordinasi dengan PMI Kraksaan.
b. Memberitahukan kepada Karyawan.
5. Kegiatan kir kesehatan
a. Melakukan koordinasi dengan Sub.Bagian
b. Membuat jadwal kir.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 64


c. Pelaksanaan kir.
6. Monitoring pasien
a. Melakukan koordinasi dengan RSU Wonolangan dan RSU
Lavalette.
b.Mengunjungi pasien di RSU.

6.7.7 Seksi Sekretariat


Seksi Sekretariat di Sub.Bagian Sumber Daya Manusia (SDM), mempunyai tugas dan
tanggung jawab mengirim, menerima dan menyimpan seluruh dokumen surat, baik surat
intern maupun ekstren. Untuk mengetahui lebih jauh memahami surat-menyurat di Unit
Kerja, adalah sebagai berikut :
a. Jenis Surat
Secara garis besar, surat-menyurat dilingkungan PT.Perkebunan Nusantara XI (Persero),
digolongkan dalam beberapa jenis, yaitu :
1. Surat (dinas) Biasa.
2. Surat Keputusan (SURKP).
3. Surat Edaran (SURED).
4. Surat Keterangan (SURKT).
5. Surat Perintah / Jalan (SUTUG).
6. Pengumuman (PENGU).
7. Surat Pengantar (SP).
8. Memo.
9. Surat dengan media Elektronik (e-mail, faksimili, ratel/SSB, teleks).
Secara rutinitas kegiatan surat-menyurat, yang paling penting adalah Surat(dinas) Biasa.
Surat ini terdiri dari :

a) Surat Ekstren
Surat Ekstren adalah surat keluar dari Kantor / PG / RSU / PK / PASA /
Proyek dilingkungan PT.Perkebunan Nusantara XI (Persero) yang ditujukan
kepada pihak Ketiga.

b) Surat Intern
Surat Intern adalah surat-surat keluar / masuk antar Kantor / PG / RSU / PK
/ PASA / Proyek dilingkungan PT.Perkebunan Nusantara XI (Persero).
Surat intern terdiri dari dua jenis :
1) Surat Tunggal
Surat keluar yang dialamatkan kepada satu Kantor /PG / RSU / PK /
PASA / Proyek saja.

2) Surat Kolektif
Surat keluar yang ditujukan kepada beberapa alamat, dengan isi yang sama.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 65


b. Rubrik Surat
Untuk memudahkan penyimpanan dan pencarian kembali surat-surat keluar /
masuk , terutama surat intern, digolongkan dalam beberapa rubrik surat, yaitu :
1. A – Urusan Umum.
Rubrik ini untuk korespondensi yang berkaitan dengan tugas-tugas Bagian
SDM, Bagian Umum dan Sekretaris Perusahaan.
2. B – Urusan Keuangan.
Rubrik ini untuk korespondensi yang berkaitan dengan tugas-tugas Bagian
Keuangan.
3. C – Urusan Tanaman.
Rubrik ini untuk korespondensi yang berkaitan dengan tugas-tugas Bagian
Tanaman.
4. D – Urusan Pengolahan.
Rubrik ini untuk korespondensi yang berkaitan dengan tugas-tugas Bagian
Pengolahan.
5. E – Urusan Teknik.
Rubrik ini untuk korespondensi yang berkaitan dengan tugas-tugas Bagian
Teknik.
6. G – Urusan Pengembangan.
Rubrik ini untuk korespondensi yang berkaitan dengan tugas-tugas Bagian
Penelitian dan Pengembangan Usaha, Bagian Pusat Data dan Sistem
Informasi.
7. H – Urusan Komersial.
Rubrik ini untuk korespondensi yang berkaitan dengan tugas-tugas Bagian
Pengadaan dan Bagian Pemasaran.
8. K – Urusan Pengawasan.
Rubrik ini untuk korespondensi yang berkaitan dengan tugas-tugas Biro Staf
Pengawas Intern (SPI).
9. X – Urusan Direksi.
Rubrik ini untuk korespondensi yang berkaitan dengan urusan Direksi.

c. Berkas dan Kode Surat


Untuk lebih memudahkan penyimpanan surat yang menunjuk fungsi khusus tiap tempat
pekerjaan yang diselesaikan oleh masing-masing Petugas /Bagian /
Bidang, maka rubrik surat diperinci dalam beberapa berkas, antara lain :
1. Urusan Umum
a) Umum Rupa-rupa (AA-).
b) Kepegawaian (AB-).
c) Pendidikan (AC-).
d) Kesejahteraan (AD-).
e) Hukum (AE-).
f) Keamanan (AF-).

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 66


g) Sekretariat/Rumah Tangga (AI-).
h) Surat Pengantar (SP).
2. Urusan Keuangan
a) Keuangan Rupa-rupa (BB-).
b) Anggaran (BC-).
c) Pengendalian (BD-).
d) Pembiayaan (BE-).
e) Akuntansi (BF-).
f) Asuransi (BG-).
g) Perpajakan (BH-).
h) Pemindahbukuan Uang (PU-).

3. Urusan Tanaman
a) Tanaman Rupa-rupa (CC-).
b) Perencanaan (CD-).
c) Pengawasan/Agraria (CE-).
d) Tebang dan Angkutan (CF-).
e) PUKK (CG-).

4. Urusan Pengolahan
a) Pengolahan Rupa-rupa (DD-).
b) Pengolahan Gula (DE-).
c) Pengolahan Hasil Samping (DF-).

5. Urusan Teknik
a) Instalasi Rupa-rupa (EE-).
b) Instalasi Pabrik (EF-).
c) Bangunan (EG-).
d) Alat Angkutan dan Pertanian (EH-).

5. Urusan Pengembangan
a) Pengembangan Rupa-rupa (GG-).
b) Pengkajian Teknik / Teknologi (GH-).
c) Pengembangan Usaha (GI-).
d) Pusat Data dan Sistem Informasi (GK-).
e) Pengembangan/Pengkajian Sistem (GL-).

6. Urusan Komersial
a) Pengadaan Rupa-rupa (HH-).
b) Pembelian Impor (HI-).
c) Pembelian Lokal (HJ-).
d) Pembuatan dan Reparasi (HK-).

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 67


e) Penjualan Gula (HL-).
f) Penjualan Karung (HM-).
g) Penjualan Tetes (HN-).
h) Penjualan Lain-lain (HO-).

7. Urusan Pengawasan
a) Pengawasan Rupa-rupa (KK-).
b) Keuangan (KL-).
c) Operasional (KM-).

8. Urusan Direksi
a) Direksi Rupa-rupa (XX-).
b) Direktur Utama (XA-).
c) Direktur Keuangan/Komersial (XB-).
d) Direktur Produksi (XC-).
e) Direktur Pengembangan SDM (XD-).

d. Prosedur Pengiriman, Penerimaan dan Penyimpanan


1. Pengiriman
Pengiriman surat ada tiga macam :
a) Surat Ekstern
Pengiriman surat Ekstern dilakukan dengan cara :
1) Dikirim tanpa surat pengantar model Gula A-0-05 (S), bila
dalam satu kota dikirim lewat kurir dengan buku ekspedisi
atau pos tercatat.
2) Tindasan warna kuning muda, disimpan dalam bendel
arsip sentral.
3) Tindasan warna biru muda, disimpan oleh Bagian
bersangkutan.
4) Tindasan warna merah muda, oleh petugas ekspedisi
dijadikan sebuah bendel sirkulasi untuk seluruh Pimpinan
Unit bersangkutan.

b) Surat Intern
Pengiriman surat Intern dilakukan dengan cara :
1) Dikirim dengan surat pengantar model Gula A-0-05 (S).
2) Lembar asli berikut tindasan ke empat dan kelima,
dijadikan tiga ganda untuk penerima surat.

c) Surat Pengantar
Pengiriman surat Pengantar dilakukan dengan cara :
1) Menggunakan model Gula A-0-05 (s), berupa blok berisi 3 x

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 68


50 helai.
2) Lembar asli dan tindasan pertama dikirim ke kantor
penerima surat.
3) Nomer urut surat Pengantar nomer 000 sampai dengan 999
(1.000 nomor).

2. Penerimaan
Sebelum melakukan penerimaan surat, terlebih dahulu yang harus disiapkan
adalah :
a) Menyediakan bak-bak surat sesuai sesuai jumlah Bagian dan ditambah
satu untuk arsip sentral, satu untuk pejabat tinggi kantor.
b) Menyediakan buku yang terdiri atas beberapa map dengan jumlah sesuai
dengan bak-bak diatas, yang diperlukan untuk membawa dan
menyerahkan surat-surat masuk diatas kepada pejabat yang
bersangkutan.
Adapun penerimaan surat ada dua macam :
a) Surat Ekstern
Prosedur penerimaan surat Ekstern, sebagai berikut :
1) Amplop surat dibuka, dan dimasukkan ke bak surat-surat
Ekstern.
2) Menempelkan lembar disposisi (warna kuning) pada surat.
3) Membubuhkan stempel dan tanggal penerimaannya.
4) Memasukkan surat ke buku agenda.
5) Mencantumkan nomer urut pada ruang stempel dan lembar
disposisi.
6) Memberi nomor surat No.Th x.000 sampai dengan No.
Th x.999, dan seterusnya).
7) Memasukkan surat ke dalam bak pejabat tinggi kantor.

b) Surat Intern
Prosedur penerimaan surat Intern, sebagai berikut :
1) Amplop surat dibuka, dan ditempeli lembar disposisi (warna
kuning).
2) Membubuhkan stempel dan tanggal penerimaannya.
3) Memasukkan surat ke buku agenda.
4) Mencantumkan nomer urut pada ruang stempel dan lembar
disposisi.
5) Mencocokkan kode atau nomer surat-surat dengan yang
ditulis pada surat Pengantar yang bersangkutan.
6) Menandatangani tindasan surat Pengantar pada tempat yang
sudah disediakan, sedangkan yang asli dimasukkan ke
dalam ordner yang bersangkutan.

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 69


7) Memasukkan surat asli bersama surat Ekstern ke dalam bak
pejabat tinggi kantor.
8) Memasukkan tindasan pertama ke dalam bak kepala bagian
atau bidang yang bersangkutan, dan tindasan kedua serta
terakhir ke bak arsip sentral.
9) Memasukkan surat ke dalam buku-buku map, untuk asli
diserahkan kepada pejabat tinggi, sedangkan yang tindasan
pertama di kantor / meja masing-masing.

3. Penyimpanan
Untuk dapat melaksanakan kearsipan yang baik, beberapa teknis penyimpanan
arsip, sebagai berikut :
a. Setiap rubrik 1 buah ordner, teknisnya :
1) Memisahkan ordner dengan karton, bagian depan untuk
surat Keluar, dan bagian belakang untuk surat Masuk.
2) Memisahkan masing-masing bagian dengan kertas manila.
3) Memisahkan tiap ruang antara dua kertas pemisah untuk tiap
kombinasi kode rubrik atau berkas.
4) Membagi tiap kombinasi kode rubrik atau berkas dengan
kertas pemisah dari kertas kessing atau samak coklat untuk
masing-masing kantor atau pebrik, lembaga, yang dimulai
dari Direksi sampai dengan habis.

b. Setiap rubrik 2 buah ordner, teknisnya :


1) Memasukkan surat-surat masuk ke dalam ordner pertama.
2) Memasukkan surat-surat keluar ke dalam ordner kedua.

c. Setiap kombinasi kode rubrik atau berkas tersedia ordner


Sendiri, teknisnya ada dua, yaitu :
1) Surat-surat keluar masuk menjadi sebuah ordner.
2) Surat keluar dan surat masuk, sendiri-sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 70


Musanef.1986.Manajemen Kepegawaian Di Indonesia.Cetakan Ketiga.Jakarta : Gunung
Agung.
Wijotoadi,1998.Tata Perkiraan (Rekening Stelsel) PT.Perkebunan Nusantara XI
(Persero),Tretes,9 Oktober 1998.
______________.1998.Pedoman Korespondensi PT.Perkebunan Nusantara XI
(Persero),Surabaya,1 Januari 1998.
______________.2006.Pedoman Prilaku (Code of Conduct) PT.Perkebunan Nusantara
XI (Persero),Surabaya,18 Mei 2006.
______________.2007.Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa PT.Perkebunan
Nusantara XI (Persero),Surabaya,1 Agustus 2007.
______________.2008.Standard Operating Procedure (SOP)Bagian Tanaman
PT.Perkebunan Nusantara XI (Persero),Surabaya,Januari 2008.
______________.2008-2009.Perjanjian Kerja Bersama PT.Perkebunan Nusantara XI
(Persero),Surabaya,April 2008.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007 tentang Pengertian
Pembukuan.2007.http://www.pajakonline.com.[ 22 Desember 2008].
Manajemen Sumber Daya Manusia.http://organisasi.org. [22 Desember 2008].
Break Event Point (BEP).http://organisasi.org/ilmu_pengetahuan/ekonomi.
[ Tgl 20 Desember 2008].
Pengertian Pajak Penghasilan Karyawan Pasal 21.http://organisasi.org/pengertian.
[Tgl 17 Januari 2009].
Kamus Keuangan. http://www.perencanakeuangan.com.[Tgl 17 Januari 2009].

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 71


http://www.scribd.com/doc/24373313?
secret_password=4werlet9i2ih260vf7h

Muchammad Erfan/doc.2008.LPP Yogya 72