Anda di halaman 1dari 3

ENERGI ALTERNATIF

Segala hal yang terlihat, yang dirasakan, serta yang didengar merupakan rangkaian feomena
fisik yang disebabkan oleh adanya perpindahan energi. Definisi tentang energi dapat menjadi
sangat luas. Para insinyur menjelaskan bahwa energi dapat bertautan dengan istilah minyak
bumi, listrik, panas bumi, gas alam, dan sebagainya. Sedangkan masyarakat berpendapat bahwa
energi dapat berarti bensin, diesel (solar), pertamax, minyak tanah, baterai, dan bahkan makanan.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), energi berarti kemampuan untuk melakukan
kerja atau daya (kekuatan) yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan .
Tapi secara umum, energi itu ialah sesuatu yang menghasilkan kerja.
Segala sesuatu di dunia ini sangat bergantung kepada energi. Setiap hari kita selalu
berhubungan dengan hal tersebut. Energi merupakan pengatur segala benda, tata nilai dan
aktivitas manusia, dan alam. Kenyataan ini sebenarnya telah disadari oleh para ilmuwan dan
insinyur, tetapi dalam beberapa dekade yang lalu masalah energi ini telah terlupakan dalam
kurikulum pendidikan.
Krisis energi yang terjadi di dunia juga terjadi di Indonesia. Cadangan energi di indonesia
terutama energi fosil (minyak bumi, batubara) semakin hari semakin menyusut. Hal ini juga
didukung dengan pemborosan dalam penggunaan energi fosil. Penduduk yang semakin
meningkat juga menyebabkan ketersediaan akan energi fosil semakin berkurang karena
konsumsi energi per kapita akan meningkat.
Jika energi tersebut habis, maka habis juga kehidupan manusia. Maka manusia berpikir
bagaimana cara agar mereka dapat melangsungkan hidupnya tanpa adanya ketergantungan dari
energi fosil dan terciptalah energi alternatif sebagai penganti energi fosil dengan tidak merubah
fungsi utama dari energi fosil tersebut. Energi alternatif memungkinkan dan memastikan bahwa
konsumen dapat menggunakan energi dalam jumlah yang besar tetapi dapat terbarukan dalam
waktu yang singkat.
Salah satu contoh energi alternatif adalah bioetanol. Bioetanol merupakan etanol (golongan
alkohol) yang diproduksi dari bahan alami, terutama dari tumbuhan. Bahan baku yang biasa
digunakan untuk memproduksi bioetanol antara lain tetes tebu (molases) yang merupakan by
product dari industri gula; gula merah; singkong, ubi jalar, dan kelompok pati-patian lainnya.
Bahan-bahan baku ini kemudian difermentasi dengan mikroba seperti Saccharomyces cereviseae
dan mikroba penghasil etanol lainnya dan berperan sebagai substrat untuk pertumbuhan mikroba.
Dari proses fermentasi tersebut dihasilkan etanol sebagai salah satu produknya. Produk etanol
inilah yang paling diperhatikan dalam produksi bioetanol, selain pertumbuhan mikroba
penghasilnya. Produk etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi ini tentu saja masih
tercampur dengan produk lainnya, air, biomassa, dan juga substrat yang masih tersisa. Untuk
memisahkannya, diperlukan berbagai teknik pemisahan. Untuk memisahkan antara cairan dan
padatan digunakan teknik penyaringan (filtrasi). Untuk memisahkan etanol dari komponen cair
lainnya digunakan teknik distilasi (penyulingan) dengan memanfaatkan perbedaan titik uap
antara etanol dan komponen-komponen cair lainnya. Dengan distilasi ini dapat dihasilkan etanol
yang lebih murni, walaupun tidak 100% murni. Untuk memurnikan lagi bioetanol yang
dihasilkan tentu saja diperlukan teknik-teknik pemurnian tertentu.
Untuk memproduksi bioetanol ini dalam skala industri tentu saja menggunakan bioreaktor
yang cukup besar, namun untuk memproduksinya dalam skala kecil dapat dilakukan dengan
peralatan sederhana seperti labu erlenmeyer yang digunakan untuk wadah dalam fermentasi
(sebagai bioreaktor sederhana), sumbat untuk menutup erlenmeyer karena produksi bioetanol
dilakukan secara anaerob, dan peralatan pendukung lainnya. Untuk melakukan distilasi
diperlukan distilator. Alat ini banyak dijumpai di laboratorium.
Bioetanol merupakan salah satu contoh energi alternatif dalam kategori biofuel, yang artinya
bahan bakar alami yang bahan bakunya berasal dari alam, terutama dari tumbuh-tumbuhan dan
juga hewan yang merupakan jenis sumber daya alam yang renewable.
Contoh biofuel yang lain adalah biodiesel yang merupakan bahan bakar minyak yang berasal
dari minyak tumbuhan seperti jarak, kelapa sawit, dan kelapa dan biomassa yang merupakan
hasil pemanfaatan limbah ternak (kotoran ternak) dengan menggunakan mikroba untuk
menghasilkan sumber energi.
Dalam penggunaannya, energi alternatif memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan dalam pemakaian energi alternatif adalah energi alternatif dapat digunakan terus
menerus karena tidak akan habis, energi yang dihasilkan sangat besar, dan energi alternatif tidak
mencemari lingkungan. Sedangkan kekurangannya adalah dibutuhkan biaya yang besar untuk
memanfaatkan energi alternatif, dibutuhkan teknologi tinggi dan pemikiran yang rumit untuk
memanfaatkan energi alternatif, dan ketersediannya dipengaruhi oleh musim.