Anda di halaman 1dari 36

20-Oct-14 1

PEMERIKSAAN HEMATOLOGI
Komposisi darah
Darah
cair (plasma)
komponen seluler (ery, leko, trombo).
Plasma 91% air & 7-9% z.padat
Zat padat
protein : (Albumin, Globulin,Fibrinogen),
unsur anorganik : Na, K, Ca, Fosfor, Fe, I,
unsur organik : nitrogen, urea, asam urat,
kreatinin, asam amino, lemak, dll


20-Oct-14 2
Sampel darah
1. Darah vena :
pada fossa cubiti v.mediana cubiti
paling ideal krn dasar keras shg tdk
mudah bergerak
2. Darah arteri :
lazim utk pemeriksaan analisis gas darah
(AGD) biasanya diambil dari a.radialis,
dan a. femoralis

20-Oct-14 3
- A.femoralis relatif mudah krn
diameter arteri besar ttp berbahaya krn
jika terjadi perdarahan, sering tidak
segera diketahui krn a.femoralis
terletak di daerah tertutup (selimut,
pakaian), shg hrs sll dilakukan
penekanan yg ckp lama
- A. Radialis perlu dilakukan tes Allen
20-Oct-14 4
3. Darah kapiler :
- dilakukan punksi (pengambilan sampel
dri ) kulit
- mrpkn campuran darah arteri dan
vena dgn komponen arteri lbh banyak
- Tempat pengambilan : ujung jari 2-4
- dilakukan pada anak. Gemuk, luka
bakar dan thrombotic tendencies

20-Oct-14 5
Darah lengkap (whole blood) :
Komponen padat : sel2 darah (eri, leko
dan trombo
Komponen cair : plasma
Darah jika dibiarkan akan membeku
terbentuk bekuan (gumpalan oleh fibrin) dan
serum (kuning). Permukaan bekuan : tdk
rata
Darah + antikoagulan stlh dibiarkan akan
terbentuk endapan (td sel2 drh) + plasma
(kuning). Permukaan endapan : rata.
20-Oct-14 6
Jika sampel darah diberi antikoagulan,
jenis antikoagulan hrs disebutkan
Contoh : Darah EDTA, darah
heparin, darah sitrat
Plasma EDTA, plasma
heparin, plasma sitrat, dll


20-Oct-14 7
Sampling darah
Persiapan : penjelasan kepada pasien,
persiapan alat dan perlengkapan
Posisi pasien dan lokasi pengambilan darah
Cegah hemolisis :
- perhatikan ukuran jarum semprit
- lepas jarum dari semprit , saat masukkan
sampel darah ke dalam tabung
- Hindari terbentuknya gelembung udara krn
mempermudah terjadi hemolisis
20-Oct-14 8
Penyebab hemolisis
1. Uk jarum tidak sesuai dgn vol darah yag
diambil
2. Menghisap darah terlalu cepat, darah
bercampur dgn gel udara
3. Semprit basah
4. Botol penampung basah
5. Drh dipindahkan dgn cara disemprotkan
20-Oct-14 9
Pemeriksaan darah rutin
Darah Rutin (DR) adalah
pemeriksaan darah yg dilakukan
tanpa indikasi khusus
Meliputi (Manual) : Hb, eri, leko,
trombo, hit. jenis, LED
20-Oct-14 10
Yang termasuk tes hematologi Rutin (Otomatik) :
Hemoglobin
Hitung jumlah eritrosit
MCV
MCH
MCHC
Hitung Jumlah lekosit
Hitung Jumlah trombosit
Hematokrit
Laju endap darah

20-Oct-14 11
Hemoglobin
Hb adalah molekul yg terdiri dari 4
kandungan haem (berisi zat besi) dan 4
rantai globin (alfa, beta, gama dan delta).
Hb berada dlm eritrosit dgn tugas utama
mengangkut oksigen.
Kualitas darah dan warna merah darah
ditentukan oleh kadar Hb.
20-Oct-14 12
Nilai Normal
Nilai normal Hb :
Wanita : 12-16 gr%,
Pria : 14-18 gr%
Anak : 10-16 gr%
Bayi baru lahir : 12-24 gr%

20-Oct-14 13
Hb F (Fetal) terdpt dlm eritrosit janin,
dibentuk stlh janin berusia 6 mgg kehamilan
dan < 2% pd umur bayi >1 thn.
Hb A (Adult) terdpt pd eritrosit org dws.
Pada usia 6 bln terdpt 80-90% Hb A
Hb S : hemoglobin sel sabit yaitu Hb
abnormal yg paling berat dari jenis Hb
lainnya
Metode : cyanmeth, sahli dan otomatik
20-Oct-14 14
Penurunan Hb (>> anemia) kanker,
penyakit ginjal, pemberian cairan intra vena
berlebihan dan peny. Hodgkin, obat-obatan
misalnya antibiotik, aspirin, antineoplastik
(anti kanker) dll
Peningkatan Hb : terdpt pd pasien
polisitemia, dehidrasi, peny.paru obstruksi
menahun, gagal jantung kongesti dan luka
bakar. Obat2 yg dpt meningkatkan Hb :
metildopa dan gentamicin.
20-Oct-14 15
20-Oct-14 16
ERITROSIT
Hitung jumlah eritrosit
Cara pemeriksaan :
Memakai kamar hitung improve new
bauer (memakai reagen Hayem)
Dengan apusan darah tepi
Alat automatik


Nilai Normal :
Laki-laki : 5 6 juta/ml
Perempuan : 4 5 juta/ml
Nilai kurang dari normal oligositemia
Nilai lebih dari normal polisitemia


20-Oct-14 17
Lekosit
Fungsi : berfungsi dalam pertahanan tubuh
terhadap infeksi.
Hitung jumlah lekosit
Cara pemeriksaan:
Memakai kamar hitung improve new
bauer (larutan TURK)
Apusan darah tepi
Alat automatik

20-Oct-14 18
Nilai normal :
Dewasa : 4.000 10.000/mm
3
Bayi/anak : 9.000 12.000/mm
3
Bayi baru lahir : 9.000 30.000/mm
3


20-Oct-14 19
Nilai lebih dari normal lekositosis
Ditemukan pada:
Keganasan
Penyakit infeksi infeksi virus dan
kronik
Obat-obatan

Penurunan jumlah lekosit lekopeni
Ditemukan pada:
1. Depresi sum-sum tulang anemia aplastik
2. Infeksi
3. Pemberian obat anti kanker
4. Keracunan zat kimia mis: Arsen, benzen dll



20-Oct-14 20
Hitung jenis leukosit adalah penghitungan
jumlah lekosit yg ada dalam darah
berdasarkan proporsi (%) tiap jenis lekosit
dr slrh jumlah lekosit.
Leukosit ada 5 jenis :
Netrofil (50-70%)
Eosinofil (1-3%)
Basofil (0-1%)
Limfosit (20-40%)
Monosit (2-8%)
20-Oct-14 21
1. Netrofil lebih dari normal
netrofilia
ditemukan pada:
- respons fisiologik
terhadap stress
- infeksi
- inflamasi
- nekrosis jaringan
- kelainan metabolik
- keganasan

20-Oct-14 22
Nilai kurang dari normal netropenia
Ditemukan pada:
- Penyakit infeksi
- Bahan kimia dan fisika
- Hipersplenisme

20-Oct-14 23
2. Eosinofil meningkat
eosinofilia
Ditemukan pada:
Penyakit alergi
infeksi parasit
penyakit kulit
sindroma
hipereosinofilik
Keganasan

20-Oct-14 24
3. Basofil meningkat
basofilia
ditemukan pada:
- hipersensitifitas
- keganasan darah

20-Oct-14 25
4. Monosit meningkat
monositosis
Ditemukan Pada:
- Infeksi: virus,
peny.parasit , tbc,
endokarditis
subakut bakterial
- Karsinoma, limfoma dan
kelainan
mieloproliferatif

20-Oct-14 26
5. Limfosit meningkat
limfositosis
Ditemukan pada:
- Penyakit infeksi: bakteri,
virus
- Kelainan metabolik
- inflamasi kronik
- keganasan
Jumlah kurang Limfofenia
ditemukan pada:
- Sindroma defisiensi
imunologik
- Gangguan sirkulasi limfe
20-Oct-14 27
Trombosit
Berfungsi dalam proses pembekuan darah
Cara Pemeriksaan:
1. Memakai kamar hitung Improve New
Bauer (larutan Rees Ecker)
2. Apusan darah tepi
3. Alat automatik


20-Oct-14 28
Nilai normal : 150.000
400.000/mm3
Jika kurang dr normal :
trombositopenia
Lebih dari normal :
trombositosis
Trombositopenia :
Infeksi (virus)
Anemia aplastik
Keganasan
20-Oct-14 29
Trombositosis:
Trombositosis Esensial
Infeksi
Defisiensi Fe
Keganasan
Hematokrit
Adalah vol eritrosit yg dipisahkan dari plasma
dan dimampatkan dgn jln disentrifugasi dlm wkt
tertentu & pd kecepatan tertentu
Nama lain vol packed red cell
Nilai Normal:
Pria 40-54%,
Wanita 37-47%
Metode:
Hematokrit makro
Hematokrit mikro


20-Oct-14 30
Nilai lebih dari normal didapatkan pada:
1. Polisitemia
2. Hemokonsentrasi
3. Dehidrasi
Nilai kurang dari normal didapatkan pada:
1. Kehilangan darah akut
2. Anemia
3. Leukemia
4. Sirosis hepatis

20-Oct-14 31
Laju endap darah


20-Oct-14 32
Adalah kecepatan pengendapan eritrosit
dlm wkt tertentu pd sampel yg diberi anti
koagulan dan didiamkan tegak lurus pd
bidang datar
Waktu pembacaan: 1 jam
Nilai : P 0-15 mm/jam
W 0-20 mm/jam
Metode: Westegren
Manfaat pemeriksaan LED
1. Menunjang diagnosis
Infeksi akut
Inflamasi menahun pada fase
aktif
Kerusakan jaringan
2. Memantau perjalanan penyakit
3. Respons terhadap pengobatan
Pe LED : peny inf akut or kronik, peny.
neoplastik/keganasan, peny. degeneratif
20-Oct-14 33
Index Eritrosit
Adalah tes saring ganda terhadap hasil dari
hemoglobin dan eritrosit
MCV: Mean Cell Volume
MCH: Mean Cell Hemoglobin
MCHC: Mean Cell Hemoglobin
Concentration
Hasil ini didapatkan dengan memakai
perhitungan atau dengan alat test automatik


20-Oct-14 34
MCV (VER: volume eritrosit rata-rata):
Hematokrit X 10 (fL)
Eritrosit
MCH (HER: hemoglobin eritrosit rata-rata):
Hemoglobin x 10 (pg)
Eritrosit
MCHC (KHER: konsentrasi Hb eritrosit rata-rata):
_Hb X 100_ (%)
Hematokrit


20-Oct-14 35
Nilai normal :
MCV : 80 99 fl
MCH : 30 34 pg
MCHC : 30 36%
20-Oct-14 36