Anda di halaman 1dari 5

Pemutusan Hubungan Kerja

Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang
mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha. Pengusaha dapat
melakukan pemutusan hubungan kerja jika:
Pekerja melanggar ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja dan/atau peraturan perusahaan
atau perjanjian kerja bersama dan pekerja yang bersangkutan telah diberikan tiga surat peringatan,
masing-masing dikeluarkan dalam jangka waktu enam bulan dari peringatan sebelumnya secara
berturut-turut;
Pengusaha melakukan perubahan status, penggabungan, atau peleburan perusahaan, dan
pengusaha tidak bersedia menerima poker pekerja tersebut kedalam perusahaan dengan status
yang baru;
Perusahaan tutup karena mengalami kerugian secara terus-menerus selama bio-hazard, police &
trauma 2 tahun atau keadaan memaksa (force majeur);
Perusahaan pailit;
Pekerja meninggal dunia;
Pekerja memasuki usia pensiun;
Pekerja mangkir selama lima hari kerja berturut-turut tanpa keterangan tertulis online sports
betting yang dilengkapi dengan bukti yang sah telah dipanggil oleh pengusaha dua kali secara
patut dan tertulis; atau
Pekerja melakukan kesalahan berat dan telah tetapkan dalam putusan hakim pidana yang online
casino slots telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
Pekerja dapat online betting mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada lembaga
penyelesaian perselisihan hubungan industrial jika pengusaha melakukan perbuatan sebagai berikut:
menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pekerja;
membujuk mobile casino usa dan/atau menyuruh pekerja untuk melakukan perbuatan yang
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;
tidak membayar upah tepat pada waktu yang telah ditentukan mobile online casino selama 3 bulan
berturut-turut atau lebih;
tidak melakukan kewajiban yang telah dijanjikan kepada pekerja;
memerintahkan pekerja untuk melaksanakan pekerjaan di luar yang diperjanjikan; atau
memberikan pekerjaan yang membahayakan online gambling sites jiwa, keselamatan, kesehatan,
dan kesusilaan pekerja sedangkan pekerjaan tersebut tidak dicantumkan pada perjanjian kerja.
Pekerja dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja jika pekerja mengalami sakit
berkepanjangan, mengalami cacat akibat latest casino bonuses kecelakaan kerja dan tidak dapat
melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas 12 bulan.
REFERENSI HUKUM:
1. UU KETENAGAKERJAAN NO. 13 TAHUN 2003, PASAL 161-172;
2. PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NO. 012/PUU-I/2003 TAHUN 2004 (MENGUBAH
UU KETENAGAKERJAAN NO. 13 TAHUN 2003 TAHUN 2004, PASAL 158-160, 170-
171, casino bonus 186);
3. PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NO. 37/PUU-IX/2011 TAHUN 2012 (MENGUBAH
UU KETENAGAKERJAAN NO. 13 TAHUN 2003, PASAL 155(2));
4. SURAT EDARAN MENAKERTRANS NO. SE-13/MEN/SJ-HK/I/2005.

Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan:
Pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak
melampaui dua belas bulan secara gambling online terus-menerus;
Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban terhadap Negara
sesuai dengan ketentuan peraturan no deposit casino perundang-undangan yang berlaku;
Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya;
Pekerja menikah;
Pekerja perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau menyusui bayinya;
Pekerja mempunyai pertalian darah atau ikatan perkawinan dengan pekerja lainnya di dalam satu
perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja
bersama;
Pekerja mendirikan, menjadi anggota atau pengurus serikat pekerja, melakukan kegiatan serikat
pekerja di luar jam kerja atau di dalam jam kerja atas kesepakatan pengusaha, atau berdasarkan
ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja;
Pekerja mengadukan pengusaha kepada yang berwajib mengenai perbuatan pengusaha yang
melakukan tindak pidana kejahatan;
Karena perbedaan paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit, golongan, jenis kelamin,
kondisi fisik, atau status perkawinan;
Pekerja dalam keadaan disabilitas tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau sakit karena hubungan
kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka waktu penyembuhannya belum dapat
dipastikan.
REFERENSI HUKUM:
1. UU KETENAGAKERJAAN NO. 13 TAHUN 2003, PASAL 153.

Prosedur Pemutusan Hubungan Kerja
Pekerja harus diberi kesempatan untuk membela diri sebelum hubungan kerjanya diputus. Pengusaha
harus melakukan segala upaya untuk menghindari memutuskan hubungan kerja.
Pengusaha dan pekerja beserta serikat pekerja menegosiasikan pemutusan hubungan kerja tersebut
dan mengusahakan agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja.
Jika perundingan benar-benar tidak menghasilkan kesepakatan, pengusaha hanya dapat memutuskan
hubungan kerja dengan pekerja setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan
hubungan industrial. Penetapan ini tidak diperlukan jika pekerja yang sedang dalam masa percobaan
bilamana telah dipersyaratkan secara tertulis, pekerja meminta untuk mengundurkan diri tanpa ada
indikasi adanya tekanan atau intimidasi dari pengusaha, berakhirnya hubungan kerja sesuai dengan
perjanjian kerja dengan waktu tertentu yang pertama, pekerja mencapai usia pensiun, dan jika pekerja
meninggal dunia.
Pengusaha harus mempekerjakan kembali atau memberi kompensasi kepada pekerja yang alasan
pemutusan hubungan kerjanya ternyata ditemukan tidak adil.
Jika pengusaha ingin mengurangi jumlah pekerja oleh karena perubahan dalam operasi, pengusaha
pertama harus berusaha merundingkannya dengan pekerja atau serikat pekerja. Jika perundingan tidak
menghasilkan kesepakatan, maka baik pengusaha maupun serikat pekerja dapat mengajukan
perselisihan tersebut kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
REFERENSI HUKUM:
1. UU KETENAGAKERJAAN NO. 13 TAHUN 2003, PASAL 136, 151, 154;
2. UU PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL NO. 2 TAHUN 2004,
PASAL 1-5;
3. PERATURAN MENAKERTRANS NO. PER.31/MEN/XII/2008.

6.3.4. Uang Pesangon dan Uang Penghargaan Masa Kerja
Besaran uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja meningkat sejalan dengan lamanya masa
kerja seseorang di perusahaan.
Upah sebulan pekerja dihitung berdasarkan upah pokok ditambah seluruh tunjangan tetap.
Uang Pesangon
Masa Kerja Besaran Uang Pesangon
Kurang dari 1 tahun 1 bulan upah
1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan upah
2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun 3 bulan upah
3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan upah
4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun 5 bulan upah
5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 6 bulan upah
6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun 7 bulan upah
7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun 8 bulan upah
8 tahun atau lebih 9 bulan upah
Uang Penghargaan Masa Kerja
Masa Kerja Besaran Uang Penghargaan Masa Kerja
Kurang dari 3 tahun -
3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 2 bulan upah
6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun 3 bulan upah
9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun 4 bulan upah
12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun 5 bulan upah
15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun 6 bulan upah
18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun 7 bulan upah
21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun 8 bulan upah
24 tahun atau lebih 10 bulan upah
REFERENSI HUKUM:
1. UU KETENAGAKERJAAN NO. 13 TAHUN 2003, PASAL 156-7, 162-8, 172.

Hak-Hak Pekerja Media Masih Dilanggar
February 7, 2011 by Telisik
Divisi Serikat Pekerja Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dalam catatan akhir tahun 2010 mereka
menyatakan bahwa pada tahun 2010, terdapat empat jenis persoalan krusial yang dihadapi oleh
pekerja media, yakni PHK massal; pemberangusan serikat pekerja (union busting); upah layak
jurnalis/pekerja media, dan status hubungan kerja jurnalis.

Pada semester pertama tahun 2010 saja, terdapat PHK massal yang bernuansa pemberangusan serikat,
terhadap 300 pekerja Indosiar.
Terkait dengan pemberangusan serikat, union busting terjadi hampir di seluruh industri media. Para
pengurus serikat pekerja media menjadi sasaran tembak untuk di-PHK. Namun demikian, pekerja
media sekarang ini sudah mulai berani melawan. Baru-baru ini ada terobosan dengan
menggugat union busting Serikat Karyawan (Sekar) Indosiar. Tindakan pemberangusan serikat
sebenarnya adalah tindak pidana menurut UU Ketenagakerjaan dan bertentangan dengan hak untuk
berserikat dan berkumpul yang dijamin UUD 1945.
Kasus pemberangusan serikat di Indosiar sendiri bermula dari tuntutan kesejahteraan dan kenaikan
gaji yang tidak diberikan selama 6 tahun. Banyak karyawan Indosiar yang sudah lebih dari 5 tahun
bekerja, tapi hanya mendapatkan gaji pokok Rp350 ribu. Tuntutan ini lalu direspons oleh manajemen
dengan memecat anggota dan seluruh pengurus Sekar Indosiar. Kemudian, ada pula serikat pekerja
bentukan perusahaan, yaitu Sekawan Indosiar, yang menggembosi Sekar Indosiar. Akibatnya, paling
sedikit 300 pekerja Indosiar kehilangan pekerjaan karena diskors secara sepihak dan dipaksa
menerima program pensiun dini.