Anda di halaman 1dari 13

PERAN GEOLOGI STRUKTUR

DALAM PERTAMBANGAN DAN TEKNIK SIPIL


TULISAN: MAKALAH
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Gelgi St!uktu!
Oleh:
SHALAHUDIN ABDULLAH
"#$$#%#&'
DOSEN PENGAMPU
I!( SUKARTONO) M(T
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
*OG*AKARTA
+ OKTOBER) '$#"
BAB I
PENDAHULUAN
I(# Lata! Belakang
Secara umum geologi struktur adalah suatu ilmu yang mempelajari perihal bentuk
arsitektur kerak bumi beserta gejala-gejala geologi yang menyebabakan terjadinya
perubahan-perubahan bentuk (deformasi) pada batuan. Hal inilah yang menyebabkan ilmu
mengenai geologi struktur menjadi penting untuk dipelajari di sektor pertambangan
maupun teknik sipil. Perencanaan tambang (mine plane) sangat bergantung pada kegiatan
eksplorasi awal agar dapat mencapai target good mining practice yang telah diatur dalam
Undang Undang inerba !""#$ termasuk didalamnya adalah kegiatan konstruksi sipil
sebelum dimulainya kegiatan produksi tambang. %idak hanya di sektor konstruksi
pertambangan$ geologi struktur dalam teknik sipil bahkan lebih luas lagi terkait
infrastruktur transportasi$ konstruksi dan pengairan.
I(' Tu,uan
Selain untuk memenuhi kewajiban sebagai tugas mata kuliah geologi struktur$ diharapkan
dari tulisan makalah ini dapat menambah pemahaman dan wawasan mengenai manfaat
mempelajari geologi struktur dalam dunia pertambangan dan teknik sipil$ khususnya bagi
penulis serta secara umum untuk mahasiswa maupun pelajar.
I(% Ruang Lingku-
%ulisan makalah ini hanya berdasarkan data sekunder yang dikumpulkan dari beberapa
literatur buku$ bahan kuliah dan karya tulis penelitian yang pernah dilakukan$ tanpa
melihat aspek teknis$ ekonomi$ sosial dan lingkungan.
I(" Rumusan Masalah
&pa$ mengapa dan bagaimana$ peran geologi struktur menjadi penting untuk dipelajari
dalam dunia pertambangan dan teknik sipil.
BAB II
DASAR TEORI
II(# Gelgi St!uktu!
'eologi struktur adalah ilmu yang mempelajari struktur-struktur indi(idual (kerak bumi)
seperti antiklin-antiklin$ sesar sungkup (thrust)$ sesar-sesar$ liniasi dan lainnya dalam suatu
unit tektonik ()agdly$ *#+,). Sedangkan Spenser$ *#--$ membagi geologi struktur menjadi
dua yaitu.
*. Struktur Primer
Struktur yang terbentuk saat pembentukkan batuan$ misalnya struktur sedimen pada
batuan sedimen$ struktur aliran pada batuan beku dan struktur foliasi pada batuan.
!. Struktur Sekunder
&dalah struktur yang terbentuk setelah proses pembentukan batuan terutama akibat
adanya tegasan eksternal yang bekerja selama ataupun setelah pembentukan batuan.
/ontoh struktur sekunder adalah kekar$ sesar dan lipatan. )agian terbesar dari geologi
struktur terutama mempelajari struktur sekunder ini.
0alam mempelajari geologi struktur ada beberapa tahapan yang perlu diketahui yaitu$
sebagai berikut1
Pengenalan struktur$ seperti lipatan$ rekahan dan sesar dalam bentuk dua (!) dimensi
untuk dapat dikenali sebagai bentuk tiga (2) dimensi
3ekaman data
&nalisis dengan metode geometri dan Statistik
%ahap sintesa (menafsirkan cara terjadinya).
'ambar 44.* 0iagram alir tahapan dalam mempelajari geologi struktur
II(#(# St!uktu! P!ime!
&dalah struktur dalam batuan yang berkembang pada saat atau bersamaan dengan proses
pembentukannya. Pada umumnya struktur ini merefleksikan kondisi lokal dari lingkungan
pengendapan batuan tersebut. /ontohnya bidang perlapisan pada batuan sedimen struktur
sedimen seperti gradded-bedding$ cross-bedding$ riple marks dan curent riples pada
batupasir. Struktur kekar kolom$ ropy dan vesicular (gas vesicle) pada la(a. /atatan1
Struktur primer dalam batuan sedimen akan mengikuti hukum-hukum dasar sedimentologi$
misalnya superposisi dan kesinambungan lateral.
II(#(' St!uktu! Sekun.e!
&dalah struktur yang terbentuk akibat gaya (force) setelah proses pembentukan batuan
tersebut$ baik itu batuan beku$ batuan sedimen maupun batuan metamorf. empelajari
proses-proses pembentukan struktur sekunder ini yang akan menjadi fokus utama didalam
geologi struktur. %etapi untuk beberapa kasus seringkali sangat sulit untuk membedakan
struktur primer dan sekunder$ karena adanya unsur interpretasi misalnya pada saat
pembentukan struktur bantal pada la(a. 0imana pada saat pembentukannya sebagai suatu
struktur primer mungkin berkaitan dengan suatu proses tektonik regional yang signifikan.
II(#('(# /enis St!uktu! Sekun.e!
0alam geologi dikenal 2 jenis struktur yang dijumpai sebagai produk dari gaya gaya yang
bekerja pada batuan$ yaitu1 (*). 5ekar (fractures) dan 3ekahan (cracks). (!). Perlipatan
(folding). dan (2). Patahan6Sesar (faulting). 5etiga jenis struktur tersebut dapat
dikelompokkan menjadi beberapa jenis unsur struktur$ yaitu.
*. 5ekar (Fracture)
5ekar adalah struktur retakan6rekahan terbentuk pada batuan akibat suatu gaya yang
bekerja pada batuan tersebut dan belum mengalami pergeseran. Secara umum$ struktur
kekar dapat dikelompokkan berdasarkan sifat dan karakter retakan6rekahan serta arah
gaya yang bekerja pada batuan tersebut. 5ekar yang umumnya dijumpai pada batuan
adalah sebagai berikut1
a. Shear Joint (5ekar 'erus) adalah retakan6rekahan yang membentuk pola saling
berpotongan membentuk sudut lancip dengan arah gaya utama. 5ekar jenis shear
joint umumnya bersifat tertutup.
b. Tension Joint adalah retakan6rekahan yang berpola sejajar dengan arah gaya utama$
umumnya bentuk rekahan bersifat terbuka.
c. Extension Joint (release joint) adalah retakan6rekahan yang berpola tegak lurus
dengan arah gaya utama dan bentuk rekahan umumnya terbuka.
!. 7ipatan (Fold)
7ipatan adalah suatu deformasi batuan yang berbentuk gelombang sinusoidal dimana
gaya yang bekerja pada batuan tidak melampaui batas elastisitasnya$ sehingga batuan
tidak mengalami pensesaran. 7ipatan Sinklin adalah bentuk lipatan yang cekung ke
arah bawah$ sedangkan lipatan antiklin adalah lipatan yang cembung ke arah atas.
)erdasarkan kemiringan sayap-sayap suatu lipatan$ maka lipatan dapat dibagi menjadi
8 (empat) jenis$ yaitu1
a. 7ipatan Simetri adalah lipatan yang kemiringan lapisan batuan pada kedua
sayapnya memiliki sudut yang sama besarnya.
b. 7ipatan &simetri adalah lipatan yang kemiringan lapisan batuan pada kedua
sayapnya tidak sama besar.
c. 7ipatan 3ebah (Overturne fold6recumbent fold) adalah lipatan yang kedua sayapnya
telah mengalami pembalikan arah kemiringan lapisan batuannya.
d. 7ipatan /he(ron (hevron fold) adalah lipatan yang berbentuk segitiga menyerupai
pangkat sersan.
2. Patahan6sesar (Fault)
Patahan6sesar adalah pergeseran sebagian masa6tubuh batuan dari kedudukan semula
yang diakibatkan oleh gaya yang bekerja pada batuan tersebut. Struktur sesar dalam
geologi dikenal ada 2 jenis$ yaitu1
a. Sesar endatar (Strike slip faults)
b. Sesar 9aik (Thrust faults)
c. Sesar %urun (!ormal faults).
BAB III
PEMBAHASAN
III(# Pe!an Gelgi St!uktu! Dalam Pe!tam0angan
Pertambangan adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang suatu teknik tentang
penambangan. Secara Umum 5egiatan 4ndustri Pertambangan adalah berawal dari.
*. Prospeksi
!. :ksplorasi
2. 7ayak atau tidak ditambang
8. Penambangan (pembongkaran$ pemuatan dan pengangkutan)
,. Proses metalurgi
+. Pemasaran.
0idalam kegiatan eksplorasi pemahaman mengenai kondisi struktur geologi daerah sangat
penting untuk merekonstruksi endapan bahan galian bawah permukaan$ terlebih pada
daerah yang banyak dipengaruhi oleh struktur geologi$ contoh lapisan batubara pada
cekungan sedimen akan lebih bernilai ekonomis dikarenakan memiliki tingkat kematangan
batubara yang sangat baik pada daerah yang dipengaruhi oleh kegiatan sesar namun$ tidak
akan bernilai apabila gagal dalam perekonstruksian arah bidang perlapisan bawah
permukaan.
Selain itu$ hubungan geologi struktur terhadap mineralisasi adalah$ struktur (terutama sesar
dan sistem kekar)$ yang terbentuk sebelum mineralisasi sangat penting artinya karena
merupakan saluran dan tempat berkumpulnya mineral berharga$ terutama dalam
pembentukan endapan hidrotermal. /ontoh 1 endapan-endapan hidrotermal &u$ /u$ Pb$ ;n$
dll.
Pada kegiatan penambangan$ proses penggalian merupakan kegiatan yang utama.
Penggalian dilakukan terhadap massa batuan yang memiliki struktur geologi yang
kompleks didalamnya. <leh karena itu diperlukan suatu perancangan yang tepat agar
massa batuan tetap dalam kesetimbangannya. Perancangan yang buruk dapat
mengakibatkan bahaya kelongsoran pada waktu-waktu yang akan datang yang dapat
berakibat pada keselamatan kerja$ keamanan peralatan dan harta benda$ serta kelancaran
produksi tambang yang akhirnya akan menaikkan biaya produksi$ yang jelas tidak
diinginkan oleh suatu perusahaan tambang.
&da empat parameter yang perlu diperhatikan dalam perancangan kemantapan lereng di
tambang terbuka$ yaitu rencana penambangan$ kondisi struktur geologi$ sifat- sifat fisik
dan mekanik material pembentuk lereng dan tekanan air tanah. 0ari ke-empat parameter
tersebut$ struktur geologi merupakan parameter yang paling dominan dalam mengontrol
kemantapan lereng batuan baik bentuk maupun arah longsoran lereng.
III(' Pe!an Gelgi St!uktu! Dalam Teknik Si-il
3ancangan pada suatu lubang bukaan bawah tanah untuk kebutuhan pembangunan P7%&
adalah berbeda dengan rancangan pada bangunan seperti gedung atau jembatan maupun
jalan. 5arena pada lubang bukaan bawah tanah perancang akan selalu berhubungan dengan
suatu massa batuan alamiah yang mempunyai sifat-sifat material yang spesifik serta sangat
kompleks. &kibat adanya penggalian untuk membuat suatu lubang bukaan dibawah tanah
akan timbul gayer gaga yang dihasilkan oleh redistribusi dari tegangan asli$ serta
kemungkinan besar terjadinya keruntuhan pada struktur batuan akibat adanya bidang
bidang retakan atau diskontinu pada batuan$ sehingga penentuan kekuatan batuan
merupakan persoalan yang sama.
5arakteristik struktur geologi tertentu mengakibatkan terdapat banyak perbedaan antara
perilaku batuan sebenamya dilapangan jika dibandingkan dengan perkiraan awalnya.
Untuk itu diperlukan pengukuran lapangan selama konstruksi berlangsung agar dapat
dilakukan re(isi input data yang dipakai pada analisis rancangan$ dan juga untuk
memantau stabilitas dari massa batuan atau struktur lubang bukaan bawah tanah tersebut.
Selain daripada itu$ manfaat mempelajari geologi struktur dalam pembangunan transportasi
jalan seperti$ pembangunan =alan tol antara Padalarang dan /ileunyi untuk jalur lintas
cepat sekitar kota )andung (<ktober *#>--aret *#>>$ sumber1 ?ilopo$ *#>>). )agian
timur dari rutenya melalui bekas danau lama$ yang terdiri dari tanah (ulkanik yang sangat
lembek. 5arena perkiraan laju penurunan yang tepat itu sulit$ khususnya untuk
membangun diatas tanah lembek$ maka percobaan timbunan di lapangan serta pemahaman
mengenai karakteristik struktur geologi yang berkembang sangat diperlukan (?ilopo$
*#>>).
'erakan tanah yang dikenal juga dengan longsoran (landslide) merupakan fenomena alam$
namun demikian ia dapat menjadi salah satu bencana kebumian jika mempengaruhi
manusia atau kegiatan manusia. 0i &merika Serikat kerugian terhadap bangunan dan lahan
karena gerakan tanah melampaui * milliar dollar6tahun (Schuster$ *#->). 0i =epang pada
tahun *#-* kerusakan rumah mencapai ,!", buah. &ngka korban jiwa mencapai ,8 persen
bila dibandingkan terhadap akibat bencana alam lain (=apan inistry of /onstruction$ *#-!
op.cit. Schuster @ 5riAek$ *#->). Studi kasus peneletian geologi di 0aerah /ikareo$ =awa
)arat (Santoso$ *##") dalam hal gerakan tanah berupa longsoran$ penelitian geologi
dilakukan terinci mengenai kedudukan perlapisan batuan dan lereng. Secara struktural
daerah /ikareo dan sekitarnya merupakan jalur perlipatan kuat yang dicirikan oleh adanya
sesar naik. 'erakan termaksud terletak pada sayap suatu sinklin tergelincir melawan
bidang perlapisannya kearah sungai /ilutung. 'erakan %anah /ikareo terjadi pada selang-
seling antara batupasir halus - kasar$ batulempung dan batu gamping berukuran pasir. 4ni
merupakan endapan batuan sedimen turbidit. )atuan tersebut merupakan bagian bawah
dari Bormasi /inambo bagian bawah yang berumur iosen %engah. Sebanyak *+ contoh
batuan diambil untuk diuji sifat dasar maupun sifat mekanik batuan pembentuk lereng
tersebut. Sifat-sifat tadi antara lain ialah 1 berat jenis$ porositas$ kuat geser$ sudut geser$
kuat tekan$ modulus elastisitas dan kuat tarik. Untuk kepentingan stabilitas lereng diukur
kuat geser residu dan sudut geser dalam residu.
BAB I1
KESIMPULAN
*. emahami bagaimana struktur geologi dalam suatu batuan terbentuk dan hal ini dapat
membantu untuk mengetahui sejarah yang pernah terjadi pada batuan tersebut. Selain
dari pada itu$ dengan mempelajari geologi struktur$ kita dapat mengetahui proses
kejadian cebakan sumberdaya ekonomis.
!. 0engan mengetahui jenis struktur yang ada$ seperti lipatan atau sesar$ kita dapat
mengetahui keadaan bentuk muka bumi dengan lebih baik. 0an hal ini akan membantu
kita untuk mengetahui kesesuaian atau kestabilan sesuatu kawasan terhadap daya
dukung lahan untuk konstruksi bangunan atau kestabilan wilayah terhadap bencana
longsoran$ dsb.
2. 0engan mengetahui jenis struktur yang ada pada batuan maka kita dapat mengetahui
kondisi batuan tersebut$ apakah batuan tersebut telah terkena gaya yang sangat kuat
atau tidakC dan apakah gaya yang bekerja pada batuan masih aktif atau tidakC