Anda di halaman 1dari 6

NAMA : SARUEDI SIMAMORA

NIM : 1209005068
KELAS : A
MATA KULIAH : ILMU PENYAKITA DALAM I


HIPERTROFI JANTUNG KIRI

ABSTRAK
Hipertrofi ventrikel kiri adalah penambahan massa pada ventrikel kiri sebagai
respon miosit terhadap berbagai rangsangan yang menyertai peningkatan tekanan
darah. Hipertrofi miosit dapat terjadi sebagai kompensasi terhadap peningkatan
afterload. Tekanan darah tinggi meningkatkan beban kerja jantung, dan seiring
dengan berjalannya waktu hal ini dapat menyebabkan penebalan otot jantung.
Sebagai akibatnya terjadi hipertrofi ventrikel kiri untuk meningkatkan kontraksi.
Keadaan awal batas kiri bawah jantung menjadi bulat kerana hipertrofi konsentrik
ventrikel kiri. Pada stadium dini hipertensi, tampak tanda-tanda akibat rangsangan
simpatis yang kronis. Jantung berdenyut cepat dan kuat. Terjadi hipersirkulasi
yang mungkin sebagai akibat aktivitas neurohormonal yang meningkat disertai
dengan hipervolemia. Pada stadium selanjutnya, timbul mekanisme kompensasi
pada otot jantung berupa hipertorfi ventrikel kiri yang difus, tahanan pembuluh
darah perifer meningkat. Diagnosa penyakit jantung hipertensi didasarkan pada
riwayat, pengkuran tekanan darah, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan
laboratorium.


PEMBAHASAN
Hipertrofi ventrikel kiri didefinisikan sebagai suatu penambahan massa
pada ventrikel kiri, sebagai respon miosit terhadap berbagai rangsangan yang
menyertai peningkatan tekanan darah. Hipertrofi miosit dapat terjadi sebagai
kompensasi terhadap peningkatan afterload. Rangsangan mekanik dan
neurohormonal yang menyertai hipertensi dapat menyebabkan aktivasi
pertumbuhan sel-sel otot jantung, ekspresi gen (beberapa gen diberi ekspresi
secara primer dalam perkembangan miosit janin), dan hipertrofi ventrikel kiri.
Sebagai tambahan, aktivasi sistem renin-angiotensin melalui aksi angiotensin II
pada reseptor angiotensin I mendorong pertumbuhan sel-sel interstisial dan
komponen matrik sel. Jadi, perkembangan HVK dipengaruhi oleh hipertrofi
miosit dan ketidakseimbangan antara miosit dan struktur interstisium skeleton
cordis. (Braverman, E.R. 2009)
Berbagai jenis pola hipertrofi ventrikel kiri telah dijelaskan, termasuk
remodelling konsentrik, hipertrofi ventrikel kiri konsentrik, dan hipertrofi
ventrikel kiri eksentrik. Hipertrofi ventrikel kiri konsentrik adalah peningkatan
pada ketebalan dan massa ventrikel kiri disertai peningkatan tekanan dan volume
diastolik ventrikel kiri, umumnya ditemukan pada pasien dengan hipertensi.
Bandingkan dengan hipertrofi ventrikel kiri eksentrik, di mana penebalan
ventrikel kiri tidak merata namun hanya terjadi pada sisi tertentu, misalnya pada
septum. Hipertrofi ventrikel kiri konsentrik merupakan pertanda prognosis yang
buruk pada kasus hiperetensi. Pada awalnya proses hipertrofi ventrikel kiri
merupakan kompensasi perlindungan sebagai respon terhadap peningkatan
tekanan dinding ventrikel untuk mempertahankan cardiac output yang adekuat,
namun hipertrofi ventrikel kiri kemudian mendorong terjadinya disfungsi diastolik
otot jantung, dan akhirnya menyebabkan disfungsi sistolik otot jantung.
(Braverman, E.R. 2009)

Etiologi
Tekanan darah tinggi meningkatkan beban kerja jantung, dan seiring
dengan berjalannya waktu hal ini dapat menyebabkan penebalan otot jantung.
Karena jantung memompa darah melawan tekanan yang meningkat pada
pembuluh darah yang meningkat, ventrikel kiri membesar dan jumlah darah yang
dipompa jantung setiap menitnya (cardiac output) berkurang. Tanpa terapi, gejala
gagal jantung akan makin terlihat. (Braverman, E.R. 2009)
Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama bagi penyakit jantung dan
stroke. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung iskemik
(menurunnya suplai darah untuk otot jantung sehingga menyebabkan nyeri dada
atau angina dan serangan jantung) dari peningkatan suplai oksigen yang
dibutuhkan oleh otot jantung yang menebal.
Tekanan darah tinggi juga berpenaruh terhadap penebalan dinding
pembuluh darah yang akan mendorong terjadinya aterosklerosis (peningkatan
kolesterol yang akan terakumulasi pada dinding pembuluh darah). Hal ini juga
meningkatkan risik serangan jantung dan stroke. Penyakit jantung hipertensi
adalah penyebab utama penyakit dan kematian akibat hipertensi. (Ali, W. 1996)

Patofisiologi
Peningkatan tekanan darah secara sistemik meningkatkan resistensi
terhadap pemompaan darah dari ventrikel kiri, sehingga beban jantung bertambah.
Sebagai akibatnya terjadi hipertrofi ventrikel kiri untuk meningkatkan kontraksi.
Hipertrofi ini ditandai dengan ketebalan dinding yang bertambah, fungsi ruang
yang memburuk, dan dilatasi ruang jantung. Akan tetapi kemampuan ventrikel
untuk mempertahankan curah jantung dengan hipertrofi kompensasi akhirnya
terlampaui dan terjadi dilatasi dan payah jantung. Jantung semakin terancam
seiring parahnya aterosklerosis koroner. Angina pectoris juga dapat terjadi kerana
gabungan penyakit arterial koroner yang cepat dan kebutuhan oksigen miokard
yang bertambah akibat penambahan massa miokard. (Peter L. 2004)

Gambaran radiologis
Keadaan awal batas kiri bawah jantung menjadi bulat kerana hipertrofi
konsentrik ventrikel kiri. Pada keadaan lanjut, apeks jantung membesar ke kiri
dan bawah. Aortic knob membesar dan menonjol disertai klasifikasi. Aorta
ascenden dan descenden melebar dan berkelok (pemanjangan aorta/elongasio
aorta). (Peter L. 2004)

Gambaran klinik
Pada stadium dini hipertensi, tampak tanda-tanda akibat rangsangan
simpatis yang kronis. Jantung berdenyut cepat dan kuat. Terjadi hipersirkulasi
yang mungkin sebagai akibat aktivitas neurohormonal yang meningkat disertai
dengan hipervolemia. Pada stadium selanjutnya, timbul mekanisme kompensasi
pada otot jantung berupa hipertorfi ventrikel kiri yang difus, tahanan pembuluh
darah perifer meningkat. Gambaran klinik seperti sesak napas, salah satu dari
gejala gangguan fungsi diastolik, tekanan pengisisan ventrikel meningkat,
walaupun fungsi sistolik masih normal. Bila berkembang terus, terjadi hipertrofi
yang eksentrik dan akhirnya menjadi dilatasi ventrikel, dan timbul gejala payah
jantung. Stadium ini kadangkala disertai dengan gangguan pada factor koroner.
Adanya gangguan sirkulasi pada cadangan aliran darah koroner akan
memperburuk kelainan fungsi mekanik/ pompa jantung yang selektif. (Peter L.
2004)

Diagnosa
Diagnosa penyakit jantung hipertensi didasarkan pada riwayat,pengkuran
tekanan darah, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan
awal pasien hipertensif harus menyertakan riwayat lengkap dan pemeriksaan fisis
untuk mengkonfirmasi diagnosis hipertensi, menyaring faktor-faktor risiko
penyakit kardiovaskular lain, menyaring penyebab-penyebab sekunder hipertensi,
mengidentifikasi konsekuensi kardiovaskular hipertensi dan komorbiditas lain,
memeriksa gaya hidup terkait-tekanan darah, dan menentukan potensi intervensi.
Pengukuran tekanan darah yang terpercaya tergantung pada perhatian terhadap
detail mengenai tekhnik dan kondisi pengukuran. Karena peraturan terkini yang
melarang penggunaan merkuri karena perhatian mengenai toksisitas potensialnya,
sebagian besar pengukuran dibuat menggunakan instrumen aneroid. Akurasi
instrumen pengukur tekanan darah terotomatisasi harus dikonfirmasi. Pada
pemeriksaan fisis, Habitus tubuh, seperti tinggi dan berat badan, harus dicatat.
Pada pemeriksaan awal, tekanan harus diukur pada kedua lengan, dan lebih baik
pada posisi terlentang, duduk dan berdiri untuk mengevaluasi keberadaan
hipotensi postural. Pada pemeriksaan laboratorium meliputi Urinalisis
mikroskopik, ekskresi albumin, BUN atau kreatinin serum, Natrium, kalium,
kalsium, dan TSH serum, Hematokrit, elektrokardiogram, Glukosa darah puasa,
kolesterol total, HDL dan LDL, trigliserida. (Peter L. 2004)

Diagnosa Banding
Aterosklerosis Arteri Koroner
Permasalahan lain yang dapat diperkirakan:
Kardiomiopati hipertrofi
Jantung atlet
CHF karena penyebab lainnya
Fibrilasi atrium karena penyebab lainnya
Disfungsi diastolik karena penyebab lainnya

Prognosis
Risiko komplikasi tergantung pada seberapa besar hipertrofi ventrikel kiri.
Semakin besar ventrikel kiri, semakin besar kemungkinan kompilkasi terjadi.
Pengobatan hipertensi dapat mengurangi kerusakan pada ventrikel kiri. Beberapa
penelitian telah menunjukkan bahwa obat-obatan tertentu seperti ACE-Inhibitor,
Beta-blocker, dan diuretik spinorolakton dapat mengatasi hipertropi ventrikel kiri
dan memperpanjang kemungkinan hidup pasien dengan gagal jantung akibat
penyakit jantung hipertensi. Bagaimanapun juga, penyakit jantung hipertensi
adalah penyakit yang serius yang memiliki risiko kematian mendadak. (Peter L.
2004)


KESIMPULAN
Hipertrofi ventrikel kiri adalah penambahan massa pada ventrikel kiri
sebagai respon miosit terhadap berbagai rangsangan yang menyertai peningkatan
tekanan darah. Diagnosa penyakit jantung hipertensi didasarkan pada
riwayat,pengkuran tekanan darah, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan
laboratorium. Pada pemeriksaan laboratorium meliputi Urinalisis mikroskopik,
ekskresi albumin, BUN atau kreatinin serum, Natrium, kalium, kalsium, dan TSH
serum, Hematokrit, elektrokardiogram, Glukosa darah puasa, kolesterol total,
HDL dan LDL, trigliserida.

DAFTAR PUSTAKA
Ali, W. 1996. Penyakit Jantung, Hipertensi, Dan Nutrisi. Jakarta : Bumi
Aksara.
Braverman, E.R., Braverman, D. 2009. Dua Penyebab Penyakit Jantung
Tekanan Darah Tinggi dan Kenaikan Kadar Kolesterol,
http://www.jantunghipertensi.com/index2.php?option=com_content&
do_pdf=1&id=340.
Peter L,2004. Vascular Disease In: Harrisons Principles of Internal Medicine.16
th

Edition : 1468-1660.

Anda mungkin juga menyukai