Anda di halaman 1dari 12

I.

Kegiatan Usaha Hilir Terdiri Dari :


a. Pengolahan;
b. Pengangkutan;
c. Penyimpanan;
d. Niaga;














Pelaksanaan Konversi Mitan Ke LPG 3 Kg


Pelaksanaan Konversi Mitan Ke LPG 3 Kg telah dilakukan sejak tahun 2009, sampai sekarang kota/kabupaten yang telah terlaksana yaitu : Balikpapan, Penajam
Paser Utara, Paser, Samarinda, Kutai Kertanegara, Bontang dan Kutai Timur.
Untuk Daerah lain menunggu kesiapan dari pihak Gas Domestik perihal infrastruktur dan tabung yang akan dibagikan.

Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Pengawasan Distribusi LPG dilakukan oleh Departemen ESDM
Dalam hal ini Departemen ESDM menunjuk Konsultan antara lain:
1. Pengawasan data pencacahan dan Pendistribusian, Oleh PT. Cakra Hasta Kencana.
2. Pengawasan isi ulang LPG, oleh PT. Hesa Laras Cemerlang.

Pengawasan Distribusi LPG dilakukan Pertamna bersifat Monitoring terhadap:
1. Ketersediaan LPG pada jalur distribusi
2. Tingkat harga di Konsumen (HET)
3. Selalu melakukan sosialisasi kepada para pemakai LPG tentang tata cara penggunaan LPG yang baik dan benar.




Jaminan Keselamatan Pengguna LPG 3 Kg:
Para pengguna LPG 3 Kg dijamin pemerintah dengan cara mengasuransikan pada perusahaan Asuransi PT. Tugu Pratama Indonesia


Proses klaim asuransi dibantu oleh pihak pertamina semaksimal mungkin, sehingga masyarakat/konsumen tidak direpotkan harus mengurus klai asuransi
sendiri.

IZIN USAHA
KEGIATAN USAHA HILIR MIGAS

Kegiatan Usaha Hilir Dapat Dilaksanakan oleh badan Usaha setelah mendapat Izin Usaha dari Menteri.
Izin Usaha yang diperlukan untuk melaksanakan Kegiatan Usaha Hilir Migas Dibedakan atas :
a. Izin Usaha Pengolahan
b. Izin Usaha Penyimpanan
c. Izin Usaha Pengangkutan
d. Izin Usaha Niaga
Izin Usaha dapat diberikan lebih dari satu Izin Usaha sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan Perundang-Undangan.
Badan Usaha yang melakukan kegiatan Usaha Hilir dilarang Melakukan Kegiatan Usaha Hulu.
Badan Usaha atau bentuk Usaha tetap yang melakukan kegiatan Usaha Hulu dilarang melakukan Kegiatan Usaha Hilir.

Pelaku Usaha Kegiatan Usaha Hilir Migas

Kegiatan Usaha Hilir Migas dapat dilaksanakan oleh :
Badan Usaha Milik Negara
Badan Usaha Milik Daerah
Koperasi, Usaha Kecil
Badan Usaha Swasta





Jalur Distribusi LPG 3 Kg ke Daerah Terpencil
Pendistribusian LPG 3 Kg mengikuti jalur distribusi Minyak Tanah sebagai berikut :





















Harga Ex Agen/ Pangkalan
Rp. 4.250,-/Kg
Harga Ex Pertamina
Rp. 2.500,-/Ltr (saat ini) sesuaai Perpres
Instalasi / Depot
PERTAMINA
Agen Minyak
Pangkalan :
Koperasi/Perorangan
Rumah Tangga
Usaha Kecil
Warung /Toko
Pedagangl Kaki
Lima
Harga Eceran Tertinggi (HET)
Ditetapkan PEMDA setempat
LPG PERTAMINA
(SPPBE SWASTA)
Agen Gas Elpiji
PERTAMINA
Konsumen
Akhir


SPBB/SPBN/SPDN APMS AMT
Pola Distribusi BBM di Propinsi Kalimantan Timur




















Keterangan :
Konsumen yang dilayani Ex kilang Balikpapan adalah Industriyang mempunyai alokasi > 500 Kl/Bulan.


Depot BBM BPP, Depot
Samarinda & Tarakan
Kilang Balikpapan
Industri
Pool Konsumen
Kelistrikan
Instansi
Pemerintah
TNI/POLRI
Bunker
Langsung
Tidak Langsung
Lembaga
Penyalur
SPBU




Pola Distribusi BBM Ke Daerah Terpencil











AGEN
Masyarakat
Kota
Masyarakat
Terpencil Menggunakan Mobil
Tangki/Alat Angkut di Air



TUJUAN PROGRAM PENGALIHAN MINYAK TANAH KE LPG














TUJUAN
PROGRAM
PENGALIHAN
MITAN KE
LPG
Melakukan diversifikasi pasokan energi untuk mengurangi
ketergantungan terhadap BBM, khususnya minyak tanah
untuk dialihkan ke LPG
Mengurangi penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi
karena LPG lebih aman dari penyalahgunaan
Melakukan efesiensi anggaran pemerintah karena
penggunaan LPG lebih efesien dan subsidinya relatif lebih
kecil daripada subsidi minyak tanah
Menyediakan bahan bakar yang praktis, bersih dan
efesien untuk rumah tangga dan usaha mikro



AKTIVITAS PENGAWASAN DI SEKTOR HULU

Kegitan sektor Hulu merupakan tanggungjawab Pemerintah Republik Indonesia.Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral bertanggungjawab untuk memastikan kesesuaian
implementasi kegiatan sektor hulu dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

Kegiatan sektor Hulu dilaksanakan dan dikendalikan melalui kontrak kerjasama antara
BPMIGAS dan Badan Usaha/Bentuk Usaha Tetap.

BPMIGAS mengawasidan mengendalikan Kontrak Kerjasama. BPMIGAS juga
bertanggungjawab untuk mengatur kerjasama antara Kontraktor dan Pemerintah Republik
Indonesia.




PRINSIP-PRINSIP PENERIMAAN MIGAS

Dasar Penerimaan migas adalah Kontrak Kerja Sama (KKS)

Berdasarkan KKS, atas hasil kegiatan usaha hulu migas setelah dikeluarkan biaya untuk
memproduksi migas, dibagihasilkan antara kontraktor dan Pemerintah. Pola bagi hasil
(share) antara kontraktor dan Pemerintah ditetapkan dalam KKS.

Atas bagian Kontraktor (contracto share), 25% wajib diserahkan kepada negara dalam
rangka penyediaan kebutuhan BBm dalam negeri (Domestic Market Obligation) atas
penyerahan DMO tersebut kontrakto mendapat Fee (DMO Fee).

Selain kewajiban DMO, dalam KKS juga diatur bahwa Kontraktor wajib melakukan
pembayaran Pajak-pajak (PPs/PPh dan PBDRH/PPh Psl. 26) namun dibebaskan dari pajak-
pajak dan pungutan lainnya (PBB, PPN dan PDRD)


KEUNGGULAN LPG DIBANDINGKAN MINYAK TANAH















MINYAK TANAH
1. Dapat dibeli eceran, tidak perlu
kemasan khusus.
2. Perlu tempat penyimpanan
khusus.
3. Menghasilkan Asap dan Berbau.
4. Kompor dan peralatan masak
harus sering dibersihkan.
5. Perlu waktu untuk memanaskan
kompor sebelum memasak.
6. Dapat dicampur dengan bahan
bakar lain mudah diselundupkan.

LPG
1. Tidak dapat dibeli secara eceran,
dan pelanggan harus membeli
tabung LPG terlebih dahulu.
2. LPG harus disimpan dalam
tabung baja dengan desain
khusus dan sulit dioplos dan
diselundupkan.
3. Tidak menghasilkan asap dan bau.
4. Kompor bisa langsung digunakan
tanpa harus dipanaskan dahulu.
5. Pembakaran lebih bersih
membersihkan
kompor.