Anda di halaman 1dari 6

Khotbah Efesus 1:15-23, Kamis 17 Agustus 2012 (Kenaikan Tuhan Yesus)

Introitus :
Karena IA harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuhNya dibawah kakiNya.
(I Kor 15 : 25)
Bacaan : Lukas 24 : 44 53; Khotbah : Epesus 1 : 15 23
Thema :
Kenaikan Yesus ke Surga menyatakan KuasaNya.

Pendahuluan
Saudaraku yang kekasih
Hari ini seluruh umat Kristiani di seluruh penjuru dunia memperingati hari kenaikan Yesus Kristus ke Sorga. Perayaan
Hari besar ini tidak begitu meriah sebagaimana halnya dengan hari Natal yang dirayakan dengan penuh semarak oleh
umat Kristiani (mungkin juga di Gereja GBKP). Perayaan hari kenaikan Yesus ke Sorga nampaknya tenang-tenang saja,
biasa-biasa saja dan hampir tidak berbeda dengan Ibadah pada hari Minggu biasa. Mengapa demikian ? Jawabnya
adalah : karena mungkin anggota jemaat belum memahami dengan baik akan makna dari Kenaikan Tuhan Yesus ke
Sorga yang walaupun hampir setiap kali mengikuti Kebaktian selalu di ingatkan dan di ikrarkan bersama dalam
Pengakuan Iman Rasuli bahwa ....Yesus Bangkit pada hari yang ketiga, naik ke Sorga, duduk disebelah kanan Allah
Bapa .... dan ini menujukkan atau menyatakan KuasaNya.

Memang bukanlah persoalan semarak atau tidaknya kita dalam memperingati suatu peristiwa, namun kesadaran akan
pentingnya peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke Sorga itu sendiri hendaknya menjadi sebuah perenungan yang sejatinya
dapat menumbuhkan iman orang percaya. Kesadaran akan kasih Allah dalam Yesus Kristus yang telah naik ke Sorga
dengan membawa kepastian dalam pengharapan yang kokoh akan Injil Kristus yang menyelamatkan setiap orang yang
percaya (Roma 1:16-17).

Pendalamam Teks
Surat Epesus tidak terlalu panjang namun diantara surat-surat Rasul Paulus, surat inilah yang tergolong paling dalam
maknanya, indah uraiannya, luhur dan mulia tujuannya. Itulah keistimewaannya dimana antara lain dalam surat ini
kata jemaat diberi arti Gereja yang Universal bukan satu kelompok lokal. Juga dalam misteri Tubuh Kristus dikatakan
bahwa tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, majikan dan budak atau tuan dan hamba (ayat 13). Surat Efesus ini di
tujukan kepada mereka yang telah mencapai kematangan dalam kehidupan rohani dan ingin meningkatkan kepada
pengetahuan dan kehidupan yang dipenuhi didalam Kristus.

Thema utama pada perikop Efesua 1 : 15 23 adalah Doa.
Apabila kita ingin hidup sehat secara rohani hendaklah mengikuti teladan dari Rasul Paulus yaitu menyeimbangkan
pujian dan doa. Orang Kristen sering tidak mengakui bahwa Allah telah memberkati mereka dengan berkat-berkat
rohani. Dan pada sisi lain ada juga yang justru sudah merasa puas dengan segala berkat itu sehingga mereka tidak
memiliki keinginan untuk mengembangkan kehidupan rohaninya melalui pujian dan doanya.
Disini Rasul Paulus terus memuji-muji Allah karena di dalam Yesus Kristus segala berkat rohani sudah
dikaruniakanNya. Dia juga terus berdoa agar kepenuhan karunia itu dapat di terima bukan hanya bagi dirinya sendiri
tetapi bagi semua orang (ayat 15 16).
Lebih dari itu agar pembaca surat ini di beri Roh Hikmat dan Wahyu, bukan ramalan untuk dapat mengenal Tuhan
dengan baik dan benar, bukan hanya berdasarkan akal budi, logika manusia tetapi juga berdasarkan iman dan
pengharapan (ayat 17 18).

Rasul Paulus juga mengingatkan dalam doanya bahwa betapa hebatnya Kuasa Allah bagi orang percaya (ayat 19) dan
berharap agar manusia mengerti bukan hanya secara akal pikiran tetapi berdasarkan iman yang sudah diterangi dengan
Roh Kudus.
Pada ayat 20 23 Rasul paulus menyaksikan ke-Maha Kuasaan Tuhan dengan merujuk pada tiga peristiwa secara
berurutan. Pertama: Allah membangkitkan Kristus dari antara orang mati (ayat 20a), kedua: Allah mendudukkan
Kristus di sebelah KananNya di surga melebihi segala sesuatu (20b-21) dan meletakkan segala sesuatu dibawah kaki
Kristus (ayat 22a). Ketiga: Allah membuat Kristus menjadi Kepala dari segala yang ada, juga bagi jemaat yang adalah
tubuh-Nya (ayat 22b 23).

Kematian atau maut adalah musuh yang paling menakutkan manusia namun ketika itu menyerangnya dengan tak kenal
ampun sehingga suka atu tidak manusia akan mati karena dalam persekutuan dengan Adam-lah maka manusia akan
mengalami kematian (I Kor 15 : 22a). Demikianlah maka manusia itu debu tanah dan akan kembali kepada debu
Firman Tuhan kepada Adam (band Kej 3:19). Namun hanya didalam kuasa Kebangkitan Kristus dari antara orang mati
menjadi jaminan bagi kebangkitan orang yang percaya kepadaNya (I Kor 15 : 22b). Dalam Kisah 2 : 27 ... orang kudus-
Nya tidak melihat kebinasaan.
Manusia hanya bisa mengawetkan mayat tetapi yang berkuasa menghidupkan kembali hanya Kristus sebagai bukti
Kuasa Kebangkitan-Nya (Band Lukas 24 : 46).
Peristiwa kenaikkan Yesus ke sorga duduk di sebelah kanan Allah (ayat 20), terjadi setelah Allah membangkitkan-Nya
dari antara orang mati. Dengan kata lain bahwa : Allah mempromosikan Yesus untuk menduduki tempat yang paling
terhormat dan kekuasaan tertinggi sehingga musuh-musuhNya pun tidak berdaya dan diinjak-injak menjadi tumpuan
kaki-Nya (ayat 22, band Maz 110 :1; I Kor 15 : 25 & introitus) dan Dia telah di mahkotai dengan Kemulaan dan hormat
(Ibr 2 : 8,9).

Buah karya kemenangan Yesus atas maut serta kenaikkan-Nya ke sorga telah menjadikan Kristus sebagai Kepala dari
segala yang ada, bukan hanya dunia materi tetapi atas segala mahluk yang berakal, yang baik dan jahat, malaekat dan
setan sekalipun. Kristus berkuasa atas semuanya. Dengan demikian alam semesta dan jemaat semuanya tunduk pada
Kuasa Kristus yang adalah Kepala.
Kristus adalah Kepala dan jemaat adalah tubuh-Nya, sama seperti Kristus adalaha Pempelai Laki-laki dan jemaat
adalah mempelai perempuan. Kristus adalah Pokok Anggur yang benar dan jemaat adalah carang-carangnya, Kristus
adalah Gembala Agung dan jemaat adalah domba-dombaNya.

Sebab itu hidup jemaat harus dipenuhi oleh Kristus sebagaimana disaksikan dalam Surat Galatia 2 : 20 ... namun aku
hidup tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku...

Penutup
Dalam merayakan peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke surga marilah kita :
1. Tetap setia memuji Tuhan atas segala kebaikanNya serta taat menaikkan doa padaNya dalam segala hal (I
Tesalonika 5 : 17-18).
2. Akui dan tetap yakin bahwa tidak ada kuasa lain yang dapat menandingi Kuasa Tuhan di dalam Kristus yang
menjadikan kita diberi kuasa untuk memenuhi bumi, mengusahakan dan menaklukan (band Kej 1 : 28c), dan
pada gilirannya akan dipertanggungjawabkan.
3. Kristus adalah kepala segala mahluk. Kristus adalah Kepala Rumahtangga, Kepala Kantor tetapi biarlah hidup,
kata dan perbuatan kita dipenuhi oleh Kasih Kristus yang telah mati, bangkit dari antara orang mati dan naik
ke sorga dalam segala kekuasaan-Nya.
4. Tetaplah menjadi saksiNya. (band. Matius 28 : 18 20)
5. Kristus telah naik ke surga, walaupun BBM belum jadi naik awal April 2012 namun berdampak naiknya harga
kebutuhan hidup namun sebagai anggota tubuh Kristus, tunjukkanlah cara hidup orang yang berpengharapan
pada Kuasa Kasih Tuhan yang selalu menyertai kita. Dia tidak berjanji laut akan selalu tenang tetapi Dia
berjanji untuk memberi kemampuan untuk mengarungi lautan yang penuh badai.
Tuhan Yesus memberkati. Amin







T U E S D A Y , 3 1 D E C E M B E R 2 0 1 3
Renungan / Khotbah Yesaya 49:1-7, Minggu 19 Januari 2014 (Ephipanias II)
Introitus :
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Masmur 119:105)

Bacaan : Johanes 1 : 29 42 (Antiphonal); Khotbah : Jesaya 49 : 1-7 (Tunggal)

Tema :
Jadilah terang ku sekelewetndu (Menjadi terang kepada sekitar kita)

Didalam Kitab Yesaya ada empat nyanyian tentang hamba Tuhan. (Fsl. 42:1-4; 49: 1-7 ; 50:4-9; 52:13-53:12) . Fasal 49
ini merupakan nyanyian kedua dari empat nyanyian tersebut yang menceritakan tentang karakter, karya dan
pengalaman seorang hamba Tuhan.
Dari nyanyian ini kita melihat ada 3 peranan Tuhan yang digambarkan, yaitu:

(1) Ia telah memilih dan memanggil orang-orang yang telah ditentukanNya untuk menjadi hambaNya;
Pemilihan adalah Otoritas Tuhan, pemilihan adalah Inisitif Tuhan, bukan kemaauan atau prestasi seseorang.
Yesus berkata didalam Yohanes 15:16; bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu..dst.
Kata-kata Yesus inilah yang meng-inspisari nyanyian dalam KEE GBKP No 59:2
Kam sindarami aku rusur, tedeh ateNdu aku e
Bena-banana aku nggusur, Kam nari nalukenca pe
Ipilih Kam mekap tendingku, kupilih Kam pe man Tuhanku.

Maaf bukan berarti ada kekecewaan, Jikalau bisa memilih, saya tidak akan memilih menjadi seorang pendeta, namun
karena Tuhan yang memilih dengan kerendahan hati saya harus memperhamba diri, untuk melayani Tuhan. Dengan
kata lain menyadari bahwa menjadi pelayan Allah adalah karena kasih karunia dan itu sesuatu yang terus disyukuri,
bukan diwarnai dengan keluhan.

(2) Ia yang akan melindungi, menyertai serta memberi kemampuan kepada hamba-hambaNya untuk melakukan tugas
yang sudah Allah tentukan bagiNya; Tuhan tidak pernah membiarkan kita, melepaskan kita ketika kita diutus untuk
memberitakan berita kesalamatan. Ada janji, ada jaminan, bukan hanya kemenangan sementara tapi kemenangan yang
kekal.
Tuhan menyertai dan melindunginya seperti anak panah yang disembunyikan dalam tabung panahnya. Karena itulah
hamba Tuhan tersebut sanggup melakukan tugasnya dengan baik, memberitakan perkataan Tuhan dengan tajam dan
tepat sasaran seperti pedang yang tajam dan anak panah yang runcing. Ia tidak takut terhadap apa pun sebab Tuhan
yang telah memilih dan memanggilnya, maka Tuhan pula yang akan menyertainya.

Ketika masih anak-anak, dan terjadi perkelahian dan ada ketakukan menghadapi lawan, Jika saat itu Bapa kita
mengatakan, jangan takut, hadapilah dia, aku akan membantumu, biasanya kata-kata seperti ini menjadi sugesti yang
memberikan kekuatan untuk menghadapi lawan tersebut. Apalagi tugas kita adalah: Maju tak gentar membela yang
benar hati dengan kalimat ini, jangan sampe salah diucapkan apalagi dijalankan; Maju tak gentar membela yang
bayar.

Dengan mengingat bahwa semua kemampuan yang kita miliki dalam melayaniNya adalah karena penyertaan Tuhan, itu
juga berarti panggilan harus kita gunakan dengan baik untuk Tuhan, bukan menyombongkan diri.

(3) Allah juga menentukan tugas hamba yang dipilihNya;
Ada 3 Tugas penting seorang hamba:
Pertama: Menyatakan keagungan Tuhan (ay-3)
Tugas ini menuntut kita untuk menceritakan kebesaran dan keagungan Tuhan yang layak diandalkan.
Kata memceritakan = memberikan kesaksian, Rasul di dalam I Korintus 9:16 menuliskan: sebab itu adalah
keharusan bagiku.Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan injil (Bd.Kata keharusan dalam bahasa karo
diterjemahkan dengan kata:terpaksa. )
Bandingkan juga Kesaksian Yeremia didalam Yeremia 20:9; Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat
Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang
menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.

Kedua: Mengembalikan Yakub kepadaNya(ay-5)
Artinya melalui Yesaya Israel dipanggil untuk mengutamakan Tuhan sehingga restorasi rohani akan berdampak pada
tegaknya suku-suku Yakub. Panggilan kita sebagai hamba kini juga untuk menegakkan suku-suku Yakub, bangsa yang
terpilih, Imamat yang rajani, bansa yang kudus (I Pet 2:9).

Ketiga:Menjadi terang bagi bangsa-bangsa (ay-6)
Ketika Israel dipulihkan bangsa-banghsa lain akan terheran heran dan turut mengakui kedaulatan Allah yang disembah
Israel.
Menjadi terang seperti Yohanes pembaptis yang tampil menunjuk kepada Yesus (Bacaan; Yohanes 1:29-42). Yohanes
Pembaptis, yang merendahkan dirinya, ia adalah seorang Pelopor yang bersedia dilupakan.

Menjadi terang juga berarti kita bertanggung-jawab atas kegelapan-kegelapan yang ada disekitar kita.
Menjadi terang seperti orang buta yang membawa sebuah obor yang menyala ketika berjalan dalam kegelapan. Sudah
pasti bagi si Buta obor itu sepintas tidak ada gunanya, tapi bagi orang lain sangat berguna, sehingga orang lain tidak
akan menabrak si Buta.
Terus terang.dan terang terus..