Anda di halaman 1dari 4

12. Grup Mustika Ratu kian serius menggarap proyek properti.

PT
Mustika Ratu Tbk (MRAT) berniat mengembangkan lahan miliknya
menjadi bangunan yang bisa dijual. Perusahaan aneka produk kecantikan
itu berencana membangun apartemen, gudang, dan ruko.
Mustika Ratu akan membangun proyek-proyek tersebut di kawasan
Cibitung, Jawa Barat. Putri K Wardhani, Direktur Utama Mustika Ratu,
menjelaskan, semula perusahaan bermaksud membangun pabrik baru di
atas lahan seluas 10,9 ha itu.
Namun hasil kajian internal perusahaan menunjukkan, lahan itu lebih
cocok untuk bisnis properti. Terlebih, pasar produk kecantikan, menurut
penilaian manajemen MRAT, tidak seindah situasi tahun lalu.
Jadi, untuk menghindari adanya kelebihan produksi, maka Mustika Ratu
memilih menjadikan lahan menganggur tersebut sebagai sumber
penghasilan alternatif. "Penambahan produksi bisa kami siasati dengan
toll manufacturing (titip produksi)," ujar Putri, Rabu (18/6).
Untuk merealisasikan rencana ekspansi itu, Mustika Ratu menyiapkan
dana hingga Rp 105,8 miliar. Perinciannya, dana untuk membangun
gudang sebesar Rp 46,6 miliar.
Pembangunan ruko ditaksir bakal memakan biaya sekitar Rp 30,2 miliar.
Sedangkan dana untuk membangun apartemen Rp 29 miliar.Apartemen
itu dirancang memiliki delapan lantai. Mustika Ratu akan mengambil
dana dari kas internal dan pinjaman bank untuk memenuhi kebutuhan
dana ekspansi porperti ini.
Putri memproyeksikan, proses pembangunan akan dimulai semester
pertama tahun depan. Saat ini, Mustika Ratu baru menyelesaikan tahap
perencanaan dan desain. Setelah ini, pengelola perseroan akan membuka
tender dan memilih kontraktor.
Mustika Ratu menargetkan, sudah bisa menjual semua unit propertinya
ketika tahap pembangunan mencapai 30%-40%. Jika rencana itu
terlaksana, keuntungan sudah bisa dinikmati di akhir 2014 atau awal
2015. Namun, Putri belum bisa menyebut target pendapatan dari bisnis
properti. Menurut hitungan dia, perusahaan sediktinya bisa meraup
fulus hingga Rp 400 miliar dari ketiga proyek yang akan dikembangkan
itu.
Mustika Ratu tidak akan membentuk anak usaha baru untuk mengelola
bisnis properti. Peran yang dimainkan Mustika Ratu di proyek properti itu
bukanlah pengelola, melainkan hanya sebagai penjual. Putri juga
menegaskan, proyek ini berbeda dengan proyek yang digarap perusahaan
induk grup Mustika Ratu, yakni PT Mustika Ratu Investama (MRI).
Sekedar mengingatkan, Mustika Ratu Investama berencana membangun
sejumlah hotel di Jakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah.
Rencananya, hotel pertama yang akan dibangun berlokasi di Solo.
Hotel yang akan berdiri di atas lahan seluas 8.000 m-9.000 m ini
rencananya akan memiliki 120 kamar-150 kamar. Mustika Ratu
Investama akan mengusung konsep heritage untuk hotel tersebut. Selain
di Solo, MRI berniat membangun hotel di Jakarta, Semarang, dan
Yogyakarta.
http://industri.kontan.co.id/news/mustika-ratu-kian-serius-menggarap-
proyek-properti


7. Perusahaan-perusahaan keluarga di Indonesia mempunyai spektrum usaha yang
sangat luas, mulai dari kuliner, makanan dalam kemasan, herbal (jamu), farmasi,
perkebunan, rokok, transportasi (darat, laut, dan udara), perbankan, sampai
kontruksi, dan industri. Beberapa diantaranya bahkan telah menjelma menjadi usaha
modern berskala besar dengan jumlah karyawan antara 50.000 hingga 250.000
orang. Di berbagai daerah mereka bahkan menjadi lokomotif ekonomi yang sangat
penting dan pelita harapan bagi penduduk yang berada di sekitar lokasi usaha
mereka. Mereka menjadi pembayar pajak dan cukai yang penting bagi perekonomian
negara, dan bila keluarga pengusaha itu mengalami perpecahan maka ekonomi
daerahpun mengalami goncanganPerkembangan perusahaan terganggu dan nasib
para pekerja menjadi tidak jelas sampai perusahaan itu mendapatkan penerus yang
bertanggung jawab dan memimpin dengan cerdas dan adil ( Rhenald Kasali,Ph.D
). Hal ini sesuai dengan desertasi BRA. Mooryati Soedibyo pada Program
Pascasarjana FEUI jurusan Strategic Management yang memusatkan perhatianya
kepada masalah suksesi kepemimpinan pada perusahaan perusahaan keluarga besar
yang bergerak di dalam perekonomian Indonesia. Dimana pada hari ini, Rabu 12
Januari 2011 bertempat di Aula Sasono Wiwoho dilakukan kajian terhadap suksesi
kepemimpinan puncak (CEO) perusahaan keluarga di Indonesia ( menurut perspektif
penerus) bersama Prof. Hendrawan (ketua Komisi VI DPR RI ), DR. Benny Pasaribu (
Ketua KKPU) dan Irwan Hidayat. Perpaduan akademis dan praktis yang dilakukan
oleh DR. BRA. Mooryati soedibyo memberikan persfektif yang lebih luas tentang
perencanaan alih kepemimpinan perusahaan yang telah dilakukannya. Beliau
mempersiapkan persiapan penerus bagi Putri Kuswisnuwardhani dalam tiga tahapan,
yaitu : 1. Dari Sudut konteks, pendiri memilih penerus yang mampu dan mau untuk
dapat beradaptasi meneruskan pengalaman dan pengetahuan serta filosofi dan cita
cita, tujuan pendahulu. 2. Dari sudut proses, mengenali berbagai pengetahuan
lingkungan dan kultur perusahaan. 3. Konten, artinya kinerja yang merupakan tahap
tertentu dari persiapan dimana Putri Kuswisnuwardhani telah membuktikan
kemampuannya dalam mengelola perusahaan yang telah dibangun selama 37 tahun.
Setelah kajian terhadap desertasi tersebut, dilanjutkan dengan penyerahan buku
MAHA KARYA SANG EMPU dari DR. BRA. Mooryati Soedibyo kepada Putri
Kuswisnuwardhani. Dimana dengan penyerahan buku tersebut secara simbolis Putri
Kuswisnuwardhani telah menjabat sebagai President Director Mustika Ratu
menggantikan DR. BRA. Mooryati Soedibyo.
http://www.mustika-ratu.co.id/news/suksesi-pucuk-pimpinan-pt-mustika-ratu-
tbk.html

Proses memilih Putri sebagai pengganti itu
berlangsung lama. Setelah selesai S1, Putri ikut job
training diperusahaan, lalu menjadi Kepala
Departemen Promosi dan Periklanan pada 1986.
Setelah mendapatkan pendi dikan Master of Business
Administrationdari National University Inglewood,
California, Amerika Serikat, karier Putri terus
berkembang dari Manajer Keuangan, kemudian Wakil
Presiden Direktur. Saya sudah tidak mengurusi
operasional perusahaan dan menyerahkan kepada
Putri.
Saya juga meneliti peralihan kepemimpinan puncak di
perusahaan ke luar ga sebagai bahan disertasi saya
diS3 UI bidang Strategic Management diUniversitas
Indonesia. Dari sini sayabelajar banyak mengenai
suksesi.
Selama membuat disertasi, referensi saya banyak.
Saya sampai tidur ngeloni buku demi suksesi. Salah
satu yang saya pakai adalah apa yang disampaikan
Bob De Wit dari University of Amsterdam bahwa
sukses itu harus memperhatikan konteks, proses, dan
konten
John P. Kotter, profesor dari Harvard Business School
juga menekankan pentingnya faktor
kepemimpinan.Maju atau mundurnya satu perusahaan
lebih bergantung pada kepemimpinan.
Jadi kalau ada perusahaan yang gagal, ya
kepemimpinannya dilihat saja. Itu sebabnya
kepemimpinan harus dibina, disiapkan. Tidak bisa
mendadak.
Mengapa saya memilih Putri? Karena dia mau dan
mampu. Anak saya yang pertama Djoko Ramiadji
misalnya senangnya dengan konstruksi.
Biasa menyemen jalan tol, ya tentu saja tidak mau
diminta menyemen pipi. Putri juga bisa menerima
pesan-pesan dari pendiri. Saya juga ikhlas.
Kalau saya setengah-setengah menyerahkannya, ya
nanti tidak semua pengetahuan diberikan. Putri juga
sudah bersama saya selagi saya masih menjalankan
perusahaan. Jadi ada proses interaksi dan konsultasi.
Saya berharap perusahaan dapat berjalan terus.
Jangan seperti pepatah China: "The first generation
workedvery hard, the second generation livedlike a
king, the third generation hadnothing left".
http://m.bisnis.com/quick-news/read/20110126/186/20419/mooryati-
soedibyo-ngeloni-buku-demi-suksesi
10.

Beri Nilai